NovelToon NovelToon

Transmigrasi Dokter Ajaib

1 : Kecelakaan

Jakarta, Indonesia.

Di sebuah lorong rumah sakit pusat kota, terlihat seorang wanita yang mengenakan jas dokter berwarna putih sedang berjalan dengan tergesa-gesa, sambil sesekali melirik ke arah arloji dipergelangan tangannya.

Wanita itu mempercepat langkahnya saat dia melihat pintu ruangan yang menjadi tujuannya.

Ceklek..

"Dokter anda di sini." Seorang perawat menoleh begitu pintu terbuka dan menyapa wanita yang baru saja masuk.

Dengan raut wajah serius, wanita yang dipanggil dokter itu segera memakai masker dan sarung tangan.

"Apa semua sudah siap?"

"Sudah dok. Kami menunggu instruksi anda."

"Baik. Kita mulai operasinya."

Lampu di pintu ruangan operasi menyala merah, menandakan operasi sedang berjalan.

Beberapa waktu kemudian..

Lampu berubah hijau, tanda operasi telah selesai. Pintu ruangan terbuka dan wanita yang beberapa saat lalu melakukan operasi pada pasiennya melangkah keluar.

"Hahh.. benar-benar hari yang melelahkan." Sambil menghela nafas, wanita itu melepas maskernya.

Levita berjalan menuju ruangnya untuk beristirahat. Begitu sampai di ruangannya, dia mendudukkan dirinya di kursi dan menelungkupkan kedua tangannya di atas meja. Beberapa menit terpejam, dia merasakan ponselnya bergetar.

Melihat pesan yang dikirimkan kekasihnya membuat wanita itu tersenyum. Levita yang berprofesi sebagai dokter jarang memiliki waktu untuk kekasihnya. Untunglah pria itu bisa mengerti kesibukannya dan tidak mempermasalahkan dirinya yang sering sibuk.

Levita menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 5 sore. Dia memutuskan untuk segera pulang ke apartemen. Dia membereskan barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam tas sebelum akhirnya melangkah keluar. Meninggalkan ruangan yang dia atasnya ada papan berwarna putih dengan tulisan Dokter Levita Sp. BS.

Saat melewati taman rumah sakit, dia tanpa sengaja melihat seorang nenek tua yang terjatuh. Dia bergegas menghampiri nenek itu untuk membantu.

Sambil memegang bahu nenek itu, dia bertanya, "Nenek tidak apa-apa?"

"Tidak apa-apa nak. Karena tubuh yang tidak seimbang jadi tidak sengaja jatuh." Jelas nenek itu.

"Nenek di sini bersama siapa? Apa nenek sakit?"

Levita membawa nenek itu ke sebuah bangku yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri untuk duduk.

"Nenek sendiri nak, terima kasih sudah membantu nenek. Kamu anak yang baik."

"Apa perlu saya antar pulang nek?"

"Tidak nak, nenek masih ingin duduk di sini." Nenek tua itu tersenyum sambil memegang tangan Levita.

"Baiklah nek. Kalau begitu saya tinggal dulu ya." Ucap Levita sambil bediri dan hendak melangkah pergi.

"Tunggu nak." Nenek itu memanggil dan terlihat megeluarkan sesuatu dari kain bungkusan. "Ini untukmu. Sebagai tanda terima kasih karena sudah membantu nenek."

Levita mengulurkan tangannya dan menerima pemberian nenek tua itu. Itu adalah sebuah gelang giok berwarna hijau. Levita menunduk dan mengamati gelang di tangannya.

Gelang? Ini untukku?

Melihat gelang giok itu cukup cantik, dia memutuskan untuk memakainya.

"Nek ini... Ehh di mana nenek tadi?" Bangku tempat nenek duduk tadi kosong.

Levita yang bingung melihat ke sekeliling untuk mencari nenek tua itu. Namun, nenek itu tidak terlihat.

"Sudahlah, lebih baik aku cepat pulang." Gumamnya.

...----------------...

