NovelToon NovelToon

Tokoh Figuran Yang Menjadi Istri Duke Kejam

Bab 1

"Siena telah membuang tempat yang sangat bagus untuk nya. Sayang sekali wanita bodoh ini otak nya tidak di pakai, andai saja dia tidak bunuh diri di malam pertama pernikahan dengan Duke pasti dialah yang akan menjadi istri Duke."

Siena Cassius sebuah tokoh figuran di novel yang berjudul Final Love Destiny, sebuah novel fantasi romansa kerajaan yang menderita tentang Lucia toko protagonis yang tersiksa di keluarga nya di jodohkan dengan Duke kejam yang sangat di takuti bernama Damian Wilder. Damian di takuti semua orang bahkan para wanita yang di jodohkan dengan nya memilih bunuh diri karena enggan melayani Damian, Siena adalah salah satu wanita yang bahkan sudah menikah dengan Damian namun Siena yang terlalu pengecut itu memilih bunuh diri di malam pertama pernikahan nya dengan Damian.

Damian pun akhirnya menikah lagi dengan Lucia seorang tokoh utama protagonis yang mengalami kehidupan yang buruk, Lucia bertahan dalam pernikahan nya dengan Damian dan melayani Damian dengan baik membuat Damian yang kejam itu perlahan jatuh hati pada Lucia, kedua nya melewati semua masalah bersama kemudian memiliki ending bahagia.

Cerita yang sangat bagus dan berbanding terbalik dengan kehidupan Karin yang hanya seorang pengangguran di sebuah kota tua, Karin berhenti bekerja karena tidak sengaja dia membuat tempat kerja nya kebakaran, Karin memang orang yang sangat ceroboh tapi dia sangat pintar saat otak nya mau bekerja. Karin menghabiskan waktu luang nya mencari pekerjaan sambil membaca beberapa novel yang dia pinjam dari sahabat nya.

"Lucia memang terbaik lah, berkat kedatangan nya hidup Damian berubah menjadi bahagia, sementara Siena dia tokoh figuran yang sangat tidak berguna, hanya numpang lewat saja dan menyakiti perasaan Damian karena kematian nya," gerutu Karin sangat kesal.

Damian mengalami trauma dan tidak mau membuka hati nya dalam waktu lama karena kematian Siena yang membuat Damian menyalahkan diri nya sendiri, beruntung nya Lucia datang mengobati trauma Damian perlahan dan membuat Damian membuka hati nya kembali untuk Lucia.

Dret!

Suara ponsel Karin bergetar karena panggilan telfon dari seseorang.

"Hallo! saya ingin memberitahu bahwa Bu Karin lamaran pekerjaan anda di tolak! maaf atas ketidaknyamanannya semoga Bu Karin bisa mendapatkan kesempatan di lain waktu."

Tut!

Brugh!

Karin yang terlalu syok karena semua surat lamaran kerja yang dia kirim di tolak langsung kehilangan kesadaran nya, Karin sudah beberapa hari tidak makan karena uang tabungan sudah habis dan dia tidak kunjung mendapatkan pekerjaan pengganti dalam waktu lama, pada akhirnya Karin di nyatakan meninggal dunia karena kelaparan dan stress berat.

"Mengenaskan sekali kematian ku," ujar Karin yang sudah menjadi arwah, Karin tidak menyangka dia akan mati seperti itu.

Karin ingin sekali menangis namun air mata nya sudah habis, Karin kebingungan dia harus pergi ke mana sekarang karena dia gentayangan saat ini.

"Hei kau Wanita sial! saya akan memberikan mu kesempatan hidup lagi tapi kamu harus berjanji tidak mati konyol lagi," ucap seseorang namun tidak ada rupa nya.

"Kamu siapa?" tanya Karin kebingungan mencari sumber suara tersebut.

"Saya Dewa yang akan memberikan mu kesempatan, jadi tolong jangan sia-siakan kesempatan yang saya berikan!" balas nya dengan lantang.

