Lisa Juana Kim pembunuhan bayaran yang dikenal dengan julukan black Rose.
"Dor...!"
Bunyi tembakan memekik telinga di sebuah rumah kosong.
Terlihat seorang wanita berumur 30th yang memakai setelan serba hitam sedang bersembunyi di balik sebuah tembok di rumah kosong itu.
Nampak pula puluhan pria yang juga bersetelan serba hitam pula sedang menembaki ke arah wanita yang terlihat sudah tersudut.
"Brengsek..!, Ternyata ini semua jebakan." Geramnya yang sudah mendapat luka tembak di punggung nya.
"Dor..!!"
"Dor..!"
Wanita yang terluka itu adalah Lisa , yang sedang menjalankan sebuah misi untuk membunuh seorang bos narkoba.
Namun naas ternyata misi yang ia terima adalah sebuah jebakan untuk membunuhnya.
" sialan kau Arbeto..!, Jika aku mati maka roh ku pasti akan terus menuntut balas pada mu ." Ucap nya yang penuh kebencian.
"Dor..!!"
"Hahaha..!, Sampai kapan kau terus bersembunyi Black Rose..!!" Tawa ejek seorang pria yang terlihat seperti pemimpin gerombolan orang yang sedang mengepung Lisa.
" Gara-gara kau yang membunuh salah satu partner bisnis ku, kau membuat aku rugi jutaan Dolar Keparat..!!" Teriak Arbeto sang bos narkoba.
Ialah yang menyewa tentara bayaran untuk menghabisi Black Rose atau yang sebenarnya adalah Lisa.
Setahun yang lalu Lisa mendapat pesanan misi untuk membunuh seorang pejabat negara yang memiliki bisnis haram yaitu pengedaran narkoba.
Tugas pejabat tersebut adalah dengan memuluskan pengedaran obat obatan terlarang di negara tersebut.
Sekaligus melindungi beberapa pemimpin kelompok kartel narkoba yang berurusan dengan hukum.
Tentunya dengan cara menyuap dengan sejumlah uang atau perjanjian yang menguntungkan.
Setahun yang lalu Lisa berhasil membunuh pejabat tersebut dan tentunya ia juga menyebarkan informasi tentang keterlibatan beberapa oknum pejabat dan penegak hukum dalam bisnis ilegal tersebut.
Dan tentunya karena ulah nya setahun yang lalu informasi tersebut menggemparkan semua orang.
Hingga akhirnya sang presiden sendiri turun tangan untuk menangani kasus yang menggemparkan tersebut.
Akibatnya puluhan oknum pejabat dan penegak hukum ditangkap dan lebih dari ratusan kg obat obatan terlarang disita.
Karena ulahnya itu Black Rose menjadi incaran para kartel narkoba.
Hingga akhirnya tepat setahun gabungan para bos narkoba itu berhasil menjebak Lisa dengan tawaran misi palsu.
"Cepat habisi manusia keparat itu..! " Ujar Arbeto memerintahkan kepada anak buahnya.
"Dor..!!'
"Dor..!!
Suara serangan ratusan peluru kembali terdengar.
Lisa yang sudah sangat tersudut akhirnya memilih pilihan terakhir untuk menyerang balik.
" Cih..!, Kau pikir mudah untuk membunuh ku " ucap Lisa yang masih memegang erat kedua senjata api di tangan nya.
Ya walaupun lisa seorang diri melawan seratus anak buah Arbeto, Lisa masih bisa memberikan perlawanan hingga lebih dari setengah anak buah Arbeto sudah berhasil ia bunuh.
" Jika aku mati maka akan aku pastikan kalian semua akan ikut mati bersama ku ." Ujarnya sambil mengaktifkan bom asap di tangan nya.
Lisa mulai mempersiapkan serangan balasan.
ia melempar bom asap yang langsung membuat semua orang di rumah kosong itu tidak dapat melihat sekeliling.
" Prangg..!"
" Brushhh...!!"
Asap mengepul memenuhi ruangan utama di rumah kosong itu yang menjadi medan perang.
"sialan sungguh licik !."
Semua orang seketika waspada di sekeliling masing-masing.
Lisa segera berlari keluar dari persembunyiannya dengan terus menembaki secara acak ke arah orang orang milik Arbeto.
