NovelToon NovelToon

Ikuti Saja Takdir Membawa

Bab 1 Ketahuan kamu

Ketahuan kamu

Tap!

Tap!!

Tap!!!

Terdengar suara hentakan langkah kaki keluar dari lift menuju kamar dua kosong sembilan. Seorang wanita dengan jantung berdegup berjalan menyusuru lorong hotel. Yang diduga tujuan suaminya menginap disana.

"Awas aja kalau beneran dugaanku selama ini... Awas kalian!!! gumam arvita menatap pintu kamar hotel sambil menyiapkan HP untuk merekam kejadian didalam"

Dengan perasaan yang was-was tegang, terus berdoa dan menyiapkan mental untuk melihat kejadian di dalam kamar tersebut. Wanita itu mengetuk pintu. Namun saat akan mengetuk pintu tiba-tiba ada yang menghentikan langkahnya.

"Tunggu dulu, jangan gegabah!!" Ucap seorang pria sambil memegang tangan Arvita

"Siapa anda??? Arvita"Jawab Arvita

"Kita buat rencana dulu penggrebekan ini." Jawab pria tersebut

"Lepasin tangan saya... Awas minggir, jangan ikut campur!!! Ketus Arvita"

"Oke oke, bentar biar saya yang pegang HPnya." Jawab si pria sambil ngambil alih HP dari Arvita.

Arvita segera membuka pintu hotel. Karena sebelumnya sudah minta kunci cadangan di receptionis.

Ceklekk...

__________ Flashback On ____________

Di sebuah rumah lumayan mewah di tengah kota.

"Sayang,, hari ini aku ada meeting di luar kota. Ucap Heri suami Arvita sambil makan sarapannya di meja makan"

"Tumben dadakan ngomongnya.. Biasanyakan jauh hari minta ijinnya., patut dicurigai ini. Batin Arvita"

Memang beberapa minggu terakhir ini kelakuan suaminya agak aneh dan sangat mencurigakan. Suaminya sering pulang telat dan sering tanpa kabar. Bahkan di hari libur juga sering pergi tanpa pamit.

"Iya mas... Berhati-hatilah disana, jangan lupa untuk selalu berkabar.! " Jawab Arvita sambil tatapan menyelidik

"Kali ini aku tidak boleh kecolongan... Aku akan ikuti terus kemanapun kau pergi, gumam Arvita didalam hati

"Papa mau pergi ya?.. " Tanya Rika anak Heri dan Arvita

"Iya sayang.. anak papa yang paling cantik... Nanti papa beliin oleh-oleh buat kamu. " Jawab Heri

"Beneran pa... Rika mau oleh-oleh dari papa. " Jawab Rika sambil menampilkan senyum gembiranya

"Beneran cantik... Kamu dirumah jangan nakal ya, jagain mama kamu."ucap Heri

" Iya pa... Rika selalu jagain mama kok. " Jawab Rika sambil menyelesaikan sarapannya

Selanjutnya susana hening di meja makan tidak ada obrolan lagi. Mereka sibuk dengan menghabiskan makanan di piring meraka sendiri. Setelah selesai makan mereka bersiap untuk berangkat. Rika berangkat ke sekolah diantar sopir pribadinya dan Heri berangkat kerja yang katanya mau ke luar kota.

Heri berjalan masuk ke mobilnya dan mulai mengemudi keluar dari rumahnya. Sedangkan Arvita segera mengambil tasnya keluar rumah dan naik ojol yang sudah di pesannya tadi sebelum keberangkatan suaminya. Rencananya Arvita akan membuntuti suaminya dan memantau aktivitasnya hari ini. Ia sudah bertekad sejak dia hari yang lalu karena kecurigaannya akhir-akhir ini kepada suaminya. Ia sering melihat noda lisptick di baju suaminya yang diyakini milik perempuan diluar sana.

Arvita terus membuntuti mobil suaminya menyusuri jalanan di tengah Kota. Alangkah terkejutnya saat mobil suaminya memasuki sebuah hotel di kota tersebut

"Kenapa dia malah ke hotel... Katanya mau keluar kota.... Semakin mencurigakan saja, awas kamu mas jika berani maen dibelakangku. Gumam Arvita didalam hati"

"Mas berhenti didepan Hotel didepan ya. " Ucap Arvita pada pengemudi ojol

"Baik mbak." Jawab pengemudi ojol

Setelah sampai di depan hotel, Arvita segera masuk kedalam dan langsung menanyakan keberadaan suaminya kepada receptionis. Hal mudah bagi seorang Arvita untuk mendapat info dari pegawai hotel karena hotel tersebut salah satu usaha milik sahabatnya. Dengan bantuan sahabatnya Arvita mudah untuk mendapat info dan kunci cadangan dari pihak hotel.

Selanjutnya Arvita segera mencari keberadaan suaminya yang masuk ke salah satu kamar hotel tersebut. Dengan langkah tegap ia menyusuri lorong dan masuk ke dalam lift untuk mencapai lantai dimana kamar suaminya.

