NovelToon NovelToon

Bocil Nakal Itu Istriku

Bab 1 Daddy-Daddy

" Papi masa Aya mau dinikahin sama Daddy-Daddy sih " komplen anak gadis yang masih memakai seragam sekolah itu datang ke kantor Papinya bahkan tak peduli walaupun ada banyak orang yang sedang ikut duduk di ruangan Papi nya .

Aya baru saja dikirimkan foto orang yang katanya calon suami oleh Mami nya.

" hemm" Zain merasa tercolek di bilang Daddy-Daddy oleh Bocil yang baru pulang sekolah itu .

" Sini duduk dulu " kata Papi Aya tersenyum lebar menatap perubahan ekspresi diwajah Zain mendengar ucapan anak gadis nya .

" Ehhh,,, Ada Tante cantik " goda Aya pada Tante manis teman Mami yang duduk bersama suaminya.

" Mami Aya mana Pi?" tanya Aya setelah bersalam menatap beberapa orang yang duduk bersama Papi nya tapi tidak ada Mami.

Aya langsung mengambil ponsel disaku depan seragamnya lalu memandangi Zain yang duduk di sofa bergantian dengan ponsel nya .

" Aya tidak boleh memandang orang begitu nak " kata Mami yang baru keluar dari toilet itu mengajak anak nya duduk bahkan menyuruh nya bersalam pada keluarga Zain .

" Maaf Daddy" kata Aya pada Zain secara spontanitas.

Mama dan Papa Zain langsung menutup mulut menahan tawa mendengar Aya yang memanggil Zain Daddy .

" Aya kenalin ini Zain anak Tante?" kata Mama Zain memperkenalkan anak nya pada Aya yang malah tiba-tiba kaget .

" Hahhh,,, anak Tante" kaget Aya dia pikir anak Tante manis itu masih SD atau SMP lah mengingat wajah Tante itu yang masih begitu muda .

" anak dari istri pertama Om" kata Aya keceplosan atas apa yang terfikir oleh otak nya karena terasa mustahil jika Tante manis itu sudah memiliki anak yang dewasa.

" Astaga Nak ,,, istri Om cuma satu " bantah Papa Zain terang-terangan lalu keempat orang tua itu tertawa renyah .

" Apa kau tidak melihat wajahku mirip dengan Mama ku " kesal Zain yang tak bisa menahan emosi mendengar Bocil itu yang mengatakan dia anak tiri walaupun bukan secara langsung.

Zain memang sedari tadi hanya diam tapi saat Bocil itu bicara seperti tadi batin Zain benar-benar tak terima sebagai anak .

" ehhh,,, iya maaf Daddy" kata Aya tanpa dosa sambil terkekeh .

" Aku single" pernyataan valid Zain merujuk keberatan nya atas panggilan Aya untuk nya .

" wleee malah komplen emang udah kayak Daddy-Daddy" kata Aya dengan lancarnya merasa tak suka juga dengan Zain yang malah keberatan di panggil Daddy.

Aya langsung mendapatkan tatapan tajam dari Zain tak peduli walaupun ada orang tua mereka.

" ehhh,,, matanya minta di congkel ya" geram Aya yang memang sangat tidak suka sekali jika di tatap seperti itu oleh orang lain .

" berani kau dengan ku?" sergah Zain yang juga kesal sekali sampai kehilangan wibawa jadi nya menghadapi Bocil nakal yang belum apa-apa sudah menguras emosi nya .

" Berani" tantang Aya yang tidak ada takut nya , karena belum tau kalau yang di depan nya ini adalah king Mafia .

" Hehhh sudah kalian kok malah berantem " tegur Papa Zain sambil tertawa tak menyangka putranya bisa kehilangan wibawa bahkan ketenangan dalam dirinya seketika berhadapan dengan Aya.

" Aya nggak mau dinikahin sama Daddy ini Pi" pernyataan Aya menolak Zain mentah-mentah.

" Ohhh,,, jadi kau ingin dinikahkan dengan Daddy yang lebih tua dari ku" senyum smkir Zain yang terpaksa bilang begitu , karena jika Bocil itu menolak menikah maka Zain akan gagal memenuhi permintaan orang tua.