"Beneran ini? bukan penipuan kan?" tanya Karin memastikan karena dia sering kena tipu beberapa kali.

"Beneran bodoh!"

"Dewa kok mulut nya kasar sekali, apa Tuhan tidak memberikan pendidikan sejak dini pada mu?" gerutu Karin kesal.

"Berisik! cepat pergi sana!!"

"Huwaaaaa!!"

...****************...

Karin yang memejamkan mata nya karena takut di hempas dewa ke neraka perlahan membuka kedua matanya, Karin sangat terkejut saat ini dia sedang duduk di tempat tidur sambil memegang botol yang berisikan cairan dengan bau sangat menyengat.

"Apa-apaan ini?" Karin memperhatikan botol tersebut.

"Inikan botol racun seperti di novel Final Love Destiny, tunggu! apa yang yang sudah terjadi pada ku?"

Karin yang panik meletakan botol berisikan racun mematikan itu di atas meja, kemudian dia berjalan ke depan kaca meja rias nya. betapa terkejut nya Karin melihat pantulan wajahnya di depan kaca.

"Ini bukan wajahku!" panik Karin sambil memeriksa wajah nya yang kini berubah menjadi wajah wanita lain.

"Inikah wajah Siena tokoh figuran yang seharusnya mati bunuh diri karena minum racun! berarti sekarang aku berada di tubuh Seina? aku menjadi Siena sekarang?"

Karin yang awal nya panik langsung loncat bahagia karena dia berhasil mendapatkan kesempatan kehidupan kedua dan mendapatkan kesempatan masuk kedalam tubuh salah satu toko figuran yang sangat menyebalkan bagi nya yaitu Seina Cassius.

"Kenapa aku menjadi Siena? kenapa tidak Lucia saja? Siena kan hanya tokoh figuran yang bodoh," gumam Karin kesal.

"Yasudah tidak masalah masuk ke tokoh mana saja yang penting aku tidak mati mengenaskan, aku akan menjadi Siena yang baru dan tidak akan menjadi Seina seperti di Novel!" ujar Karin dengan bangga.

(Mulai sekarang panggilan Karin menjadi Siena).

"Siena yang harus nya mati minum racun saat ini tidak akan terjadi, aku tidak mau menyakiti hati Damian karena kebodohan Siena," ucap Siena bertekad merubah alur cerita ini.

"Tapi apakah tidak masalah aku tetap hidup? bagaimana dengan Lucia?"

"Aku pikirkan nanti saja tentang Lucia karena yang terpenting adalah memperbaiki peran Siena."

Siena melihat ke arah jam yang menunjukan pukul tangan malam.

"Ini malam pertama aku dengan Damian setelah menikah tapi Damian tidak akan datang kesini karena dia tidak mencintai ku, itulah kesempatan aku minum racun tapi dari pada aku mati minum racun lebih baik aku tidur sekarang! aku sangat mengantuk belum tidur dua hari."

Siena berjalan ke lemari mengambil baju tidur nya namun berapa terkejut nya Siena melihat baju tidur yang disiapkan untuk nya.

"ini baju tidur apa baju dinas?" heran Siena karena baju tidur itu sangat terbuka dan tipis, Siena mencari baju tidur lain tapi tidak ada.

Siena menghela nafas panjang dan tetap pergi ke kamar mandi ganti baju tidur karena dia sudah sangat lelah, tidak peduli baju tidur nya seperti apa karena yang penting dia harus segera tidur atau dia akan pingsan sekarang.

"Hari yang aneh sekali, semoga ini bukan mimpi saat aku bangun." Siena yang sudah ganti baju dan mandi memutuskan langsung segera tidur karena mata nya sudah tidak kuat lagi menahan rasa ngantuk.

Saat Siena sudah tertidur lelap datang seorang pria tampan masuk kedalam kamar Siena, betapa terkejut nya pria itu melihat wanita cantik yang sedang tertidur pulas di tempat tidur.

"Mengapa dia memakai baju tidur itu?"

.........

Bab 2

.....

