Namanya clara, saat itu dia berusia dua belas tahun. Ketika itu clara masuk jenjang sekolah menengah pertama, tidak ada yang berubah pada dirinya. Tidak seperti sahabat-sahabatnya yang sudah mulai mengenal yang namanya jatuh cinta. Clara merasa menyukai laki-laki disaat umur dua belas tahun bukanlah waktu yang tepat, meskipun begitu dia tidak menutup kemungkinan dia juga pasti akan merasakan hal itu. Clara percaya pada dirinya sendiri, dia pasti akan jatuh cinta dan clara meyakinkan dirinya bahwa saat itu bukan waktu yang tepat.
Satu tahun kemudian, tidak terasa clara sudah duduk di bangku kelas dua sekolah menangah pertama. Clara tidak pernah menyangka kehidupannya berubah 360°, waktu yang dia duga pasti akan terjadi padanya benar-benar terjadi. Dia tidak menyangka akan secepat itu. Seperti halnya dia yang mulai menyukai sosok lelaki dengan begitu mudah.
Lelaki itu namanya run, run yang tidak lain merupakan sosok kakak kelasnya sendiri. Bagi clara run laki-laki yang baik, ganteng dan pintar. Banyak yang menyukai run, salah satunya ternyata sahabatnya sendiri. Namanya rani, dia salah satu sahabatnya clara yang paling dekat dengan dirinya. Clara mengenal ran semenjak dia belajar sebagai pendidikan di taman kanak-kanak. Akan tetapi hubungan persahabatan keduanya mulai terjalin semenjak mereka duduk dibangku kelas satu sekolah dasar.
Bel berbunyi tanda jam istirahat. Seperti biasanya clara, rani, putri, eny dan tia melangkah menuju kantin sekolah. Ketika clara dan sahabatnya itu melangkahkan kaki tepat di depan pintu kantin, tiba-tiba terdengar suara seseorang lelaki memanggil namanya dengan nada yang lembut.
"Clara...clara-clara..."
Terdengar suara yang tidak asing, membuat clara dan sahabat-sahabatnya itu menoleh ke arah asal suara yang memanggil-manggil namanya. Sepontan clara cukup terkejut ketika dia tahu orang yang memanggil namanya itu ternyata run.
Mengetahui ternyata itu adalah run, sementara situasi tidak mendukung bagi clara sehingga clara menjawab run dengan nada sedikit terpatah-terpatah.
Panggilan dari run ada maksud tertentu, dia memberitahukan clara bahwa run ingin berbicara dengannya. Tanpa sungkan run berkata seperti itu di depan sahabat-sahabatnya, membuat clara semakin tidak enakan.
"Boleh bicara sebentar tapi hanya kita berdua."
"Iii iii iyyaa, boleh kak."
Saat itu clara benar-benar ragu untuk mengatakan iya. Diapun mulai mengikuti langkah kakinya run, clara merasakan jantungnya berdetak cepat, tiba-tiba run berhenti dibawah pohon yang sangat rimba tepat di taman depan sekolahnya.
Di saat itu run kelihatan gelisan, bahkan run terlihat gugup. Sementara pikiran clara mulai tidak karuan. Melihat run terdiam sesaat, clara memberanikan diri dengan memulai pembicaraan terlebih dahulu kepada run. Baru akan memulai pembicaraan, run menyebut nama clara dengan nada gugup.
"Claaaaraaaa, eehmmm ehhmmmm!!!"
"iya kak, kakak sebenarnya mau membicarakan prihal tentang apa kepadaku? "
Clara berusaha untuk bersikap santai dan tidak terlihat gugup, walaupun yang sebenarnya dipikirannya saat itu, dalam waktu yang sama terbagi menjadi dua. Clara takut rani salah paham, karena run yang meminta berbicara empat mata dengannya. Clara yang mengetahui rani menyukai run, rasanya clara ingin segerah kembali berkumpul dengan sahabat-sahabatnya di kantin sekolah saat itu.