" Hahhh,,, beneran begitu Pi?" tanya Aya sambil memelas dengan lesu yang diangguki oleh Papi Aya .

" Papi kenapa sih harus nikahin Aya secepat ini tamat sekolah aja juga belum " suara kecil Aya menunduk sedih dengan keputusan Papi nya .

" Karena Papi nggak ingin kamu terjerumus dengan pergaulan kamu itu Aya , belum lagi kenakalan kamu yang sudah tidak bisa di toleransi" ucap Papi Aya yang kadang juga menyesal terlalu memanjakan Aya saking sayang nya sampai menuruti semua keinginan anak nya itu asal bahagia .

Itulah alasan kenapa akhirnya Papi Aya ingin menikahkan putri kesayangan nya itu agar setidaknya untuk masalah pergaulan lebih terjaga dan menimbang semua hal maka dengan orang disiplin dan keras seperti Zain lah mungkin cocok untuk mengubah putrinya.

Namun walaupun begitu Papi tidak lah sepenuhnya membiarkan Aya bersama Zain nanti setiap saat selalu di pantau karena sebagai seorang Ayah Papi pun tak akan pernah rela anaknya di perlakukan tidak layak .

" Aya janji nggak bakal nakal dan jadi anak yang patuh asal jangan Papi nikahkan " janji Aya bersungguh-sungguh itu dapat terlihat dari matanya.

Terlambat !

" tidak Aya keputusan Papi sudah bulat , selama ini Papi selalu menuruti semua keinginan kamu jadi sekarang tolong ikuti juga keinginan Papi " tegas Papi Aya yang tak terbantahkan.

" hikss,,, Aya bakal turutin keinginan Papi ,,, tapi kenapa harus sama pilihan Papi ,, apa Papi nggak mikirin gimana nasib Aya" tangis Aya yang baru bertemu sekali saja dengan Zain sudah bisa merasakan bahwa pria itu keras dan mungkin saja kasar .

" Kalau Papi ingin Aya menikah ,,, Aya akan nikah sama pacar Aya kenapa harus sama,, " ucapan Aya terhenti .

" Papi menikahkan kamu dengan Zain karena Papi tau dia baik dan bisa jadi pemimpin yang baik untuk kamu Aya " pernyataan tegas Papi pada putri nya .

Deg

Seketika jantung Zain berdetak kencang mendengar ucapan Papi Aya , kenapa dia sepercaya itu pada Zain yang bahkan belum tentu bisa memperlakukan putri kesayangan dengan baik .

" Papi menyayangi kamu sejak dari dalam kandungan sampai sekarang Aya dan nggak mungkin Papi akan menyerahkan kamu pada orang yang tidak Papi percaya " sambungan ucapan Papi Aya membuat Zain semakin meneguk Saliva .

" jangan terlalu percaya Pi" rengek Aya mengusap air mata mengingatkan Papi nya agar tak begitu mempercayai orang asing .

" Apa Papi lupa kalau Aya pernah hampir mati ditangan orang kepercayaan Papi " ucapan Aya berhasil membuat Papi nya terdiam bahkan menatap Zain dengan keraguan .

" Jika Om ragu a,,," Zain belum menyelesaikan ucapan nya tapi Papi Aya sudah menyambung nya .

" Om percaya padamu nak , tapi ingat ya kepercayaan Om itu kaca" kata Papi Aya yang membuat Zain kembali terdiam tak punya jawaban .

" Aya jalani dulu pernikahan nya jangan sibuk memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi " ucap Mami menenangkan putrinya.

" Tapi nanti Daddy ini jahat sama Aya Mi" rengek Aya yang bisa merasakan Zain adalah orang pemarah.

" kalau dia jahat ya jahatin balik lah sayang " kata Mama memeluk calon menantu nya itu .

" boleh" tanya Aya menatap Zain penuh damba seolah sebuah mainan baru yang siap dia eksekusi.

Next .

...Selamat datang pembacaku jangan lupa tinggalkan jejak ya👣🤭....

Bab 2 butik sebagai mahar

" Tapi Aya masih sekolah Tante " kata Aya menatap Mama Zain yang masih memeluk nya .

