NovelToon NovelToon

Menikahi Selingkuhan Kakak Iparku

Perkenalan Tokoh

Jeronimo Dawson

Adalah cowok keturunan Inggris-Spanyol. Sejak ia berusia 5 tahun orang tuanya sudah meninggal dan ia diangkat menjadi anak oleh teman ayahnya Denny Prayunata. Jero, dibawa ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga Denny Payunata.

Jeronimo tumbuh menjadi pria tampan yang tak banyak bicara. Ia sangat pintar dan terkenal sebagai pria yang tekun bekerja. Berbekal warisan yang ditinggalkan orang tua kandungnya. Jero berhasil membuka perusahaannya sendiri. Namun ia sangat menghormati dan menyayangi Denny Prayuda, karena itulah, ketika Finly, anak tertua Denny Prayunata menyatakan cinta padanya, mereka pun menjalin hubungan secara diam-diam. Jero tahu, Finly sejak kecil sudah dijodohkan dengan anak dari sahabat baik Denny Prayunata. Namun Finly tak mau melepaskan Jero. Dan Jeropun terlanjur menyayangi Finly karena itulah sekalipun Finly telah menikah, hubungan mereka terus terjalin.

Giani Fifera Purwanto

Gadis pendiam yang tak pernah mengenal dunia luar. Ia sangat menyayangi kakaknya. Ia yang dulunya pernah bertekad untuk tidak menikah, kini memilih untuk menikah demi menyelamatkan pernikahan kakaknya.

Geraldo Purwanto

Kakak Giani yang sangat menyayangi istrinya. Ia adalah Seorang pria tampan, pekerja keras dan selalu mengalah demi keutuhan rumah tangganya.

Finly Prayunata

Istri Geraldo yang tak bisa melepaskan adik angkatnya sebagai kekasihnya. Ia dikenal sebagai perempuan cantik yang sangat keras kepala, selalu berpenampilan seksi dan selalu suka dengan kehidupan malam.

Alexa Purwanto

Anak Geraldo dan Finly. Gadis cantik yang pintar yang sangat menyayangi papa dan bibinya.

Denny Prayunata adalah seorang pengusaha yang sukses sampai ke luar negeri. Ia mempunyai sahabat baik bernama Fardo Dawson. Suatu ketika Fardo dan istrinya mengalami kecelakaan. Istrinya meninggal di tempat kecelakaan sedangkan Fardo dalam keadaan lemah, masih bertahan selama 3 hari. Dalam keadaan kritis, ia meminta sahabatnya itu untuk membesarkan anak tunggalnya yang bernama Jeronimo. Setelah Fardo meninggal, Denny membawa Jero pulang ke Indonesia. Ia mengurus surat-surat yang mengsahkan Jeronimo sebagai anaknya. Denny sendiri sudah mempunyai 2 orang anak. Yaitu Dion Prayunata dan Finly Prayunata.

Dion dan Finly sangat menyukai Jero. Finly yang usianya 2 tahun lebih tua dari Jero, akhirnya jatuh cinta pada cowok tampan itu. Finly melakukan berbagai macam cara agar Jero takluk padanya.

Pada hal Finly sejak kecil sudah dijodohkan dengan Geraldo Purwanto. Keluarga yang sama derajatnya dengan keluarga Prayunata. Makanya, Denny meminta Jero untuk menjauhi Finly dan meminta Finly untuk menikah dengan Geraldo. Finly akhirnya setuju menikahi Geraldo asalkan Jero masih mau menjadi kekasih gelapnya. Jadilah keduanya masih sering bertemu walaupun Finly sudah menikah.