Levita Mutiara adalah seorang dokter spesialis bedah syaraf. Dengan otak jeniusnya, dia mampu menyelesaikan gelar Doktornya di usia 20 tahun. Dia lulus dari Sekolah Kedokteran terbaik di Amerika dengan nilai sempurna. Di usianya yang baru 24 tahun, dia menjadi dokter muda paling berbakat di negaranya.

Satu rahasia yang tidak diketahui banyak orang, Levita merupakan dokter ajaib yang dikenal sebagai Tangan Dewa. Dengan otak jeniusnya, dia mampu menyembuhkan hampir semua penyakit di dunia. Dari yang ringan hingga mematikan. Dengan tangan ajaibnya, dia mampu menyelamatkan orang dari ambang kematian.

Bukan hanya menguasai ilmu medis modern, dia juga menguasai ilmu medis kuno. Teknik akupuntur adalah salah satu keahlian terbaiknya. Dengan jarum ajaibnya, dia mampu menyelamatkan sekaligus membunuh seseorang.

Profesinya sebagai dokter ajaib sudah pasti menghasilkan banyak uang dan membuat hidupnya bergelimang kekayaan. Namun, itu semua tidak ada artinya bagi Levita. Menjadi dokter bukanlah untuk mendapat kekayaan, menjadi dokter adalah mimpinya.

Kejadian di masa lalu saat ibunya yang menderita kanker stadium akhir harus meregang nyawa di depan matanya, membuat Levita memiliki mimpi yang begitu besar.

Dokter yang saat itu menangani ibunya tidak mampu menyembuhkan penyakit kanker ibunya. Sejak saat itu, dia berpikir bahwa dokter itu bukan dokter yang hebat dan tidak kompeten. Jadi, dia bertekad untuk menjadi dokter terbaik dan mampu menyembuhkan segala penyakit.

...----------------...

Bugatti berwarna hitam terlihat melaju di jalanan kota, langit sore berwarna orange menjadi pemandangan yang begitu indah dipandang mata.

Levita yang sedang duduk di kursi pengemudi terlihat sedang bersenandung saat sebuah lagu pop diputar dari play listnya.

Saat sedang asyik mendengarkan lagu, tanpa dia sadari ada sebuah truk besar yang melaju kencang dari arah yang berlawanan. Levita yang menyadari hal itu segera membanting kemudinya. Namun, hal itu membuat mobilnya kehilangan kendali dan akhirnya menabrak pembatas jalan. Mobil itu dengan cepat terjun ke jurang.

Levita yang merasakan guncangan hebat karena mobilnya jatuh ke jurang, mencoba membuka sabuk pengamannya. Namun, sabuk pengaman itu macet dan sulit dibuka.

Levita membelalakkan matanya saat melihat mobil itu akan menghantam sebuah batu besar.

"Oh sh¡t!"

.....

Gelap.

"Kenapa semuanya gelap? Apa aku sudah mati?"

"Ini di mana?"

Sebuah cahaya kecil tiba-tiba muncul diujung lorong gelap. Secara perlahan cahaya itu mendekat dan akhirnya semuanya terlihat jelas.

"Tempat apa ini? Kenapa hanya ada rumput hijau?"

Levita melangkahkan kakinya ke depan. Di depannya hanya ada padang rumput. Dia menatap ke sekeliling dan mencari sesuatu yang bisa menjawab semua pertanyannya.

Setelah berjalan beberapa lama, dia melihat seseorang yang sedang duduk di sebuah ayunan di bawah pohon besar. Sosok itu mengenakan hanfu berwarna putih bersih.

Levita tanpa sadar menghampiri sosok itu.

Setelah mendekat ke arah sosok itu, Levita yang merasa bingung dan ragu mencoba memanggilnya, "Hei, kamu siapa?"

Sosok yang sedang asyik bermain ayunan tiba-tiba terdiam. Dia membalikkan badannya dan menatap orang yang berbicara.

Dia tersenyum, "Kakak?"

Levita mengernyitkan dahinya. Seorang gadis muda?