" untuk sementara jelang Aya tamat pernikahan kalian akan di rahasiakan dulu " jawab Mama yang membuat Aya langsung berwajah murung .

" Kenapa sedih nak?" tanya Papa Zain melihat ekspresi sedih gadis kecil itu.

" Aya sudah punya pa,,,," ucapan Aya terpotong.

" khmm,,, bicaralah dulu kalian berdua kami berempat ada urusan " ucap Papi Aya tiba-tiba.

" Baik Om " setuju Zain yang memang harus bicara dengan Aya mengingat pernikahan mereka nanti malam .

" sekalian ya Zain antar Aya pulang jangan sampai dia keluyuran" ucap Mami yang sangat hafal kelakuan anak nakal itu jika tidak di pantau .

" kami pergi dulu " pamit Zain bersalam pada orang tua mereka .

Di parkiran.

" ayo masuk " ucap Zain setelah membuka kunci pintu mobilnya menggunakan remote control.

" Nggak mau Aya naik mobil Aya aja" cemberut Aya berdiri memangku tangan nya menatap mobil sport Zain yang merupakan mobil edisi terbaru.

" Kamu tidak mendengar permintaan Mami tadi pada saya" kata Zain dengan nada bicaranya yang formal .

" kan Mami mintanya sama Daddy tadi bukan sama Aya " jawab Aya bodo amat dan akan pergi menuju mobilnya tapi tangan nya langsung di pegang Zain .

" ihhh, apa sih jangan pegang-pegang nanti pacar Aya marah " ucap Aya menepis tangan Zain yang menyentuhnya.

" Saya tidak peduli , sekarang masuk " tegas Zain begitu dingin .

" enggak " keras kepala Aya tetap tak mau masuk.

" masuk sendiri atau Saya yang memasukkin mu" pilihan dari Zain yang membuat Aya mendadak emosi dengan pria pemaksa itu .

" minimal bukain pintulah, pantas aja jadi bujang lapuk nggak ada romantis-romantis nya" hujat Aya terang-terangan di depan Zain , karena memang selama ini Aya selalu di perlakukan begitu manis oleh pria apalagi pacarnya yang sangat romantis.

" kurang ngajar , berani kamu mengatai Saya bujang lapuk " geram Zain mengepal tangan nya.

" apa marah?, emang bujang lapuk " hujat Aya tepat di depan wajah Zain .

" hufftt,,,,sabar Zain " Zain menarik nafas panjang mencoba meredam emosi nya yang mendadak ingin meledak berhadapan dengan Bocil itu.

" cepat masuk " ucap Zain membukakan pintu .

" nggak usah bisa sendiri " ketus Aya masuk ke mobil Zain dan membanting pintu mobil sport Zain cukup keras sampai dia yang masih berdiri di luar kaget mendengarnya.

" Aku harap aku tak membunuh Bocil menyebalkan ini nanti saking emosinya" rutuk Zain mengumpat lalu masuk ke mobilnya.

Zain menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang membelah jalanan perkotaan serta sesekali juga menoleh pada Aya yang masih memakai seragam sekolah itu.

" Apa lihat-lihat Daddy, Aya cantik ya" goda Aya mengedipkan matanya dengan centil pada Zain sampai pria dewasa itu merasa minder .

" dihhh kepedean banget kamu " ketus Zain memilih fokus menatap jalan raya.

" Lah emang Aya cantik " kata Aya kepedean,tapi walaupun begitu Aya memang cantik Zain tak bisa memungkiri nya .

" lah kok berhenti ?" tanya Aya .

" ganti baju kamu dulu , saya nggak mau ya nanti di sangka sugar Daddy beneran karena jalan sama anak sekolahan " ucap Zain .

" dihhh,,, Aya lebih malu lagi jalan sama Daddy-Daddy " kata Aya jauh lebih menyebalkan lagi dari Zain .

" sekarang Saya tanya sama kamu apa yang salah dari penampilan saya sampai kamu menganggap saya seperti Daddy-Daddy?" tanya Zain to the points merasa heran dengan Aya yang menjuluki nya Daddy .

