The CEO Is My Husband [Nanami Kento X Reader]
PROLOG
Dikediaman keluarga Kouji
Sera Kouji/You
"Mama, Sera Pulang!"
Gadis itu lantas memasuki rumah lalu langsung berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, yeah setidaknya sampai seorang wanita memanggil nama sang gadis dengan suara yang cukup nyaring.
Mama
"Sera Kouji! Kesini bentar"
Sera meneguk air liurnya gugup. Ia harap mama memanggilnya bukan karena ingin memarahinya tentang nilai gadis itu yang kian menurun, atau tentang kelakuannya yang akhir akhir ini mulai membangkang, baik disekolah maupun dirumah, Sera harap uang jajannya tidak dikurangi, atau juga ATM nya disita. Tidak, Sera tidak mau itu.
Sera Kouji/You
"Ugh...kenapa Ma?"
Mama nampak menatap Sera dengan wajah serius dan tatapan tajamnya
Mama
"Ada yang ingin mama bicarakan"
Sera Kouji/You
"...Soal apa?"
Pelipis Sera dihiasi keringat tipis tanda kegugupannya
Sera lantas duduk disofa yang berseberangan dengan sofa single yang Mama duduki
Mama
"Kamu tinggal jawab 3 pertanyaan mama dengan jujur, gak usah bohong ataupun ngelak, paham?"
Sera Kouji/You
"Okay... what's worng?"
Mama
"Gak usah sok pake bahasa inggris, ga cocok"
Ucap mama sambil menyesap teh hangat dengan anggun
Sera Kouji/You
"Astaga ma, udah keren juga."
Ucap Mama, nada bicara wanita itu sama sekali tak terdengar seperti seorang yang sedang bercanda
Mama
"Ekhem, kita kembali ke topik. Pertanyaan mama yang pertama tentang Les bahasa jepang kamu sama Arumi-Sensei, seminggu terakhir Arumi-Sensei bilang kamu gak datang sama sekali, dengan alasan... Sakit, Eskul, Rapat osis, dan masih banyak lagi, Jujur sama mama, Kemana kamu sebenarnya waktu jam les? Sakit? kamu bahkan terlalu sehat untuk dikatakan sakit, waktu itu juga kamu pernah bilang sama sekali tidak mengikiti eskul karna ingin fokus terlebih dahulu belajar bahasa jepang, dan... rapat osis? sejak kapan kamu gabung osis?"
Jleb. Kenyataan paling menusuk yang mama katakan untuk Sera dalam satu minggu terakhir
Sera Kouji/You
"A-anu ma... eerh, gimana ya, ituu"
Mama
"Gak usah gagap, mau ngaku ataupun enggak Mama udah tau alasannya, tapi bukannya lebih baik kalo kamu jujur sama Mama?"
Sera Kouji/You
"Ugh... Tapi ma... aduhh iya deh iya, Sera ngaku, Sera pergi ke warnet tiap... ada waktu"
Ucap Sera sambil menahan nafasnya karna terlalu gugup, ucapannya terputus putus,jantungnya berdebar kencang akibat perasaan gelisah
Mama
"Ralat Sera, Tiap sore kamu pergi ke Warnet kan?"
Sera Kouji/You
"KOK MAMA BISA TAU???"
Ucap Sera heboh, dua matanya melotot kaget
Mama
"Kamu pikir mama sebodoh itu, Kita ini Kaya, Sera. Mama tinggal bayar orang buat lacak lokasi kamu dan ngikutin kamu setiap pergi atau pulang sekolah"
Tanya mama sambil menyesap lagi teh hangatnya dengan anggun
Sera Kouji/You
"Itu sih... ya gimana ya ma, Sera udah ngerasa bosan belajar bahasa jepang, Sera udah lumayan mahir kok bahasa jepang, tanya aja Kanae"
Mama
"Sera, Kamu bahkan sering bicara bahasa jepang campur bahasa indonesia tanpa kamu sadari"
Sera Kouji/You
"Kan ga sengaja ma"
Mama memberi tatapan datar nan dingin, pertanda sedang menahan emosi dan rasa ingin menendang gadis itu keluar dari rumah
Sera Kouji/You
"Iya, iya. Sera salah, Maaf ya maa, Sera gak akan bolos lagi"
Dengan Cepat Sera mengangkat suara tak ingin hal yang tak ia inginkan terjadi, apalagi saat mama marah
Mama
"...Mama pegang janji kamu, kalo sekali lagi kamu ulang kesalahan yang sama, uang jajan kamu mamah potong, dan kartu atm kamu mama sita
Sera Kouji/You
"JANGAN!--maksud Sera, iya mah Sera janjii"
Mama menghela nafas, lalu meletakkan cangkir teh nya diatas meja
Mama
"Pertanyaan kedua, Kanae bilang kamu sempat berantem sama kakak kelas kamu, kenapa berantem? udah gede lo kamu Sera"
Sera Kouji/You
"Itu sih dia yang mulai maa! mulutnya kek ember bocor bullshit parah, mama kan tau Sera kesabarannya setipis tisu, awalnya sih Sera masih nahan nahan, eh dianya cari masalah, jadi Sera tabok deh kepalanya"
Mama terdiam sambil membuka majalah fashion nya
Mama
"Pertanyaan ketiga--"
Sera Kouji/You
"Loh!? Mama gak marah?"
