NovelToon NovelToon

Bound By Fate

Bab 1 - Bayangan di Balik Layar

Narasi: Present Day Di sebuah gedung pencakar langit di pusat Tokyo, Sumire Suki menatap layar laptopnya dengan tatapan datar. Sebagai sekretaris direktur di Hasegawa Corporation, pekerjaannya penuh tekanan, namun anehnya, dia tidak pernah bertemu langsung dengan atasannya, Daniel Hasegawa. Semua perintah datang melalui Billy, asisten pribadi direktur yang setia.
“Seperti bekerja untuk hantu,” pikir Sumire. Hari itu, sebuah pesan masuk ke komputernya:
🖥️⌨️ Billy: > "Sumire-san, rapat klien jam 10. Siapkan dokumen kontrak di folder merah." Sumire: > "Baik. Ada hal lain yang perlu saya siapkan?" Billy: > "Direktur meminta Anda memeriksa laporan keuangan juga. Segera setelah rapat selesai."
Pesan-pesan Billy selalu singkat dan formal. Meski Billy ramah, Sumire merasa ada sesuatu yang ia sembunyikan. Rasa ingin tahunya tentang Daniel semakin besar. Siapa sebenarnya pria ini, yang bahkan para eksekutif senior tidak pernah melihatnya?
Narasi: Flashback Beberapa bulan sebelumnya, Sumire menjalani wawancara kerja paling aneh dalam hidupnya. Bukan wawancara biasa, melainkan pertemuan dengan Billy di sebuah restoran kecil. “Direktur Hasegawa telah memilih Anda langsung dari ribuan pelamar,” kata Billy sambil menyerahkan kontrak kerja. “Tapi… saya bahkan tidak mengajukan lamaran ke perusahaan ini,” jawab Sumire bingung. Billy hanya tersenyum. “Direktur memiliki keahlian membaca bakat tersembunyi.” Malam itu, Sumire bermimpi. Dalam mimpinya, dia berdiri di medan perang yang sunyi, memegang pedang berlumuran darah. Di kejauhan, seorang pria berdiri dengan jubah hitam, menatapnya dengan tatapan tajam. Wajah itu… sangat familiar. ---
Hari itu setelah rapat selesai, Sumire menerima pesan pribadi yang membuatnya terkejut.
Nomor Tidak Dikenal: > "Sumire Suki… Apa kau masih mengingatku?" Sumire: > "Siapa ini?" Nomor Tidak Dikenal: > "Aku… Daniel."
Sumire terdiam. Ini pertama kalinya dia menerima pesan langsung dari sang direktur. Tetapi bagaimana mungkin pria ini berbicara seolah-olah mereka pernah bertemu sebelumnya? Sumire: > "Direktur? Saya rasa ini pertama kali kita berkomunikasi langsung. Bagaimana Anda bisa mengenal saya?" Daniel: > "Karena kau adalah bagian dari masa laluku. Cepat atau lambat, kau akan mengingat segalanya." ---
Sumire tidak bisa memejamkan mata malam itu. Pesan-pesan Daniel terngiang di benaknya. Masa lalu apa yang dia maksud? Mengapa perasaannya mengatakan bahwa dia tidak boleh mengabaikan pesan-pesan itu?
Flashback End
Narasi: Present Day Sumire Suki mengamati layar komputernya, berfokus pada dokumen yang harus diselesaikan sebelum jam makan siang. Perusahaan Hasegawa Corporation, tempatnya bekerja sebagai sekretaris pribadi Direktur, selalu memiliki atmosfer yang misterius. Sumire tak pernah bertemu langsung dengan Daniel Hasegawa, direktur yang dikenal sangat sukses dan tegas. Semua perintah yang dia terima datang dari asisten kepercayaan direktur, Billy.
