NovelToon NovelToon

Dendam Kematian Arwah Diana

1. Awal mula

Di sebuah desa hidup lah seorang gadis yang sederhana, ia memiliki paras wajah yang begitu cantik, dengan berkulit putih dan bersih serta hidungnya yang mancung menambah kesan kesempurnaan pada dirinya.

Gadis itu bernama Diana. ia juga memiliki seorang adik perempuan yang sama cantik dengannya, yang bernama Lina. Dina berusia 16 tahun sedangkan Diana sang kakak berusia 19. namun takdir berkata lain mereka harus berpisah karna sang kakak mengalami nasip yang sangat tragis menimpa dirinya.

Sore harinya, nampak saat ini Diana tengah berada di perjalanan mengendarai motornya seorang diri.

"Hmmm.. habis jalan jalan enaknya beli es nih.. pasti seger banget deh. coba deh gue beli es campur di abang abang sana" guman Diana di sepanjang perjalanan menuju rumahnya.

ia nampak menambah laju kecepatan motornya menuju tempat yang akan ia datangi.

"Loh.? mereka siapa kok kayak ngikutin gue dari tadi" Diana melihat ke arah sepion motornya, samar samar terdapat segerombolan pria yang tengah mengikutinya dari belakang.

saat tengah asyik mengendarai motornya, tiba tiba saja ada segerombolan pria yang sengaja mengikuti Diana. jika dihitung berjumlah 4 orang. Diana yang mengetahui hal itu ia pun coba mengalihkan jalan untuk memastikan bahwa mereka tengah mengikuti nya atau tidak.

sesampainya di pertigaan jalan. Dina coba membelokkan ke arah yang berbeda. namun, tetap saja para gerombolan pria itu masih mengikutinya.

perlahan, para gerombolan pria nampak mulai mendekati Diana. mereka semua langsung menghadang Diana yang berhenti tepat di depan motornya.

seketika itu Diana pun langsung menghentikan motornya karna jalanan di hadang oleh dua orang pria. dengan berposisikan dua orang pria menghadang Diana sedangkan kedua temannya berada di belakang nya Diana.

nampak seorang pria turun dari motornya sambil berjalan mendekati Diana.

"Ada cewek cantik nih.. sendirian aja neng, boleh dong abang temenin." goda pria itu sambil mencolek dagu Diana.

"kurang ajar.!! lancar kamu ya gak tau sopan santun. mau apa kalian. pergi kalian jangan ganggu aku"

Diana yang merasa tak terima dengan perlakuan pria itu, ia menjadi marah coba mengusir mereka.

"Santai aja kali neng.. abang ngomong nya kan baik baik. masa cantik cantik galak sih." goda pria itu sambil tertawa lebar.

Tanpa ia sadari seorang pria membawa sebatang kayu, dengan berjalan secara perlahan. dan..

"Bugggg....!!

Pria itu memukul Diana dengan sangat keras tepat di bagian kepala hingga membuatnya tersungkur ke tanah.

Seketika itu Diana pun langsung tak sadarkan diri. keempat pria itu mengangkat tubuh Diana dan membawanya ke tempat yang sepi.

Tak ada seorang pun yang mengetahui kejadian itu, karna keadaan jalan saat itu sangat lah sepi tak ada pengendara lain pun yang melintas.

Terlihat, saat ini keempat pria itu membawa Diana ke dalam hutan yang nampak sepi dan sunyi seperti tak ada kehidupan apapun disana.

Terlihat, keempat pria itu mengingat Diana di bawah pohon.

"Aku dimana ini.? apa yang terjadi. aww.. kenapa kepalaku sakit sekali." Diana yang sudah tersadar dari pingsan nya ia merasa sangat terkejut karna tiba tiba dirinya sudah ada di dalam hutan yang sepi.

"Apa yang kalian inginkan. tolong.. tolong lepaskan saya. aku mohon"

Diana memelas kepada keempat pria yang ada di depannya itu, berharap agar mereka melepaskannya.

