Karma (Toji X F[Y/N], Jujutsu Kaisen Fanfic)
Karma 1 : Penyesalan
Author Kamfretos Banyak Dosah
Ini fic bener-bener bahaya, sih.
Author Kamfretos Banyak Dosah
Aku enggak pernah nulis cerita atau fanfic kaya beginian, padahal cerita kayak gini termasuk pasaran, lho.
Author Kamfretos Banyak Dosah
Tapi, mau bereksperimen aja, gitu. Gimana sih hasilnya kalau aku yang nulis kayak beginian.
Author Kamfretos Banyak Dosah
Beteweh, ini bakal slow update mungkin....
Author Kamfretos Banyak Dosah
Kalau terlalu berisiko, bisa aja kuapus.
Author Kamfretos Banyak Dosah
OC-nya kayak biasa, kupakai (Y/n). Terserah mau self-insert, pakai nama temen, sodara, atau OC-OC kalian sendiri. Kalau enggak tertarik sama tipe fanfic kayak ginian, enggak berhak juga aku maksa kalian buat tetep baca.
Author Kamfretos Banyak Dosah
Kukasih peringatan. Ini 🚩 Bisa bikin yang kena anemia langsung hipertensi. Dan agak nganu juga. Jadi, yang masih ABG ke bawah, pergi sono!
ada seorang pria dan wanita yang sedang memadu kasih tanpa diketahui siapapun.
Bibir mereka saling bertautan dalam nafsu.
Fushiguro (Zenin) Toji
Eunghh....
Fushiguro (Zenin) Toji
Ahh.... Bibirmu nikmat seperti biasanya.
Keduanya saling beradu ciuman selama beberapa saat,
hingga harus dipisah setelah kehabisan nafas.
(Y/n)
Haaah.... *terengah-engah di bahu Toji.*
(Y/n)
kau yakin ini tidak masalah?
Fushiguro (Zenin) Toji
Jangan khawatir.... *mengelus rambut (Y/n).*
Fushiguro (Zenin) Toji
Tidak ada yang tahu. *mengecup puncak kepalanya.*
Fushiguro (Zenin) Toji
*mencium bibir (Y/n) sejenak.*
Fushiguro (Zenin) Toji
*lalu keluar dari mobil.*
(Y/n) sedang melihat saat Toji menghampiri seorang wanita bertubuh mungil dengan rambut pendek di depan sebuah rumah sederhana.
Dia memeluk dan mencium wanita itu dengan penuh kasih sayang, lalu masuk ke dalam rumah bersama anak laki-laki semata wayang mereka.
Mereka benar-benar terlihat seperti keluarga bahagia yang sempurna.
Memang sakit hati (Y/n) melihat kebersamaan mereka.
Tapi, siapalah (Y/n) di kehidupan Toji selain,
wanita pemuas nafsu belaka?
mereka berdua melakukannya atas dasar sama-sama suka dan saling tertarik.
Tapi, tak ada cinta sedikit pun di antara keduanya.
(Y/n)
*menelepon.* Iya, aku tahu.
(Y/n)
Laporannya bakal aku kasih ke bos besok.
(Y/n)
Sekarang, aku musti pulang.
(Y/n)
Udah capek aku bolak-balik lokasi syuting buat wawancara Gojo Satoru soal film terbarunya itu.
(Y/n)
Mana fans-fansnya macam singa betina lagi birahi pula,
(Y/n)
capek terobos mereka semua.
(Y/n)
Besok pagi-pagi banget aku bakal-
Saat (Y/n) berjalan di area pejalan kaki dekat taman,
dia tak sengaja menabrak seseorang.
Orang
Maaf, aku enggak sengaja.
(Y/n)
*menggeleng sambil membetulkan posisi tas selempang.*
(Y/n)
Ini murni salahku karena enggak lihat-lihat, jadi-
(Y/n)
Maksudku, Fushiguro-san.
Fushiguro Megumi
*menyipitkan mata.*
(Y/n)
*serba salah dan merasa malu.*
(Y/n)
*berusaha tersenyum.* Sudah lama ya kita tidak bertemu.
(Y/n)
Kau sudah makin tinggi sekarang.
Fushiguro Megumi
Kalau gitu, permisi.
(Y/n)
Tunggu. *spontan meraih lengan seragam Megumi.*
Fushiguro Megumi
*menoleh, menaikan sebelah alis.*
(Y/n)
Aaa- *hampir kehabisan kata-kata.*
(Y/n)
sungguh minta maaf atas apa yang terjadi di masa lalu tentang-
Fushiguro Megumi
Itu semua bukan salahmu.