Namun, keanehan itu tak pernah mengganggu Sumire. Pekerjaannya berjalan lancar, dan dia menikmati kesendirian yang didapatkan selama bekerja di gedung tinggi itu. Dia merasa seperti bagian dari dunia yang berbeda, terisolasi dari keramaian perusahaan besar itu.
Dia selalu merasa ada yang aneh di balik semua itu, seperti ada yang memperhatikannya dari jauh. Tetapi, untuk alasan yang tak bisa dia jelaskan, Sumire tidak pernah merasa takut.
Sumire sedang duduk di meja kerjanya, menatap layar ponselnya yang menampilkan pesan yang baru saja masuk. Pesan itu dari Daniel Hasegawa sendiri.
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
(Sumire, saya ingin berbicara denganmu. Tanggal 25 besok, kita akan bertemu.)
Sumire Suki
Sumire Suki
("Direktur, saya belum pernah bertemu dengan Anda sebelumnya. Apa yang membuat Anda tertarik untuk bertemu sekarang?")
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
("Ada sesuatu yang harus kamu ketahui. Sesuatu tentang dirimu yang sudah lama terpendam.")
Sumire merasa jantungnya berdegup lebih kencang. Meskipun hanya pesan singkat, ada sesuatu dalam kata-kata itu yang membuat perasaan tak nyaman mengalir dalam dirinya. Kenapa perasaan itu terasa begitu akrab, meskipun dia tidak pernah bertemu dengan pria ini sebelumnya?
Sumire Suki
Sumire Suki
("Apa maksud Anda? Apa yang terjadi?")
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
("Kamu akan tahu besok. Tapi ada satu hal yang harus kamu ingat. Kita sudah saling mengenal sejak lama. Bahkan sebelum kita bertemu di dunia ini.")
Pesan text berakhir
.. ..
Sumire sudah kembali ke apartment nya nyaman. Dia berusaha untuk menenangkan hatinya yang sejak dari pagi tadi hingga kini masih berdegup kencang.
Entah apa ya g sebenarnya terjadi,dia sendiri masih bingung
Tiba tiba direktur perusahaan ingin bertemu langsung dengannya
Sumire merasa ini sangat ganjil,karena selama ini dia tidak pernah berpikir untuk bisa bertemu secara langsung,walaupun terkadang ada rasa penasaran akan sosok direktur perusahaan tempat dia bekerja. Tapi selama ini dia tidak mempermasalahkannya selama dia bekerja dengan baik dan menerima bayaran yang terbilang sangat besar untuk bisa menyokong kehidupannya sehari hari.
malam telah larut,sumire memutuskan untuk segera tidur malam itu
.. ..
Narasi: Flashback (Mimpi) Saat malam datang, Sumire merasa gelisah. Tidur yang seharusnya menyegarkan justru dipenuhi mimpi-mimpi yang aneh dan penuh makna. Dalam mimpi itu, Sumire berada di sebuah padang rumput luas, dengan langit gelap penuh bintang. Di depannya, berdiri seorang pria tinggi dengan jubah perang hitam. Wajahnya tampak kuat dan tegas, dengan mata yang penuh misteri. Sumire merasa sudah mengenal pria itu, meskipun dia tidak bisa mengingat dari mana. Pria itu menatapnya dengan intens, seakan mencoba menyampaikan sesuatu yang penting. "Sumire," pria itu berkata dengan suara berat, "Kita tak punya banyak waktu. Mereka sudah datang untuk kita." Sumire menatapnya, kebingungannya semakin mendalam. "Siapa mereka?" Pria itu memegang pedang panjang dengan gagang hitam yang berkilau di bawah cahaya rembulan. "Musuh yang tak bisa kita hindari. Kita harus melawan mereka." Sumire merasa ada hubungan yang erat dengan pria itu, meskipun dia tak bisa mengingat siapa dirinya. Ada perasaan kuat yang mengalir dalam dirinya, perasaan yang begitu akrab, seperti mereka sudah terhubung dalam kehidupan sebelumnya. ---
Narasi: Present Day Sumire terbangun dengan napas terengah-engah, dan tubuhnya terasa basah oleh keringat. Dia memandang sekeliling apartemennya yang tenang, mencoba menghilangkan kesan dari mimpi yang mengganggu. Namun, perasaan aneh itu tidak hilang begitu saja. Mimpi itu terasa begitu nyata, dan wajah pria itu—pria yang mirip dengan Daniel Hasegawa—terus menghantuinya. Apakah ini hanya mimpi biasa? Ataukah ada sesuatu yang lebih besar yang sedang terjadi? Sumire tidak tahu pasti. Yang dia tahu adalah ada banyak hal yang belum terungkap tentang dirinya. Tentang kekuatannya, tentang kemampuan berkomunikasi dengan arwah dan jin, dan terutama tentang koneksinya dengan Daniel. ---
Sumire memutuskan untuk menghubungi Billy, asisten kepercayaan direktur, untuk mencari tahu lebih banyak.