"Clara,,, sebenarnya kakak sudah dari dulu suka sama kamu. akan tetapi aku tidak berani menyatakan perasaanku padamu, karena sebelumnya aku sudah memikiki pacar. Itu sebabnya selama ini aku hanya berani sekedar dekat saja dengan kamu serta sahabat-sahabat mu selama ini. Sekarang aku sudah putus denganya dan aku berkata jujur padanya bahwa aku menyukai wanita lain yaitu kamu."
Penggakuan perasaan yang begitu lantang dan jelas terucap dari mulut run, membuat clara sangat terkejut. Clara pun menjawab tentang penggakuan cintanya run kepada dirinya. Tentu clara hanya menjawab iya, hanya saja jawaban iya tersebut tidak dia ucapkan melainkan dia hanya menggatakan dari dalam hatinya.
Kejujuran clara yang hanya berani mengatakan hanya melalui pikirannya, tentu clara juga sedang memikirkan sesuatu dan terus berbicara sendiri dari dalam hatinya.
"Akan tetapi jika aku menerima cintanya Run, maka aku akan menyakiti perasaan sahabatku sendiri. Aku tidak ingin itu terjadi dan tidak mau kehilangan sahabat dari kecilku."
Tepukan pundak pada dirinya, membuat clara sepontan mengangkat kepala dan menyadarkan diri.
Run tahu bahwa penggakuan cintanya itu membuat clara terkejut, sehingga run memberitahu clara bahw tidak harus memberi jawabanya saat itu.
"Tiiii tidak kak."
"Tidak apa clara??"
"Maksud aku, aku tidak membutuhkan waktu untuk memikirkannya, karena aku akan memberi jawabanya sekarang juga."
Clara mejamkan matanya dengan kepala yang sedikit menunduk dan dia menjawab dengan jelas dan tanpa ragu.
Sebelum memberikan jawaban, clara tidak lupa meminta maaf terlebih dahulu kepada run. Clara bahkan mengatakan bahwa dia tidak bermaksud menyinggung apalagi menyakiti. Bahkan sebelum clara memberikan jawaban, dia juga tidak lupa mengatakan terimakasih karena run sudah suka padanya. Perasaan run yang tentu di tolak oleh clara, membuat run kelihatan sangat kecewa atas jawaban yang diberika clara.Clara pun langsung bergegas pergi dari hadapan run tanpa menoleh ke arahnya. Clara seketika berpikir bahwa dirinya itu merasa menjadi orang yang jahat saat itu.
Ternyata apa yang clara pikirkan benar terjadi. Ketika clara balik menuju kantin, rani kelihatan marah padanya dan diapun tidak mau berbicara pada clara.
Keesokan harinya, clara mencoba bertanya kenapa rani tidak mau bicara padanya.
"Rani, kenapa semenjak kemaren kamu tidak menjawab aku ketika aku mengajak kamu berbicara?"
"Kamu masih bertanya??, jelas-jelas kamu tahu kalau aku suka sama Kak Run. Kenapa kamu mau diajak berbicara empat mata dengannya. Apa begitu rahasianya sampai-sampai kalian harus berbicara jauh dari keramaian."
Hampir delapan tahun lamanya persahabatan mereka terjalin, itu pertama kalinya clara mendengar dan melihat rani marah kepadanya.
Clara menjelaskan kepada rani, bahwa apa yang di lihat kemaren tentu tidak seperti apa yang pikirkannya. Meskipun clara sendiri tidak tau apa yang dipikirkan rani.
Keadaan yang mendesak, clara tidak mungkin memberitahu rani kalau run mengatakan cintanya kepadanya. Dengan keadaan terpaksa dan tidak ada pilihan lain saat itu, clara harus berbohong kepada rani.
"Aku sebernya tidak mau menceritakan ini ran, karena ini bersangkutan dengan dirimu. Sepertinya kak run menyukai kamu."
"Serius, kamu dan kak run kemaren membicarakan tentang aku??"
Rani terlihat sangat bahagia, clara pun ikut merasakan bahagia saat melihat senyuman yang terpacar dari wajah sahabatnya itu.
"Iya rani aku serius, kalau kamu nggak percaya tanya saja kepada kakak run langsung !!!"
