NovelToon NovelToon

Jodohku Tetanggaku [Hyuckna]

{Episode 1}

NovelToon
𝗞𝗮𝗹𝗼 𝗮𝗱𝗮 𝘁𝘆𝗽𝗼 𝗺𝗮𝗸𝗹𝘂𝗺𝗶𝗻 𝘆𝗮 𝗴𝗮𝗶𝘀🙏🏻
____________________________________
NovelToon
Pagi hari yang cerah ini, sesosok pria manis yang sedang tersenyum melihat dirinya di pantulan cermin dengan pakaian yang simpel dan terlihat sangat wah itu.
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Aku sudah tampan kan? Eum... Sudah. Aih, kau sangat cocok pakai pakaian apapun, na
Nakamoto Jaemin, anak tunggal dari pasangan Yuta dan Winwin. Ia memiliki postur tubuh yang ramping seperti wanita, muka yang terlihat cantik dan manis. Mirip lah seperti bundanya. Wkwk
Jaemin melangkahkan kakinya keluar dari kamar, ia berjalan untuk menuju ruang makan. Ia yakin, pasti kedua orang tuanya sedang menunggu nya.
NovelToon
Tunggu, baru saja dia sampai ke ruang makan. Tiba-tiba saja, tambah anggota satu?
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Haechan... Ada apa kau datang kemari?
Betul, itu Haechan. Atau Seo Haechan, anak bungsu dari pasangan Johnny dan Ten. Haechan ini, sahabat Jaemin saat berusia 5 tahun sampai sekarang umur mereka sama-sama 25 tahun. Itung saja, sudah berapa lama mereka berteman.
Seo Haechan
Seo Haechan
Hanya ingin menumpang makan, apa tidak boleh?
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Apa kau tidak punya rumah. Cih, sangat menyedihkan
Nakamoto Winwin [Bunda]
Nakamoto Winwin [Bunda]
Astaga, kalian ini. Sudah, cepatlah duduk, na
Nakamoto Winwin [Bunda]
Nakamoto Winwin [Bunda]
Sarapan bersama, bunda yang menyuruh Haechan untuk datang
Sungguh, Winwin sungguh cape dengan mereka berdua. Mereka ini, tidak pernah bisa di pertemukan. Selalu saja ada bahan untuk mereka berdebat. Aih, melelahkan.
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Ya! Itu ayam punya ku
Seo Haechan
Seo Haechan
Lalu, apa aku perduli?
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Haechan! Apa kau mau aku pukul?
Nakamoto Winwin [Bunda]
Nakamoto Winwin [Bunda]
Na, sudah. Biarkan Haechan mengambil itu, kau masih punya banyak
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Bun, tapi kan aku mau nya itu
Nakamoto Winwin [Bunda]
Nakamoto Winwin [Bunda]
Na...
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Ya, ya. Ambil lah, ambil semuanya
Haechan hanya tersenyum kemenangan. Jaemin nih bingung, yang anak nya kan dia, tapi kenapa selalu Haechan yang di bela? Sungguh, sangat pilih kasih sekali.
Tapi Jaemin tidak sedih, kenapa? Karena backingan dia seseorang yang di takuti Haechan. Betul, mae nya sendiri, wkwk. Lihat saja, Jaemin akan mengadukannya.
Nakamoto Yuta [Ayah]
Nakamoto Yuta [Ayah]
Chan, apa daddy mu ada di rumah?
Seo Haechan
Seo Haechan
Ada, tapi sebentar lagi sepertinya daddy akan pergi
Nakamoto Yuta [Ayah]
Nakamoto Yuta [Ayah]
Kemana?
Seo Haechan
Seo Haechan
Keuangan perusahaan daddy yang di LA semakin menurun, mau tidak mau daddy yang akan mengurus nya disana
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Apa mae Ten ikut?
Seo Haechan
Seo Haechan
Tidak tau, tanya saja sendiri
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Ya! Kau menyebalkan sekali, cih
Haechan hanya menjawab dengan wajah yang menjengkelkan, mereka pun memakan makanan mereka kembali sampai kandas tak tersisa.