Damian Wilder duduk di sofa sambil mengamati botol racun yang dia ambil dari ata meja, Damian juga tengah menunggu wanita yang menjadi pemilik botol racun itu segera bangun.

"Dia berpikir untuk bunuh diri setelah kita menikah."

Siena terbangun dari tidur nya karena dia merasakan keberadaan seseorang yang sangat tajam membuat perasaan nya tidak nyaman, Siena dengan perlahan bangun membuka mata dan mengumpulkan nyawa nya yang masih berenang di alam mimpi.

"Sudah bangun?" tanya Damian dingin.

"Damian?" Siena tidak menyangka dia akan melihat wajahnya Damian yang sangat tampan dengan kedua mata nya saat ini, padahal sebelum semua ini terlihat seperti mimpi.

"Bisa jelaskan botol racun ini untuk apa?" tanya Damian kesal.

Siena teringat dia lupa menyingkirkan botol racun.

"Aku ingin bunuh diri tadi malam dengan meminum racun tapi setelah ku pikirkan lagi kematian itu menakutkan, jadi aku tidak akan mati dan bertahan disini sebagai istri mu," jawab Siena dengan sangat jujur.

Damian tersenyum tipis seperti meremehkan ucapan Siena barusan. "Lebih baik kamu mati saja, aku tidak akan menganggap mu sebagai istri ku," ketua Damian.

"Ucapan mu seperti mimpi buruk saja Damian, aku akan pura-pura tidak mendengarkan nya," saut Siena sedikit kesal.

Dia sama menyebalkan nya seperti karakter nya yang dingin dan kejam. aku harus sabar menghadapi manusia tampan ini, jika tidak aku akan menjadi gelandang di dunia ini.

Siena bangun hendak melangkah ke kamar mandi namun Damian langsung menghentikan langkah nya, Damian berdiri di depan Siena dengan tatapan dingin membuat Siena gugup.

"Ada apa? Kamu akan memaksa ku minum racun? aku tidak mau," tegas Siena menolak.

"Jangan pernah pakai baju tidur ini lagi," tegas Damian.

Siena yang baru saja ingat baju tidur nya sangat terbuka langsung memerah, Siena yang panik langsung pergi ke kamar mandi. Tanpa Siena sadari baru saja Damian tersenyum melihat sikap konyol Siena.

"Sialan! Aku lupa tentang baju ini! memalukan sekali Siena!!" heboh Siena melihat diri nya di dekan cermin kamar mandi.

"Tapi kalau di perhatikan tubuh Siena sangat bagus sekali, tentu saja ini sangat menggoda siapapun yang melihat nya tapi seperti nya tidak mempan pada Damian. Damian pasti tidak normal!" gerutu Siena sambil berpose seksi di depan cermin.

Maaf Lucia, Damian sangat tampan jadi aku akan mengambil nya sebagai milik ku.

...****************...

Siena dengan santai sarapan seorang diri di meja makan yang luas nya seperti lapangan keluarga, Siena sedari tadi sudah menunggu kedatangan Damian namun mahluk yang dia tunggu ini sama sekali tidak muncul, karena sudah terlalu lapar akhirnya Siena makan saja seorang diri dari pada dia kelaparan.

"Apa aku akan menjadi janda dalam waktu dekat Fina?" tanya Siena pada Fina pelayan pribadi nya.

"Sa-saya tidak tahu Duchess!" balas Fina panik.

Siena menghela nafas kesal karena dia sebenarnya sangat ingin makan bersama Damian yang sudah menjadi bagian dari keluarga nya tapi seperti nya itu mustahil, Siena mau menjadi Karin pun dia tidak pernah merasakan makan malam bersama keluarga.

"Menyebalkan sekali," gerutu Siena kesal.

Kalau di novel transmigrasi yang pernah ku baca aku harus sakit hati dahulu sekarat kemudian tapi malas banget aku harus ngerasain hal begitu, aku akan bergerak santai saja.