Seketika clara langsung merasa bersalah kepada rani karena dia tidak mengatakan yang sebenarnya bahwa yang sebenarnya itu run menyukai dirinya. Tidak hanya itu, dia juga merasa bersalah kepada run. Clara tidak memberitahu tentang perasaan yang di rasakan yang sebenarnya kepada run, bahwa yang sebenarnya dia juga sangat menyukai run. Ada rasa penyesalan dalam diri clara. Meskipun begitu, rasa penyesalan itu setidaknya tidak membuat persahabatan mereka retak.
Tyo, itulah namanya. Seorang lelaki yang mencoba mendekati clara sejak clara masih duduk di bangku kelas satu sekolah menggah pertama pada semester kedua.
Awal clara mengetahui ada seorang lelaki yang bernama tyo menyukainya karena saat itu tetangganya clara yang bernama april memberikan sebuah coklat kepada clara. April bukanlah anak sekolah menengah pertama seperti clara, melainkan april anak anak kelas dua sekolah menengah atas. Clara selalu memanggil april dengan sebutan kakak april. Pertama kali april memberikan clara sebuah coklat saat dia masih duduk kelas satu sekolah menengah pertama. Clara merasa sedikit aneh dengan coklat yang diberikan april kepadanya. Sebelum menerima tentu clara bertanya coklat itu dari siapa dan untuk siapa. Apalagi coklat tersebut bukan coklat yang hanya terbungkus bungkusan coklat, melainkan di luar bungkusan coklat tersebut terlihat terikat dengan sebuah pita.
April memberitahukan clara bahwa coklat tersebut untuk dirinya. Clara terheran kembali, karena tumben april memberikannya sebuah coklat. Sambil bercanda clara berkata bahwa hari itu bukan hari ulang tahunnya.
April menjelaskan masalah coklat tersebut, yang ternyata coklat tersebut memang bukan darinya. Melainkan dari kenalan sahabatnya di sekolah. Tidak hanya itu, april pun memberitahukan bahwa nama lelaki yang memberikannya itu bernama tyo. Bahkan april memberitahukan bahwa tyo ingin berkenalan dengannya.
Semenjak itulah clara mengenal yang bernama tyo. Meskipun clara tidak pernah bertemu dengannya, karena saat itu clara tidak ada rasa pingin tahu seperti apa lelaki bernama tyo.
Tyo yang tidak pernah berhenti menitip salam melalui teman satu sekolahnya april. Lelaki yang sering menyampaikan salam melalui april untuk disampaikan kepada clara itu ternyata tidak hanya teman sekolahnya april, melainkan dia tidak lain pamannya tyo sendiri. Tetapi clara tetap tidak pernah menggubrisnya, karena saat itu clara belum tahu apa itu cinta dan belum pernah merasakan jatuh cinta.
Ketika Clara berusia tiga belas tahun, itu berarti clara duduk di bangku kelas dua sekolah menengah pertama. Semenjak itulah clara mulai menyukai seseorang. Rasa cinta pertama yang clara berikan ke seseorang ternyata dia harus berusaha melawan persaannya sendiri. Tidak di sangka, perasaan cintanya harus di hentikan dengan secara paksa sebelum ada yang terluka. Entah itu perasaan sahabatnya maupun perasaannya sendiri. Untuk berhenti menyukai run, clara melakukan beberpa cara untuk melupakannya. Awalnya clara mencoba dengan cara menjauhi run, meskipun dia tahu cara itu kecil kemungkinan akan berhasil. Dugaannya benar, clara tidak berhasil. Bagi clara itu sangat susah, bukan karena mereka berada di sekolah yang sama, melainkan karena sahabat-sahabatnya pasti akan selalu ke kantin sekolah. Di saat itulah mereka pasti akan bertemu.
Setelah di pikir-pikirnya, cara mencoba cara lain. Saat pulang sekolah, clara menemui april. Tiba dirumahnya april, ternyata april sendiri belum pulang sekolah. Clara mencoba kembali kerumahnya. Ketika akan pulang kerumah, terdengar suara april memanggil nama clara.