Sumire Suki
Sumire Suki
(Billy, saya ingin bertanya tentang Direktur. Kenapa dia tidak pernah muncul di depan umum atau bertemu langsung dengan karyawan?)
Billy (asisten Daniel)
Billy (asisten Daniel)
("Direktur memiliki cara kerja yang berbeda, Sumire. Dia lebih suka memantau semuanya dari jauh. Itu sudah menjadi kebiasaan di perusahaan.")
Sumire Suki
Sumire Suki
("Tapi ada hal lain yang membuat saya bingung. Dia mengirim pesan kepada saya. Pesan yang membuat saya merasa seperti saya sudah mengenalnya sejak lama.")
Billy (asisten Daniel)
Billy (asisten Daniel)
("Apa maksud pesan itu?")
Sumire Suki
Sumire Suki
("Dia bilang bahwa kita sudah saling mengenal sebelum ini.")
Billy (asisten Daniel)
Billy (asisten Daniel)
("Itu… aneh. Saya rasa Anda harus hati-hati, Sumire. Direktur memang sering berbicara dengan cara yang misterius, tapi biasanya ada alasan di baliknya.")
Billy tidak melanjutkan pesannya. Ada sesuatu yang dalam di balik kata-katanya, sesuatu yang membuat Sumire semakin bingung.
.. ..
Narasi: Daniel Hasegawa Sementara itu, di rumah mewahnya, Daniel Hasegawa berdiri di balkon, menatap ke luar. Dia memegang liontin kecil dengan gambar wanita di dalamnya, yang terlihat sangat mirip dengan Sumire.
NovelToon
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
(gumamnya) "Dia sudah mulai ingat," "Tidak akan lama lagi. Waktu kita sudah semakin dekat."
Billy yang berdiri di belakangnya mengangguk, tapi wajahnya tampak gelisah.
Billy (asisten Daniel)
Billy (asisten Daniel)
"Direktur, apakah kita siap?"
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
(tersenyum tipis) "Kita tidak punya pilihan. Semua akan terungkap pada waktunya."
Sementara di sisi lain...
Dengan jantung yang masih berdetak kencang, Sumire menatap layar ponselnya. Pesan dari Daniel masih terngiang di kepalanya. Waktu yang dia tunggu-tunggu akhirnya tiba. Mereka akan bertemu. Dan ketika itu terjadi, semua yang tersembunyi dalam dirinya akan terungkap—termasuk hubungan misterius yang telah ada sejak kehidupan lampau mereka.
.. .. ..
To Be Continued....
.. .. ..
🌹🌹🌹

Bab 2 – Pertemuan Pertama

Narasi: Present Day Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Sumire berdiri di depan gedung utama Hasegawa Corporation, mengenakan blazer hitam dan rok pensil yang rapi. Namun, di balik penampilannya yang profesional, hatinya dipenuhi kegelisahan. Pesan dari Daniel Hasegawa masih terngiang-ngiang di pikirannya.