Gadis muda itu turun dari ayunan dan menghampiri Levita. Dia memegang tangannya dan berkata, "Kakak, apa aku boleh meminta tolong?"

"Minta tolong apa?"

"Aku merasa tidak adil dengan kehidupanku. Aku ingin kakak membantuku untuk mendapatkan keadilan."

"Keadilan apa?"

"Kakak nanti akan mengerti."

"Jadi, apa kakak mau menolongku?"

Melihat mata gadis muda itu yang dipenuhi kesedihan, Levita merasakan perasaan sakit di hatinya.

Tanpa sadar dia mengangguk dan menjawab, "Ya."

"Terima kasih kakak."

Padang rumput hijau dihadapannya seketika menghilang dan kembali menjadi kegelapan.

Sesuatu yang kuat seperti menarik jiwanya.

2 : Transmigrasi

Provinsi Laut. Kekaisaran Mogui.

Dia merasakan kepalanya sangat sakit seperti akan meledak. Semua badannya serasa terlindas truk. Benar-benar tidak nyaman!

Dia dengan susah payah berusaha membuka matanya yang berat. Dia mengerutkan keningnya, saat menatap pepohonan lebat di atasnya.

Eh?

"Di mana ini? Tempat apa ini? Kenapa aku ada di sini?"

"Bukankah aku mengalami kecelakaan dan mobilku masuk ke jurang? Kenapa aku berakhir di tempat ini!"

"Ehh.. Kenapa dengan suaraku?"

Dia menunduk dan menatap tubuhnya yang terlihat gemuk dan mengenakan pakaian kuno yang aneh.

"Sial! Kemana tubuh indahku?! Kenapa tubuhku jadi jelek dan gemuk sekali?"

Pemandangan di depannya benar-benar asing. Dia berbaring di sebuah halaman bobrok dan ada sebuah gubuk tua. Di sekitar gubuk itu adalah pepohonan yang tinggi.

Hisss...

Tiba-tiba, dia merasakan kesemutan dan rasa sakit yang tajam di otaknya, dan sebuah ingatan membanjiri otaknya seperti air pasang.

"Aku bertransmigrasi!"

Dia benar-benar melakukan transmigrasi dan menyeberangi dunia lain! Bukankah itu hanya ada dalam novel?

"Apa itu artinya aku sudah mati? Tapi, aku ingat sebelum mobilku menghantam batu, gelang giok yang kupakai mengeluarkan sinar hijau dan menarikku ke dalam lorong hitam yang sangat gelap."

Dia melihat ke arah gelang giok yang ada dipergelangan tangannya.

"Apa jangan-jangan gelang ini yang membawaku ke sini?"

"Tapi.. kenapa?"

Dia merasa bingung dengan semua hal yang dia alami. Dia sebenarnya sudah mati dan akhirnya bereinkarnasi atau dia sebenarnya belum mati dan jiwanya berpindah ke tubuh orang lain?

"Bai Xingxing?"

Jadi, pemilik tubuh ini adalah Bai Xingxing. Cucu pertama perdana mentri, Bai Mingzhi. Ayah dan ibunya sudah meninggal. Bai Xingxing dirawat dan dibesarkan oleh bibinya. Kakeknya menyerahkan urusan rumah tangga kepada menantu perempuan keduanya alias bibi Bai Xingxing.

Bai Xingxing adalah putri satu-satunya dari putra pertama perdana mentri. Perdana mentri sangat menyayangi putra sulungnya. Namun, kecelakaan di masa lalu membuat putra sulung dan menantu pertamanya harus meregang nyawa. Bai Xingxing yang saat itu masih sangat kecil harus kehilangan kedua orang tuanya. Hal itu membuat Bai Mingzhi sangat menyayangi cucu pertamanya itu.

Namun, karena kesibukannya di pemerintahan, Bai Mingzhi tidak menyadari bahwa cucu kesayangannya selalu ditindas dan disiksa oleh bibi dan kedua sepupunya yang kejam. Bibi dan Pamannya sudah memperingatkan semua orang di kediaman Bai untuk tidak membuka mulut tentang perlakuan mereka pada Bai Xingxing.

