A Slave Of Xia Wei
penyelamat
liang sei berlari menuju sungai lung yang,
dia sedang dikejar oleh para prajurit istana dan mencoba untuk membunuh liang sei
liang sei
(berlari dan terenggah-enggah)
prajurit
hei liang sei berhentiiii
(teriak para prajurit)
liang sei melihat ada sebuah gua didepannya. ia berlari dan bersembunyi didalam gua itu
liang sei
aku harap mereka tidak curiga bahwa aku sedang bersembunyi didalam gua ini(batin dengan penuh darah terkujur ditubuhnya)
prajurit
dimana dia???
apa mungkin dia bersembunyi di gua itu?
(melihat kearah gua)
prajurit penasaran dan masuk kedalam gua dan mereka melihat ada darah didalam gua itu.
prajurit
hhhh akhirya aku menemukanmu liang sei(senyum tipis)
liang sei
haaaa, haaaa. bagaimana ini aku harus bagaimana?
(batin liang sei yang duduk sembari memegangi dadanya yang terluka)
prajurit
(mendekat dengan mengikuti tetesan darah didalam gua itu)
suasana menjadi sunyi hanya terdengar suara tetesan air didalam gua, para prajurit melangkah dan langkah menuju batu besar berbentuk runcing.
prajurit
hei, liang sei lebih baik kau keluar dari balik batu itu? (serigar dan mendekati liang sei)
liang sei
(terdiam dan masih bersembunyi dibalik batu itu)
liang sei
(jantung liang sei berdebar seakan-akan,
akan jatuh)
para prajurit terus mendekat. namun sebelum prajurit itu menangkap basah liang sei tiba-tiba datang seseorang yang tak dikenal
prajurit
(mendekat dan mengacumkan pedangnya)
xia wei
hei kalian siapa??
(melihat dari luar dan membawa kancil yang baru ia buru dari hutan)
tepat sekali yang datang itu adalah xia wei.
prajurit
ehh
(melihat kearah belakang)
xia wei
aku tanya pada kalian prajurit? kalian sedang apa di gua ku???
(sinis)
prajurit
oh itu kami sedang mencari liang sei dia kabur dari istana dan membawa mala petaka.
xia wei
hmm.
terus kenapa kalian ada disini??
prajurit
kami rasa liang sei sedang bersembunyi di gua ini??
xia wei
itu tidak akan mungkin.
prajurit
kenapa??
(binggung)
prajurit
semua sudah jelas dia bersembunyi di gua ini, apa kau tidak melihat banyak darah yang tersebar disini??
(membesarkan suaranya)
xia wei
kalian ini memang bodoh.
apa kalian tidak melihat begitu banyak hewan buruan saya disini dan penuh dengan darah,???
jadi kalian semua sudah terkecuh dengan liang sei.
(mendekat dan meletakan hewan buruanya)
xia wei
sekarang lebih baik kalian pergi sebelum aku bunuh kalian satu persatu.
(berbalik dengan tatap tajam)
para prajurit dan liang sei terkejut. mereka seketika merasakan ada kekuatan yang sangat besar didalam gua itu.
para prajurit keluar dan berlari sekencang mungkin
liang sei
ke..kekuatan besar apa ini??
(batin)
xia wei
huft.. sekarang sudah aman, kau boleh keluar sekarang.
liang sei keluar dari persembunyiannya dan terdapat banyak luka dan darah yang keluar dari tubuhnya...
xia wei terkejut dan segera menolong liang sei yang pingsan sebelum menghampiri xia wei
liang sei
(jatuh dan pingsan)
xia wei
ehhh....
hei bangun?
aduh bagaimana ini kenapa harus pingsan disini sih???
xia wei mengendong liang sei dan membawanya ke dalam rumah ya
jangan lupa like, comen, vote yaaa
sampai jumpa di episode selanjutnya
xia wei dan liang sei
2 jam berlalu, xia wei sedang mencari kayu bakar diluar
sedangkan liang sei baru saja terbangun dari pingsannya. ia binggung kenapa dirinya ada didalam sebuah rumah yang sama sekali tidak ia kenal
tak lama setelah itu liang sei berdiri dan mencoba keluar namun tubuhnya tak kuat menopongnya untuk berjalan
liang sei
aahhhh,
(terjatuh)
liang sei mencoba bangkit namun ia selalu terjatuh dan terjatuh. penggelihatannya mulai kabur dan menggelap.....
liang sei
apa aku akan mati seperti ini?
