DmC: Eve'S Silent Oath
Bab 1
Fanfiction ini dibuat hanya untuk hiburan dan tidak dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan finansial. Semua karakter, dunia, dan konsep asli Devil May Cry adalah milik Hideki Kamiya dan Capcom.
Semua tambahan cerita, karakter, dan pengembangan dalam fanfiction ini adalah hasil imajinasi saya sendiri.
Terima kasih atas perhatiannya, selamat menikmati. ❤️
Eve memandang keluar jendela dengan tatapan kosong.
Hujan turun lembut, seolah-olah langit ikut merasakan kesedihannya.
Nyx
Kau tak pergi mencarinya di tempat lain?
Eve
Sudah, tapi hasilnya nihil.
Nyx bangkit dari kursi dan merenggangkan tubuhnya.
Nyx
Ugh, lebih baik kau temani aku ke Kantor Dante.
Nyx
Tunggu di sini. Aku tak lama, paling 5 menit saja.
Nyx pun masuk dan meninggalkan Eve sendiri.
Gerimis tak menganggunya, tetapi ia mendengar suara aneh di sekitarnya.
Eve yang penasaran, mendekati sumber suara dan menemukan sebuah portal hitam.
Meskipun ia merasa agak ngeri, ia tetap mendekat tanpa berniat masuk.
Tiba-tiba saja, tangan hitam bersisik naga muncul dari sana dan menariknya dengan paksa.
Eve
Arghh! Sial! Lepaskan!
Teriakan Eve terdengar oleh Nyx. Ia bergegas keluar dan siap dengan pistolnya.
Setengah tubuh Eve sudah tertelan portal, dan ia tampak berjuang keras.
Meskipun ia mencoba menyerang dengan pedang, serangannya tidak mempan.
Melihat situasi itu, Nyx sadar bahwa menembak hanya akan melukai Eve. Satu-satunya pilihan adalah mengikuti Eve masuk ke dalam portal itu.
Nyx berlari secepat mungkin dan berhasil meraih kaki Eve. Namun, Eve segera menendang Nyx menjauh, menolak kehadirannya karena khawatir Nyx bisa mati jika ikut.
Eve akhinya tenggelam sepenuhnya dalam portal.
Ia menengok sekeliling dan menyadari dirinya ada di gua.
Eve mencari jalan keluar dan akhirnya menemukannya. Begitu keluar, ia melihat menara menjulang dengan permata hijau yang bersinar khas, dikelilingi oleh salju dan es.
Eve
Tempat ini.. Glacial Infernal.
Eve
Kenapa Shartal membawaku kemari?
Eve mengaktifkan Demon Trail untuk melacak keberadaan Shartal yang menariknya.
Di saat itu juga, Eve terkejut bukan main. Yang ia rasakan bukanlah aura Shartal, melainkan Vergil.
Eve
Pantas saja aku tak menemukan Tuan Vergil dimana-mana. Ternyata dia ada di sini.
Nyx kembali ke Kantor Dante dalam keadaan kalang kabut.
Nyx
Dante, temanku.. temanku.. dia..
Nyx
Dia.. dia ditelan portal, ada tangan hitam bersisik yang menarikny.
Kening Dante mengerut, menunjukkan ekspresi penasaran.
Dante
Temanmu itu manusia?
Nyx
Dante, kau ini! Tentu saja temanku adalah manusia.
Dante
Kemungkinan besar itu adalah portal milik Shartal.
Dante
Hanya iblis yang dapat bertahan jika sudah memasuki portal itu.
Nyx
Ayolah Dante, jangan bercanda.
Nyx
Bantu aku selamatkan dia.
Dante
Jadinya.. aku tak perlu membayar hutang lagi padamu.
Eve mengikuti Demon Trail Vergil hingga tiba di puncak menara.
Di sana, suhu sangat dingin, dan penuh kabut.
Meski kondisi ini cukup menantang, bagi Eve, selama ia bisa bertemu dengan pria itu, semua tak berarti apa-apa.
Suara Eve tertelan angin kencang, membuatnya ragu apakah pria itu bisa mendengarnya.