"Dor..!!"
"Dor..!"
"Prang..!!"
"Argh...!!'
Arbeto sangat geram dengan tindakan Lisa yang membunuh orang orang nya secara acak.
Serangan balasan orang orang Arbeto juga semakin memperparah keadaan karena mereka juga menembaki secara acak karena tidak dapat melihat sekeliling akibat bom asap yang dilemparkan oleh Lisa.
"Hentikan kalian semua..!!" Teriakan Arbeto yang mencoba menghentikan serangan acak yang dilepaskan oleh orang orang nya.
"Dor..!!"
"Arghh..!
Satu tembakan tepat mengenai dada Arbeto hingga membuat ia terkapar sekarat di lantai.
Arbeto yang menyadari bahwa ia tak kan selama akhir melihat keputusan akhir.
"aku akan membawamu bersama ku ke neraka.." ujarnya sambil menekan tombol yang mengaktifkan banyak bom yang sudah ia pasang di rumah kosong itu.
" Tak..!"
" Duarrr..!!
Suara dentuman keras yang menghancurkan bagian sisi kiri rumah kosong itu.
" Brengsek dia memasang Bom..!' ujar Lisa dengan penuh umpatan.
" Brakk..!'
"Brakk...!
Rumah besar tersebut mulai runtuh hingga menimpa semua orang yang berada di dalam rumah kosong itu.
Lisa yang berusaha untuk keluar dari dalam rumah ternyata juga ikut tertimpa runtuhan bangunan rumah itu.
"Akhirnya semua berakhir.." kata kata terakhir yang terucap sebelum Lisa tewas karena tertimpa runtuhan bangunan.
Sementara itu di suatu tempat yang sangat jauh di sana.
Disebuah rumah yang sangat besar dikelilingi taman yang sangat indah.
Menambah kesan mewah di kawasan mansion yang jika dilihat sekilas pastinya dimiliki oleh orang yang sangat kaya raya.
Suasana malam yang indah ditemani cahaya bulan yang sangat indah.
Di balik keindahan malam diluar sana nyatanya berbanding terbalik dengan yang terjadi di salah satu kamar di mansion mewah tersebut.
Di dalah satu kamar utama di mansion itu...
Terlihat suasana yang sangat kacau, barang barang tergeletak di sembarang tempat.
Banyak pajangan rumah yang pecah dan rusak.
Tentunya semua itu dilakukan oleh orang yang menempati ruangan tersebut.
Sedangkan sang pelaku kekacauan tersebut, baru saja melakukan tindakan yang nekat hingga membuatnya meregang nyawa.
Gadis remaja tersebut adalah Laura Zevana Hill.
Anak tunggal keluarga Hill , Keluarga konglomerat yang sangat terkenal karena betapa besarnya jangkauan bisnis keluarga tersebut.
Laura Zevana Hill Terlahir dari keluarga yang sangat kaya raya , tidak pernah merasakan kekurangan sedikitpun.
Walaupun begitu hubungan antara dirinya dengan ayahnya tuan Arsh Jason Hill tidaklah baik.
Keduanya sering bersikap dingin semenjak kematian nyonya Hill atau ibu Laura.
Arsh yang sangat hancur semenjak ditinggal istrinya berubah menjadi pria yang gila kerja, semua dilakukan semata-mata untuk melupakan kesedihannya.
Namun naas nya karena kelakuan nya tersebut membuatnya tanpa sengaja menjauh dari putrinya Laura.
Laura yang merasa diabaikan dan ditinggal sendirian dengan luka kesedihan karena ditinggal ibunya membuatnya menjadi anak yang sangat keras kepala dan semaunya.
Apa lagi tuan Arsh sendiri yang membiarkan sifat buruk Laura karena menganggap itu semua hanya kenakalan remaja.
Di dalam kamar mandi pribadi di kamar tersebut juga terlihat sangat kacau.
Tapi yang paling mengerikan adalah terlihat tubuh seorang gadis sudah tengelam di dalam bathtub dengan air yang terus mengalir hingga meluap dari dalam bathtub.
Gadis tersebut terlihat sudah tidak bernyawa karena ia sudah menenggelamkan diri nya selama satu jam lamanya.