Pamannya, Bai Manyue dan bibinya Lu Xi, serta kedua sepupunya, Bai Lu dan Bai Yu selalu menganggap Bai Xingxing sebagai duri dalam daging. Jadi, mereka menciptakan kesan buruk pada Bai Xingxing agar orang-orang tidak menyukainya dan menganggapnya sebagai gadis yang bodoh dan sampah tidak berguna.

Bai Xingxing yang tidak menyadari kejahatan yang dilakukan bibi dan kedua sepupunya selalu menganggap bahwa mereka baik padanya. Bahkan bibinya dengan penuh perhatian memerintahkan pelayan dapur untuk membuatkan makanan lezat untuknya setiap hari.

Tanpa Bai Xingxing sadari, bibinya sengaja melakukan hal itu untuk membuat dirinya hidup tidak sehat. Lu Xi selalu menyuruh pelayan dapur untuk memberikan Bai Xingxing porsi makan yang besar. Bukan hanya itu, makanan yang dipilih pun bukan makanan sehat. Jika yang lain makan sayuran hijau dan ramuan herbal, bibinya dengan sengaja memberikan daging yang dimasak dengan banyak minyak dan juga beberapa buah bakpau setiap harinya.

Bahkan wanita itu menyuruh Bai Xingxing meminum susu kambing setiap hari. Dengan dalih itu bagus untuk kesehatannya. Bai Xinxing pun tidak menolak. Dia berpikir jika bibinya sangat baik. Dia merasa diperhatikan oleh sosok ibu.

Pola makannya yang buruk, membuat tubuhnya mengembang dalam kurun waktu beberapa tahun. Berat tubuhnya yang semula hanya 45 kg menjadi 95 kg. Tubuhnya benar-benar tertutupi oleh lemak.

Bahkan kulit putihnya berubah gelap setelah bibinya terus menerus memberikan krim padanya. Bibinya mengatakan krim itu bagus untuk kulitnya. Bai Xingxing yang selalu menurut pada perkataan bibinya secara alami percaya pada ucapan bibinya. Hingga tanpa dia sadari, kulitnya yang semula putih, bersih dan lembut menjadi kusam, kering dan berwarna gelap.

Tubuhnya yang proporsional dan wajahnya yang cantik berubah menjadi buruk rupa. Hal itu membuat dia diejek oleh orang-orang. Bahkan para pelayan berbicara buruk tentang penampilannya. Bai Xingxing yang menyadari hal itu mengeluh pada bibinya. Namun, Lu Xi yang pintar berbicara manis dengan mudah membujuk Bai Xingxing agar tidak mendengarkan gunjingan orang-orang.

Bai Xingxing yang pada dasarnya mempercayai bibinya dengan mudah dibujuk dan berhenti mengeluhkan hal itu. Dia mulai tidak peduli pada rumor jelek tentang dirinya. Yang terpenting dimatanya, bibi dan kedua sepupunya selalu baik dan perhatian padanya.

Dia yang telah kehilangan kedua orang tuanya sejak kecil, merasa tidak mendapatkan kasih sayang. Kakeknya juga selalu sibuk dan tidak pernah menemaninya. Hanya paman, bibi dan kedua sepupunya yang selalu menyayangi dan memperhatikannya.

Namun, Bai Xingxing tidak menyadari bahwa semua kasih sayang yang dia dapatkan itu palsu. Semuanya hanyalah tipuan yang dilakukan keluarga pamannya.

Karena kebodohan dan ketidaktahuannya, Bai Xingxing harus menanggung akibatnya. Dia dijebak oleh bibinya. Bai Xingxing yang menyukai Pangeran Kedua, Zi Chao, mengetahui bahwa Pangeran Kedua akan mengunjungi kediaman Bai. Dia meminta saran pada bibinya agar bisa dekat dengan Pangeran Kedua.