Saat Denny meminta Jero mengurus bisnisnya di Australia, Finly sangat kesal. Ia pun akhirnya mau tidur dengan suaminya. Ia kemudian hamil dan melahirkan seorang anak perempuan yang bernama Alexa. Namun sejak Alexa lahir, Finly sama sekali tak mau mengurus Alexa. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan teman-temannya. Sampai akhirnya Jero kembali ke Jakarta dan badai kembali menguncangkan rumah tangga Finly dan Geraldo. Finly hampir setiap hari pulang tengah malam. Ia bahkan beberapa kali tidak pulang karena menghabiskan waktunya dengan Jero.

Giani selalu menangis setiap kali mendengar Finly mengancam kakaknya untuk bercerai setiap kali Geraldo memintanya untuk tidak pergi karena Alexa sakit. Giani bertekad untuk membuat kakaknya bahagia. Makanya ia mendatangi Denny Prayunata untuk melancarkan rencananya.

Rencana Giani

"Mau kamu apa sih, mas? Kamu ingin anak, aku sudah memberikan kamu Alexa. Kamu ingin berhubungan intim, aku sudah berusaha melayani mu dengan baik di atas ranjang walaupun sebenarnya aku sendiri tak pernah puas dengan dirimu." terdengar suara Finly dari kamar mereka. Pintu kamarnya memang terbuka dan membuat Giani yang ada di kamar ponakannya Alexa dapat mendengar semuanya dengan jelas karena pintu kamar Alexa juga terbuka.

"Fin, kamu tuh sudah setiap malam keluar rumah dan selalu pulang pagi. Apa kamu nggak kasihan dengan Alexa yang setiap hari selalu menanyakan keberadaan mamanya?" terdengar suara lembut Geraldo.

"Untuk apa ada pengasuhnya? Untuk apa ada adikmu yang cuma berdiam saja di rumah ini? Apakah aku harus tambah pengasuh lagi? Sudahlah jangan buat alasan. Aku mau pergi dulu." Terdengar suara bunyi sepatu hak tinggi Finly yang melewati kamar anaknya. Namun ia sama sekali tak mau melihat anaknya apakah sudah tidur atau belum. Ia begitu kesal karena janjinya untuk bertemu dengan Jeronimo harus terhalang karena kelakukan suaminya.

Giani hanya bisa menarik napas panjang. Ia menatap wajah cantik Alexa yang sudah tertidur nyenyak. Untunglah ponakannya itu tak terbangun saat mendengar pertengkaran orang tuanya.

Perlahan Giani turun dari tempat tidur Alexa. Ia menuju ke kamar kakaknya. Pintu kamar terbuka. Dilihatnya Geraldo sedang berdiri di balkon kamarnya. Pasti ia melihat Finly yang pergi dengan mobilnya.

"Kak...!" Panggil Giani perlahan.

Geraldo menoleh. Ia memaksakan sebuah senyum karena ia tahu kalau Giani pasti mendengar pertengkaran mereka.

"Alexa sudah tidur?" Tanya Geraldo.

"Iya. Dia tidak mendengarkan pertengkaran kalian."

Geraldo mengusap wajahnya kasar. "Finly pergi lagi. Aku yakin kalau dia pasti bertemu dengan laki-laki itu. Jero telah kembali dari Australia."

"Kenapa tidak bicarakan dengan paman Denny saja? Aku yakin kalau paman tidak suka kalau kak Finly kembali berhubungan dengan Jero."

"Percuma. Finly pasti punya seribu macam cara untuk berbohong."

Giani menatap kakaknya. Ia merasa heran mengapa Finly bisa menyia-nyiakan cinta dan kebaikan kakaknya. Geraldo begitu tampan dengam wajah oriental dan kulit putih bersih. Itu karena mama mereka adalah orang Thailand. Badan Geraldo sangat atletis dengan tinggi 180 cm. Geraldo rajin berolahraga. Ia juga adalah salah satu pengusaha besar di bidang hiburan dengan memiliki 3 stasiun TV swasta yang sangat terkenal di Indonesia ini. Belum lagi perusahaan yang bergerak di bagian periklanan dan perfilman. Bukan hanya dari segi fisik dan meteri yang berlimpah. Geraldo memiliki hati seperti seorang malaikat yang lembut, penyayang dan bukan seorang playboy. Sejak kecil, Geraldo hanya mencintai Finly saat tahu kalau mereka sudah dijodohkan.