Rahangnya mulai gemetar dan seluruh tubuhnya menggigil hebat, tetapi itu tidak menghentikannya untuk menemui Vergil.
Kabut tebal membuat penglihatannya kabur, menyebabkan Eve menabrak tubuh seseorang.
Ia terhuyung sejenak sebelum mengangkat wajahnya.
Mata Eve terbelalak melihat sosok berambut perak di depannya. Wajahnya sangat tampan, dengan struktur rahang yang tegas dan maskulin.
Vergil yang hendak menarik Yamato langsung membatalkan niatnya setelah menyadari wanita di depannya adalah Eve.
Eve
Tuan Vergil, mengapa kau ada di sini?
Vergil
Justru itu yang ingin kutanyakan padamu.
Eve merasa dirinya akan segera membeku.
Menyadari hal itu, Vergil langsung menggendong Eve dan meluncur turun dari menara.
Eve
Terima kasih, Tuan Vergil.
Eve
Apa aku tak boleh menemanimu?
Vergil
Aku punya tujuan di sini. Kau harus pergi, tempat ini terlalu berbahaya untukmu.
Vergil membuka portal dengan gerakan tangan yang terampil, mengaktifkan kekuatan iblisnya.
Portal tersebut muncul sebagai gerbang berkilau dengan energi biru gelap.
Eve hanya menatapnya sedih.
Eve
Tuan Vergil, apapun keputusanmu akan selalu kudukung.
Vergil hanya menatapnya sekilas, ekspresinya sedingin es.
Eve
Dari dulu, aku selalu ingin memberikan ini padamu.
Eve kemudian mengeluarkan kalung dari dalam bajunya dan menunjukkan batu berkilau yang bergantung di rantai.
Batu itu memancarkan cahaya biru yang lembut.
Eve
Kalung ini adalah warisan keluargaku. Dia akan melindungimu kemanapun kau pergi.
Vergil merasa bingung dengan tindakan Eve yang tampaknya melampaui batas.
Vergil
Tanpa benda ini pun tak masalah bagiku.
Kali ini, Eve agak memaksa. Ia langsung meraih tangan Vergil dan meletakkan kalung tersebut di telapak tangannya.
Ia lalu memasuki portal, meninggalkan Vergil dengan sejumlah pertanyaan di benaknya.
Namun, Vergil menepis pikirannya, menatap kalung di telapak tangannya sejenak, lalu bergumam pelan:
Vergil
Aku tidak mungkin memiliki perasaan dengannya.
Eve kembali ke Kota Red Grave setelah memasuki portal, ia berdiri tepat di depan kantor Dante.
Eve
Pasti Nyx sudah kalang kabut mencari bantuan.
Eve
Meski dia tampak tangguh, dia sebenarnya mudah khawatir dan panik.
Terdengar suara langkah kaki mendekati Eve.
Dante
Nona, apa kau butuh bantuan?
Eve
Aku sedang mencari temanku.
Eve
Bukan. Kebetulan aku Eve.
Eve
Mungkin tuan melihat temanku, dia berambut pendek, matanya berwarna hazel dan-
Dante
Huh, barusan dia pergi menyusulmu melalui portalku.
Eve
Tuan, apa kau bisa membukakan portal itu lagi untukku?
Eve
Aku tak ingin dia sendirian di sana.
Dante
Tenang saja, dia tidak sendirian.
Dante
Temanku ikut dengannya.
Di balik rasa lega yang dirasakan Eve, ada sedikit rasa curiga di dalam hatinya.
Dante mendengus lucu dan tersenyum ramah.
Dante
Ya. Senang mengenalmu.
Eve
Kudengar tuan punya hutang dengan Nyx, apa tuan macam-macam padanya?
Dante
Aku bukan penjahat atau semacam yang ada di pikiranmu
Eve
Bagaimana aku tidak berpikir macam-macam.. soalnya, Shartal ada di sekitar sini. Bisa saja itu ulahmu.
Dante
Aku saja terkejut saat mendengarnya dari Nyx.