Disisi lain

Seorang pemuda tampan memakai pakaian santai tapi berkelas masuk ke hotel. Keberadaannya tidak lain hanya untuk memastikan keberadaan istrinya berdasarkan pelacakan GPS nya. Pemuda itu terlihat santai memasuki hotel dan segera menuju kamar dua kosong sembilan tempat keberadaan istrinya berdasarkan lokasi yang ia dapatkan.

Saat hendak menuju kamar yang dimaksud langkahnya terhenti karena ia melihat sosok wanita yang terlihat anggun dan cantik berasa didepan kamar dua kosong sembilan namun anehnya wanita itu terlihat tegang dan gelisah entah apa yang sedang dipikirkan. Pemuda itu menghampirinya dan mencegah tangannya yang hendak membuka pintu kamar tersebut.

______________ Flashback off _____________

Shittt

Suara pintu dibuka, namun beberapa detik kemudian terdengar suara aneh yang tidak asing bagi Arvita dan pemuda tersebut

"Ahhh... Sedikit lagi sayang uhhhhh... Tahan sebentar lagi.. Suara di dalam kamar dua kosong sembilan"

"Uhhh.... Bentar lagi sampe sayang."

Shittttt

"Apa-apaan ini.. Menjijikkan sekali kalian." Terdengar kemarahan Arvita sambil masuk dan menarik rambut wanita yang ada di dalam kamar tersebut.

"Auwww.... Sakit.. Lepaskan... Bangsattt." Erang si wanita tersebut yang wasih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang di tubuhnya.

Deg

"Kau ngapain Arvita.. Lepaskan dia." Teriak Heri suami Arvita

"Asyik...akhirnya ketahuan kamu lisa. Gumam pemuda sambil merekam adegan penggrebekannya"

"Ngapain kamu bilang mas, kurang ajar kamu mas... Berani-beraninya maen dibelakangku." Sanggah Arvita kepada suaminya masih sambil menarik rambut si Sei

"Lepasin dia Arvita... " Teriak Heri yang sudah memakai boxernya sambil melerai pertengkaran Arvita dengan Seli

"Awas kau jalang sialan.. Akan aku botakin kapala kau." Ucap Arvita

"Aku bilang lepasin dia Arvita." Teriak Heri sambil mengangkat tangan kanannya yang akan memukul wajah Arvita istri sahnya itu

Tetapi tangannya terhenti saat akan menyentuh wajah Arvita karena dipegang oleh seseorang yang tak lain pemuda perekam adegan tersebut

Buggh

"Beraninya anda main kasar sama perempuan, sangat menjijikkan sekali kelakuan anda ini!" Ucap pemuda itu sambil mendorong Heri hingga terjungkal di lantai

"Sialan... Awas kau. Bang***." Balas Heri sambil berdiri dan hendak memukul pemuda tadi.

Terjadilah sedikit perkelahian sengit antara Heri dan pemuda yang bersama Arvita tadi. Sementara Arvita mengambil alih HP yang digunakan untuk merekam kejadian tadi. Sedangkan lisa berusaha untuk bangkit memungut pakaian dan memakainya.

Buggh

Buggh.

Buggh.. 

"Awww.." Pekik Heri mendapat bogem mentah dari pemuda tadi

" Rasain... Makanya jangan sok jagoan? Beraninya sama perempuan. "Seringgai pemuda tersebut sambil membenahi pakaiannya yang agak awut-awutan karena perkelahian tadi.

" Heri. mulai hari ini jangan cari aku lagi dan tunggu surat panggilan perceraiannya karena aku akan segera menggugat cerai di pengadilan, aku gak sudi lagi hidup sama penghianat sepertimu!!! "Ucap Arvita sambil menatap tajam pada calon mantan suaminya

"Iya silakan gugat cerai, aku tunggu surat panggilannya dan mulai saat ini Saya Heri Winanto men talak tiga Arvita Yunisari kau bukan lagi istriku dan selanjutnya segera kemasi barangmu untuk meniggalkan rumah! " Nyalang Heri

Bersambung.... 

Cerita bakal update tiap hari,

1-3 bab per harinya

Jangan lewatkan kelanjutannya ya

Bab 2 Tinggalkan aku

"Iya silakan gugat cerai, aku tunggu surat panggilannya dan mulai saat ini Saya Heri Winanto men talak tiga Arvita Yunisari kau bukan lagi istriku dan selanjutnya segera kemasi barangmu untuk meniggalkan rumah! " Nyalang Heri dengan nada membentak

"Oke.. Aku akan pergi, gak sudi hidup dengan penghianat sepertimu...tapi ingat aku akan bawa Rika bersamaku. "Jawab Arvita berusaha tetap tegar namun sambil menahan air matanya supaya tidak keluar

Setelah itu Arvita langsung keluar dari kamar hotel tersebut dengan perasaan marah, kecewa bahkan sedih bersatu didalam hatinya. Namun ia tetap berusaha untuk tetap tegar menghadapi semuanya. Di dalam hatinya ia berjanji untuk membalas semua perbuatan atas penghianatan yang dialaminya.