Dari kejauhan, april terlihat tersenyum ke arah clara. Clara mendekati april dan april bertanya kenapa clara mencarinya. Apalgi clara terlihat masih memakai seragam sekolahnya. Bukannya pulang kerumah, malah mencarinya. Awalnya clara mengurungkan niatnya, tapi setelah dipikirkannya kembali dia memutuskan untuk memberitahukan april sesuatu yang membuat april terkejut.
Clara yang dari dulu tetap kekeh tidak mau memberikan nomor ponselnya, malah meminta april untuk memberikan april izin untuk memberikan nomor ponselnya ke keponaan sahabatnya itu.
Tidak ada salahnya mencoba untuk memberi kesempatan kepada tyo, pikirnya. Walaupun clara sendiri belum pernah bertemu maupun komunikasi sekalipun dengannya, mungkin itu cara terbaik yang bisa clara lakukan agar perasaannya saat itu bisa menghilang dengan perlahannya. Tidak mengiginkan sama sekali memiliki perasaan kepada seseorang yang disukai sahabatnya sendiri, itu benar benar-benar sesuatu yang sangat fatal bagi clara. Itu sebabnya dia benar-benar mengorbankan perasaanya.
Ketika pulang sekolah, seperti biasanya clara dan sahabat-sahabatnya selalu pulang bersamaan. Sambil melangkahkan kaki dengan seirama dan penuh dengan canda tawa, tiba-tiba clara merasa ada sesuatu yang berbeda yang dia rasakan.
Clara merasa seseorang sedang mengikuti mereka. Clara pun bertanya kepada sahabat-sahabatnya. Ke empat sahabatnya merasa itu hanya perasaan clara saja. Clara kembali bertanya kepada teman-temannya, karena dia merasa ada yang memanggil namanya. Karena banyak anak sekolah yang juga berada di belakang maupun di depan mereka, sehingga sahabatnya merasa clara mungkin salah dengar.
Beberapa murid dari sekolah clara yang berjalan tepat di belakang clara yang juga mengenal dirinya mendekati clara. Murid tersebut menepuk pu dak clara dari belakang dan memberitahukan clara bahwa seseorang memanggilnya.
Clara dan ke empat sahabatnya menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah yang di tunjukan murid yang menepuk pundaknya. Murid tersebut menunjuk kearah motor yang di kendarai dua orang. clara memperhatikan secara baik-baik, tetapi clara sendiri tidak menggal kedua orang yang memanggil namanya itu.
Melihat dua orang laki-laki berboncengan. Akan tetapi keduaa lelaki itu memakai seragam batik dari sekolah yang berbeda. Terlihat dari celana yang mereka pakai, clara mengetahui bahwa satu memakai seragam batik dari sekolah menengah pertama yang berbeda dengannya dan satu lagi lelaki memakai seragam sekolah menengah atas.
Sahabatnya clara yang bernama putry bertanya apakah clara mengenal kedua lelaki tersebut, tentu clara menjawab tidak mengenal mereka berdua.
Kedua lelaki tersebut hendak turun dari kendaraannya, lalu berjalan melangkahkan kaki ke arah clara. Clara merasa sedikit aneh, lalu dia mengajak sahabat-sahabatnya itu untuk tidak memperdulikan kedua lelaki tersebut. Clara berusaha mengajak ke empat sahabatnya itu untuk melanjutkan perjalan pulang mereka. Rani meminta clara untuk menunggu kedua lelaki tersebut menghampirinya dan meminta clara untuk mendengar apa keperluan mereka sehingga mencari dirinya. Clara akhirnya setuju dan mengikuti apa yang dikatakan sahabatnya itu.
Lelaki yang memakai seragam sekolah menengah langsung sambil melambaikan tangannya sambil tersenyum.
Bersikap seolah akrab membuat clara bertanya cukup cetus dengan sangat singkat padat dan jelas kepada lelaki tersebut.
"Maaf siapa ya dan ada apa ya? "
Clara bersikap seperti itu kepada semua orang yang tidak di kenalnya, apalgi terlihat sok akrab. Dia selalu irit berbicara kepada siapapun, sekalipun orang itu dia kenal. Apalagi jika dia merasa tidak mengenal orang tersebut, maka dia akan selalu seperti itu. Apalagi kepada seseorang yang baru dia temui.