Dante
Ternyata ada manusia setengah iblis yang menipu sahabat sendiri bahwa dirinya adalah manusia.
Dante
(Sepertinya aku berlebihan.)
Eve
Tidak.. tidak apa-apa.
Eve
Aku yang minta maaf karena sudah menuduhmu.
Eve kemudian meninggalkan Dante dan menuju ke Eternal Bloom.
Eternal Bloom adalah taman dengan bunga-bunga yang selalu mekar, dikelilingi oleh pepohonan rimbun dan jalur batu yang berkelok.
Atmosfernya damai, tenang, dan misterius, dengan cahaya lembut dan aroma bunga yang menenangkan.
Tempat ini adalah tempat di mana Eve pertama kali berkenalan dengan Vergil.
Eve jarang mengunjungi tempat ini, namun setiap kali ia melakukannya dan melihat Vergil, perasaannya tumbuh semakin dalam.
Sejak saat itu, Eve sering kembali ke tempat ini untuk melihat Vergil, meskipun dari jarak jauh.
Eve merasa dirinya adalah seorang penipu dan pengkhianat.
Karena, Nyx adalah seorang Hunter yang sangat membenci iblis dan akan membunuh mereka tanpa ragu.
Satu-satunya pengecualian adalah Dante, yang memiliki prinsip berbeda dari iblis pada umumnya.
Eve terkejut karena Dante menyusulnya.
Dante
Maaf atas kata-kataku tadi.
Terdengar nada penyesalan dari ucapan Dante.
Ia lalu berdiri di sebelah Eve.
Eve
Selama 3 tahun kami bersahabat, aku sama sekali tak pernah memberitahunya tentang identitas asliku.
Dante
Hmm.. itu adalah pilihanmu.
Dante
Lagian tidak penting juga.
Dante
Iblis atau manusia, selagi mereka bisa mengendalikan diri, its okay.
Eve
Beberapa orang mungkin beranggapan sama sepertimu.
Eve
Dia punya trauma dengan iblis dan tidak ingin menjalin hubungan dengan seseorang sepertiku.
Eve
Mungkin sudah saatnya aku memberitahuya.
Dante
Itu keputusan yang tepat.
Ajakkan mendadak itu membuat Eve terkejut, merasa bingung namun juga sedikit terhibur.
Bab 2
Dante
Minuman yang kau pilih lumayan berat.
Dante dan Eve kemudian menikmati bir mereka, ditemani alunan musik jazz yang menenangkan.
Eve merasakan efek bir itu semakin kuat, membuatnya mulai kehilangan keseimbangan.
Kepala Eve terkulai di atas meja, sementara tangannya masih erat menggenggam gelas bir.
Dante
(Mudah sekali dia percaya dengan orang asing.)
Dante
Aku akan mengantarmu pulang nanti.
Eve perlahan mendongakkan kepalanya.
Ketika matanya tertuju pada Dante, Eve terkejut melihat auranya.
Eve
(Aura itu.. mirip seperti Tuan Vergil.)
Dante
(Mata emas.. Demon Eye.)
Dante
(Mengaktifkan kekuatan itu saat mabuk?)
Dante
(Tidak.. dia masih belum mahir mengontrol energi iblis di dalam tubuhnya.)
Dante
(Lebih baik aku membawanya ke tempatku saja, selagi menunggu Nyx.)
Dante tanpa aba-aba langsung menghampiri Eve dan membopong tubuh mungil itu.
Eve dalam keadaan terpengaruh alkohol, memukul dada bidang Dante dengan keras.
Pukulannya tidak mempengaruhi Dante, seolah tubuhnya kebal terhadap serangan itu.
Dante
Aku tidak mengambil kesempatan darimu. Aku hanya ingin memastikan kau aman.
Dante
Ingat itu ketika kau sadar besok.
Sepanjang perjalanan, Eve memandang Dante tanpa kedip dengan mata sayunya.
Aura yang mengelilingi Dante mirip dengan aura Vergil, namun ada sedikit perbedaan—aura Dante tampak lebih bercahaya.
Dante
Kenapa melihatku seperti itu?