Lu Xi yang mengetahui hal itu segera menyusun rencana licik dengan kedua putrinya. Dia mendandani Bai Xingxing dengan riasan tebal dan memakaikan hanfu yang warnanya sangat mencolok mata. Dia bahkan memasangkan banyak perhiasan di tubuhnya dan bunga-bunga di kepalanya. Bai Xingxing benar-benar terlihat seperti toko bunga dan toko perhiasan berjalan.

Lu Xi menyuruh Bai Xingxing untuk menghampiri Pangeran Kedua dan mengajaknya berbicara. Pangeran Kedua yang saat itu berada di pinggir danau menatap Bai Xingxing dengan pandangan aneh dan jijik. Pakaian Bai Xingxing yang sangat norak dan tubuhnya yang penuh perhiasan dan bunga benar-benar menyakiti mata.

Pada akhirnya, di depan Pangeran Kedua dia di dorong oleh Bai Yu ke dalam danau karena dianggap memalukan dan merusak pemandangan.

Karena kejadian itu, dia menjadi perbincangan di seluruh Provinsi Langit. Rumor yang beredar benar-benar buruk. Bai Xingxing dianggap nona muda yang memalukan dan bodoh. Karena rumor yang sangat ramai, bibinya memutuskan untuk mengasingkan Bai Xingxing ke sebuah gubuk tua di pinggiran hutan. Faktanya, itu hanyalah alasan wanita itu untuk menyingkirkan Bai Xingxing dari kediaman Bai.

Bibinya mengatakan, dia bisa kembali ke kediaman Bai jika rumor sudah mereda dan keadaan membaik. Bai Xingxing yang memang merasa malu, terutama pada Pangeran Kedua akhirnya menyetujui keputusan bibinya.

Dengan diantar beberapa pengawal dia diantar ke gubuk tua tersebut. Sudah tiga hari semenjak dia tinggal di gubuk tua. Perbekalan makanan yang dia bawa dari kediaman sudah habis. Tanpa pengalaman yang mumpuni, Bai Xingxing benar-benar kesulitan bertahan hidup di tempat itu. Bibinya yang katanya akan mengirimkan perbekalan makanan lagi sepertinya hanya membual.

Bai Xingxing yang kelaparan mau tidak mau harus memasuki hutan untuk mencari sesuatu yang bisa di makan. Bibinya yang kejam sama sekali tidak memberinya uang. Hanya dibekali makanan. Dengan nafsu makan Bai Xingxing yang tinggi, makanan yang seharusnya cukup untuk satu minggu habis dalam tiga hari.

Saat di dalam hutan, karena pengalaman yang kurang, dia benar-benar tidak bisa membedakan mana makanan yang aman untuk dimakan dan mana yang berbahaya. Hingga dia menemukan jamur di dekat pohon tumbang yang sudah lapuk kayunya. Dia merasa jamur itu aman dan bisa di makan. Bai Xingxing yang tidak mengetahui bahwa jamur itu beracun tanpa ragu memakan jamur itu mentah-mentah. Dan pada akhirnya, di depan gubuk tua itu, dia harus meregang nyawa karena keracunan.

3 : Bibi Kejam

Setelah memahami situasinya, Bai Xingxing yang saat ini tubuhnya telah di tempati oleh jiwa seorang dokter ajaib dari abad ke 21, menyeringai dengan penuh ejekan. Dia mencibir di dalam hatinya. Sekarang dia telah mengambil alih tubuh ini, dia akan mencari keadilan untuk pemilik tubuh dan membalas mereka yang telah menggertaknya satu per satu. Dia akan membuat mereka yang berbuat jahat akan membayar harga yang pantas!

Dengan tubuh lemahnya, Bai Xingxing bangkit dari tanah dan menatap gubuk tua dia depannya dengan wajah tanpa ekspresi. Senyum mengejek terbit di sudut bibirnya.

"Aku tidak mengerti kenapa semua ini terjadi. Tapi, karena semua sudah ada di depan mataku, aku, Bai Xingxing, akan melakukan yang terbaik dalam kehidupan ini. Aku akan membalaskan dendam pemilik tubuh ini pada mereka yang menghina dan merendahkannya."