(putus asa dan terbaring lemah di lantai)
sebelum liang sei menutup matanya xia wei datang dan menolongnya
liang sei
si..siapa itu??
aku mo..mohon to..tolong??
(melihat kearah xia wei dan mengangkat tangannya)
xia wei
hei, apa yang terjadi??
(didepan pintu dan terkejut melihat liang sei)
xia wei membantu liang sei dan meletakan kayu yang baru ia kumpulkan
xia wei
(menopang liang sei kekamar)
liang sei
e..eehh kamu si...siapa??
(melihat xia wei dengan samar-samar)
setibanya dikamar xia wei, langsung meletakan liang sei kekasur dan mengobatinya dengan obat-obatan yang tersedia
xia wei
hufttttt.....
syukurlah aku datang tepat waktu jika tidak....
xia wei
aku tidak tau apa yang akan terjadi kepada orang ini??
liang sei
(tertidur lelap)
xia wei
dan sekarang dia malah tertidur seperti tidak ada apa-apa?
(melihat liang sei)
xia wei pergi dari kamar dan membereskan kayu-kayu yang ia kumpulkan. dan bergegas memasak untuk sarapan sore ini...
aroma sedap dari masakan xia wei membangunkan liang sei yang sedang tertidur...
liang sei
(menghirup aroma yang sangat sedap)
xia wei
hmm... sepertinya bumbunya sudah pas ...
(mencicipi masakannya dan mengangukan kepalanya)
liang sei bangun dari tempat tidur dan menuju kedapur
xia wei
eh...
kamu sudah sadar??
(kaget sembari memegang mangkuk berisi lauk)
liang sei
hmm... i...iya?
(berdiri dan menggaruk kepalanya)
xia wei
hmm
kalau gitu mari duduk dan makan bersama??
(tersenyum manis dan meletakan mangkuk itu)
liang sei
a..apa aku boleh makan disini??
(menundukan kepala)
xia wei
tentu saja.....
(tersenyum dan duduk)
liang sei kemudian duduk dan makan bersama xia wei...
xia wei
hmm.... hei!!
apa boleh aku tau apa yang sebenarnya terjadi denganmu??
xia wei
dan kenapa para prajurit itu mengejarmu??
liang sei terkejut mendengar pertanyaan xia wei. ia tidak ingin orang lain tau apa yang terjadi apanya
liang sei
(berhenti makan)
xia wei
ehh.
ka..kalau kamu tidak mau cerita juga tidak apa, hahahahaa
(tersenyum dengan terlihat panik)
liang sei
eh tidak kok, aku akan menceritakan ya kepadamu!!
kenapa aku bisa seperti ini??
(meletakan sumpit dan mangkuknya ke-meja)
xia wei
waahh kalau begitu. sebelum kau menceritakannya apa boleh aku mengetahui namamu??
liang sei
liang sei!!
namaku liang sei...
(melihat xia wei)
xia wei
aku xia wei salam kenal sei.
(tersenyum)
liang sei
sei??
apa apaan itu??
(batin)
xia wei
sekarang bisakah kamu menceritannya kepadaku?
(melihat liang sei dengan tatapan tajam)
liang sei kemudian menceritakan semuanya kepada xia wei, orang yang baru ia kenal satu setengah hari itu...
liang sei
ini semua bermula, dimana pamanku datang keistana dan merebut semuanya dariku...