Dante
Tidak usah heran. Aku memang iblis setengah manusia.
Dante tersenyum samar, diiringi dengan dengusan ringan yang nyaris tak terdengar.
Ternyata, Eve sudah tak sadarkan diri.
Wajahnya tampak begitu tenang, dan ia tetap cantik saat tidur.
Dante dengan hati-hati menempatkan Eve di atas sofa.
Namun, saat ia hendak menyesuaikan posisi Eve, kakinya malah tersandung botol di lantai. Ia kehilangan keseimbangan dan tubuhnya terhuyung ke depan.
Dante terpaksa jatuh ke arah sofa, menimpa tubuh Eve, dan bibirnya mengenai sudut bibir Eve.
Dante bergegas pergi, wajahnya sedikit memerah karena merasa agak malu atas kejadian itu.
Keesokan paginya, Eve terbangun dengan selimut melingkupinya. Ia duduk di sofa, mengedarkan pandangannya dengan bingung, mencoba mengingat di mana dirinya berada.
Eve
Apa aku di rumah Tuan Dante?
Eve
Sudah lama sekali Demon Eye ku tak pernah--
Dante
Sepotong pizza dan segelas susu untuk sarapan pagi!
Eve
Terima kasih, Tuan Dante.
Dante
Formal sekali, panggil nama saja.
Eve tersenyum samar pada Dante, lalu memakan pizza-nya.
Dante sedikit menyeringai.
Dante
Kau masih belum bisa mengontrol Demon Eye ya? Itu yang bikin kau kelelahan, sampai tertidur dua malam berturut-turut.
Eve
Lalu bagaimana dengan Nyx, apa dia sudah kembali?
Dante
Nyx tidak bisa kembali karena Shartal telah menyegel seluruh jalan.
Dante
Aku sudah menyiapkan artefak untuk menembus ke tempat Nyx berada.
Dante
Tapi, itu baru bisa digunakan besok karena butuh waktu untuk mengumpulkan energi.
Eve menghela napas berat sambil menyantap sisa pizza yang ada di tangannya.
Eve
Darimana kau tau Shartal menyegel jalan?
Dante
Sudah kubilang, bukan? Nyx pergi bersama temanku.
Dante
Jadi, kalau ada sesuatu, temanku yang akan menghubungiku. Nyx tidak bisa, karena dia manusia.
Di Glacial Infernal, Vergil sedang duduk di taman luas, menikmati ketenangan. Tiba-tiba, langit di atasnya gelap dan portal Shartal muncul, meluncurkan batu-batu besar yang siap menimpanya.
Vergil langsung meraih pedang Yamato dan bersiap untuk menghancurkan batu-batu itu.
Namun, sebelum ia sempat bergerak, batu-batu itu sudah hancur dan terlempar jauh oleh kekuatan tak terlihat yang berasal dari dirinya.
Vergil terdiam sejenak, memandang serpihan batu itu, dan akhirnya sadar bahwa kalung pemberian Eve lah yang menyelamatkannya.
Vergil
Kalung ini milik keluarga Sinclair. Itu artinya Eve..
Vergil
Begini kah takdir bekerja?
Vergil
Apa dia tidak sadar siapa aku sebenarnya? Vergil dari keluarga Sparda—keluarga yang telah menghancurkan seluruh keluarga Sinclair?
Dante kemudian bersandar di dinding, melipat tangan sambil memperhatikan Eve yang tampak gelisah.
Dante
Hey, tenanglah sedikit.
Eve
Aku tidak bisa, Dante. Harusnya aku tak coba-coba untuk mendekati portal itu.
Eve
Semua malah jadi begini.
Dante
Lalu, bagaimana kau bisa kembali lagi ke sini?
Eve
Ada seseorang yang membantuku.
Dante
Selagi menunggu esok, bagaimana kalau aku mengajarimu mengontrol Demon Eye?
Eve
Kenapa kau begitu peduli?
Dante
Sesama Hybrid, kenapa tidak?
Dante
Itu juga berguna untukmu, terutama jika Demon Eye-mu tidak terkontrol.