Lelaki yang memakai seragam sekolah menengah atas itu kemudian bertanya, apakah clara sering mendapatkan titipan coklat dari april. Raut wajah clara langsung berubah, clara terkejut dan sedikit berpikir tentang bagaimana lelaki yang memakai seragam sekolah menengah atas itu mengetahui akan hal itu bahwa dirinya itu sering sekali mendapatkan titipan salam dan sebuah coklat dari tetangganya itu.
Buat menghilangkan rasa penasarannya, clara lalu bertanya bagaimana lelaki tersebut mengetahui akan hal itu. Sebelum mendengar jawaban lelaki tersebut, clara langsung memotong pembicaraan lelaki itu. Clara tidak lupa memberitahu, bahwa selama itu dia tidak pernah mau menerima coklat tersebut. Akan tetapi dia mengetahui itu pemberian seseorang yang bernama tyo. Clara melanjutkan perkataannya kembali, dia bertanya kepadanya apakah lelaki itu mengenal tyo atah tidak.
Setelah mendengar clara berbicara dan bertanya, lelaki itu langsung memberikan jawaban kepada clara. Lelaki itu tidak membantah bahwa dia memang mengenal sosok yang bernama tyo.
Anak yang memakai seragam sekolah menengah pertama itu tiba-tiba memotong pembicaraan temannya.
Dengan percaya dirnya, anak yang memakai seragam sekolah menengah pertama itu menyodorkan tangannya tepat didepan clara. Clara sontak hanya menatapnya, bahkan clara tidak membalas menyodorkan tangan kepada lelaki itu. Meskipun begitu, lelaki itu tetap memperkenalkan dirinya dengan nada terdengar cool. Sontak clara terkejut ketika mengetahui bahwa lelaki tersebut ternyata tyo, tyo yang selama ini memberikan dia coklat.
Tanpa basa basi, lalu clara bertanya kenapa tyo memberikannya coklat dan bagaimana dia bisa mengenal dirinya.
Begitu juga dengan tyo, tanpa basa-basi diapun memberikan penjelasan kepada clara. Mendengar penjelasan tyo yang ternyata saat pertama kali lihat clara, dia langsung menyukai clara tanpa mengetahui siapa nama dan di mana clara tinggal. Clara semakin binggung, karena itu pertama kalinya dia bertemu. Tanpa clara bertanya, tyo langsung memberitahu di mana dia melihat clara untuk pertama kalinya.
Tepat delapan belas agustus, hari itu merupakan hari dimana tyo tanpa sengaja terkena macet. Jalan raya ternyata ada acara pertandingan drum band antar sekolah menengah pertama. Tyo tidak sendiri saat itu, dia bersama pamannya. Pamannya melihat ada april tepat di depan rumahnya. Kebetulan sekali rumahnya april tepat berada di depan jalan raya. Akhirnya pamannya tyo mengajak tyo menghampiri april yang terlihat sedang menonton anak drum band. Tidak ada pilihan lain, dari pada terkena macet, akhirnya tyo ikut apa kata pamannya itu. Merekapun ikut menonton drum band yang lewat depan rumah april. April dan tetangga lainnya semakin antusias saat melihat grup drum bandnya clara. Pamannya tyo sangat kaget, saat mereka teriak. Semakin dekat grup drum band clara, semakin kencang juga teriakan tetangga april sambil memangil nama clara. Tiba-tiba semakin banyak orang yang menyebut nama clara. Tyo tidak penasaran dengan perempuan yang bernama clara. Akan tetapi saat tyo memperhatikan barisan grup clara lewat. Tatapannya terahlikan ke arah clara. Tyo pun langsung memberitahukan pamannya itu, bahwa dia menyukai seseorang yang baru saja dia lihat. Untuk membantu keponaannya itu, dia kemudian bertanya kepada april siapa nama perempuan tersebut, sambil menujuk ke arah perempuan yang di sukai keponaannya itu. Mengetahui itu bernama clara dari april, semenjak itulah tyo mulai berencana ingin mendekati clara.
Setelah mendengar penjelasan tyo, ke empat sahabatnya itu malah menggoda clara.