Mendapatkan perhatian dengan cara itu sangat buruk, aku tidak mau ikut drama menyedihkan seperti Lucia yang harus menaklukkan Damian dengan cara mengejar nya terus sampai dapat, lebih baik aku yang di kejar kan sampai hilang?

Saat sedang melamun itu Damian datang dengan wajah datar nya ke meja makan, Siena yang menyadari nya langsung memasang muka asam dengan tatapan sinis.

"Ternyata Duke masih butuh sarapan ya, aku kira makan angin saja sudah cukup," gerutu Siena kesal.

"Kamu tidak suka sarapan dengan ku? tanya Damian datar.

"Iya. Saya benci orang yang tidak menghargai waktu," balas Siena jujur karena sekarang dia benar-benar sangat kesal.

"Kenapa kamu tidak sarapan sendiri saja di kamar mu?"

"Jika ada ruang makan untuk apa sarapan di kamar sepeda putri dalam kandang?" tanya balik Siena dengan wajah datar.

Damian menghela nafas namun kemudian dia tersenyum tipis seperti meremehkan kemarahan Siena.

Wah rupanya dia sengaja mau membuat ku kesal lalu aku mengajukan cerai! oh tidak semudah itu suami ku yang tampan walau sifat kayak setan. Kesabaran ku ini setebal buku revisi jadi jangan harap aku langsung mengajukan cerai hanya karena masalah sepele.

Siena tersenyum tipis memikirkan cara bagaimana agar membuat Damian yang kejam dan dingin ini menjadi milik nya hingga mati bersama.

"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Damian curiga karena ekspresi Siena tiba-tiba saja berubah aneh seperti penjahat sesungguhnya.

"Memikirkan cara untuk membuat mu jatuh cinta pada ku sampai mati," jawab Siena dengan bangga namun terlihat Damian hanya menganggap nya orang gila.

"Aku hanya bercanda," seru Siena yang sudah malu brutal karena gagal menggoda Damian.

Siena yang sudah terlanjur malu memilih menyelesaikan sarapan nya lalu pergi ke kamar nya untuk merenungkan kesalahan nya yang baru saja dia lakukan dengan pede nya.

Aku ini sudah gila.

Siena menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur sambil melihat cincin pernikahan yang terpasang di jari manis nya.

"Cincin ini hanya hiasan saja saat ini," gumam Siena dengan wajah datar.

"Duchess!" panggil Fina dengan panik.

"Ada apa?" tanya Siena dengan malas.

"Kenapa anda kabur duluan saat sarapan? seharusnya Nyonya Duchess menunggu Tuan Duke selesai makan dulu," tegur Fina sambil membela ingat Siena.

Siena adalah wanita bangsawan kelas rendah yang memiliki sifat sangat licik dan jahat, semua orang yang bertemu nya sangat memberi nya karena sifat buruk nya itu, akibat nya banyak juga yang takut padanya.

"Jika sedang berbicara dengan ku jangan membelakangi ku begitu," tegur Siena kesal.

"Maaf saya takut Nyonya Duchess marah pada saya!" balas Fina panik.

"Saya memang salah kok jadi tidak masalah, lagi pula untuk apa saya menunggu Damian selesai sarapan, dia saja sengaja datang terlambat bukan?" gerutu Siena kesal.

"Tapi Nyonya Duchess harus menjaga sopan santun sebagai istri Duke," balas Fina tidak ingin Siena di cap sebagai istri terburuk Duke Damian Wilder.

"Dia memang nya menganggap ku sebagai istri nya?" tanya Siena dengan nada jahil.

Fina terlihat panik tidak tahu harus menjawab apa, tentu saja Damian tidak menganggap Siena sebagai istri nya tapi aneh nya di novel Damian jadi trauma jatuh cinta karena kematian Siena yang bunuh diri tidak mau menjadi istri nya.

Aku bukan antagonis di sini tapi citra ku memang sudah buruk sejak lahir, jadi tidak masalah tidak sopan pada Damian, toh dia juga tidak sopan pada ku.

.......

Bab 3

........

