NovelToon NovelToon

Apocalypse: I Have Farm System

Chapter 001 : Farm System

—April 2240, Blue Star—

Blue Star, yang memiliki keindahan dengan perairan luas; memiliki kilauan yang sempurna ketika memantulkan sinar matahari. Namun kini, keindahan itu tidak lagi ada; dilihat dari luar angkasa, tidak ada lagi keindahan itu, tidak ada lagi planet berwarna hijau dengan dominasi biru. Planet itu—telah hilang!

Blue Star yang sekarang sangat berbeda: tidak ada langit biru, tidak ada lagi sinar matahari, tidak ada lagi lautan luas. Bahkan, tumbuhan pun sudah tidak terlihat; jika ada, itu sangat langka.

Blue Star yang awalnya memiliki manusia dengan jumlah lebih dari 96 miliar, kini bahkan tidak ada 10% dari jumlah awal.

Blue Star bisa jadi seperti ini, itu karena perang nuklir yang terjadi beberapa dekade lalu. Perang nuklir ini terjadi karena salah satu negara adidaya yang tidak mau menyerah dalam menguasai sumber daya negara lain, dan itu memancing kemarahan negara adidaya lainnya yang menimbulkan adanya perang.

Perang nuklir tidak hanya meninggalkan kerusakan pada alam, tapi juga radiasi tinggi yang membuat binatang berevolusi. Binatang meningkat dalam segi ukuran dan keganasannya, bahkan kucing rumahan memiliki ukuran seperti singa dan kekuatan seperti beruang.

***

Di apartemen yang rusak parah dengan retakan di seluruh bangunan, masih ada manusia yang tinggal di dalamannya untuk berlindung dari binatang di luar sana.

Tapi daripada binatang, lebih tepatnya berlindung dari manusia lain.

Pada salah satu kamar, ada seorang remaja berusia awal 17 tahun tengah duduk di lantai dan bersandar di tembok kusam.

Matanya kusam tanpa cahaya, seolah tidak memiliki jiwa lagi di dalamnya, dan benar. Jika dilihat lebih dekat, tubuhnya tidak bergerak sama sekali, bahkan tidak ada udara yang keluar dari lubang hidungnya.

Tapi, tidak lama kemudian, cahaya berkumpul di matanya dan mendapatkan warnanya lagi. Jari-jari tangannya bergerak...

"Haaa... Huuu..." Remaja itu bernapas dengan liar, seolah baru keluar dari kolam dan berusaha mendapatkan oksigen.

Remaja itu mengembuskan napas panjang setelah beberapa kali menarik napas. Kemudian dia melihat sekeliling, mengerutkan keningnya dengan bingung.

"Di mana?" Remaja itu melihat sekeliling dan mencoba untuk berdiri, tapi kakinya sangat lemah sampai terjatuh lagi.

"Bukannya aku tenggelam? Kenapa aku di sini?"

"Ack!" Tiba-tiba rasa sakit melanda kepalanya dan berbagai macam ingatan mulai tertanam di kepalanya.

"Ini ..." Dia memegangi kepalanya dengan napas terengah-engah dan wajah penuh keringat, lalu tertawa kecil seperti orang yang kehilangan kewarasannya.

Dia kembali duduk bersandar di dinding, tangan kirinya bertumpu di lutut dan tangan kanannya memegang dahi. "Inikah yang namanya terlahir kembali? Aku adalah generasi kedua yang kaya, berlibur dengan kapal pribadi, tapi siapa sangka ada kecelakaan."

"Sial! Bagaimana nasib semua wanitaku?!"

Ya... Dia bisa dibilang adalah orang yang brengse*, memiliki sekitar 14 wanita yang pernah tidur bersamanya. Tentunya dia tidak mengambil wanita-wanita itu dari pria lain, dia berusaha, bahkan jika para wanita itu hanya tertarik dengan hartanya, dia tidak peduli.

Dia menarik napas dalam-dalam, lalu menutup matanya; memikirkan tindakan apa yang harus diambil ke depannya untuk bisa bertahan di dunia ini. Ingat, dia hanya generasi kedua kaya yang brengse*, bukan bodoh!

"Bertahan hidup di sini sangat sulit. Jika kau memiliki kekayaan, kau mungkin akan dirampok. Kekayaan di dunia ini semacam kejahatan jika kau tidak bisa menjaganya."