Fushiguro Megumi
Ka-san....
Fushiguro Megumi
Oka-san meninggal murni karena sakit keras.
Fushiguro Megumi
Tidak ada hubungannya denganmu, atau pun....
Fushiguro Megumi
Haaah. *menarik nafas berat.*
Fushiguro Megumi
Tidak juga karena hubungan kalian.
(Y/n)
*menggeleng, hampir berkaca-kaca.*
(Y/n)
Tapi, tetap saja, Megumi.
(Y/n)
Aku bersalah atas apa yang telah aku perbuat di belakang ibumu.
(Y/n)
Aku menyesali perbuatanku, Megumi.
(Y/n)
Kau mungkin sulit tuk memaafkanku, tapi aku sungguh....
Fushiguro Megumi
(Y/n)....
Lalu, sebuah mobil menepi agak jauh dari posisi mereka.
Fushiguro Megumi
Aku harus pergi.
Fushiguro Megumi
Permisi. *berjalan menjauh.*
(Y/n) hanya bisa menatap Megumi memasuki mobil itu.
(Y/n)
Aku sangat menyesal....
Karma 2 : Kabar Burung
Setelah Megumi meninggalkannya,
(Y/n) menyeka sedikit air mata yang hampir merembes keluar, lalu pergi berlawanan arah.
Dan semua gerak-geriknya tak lepas dari pandangan sepasang mata tajam itu yang memperhatikan lewat kaca spion.
Fushiguro Megumi
*sudah masuk mobil, duduk dengan kaki disilangkan dan tangan bersedekap.*
Fushiguro Megumi
Kau memperhatikannya?
Fushiguro (Zenin) Toji
....
Fushiguro (Zenin) Toji
Bukan urusanmu.
Fushiguro Megumi
Ck. *melihat keluar jendela.*
Mobil pun melaju dikendarai oleh Toji keluar dari daerah taman kota.
(Y/n)
*berdiri, menunggu di pinggir jalan.*
(Y/n)
Haish.... *melihat jam tangan.*
Sebuah motor lewat begitu saja.
(Y/n) meringis ngeri ketika melihat Yuki menyerempet tiang lampu taman.
Untung Yuki tak kenapa-napa.
(Y/n)
Kebiasaan ya naik motor ugal-ugalan.
Tsukumo Yuki
*menyeret motor.* Nabrak dikit, enggak ngaruh.
(Y/n) dan Yuki melotot kaget melihat tiang lampu taman patah gara-gara diserempet motor Yuki tadi.
Susah sih kalau anak gym macam Yuki yang pake motor.
(Y/n)
Yuki.... *tunjuk-tunjuk tiang.*
Tsukumo Yuki
*buru-buru naik motor, nyalain mesin.*
Tsukumo Yuki
Buruan naik, Goblok.
(Y/n)
*buru-buru naik motor di belakang Yuki.*
Mereka pun segera pergi dari sana.
Sesampainya di apartemen yang mereka sewa bersama,
keduanya langsung duduk di sofa.
Tsukumo Yuki
Aduh! *kena lembar bantal.*
(Y/n)
Kau pun naik motor ugal-ugalan banget.
Tsukumo Yuki
Ya maaf, bikin Bestie jantungan.
Tsukumo Yuki
Gimana kerjaan jadi jurnalis?
(Y/n)
Capek keluar-keluar mulu.
(Y/n)
Apalagi yang di wawancarai manusia alien macam Gojo Satoru.
Tsukumo Yuki
Haha.... Dia orangnya emang begitu.
Tsukumo Yuki
*membuka artikel di sebuah tab.*
(Y/n)
Um? *mulai minum soda.*
Tsukumo Yuki
Kau 'kan jurnalis.
Tsukumo Yuki
Tahu enggak kalau Toji udah balik ke Keluarga Zenin?
(Y/n)
Uhuk, Uhuk! *kesedak.*
Tsukumo Yuki
Baru denger nama Toji aja udah kena azab kau.
(Y/n)
Udah kena karma aku dari lama.
(Y/n)
aku nyesel banget berhubungan sama dia dulu.
Tsukumo Yuki
kau tau, enggak?
(Y/n)
*menggeleng.* Enggak.