"Kak, kalau memang kakak begitu menderita dengan pernikahan ini, mengapa tidak bercerai saja?"

Geraldo menggeleng. "Aku mencintai Finly. Aku masih berharap kalau dia akan berubah. Alexa membutuhkan mamanya."

"Bagaimana kakak akan bahagia jika selalu menderita karena Kak Finly?"

Geraldo menatap adiknya. "Karena aku tahu kalau kau akan selalu berada di sisiku. Akan selalu mendukungku."

Air mata Giani hampir saja jatuh. Namun ia berusaha menahannya. "Aku ke kamar dulu, kak. Alexa sudah tidur. Selamat malam." pamit Giani. Ia melangkah menuju ke kamarnya yang berada di bagian sayap kanan lantai dua ini. Kamar Giani terpisah dengan kamar kakaknya dan Alexa.

Saat ia masuk ke kamarnya, air matanya langsung jatuh. Ia memandang foto papa dan mamanya.

"Papa, mama, apa yang harus aku lakukan agar kakakku bahagia? Ia telah dibutakan karena cintanya pada kak Finly." guman Giani sedih.

Layar komputernya berbunyi. Sebagai tanda ada pesan yang masuk. Giani melangkah ke meja belajarnya. Ia tersenyum ternyata itu chat dari Joana. Temannya dari Amerika yang dikenalnya dari dunia maya. Joana dan Giani sudah bersahabat sejak 3 tahun yang lalu. Usia Giani 20 tahun dan Joana 23 tahun. Joana sekarang bekerja sebagai seorang reporter di salah satu stasiun TV. Giani banyak belajar dari Joana tentang banyak hal.

Joana :

Good morning waktu New York, hallo Giani, apa kabarmu di sana?

Giani :

Buruk. Kakakku bertengkar lagi dengan istrinya. Aku rasa kalau kakak iparku masih sering bertemu dengan selingkuhannya. Aku kasihan dengan kakakku. Tak tahu bagaimana caranya membuat kakakku bahagia.

Joana :

Ya, mau bagaimana lagi? kakakmu sudah bucin sama istrinya. Namun aku kesal juga sama kakakmu, kenapa nggak mau move on. memangnya di dunia ini hanya ada perempuan bernama Finly itu?

Giani :

Iya. Jalan satu-satunya adalah membuat lelaki itu meninggalkan kakak iparku. Tapi bagaimana caranya?

Joana :

Jalan satu-satunya adalah mencari perempuan untuk menggoda selingkuhan kakak iparmu itu.

Giani :

Tapi siapa? Kamu tahu kan kalau di Jakarta ini aku tak punya teman dekat?

Joana :

Kalau begitu, kamu yang harus jadi penggodanya.

Giani :

Apa? Mana bisa?

Joana :

Kamu bisa Giani. Kamu cantik. Kali ini gunakan otakmu untuk menemukan jalannya. Aku mau siap-siap ke kantor dulu ya? Bye...

Giani menarik napas panjang memikirkan usul temannya itu. Ia mengambil hp nya dan mencari nama Jeronimo di kolom pencarian. Munculah beberapa fotonya. Jeronimo pernah mendapat penghargaan sebagai pengusaha muda paling berbekat diusianya yang masih 23 tahun. Sekarang pria itu sudah berusia 28 tahun.

Seraut wajah tampan yang mempesona langsung membuat Giani merinding melihatnya. Bagi Giani, Jero terlihat sebagai pria penggoda yang akan membuatnya muntah jika bertemu dengannya. Tapi, Giani ingin menjauhkan cowok itu dari kakak iparnya. Siapa yang akan membantuhnya? Saat mengingat nama Denny Prayunata, Giani langsung tersenyum.