Dia, Yang Chen membuka matanya dan menghela napas.

Dalam ingatan yang muncul di benaknya, pernah ada sepasang orang tua yang menemukan makanan di tempat sampah dan masih bisa dimakan, tapi ada saksi mata yang melihatnya, sehingga orang tua itu dirampok, dibunuh hanya untuk sekantong roti.

"Yang Chen!"

Yang Chen tertegun, dia mendongak melihat pintu yang bergetar. Tiba-tiba, gambaran lain muncul di benaknya. Dia ingat suara yang memanggilnya adalah pemilik atau orang yang menyatakan bahwa semua kamar di apartemen ini miliknya, dan siapa saja yang tinggal di sini harus menyerahkan makanan setiap harinya.

Jika tidak menyerahkan, antara dipukuli, atau dibuang ke alam liar.

Yang Chen menarik napas dalam-dalam, lalu dia bertindak seolah-olah mati dalam posisi awal.

Bang!

Pintu terbuka secara paksa, dan ada seorang pria dengan tubuh kekar mengenakan baju hitam tanpa lengan. Momentum yang dibawanya cukup kuat, apalagi dengan beberapa orang di belakangnya.

Pria kekar itu berdiri di depan Yang Chen dengan kepala tertunduk dan tatapan mata yang dingin. "Periksa."

"Ya!" Salah seorang berlutut, dia mengangkat kepala Yang Chen. Menyentuh leher, dada dan pergelangan tangan.

Menghela napas, pria itu menggelengkan kepalanya. "Yang Chen mati." Ia menoleh ke belakang dan berkata, "Ketua, haruskah kita melemparkannya ke luar?"

Ketua terdiam, matanya tetap dingin menatap Yang Chen. "Tinggalkan."

Mengatakan itu, Ketua menendang kepala Yang Chen dengan keras, lalu berbalik arah.

Tanpa memeriksa lebih banyak, yang lain pergi mengikuti pria yang dipanggil ‘Ketua’ tersebut.

Yang Chen menarik napas dalam-dalam, dia batuk beberapa kali dan memuntahkan darah dari dalam mulutnya. Paru-parunya terasa sakit, napasnya sedikit berat, apalagi kepalanya terasa seperti mau pecah.

"Tubuh ini sangat buruk." Yang Chen menahan napas selama lima menit, tapi sudah membuat paru-parunya terasa seperti terbakar. Jika dulu, dia bisa menahan napas hampir sepuluh menit.

Adapun mengapa dia tenggelam dalam kecelakaan kapal bahkan meski bisa menahan napas. Itu karena dia berada dalam kabin, dan pintu di kabin tidak bisa dibuka karena tekanan air dari luar. Lalu pada akhirnya, dia mati secara perlahan-lahan.

Yang Chen berbaring di lantai yang dingin dengan napas tersengal-sengal, matanya kembali tertutup dan kesadarannya mulai menghilang.

Di sampingnya, ada benda kecil seperti batu kerikil, batu kerikil itu terkena muntahan darah Yang Chen.

Awalnya tidak ada yang aneh, namun tiba-tiba batu itu bergetar dan darah disekelilingnya diserap. Kemudian, batu itu memancarkan cahaya biru. Cahaya biru itu berkumpul menjadi satu titik yang terbang ke arah Yang Chen dan memasuki kepalanya melalui kening.

[Ding!...

[Menemukan darah yang sesuai...

[Memulai mengikat Farm System...

[5% ... 17% ... 42% ... 69% ... 88% ...

[Ding! Berhasil mengikat Farm System dengan Tuan Rumah!]

[Mendeteksi tubuh Tuan Rumah yang sekarat]

[Menghadiahkan pemulihan tubuh pada Tuan Rumah]

Yang Chen yang tidak sadarkan diri, merasa hangat di sekujur tubuh dengan bagian kepala yang terasa sejuk. Dia tidak merasakan adanya sakit di kepalanya lagi, napasnya tidak sesak, dan bagian anggota tubuhnya tidak lagi terlihat seperti tulang dibalut kulit.

Yang Chen bangun tidak lama setelah tubuhnya pulih. Dia memegang kepalanya di mana dia ditendang tadi. "Tidak ada?" Matanya terbelalak.

Tadi, dia yakin ada retakan di bagian kiri kepalanya akibat tendangan, tapi sekarang tidak ada lagi retakan.