"Aku tidak boleh mati..."
"Aku harus mencari kebenaran nya..."
"aku harus menuntut balas.."
Namun secara tiba-tiba tubuh kaku gadis tersebut terlihat sedikit bergerak.
jari jari tangan gadis tersebut juga mulai bergerak.
hingga secara tiba-tiba mata gadis tersebut terbuka.
"Byurrr...!!"
gadis tersebut seketika terbangun dari dalam bathtub yang terisi air.
ia terduduk yang masih di dalam bathtub.
" uhuk...! hosh..! uhukk..! "
gadis tersebut terlihat terbatuk-batuk dengan nafas yang memburu.
" uwekk...! uhuk..uhuk..!'
gadis tersebut memuntahkan banyak air dari dalam mulutnya.
setelah puas mengeluarkan semua air yang masuk ke perutnya.
gadis tersebut terlihat mulai memperhatikan ke sekelilingnya.
" dimana ini..?"
"apa aku tertangkap oleh keparat itu..?"
Gadis tersebut yang merasa tubuhnya sangat lemah, berusaha untuk keluar dari dalam bathtub.
tapi tentunya dengan kewaspadaan terhadap sekitar.
" dimana ini..?" tanyanya pada dirinya sendiri.
"brukk..!! argh..! "
karena tubuhnya yang sangat lemah dan terlihat sedikit bergetar karena kedinginan.
gadis tersebut akhirnya terjatuh terjelembap di lantai kamar mandi.
" sialan kenapa tubuhku lemah sekali.."
gadis tersebut kembali mencoba untuk berdiri dan berjalan tertatih tatih untuk keluar dari dalam kamar mandi.
namun disaat dirinya sedang berjalan menuju pintu keluar kamar mandi.
tanpa sengaja dirinya melewati sebuah kaca besar di atas wastafel .
saat dirinya melihat pantulan wajah di kaca besar tersebut.
seketika itu wajahnya yang pucat berubah menegang.
dengan mata yang terbelalak karena melihat pantulan wajah seorang gadis yang sama sekali tidak ia kenal.
" Tidak mungkin..!!'
" Kenapa wajah ku berubah..!'
seketika itu pula gadis tersebut berlari menghampiri kaca besar itu.
" Sebenarnya apa yang terjadi pada ku..?"
" apa yang mereka lakukan kepada wajah ku..!" teriak histeris gadis tersebut.
" Tidakkk..!!"
" Brakk...!!"
Gadis tersebut pun jatuh pingsan kembali.
Sementara itu di depan pintu kamar gadis tersebut.
terlihat seorang pelayan sedang berdiri dengan raut wajah yang takut.
ia diperintahkan oleh tuannya untuk melihat keadaan nona muda nya, yang baru saja mengamuk menghancurkan banyak barang di mansion mewah itu.
" tok..! tok...! tokk..!"
" Nona Laura.."
" ini Bibi Moli.."
" Nona...!"
" Tok..! tokk.."
pelayan tersebut mengetuk pintu kamar putri majikannya yang sedang mengurung diri di kamar nya.
" Nona Laura..., Non..."
namun disaat dirinya akan kembali memanggil nama Nona mudanya, secara tiba-tiba Kepala pelayan di mansion itu, mendengar suara teriaknya dari putri tuannya.
" Tidakkk...!!"
"Apa yang terjadi...!!" Ujar moli dengan wajah terkejut.
" Brakk..!! brakk...!!brakkk..."
"Nona...!, Nona Laura...!, apa yang terjadi pada anda ...!" ucap panik Moli yang mengendor pintu kamar tersebut dengan cukup keras.
" jangan jangan terjadi sesuatu dengan nona Laura.." pikiran buruk seketika terlintas di benak Moli.
" Tolong...!!! " Moli berlari untuk mencari bantuan.
hingga akhirnya beberapa menit kemudian, Moli datang dengan membawa empat bodyguard milik keluarga Hill.
" cepat dobrak pintu kamar ini...!" ujar Moli yang terlihat sudah sangat khawatir.
keempat bodyguard tersebut pun mendobrak pintu kamar tersebut.
"Brakk...! Brakk..."