(Y/n)
Aku khusus ditugasin buat meliput berita-berita entertainment.
(Y/n)
Zenin 'kan jalannya di bidang bisnis.
Tsukumo Yuki
Tapi, popularitas Toji itu udah setingkat artis, tahu enggak?
Tsukumo Yuki
Dia itu DILF.
Tsukumo Yuki
Om-om yang bisa menghangatkan r@him semua wanita dari semua kalangan.
(Y/n)
Kau juga kena pesonanya enggak?
Tsukumo Yuki
Ih, ogah banget.
Tsukumo Yuki
Cowok bangsat kayak dia bukan tipeku, ya....
Tsukumo Yuki
Setahun lebih abis bininya meninggal,
Tsukumo Yuki
udah main-main aja dia sama banyak wanita.
Tsukumo Yuki
Problematik 'lah orangnya.
Tsukumo Yuki
Bahkan setelah balik gabung lagi sama Zenin.
(Y/n)
Kok bisa dia balik ke Keluarga Zenin?
(Y/n)
Bukannya dia benci banget sama keluarga itu?
Tsukumo Yuki
Kau aja yang pernah evve sama dia kagak tahu,
Tsukumo Yuki
apalagi aku yang kagak pernah ketemu ama biji matanya langsung.
(Y/n)
Ck, ish.... *sebal ketika Yuki menyinggung masa lalunya.*
Yuki emang kadang suka ceplas-ceplos kalau ngomong, walau bener.
Tsukumo Yuki
Yang kudengar dari kabar-kabar burung,
Tsukumo Yuki
ini tuh ada hubungannya sama masalah warisan.
Tsukumo Yuki
Yang dirumorkan bahwa Megumi ini bakal dijadikan penerus utama Keluarga Zenin.
(Y/n)
Masalah keluarga, toh...?
Tsukumo Yuki
Eh, tapi jangan salah.
Tsukumo Yuki
Mungkin juga alasannya karena dia pengen mengganti marganya kembali ke Zenin.
Tsukumo Yuki
Kan Toji itu selama ini pakai marga bininya, kan?
Tsukumo Yuki
Setelah 4 tahun lebih meninggalnya bininya,
Tsukumo Yuki
akhirnya baru kesampaian ganti marga ke Zenin lagi.
Tsukumo Yuki
*tepuk tangan sekali.* Dengan kata lain,
Tsukumo Yuki
dia berusaha move on.
(Y/n)
Bukannya kau bilang setelah setahun lebih istrinya meninggal,
(Y/n)
dia sudah main-main sama banyak wanita?
Tsukumo Yuki
Mungkin saat itu lagi otw move on, Bestie.
Tsukumo Yuki
Tapi kita enggak tahu juga, ye.
Tsukumo Yuki
Pikiran orang bangsat tuh suka beda sama pikiran orang-orang awam kayak kita.
Karma 3 : Beg*
Tsukumo Yuki
Tapi jujur, deh. *bersedekap tangan.*
Tsukumo Yuki
Toji 'kan sekarang duda, ya....
Tsukumo Yuki
Kira-kira kau mau enggak berhubungan sama dia lagi?
(Y/n)
Malas banget aku kalau ngomongin dia *pijat batang hidung.*
Tsukumo Yuki
Dulu kok bisa kau jadian sama dia?
Tsukumo Yuki
Padahal kau tahu sendiri kalau dia udah punya bini saat itu.
(Y/n)
Bego sih aku dulu. *menggosok wajah.*
(Y/n)
Dulu ya kami kenalan pas aku baru magang.
(Y/n)
Dia kalau enggak salah dulu kerjanya sebagai....
(Y/n)
bodyguard orang, deh. Lupa juga aku. Udah lama banget soalnya.
(Y/n)
Awalnya, ya kami kenalan, ngobrol-ngobrol biasa.
Tsukumo Yuki
Udah kebaca mah kalau bagian itu.
Tsukumo Yuki
Terus? Terus?
(Y/n)
Ya dekatlah kami jadinya.
(Y/n)
Aku pun berusaha jaga jarak, menghindar darinya karena pada saat itu dia berstatus sebagai laki orang.
(Y/n)
Dia godain aku terus.
(Y/n)
Bilangin aku cantiklah, kasih aku banyak perhatian dan segala macam.
(Y/n)
Apalagi orangnya cakep, kan. Badannya juga oke banget.