NovelToon
~ Ilustrasi ~
Sumire menarik napas panjang, mencoba menenangkan dirinya. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi saat bertemu dengan pria yang selama ini hanya dikenal lewat nama. Tapi ada satu hal yang pasti: dia harus menghadapi ini dengan tenang, meskipun perasaannya campur aduk antara penasaran dan takut. ---
Percakapan dengan Billy
Sumire mengirim pesan ke Billy untuk memastikan segalanya berjalan sesuai rencana.
Sumire Suki
Sumire Suki
📱"Billy, apakah Direktur benar-benar ingin bertemu saya hari ini?"
Billy (asisten Daniel)
Billy (asisten Daniel)
📱"Ya, Sumire. Dia sudah menyiapkan segalanya. Jangan khawatir, ini hanya pertemuan biasa."
Sumire Suki
Sumire Suki
📱"Biasa? Billy, saya rasa ini jauh dari biasa. Apa Anda tahu apa yang ingin dia bicarakan dengan saya?"
Billy (asisten Daniel)
Billy (asisten Daniel)
📱"Maaf, saya tidak diberi informasi lebih. Anda tahu Direktur... dia selalu penuh rahasia. Tapi percayalah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
Sumire Suki
Sumire Suki
📱"Baiklah... saya akan masuk sekarang."
Pesan text berakhir
Sumire menutup ponselnya, lalu melangkah menuju lift khusus yang hanya bisa diakses dengan kartu identitas khusus. Dia merasa seperti sedang memasuki wilayah yang sama sekali baru, meskipun dia sudah bekerja di gedung ini selama tiga tahun. ---
NovelToon
Narasi: Ruang Pertemuan
Pintu lift terbuka, memperlihatkan lantai paling atas gedung Hasegawa Corporation. Lantai ini begitu berbeda dari lantai lainnya—meja-meja kayu berdesain minimalis, dinding kaca besar yang memperlihatkan pemandangan kota Tokyo, dan suasana yang terasa begitu sunyi.
Seorang pria tinggi dengan jas hitam berdiri di ujung ruangan. Itu Daniel Hasegawa. Untuk pertama kalinya, Sumire melihat langsung pria yang selama ini menjadi teka-teki di pikirannya.
Daniel berbalik, dan pandangan mereka bertemu. Mata pria itu yang berwarna abu-abu gelap menatap langsung ke arah Sumire, seolah mencari sesuatu yang tersembunyi di dalam dirinya.
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
Sumire Suki
Ujar Daniel, suaranya rendah namun penuh wibawa.
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
Akhirnya kita bertemu
Sumire hanya bisa mengangguk, lidahnya terasa kelu. Dia tidak tahu harus berkata apa di hadapan pria yang memancarkan aura begitu kuat.
Sumire Suki
Sumire Suki
(mengangguk)
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
Silahkan duduk
Daniel melanjutkan, tangannya menunjuk ke kursi di depannya.
Sumire menurut, mencoba menyembunyikan rasa gugupnya.
Sumire Suki
Sumire Suki
Tuan Hasegawa....
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
Heem...
Sumire Suki
Sumire Suki
Bolehkah saya tahu alasan pertemuan ini?
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
(tersenyum tipis)
Daniel tersenyum tipis, namun senyumnya mengandung rahasia yang sulit diterjemahkan.
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
Sumire, kamu mungkin tidak menyadarinya, tapi aku sudah mengenalmu sejak lama. Lebih lama dari yang bisa kamu bayangkan.
Sumire Suki
Sumire Suki
(mengerutkan kening, bingung dengan ucapan Daniel) Apa maksud Anda? Ini pertama kalinya kita bertemu.
Daniel berdiri, berjalan ke arah jendela besar di belakangnya.
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
Memang benar, secara teknis ini pertama kalinya kita bertemu. Tapi tidak dalam arti yang sesungguhnya. Kamu dan aku... kita memiliki sejarah yang tidak bisa dijelaskan dengan logika dunia ini.