"Tunggu." Yang Chen melihat tangannya yang berbeda, dia juga mencoba menggerakkan kakinya.

Dia berdiri dan berhasil, dia tidak jatuh seperti sebelumnya di mana kakinya sangat lemah. Bahkan sekarang dia bisa melompat-lompat, dia juga menemukan tubuhnya terasa lebih ringan.

Dia menoleh ke arah jendela yang pecah, melihat ke luar di mana area sekitar tidak bisa digunakan sebagai tempat tinggal.

"Aku harus pergi dari sini, tapi sebelum itu, sepertinya aku mendengar sesuatu di kepalaku."

Ketika mengatakan itu, tiba-tiba muncul layar yang melayang di depan matanya. Layar ini seperti layar pada komputer dengan halaman utamanya adalah hamparan rumput, ada juga bangunan kecil seperti gudang berwarna merah, petak sawah, sumur, pohon, dan lain sebagainya.

Pada bagian pojok kiri atas, terhadap avatar kecil dengan gambar yang sesuai dengan wajah Yang Chen.

"Ini ..." Yang Chen tahu apa yang ada di depan matanya ini, ini adalah sistem yang biasanya muncul saat karakter utama dalam novel ataupun manhua berpindah ke dunia lain.

"Kotapraja?" Yang Chen mencoba menyentuh layar di depannya, tapi tidak ada rasa sentuhan, dan tangannya juga menembus layar.

Dia mencoba memfokuskan pikirannya pada layar, dan tiba-tiba avatar di pojok kiri atas terbuka, memperlihatkan informasi diri.

[Nama : Yang Chen]

[Level : 01] [0/20]

[Level Pertanian : 01] [0/150]

[Vitalitas : 0.8] [Stamina : 1.0]

[Kekuatan : 0.7] [Kelincahan : 0.9]

[Kecerdasan : 1.0]

[Catatan] [Statistik rata-rata orang dewasa adalah 1.0]

Yang Chen mengangguk dan hendak menghilangkan layar di depannya, tapi tiba-tiba muncul pemberitahuan lain.

[Ding! Mendapatkan Paket Pemula!]

[Apakah Tuan Rumah ingin membukanya?]

Yang Chen memilih untuk membukanya langsung, meski dia rasa harusnya pergi mencari tempat yang aman lebih dulu, namun sisi lainnya mengatakan harus membuka hadiah ini sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

[Ding! Membuka Paket Pemula]

[Selamat! Mendapatkan Kapak Besi (D), Cangkul Besi (D), Sabit Besi (D), Sekop Besi (D), Air Mineral 1,5L, dan Sandwich ×10]

...

***

*Bersambung...

Chapter 002 : Berhasil Pergi

Yang Chen memang tidak berharap banyak, sehingga dia tidak kecewa dengan hadiah yang diterima. Bagaimanapun, sistem yang dibangkitkan adalah sistem pertanian.

Saat dia melihat ada air, tiba-tiba tenggorokannya terasa kering.

Dia membuka mencoba untuk mengeluarkan air mineral dari sistem. Cahaya seperti bilangan data muncul di depannya, lalu berubah menjadi air minum dalam botol.

Tanpa banyak berpikir, Yang Chen mengambilnya dan menenggak air hingga habis setengahnya.

"Ini enak, lebih enak dari air mineral yang biasa aku minum." Yang Chen melihat air yang tersisa, dia memiliki keinginan untuk menghabiskannya, tapi dia menggelengkan kepala dan menyimpan kembali.

Yang Chen naik ke jendela, dia melihat tanah yang tidak terlalu tinggi karena saat ini dia hanya di lantai dua.

Dia keluar melalui jendela, lalu menangkap pipa besi yang menempel di tembok untuk bergerak turun.

Dia harus berhati-hati, bukan karena takut jatuh, tapi dia takut jika ada yang tahu bahwa dia mencoba kabur dari tempat ini.

Tinggal di sini diperbolehkan asalkan membayar biaya perlindungan, tapi setelah tinggal, tidak bisa asal keluar. Kabur saat mencari sumber daya di luar? Maaf, Ketua di sini akan mengirim orang untuk mengawasi, dan apabila ada yang mencoba untuk kabur, orang itu akan langsung dibunuh.