(kesal)
waktu itu
dua minggu lalu sebelum da long menduduki kerajaan......
hari itu adalah hari dimana semua keluarga dan rakyat kerajaan. memperingati satu bulan kematian sang raja.
semua keluarga jauh dan bangsawan hadir pada hari itu..
liang sei
(sedih dengan tatapan yang kosong)
yung chi
(berusaha menegarkan hatinya dan berpangku disebelah liang sei)
jam sudah menunjukan 01.00 maka acara akan segera dimulai...
para rakyat berkumpul dan masing-masing, saling memengangi satu lampion...
yung chi
saya ratu kerajaan baise
akan segera memulai acara ini. untuk para rakyatku yang saya sayangi mulailah menyelakan lampion kalian!!!
(teriak yung chi kepada seluruh rakyatnya)
semua mulai berdoa dan melepaskan satu persatu lampion kelangit...
hingga langit kemudian diterangi oleh cahaya lampion
suasana kerajaan menjadi sangat sepi dan banyak kesedihan yang tercurahkan dihari itu...
beberapa menit mereka merasakan kehilangan suatu keluarga yang sangat berharga bagi mereka
yung chi membubarkan semua rakyat dengan memberikan 5 keping emas...
diistana.... ketika semua sudah selesai disana terlihat paman man-luo yang berbicara kepada yung chi
yung chi
tidak...tidak akan aku biarkan semuanya kau ambil dariku da long!!...
(teriak)
da long
hahaha lihat saja kakak ipar aku akan menyingkirkanmu dan anakmu itu dari istana ini hahahahhaha
(pergi menjauh)
liang sei tidak sengaja mendengar pembicaraan ibunya dan pamanya itu..
ia kemudian menghampiri ibunya yang sedang pusing bagaimana mempertahankan istana ini.....
liang sei
ibunda?
maaf aku tidak sengaja mengguping pembicaraan ibunda dengan paman.
(menundukan kepalanya)
yung chi
tidak apa-apa liang sei.
(melihat kearah liang sei)
liang sei
ibunda apa benar yang dikatakan paman da long ??
apa istana ini akan diambil alih olehnya??
(menatap tajam sembari memeganggi pundak yung chi )
yung chi hanya terdiam, ia tidak dapat menjawab apa pun
liang sei
ibunda aku mohon jawab pertanyaanku??
(teriak)
yung chi
maaf liang sei..
(menundukan kepalanya)
liang sei
kenapa ini bisa terjadi ibunda??
kenapa??
(teriak)
yung chi
sebenarnya ibunda tidak mau melakukan ini tapi. ibunda tidak memiliki cara lain selain ini liang sei!!!!
(memeluk liang sei dan menangis)
liang sei
lalu kita harus bagaimana ibunda??
yung chi
lebih baik kau kabur dari istana ini sekarang juga liang sei...
dan ibunda akan menahan mereka sebisa mungkin......
(melepas pelukannya dan menggengam tangan liang sei )
liang sei
apa maksud ibunda??
aku tidak akan pergi dari istana tanpa ibunda??
(teriak)
yung chi
jangan membantah perkataan ibunda liang sei!!
(teriak dan menampar liang sei)
liang sei terdiam dan terkejut ketika yung chi menamparnya.
liang sei
hmm..
(terkejut dan memeganggi pipinya)
yung chi
maafkan ibunda liang sei??
maaf, maaf.!!!
(menangis dan menyesali perbuatannya)
liang sei
ibunda tidak usaha mintak maaf?
seharusnya aku yang mintak maaf, karena sudah berteriak kepada ibunda?
(memeluk yung chi)
da long
hei yung chi keluar kau sekarang juga.....
(teriak)
yung chi dan liang sei kaget mendengar suara da long diluar kamar.
liang sei
i..ibunda bagaimana ini??
(melihat yung chi)
yung chi
liang sei. sekarang juga ibunda perintahkan kau pergi dari istana!!
(menunjuk kearah jendela)
liang sei
tapi, ibunda bagaimana??
(menatap yung chi)
sebelum yung chi selesai berbicara da long sudah menyuruh semua prajurit mendobrak pintu kamar yung chi.
da long
cepat prajurit...
(teriak)
yung chi
cepat kau pergi liang sei..
(mendorong liang sei)
suara pintu terbuka da long dan prajurit masuk dan melihat......
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!