Padahal kalau dari segi penampilan Zain cukup keren untuk pria seusia nya bahkan Zain bisa menyamakan style dengan perkembangan zaman.

" ini " tunjuk Aya pada penampilan Zain yang sangat formal bahkan memakai stelan jas kantor khas pebisnis.

" Saya memang dari kantor " ucap Zain sekarang mengerti kenapa Aya memanggil nya Daddy karena memang pakaian nya yang sangat formal .

" Aya juga dari sekolah " jawab Aya sambil cemberut.

" yaudah Ayolah ganti baju " kata Zain keluar dari mobilnya dan berjalan duluan memasuki butik .

5 menit kemudian .

" apa ada baju kamu di dalam mobil saya?" tanya Zain membuka pintu mobilnya menatap Aya yang masih duduk di dalam mobil itu .

" tidak" jawab Aya sambil menunduk cemberut.

" Lalu ngapain masih disini ?" tanya Zain yang tadinya sudah masuk ke butik tapi Bocil itu tidak mengikuti nya .

" Tas Aya ketinggalan di ruangan Papi " suara kecil Aya melirik butik mewah kelas internasional yang sudah pasti mahal harga bajunya sedangkan Aya tak bawa dompet bahkan ponselnya ketinggalan di tas nya .

" Terus kalau ketinggalan kenapa, Apa tanpa tas itu kamu tidak bisa ganti baju ?" tanya Zain berdiri bersandar pada mobilnya.

" Nanti Aya bayar pake apa semua nya ketinggalan termasuk ponsel , mana cash di saku cuma 42 ribu" kata Aya dengan jujurnya mengeluarkan sisa uang jajan yang tertinggal dari kantong rok nya .

Zain menutup mulut menahan tawa melihat Bocil menyebalkan itu yang terlihat sedih sekali memandangi uang 43 ribu yang di pegang nya .

" hummm,,, apa yang Daddy tertawakan " kesal Aya merasa diledek oleh pria dewasa sialan itu .

" Cepatlah benar-benar Bocil bodoh , kalau jalan sama laki-laki itu nggak usah mikirin apapun" kata Zain merujuk pada tanggung jawab sebagai laki-laki ketika jalan bareng.

" Bodoh-bodoh gini nggak mau porotin laki-laki hanya demi mempercantik diri " jawaban singkat Aya yang mengundang senyum tipis di wajah Zain .

" Jadi kalau jalan kamu yang bayar?" tanya Zain mengangkat Alis menatap Aya yang kini berjalan mengikuti nya.

" enggak sih " kekeh Aya .

" jadi?" tanya Zain semakin heran .

" minimal kalau nggak dibeliin tahan selera lah " jawaban ambigu Bocil itu tertawa keras .

" Kalau dibeliin?" tatapan sebelah mata Zain yang bisa menebak pikiran Bocil sialan itu.

" ya kali nolak rezeki , Ayo Daddy " semangat Aya dengan happy nya .

" Berhenti memanggil saya Daddy" komplen Zain .

" nggak mau, Daddy ,,,Daddy " kata Aya dengan santainya di sepanjang jalan terus 0memanggil Zain Daddy membuat pria dewasa itu bernafas kasar .

" pilihlah cepat " kata Zain pada Aya .

" Satu rak boleh?" goda Aya menaikkan alisnya menggoda Zain sekaligus menguji mentalnya.

" Kalau kamu ingin butik ini sebagai mahar akan saya belikan " jawab Zain dengan cool nya .

" enggak " ketus Aya yang niatnya ingin menguji Zain pelit atau tidak tapi malah kena mental sendiri .

Aya memilih satu baju lalu segera mengganti ke ruang ganti bersama pelayan butik meninggalkan Zain sendiri .

" humm,, berani sekali dia menguji ku " senyum kecut Zain geleng kepala hampir saja dia terjebak permainan Bocil licik itu .

Aya yang sudah selesai mengganti baju itu duduk di sofa menunggu Zain yang mengganti baju .

" Astaga" kaget Aya saat pria itu mengganti bajunya dia langsung berubah rupawan.

Next .