Siena pergi ke taman untuk merilekskan pikiran yang sangat menumpuk, bukan hanya tentang hubungan nya dengan Damian namun nasib Lucia jika Siena masih tetap bersama dengan Damian. Siena tidak tahu apa yang akan terjadi karena tentu saja alur cerita sudah berubah sejak Siena masih hidup hingga saat ini, itu sebab nya Siena masih belum tahu bagaimana nasib Lucia tanpa Damian.

Apa dia akan terus menjadi budak keluarga nya? kasihan sekali tapi aku tidak bisa mati bunuh diri disini, aku harus hidup kaya raya dan memiliki suami tampan.

Siena yang frustasi mengerucut bibir nya seperti anak kecil yang sedang ngambek tidak di belikan mainan, disaat itu tanpa Siena sadari seseorang dari jendela melihat tingkah laku nya yang sangat aneh.

"Tuan Duke Damian!" panggil seorang ajudan Damian bernama Alex.

"Ada apa?" tanya Damian dengan nada kesal.

"Maaf sudah menganggu waktu Tuan Duke, tapi masalah ini harus segera di tangani!" panik Alex.

"Masalah apa?"

"Banyak sekali surat dari Kekaisaran yang Tuan Duke abaikan! saya sudah periksa ternyata ada masalah penting dengan wilayah timur," beritahu Alex sambil memberikan semua surat dan beberapa dokumen terkait dengan masalah tersebut.

"Kekaisaran ingin saya menyelesaikan masalah yang mereka perbuat dengan perang?" tanya Damian dengan wajah kesal.

"Saya tidak sarankan untuk berperang Tuan Duke, masalah perebutan wilayah ini masih bisa di bicarakan dengan baik-baik," saran Alex yang sangat benci perang karena pasti masalah yang berdatangan akan lebih banyak dan pekerjaan yang sudah seperti bukit itu menjadi gunung.

"Akan saya pikirkan untuk menyelesaikan masalah ini," ucap Damian namun pandangan nya kembali teralihkan ke arah jendela.

"Tuan Duke sedang melihat apa?" karena penasaran Alex ikut mengintip namun Damian langsung menatap nya tajam.

Sebaik nya aku pura-pura tidak lihat saja.

Sementara itu Siena masih sibuk memikirkan apa yang harus dia lakukan agar Damian mau merubah sikap dingin nya terhadap Siena, jika mengikuti alur novel Lucia melakukan berbagai cara merayu Damian dengan ketulusan nya walau Damian awal nya mengabaikan diri tapi perlahan rasa benci terhadap Lucia berubah menjadi cinta kadang Lucia terus berjuang menjadi istri yang baik untuk Damian.

Aku sangat malas melakukan nya, aku tidak mau menderita seperti Lucia. Aku sudah menderita di kehidupan ku sebagai Karin, masak aku datang kesini harus menderita juga untuk mendapatkan cinta dari Damian? sangat menyebalkan.

Dewa sinting itu pasti sudah memanfaatkan ku, dia pura-pura memberikan kesempatan kehidupan kedua tapi padahal ini adalah hukuman neraka yang sesungguhnya.

Siena terus memikirkan banyak hal buruk sampai membuat mood nya sangat buruk, Fina yang melihat itu memikirkan topik lain agar Siena tidak tenggelam dalam pikiran nya sendiri seperti orang gila.

"Nyonya Duchess apakah anda mendengar berita kriminal dari koran?" tanya Fina berusaha membuat Siena teralihkan pada pikiran nya sendiri.

"Berita apa?" tanya Siena penasaran karena dia memang suka gosip hot.

"Kata nya sering terjadi penculikan para wanita cantik di pusat kota Breezel, setiap wanita yang di culik beberapa hari kemudian di temukan tanpa kepala di danau Athena," beritahu Fina dengan wajah serius.

Aku pernah mendengar kisah kriminal ini di novel sebelum nya, yang akan menyelesaikan masalah ini adalah Damian. Namun masalah ini selesai nya akan sangat lama karena Damian pasti sedang sibuk dengan masalah perebutan wilayah timur, dasar para tikus bangsawan Kekaisaran yang sangat rakus kekuasaan.