Yang Chen berhasil turun, dia langsung bersembunyi di balik tempat sampah. Dia melihat pagar setinggi dua meter yang berjarak sekitar 50 meter dari tempatnya saat ini.

"Aku tidak tahu apa aku bisa pergi ke sana."

Menurut ingatan yang ada, di atap apartemen ada yang berjaga-jaga. Adapun apakah yang berjaga itu membawa senjata, dia tidak tahu, karena bagaimanapun amunisi sangat berharga, dan tidak mungkin digunakan hanya untuk membunuh manusia yang kabur.

Yang Chen menarik napas dalam-dalam, dia mendongak melihat ke puncak apartemen. "Jika ada sinar matahari, aku bisa menentukan apakah di sana ada orang atau tidak."

Yang Chen menyentuh dadanya, detak jantungnya terasa cepat dan dia gugup. Takut? Bohong jika dia tidak takut, karena bagaimanapun nyawanya dipertaruhkan di sini.

"Pergi." Yang Chen bertaruh, dia keluar dari tempat persembunyiannya dan berlari ke arah tembok.

Dia berlari cukup cepat dan senang saat tidak ada respon dari atas atap. Tapi saat sudah bergerak 20 meteran, ada teriakan dari atap:

"Berhenti!"

Yang Chen tidak peduli, dia terus berlari tanpa melihat ke belakang.

Bang!

Terdengar suara tembakan dari atap.

Yang Chen melihat ke samping kiri, dia menemukan ada peluru yang tertanam di tanah.

Dia sangat takut sampai tubuhnya basah akan keringat, tapi ketakutannya dikalahkan oleh tekad untuk bertahan hidup di luar sana. Dia melompat ke kiri dan berguling, bersamaan dengan ledakan kecil di tempatnya berdiri awal tadi, dan di sana sudah ada peluru yang tertanam di tanah.

Dia sudah berlari sejauh 35 meter, hanya tersisa 15 meter lagi dan dia bisa meninggalkan tempat terkutuk ini.

Yang Chen berdiri setelah berguling, lalu berlari secepat mungkin. Ketika dua atau tiga detik, dia langsung berhenti dan berjongkok.

Suara tembakan lain kembali terdengar, dan kali ini peluru tertanam di tanah di depannya. Jika Yang Chen tetap berdiri tadi, dia pasti akan terkena tembakan tepat di bagian punggungnya.

Yang Chen kembali berdiri dan berlari sekuat tenaga, kali ini dia tidak akan berhenti sama sekali.

"Yang Chen!"

Yang Chen mendengar suara teriakan dari atap, tapi dia tidak peduli sama sekali akan hal itu. Dia berlari secara zig-zag, kadang dua kali ke kanan bawah dan tiga kali kiri, kadang bergantian masing-masing satu kali.

Hingga akhirnya dia hampir sampai di tembok, dia berguling ke kanan tiga kali dan ke kiri sekali, lalu berlari melompati tembok.

Bang!

Tembakan lain kembali terdengar, tapi untungnya Yang Chen sudah mengangkat kakinya lebih dulu dan melewati tembok.

"Ketua, apa kita mengejarnya?"

Ketua menarik dan mengembuskan napas dengan penuh emosi; tangannya mengepal sampai terlihat urat-urat lengannya yang tebal.

Dia menoleh dan mengayunkan tangannya, menampar pria yang bertanya itu. "Bodoh! Kau menghabiskan banyak peluru, tapi tidak bisa membunuhnya?!"

Ketua itu nampak marah, dia melihat bawahan yang mengatakan kalau Yang Chen sudah mati. Dia mendengus dingin, lalu pergi meninggalkan atap untuk masuk ke dalam ruangannya.

***

Yang Chen tidak berhenti berlari meski sudah berhasil lolos dari tempat itu, namun lolos dari tempat itu saja belum berarti dia lolos dari kematian.

Dia harus mencari tempat berlindung lain sebelum malam, karena malam hari adalah waktu paling berbahaya. Terutama dia ingin mencari tahu tentang sistemnya lebih lanjut, dan tentunya harus berada di tempat yang aman agar lebih fokus.

Yang Chen terus berlari dan tidak tahu sudah berapa lama, tapi anehnya dia tidak lelah sama sekali.

Hingga tidak lama, dia menemukan rumah berlantai dua yang terlihat masih bisa ditinggali. Tanpa banyak pikir, dia masuk ke dalam rumah dan pergi ke salah satu ruangan di lantai dua.