(Y/n)
Entah karena bisikan setan atau hawa nafsuku sebagai gadis labil pada saat itu,
Tsukumo Yuki
dia duluan godain kau,
Tsukumo Yuki
Terus, kau ladenin?
(Y/n)
*menggosok wajah sambil menunduk karena malu dengan kebodohannya di masa lalu.*
Tsukumo Yuki
.... *tercengang.*
Tsukumo Yuki
*mengacak-acak rambut sendiri.*
Tsukumo Yuki
Emang bego sih kau jadi cewek.
Tsukumo Yuki
Emang bego, sumpah.
(Y/n)
Makanya, aku nyesel banget sama perbuatan hinaku itu.
(Y/n)
Apalagi pas lihat betapa baiknya Nona Fushiguro sama keluarga kecilnya itu.
(Y/n)
Demi Tuhan, Yuki....
(Y/n)
Aku benar-benar menyesal, merasa bersalah,
(Y/n)
Itu sebabnya dulu aku langsung pergi dari kehidupan Toji, bahkan sebelum istrinya dinyatakan sakit keras.
(Y/n)
Saat itu, aku cuma mikir,
(Y/n)
berharap biar Toji berubah,
(Y/n)
biar dia bisa fokus sama keluarganya aja.
Tsukumo Yuki
.... *menatap (Y/n) iba.*
Tsukumo Yuki
Sebenernya, kau itu wanita baik, (Y/n).
Tsukumo Yuki
Cuman terpengaruh oleh orang yang salah.
Tsukumo Yuki
Salah takdir juga mempertemukan kita telat. Pas kau sudah terlanjur hancur begini, baru kita kenal.
Tsukumo Yuki
Kalau aja kita kenalan sejak kau belum kenal Toji, udah kujodohkan kau sama teman-teman satu clubku itu.
(Y/n)
Kau kira kau ibuku main jodoh-jodohin aja?
Tsukumo Yuki
Ya mending gitu,
Tsukumo Yuki
daripada jadian ama laki orang.
Tsukumo Yuki
Tapi, ya mau bagaimana lagi?
Tsukumo Yuki
Udah terlanjur terjadi....
(Y/n)
.... *menunduk sedih.*
Tsukumo Yuki
kau sekarang udah hidup tenang.
Tsukumo Yuki
Enggak dibayang-bayangi oleh Toji lagi.
(Y/n)
Tapi rasa bersalahku masih membayang-bayangiku, Yuki.
(Y/n)
Aku bersalah pada Nona Fushiguro.
Tsukumo Yuki
Tapi, mau bagaimana lagi, (Y/n)?
Tsukumo Yuki
Nona Fushiguro udah meninggal lama.
Tsukumo Yuki
Kau pun tidak bisa meminta maaf padanya.
Tsukumo Yuki
Dan jika kau berpikir bahwa kematian Nona Fushiguro adalah salahmu, itu salah besar.
Tsukumo Yuki
Dia meninggal karena sakit,
Tsukumo Yuki
bukan karena kau.
Tsukumo Yuki
Kau pun mengakui bahwa kau sudah meninggalkan Toji jauh-jauh waktu sebelum bininya dinyatakan sakit.
Tsukumo Yuki
Itu berarti, kematian Nona Fushiguro bukan salahmu.
Tsukumo Yuki
Yang salah di sini adalah hubungan kau dan Toji di masa lalu.
Tsukumo Yuki
Tapi itu semua sudah berlalu.
Tsukumo Yuki
Kau bisa melupakannya dengan tenang.
(Y/n)
*menunduk, memijat kening.* Maaf sudah membuatmu ikut memikirkan masalahku.
Tsukumo Yuki
*beralih duduk di samping (Y/n).*
Tsukumo Yuki
Teman selalu ada di saat senang dan susah.
Tsukumo Yuki
Aku akan selalu ada untukmu, Bestie.
Tsukumo Yuki
Dan jika kau butuh sesuatu, tinggal bilang saja.
(Y/n)
*mata sedikit berkaca-kaca.*
Dan keduanya pun saling berpelukan.
(Y/n)
Makasih banyak, Yuki....
Tsukumo Yuki
*menepuk pelan pundak (Y/n).*
Tsukumo Yuki
Aku juga banyak berterima kasih karena selama kita kenal, kau juga banyak membantuku.
Ponsel Yuuki bergetar, pertanda pesan masuk.
Tsukumo Yuki
*membaca pesan.*
Tsukumo Yuki
Ternyata Choso.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!