Tyo pun meminta maaf kepada clara jika selama dia menitipkan coklat kepada april itu malah membuat clara tidak nyaman.
Clara malah hanya terdiam. Sementar Sahabat-sahabatnya kembali mencoba mengoda clara. Clara benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi selain kata tidak apa-apa kepada tyo saat itu.
Sebelum tyo pergi, diapun meminta izin secara terang-terangan meminta nomor ponsel clara.
Seketika clara terdiam dan tidak tahu harus memberikannya atau tidak.
Terdengar suara tia dari belakangnya dengan menyebut sebuah angka. Keempat sahabatnya itu lalu tersenyum dan menatap kearah clara sambil tertawa keras. Awalnya clara tidak menyadari sama sekali kalau angka yang tia sebut merupakan nomor ponselnya. Ketika dia melihat senyum keempat sahabatnya itu, dia baru curiga dan menyadari keisengan ke empat sahabatnya. Clara tidak bisa berkata apa-apa lagi saat itu, dia langsung melangkahkan kakinya dengan cepat karena saat itu dia merasa malu. Tanpa berpikir panjang dan tidak perduli sama sekali lara langsung meninggalkan tyo tanpa satu katapun.
Ponsel berbunyi, clara tidak menyadari bahwa itu suara berasal dari ponselnya. Kebiasaan clara ketika sampai di rumah, dia tidak pernah sama sekali mengecek ponsel melainkan dia bergegas mengantikan seragam sekolahnya dengan pakaian sehari-hari. Terdengar kembali suara ponsel berbunyi, clara menoleh kearah ponselnya yang dia letak di dalam laci mejanya. Diapun langsung bergegas mengambil ponselnya. Menatap layar ponsel, ternyata ada panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenalnya. Tanpa ragu clara langsung menerima panggilan masuk tersebut.
Terdengar suara seorang laki-laki, ternyata lelaki tersebut langsung memberitahukan clara bahwa dia adalah tyo.
Seketika clara tidak tahu harus berkata apa kepada tyo, sehinga dia mencoba mencari alasan agar dia bisa mengakhiri pembicaraan mereka.
Beralasan akan membatu ibunya, tyo tidak mempermasalahkan ketika clara akan mengakhiri pembicaraan mereka. Meskipun tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua.
Pukul 05:30 sore, tyo kembali mencoba menghubunginya clara. Kali itu clara tidak langsung menerima panggilan telpon dari tyo, malah sebaliknya. Awalnya clara cuek terhadap ponselnya dan hanya membiarkan ponselnya dalam mode getar. Ponsel yang terus bergetar di dalam saku celana, membuat clara merasa tidak nyaman. Saat akan menggambil ponselnya, clara tanpa sengaja menolak panggilan masuk dari tyo.
Clara berpikir tidak ada salahnya untuk mengenal tyo lebih banyak lagi dan tidak ada salahnya juga dia memberikan orang lain kesempatan.Oleh karena itu, clara pun langsung mengirimkan pesan singkat kepada tyo. Dia memberitahukan tyo bahwa dirinya tidak sengaja menolak panggilan telpon dan clara juga memberitahukan bahwa dia tidak bisa menerima telpon dari tyo.
Tyo tidak membutuhku waktu yang lama untuk membalas pesam yang dia dapatkan dari clara. Bahkan tyo menjelaskan bahwa dia tidak keberatan sama sekali ketika clara tidak menerima telpon darinya.
Pengertian yang di berikan tyo kepadanya membuat clara memantapkan niat membukakan hatinya kepada tyo. Semenjak itulah clara selalu intens komunikasi dengan tyo dan clara benar-benar membiarkan semuanya mengalir seperti air sungai yang tidak memiliki hambatan apapun.
Dengan berjalannya waktu, clara mulai memikirkan tyo dan mulai menyukainya.
Satu bulan sudah lamanya clara dan Tyo saling mengenal satu sama lain.
Jarak bukanlah suatu halangan buat tyo, sehingga bagi tyo sudah tiba saatnya dia mengungkapkan perasaannya. Meskipun clara sudah mengetahui bahwa tyo sudah menyukai sejak lama, bagi tyo ada sesuatu yang kurang pasti yaitu status hubungan mereka. Mendengar tyo menyatakan cinta dan meminta clara untuk menjadi pacarnya, tentu itu membuat clara tidak bisa menyembunyikan perasaannya juga terhadap tyo. Clara pun langsung menjawab iya.