Dante
Kau mau kelelahan seperti waktu itu?
Nyx
Bagaimana kita bisa keluar jika seluruh jalan sudah disegelnya.
Alex
Dante bilang dia sudah persiapkan semuanya untuk membantu kita.
Alex
Soal temanmu.. dia sudah kembali dengan selamat.
Mendengar itu, mata Nyx langsung berbinar.
Nyx
Benarkah!? Syukurlah..
Dante
Duduk dan silangkan kakimu!
Dante
Aku akan membantumu mengatur energi dari luar. Kau rasakan saja, oke?
Eve
Umm, apa kau yakin? Aku sudah berusaha untuk mengontrolnya dengan segala cara, tapi tak pernah berhasil.
Dante
Percaya saja, soalnya aku--
Dante
Aku mahir dalam hal itu.
Dante mengulurkan satu tangannya dan menyentuh pundak Eve.
Eve menatapnya, membuat Dante terkekeh.
Dante
Tidak, tidak.. aku hanya bercanda.
Wajah Dante mulai serius.
Dante
Sekarang, pejamkan matamu. Rasakan energiku mengalir ke dalammu.
Suasana yang tenang dan suara lembut Dante membuat Eve sangat fokus.
Dante
Sekarang, alirkan kekuatan itu ke mata kirimu.
Kening Eve mengerut, lalu sekejap ia membuka matanya. Demon Eye langsung muncul di mata kirinya, bersinar seperti emas.
Sebagai Hybrid, atau iblis setengah manusia, Eve hanya memiliki satu Demon Eye, yang merupakan batas kemampuan alami bagi makhluk sepertinya.
Eve
(Ini bukan aura yang semalam aku lihat, tapi..)
Eve
(.. Bayangan Sin Devil Trigger.)
Eve tidak sanggup berkata-kata. Rasa takut menyelimuti dirinya saat melihat bayangan Sin Devil Trigger Dante yang mengintimidasi di hadapannya.
Eve
Dante, aku merasa tidak oke..
Eve menggenggam tangan Dante dengan erat, lalu menghempaskannya ke samping.
Meskipun ia tahu Dante berniat baik, perasaannya yang campur aduk membuatnya ingin menjaga jarak sejenak.
Eve mulai merasa familiar dengan situasi tadi, bukan karena mirip dengan Vergil. Melainkan, ia merasa bahwa hal itu pernah membuatnya sakit hati dan tidak nyaman.
Dante
Apa aku mencengkrammu terlalu kuat?
Eve
Kurasa, aku butuh istirahat.
Dante
Baiklah. Setelah ini, aku yakin kau sudah bisa mengontrolnya.
Dante kemudian bangkit dari tempatnya, wajahnya menyiratkan rasa prihatin yang mendalam.
Gumaman itu terdengar cukup jelas bagi Dante, membuatnya agak terkejut.
Namun, Dante memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut. Ia memutuskan untuk pergi, memberi Eve waktu untuk merenung dan mengatasi perasaannya sendiri.
Bab 3
Dante
Eve adalah anak yang berhasil selamat dari ayahku.
Saat Eve tertidur, kalung keluarga Sinclair terjatuh dari saku bajunya. Pada awalnya, Dante tidak yakin, tetapi setelah melihat reaksi Eve sebelumnya, ia mulai berpikir sebaliknya.
Dante
Kalung yang dia pakai memang milik keluarga Sinclair.
Tiga puluh tahun lalu, neraka dilanda perang hebat antara Sparda dan keluarga Sinclair.
Seluruh anggota keluarga Sinclair tewas, kecuali seorang gadis kecil bernama Vior Sinclair, yang saat itu baru berusia tujuh tahun.
Vior berhasil melarikan diri ke dunia manusia, membawa lima kalung berharga milik keluarganya sebagai satu-satunya kenangan.
Untuk menyembunyikan identitasnya dan melindungi diri dari bahaya yang mengancam, Vior mengganti namanya menjadi Eve dan mengubah seluruh identitasnya.
Karena kebenciannya terhadap Sparda, Eve memilih menjadi seorang Hunter atau pemburu iblis.