**********

Denny Prayunata tersenyum melihat gadis rumahan yang jarang sekali keluar rumah kini datang ke kantornya.

"Anakku, ayo duduk!" ajak Denny sambil keluar dari kursi kebesarannya dan mengajak Giani duduk di sofa.

"Ada apa, nak?" Tanya Denny sambil menatap dandanan Giani yang sangat sederhana. Jauh dari kesan anak konglomerat.

"Paman, apakah benar Jeronimo sudah kembali?"

"Ya. Dia sudah bosan ada di Sidney. Lagi pula, dia punya bisnisnya sendiri yang harua diurusnya. Memangnya kenapa?"

"Kak Finly akhir-akhir ini selalu pulang tengah malam atau subuh. Aku tahu kalau mereka sering bertemu."

Denny mengangguk. "Aku pun merasakan hal yang sama."

"Kakakku sangat menyayangi kak Finly. Dia tak mau menceraikan kakak Finly sekalipun ia tahu kalau kak Finly selingkuh darinya. Karena itu, aku meminta bantuan paman agar rumah tangga mereka bisa diselamatkan."

"Biarkan aku menikah dengan Jeronimo. Sehingga aku bisa mengawasi dan membatasi pergerakan Jero untuk bertemu dengan kak Finly."

"Tapi nak, paman tak mau menjadikanmu tumbal. Jero itu susah ditebak sifatnya. Bagaimana kalau nanti dia menyakitimu?"

"Itu urusan nanti, paman. Aku hanya ingin kakakku bahagia. Aku yakin, kalau paman yang bicara, Jero tak akan menolaknya. Bukankah ia sangat menyayangi dan menghormati paman?"

"Baiklah, nak. Paman akan mencobanya."

"Jangan katakan pada siapapun mengenai kedatanganku ke sini paman. Bahkan kepada kakakku."

"Baiklah, nak."

"Saya pamit dulu. selamat siang, paman." Kata Giani lalu segera meninggalkan ruangan Denny.

********

Jeronimo terkejut melihat siapa yang datang ke apartemennya. Untung saja 1 jam yang lalu Finly baru saja pulang.

"Papa? Tumben datang ke sini."

Denny melangkah masuk. "Hanya ingin berbincang dengan anak papa saja."

"Papa mau minum kopi atau teh?"

"Tidak, nak. Papa hanya ingin berbincang denganmu."

Jero sedikit tegang. Apakah papanya sudah tahu kalau dia dan Finly berhubungan lagi?

"Papa ingin kau menikah, nak."

"Pa, usiaku baru 28 tahun."

"Papa dulu menikah saat berusia 26 tahun." Denny menatap Jeronimo dengan penuh kasih. "Kamu tahu kan kalau papa sudah sakit-sakitan? Usia papa sudah tua. Sewaktu-waktu papa akan mati. Karena itu papa ingin menuntaskan kewajiban papa yang terakhir padamu. Yaitu melihatmu menikah dengan seorang gadis baik-baik dari keluarga yang terhormat pula."

"Papa kan tahu kalau aku tak punya pacar."

"Karena itulah papa sudah punya calon untukmu."

"Ca-calon?" Tanya Jeronimo agak terbata.

"Ya. Namanya Giani. Adik dari Geraldo."

"Apa?"

"Dia calon yang tepat untuk menjadi istrimu. Besok malam, kita akan ke rumah mereka untuk melamar Giani."

"Tapi pa.."

"Apakah kamu mau membuat papa sedih dengan tidak memenuhi permintaan terakhir papamu ini?"

Jeronimo tiba-tiba merasa pusing.....