Dia duduk di lantai, melihat layar yang muncul di depannya.

Ada karakter permainan yang memiliki penampilan sama seperti dirinya sedang berdiri di luar Gudang.

"Aku tidak tahu apa hasil panen bisa dibawa keluar. Tapi, harusnya bisa, kan? Bagaimanapun, aku bisa membawa keluar air minum dan sandwich."

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

[Toko]

[Beli] [Jual]

[Toko1] [Gandum (¥1,3)] – [🔒Jagung] [🔒Wortel] – [🔒🔒🔒] – [🔒🔒🔒]

[Toko2] [Pupuk Super (¥30)] – [🔒Tetes Roh] – [🔒🔒🔒] – [🔒🔒🔒]

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Yang Chen melihat item yang dijual, namun perhatiannya langsung tertuju pada Tetes Roh. Dia sangat penasaran akan hal itu, karena Roh sendiri adalah kajian yang masih sulit dijelaskan dengan ilmu modern.

Tapi daripada memikirkan itu, lebih baik melakukan hal yang pasti.

[Ding! Membeli Gandum (×4) dan Pupuk Super (×2). Menghabiskan ¥65,2] [Terisa ¥34,8]

Karakter dalam permainan (sistem) bergerak ke arah petak, lalu menaburkan benih ke empat petak berbeda.

Dia pergi ke Sumur di samping Gudang untuk mengambil air.

[Sumur Spiritual Level 01] [Sumur dengan sumber mata air berkualitas yang menyediakan air tanpa batas. Air bisa digunakan untuk menyinari tanaman, dan lebih baiknya bisa diminum langsung]

Yang Chen menyirami dan memberi pupuk pada tanaman, tapi tidak semua, dia membaginya menjadi kelompok yang berbeda:

Petak No. 01 : Tanpa diberi apapun. Akan matang dalam waktu 1 jam 59 menit 59 detik.

Petak No. 02 : Gandum dengan Air Sumur. Akan matang dalam waktu 3 jam 59 menit 59 detik.

Petak No. 03 : Gandum dengan Pupuk Super. Akan matang dalam waktu 7 jam 59 menit 59 detik.

Petak No. 04 : Gandum dengan Air Sumur dan Pupuk Super. Akan matang dalam waktu 15 jam 59 menit 59 detik.

Yang Chen tidak tahu mengapa yang tidak diberi apa-apa malah tumbuh lebih cepat, yang mana ini tidak masuk akal. "Kesampingkan masalah waktu panen yang tidak masuk akal, mengapa yang diberi semuanya malah memakan waktu lebih lama?"

"Apa kualitas? Gizi? Tapi dalam situasi seperti ini, orang-orang tidak peduli dengan gizi, mereka hanya peduli ada makanan atau tidak."

Yang Chen berdiri, dia pergi ke lemari dengan cermin buram. "Ngomong-ngomong, aku tidak tahu penampilanku di sini seperti apa."

Dia berdiri di depan cermin, mengamati penampilannya. Meski buram, dia tahu bahwa ini adalah penampilannya yang sama di kehidupan sebelumnya. Tapi, struktur wajahnya masih terlihat tidak baik, atau lebih tepatnya kekurangan gizi meski sudah diperbaiki oleh sistem.

"Yah, harusnya tidak masalah. Tidak akan lama untuk mengembalikannya seperti semula, apalagi makanan bukan jadi masalah. Sekarang hanya tempat tinggal dan keamanan yang perlu dipikirkan."

Ada bagian penting lainnya yang dibutuhkannya, namun karena tempat tinggal dan keamanan belum tersedia, maka dia tidak bisa meminta hal itu.

Yang Chen yang memiliki belasan wanita di kehidupan sebelumnya, mana mungkin bisa hidup sendiri tanpa wanita. Meskipun wanita tidak menghidupinya karena dia adalah generasi kedua yang kaya dan mahir dalam saham, tapi para wanita adalah alasan yang membuatnya hidup dan semangat bekerja.

Orangtua? Maaf, di kehidupan sebelumnya, dia tidak mendapatkan perhatian apapun selain transferan uang ¥100 juta per tahun. Orangtuanya bahkan tidak tentu pulang setahun sekali, dan dari kecil, dia dirawat oleh pengasuh.