Ia sadar dirinya tidak bisa melawan Sparda, jadi ia fokus memburu iblis lain yang mengancam kebahagiaan manusia, agar tragedi serupa tidak terulang.
Dante
Demon Eye mampu melihat energi, aura, bayangan, dan titik lemah seseorang.
Dante
Eve pasti sangat trauma dengan kejadian itu.
Dante
Kenangan masa lalunya membuatnya takut melihat bayangan yang muncul dari diriku.
Dante kemudian mengintip ke ruang tamu, melihat Eve yang terduduk di sofa dengan kepala menunduk, tampak terbenam dalam pikirannya.
Dante
Eve, apa kau sudah oke?
Eve kemudian menoleh ke Dante.
Eve
Maaf aku sudah banyak merepotkanmu, Dante.
Dante berjalan ke arah Eve dan duduk di sampingnya.
Dante
Biarkan aku membantumu.
Eve merasa air matanya akan jatuh.
Seumur hidupnya, selain Nyx, ternyata masih ada orang lain yang peduli padanya.
Melihat air mata di wajah Eve membuat Dante panik.
Secara refleks, Dante menarik Eve ke dalam pelukannya, dan memberikan tepukan ringan di pundak wanita itu.
Dante
Maaf jika aku membuatmu merasa seperti ini.
Vergil merenggangkan seluruh tubuhnya, ia merasa sangat segar.
Vergil
Akhirnya kekuatanku pulih sepenuhnya.
Vergil
Sudah saatnya aku meninggalkan tempat ini.
Vergil membuka portal dan kembali ke Kota Red Grave.
Ia meraih kalung pemberian Eve dan memandangnya.
Keesokannya, selagi Dante mempersiapkan portal, Eve keluar untuk membeli roti dan snack, mengantisipasi perjalanan panjang yang mungkin akan mereka tempuh.
Ia bahkan membeli backpack untuk menyimpan semua snack-nya.
Di tengah perjalanan kembali ke kantor Dante, Eve melihat seseorang yang sangat mirip dengan Vergil masuk ke sebuah gedung tua yang terlantar.
Eve mengikutinya ke gedung itu, tetapi tiba-tiba pintu tertutup rapat saat ia masuk, membuatnya terjebak di dalam.
Eve menoleh ke sumber suara dan melihat Vergil berdiri di sana, memancarkan kharisma yang kuat di tengah kegelapan gedung.
Eve langsung berjalan ke arah Vergil, memandanginya dari ujung kaki hingga kepala dengan tatapan tidak percaya.
Eve
Bagaimana tuan bisa kembali? Bukannya seluruh jalan sudah disegel Shartal?
Vergil
Aku memiliki cara yang berbeda, Eve. Mereka tidak sebanding denganku.
Eve
Tapi, apa yang tuan lakukan di sini?
Bisikan itu membuat Eve terkejut.
Vergil
Aku tahu semuanya, Eve.
Vergil mendekat, matanya tetap tajam namun ada kilatan lembut di dalamnya.
Eve
(Ada apa dengan Tuan Vergil?)
Eve kesulitan menelan ludahnya, jantungnya berdegup kencang dan seluruh tubuhnya merinding.
Bukankah ini momen yang ia tunggu-tunggu?
Eve
(Tapi kenapa aku malah merasa ngeri?)
Wajah Vergil mendekati Eve.
Eve merasakan napas hangat Vergil menyentuh kulitnya.
Saat bibir Vergil hampir mengenai Eve, tiba-tiba Eve menarik diri, menjauh dengan cepat.
Eve
(Vergil tidak pernah menyukaiku, apa yang membuatnya begini?)
Tangan Vergil terulur menyentuh pipi Eve, dan ia memandangnya cukup lama.
Vergil
(Cantik sekali.. kenapa aku baru menyadarinya..)
Eve
Temanku pasti sudah lama menunggu. See you!
Eve kemudian tergesa-gesa pergi, meninggalkan Vergil di dalam gedung.
Vergil tersenyum, tatapannya penuh ketertarikan saat Eve pergi.