Hingga akhirnya pintu kamar tersebut rusak dan terbuka.
saat itu juga mereka melihat kondisi kamar yang seperti kapal pecah.
mereka pun tanpa pikir panjang mencari keberadaan putri tuan mereka.
Hingga disaat moli memasuki kamar mandi pribadi milik nona nya.
ia seketika terkejut karena melihat tubuh nona mudanya sudah terkapar di lantai kamar mandi.
" Astaga...!!" Moli berteriak keras.
" Cepat kemari...!, Nona Laura dalam keadaan bahaya..!" teriak Moli yang memanggil keempat bodyguard tersebut untuk segera membawa putri majikan mereka ke rumah sakit.
...****************...
Tiga hari telah berlalu setelah kejadian tragis yang menimpa putri tunggal keluarga Hill.
Di rumah sakit tempat Laura yang tiga hari kebelakang di rawat.
selama itu pula gadis cantik tersebut belum sadar dari tidurnya.
Di alam bawah sadarnya sendiri, jiwa Lisa sedang melihat banyak potongan kejadian yang terjadi di hidup Laura.
" Prangg...!!!"
"Kenapa kalian semua meninggalkan aku sendiri...!" teriak Laura yang sedang mengamuk.
Jiwa Lisa melihat semua kilas balik hidup Laura.
" Gadis ini sangat suka tantrum " ucap jiwa Lisa yang melihat kilas balik kejadian saat Laura mengamuk karena papanya tidak datang di pesta ulang tahunnya.
ingatlah lain kembali berputar disaat Laura masih menjadi pelajar sekolah menengah atas.
" Dasar bodoh..!, berani sekali kau melawan perintah ku..!"
adegan lain memperlihatkan kepribadian Laura yang sedang membully teman sekolah nya yang menolak untuk menjadi babunya.
" Angkuh dan Sombong level kuadrat.." Jiwa Lisa hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan pemilik tubuh yang ia tempati.
Kilas balik hidup Laura terus mengalir hingga tanpa terasa sudah tiga hari lamanya ia tak sadarkan diri.
" hemmm..., cukup rumit hidup gadis ini " ujarnya.
Jiwa Lisa tanpak mulai memikirkan semua kejadian kejadian yang baru saja ia saksikan.
" arogan, sombong dan angkuh, tapi tidak munafik.." pikirannya setelah melihat semua tindakan yang dilakukan Laura selama hidupnya.
" Hidup bergelimpangan harta tapi dikelilingi banyak manusia munafik, manipulatif dan egois, sunguh kehidupan yang sangat menantang untuk ku." ucapnya dengan seringnya.
" jadi kau menyerah Laura..?, kalau begitu tenang saja, aku Lisa Juana Kim akan dengan senang hati akan merampungkan semua permasalahan mu "
" dan tentunya aku juga akan menuntut balas atas kematian ku juga."
setelah berhasil mencerna semua ingatan Laura Zevana Hill.
Jiwa Lisa seketika merasa ditarik oleh sesuatu.
Di dalam kamar rawat Laura, terlihat seorang dokter wanita dan seorang suster sedang memeriksa kondisi Laura.
Mereka cukup berhati-hati saat memeriksa kondisi Laura, karena mau bagaimana pun pasien yang mereka rawat adalah putri pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja.
Ya rumah sakit yang merawat Laura merupakan salah satu aset bisnis yang dijalankan oleh keluarga Hill.
" kondisinya sudah membaik, mungkin beberapa saat lagi pasien akan siuman." ujar sang dokter setelah selesai menyuntikkan obat di cairan infus milik Laura.
Suster yang menemani sang dokter mulai membereskan alat yang baru digunakan dokter untuk memeriksa.
Di dalam ruang rawat itu juga terlihat kepala pelayan keluarga Hill yaitu Moli yang masih setia menunggu nona mudanya untuk siuman.
" apakah keadaan Nona muda saya sudah benar benar membaik Dok." ucap Moli yang mulai mendekat ke arah dokter yang memeriksa anak majikannya itu.
sejak saat dokter memeriksa Laura, Moli berdiri melihat sedikit jauh agar tidak menggangu dokter saat memeriksa kondisi Laura.
dan saat ia melihat dokter sudah selesai memeriksa putri tuannya.