Menyatakan cinta hanya melalui sebuah telpon, bukanlah suatu halangan bagi kedua untuk. Setidaknya hubungan mereka sudah memiliki status pasti.
Mengetahui hubungan clara dan tyo, ke empat sahabatnya memberikan selamat kepada clara. Awalnya, saat akan memberitahukan tentang hubungannya bersama tyo kepada ke empat sahabatnya membuat clara tersipu malu. Sahabat mendengar itu tentu juga ikut merasa bahagia.
Setelah mendapat kabar tentang hubungan clara, tiba- tiba eny mendapatkan pesan dari erry yang tidak lain adalah pacarnya eny.
Tia memberitahukan rani, clara, eni dan putry bahwa erri mengundang datang kerumahnya besok.
Rani langsung mengiyakan ajakan dari erry. Besok merupaka hari minggu, membuat putry berpikir akan membosankan jika diam dirumah saja. Putry pun juga setuju akan ikut, begitu pula dengan eni. Clara tidak punya pilihan lain, semua sepakat pergi kerumahnya erry hari minggu besok.
Sebelum Clara setuju, dia tidak pernah bertanya apa tujuan main kerumah erry. Bagi clara tidak ada alsan untuk bertanya, karena sejak lama dia selalu bersama ke empat sahabatnya itu. Jadi dia selalu menyetujui kemanapun sahabatnya pergi selama orang tuanya mengizinkan.
Keesokan harinya, sesui rencana mereka akan pergi kerumahnya erry. Setiba dirumahnya erry, clara melihat run juga ada di sana. Clara berusaha bersikap santai seperti biasanya. Tiba-tiba ponselnya clara berbunyi, dia hanya menatap layar ponselnya. Run yang awalnya hanya diam melihat clara bahkan tidak menyapa, seketika berubah saat mendengar ponsel clara berbunyi. Tatapannya tertuju ke arah clara dan tanpa ragu run bertanya kenapa clara tidak mengangkat panggilan masuk.
Terdengar celetukan dari rani yang meminta clara untuk mengangkat panggilan masuk tersebut jika itu dari tyo.
Clara langsung menerima telpon dari Tyo, dia memberi tahukan kepada tyo bahwa dia lagi bersama sahabatnya dan akan menghubunginya kembali setelah dia pulang kerumahnya.
Mendengar clara menyebut nama tyo, run semakin penasaran siapa itu tyo. Pertanyaan run sebelumnya tidak di jawab oleh clara. Meskipun begitu, untuk menghilangkan rasa penasarannya, run kembali bertanya kepada clara siapa itu tyo.
Lagi-lagi clara tidak menjawab. Tetapi rasa penasaran run di jawab oleh rani. Celetukan rani yang menjawab pertanyaan run membuat run bertanya lagi kepada clara, apakah yg di katakan rani itu benar atau tidak.
Kali itu clara langsung menjawab, meskipun jawabannya sangat singkat tetapi itu sangat jelas. Hanya kata iya dari mulut clara membuat run terdiam sejenak.
Tatapan Run tidak bisa dibohongi, dia terlihat cukup kecewa. Mengingat alasan clara saat menolak run saat itu, Clara memberitahukan bahwa dia tidak bisa menerima citanya run karena dia belum kepikiran ingin pacaran dan dia berkata ingin focus belajar. Itu sebabnya setelah clara menolak run, run tetap selalu bersikap baik dan memperhatikan clara. Menurut run saat itu, dia sangat mengerti dengan keputusan yang clara berikan. Kenyataannya status clara yang baru di ketahui oleh run bahwa dia sudah memiliki pacar, membuat clara terlihat takut dan dia tidak berani menatap Run.
Entah apa yang dipikirkan rani, tiba- riba dia mengajak run berbicara empat mata. Run pun tidak ragu mengiyakan rani.