2. Kejadian tragis menimpa Diana

Bukannya merasa kasian. keempat pria itu justru tertawa saat mendengar perkataan Diana.

seorang pria bertato maju mendekati Diana. ia melepaskan pakaian Diana secara perlahan.

Diana nampak memberontak saat pria itu hendak melepas pakainya. ketiga temannya yang melihat hal itu. mereka pun langsung mencekal tangan dan kaki Diana.

pria itu berhasil melepas semua pakaian Diana, kini tubuh Diana sudah telanjang bulat tanpa sehelai busana pun yang menutupi tubuhnya.

para pria itu pun langsung Memperkosa Diana secara bergantian.

"Aku mohon jangan lakukan ini padaku. lepasknan saya. Tolongg... Tolong..!!!

Diana berteriak sekenceng mungkin berharap ada seseorang yang menolongnya. numun seakan itu semua percuma, karna keadaan di dalam hutan itu sangat lah sepi jauh dari lingkungan warga.

Diana hanya Diam dan menangis meratapi meratapi nasip nya yang begitu malang, kesuciannya telah direnggut paksa oleh para lelaki bejat itu.

"Kita apain enaknya nih cewek bro,? apa kita tinggalkan dia begitu saja.?" ucap salah satu dari mereka setelah puas menikmati tubuh Diana.

"Jangan biarkan dia begitu saja. dia harus mati, jika cewek ini di biarkan hidup pasti dia akan melaporkan kita ke polisi. gawat ini mah yang ada kita kita di penjara"

"Iya juga sih.. tunggu apa lagi sikat sekarang. jangan biarkan cewek ini hidup"

pria bertato itu mengambil sebatang kayu yang ada di sekiranya, dan mulai berjalan mendekati Diana.

"Apa yang akan kamu lakukan. tidak.. tidak.. jangan.. jangan...!! aku mohon jangan bunuh saya"

Diana sangat ketakutan saat melihat pria itu berjalan ke arahnya dengan membawa sebatas kayu besar dan panjang.

Bersiap gadis manis.. akan kupastikan saat ini juga kau tidak akan bisa melihat indahnya dunia. karna sebentar lagi kau akan mati. Lenyaplah...!!

Buggg...!! Buggg...!! Buggg....!! Pria itu langsung memukul kepala Diana dengan menggunakan kayu itu.

Ampun... Aaaaaa.. sakit. hentikan aww.. Sakit...

Diana nampak meringis kesakitan sambil menangis, melawan pun percuma ia tidak bisa berbuat apapun untuk saat ini. bukannya merasa kasian, pria itu terus memukul Diana tanpa henti. kepalanya mengeluarkan darah yang begitu banyak hingga mengalir mengenai wajahnya.

"Dasar laki laki B*jingan. aku bersumpah suatu saat nanti aku akan membalas perbuatan kalian, aku bersumpah akan membunuh kalian semua."

Di sela sela rasa sakitnya, Diana mengatakan sumpah kepada keempat pria itu.

seketika itu juga Pria bertato itu pun langsung menancapkan kayu itu ke perut Diana hingga tembus ke belakang.

ia menarik kembali kayu itu dan langsung menancapkan ke leher Diana.

Darah segar keluar sangat deras dari dalam perut dan leher Diana hingga mengalir ke bawah. tanah yang tadinya berwarna coklat kini berupa kemerahan dan bercampur dengan darah.

Dina pun menghembus nafas terakhir pada saat itu juga. dengan keadaan seluruh tubuh bersimbah darah.

Sungguh malang nasip Diana ia mati secara tak wajar dan sangat tragis. gadis yang seharusnya bisa merasakan kebersamaan dengan keluarga, takdir berkata lain, para pria laknat itu telah tega merenggut nya dan kesuciannya.

"Ayo cepat kita cabut dari sini sebelum ada orang yang tau." ujar seorang pria bertato itu mengajar teman temannya untuk meninggalkan tempat itu.

mereka bertiga pun langsung pergi dari tempat itu meninggal Diana yang sudah tak bernyawa. mereka juga membawa motor Diana sebagai menghilangkan jejak agar warga setempat tidak mengetahui aksi mereka.