Dia belajar dengan giat agar besarnya bisa membantu perekonomian keluarga, karena saat kecil, dia berpikiran bahwa orangtuanya bekerja keras untuknya, dan dia tidak ingin orangtuanya banting tulang.

Namun saat berusia 15 tahunan, dia baru sadar kalau orangtuanya adalah pemilik perusahaan terbesar di dunia dalam bidang teknologi informasi dan sumber energi baru. Dengan penghasilan $982,81 miliar per tahun.

Dia mengetahui hal itu juga karena orang kepercayaan orangtuanya datang ke rumah, dan atas perintah orangtuanya, setelah dia menginjak usia 15 tahun, semua uang yang terhitung ¥1,5 miliar ditransfer sepenuhnya setelah sebelumnya ditahan karena dia belum cukup umur.

Dia yang mengetahui bahwa dia memiliki banyak uang, langsung berubah sepenuhnya. Meski dia masih pekerja keras dan giat belajar, namun dalam pengeluarannya sangat boros.

Yang sebelumnya dia menghabiskan ¥300 per bulan, meningkat menjadi ¥100.000 per bulan.

Yang Chen tertawa, entah mengapa tiba-tiba dia teringat akan orangtuanya. "Aku tidak tahu apa mereka sedih saat tahu aku mati tenggelam."

...

***

*Bersambung...

Chapter 003 : Panen dan Perkembangan Awal

Yang Chen terlihat bahagia, itu karena dia sudah menunggu lama dan Gandum akhirnya panen. Tapi sebenarnya dia agak kecewa, karena bibit awalnya bukanlah beras.

Mengolah gandum cukup sulit apabila ingin mencari rasa yang enak, berbeda dengan beras, hanya perlu mengupas kulitnya, lalu mencuci dan merebusnya.

Tapi, untuk saat ini patut disyukuri, setidaknya dia tidak perlu mengais sampah atau menggali tanah untuk mencari cacing.

Adapun binatang yang terkontaminasi oleh radiasi nuklir yang belum hilang semenjak peperangan, memang bisa dikonsumsi, tapi tidak untuk semua orang. Jika tidak memiliki ketahanan, manusia yang mengonsumsi akan berubah seperti monster.

Dalam ingatan Yang Chen sendiri, tidak pernah melihatnya, itu hanya diceritakan oleh seseorang. Tapi jangankan monster, dalam ingatannya sendiri tidak ada yang namanya orangtua di kehidupan ini.

Kesampingkan masalah itu, Yang Chen melihat Gandum yang berhasil dipanen.

[Ding! Berhasil memanen hasil pertanian untuk pertama kalinya]

[Ding! Mendapatkan 10.000 Poin Pertanian, ¥100, Kolam Air , 10 Slot Gudang]

[Ding! Berhasil meningkatkan Level Sistem (6)] [Mendapatkan 1 Petak Lahan]

[Ding! Berhasil meningkatkan Level Sistem (7)] [Mendapatkan 1 Petak Lahan]

...

[Ding! Berhasil meningkatkan Level Sistem (10)]

[Ding! Membuka Toko Hewan Ternak, Meningkatkan 200% Kualitas Udara, ¥1.000, 10 Slot Gudang, Tubuh Utama bisa Memasuki Lahan Pertanian Ilahi]

...

[Ding! Berhasil meningkatkan Level Sistem (11)] [Mendapatkan 1 Petak Lahan]

Yang Chen terdiam membeku saat melihat banyak notifikasi yang muncul di depan matanya. Dia membacanya satu-satu, dan akhirnya mengerti bahwa tempat yang seperti Kotapraja ini ternyata memiliki nama Lahan Pertanian Ilahi.

"Aku, bisa masuk?" Matanya terbelalak penuh keterkejutan, lalu ada kebahagiaan yang tidak bisa ditahan.

Dengan fitur baru ini, keamanannya di dunia ini bisa dibilang sudah terjamin. Hanya saja, apakah ada batas waktu atau tidaknya.

"Coba dulu." Yang Chen berdiri dan berkata, "Masuk ke Lahan Pertanian Ilahi."

Tidak ada perubahan atau suatu tanda pada tubuhnya, namun tiba-tiba dia menghilang di tempatnya berdiri.

Ketika dia muncul, dia sudah tiba di hamparan rumput kecil dengan udara segar, serta ada aroma rumput yang menenangkan.