Mama
"Ngapain marah? kata kamu dia yang mulai kan?"
Mama
"Oke, Pertanyaan ketiga. Kamu udah punya pacar?"
Sera Kouji/You
"Tiba-tiba banget mah pertanyaannya?"
Sera Kouji/You
"Errh... gak ada kok, yakali kan?"
Tatapan mama semakin tajam, seakan bisa menembus jiwa Sera dan membunuhnya
Mama
"Kalau bohong uang jajan kamu mama potong permanen"
Sera Kouji/You
"What the!-- jangan lah maa, orang aku beneran gak punya pacar kok!"
Sera Kouji/You
"Sejutarius maa"
Mama
"... Meyakinkan sih, siapa juga yang mau sama cewek petakilan kaya kamu"
Sera Kouji/You
"Astaga ma, gini gini aku udah nolak 10 cowo yang nembak aku"
Sera dengan bangganya membusungkan dada sambil mewing
Mama
"...Kalau gitu bagus"
Mama
"Sudah mama putuskan, kamu bakal mama jodohkan sama sepupu jauh kamu"
Ucapan mama langsung membuat Sera menganga, wajahnya bengong dan terlihat konyol
Sera Kouji/You
"Ma... Mama bercanda kan?"
Sera Kouji/You
"Haha, bohong ahh"
Mama
"Kenapa juga harus bohong"
Sera Kouji/You
"Mama lagi bikin prank ulang tahun? ulang tahunku masih lama ma"
Mama
"Sera mama serius, kamu akan menikah secepatnya sama Nanami, sepupu jauh kamu"
Sera Kouji/You
"AAAA GAMAUU MAAA"
Tanya mama dengan santainya
Sera Kouji/You
"Mom, I'm only 18 years old, I'm not mentally ready, especially when it comes to carrying out the duties of a wife."
Mama
"Sera, kamu pikir mama gak mikirin ini secara matang?"
Mama
"Nanami Kento, Sepupu jauh kamu itu CEO perusahaan besar,dia kaya, pekerjaan dan penghasilannya sangat menjamin, Nanami bahkan punya rumah pribadi miliknya diumur yang ke 25, nilai tambahannya Nanami pintar dan tampan, Kamu gak akan menyesal, lagipula kalian akrab saat kalian kecil"
Sera Kouji/You
"...Oke Sera mau"
Dengan mudahnya Sera mengubah ekspresi dan penolakannya menjadi persetujuan setelah mengetahui fakta bahwa Nanami adalah pria sukses kaya raya dan tampan, sungguh pria idaman seperti didalam novel yang ia baca.
Kenalan
Malam hari, di sebuah restoran bintang lima
Sera Kouji/You
"Maa, harus berapa lama lagi Sera nunggu? udah 30 menit kita disini, makanan Sera juga udah abis"
Mama
"Sabar Sera, Nanami itu Ceo, kerjaannya banyak, udah pesen lagi aja makanan sana"
Sera Kouji/You
"Ish... iya iya"
Belum sempat memanggil pelayan. Kehadiran Seorang pria tampan dengan tinggi dan postur tubuh idealnya datang dengan tergesa gesa menuju meja Mama dan Sera
Nanami Kento
"Maaf atas keterlambatan saya"
Suara dalam dan serak pria itu langsung membuat Sera agak tercengang. Oh my god, Sera suka suara itu
Mama
"Tidak apa-apa Nanami, ayo duduk dulu, kamu pasti lelah selesai kerja langsung kemari"
Nanami lalu duduk dikursi seberang, Mata pria itu langsung tertuju pada Sera dengan tatapan yang sulit untuk diartikan
Mama
"Sebelumnya apa kabarmu Nanami? Sudah lama kita tidak bertemu, terakhir kali adalah saat kamu lulus SMA, saat itu Sera masih kelas 6 SD"
Nanami Kento
"Kabar saya baik bibi, Hanya saja pekerjaan saya cukup padat, yeah hampir setiap hari"
Mama
"Semua itu sebanding dengan hasilnya nanti Nanami, bibi dengar kamu akan membangun perusahaan cabang di Canada"
Nanami Kento
"Itu benar bibi, Semuanya adalah hasil kerja sama dengan perusahaan (X)"
Sementara itu sejak tadi Celine hanya sibuk memandangi Nanami, alisnya sedikit terangkat, memikirkan bagaimana bisa ia memiliki sepupu setampan dan sesempurna Nanami
Mama
"Yeah apapun itu bibi hanya mendoakan yang terbaik untukmu"
Mama lalu menatap kearah Sera
Mama
"Nanami, ini Sera, apa kamu mengingatnya?"