3.

****

Di sebuah rumah yang sederhana, Nampak ada seorang wanita paru baya yang tengah mondar mandir di depan pintu seakan tengah menunggu seseorang.

"Diana kemana ya kok dari tadi belum pulang juga. suka bener si Diana buat ibunya khawatir." guman wanita itu yang merasa cemas dengan putrinya.

Dan teryata wanita paruh baya itu adalah ibunya Diana yang bernama bu Wati.

"loh ibu.. ibu ngapain disini.? kok keliatannya kayak lagi gelisah gitu, kenapa sih bu. ada apa.?" ujar seorang gadis sambil berjalan menghampiri ibunya yang tengah mondar mandir di depan pintu.

Gadis itu merupakan adiknya Diana.

"Ibu lagi nungguin Mbakmu Nduk.. dari tadi Mbakmu tak kunjung pulang, padahal udah dari tadi pagi pamitan keluar."

"Mungkin mbak Diana masih mampir kerumah temannya kali bu.. emang tadi mbak Diana pergi kemana.? tanya Lina pada ibunya.

"Ibu juga gk tau nak.. Mbakmu gak bilang mau pergi kemana, hanya pamitan sama ibu kalau mau keluar".

Hmmm.. kira kira mbak Diana pergi kemana ya.? tumben gak bilang sama ibu.

"Ibu kok jadi khawatir gini ya. coba nak kamu telfon mbakmu, ibu takut terjadi apa apa dengan mbakmu."

Bu Wati menyuruh Lina untuk segera menelfon kakaknya, karna ia merasa gelisah dengan keadaan Diana.

"Iya Buu.. ibu tenang dulu ya Lina coba telfon mbak Diana." Lina meraih HP yang ada di saku celananya untuk menelfon kakaknya.

Tutt.. tutt.. tutt.. ia coba menghubungi nomer kakaknya. namun tidak bisa. Lina coba menghubungi berkali kali tetap saja tidak bisa.

Gimana Nak?.

"Mbak Diana gak bisa di hubungi bu.. nomernya gak aktif."

"Ya allah.. Diana, kamu kemana sih nak jangan membuat ibu cemas gini. apa yang sebenarnya terjadi." guman bu Wati yang merasa gelisah.

Bapakmu kemana Nak.?

"Bapak ada tuh dibelakang bu.. mungkin lagi nanam cabe." ucap Lina sambil menunjuk ke arah belakang rumah.

bu Wati langsung berjalan ke arah belakang rumahnya untuk menemui suaminya yang tengah berada di belakang rumah.

"Bapak lagi ngapain disini.? ucap bu Wati saat melihat suaminya yang tengah berada di halaman belakang"

"Eh ibu. ini loh bapak lagi nanam bibit cabe sambil sekalian bersih bersih, ada apa bu?" tanya pak Udin Ayahnya Diana.

"Itu loh pak si Diana dari tadi pagi tak kunjung pulang sampai sekarang, ibu khawatir banget sama Diana pak. bapak coba cari Diana ya, ibu takut terjadi apa apa dengan Diana."

"Emang si Diana pergi kemana bu?"

"Ibu juga gak tau pak Diana pergi kemana. tadi Diana cuma pamitan sama ibu gak bilang kalau mau pergi kemana"

"Gak biasanya Diana seperti ini. yaudah bu bapak coba cari Diana siapa tau Diana ada di rumahnya Zahro, biasanya kan Diana sering main kesana"

"Iya Pak. coba cari kerumahnya Zahro, siapa tau Diana ada disana. sahut bu Wati singkat.

Setelah membasuh tangan dan kakinya yang kotor, pak Udin pun langsung pergi untuk mencari putrinya.

"kok peraaanku jadi gak enak gini ya. semoga tidak terjadi apa apa dengan Diana. Ya Allah.. lindungilah putriku dimana pun dia berada. hanya engkau lah yang tau keberadaan putriku. lindungi lah dia ya Allah."

bu Tuning nampak memasrahkan dirinya, ia segera menepis pikiran buruk yang terngiang-ngiang di pikirannya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!