Moli segera meminta penjelasan tentang kondisi Laura.
karena jika hal buruk terjadi pada putri semata wayang tuannya .
bisa bisa dirinya akan mendapat hukuman berat dari sang majikan.
" tenang saja, kondisi pasien sudah sangat baik, mungkin sebentar lagi pasien akan siuman." jawab dokter tersebut dengan sangat sopan.
Seketika seakan beban berat yang menimpa punggung Moli terangkat saat mendengar kondisi putri tuannya sudah membaik.
" syukurlah kalau begitu.. " ucap nya penuh rasa syukur.
" Baiklah kalau begitu, saya akan memeriksa kondisi pasien lainnya terlebih dahulu, nanti disaat nona Laura Hill sudah siuman, anda bisa memanggil saya lagi lewat tombol di samping ranjang pasien." ujar sang dokter dan langsung di sambut anggukan kepala tanda mengerti dari Moli.
" baiklah Dok, terima kasih lagi sebelumnya."
dokter tersebut hanya menjawab dengan senyuman dan berjalan berlalu pergi meninggalkan ruang rawat Laura.
" Huhhh..., untunglah Nona Laura masih selamat, jika tidak habislah hidupku.." ucap Moli yang jatuh terduduk di kursi tunggu pasien.
Rasa syukur terus di ucapkan oleh Moli karena berhasil selamat dari tali kematian yang akan menjeratnya jika sampai sang nona tidak selamat.
pasalnya karena kejadian Laura yang mencoba bunuh diri ini, semua pekerjaan di mansion Hill mendapat hukuman berat, karena teledor dalam mengawasi tindakan Laura.
Moli kembali teringat sesuatu jika dirinya harus mengabari Tuan Arsh Jason Hill tentang kondisi terkini dari putrinya.
yah tuan Arsh belum menjenguk Laura karena masih berada di luar negri, dan masih berada di perjalanan pulang.
Moli pun merogoh kantong nya untuk mengambil hp miliknya.
setelah mendapatkan hp nya, Moli segera beranjak keluar dari ruang rawat Laura, agar saat dirinya berbicara dengan tuan Arsh, pembicaraan mereka tidak menggangu waktu istirahat Laura.
Sesaat setelah Moli keluar dari kamar rawat tersebut, nampak terlihat kelopak mata Laura sedikit bergerak.
hingga beberapa saat kemudian mata Laura yang tertutup akhirnya terbuka.
Tubuh Laura yang kini sudah terisi jiwa Lisa mulai memperhatikan sekelilingnya.
" Rumah sakit..?" ujarnya di benaknya.
Laura mulai mencoba menggerakkan tangan dan tubuhnya secara perlahan.
Hingga akhirnya pandangan Laura menatap datar tangan nya yang berhasil terangkat di depan wajahnya.
Tangan yang halus, putih bersih tanpa ada terlihat kulit yang kasar, sungguh sangat berbanding terbalik dengan kondisi tangan Lisa di tubuhnya dulu.
Karena pekerjaan nya dulu dipenuhi dengan bahaya dan sehari-hari berurusan dengan senjata, tentunya kondisi tangan nya sangat berbanding terbalik dengan tangan Laura yang selalu mendapat perawatan dari klinik kecantikan.
Namun disaat tatapan mata Laura yang datar memandangi tangan dari tubuh yang ia tempati.
sebuah seringai muncul di wajah cantiknya.
" jadi benar.., aku hidup lagi."
disaat jiwa Lisa sedang memikirkan banyak hal yang akan ia lakukan dengan tubuh barunya.
disaat itu pula pintu ruang rawat miliknya terbuka dan memperlihatkan Moli yang baru saja selesai melapor pada tuan Arsh.
" Nona Laura.! " ucapnya terkejut.
...Laura pun hanya memandang datar ke arah Moli, sementara wanita itu cukup panik dan segera memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Laura....
Dokter pun datang kembali untuk memeriksa kondisi Laura yang baru saja siuman.
Beberapa kali dokter akan bertanya kepada Laura tentang apa yang ia rasakan di tubuhnya apakah ada yang terasa tidak enak.
Laura pun hanya menjawab seadanya.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!