"Sudah berapa korban nya?" tanya Siena sangat penasaran.

"Saat ini jumlah yang di konfirmasi ada sekitar 50 wanita berusia sekitar 20-25 tahun yang di culik. mayat wanita yang di temukan tanpa kepala sudah 40 orang," beritahu Fina sesuai apa yang dia ketahui.

"Itu berarti masih ada 10 orang yang masih hidup?"

"Saya tidak tahu pasti Nyonya Duchess karena pasti bisa saja mereka juga sudah mati tapi mayat nya belum di buang ke danau," beritahu Fina ragu.

"Benar juga sih. Apakah kasus seperti ini di tangani oleh Duchess juga?" tanya Siena penasaran.

"Seharusnya Tuan Duke yang menangani kasus berbahaya seperti ini, jika Duchess yang melakukan nya itu pasti akan membahayakan nyawa Duchess," beritahu Fina dengan bangga.

Siena tersenyum lebar membuat Fina yang tadi nya bangga langsung berubah ketakutan karena tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Siena.

"Nyonya Duchess tidak akan menyelidiki kasus kriminal ini kan?" tanya Fina dengan raut wajah ketakutan.

"Itu berbahaya bagaimana bisa aku bertindak membahayakan nyawa ku, aku tidak tertarik dengan kasus ini," jawab Seina dengan santai.

"Baguslah," ujar Fina lega.

...*********...

Jreng!

"Nyonya Duchess katanya tidak tertarik dengan kasus itu kenapa sekarang kita berada di danau Athena?" tanya Fina dengan wajah pucat pasi seperti mayat.

Siena awalnya memang tidak tertarik dengan kasus ini karena bisa membahayakan nyawa nya namun setelah melihat setumpuk dokumen keuangan di ruang kerja nya, Siena memikirkan kembali jika kasus kriminal ini lebih baik dari pada berhadapan dengan setumpuk dokumen keuangan mansion yang harus dia periksa satu-satu.

"Di dalam list pekerjaan ku, aku mendapatkan surat pengaduan kasus kriminal ini juga, tidak ada salah nya aku bermain sedikit bukan? aku sangat bosan di mansion seperti patung berjalan," saut Siena kesal.

"Tapi ini berbahaya Nyonya Duchess, apalagi penampilan Nyonya sangat mencolok di danau mengerikan ini!" heboh Fina yang tidak tahu harus melakukan apa agar Siena mau mendengarkan ucapan nya.

Siena sengaja tampil mencolok menggunakan satu set pakai gaun warna hitam beserta dengan payung hitam nya untuk mengekspresikan bela sungkawa nya terhadap para korban wanita yang sudah tiada dan memancing pelaku kasus tersebut.

Mari kita lihat siapa orang paling mencolok disini.

Siena hanya berdiri di samping danau sambil menaburkan bunga ke danau, suasana danau Athena sangat sepi pengunjung setelah kasus mengerikan ini terjadi.

Danau ini sangat indah tapi sayang keindahan nya sudah di rusak seorang bajingan sialan.

"Nyonya Duchess suasana nya sangat tidak nyaman, sebaik nya kita segera pulang," ujar Fina khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk pada majikan nya.

Siena mengangkat wajah nya kemudian pandangan nya teralihkan pada seorang pria muda berusia sekitar 18 tahunan yang sedang berdiri di tepi danau sambil menaburkan bunga ke danau juga.

"Fina kamu kenal siapa dia?" tanya Seina.

"Tidak. Mungkin saja dia salah satu keluarga korban kasus wanita tanpa kepala ini," beritahu Fina yang turut sedih.

"Benar pasti dia keluarga korban ya," gumam Seina kemudian dia tersenyum hangat.

"Mari kita pulang sebelum pelaku nya datang menunjukkan wajah nya yang sangat polos seperti anak kecil."

"Baik Nyonya Duchess!"

........

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!