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
Sumire, apakah kamu pernah merasa deja vu? Seperti kamu pernah mengalami sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali terjadi?
Sumire Suki
Sumire Suki
Tentu saja, tapi apa hubungannya dengan saya dan Anda?
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
"Deja vu yang kamu rasakan mungkin lebih dari sekadar kebetulan. Itu adalah fragmen kenangan dari kehidupan sebelumnya."
Sumire Suki
Sumire Suki
Kehidupan sebelumnya? Anda bercanda, kan?"
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
"Aku tidak bercanda. Kamu mungkin tidak mempercayainya sekarang, tapi seiring waktu, kamu akan mengingatnya. Hubungan kita sudah berlangsung lebih lama daripada yang bisa kamu bayangkan."
Sumire menatap Daniel dengan tatapan penuh keraguan.
Sumire Suki
Sumire Suki
"Saya tidak mengerti, Tuan Hasegawa. Apa yang Anda maksud dengan 'kehidupan sebelumnya'? Saya hanyalah seorang sekretaris biasa."
Daniel berjalan mendekat, dan untuk pertama kalinya Sumire merasakan kehadiran pria itu begitu dekat.
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
"Kamu lebih dari itu, Sumire. Dan aku di sini untuk membantumu mengingat siapa dirimu sebenarnya."
---
Pertemuan pertama kali antara Sumire dan Daniel berjalan singkat. Sumire masih tidak percaya dengan apa yang tadi pagi terjadi di ruang meeting. Direkturnya menceritakan hal yang tidak masuk akal kepadanya. Tapi di satu sisi,Direktunya itu begitu yakin dengan apa yang telah dikatakannya.
Bagi sumire ini adalah khayalan belaka,mungkin saja Direkturnya sedang mabuk atau sedang banyak pikiran. Tapi sulit sekali dia menerima bahwa nyatanya,Direkturnya itu begitu serius dan yakin dengan apa yang dikatakannya.
....
Lokasi : Apartment Sumire
NovelToon
Narasi: Flashback (Mimpi Sumire)
Malam harinya, Sumire kembali dihantui oleh mimpi aneh. Kali ini, dia melihat dirinya mengenakan kimono putih dengan hiasan kepala emas. Dia berdiri di tengah medan perang, di samping pria yang sama dengan yang dia lihat di mimpi sebelumnya—Daniel. "Aku akan melindungimu," ujar pria itu dengan nada penuh tekad. "Meskipun aku harus melawan seluruh dunia untuk melakukannya." Sumire merasa dadanya sesak oleh emosi yang tak bisa dijelaskan. "Tapi kenapa? Apa yang membuatmu begitu yakin bahwa aku layak untuk dilindungi?" Pria itu tidak menjawab. Sebaliknya, dia menatap Sumire dengan mata yang penuh kasih, lalu berkata, "Karena kamu adalah alasan aku hidup. Selalu." --- Flashback end (mimpi)
.. ..
Keesokan paginya
Present Day Sumire terbangun dengan napas berat. Mimpi itu begitu nyata, dan perasaan dari mimpi itu masih melekat kuat di hatinya. Dia memandang ke luar jendela apartemennya, mencoba memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam hidupnya. Semua yang dikatakan Daniel terasa mustahil, tapi kenapa hatinya mengatakan sebaliknya? Dan kenapa mimpi-mimpi itu terasa seperti potongan kenangan yang perlahan mulai kembali? ---
Sumire tahu bahwa hidupnya tidak akan sama lagi setelah pertemuan itu. Dia tahu bahwa ada lebih banyak rahasia yang harus dia ungkap, bukan hanya tentang Daniel, tetapi juga tentang dirinya sendiri.
Siapa sebenarnya dirinya di masa lalu
Dan siapa sebenarnya Daniel Hasegawa di kehidupan masa lalu
.. .. ..