Selamat datang di cerita ini..semoga suka ya

Lamaran

Jeronimo, pria tampan berusia 28 tahun. Ia lahir di London. Namum saat usianya 5 tahun, kedua orang tuanya meninggal dalam suatu kecelakaan mobil. Ia diadopsi oleh sahabat baik papanya Denny Prayunata. Jeronimo sangat menyayangi Papa Denny dan mama Sinta. Pasangan suami istri itu sangat menyayangi Jero seperti kedua anak mereka Dion dan Finly. Usia Ferry 4 tahun lebih tua dari Jero, sedangkan usia Finly 2 tahun lebih tua dari Jero.

Dion dan Finly pun sangat menyayangi Jero. Mereka tak pernah merasa kalau Jero itu adalah anak angkat.

Sejak Jero SMA, ia sudah mengagumi Finly. Gadis itu sangat cantik, pergaulannya luas dan menjadi idola di sekolah mereka karena selain cantik dan memiliki bentuk badan seperti fotomodel terkenal, Finly juga adalah gadis yang pintar.

Jero diam-diam mengangumi Finly. Ia sering merasa cemburu melihat Finly yang terkadang pulang diantar pacarnya. Apalagi saat melihat mereka berciuman di depan rumah.

Sampai suatu malam, Jero melihat Finly menangis di halaman belakang. Ia mendekati Finly dan Finly langsung memeluknya. Finly rupanya baru putus dengan pacarnya yang adalah calon pilot itu. Jero menghiburnya. Ia tak ingin Finly bersedih.

Setiap hari hubungan mereka semakin dekat. Jero yang awalnya ingin kuliah di London terpaksa mengurunkan niatnya itu. Ia memilih kuliah di Jakarta karena tak ingin jauh dari Finly. Sampai suatu hari, diulang tahun Jero yang ke-19, Finly memberikan kejutan ulang tahun ditengah malam di kamar Joe. Ia membawakan kue dengan lilin yang menyala di atasnya. Jero saat itu sangat senang. Lalu ia memeluk Finly sangat erat sambil mencium pipi kakak angkatnya itu. Finly tertawa senang. Lalu ia mencium bibir Jero dan malam itu keduanya melakukan hubungan intim.Walaupun Jero tahu kalau dia bukan lelaki pertama Finly, namun ia tak peduli. Ia menyayangi Finly.

Hubungan mereka berjalan secara diam-diam. Keduanya tahu kalau orqng tua Finly tak akan pernah menyetujui hubungan itu karena Finly sejak kecil sudah dijodohkan dengan Geraldo Purwanto. Sampai Jero selesai kuliah dan mendapatkan warisan orang tuanya, ia memilih untuk tetap ada di Jakarta dan membuka bisnisnya sendiri dengan beberapa temannya. Finly pun ikut membantu saat bisnisnya itu baru dimulai.

Sampai suatu hati papa angkatnya berbicara dengan Jeronimo. Ia meminta Jero untuk menjauh dari Finly karena pernikahan Finly dan Geraldo harus dilaksanakan. Denny adalah orang yang sangat memegang janjinya. Walaupun sahabatnya itu telah meninggal, namun janji untuk menikahkan anak-anak mereka tetap ia laksanakan.

Finly awalnya menolak. Namun Jero mengatakan kalau hubungan mereka tak bisa diteruskan. Jero sangat menghormati dan menyayangi Denny dan istrinya. Ia membujuk Finly untuk menikahi Geraldo dengan sebuah perjanjian bahwa mereka akan tetap berhubungan.

Beberapa bulan setelah Finly menikah, Jeronimo menyetujui permintaan Denny untuk mengurus perusahaannya di Sidney. Jero setuju, ia berpikir mungkin ini saatnya ia melupakan Finly. Makanya selama di Sidney, Jero jarang sekali menelepon atau membalas chat dari Finly. Ia juga berusaha membuka hati untuk dekat dengan beberapa gadis Australia.

Tapi, saat ia kembali ke Jakarta. Baru satu hari ia ada di apartemennya, Finly sudah datang menemuinya. Jeronimo tak bisa menolak pesona perempuan yang sudah memiliki anak dan suami itu. Keduanya pun terlibat hubungan gelap.