Gadis itu menyeringai kejam. Sorotnya matanya tajam dan aura dingin yang terpancar dari tubuhnya, jika keluarga Bai melihatnya, mereka mungkin akan terkejut dan tidak percaya.

Sambil menahan rasa sakit disekujur tubuh, dengan langkah pelan dia memasuki gubuk tua itu. Seperti yang dia duga, kondisi gubuk itu bahkan lebih buruk dari kandang babi. Hanya ada ranjang kayu untuk tidur dan satu buah kursi dan meja.

Bai Xingxing melangkah masuk dan mendudukkan dirinya di ranjang kayu. Setelah pantatnya menyentuh ranjang kayu yang keras dia menghela nafas. Hahhh..

Dia melihat kondisi tubuhnya yang gemuk dan kulitnya yang kusam dan gelap. Wanita itu benar-benar kejam. Demi menutupi penampilan cantik Bai Xingxing, wanita itu benar-benar melakukan banyak usaha.

"Bai Manyue, Lu Xi, Bai Lu, Bai Yu.. aku akan membuat kalian membayar kompensasi besar pada Bai Xingxing!"

"Banyak hal yang harus aku bereskan satu per satu."

"Lebih baik aku beristirahat dulu sebelum mengurus tubuh mengerikan ini."

...----------------...

Dunia ini dibagi menjadi lima benua. Utara, Selatan, Tengah, Barat dan Timur. Tempat Bai Xingxing tinggal adalah Benua Utara. Benua Utara merupakan tempat di mana orang kuat dan berbakat akan dihargai. Di tempat ini orang-orang berbakat dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada ahli seni bela diri, ahli alkimia, dan ahli medis.

Mereka yang pandai bela diri akan dihargai oleh semua orang. Sementara para ahli medis dan ahli alkimia akan mendapatkan kehormatan dari semua orang, termasuk keluarga Kekaisaran Mogui. Kaisar Ziran sangat menghormati para ahli medis dan ahli alkimia.

Di Benua Utara tidak ada banyak ahli alkimia, semuanya bisa dihitung dengan jari. Sementara ahli medis yang paling terkenal adalah Santo Mo, nama aslinya Mo Zuhan. Dengan kemampuannya mengobati orang, Santo Mo terkenal di seluruh Benua Utara sebagai tabib terbaik. Santo Mo juga pemilik toko obat terbesar di Kekaisaran Mogui.

Bahkan Kaisar Ziran sangat menghormati Santo Mo dan memperlakukannya dengan sangat baik. Kaisar Ziran tidak berani menyinggungnya.

Sementara ahli bela diri terbaik adalah putra mahkota Zi Feng, putra pertama dari Kaisar Ziran dan Permaisuri Zhou. Putra mahkota memiliki kemampuan bela diri yang tinggi, gurunya, Master Luo adalah guru bela diri terbaik di Benua Utara.

Dan untuk ahli alkimia, belum ada kepastian tentang hal itu. Belum pernah ada ahli alkimia terhebat di Benua Utara. Kebanyakan orang-orang di Benua Utara akan mencari tabib biasa untuk menyembuhkan penyakit.

...----------------...

Paviliun Lan Hua. Kediaman Bai. Provinsi Langit.

Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik sedang duduk dan menikmati buah anggur. Dua orang pelayan berdiri di belakang wanita itu dengan kipas besar di tangan mereka.

Suara langkah kaki yang pelan dan lembut memasuki ruangan. Seorang gadis berusia 15 tahun dengan hanfu cantik berwarna hijau muda terlihat berjalan dengan postur tubuh yang anggun. Aura keangkuhan terpancar dari tubuhnya. Gadis itu, Bai Yu, menghampiri ibunya yang tengah bersantai.

Di belakang gadis itu, dua orang pelayan pribadi mengikuti dengan patuh. Bai Yu tersenyum sambil mendekat pada ibunya.

"Yu'er, ada apa kamu mengunjungi ibu."

"Ibu, akan ada pelelangan di Rumah Lelang Yunqi tiga bulan lagi. Kakek pasti akan kembali dari pemerintahan. Apa kita akan menjemput sampah itu untuk kembali tinggal di kediaman ini?"