Melihat rub dan rani pergi, clara pun memilih ikut bergabung dengan yang lainnya diruang tengah sambil mereka menonton.
Rencana mereka berkumpul di rumahnya erry adalah permintaanya rani kepada tia. Tia pun membicarakan rencana itu kepada erry dan erry menyetujui permintaan pacarnya itu.
Meskipun clara beru mengetahui tentang itu, tetapi clara benar- benar tidak tahu apa rencanya rani.
Beberapa menit kemudian, rani dan run kembali dan berkumpul dengan yang lainnya. Mereka menyampaikan sesuatu yang tidak pernah clara duga, run memberitahu bahwa mereka baru saja jadian. Clara cukup terkejut, tapi clara merasa bahagia Ketika melihat sahabatnya rani tak henti-hentinya terus tersenyum. Tidak hanya clara yang telihat ikut bahagia, melainkan yang lainnya juga terlihat bahagia. Ketika run memberitahu tentang hubungan mereka, clara dan yang lainya tertawa begitu lepas saat mencoba mengoda rani. Terlihat rani tersipu malu dan wajahnya berubah menjadi sedikit memerah seperti tomat. Telihat sangat jelas bahwa rani cukup malu saat sahabat-sahabatnya itu mengoda dirinya. Akan tetapi saat run berbicara, tatapannya selalu mengarah ke arah clara dengan tatapan yang begitu tajam. Clara hanya berusaha mengahlikan tatapannya dari run. Run terlihat memaksa diri untuk tersenyum dan tetap terus menatap kearah clara.
Clara yang baru saja jadian dengan tyo pun merasa bahwa tyo selalu memberikan clara perhatian walaupun mereka berada di sekolah yang berbeda. Itulah mengapa clara merasa terlihat bahagia ketika mendengar run dan rani akhirnya bersama. Jadi tidak ada alasan bagi clara merasa sedih saat mengetahui hubungan sahabatnya itu.
Beberapa bulan kemudian, perhatian tyo mulai di rasa berkurang. Clara merasakan perubahan itu terjadi ketika tyo sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir nasional. Mereka tidak seperti biasanya intens menjalin komunikasi, tapi clara selalu mencoba untuk mengerti dengan situasi saat itu. Clara yang dulunya jarang mengirim pesan terlebih dahulu, akhir-akhir itu malah sebaliknya. Clara selalu mengirim pesan singkat kepada tyo untuk memberikan tyo semangat, bahkan clara juga tidak pernah lupa selalu menyatakan persaannya bahwa dia sayang terhadap tyo. Menyapaikan perasaan sayang tidak pernah clara terlebih dahulu melakukannya, melainkan tyo lah yang selalu memulainya.
Ujian akhir nasional berakhir untuk anak kelas tiga sekolah menengah pertama. Itu berarti tyo sebentar lagi akan menerima kelulusannya. Begitu pula dengan clara yang sebentar lagi akan menghadapi ulangan untuk kenaikan kelasnya.
Waktu begitu cepat berputar, hari menerima kelulusan yang tyo tunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Tyo tidak lupa memberitahukan kepada clara bahwa dia lulus dan akan mendaftar kejenjang selanjutnya di sekolah menengah atas yang cukup bergengsi. Dimanapun tyo melanjutkan sekolahnya, clara selalu mendukung pilihan pacarnya itu.
Satu bulan kemudian, tyo jarang menghubungi clara. Bahkan selama satu bulan itu tyo jarang menghubungi clara terlebih dahulu. Tidak ada pilihan lain, clara selalu menghubungi tyo terlebih dahulu ketika tyo tidak memberinya kabar.
Akan tetapi satu minggu sebelumnya, clara yang selalu mencoba menghubungi tyo lebih dulu tidak pernah di respon oleh tyo. Terakhir kali tyo menghubungi clara satu minggu sebelumnya, Ketika dia memberitahukan bahwa dia lulus keterima di sekolah menegah atas yang dia inginkan itu. Clara selalu sabar dan selalu setia menunggu kabar dari tyo. Clara yang mulai resa tanpa kabar dari tyo selama satu minggu itu, akhirnya dia mencurahkan isi hatinya itu kepada sahabat-sahabatnya.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!