Yang Chen membuka mata, melihat langit biru. Merentangkan tangannya, menikmati tiupan angin sejuk yang menggoyangkan rambut dan pakaiannya.

Dia menoleh ke kanan, melihat bangunan berwarna merah dengan ukuran 25 meter persegi, yang sepertinya adalah Gudang.

Di arah kiri ada petak tanah yang dibatasi oleh pagar kayu, dan di sana ada 14 petak, yang masing-masing petak memiliki ukuran 2,5 × 2,5 meter.

Di samping Gudang ada Sumur dan Kolam Air. Ada juga lahan kosong di samping tempat dia menanam Gandum, dan sepertinya tempat itu digunakan untuk Peternakan. Tapi dia juga bisa mengatur ulang posisi masing-masing bangunan yang ada di tempat ini.

Yang Chen pergi ke Gudang dan masuk ke dalamnya. Tempatnya seperti bangunan gudang pada umumnya, namun di seberang pintu, terdapat meja kontrol dan layar yang menempel di dinding.

Fiturnya sama seperti saat dia melihatnya dari luar Lahan Pertanian Ilahi.

"Jika mau mengeluarkan hasil panen ke luar, harus memindahkannya dulu dari Gudang ke Inventaris? Tidak sulit sama sekali." Yang Chen memindahkan setengah dari hasil panen barusan.

Jika 1 ha lahan bisa menghasilkan 2 — 6 ton gandum, dan ambil saja sebagai hasil tertinggi, maka lahan 6,25 meter persegi akan mendapatkan 375 gram gandum, tapi nyatanya hasil yang didapatkan dari satu petak lahan tadi berjumlah 750 gram. Itu adalah jumlah besar, hasil ganda dari panen di dunia nyata.

Yang Chen tidak suka gandum, dan dia langsung menjual semuanya.

[Ding! Berhasil menjual 750 gram Gandum (E). Mendapatkan ¥9,75]

[Total ¥1.044,55]

Yang Chen hanya menjual gandum mentah, jika gandum diolah seperti menghilangkan kulit maupun menghaluskannya menjadi tepung, itu akan meningkatkan harga jual. Tapi, tidak seperti yang lain, untuk mengolahnya mengharuskannya untuk membeli alatnya dengan harga ¥1.333. Itu sudah satu paket dengan alat untuk mengubahnya menjadi tepung.

"Inventori awal adalah sepuluh, dan karena aku naik ke Level 10, mendapat tambahan lima slot. Bukan berarti aku tidak bisa menyimpan barang di Gudang, tapi jika aku menyimpannya di sana, aku harus masuk ke Lahan Pertanian Ilahi dulu untuk mengambilnya."

"Yang lebih penting, tubuhku bisa memasuki Lahan Pertanian Ilahi. Dengan demikian, aku tidak perlu khawatir jika bertemu bahaya. Aku juga bisa mencoba makanan di sini tanpa diketahui orang lain. Tapi, setelah delapan jam, aku akan dipaksa keluar."

Yang Chen melihat barang-barang yang dijual, termasuk harga yang harus dibayar untuk meningkatkan Gudang sebesar ¥25.000. Dia mengepalkan tangannya, lalu menekan tombol untuk membeli kandang.

[Ding! Berhasil membeli Kandang 100 m². Menghabiskan ¥400]

[Tersisa ¥644,55]

[Ding! Berhasil membeli 100 Ayam. Menghabiskan ¥400]

[Tersisa ¥244,55]

[Ding! Berhasil membeli Pakan Ternak. Menghabiskan ¥50]

[Tersisa ¥194,55]

Yang Chen menghela napas melihat uang yang dimilikinya berkurang lebih dari setengahnya hanya dalam sekali napas. Terutama untuk membeli pakan, harga ¥50 itu hanya bisa bertahan selama satu hari untuk 100 ekor anak ayam. Jika ayam sudah dewasa, mungkin akan menghabiskan ¥100 — ¥150.

Yang Chen keluar dari Gudang, dan di seberang sebelah kiri sudah terbangun sebuah kandang sederhana. Kandang itu memiliki setengah atap dari ukuran sebenarnya, dan setengahnya lagi dibiarkan terbuka terkena sinar matahari.

Tanpa berlama-lama lagi, Yang Chen melompat pagar yang setinggi pinggang orang dewasa. Dia mengeluarkan karung berisikan pakan ayam ke dalam tempat yang berupa tong besar, di bagian bawahnya adalah tempat untuk menampung pakan yang keluar dari dalam tong.