Jangan lupa like dan vote✅

Bab 3 menikah

" Emang dasar Daddy-Daddy gatel ya, tebar pesona" hujat Aya tak suka melihat gaya berpakaian Zain mengesampingkan rasa kagumnya dengan ketampanan pria matang itu .

Zain memakai celana jeans dengan atasan kemeja hitam yang 2 kancing bagian atasnya sengaja tidak di kancing sehingga memperlihatkan tubuh atletisnya.

" gatel gimana?" tanya Zain mempelototi Bocil itu begitu sampai di depan nya.

" Apaan pake baju buka-bukaan begini biar apa?" kata Aya mempelototi Zain balik dan mengancingkan kemeja Zain yang terbuka secara spontanitas .

Naluri Zain sebenarnya ingin menolak kelancangan Aya yang mengancingkan kemeja nya tapi fisiknya malah diam seribu bahasa menerima perlakuan yang tak pernah dia dapatkan itu .

" besok-besok kalau mengancingkan baju itu sampai selesai Daddy" kata Aya yang juga pernah marah pada Papi nya karena pake baju seperti itu.

" Itu akan menjadi tugas kamu setelah jadi istri saya" tegas Zain dengan senyum smkir nya .

" dihhh nggak mau emang Aya babu" tak setuju Aya mempelototi Zain.

" itu tugas mu" tegas Zain yang sedang memakai jam tangan itu .

" nggak mau " jawab Aya berjalan dibelakang mengikuti Zain .

" terserah, jika kamu mau berdosa " jawaban santai Zain berjalan semakin cepat dengan langkah lebarnya.

" Ehhh,, jangan bawa-bawa dosa ya Aya nggak mau nikah sama Daddy kalau gitu nanti ngejawab dikit aja dosa karena ngelawan yang lebih tua " omel Aya berlari mengejar Zain yang sudah jalan duluan itu .

" makanya jangan ngelawan " jawab Zain santai .

Sesampai di mobil .

" terus kita kapan cerai nya Daddy kalau nikah ?" tanya Aya begitu masuk kedalam mobil .

" Astaga, nikah aja belum dan kamu sudah bertanya kapan bercerai " ucap Zain menatap gadis itu sambil geleng kepala .

" Ya kan biar Aya nggak ragu , lagian kita nikah kan cuma buat penuhin permintaan orang tua kita " kata Aya menatap Zain penuh harap .

Zain sama sekali tidak menjawab bahkan berbicara saja tidak sejak Aya menanyakan perihal perceraian.

" Daddy " panggil Aya setelah lama menunggu jawaban dari Zain.

" apa" ketus Zain .

"jadi sampai kapan?" tanya Aya butuh kepastian.

" kenapa bertanya begitu?" tanya Zain lagi .

" Ya kan Aya udah punya pacar Daddy" kata Aya yang sebenarnya sangat berat hati untuk menikah , bagaimana jika pacarnya tau .

" kamu pikir saya juga tidak punya pacar" ketus Zain yang sebenarnya sama-sama mengorbankan perasaan sama seperti Aya hanya saja disini dia tak terlalu mencintai pacarnya lagi .

" lah bagus dong nanti pas kita cerai biar sama-sama datang ke pernikahan masing-masing" kata Aya dengan santainya.

" hummk, bagi saya menikah itu sekali seumur hidup " tegas Zain menghentikan mobilnya di tengah jalan, karena bagaimana pun Zain sudah ikhlas menerima semua ini.

" hahh,,,,, jadi setelah kita cerai Daddy bakalan jadi duda seumur hidup" kaget Aya .

" tidak ada istilah cerai dalam pernikahan kita nanti jadi putuskan pacar kamu itu " tegas Zain .

" ihhh,,, nggak mau kalau gitu nggak usah nikah aja kita" tak setuju Aya .

" Jadi setelah kita menikah kamu masih ingin pacaran?" tanya Zain dengan seksama .

" Iya lah ,hubungan kami lebih dulu ada daripada hubungan kita " ucap Aya dengan egois serta pemikiran labil nya .

" Baiklah lakukan semua sesuka kamu mu, tapi jangan pernah minta peran suami dari saya" tegas Zain dengan ekspresi datarnya.