**********

"Ada apa?" Tanya Finly sambil mengenakan lagi pakaiannya. Ia melihat kalau malam ini Jeronimo sedikit berbeda.

"Tidak." Jero menggeleng. Ia duduk di tepi ranjang. Jero sudah lebih dulu mengenakan pakaiannya.

"Kau terlihat gelisah, babe.." Finly mendekat dan duduk di samping Jero.

"Tadi pagi papa datang ke apartemenku."

"Apa? Apakah ada sesuatu yang penting? Biasanya juga papa memanggilmu untuk datang ke rumah sekalian makan malam."

"Papa ingin aku menikah. Papa sudah memilih seseorang untuk menjadi pasanganku."

"Dan kamu setuju? Tidak Jero! Aku tak akan pernah melepaskanmu untuk siapapun juga. Kau milikku. Hanya milikku." Kata Finly sambil melingkarkan tangannya dilengan Jero secara posesif.

"Sayang, aku juga sebenarnya tak ingin menerimanya. Namun kau tahu kan kalau aku sangat menyayangi papa."

Finly menggeleng. "Kali ini lawanlah papaku. Katakan kalau kau belum siap menikah. Jangan biarkan papa menguasai hidupmu."

"Aku berhutang budi pada papamu, Fin. Kalau bukan karena papa dan mamamu, aku pasti sudah menjadi mafia. Aku bisa menyalagunakan warisan orang tuaku karena tak ada yang membimbingku."

"Lalu bagaimana dengan aku?"

Jero menatap Finly. Ia melepaskan pegangan tangan Finly dilengannya lalu ia menautkan jari tangan mereka. "Kau tahu kalau aku sangat menyayangimu. Aku tak bisa mencintai wanita lain walaupun aku sudah mencobanya. Mungkin aku juga tak akan bahagia dengan gadis itu."

"Bagaimana kalau dia cantik, lebih seksi dan lebih hebat dariku di atas ranjang. Kau pasti akan menyukainya dan melupakan aku." Finly merajuk.

"Aku janji tidak akan pernah tidur dengannya."

"Benarkah? Memangnya siapa gadis yang akan dijodohkan papa denganmu?"

"Giani, adik iparmu."

"Apa?" Finly nampak sangat terkejut. Tak lama kemudian ia tertawa sangat keras."Gadis rumahan itu? Yang semua waktunya ia habiskan di dapur dan kamar saja? Aku bayangkan kalau kau akan muak melihatnya."

"Maksudmu? Aku hanya sekali bertemu dengannya saat kau menikah dengan Geraldo. Kalau tak salah dia masih remaja kan?"

"Ya. Usianya waktu itu baru 15 tahun.Sekarang usianya sudah 20 tahun. Dia tidak tahu berdandan, tidak tahu bagaimana bergaul dengan dunia luar

Ah sayang, aku bayangkan kau akan alergi bila tidur sekamar dengannya. Tapi aku setuju jika kau menikah dengannya. Giani tidak akan pernah membuat aku cemburu. Dia si buruk rupa yang malang."

"Kau setuju aku menikah dengan si buruk rupa?"

Finly tersenyum

"Akan lebih mudah bagiku menangani kedua kakak beradik itu."

"Terserah kamu saja, sayang."

Finly menarik napas lega. Ia yakin kalau hubungannya dengan jeronimo tak akan mengalami masalah sekalipun Jeronimo sudah menikah. Giani adalah sosok gadis pendiam yang boleh dikata kurang pergaulan.

************

Joana :

Jadi kamu mengajukan diri untuk menikah dengan selingkuhan kakak iparmu? Apakah kamu sudah tahu apa yang akan kamu lakukan untuk menaklukan pria itu?

Giani memandang layar komputernya sambil mengerutkan dahinya.

Giani ;

Maksudmu apa?

Joana:

Kau harus membuat dirimu lebih unggul dari kakak iparmu itu dari segi penampilan, kepribadian bahkan urusan ranjang.