Dia juga mengambil air dari sumur untuk ayam minum.

Seperti lahan, di atas kandang ada waktu yang dibutuhkan untuk menanam ayam. Itu adalah 48 jam atau dua hari, cukup cepat untuk memanennya.

Dia tidak tahu berapa banyak yang dibutuhkan untuk ayam makan di hari esok, tapi dia sudah memperkirakan estimasi biaya yang dibutuhkan.

Yang Chen tersenyum melihat ayam-ayam yang lahap memakan makanan yang disiapkannya.

"Di dunia nyata, panen ayam dua kali lebih cepat daripada gandum. Tapi di sini, panen ayam malah 24 kali lebih lama daripada gandum."

Yang Chen berjongkok, menangkap anak ayam, mengusap kepalanya dan meletakkannya lagi. "Apa karena makhluk hidup? Tapi tumbuhan juga makhluk hidup."

"Ngomong-ngomong, apa aku bisa membawa orang lain masuk ke sini?"

[Ding! Tuan Rumah belum memenuhi syarat untuk membawa orang lain ke Lahan Pertanian Ilahi]

Belum memenuhi syarat, yang artinya dia bisa membawa orang lain nantinya, dan itu sudah cukup.

Sekarang, dia hanya perlu bekerja keras untuk meningkatkan Level Lahan Pertanian Ilahi dan mencari wanita untuk menemani di malam hari.

Yang Chen pergi ke bawah pohon, duduk bersandar sambil melihat layar di depannya.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

[Nama : Yang Chen]

[Level : 01] [0/20]

___________________________________________

[Level Pertanian : 11] [1.700/1.850]

[Uang : ¥194,55]

___________________________________________

[Toko1] [Gandum (¥1,3)] – [Jagung (¥4)] – [Wortel (¥10)] – [🔒Tomat] – [🔒Kentang] – [🔒Tebu]

[Toko2] [Pupuk Super (¥30)] –[Tetes Roh (¥50)] – [🔒🔒🔒] – [🔒🔒🔒]

[Toko3] [Ayam (¥4)] – [Bebek (¥5)] – [Kelinci (¥20)] – [🔒Kambing] – [🔒🔒🔒]

[Toko4] [Pakan Ternak (¥50)] – [🔒 Vitamin] – [🔒🔒🔒]

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

"Tidak ada padi, dan bagaimana cara menaikkan level ku sendiri?"

Yang Chen sendiri tahu bahwa manusia di sini sudah memiliki ketahanan terhadap radiasi nuklir, dan kekuatan fisik juga mengalami peningkatan. Itu karena dia sudah merasakan tendangannya tadi, dan dia masih sadar. Jika itu di kehidupan sebelumnya, bahkan meski dia sehat, meski dia tidak mati karena pendarahan otak, setidaknya dia pasti akan pingsan.

Yang Chen melihat gandum yang memancarkan cahaya. "Apa mungkin aku harus memakan hasil panen yang ditanam dengan perawatan lengkap?"

"Sistem, apa aku bisa menumbuhkan tanaman dengan bibit dari luar?"

[Ding! Tuan Rumah bisa menanam apa pun di Lahan Pertanian Ilahi menggunakan bibit dari luar. Bahkan Tuan Rumah bisa mendapatkan poin dari bibit langka]

Yang Chen tersenyum tipis. Dalam ingatannya, Ketua memiliki bibit berharga, tapi tidak bisa ditanam karena tidak ada tanah subur. Bahkan kalaupun ada, tidak ada air, dan orang lebih memilih menggunakan air itu untuk minum.

"Berbicara tentang air, aku punya kolam." Yang Chen berdiri, dia berlari ke arah kolam. Melepaskan semua pakaiannya, lalu melompat ke dalamnya langsung.

Yang Chen menyelam, dia menemukan bahwa kolam ini cukup dalam, dengan diameter 20 meter dan bagian terdalam antara 2 — 3,5 meter.

"Apa itu?" Yang Chen melihat ada sesuai yang berkilau di dasar kolam. Dia memilih untuk mencari tahunya, adapun apakah ada bahaya atau tidak, dia tidak perlu khawatir, karena bagaimanapun tidak ada peringatan di awal.

...

***

*Bersambung...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!