" okey,,, tapi kalau seandainya Papi udah nggak ngasih Aya jajan Daddy harus kasih Aya uang " syarat Aya yang diangguki Zain .

Malam harinya pernikahan sederhana itu dilangsungkan di apartemen Zain dengan hanya diketahui pihak keluarga dan beberapa orang saksi .

Setelah serangkaian acara dan perpisahan keluarga kini tinggallah Zain dan Aya di kamar berdua .

" Daddy mau kemana?" tanya Aya pada Zain yang keluar ruang ganti memakai baju casual nya .

" ke Club' " jawaban singkat Zain yang sedang menggulung lengan kemejanya, bahkan walaupun mereka baru menikah rasanya tak lebih dari dua orang asing yang dipaksa bersama .

" ikut dong Daddy " kata Aya penuh harap menghampiri Zain yang berdiri di depan kaca itu .

" Hehhhh Bocil besok sekolah sudah malam ini " ucap Zain berbalik menatap Bocil yang memakai piyama tidur itu yang malah ingin ikut dengan nya ke Club .

" besok libur tanggal merah " kata Aya dengan semangat pergi keruang ganti .

" Saya tidak akan membawa kamu ke Club , bisa di bunuh Papi saya " ucap Zain formal yang baru beberapa jam yang lalu menikahi dan mengambil alih tanggung jawab atas Aya dari Papinya .

Rasa nya masih terngiang-ngiang ditelinga Zain semua ucapan Papi Aya ditelinga nya yang membuat Zain merasa benar-benar terikat dalam pernikahan ini walau bagaimanapun nantinya.

" Ya kan perginya diam-diam Papi nggak akan tau " bujuk Aya yang sangat senang pergi ke Club untuk berjoget .

" cukup kamu yang pembohong jangan ngajak-ngajak saya" ketus Zain segera berjalan keluar kamar .

" mmhk,, kalau nggak bawa Aya Daddy juga nggak boleh pergi " tegas Aya memegang lengan Zain yang akan membuka pintu kamar itu .

" lepaskan sebelum saya marah" tegas Zain menepis tangan Bocil itu tapi dia menempel seperti cicak di lengan Zain .

" nggak mau ,,, Aya takut disini " keras kepala Aya tetap memegang lengan Zain , selain ingin ikut ke Club sebenarnya Aya lebih takut lagi di tinggal di apartemen sendirian.

" astaga Bocil ini " lesu Zain mengurungkan niatnya untuk pergi ke Club , baru ingat kalau mereka hanya tinggal berdua di apartemen tentu Bocil itu akan takut jika ditinggalkan sendiri di apartemen semalam ini .

" tidur sana saya tidak akan pergi " ucap Zain kembali memutar langkah nya menuju ranjang .

" beneran ?" tanya Aya kurang percaya belum melepaskan lengan Zain .

" Iya " kata Zain kembali masuk ruang ganti .

" kamu tidur di bawah ?" tanya Zain begitu keluar ruang ganti melihat Aya yang sedang membentangkan kasur di samping ranjang nya.

" Iya Daddy kalau tidur di kamar sebelah sendirian Aya takut jadi tidur di bawah aja deh " kata Aya mengambil keputusan dan tak mau juga tidur seranjang dengan Daddy Zain.

" terserah kamu saja" suara lesu Zain berbaring di atas ranjang king size nya , sebenarnya walaupun tidak mencintai Aya dia sama sekali tak berniat menyuruh Aya tidur pisah ranjang dari nya tapi kalau sudah inisiatif Bocil itu dia bisa apa.

" lampunya jangan dimatikan ya Daddy " kata Aya pada Zain yang berbaring di ranjang itu .

" mmmh" jawab Zain tanpa mengalihkan tatapan dari ponselnya walaupun pada akhirnya nanti jika Bocil itu sudah tidur dia akan tetap mematikan lampu.

" umur Daddy berapa?" tanya Aya penasaran berbaring menghadap Zain yang berbaring di atas ranjang itu .

Deg

Begitu Zain melirik Bocil itu dia meneguk Saliva melihat Aya yang berbaring dengan rambut tergerai itu .

Next.

Kasih hadiah dulu dong🤭

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!