To Be Continued...
.. .. ..
🌹🌹🌹

Bab 3 – Bayangan Masa Lalu

Lokasi 1: Apartemen Sumire Suki Pukul 06:00 Pagi
NovelToon
Alarm berbunyi dengan suara melengking, membangunkan Sumire dari tidur yang terasa begitu singkat. Matahari pagi mulai menyelinap masuk melalui celah gorden apartemennya, menciptakan bayangan lembut di dinding. Sumire duduk di tepi ranjang, memegangi kepalanya. Semalam, mimpi itu kembali menghantuinya—dan kali ini lebih jelas dari sebelumnya.
Dia melihat dirinya berdiri di sebuah kastel megah dengan dinding-dinding batu berlapis emas. Namun, semua terasa seperti perasaan asing, seolah-olah itu bukan hanya sekadar mimpi, tetapi fragmen dari sesuatu yang nyata.
Sambil melangkah menuju dapur untuk membuat kopi, Sumire membuka ponselnya, berharap ada pesan dari seseorang. Dan benar saja, sebuah notifikasi muncul.
....
Pesan text dari Amei Sahabat Sumire
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
📱Pagi, Sumire! Bagaimana harimu setelah bertemu sang Direktur Misterius?"
Sumire Suki
Sumire Suki
📱"Pagi, Amei. Jangan tanya. Rasanya seperti berada dalam film fiksi ilmiah."
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
📱"Hah? Serius? Memangnya apa yang dia bilang?"
Sumire Suki
Sumire Suki
📱"Dia bilang dia mengenalku dari kehidupan sebelumnya. Absurd, kan? Aku bahkan belum pernah bertemu dengannya sebelum kemarin."
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
📱"Mungkin dia bercanda? Tapi... kamu memang sering mengalami mimpi aneh belakangan ini, kan? Bisa jadi ada hubungannya."
Sumire Suki
Sumire Suki
📱"Aku tidak tahu, Amei. Tapi mimpi itu semakin jelas. Semalam aku bahkan melihat sebuah kastel. Aku berdiri di samping seseorang yang... aku yakin itu dia."
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
📱"Kamu harus hati-hati, Sumire. Jangan sampai hal ini membuatmu kehilangan fokus di pekerjaan."
Sumire Suki
Sumire Suki
📱"Aku tahu. Tapi aku merasa ada sesuatu yang harus aku temukan. Entah apa itu."
---
Pesan text end
Lokasi : Kantor Hasegawa Corporation Pukul 09:00 Pagi
NovelToon
Sumire melangkah masuk ke gedung Hasegawa Corporation dengan langkah mantap, mencoba menyingkirkan perasaan aneh yang menghantuinya sejak pertemuan kemarin. Namun, suasana kantor pagi itu terasa berbeda. Semua karyawan tampak berbicara dalam bisik-bisik, seolah-olah ada sesuatu yang sedang terjadi.
Billy mendekat dengan langkah cepat, membawa setumpuk dokumen di tangannya.
Billy (asisten Daniel)
Billy (asisten Daniel)
"Sumire, Direktur ingin kamu segera datang ke ruangannya," (tegas dan ramah)
Sumire Suki
Sumire Suki
(mengangguk) "Sekarang juga?"
Billy (asisten Daniel)
Billy (asisten Daniel)
"Ya. Dia bilang ini penting."
...
Lokasi : Ruang Direktur di Lantai 15 Pukul 09:30 Pagi
Sumire memasuki ruangan yang kemarin terasa begitu asing namun kini mulai akrab. Daniel sudah berdiri di depan jendela besar, memandangi pemandangan kota Tokyo yang sibuk.
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
"Sumire, terima kasih telah datang," (tanpa menoleh)
Sumire Suki
Sumire Suki
"Apa yang bisa saya bantu, Tuan Hasegawa?" (mencoba terdengar profesional meskipun rasa penasaran di dalam dirinya begitu besar)
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
(berbalik, menatap Sumire dengan ekspresi serius) "Aku ingin kamu melihat sesuatu."