{Episode 2}

NovelToon
____________________________________
Selesai sarapan, Jaemin berpamitan kepada ayah dan bundanya untuk pergi ke rumah Haechan.
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Kau... Kau kenapa mengikuti ku?
Jaemin menatap Haechan dengan penuh curiga. Pasalnya, Haechan selalu mengikuti langkah Jaemin.
Seo Haechan
Seo Haechan
Aku, mengikuti mu? Cih, kurang kerjaan
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Lalu?
Seo Haechan
Seo Haechan
Aku ingin ke rumah ku lah
Haechan berjalan di depan Jaemin dengan wajah yang amat sangat menjengkelkan.
Seo Haechan
Seo Haechan
Yang telat sampai rumahku harus traktir seharian
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Ya!
Jaemin pun lari untuk sampai ke rumah Haechan terlebih dahulu, takut-takut dia yang akan mentraktir Haechan, hehe. Jaemin nih pelit loh, buat Haechan doang si. Kecuali, dia yang memberikan nya sendiri.
Haechan terlebih dahulu sampai, Jaemin dengan muka yang sudah berkeringat langsung duduk di teras rumah Haechan sambil menetralkan nafasnya.
Seo Ten [Mae]
Seo Ten [Mae]
Eh, anak manis, ko duduk disini?
Jaemin yang tau betul itu suara siapa pun langsung berdiri dan tersenyum manis. Ekhem, ini saat yang sangat tepat. Ia, melihat Haechan dengan tatapan jahatnya.
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Mae [Nada manja]
Seo Ten [Mae]
Seo Ten [Mae]
Why? Ada apa, hm?
Seo Ten [Mae]
Seo Ten [Mae]
Ini mukamu kenapa berkeringat, nak?
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Gara-gara Haechan [Menunjuk Haechan]
Haechan yang di tunjuk pun hanya memutarkan bola matanya malas. Ia sudah tau akal busuk sahabat kecilnya itu.
Seo Ten [Mae]
Seo Ten [Mae]
Kenapa? Kasih tau mae, apa yang Haechan lakukan
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Tadi Nana ingin kesini, lalu Haechan langsung lari dan berkata, kalau yang telat sampai rumah harus mentraktir seharian
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Mae tau kan? Nana tidak punya uang, masa Haechan jahat sekali
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Lalu, saat di rumah. Haechan mengambil ayam kesukaan Nana
Jaemin menunjukkan wajah memelasnya kadang melihat Haechan dengan uluran lidahnya meledek.
Seo Ten [Mae]
Seo Ten [Mae]
Haechan...?
Seo Haechan
Seo Haechan
Apa? Aku tidak melakukan apapun
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Bohong!
Seo Ten [Mae]
Seo Ten [Mae]
Sudah, nanti mae akan menghukum Haechan
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Boleh tidak kalau Nana yang menghukum?
Seo Haechan
Seo Haechan
Ya! Kau ini punya masalah apa, hah!
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Liat, Haechan menolak nya [Menunduk]
Seo Ten [Mae]
Seo Ten [Mae]
Boleh, nak. Jangan dengar kan Haechan
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Eum... Nana mau, Haechan harus membelikan Nana banyak sekali makanan
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Boleh tidak? Terus, Nana mau di belikan boneka
Seo Ten [Mae]
Seo Ten [Mae]
Boleh dong, apa yang tidak boleh untuk anak manis. Ya kan, Chan?
Ten menatap anak semata wayangnya itu dengan tatapan tajam dan senyuman yang mengerikan.
Seo Haechan
Seo Haechan
𝘛𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨, 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪 [Batin]
Seo Haechan
Seo Haechan
Boleh, boleh ku timpuk?
Seo Haechan
Seo Haechan
Ah, aku hanya bercanda. Boleh ko [Senyum paksa]
Jaemin langsung senyum penuh kemenangan, akhirnya dendamnya terbalaskan. Ehey
Seo Ten [Mae]
Seo Ten [Mae]
Chan, kamu bukannya akan bekerja?
Seo Haechan
Seo Haechan
Iya, kalau gitu aku berangkat
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Aku ikut!
Seo Haechan
Seo Haechan
Apa? Tidak, tidak. Kau diam saja disini, arasseo?
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Eum... Mae
Jaemin menatap mae dengan tatapan melas nya. Sedangkan, Haechan hanya memutarkan bola matanya malas.
Seo Ten [Mae]
Seo Ten [Mae]
Boleh sayang [Tersenyum]
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
[Menatap Haechan] Chanie... Boleh kan? Eum
Seo Haechan
Seo Haechan
Ada mau nya saja kau sangat manis terhadap ku
Seo Haechan
Seo Haechan
Lama kau ku tinggal
Seo Haechan
Seo Haechan
Mae, aku pamit kerja
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Mae, Nana ingin ikut Haechan dulu ya? Bye, mae cantik
Seo Ten [Mae]
Seo Ten [Mae]
Dah sayang, hati-hati ya?
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Okaii
Haechan dan Jaemin beriringan menuju mobil milik Haechan, dan mereka pun pergi meninggalkan mae yang masih menatap nya dengan senyum tipisnya.