Eve ngos-ngosan ketika ia sampai di kantor Dante. Melihat kondisi Eve membuat Dante khawatir.
Dante
Ada apa denganmu? Seperti dikejar setan.
Eve
Bagaimana dengan portalnya, apa sudah siap?
Dante merapalkan mantra pada artefak di atas meja, dan perlahan muncul sebuah portal di hadapan mereka.
Cahaya dari portal tersebut berpendar lembut, menerangi ruangan dengan kilauan yang indah.
Dante mencengkram pergelangan tangan Eve.
Dante menarik Eve untuk masuk ke dalam portal bersamanya.
Eve memandang wajah Dante yang bercahaya di dalam sinar portal, menyadari bahwa meskipun SDT-nya menakutkan, Dante memiliki sifat yang baik dan penuh perhatian, berbeda dengan Vergil.
Dante memandang Eve, lalu tersenyum.
Dante
Kita sampai sebentar lagi.
Dante
Pegang aku erat-erat, aku harus membuka portalnya dengan pedang.
Entah apa yang ada di otak Eve.
Eve memeluk erat lengan kiri Dante, seakan takut jika ia melepaskannya, mereka akan terpisah.
Dante menghunus pedangnya dengan cekatan, mengarahkan bilahnya ke tembok putih di depan mereka.
Dengan satu tebasan presisi, Dante membelah tembok tersebut, dan muncullah portal yang berpendar di hadapan mereka.
Dante berbalik melingkarkan lengannya di pinggang Eve, dan membawanya keluar dari sana.
Dante
Woo! Kita sudah sampai.
Dante
Saatnya mencari Nyx.
Eve
Dante, kita ada di Grimhaven.
Dante
Alex berpikir bahwa Shartal membawamu kemari, karena sebelumnya dia juga mengalami hal yang sama dan dibawa ke tempat ini.
Eve
Alex itu orang yang menemani Nyx?
Eve
Ohh.. sekarang aku paham kenapa kau tak pergi menemani Nyx.
Dante
Sudah, ayo kita cari mereka.
Eve
Tunggu Dante, aku akan gunakan Demon Trail biar lebih mudah mencari mereka.
Di lain sisi, Vergil menggunakan kalung Sinclair untuk melacak keberadaan Eve.
Vergil menyadari bahwa di balik sikap dinginnya, ia merasa kesepian.
Ia ingat betapa Eve selalu diam-diam memperhatikannya.
Vergil pernah menerima sepucuk surat berisi kata-kata semangat dari Eve. Meskipun awalnya ia menghargainya, ia akhirnya merobek dan menghancurkan surat itu.
Setiap kali Eve mencoba berbicara dengannya, sering kali ia bersikap cuek dan tidak menanggapi, namun Eve tetap berusaha.
Setelah tujuh hari menghilang dari Eve, Vergil akhirnya menyadari betapa pentingnya Eve baginya.
Vergil
Eve, aku tahu ini telat.
Vergil
Tapi perasaanku tidak bisa bohong.
Mengikuti Demon Trail, akhirnya Eve bertemu kembali dengan Nyx di Suaka Suci.
Eve
Astaga aku sangat cemas memikirkanmu.
Nyx
Aku baik-baik saja Eve.
Alex
Dante, bagaimana kita bisa kembali ke Kota Red Grave?
Dante
Kita tunggu sampai masanya habis.
Alex
Maksudmu.. segel itu punya masanya?
Alex
Lalu, kenapa tak beritahu aku? Setelah masanya habis, kami kan tetap bisa kembali ke kota.
Dante kemudian memandang Eve.
Dante
Aku tak ingin dia cemas berlebihan.
Dante
Tenang saja, kita akan melalui ini bersama.
Vergil berbicara sendiri dengan kalung Sinclair, tampak seperti orang yang tidak waras.
Vergil
Eve, sedang apa kau di Grimhaven?
Vergil
Kau pergi bersama siapa?
Vergil
Kalau kau tahu aku adalah keturunan Sparda..
Vergil
.. apa kau akan berbalik membenciku?
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!