Nanami Kento
"...Tentu saja bibi, aku masih... mengingatnya"
Lagi-lagi, Tatapan yang sulit diartikan Nanami tujukan pada Sera
Sera Kouji/You
"Hm? emangnya kita pernah ketemu?"
Tanya Sera dengan polosnya
Nanami Kento
"Terakhir kali saat hari kelulusan SMA ku, kau masih SD saat itu"
Mama
"Ekhem...Nanami, bibi yakin kamu sudah tahu kenapa bibi mengundangmu malam ini"
Mama
"Jika kamu tidak keberatan Bibi ingin kamu menikah dengan Sera"
Nanami Kento
"Saya tidak keberatan bibi, tapi pertama tama, apakah Sera menginginkan perjodohan ini"
Mama menatap malas kearah Sera
Sera Kouji/You
"Errh... Ya terserah?"
Mama dan Nanami menatap Sera dengan tatapan yang masing masing memiliki arti yang berbeda
Sera Kouji/You
"... Okay, maksud Sera, Sera setuju... dengan perjodohan ini"
Ucap Sera sambil menatap kearah lain, lagipula siapa yang ingin menolak kesempatan emas menikah dengan pria kaya, mapan, tampan, memiliki suara bariton dan tubuh ideal itu, Sera tidak akan kuat untuk menolak, lagipula saat ini Sera sedang menerapkan ilmu 'umur hanyalah angka'
Mama
"Kalau begitu untuk--
Belum selesai bicara, ponsel wanita itu berdering, segera saja Mama beranjak dari sana meninggalkan Nanami dan Sera berdua
Okay, ini cukup canggung, kenapa juga Nanami menatap Sera begitu lekat
Nanami Kento
"Bagaiamana dengan sekolahmu? ada masalah?"
Sera Kouji/You
"...Errhh ya gitu, semuanya baik"
Nanami Kento
"... Kamu sekolah di SMA Sakurai kan? kalau kamu lupa saya adalah alumni disana"
Sera Kouji/You
"Bukan lupa, tapi gatau"
Nanami Kento
"Bukankah saat kelulusan saya kamu ikut... apa kamu lupa?"
Sera Kouji/You
"Mungkin, ingatanku gak sebagus itu"
Nanami Kento
"Kalau begitu kamu juga lupa dengan janjimu untuk 'selalu bersama saya kapanpun' setidaknya sampai kamu menghilang bersama ibu dan kakakmu entah kemana... saya selalu mencarimu selama ini, 6 tahun Sera"
Mama
"Sera, kita pulang sekarang"
Mama datang secara tiba-tiba dengan raut gelisah
Sera Kouji/You
"Kenapa ma?? mama keliatan gelisah?"
Mama
"Kakakmu... kecelakaan"
Mama
"Sekarang sudah dibawa kerumah sakit, Nanami maaf, kita akan membahas tentang perjodohan ini lain kali"
Nanami Kento
"Tidak apa-apa bibi, Hal itu bisa ditunda, yang terpenting saat ini adalah keadaan Haruno"
Nanami Kento
"... Saya akan menjenguk besok, malam ini ada sedikit hal yang ingin saya urus"
Sera dan Nanami saling bertatapan satu sama lain
Mama
"Kalau begitu bibi dan Sera permisi"
Mama dan Sera lalu segera beranjak, namun Sera masih diliputi kebingungan dan rasa penasaran atas ungkapan Nanami barusan, membuat Sera sedikit menoleh kearah Nanami sebelum ia berjalan dengan tergesa menyusul Mama
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!