Dia mengeluarkan sebuah tablet dari mejanya, lalu memutar sebuah video. Dalam video itu, terlihat Sumire sedang berdiri di tengah ruangan besar dengan banyak lilin menyala di sekelilingnya. Wajahnya tampak berbeda—lebih dewasa, lebih kuat, dan mengenakan pakaian tradisional Jepang yang megah.
Sumire Suki
Sumire Suki
"Apa ini?" (hampir berbisik)
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
"Ini adalah salah satu bukti bahwa hubungan kita tidak hanya dimulai di kehidupan ini,"
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
"Video ini diambil di salah satu upacara adat keluarga Hasegawa lebih dari seratus tahun yang lalu. Dan kamu adalah bagian dari itu."
Sumire Suki
Sumire Suki
(Sumire terdiam, matanya terpaku pada layar tablet) "Tidak mungkin... itu tidak masuk akal."
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
"Memang sulit dipercaya,"
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
"Tapi aku yakin kamu mulai merasakannya juga. Mimpi-mimpi itu bukan hanya khayalan. Mereka adalah pintu menuju masa lalu kita."
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
"Kamu ingat sesuatu dari mimpi-mimpimu, bukan?"
Sumire Suki
Sumire Suki
Ya, tapi itu tidak berarti semuanya nyata."
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
"Sumire, aku tahu ini sulit diterima. Tapi aku ingin kamu mulai percaya pada instingmu. Semua ini ada alasannya."
Sumire Suki
Sumire Suki
"Lalu apa yang harus saya lakukan sekarang?"
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
"Aku ingin kita bekerja sama. Ada sesuatu yang sedang mencari kita—sesuatu dari masa lalu kita yang berbahaya."
Sumire Suki
Sumire Suki
"Berbahaya? Anda berbicara seolah-olah ini adalah ancaman nyata."
Daniel Hasegawa
Daniel Hasegawa
Karena memang begitu. Dan hanya kamu yang bisa membantuku menghadapinya."
.. ..
Lokasi : Jalan Pulang ke Apartemen Sumire Pukul 18:00 Sore
Dalam perjalanan pulang, Sumire tidak bisa berhenti memikirkan semua yang dikatakan Daniel. Kata-kata pria itu terus terulang di pikirannya, seolah menjadi gema yang tidak bisa dia abaikan.
Malam itu, dia memutuskan untuk menulis di jurnalnya, mencoba merangkai semua potongan puzzle yang mulai bermunculan di hidupnya. Namun, ketika dia membuka buku itu, sebuah halaman kosong tiba-tiba dipenuhi tulisan dengan sendirinya.
📝"Sumire, ingatlah siapa dirimu. Kunci segalanya ada pada jiwamu."
Sumire terdiam, tangannya gemetar. Dia tahu bahwa apa pun yang sedang dia hadapi sekarang, ini jauh lebih besar dari yang dia bayangkan. ---
Malam itu, Sumire berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menemukan kebenaran, tidak peduli seberapa aneh atau sulitnya. Apa hubungan dia dengan Daniel? Dan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu mereka?
Lokasi 4: Jalan Pulang ke Apartemen Sumire Pukul 18:00 Sore
Langit sore mulai berwarna jingga saat Sumire melangkah keluar dari gedung Hasegawa Corporation. Hiruk-pikuk Tokyo yang biasa terasa asing baginya hari ini. Pikirannya penuh dengan percakapan tadi siang bersama Daniel. Potongan-potongan mimpi, wajah dalam video itu, dan suara-suara samar yang terus bergema di kepalanya membuat langkahnya terasa berat.