Giani :

Urusan ranjang?

Joana:

Giani, kamu tuh polos banget. Kalian kan akan menikah, sudah pastilah kalian akan tidur bersama. Jadi kau harus bisa membuat selingkuhan kakak iparmu itu lebih tertarik padamu dengan cara kau harus pintar memuaskan dirinya. Apakah kau siap?

Giani :

Aku mohon Joana. Bantulah aku untuk bisa menjadi istri yang akan membuat Jeronimo bisa melupakan kakak iparku. Akan kulakukan apa saja agar pernikahan kakakku bisa terselamatkan.

Joana:

Kau harus merayu, menggoda, menarik perhatiannya namun tidak seperti gadis murahan. Aku akan mengirim sesuatu padamu. Dan besok usahakan kau tampil berbeda. Ingat kesan pertama akan menentukan langkah selanjutnya.

Giani menarik napas panjang. Ia siap untuk merubah semua tentang dirinya agar dapat membuat Jeronimo melepaskan Finly.

*********

Finly memasuki rumahnya dengan senyum dikulum. la tak bisa membayangkan malam ini lelaki yang baru saja selesai bercinta dengannya sepanjang sore ini akan datang ke rumahnya untuk melamar adik iparnya.

"Mami....!" Panggil Alexa yang sedang disuapi oleh pengasuhnya yang bernama Ratih.

"Hallo sayang...!" Finly mendekat lalu mencium pipi Alexa. "Mami mau mandi dulu." Finly segera menaiki tangga menuju ke kamarnya. Ia ingin membersihkan dirinya setelah dikurung oleh Jeronimo selama 3 jam di kamarnya.

Saat ia membuka pintu, tampak Geraldo baru selesai mandi.

"Dari mana saja kamu?" Tanya Geraldo.

"Arisan." Finly mendekat, mencium pipi suaminya dengan lembut. Ia tahu Geraldo tak akan banyak bertanya jika dia bersikap mesra pada suaminya itu.

"Mandilah. Papa akan datang makan malam di rumah kita."

"Baiklah." Finly menahan senyum. Ia dapat membayangkan betapa terkejutnya Geraldo saat tahu maksud kedatangan papanya.

Satu jam kemudian, Denny dan istrinya Sinta, bersama Jeronimo datang. Geraldo agak terkejut melihat Jeronimo ada bersama mereka. Namun ia berusaha menekan rasa cemburunya.

"Di mana Giani?" Tanya Denny sambil menatap sekeliling karena tak menemukan Giani.

"Aku di sini!" terdengar suara Giani dari arah dapur.

Finly sudah dapat membayangkan bagaimana jeleknya penampilan adik iparnya itu. Pasti dia akan muncul dengan gaun kunonya yang panjang sampai melewati lutut, wajah tanpa polesan bedak, dan rambut panjangnya yang diikat satu.

"Selamat malam paman, selamat malam bibi. Selamat malam kak Jero." Sapa Giani dengan suara lembutnya.

"Giani, kau cantik sekali malam ini." Puji Sinta.

Finly menoleh dengan kaget. Ia terkejut melihat penampilan Giani. Mini dress tanpa lengan berwarna biru mudah, sangat cocok dengan kulit putihnya. Wajahnya terlihat cantik dengan make up natural yang membuat ia nampak bersinar. Rambut panjangnya yang biasa hanya diikat satu secara asal saja, kini dibiarkan tergerai dengan sebuah bando hitam yang berhiaskan kristal.

Finly baru menyadari kalau adik iparnya ini memiliki kecantikan seperti seorang putri.

Well, bagaimana lamaran ini akan berlanjut? Bersediakah Geraldo mengijinkan adiknya menikahi selingkuhan istrinya?

JANGAN LUPA DUKUNG CERITA BARUKU INI YA

DIA NGGAK UP TIAP HARI....

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!