{Episode 3}

NovelToon
____________________________________
NovelToon
Saat mereka sampai di perusahaan yang Haechan bangun sendiri, mereka langsung menuju ruang kerja Haechan.
Jaemin hanya duduk sambil memainkan hp nya, sedang Haechan sibuk dengan kerjaan nya.
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Chan, apa disini ga ada cemilan?
Seo Haechan
Seo Haechan
Ga ada, beli sendiri sana
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Aih, pelit sekali. Seharusnya, sediakan makanan untuk ku
Seo Haechan
Seo Haechan
Kau siapa?
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Jahat betul, ku adukan kepada mae
Seo Haechan
Seo Haechan
Adukan lah, kau pikir aku takut?
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Yah, sudah terekam di hp ku
Seo Haechan
Seo Haechan
Cih, kau pikir aku bodoh
Jaemin hanya berdecak pelan dan menatap Haechan dengan tatapan kesalnya. Haechan sendiri pun melanjutkan kembali pekerjaan nya.
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Huaaa, aku sangat bosan
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Chanie, aku minta uang
Seo Haechan
Seo Haechan
Kau pikir aku ayahmu?
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Ayolah, bukannya sudah perjanjian untuk membelikan aku makanan?
Seo Haechan
Seo Haechan
Tidak, aku tidak berjanji apapun padamu
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Chan... Ish, oke lah. Aku akan mengadukan ini pada mae
Seo Haechan
Seo Haechan
Pengaduan
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Biarkan, siapa suruh tidak mau memberi aku uang
Seo Haechan
Seo Haechan
Apa kau tidak ada kerjaan? Mengganggu sekali
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Tidak, kau kan tau aku pengangguran
Seo Haechan
Seo Haechan
Siapa suruh, sudah di kasih pekerjaan yang enak malah keluar
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Suka-suka ku lah
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Sudah lah, aku mau menemui Renjun saja. Kau tidak mengasikkan
Seo Haechan
Seo Haechan
Ya, pergilah sana. Aku harap kau tidak kembali lagi
Nakamoto Jaemin
Nakamoto Jaemin
Cih, manusia menyebalkan [Gumam]
Jaemin pun melangkahkan kakinya dengan hentakan. Sungguh, temannya ini sangat menyebalkan. Sudah berapa kali ia bilang kalau Haechan ini sangat menyebalkan.
𝘾𝙚𝙠𝙡𝙚𝙠...!!!
Tak lama, pintu terbuka kembali saat Jaemin sudah menutupnya. Seorang pria tampan dengan mata sipitnya itu berjalan dan menduduki bangku yang tersedia disana untuk tamu.
Seo Haechan
Seo Haechan
Ada apa?
Lee Jeno
Lee Jeno
Tidak, aku hanya bosan di tempat kerjaku. Jadi, aku kemari mengunjungi teman ku ini
Seo Haechan
Seo Haechan
Cih, aku tau kau ingin sesuatu. Cepat, katakan
Lee Jeno
Lee Jeno
Kau ini sangat negatif sekali denganku
Lee Jeno
Lee Jeno
Aku kan hanya ingin mengunjungi mu
Haechan hanya diam, ia sudah malas sekali meladeni temannya ini. Jeno dan Haechan sudah berteman sejak mereka memasuki bangku kelas 5 SD, ya... Lumayan lama lah.
Jadi, dia sangat hafal sekali kalau temannya ini datang saat ada maunya saja.
Lee Jeno
Lee Jeno
Chan, tadi aku barusan melihat Jaemin sambil mengoceh sendiri
Lee Jeno
Lee Jeno
Dia kenapa?
Seo Haechan
Seo Haechan
Molla
Lee Jeno
Lee Jeno
Chan, aku kan punya teman. Beutiful and terlihat manis lah...
Seo Haechan
Seo Haechan
... Kalau kau ingin mengenalkan nya padaku, kau pasti tau jawabannya
Lee Jeno
Lee Jeno
Chan, masa kau tidak mau juga?
Lee Jeno
Lee Jeno
Ini sangat berbeda dengan seblumnya
Seo Haechan
Seo Haechan
Tidak, kalau aku bilang tidak ya tidak
Lee Jeno
Lee Jeno
Aih, kau ini. Apa kau sedang menyukai seseorang?
Seo Haechan
Seo Haechan
Tidak
Lee Jeno
Lee Jeno
Bohong, kalau tidak. Kenapa kau selalu menolak semua orang yang aku kenalkan
Seo Haechan
Seo Haechan
Yang kau kenalkan bukan tipe ku semua
Lee Jeno
Lee Jeno
Lalu, seperti apa tipe mu? Biar aku carikan
Seo Haechan
Seo Haechan
Yang tahan banting [Asbunya]
Lee Jeno
Lee Jeno
Ya! Yang bener saja?
Seo Haechan
Seo Haechan
Benar, sudah lah. Mending kau balik sana
Lee Jeno
Lee Jeno
Kau tega sekali mengusir ku?
Haechan hanya diam tidak ingin membalas perkataan Jeno. Sedangkan Jeno langsung pergi dari ruangan temannya itu.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!