Lu Xi hanya mendengus pelan saat mendengar perkataan putri sulungnya. Dia merasa tidak perlu terburu-buru untuk membiarkan sampah itu kembali ke kediaman Bai.

"Tidak perlu terburu-buru. Biarkan sampah itu menderita sedikit lebih lama."

"Baguslah jika seperti itu." Bai Yu tersenyum puas mendegar rencana ibunya.

Lu Xi memastikan Bai Xingxing akan kembali dari perasingan sebelum perdana mentri kembali ke Kediaman. Akan buruk jika ayah mertuanya tahu bahwa cucu pertamanya tidak berada di kediaman Bai begitu dia kembali dari pemerintahan.

"Chao Xi, keluarkan pelayan pribadi sampah itu dari penjara. Biarkan dia kembali ke sisi Bai Xingxing untuk memastikan sampah itu tetap hidup."

"Jika terjadi hal buruk padanya, perdana mentri pasti akan marah. Meskipun, lebih baik jika sampah itu mati sekalian. Namun, untuk saat ini aku tidak bisa membiarkannya mati."

"Baik Nyonya."

Chao Xi segera pergi ke penjara untuk menemui Xu Luo, pelayan pribadi Bai Xingxing. Xu Luo dihukum penjara oleh Bai Xingxing sendiri. Itu karena Xu Luo berkata buruk tentang bibinya. Xu Luo merupakan gadis yang pintar, dia mengetahui bahwa Nyonya Lu adalah orang yang jahat dan kejam. Dia juga tahu bahwa Nyonya Lu hanya berpura-pura peduli pada Bai Xingxing.

Jadi, Xu Luo selalu mengingatkan majikannya untuk berhati-hati pada Nyonya Lu. Hanya saja, Bai Xingxing tidak pernah mau mendengarkannya. Hingga suatu hari, Xu Luo mengetahui satu rahasia. Rahasia bahwa Nyonya Lu ternyata sengaja memberikan banyak makanan agar tubuh majikannya semakin gemuk bukan karena menyayangi majikannya. Dia juga mengetahui jika Nyonya Lu memberikan krim untuk merusak kulit majikannya. Xu Luo dengan perasaan takut dan ngeri segera memberitahu Bai Xingxing tentang hal itu, namun dia tidak percaya dan justru menuduh Xu Luo sebagai orang jahat yang memfitnah bibinya.

Akibatnya, Bai Xingxing menghukum Xu Luo dengan memasukkannya ke penjara. Nyonya Lu tidak mengetahui alasan sebenarnya Xu Luo di penjara, dia hanya tahu bahwa gadis pelayan itu melakukan kesalahan dan akhirnya di masukkan ke sel penjara. Jika wanita itu tahu alasan yang sebenarnya, mungkin Xu Luo akan langsung dihukum penggal. Namun, Bai Xingxing tidak akan tega jika Xu Luo harus dihukum mati.

Xu Luo sudah menemani Bai Xingxing sejak dia berusia 10 tahun. Xu Luo adalah pelayan pilihan ibunya, jadi meskipun Bai Xingxing marah pada pelayan pribadinya, dia tidak ingin Xu Luo mati begitu saja. Jadi dia hanya mengirimnya ke penjara untuk sementara waktu.

Chao Xi berjalan ke arah sel penjara paling ujung dan membuka pintu sel dengan suara keras. Aroma dingin dan lembab memenuhi seluruh ruangan sel.

Xu Luo yang sedang meringkuk di sudut ruangan segera mendongak begitu mendengar pintu besi yang dibuka dengan kasar.

Pandangannya bertemu dengan tatapan datar Chao Xi, pelayan setia Nyonya Lu. Dia segera berdiri dan menunduk dalam. Kedua tangannya saling meremas. Terlihat takut dan gugup.

"Nyonya Lu memberi perintah untuk mengeluarkanmu dari penjara dan pergi menemani Nona sulung di perasingan."

"Baik."

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!