Tiba-tiba, di tengah jalan yang ramai, seorang nenek tua dengan kimono lusuh menghentikannya. Tatapan matanya kelabu, namun terasa seperti menembus jiwanya.
nenek tua
nenek tua
"Nona muda," suara nenek itu serak. "Kau membawa sesuatu yang bukan milikmu."
Sumire Suki
Sumire Suki
(menatap nenek itu dengan kebingungan) "Maaf, saya tidak mengerti."
nenek tua
nenek tua
"Jiwamu... menyimpan ingatan dari masa yang bukan milikmu,"
nenek tua
nenek tua
"Hati-hati, mereka sedang mencarimu."
Sebelum Sumire sempat bertanya lebih jauh, nenek itu berbalik dan menghilang di kerumunan. Sumire berdiri terpaku, perasaan tidak nyaman menyelimuti hatinya. ---
...
Lokasi : Apartemen Sumire Suki Pukul 20:00 Malam
NovelToon
Malam itu, Sumire memutuskan untuk menenangkan pikirannya dengan membaca buku di ruang tamunya. Namun, pikirannya terus berkelana ke percakapan dengan Daniel dan pertemuannya dengan nenek misterius tadi.
Saat dia menyalakan lilin aroma terapi untuk menciptakan suasana nyaman, bayangan lilin di dinding mulai bergerak tidak wajar. Seolah-olah ada sesuatu yang mengintai dari balik kegelapan.
ponselnya tiba-tiba berbunyi, membuatnya tersentak. Nama Amei muncul di layar.
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
Sumire! Aku merasa ada sesuatu yang aneh terjadi padamu. Kamu baik-baik saja?"
Sumire Suki
Sumire Suki
"Aku... tidak tahu, Amei. Ada banyak hal yang terjadi hari ini. Aku merasa seperti sedang diawasi."
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
"Diawasi? Oleh siapa?"
Sumire Suki
Sumire Suki
"Aku tidak tahu. Tapi tadi di jalan, seorang nenek tua mengatakan bahwa jiwaku menyimpan sesuatu yang bukan milikku. Dan dia bilang ada yang mencariku."
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
Sumire, ini tidak main-main. Kamu harus lebih hati-hati. Mungkin kamu perlu mencari perlindungan."
Sumire Suki
Sumire Suki
"Aku tidak tahu harus ke mana, Amei. Semua ini terasa begitu asing."
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
"Aku akan datang ke apartemenmu. Jangan pergi ke mana-mana sebelum aku sampai."
.. ..
Apartemen Sumire – Tengah Malam
NovelToon
Ketukan di pintu membuat Sumire tersentak dari lamunannya. Dia membuka pintu dengan waspada, hanya untuk menemukan Amei berdiri di sana, membawa sebuah tas kecil.
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
"Aku tidak bisa membiarkanmu sendirian malam ini," (sambil masuk kedalam)
Sumire merasa lega, tetapi rasa gelisahnya belum hilang. Dia menceritakan semuanya kepada Amei, termasuk pertemuannya dengan Daniel, mimpi-mimpi aneh, dan pertemuan dengan nenek tadi.
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
"Sumire, mungkin ini waktunya kamu mencari tahu siapa dirimu sebenarnya,"
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
"Kamu tidak bisa terus lari dari apa yang kamu rasakan."
Sumire Suki
Sumire Suki
( mengangguk, matanya mulai berkaca-kaca)
Sumire Suki
Sumire Suki
"Tapi aku takut, Amei. Aku takut pada apa yang akan aku temukan."
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
"Kadang-kadang, jawaban yang kita cari bisa menyakitkan," (sambil memegang tangan Sumire.)
Amei (Sahabat Sumire)
Amei (Sahabat Sumire)
"Tapi itu satu-satunya cara untuk menemukan kedamaian."
Malam itu, Sumire memutuskan untuk membuka diri terhadap apa pun yang akan datang. Dia tahu bahwa ini baru permulaan. ---
.. .. ..
To Be Continued....
.. .. ..
🌹🌹🌹🌹

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!