Disisi lain pemuda yang masuk bersama Arvita hanya diam menatap Seli sang wanita yang bersama Heri tadi. Wanita tersebut tidak lain tidak bukan adalah istri dari pemuda tersebut. Pemuda tadi berdiri tegap dihadapan Heri dan Seli dengan tatapan tajam penuh kebencian dan amarah kepada Seli.

"Dasar jalang pelacur..." Menghentikan sebentar ucapannya sambil mengatur nafasnya "Mulai hari ini saya Reno sasongko memberikan talak tiga kepadamu Seli herlini, saat ini kamu bukan istriku. " Ucap pemuda yang bernama Reno dengan tegas

Setelah mengatakan menceraikan istrinya kemudian Reno bergegas keluar kamar hotel meninggalkan pasangan mesum tersebut dengan perasaan penuh amarah dan kebencian. Rumah tangganya yang dibangun tiga tahun silam harus runtuh saat ini karena sebuah penghianatan istrinya. Meskipun rumah tangganya dibangun atas perjodohan namun selama ini Reno mencoba untuk setia dan berusaha mencintai istrinya. Namun berbeda dengan Reno, Seli sang istri tidak pernah mau menerima Reno sebagai suaminya. Seli sering menyibukkan diri di luar mencari kehangatan diluar dan tidak pernah

memperdulikan keberadaan suaminya.

Meskipun Reno selama menjalin pernikahannya merasa tidak pernah di anggap namun ia tidak pernah terbesit dalam pikirannya untuk menceraikan istrinya karena selama ini Seli tidak pernah ketahuan bermain di belakang dengan orang lain. Reno memberikan kebebasan kepada sang istri karena menurutnya itu adalah sebuah kebahagiaan yang diinginkan oleh istrinya. Sifat Seli yang mandiri dan keras kepala salah satu sebab Reno memberikan kebebasan kepada sang istri. Tetapi sebelum itu ian akan bersandiwara terlebih dahulu di depan keluarganya bahwa hubungannya dengan Seli terlihat baik-baik saja sambil memikirkan waktu yang tepat untuk mengungkapkan kebenarannya.

"Kenapa kau menghianatiku Seli, meskipun kita tidak saling mencintai tapi setidaknya kamu menghormatiku sebagai suamimu yang sah...apa yang akan aku katakan kepada keluarga kita kalo kita sudah bercerai." Gumam Reno keluar dari hotel tersebut

Reno mengemudikan mobilnya menuju rumah rahasianya yang ia beli tanpa sepengetahuan istrinya Seli. Rumah itu adalah rumah kedua Reno setelah rumah utamanya yang ia tinggali bersama sang istri Seli. Rumah itu digunakan oleh Reno untuk memenangkan diri saat ia sedang ada masalah baik berhubungan dengan kerjaannya maupun kehidupan rumah tangganya.

Reno mengemudikan mobilnya meyusuri jalanan pinggir kota menuju rumahnya. Disepanjang jalan, otaknya berputar memikirkan tanggapan kedua orang tuanya dan kedua mertuanya.

"Shitt...Apa kau tak pernah memikirkan gimana tanggapan orang tua kita Seli, aku bertahan selama ini hanya karena aku memikirkan perasaan kedua orang tuaku dan orang tuamu namun ternyata pikiranmu lebih picik dari yang aku duga Seli. Gumam Reno sambil tangannya memegang erat kemudi"

Entahlah gimana tanggapan orang tuaku jika tau masalah ini? Bagaimana jika sampai syok mendengar berita ini dan akan mempengaruhi kesehatannya? Dan bagaimana sikap kedua orang tua Seli jika tau anaknya menghianati suaminya? Apapun yang terjadi Reno akan jujur tentang kondisi pernikahannya kepada orangtuanya.

Mobil sampai di depan rumah tujuannya. Reno berjalan masuk kedalam rumah.

Brakk

Suara pintu ditutup dengan kasar. Reno menuju kamarnya dan masuk ke kamar mandi. Ia mandi dibawah guyuran air shower guna mendinginkan otaknya yang sedang tidak baik-baik saja guna memikirkan langkah selanjutnya menghadapi kehidupannya. Bagaimanapun akhirnya Reno harus tetap melanjutkan hidupnya untuk mendapatkan kebahagiannya kelak.

Setelah dirasa cukup segar, Reno keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk melingkar dibawah perutnya. Ia memakai pakaian santai kaos dan celana kolornya. Kemudian menuju ranjangnya yang berukuran king size. Ia merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak menenangkan pikirannya.

Beberapa menit kemudian matanya terpejam dan akhirnya tertidur pulas karena sangking lelahnya. Setelah sekitar beberapa jam tertidur Reno kebangun dengan kondisi lebih segar dari sebelum ia tidur. Waktu sudah sore hari menunjukkan pukul empat. Reno berjalan kekamar mandi sekedar kencing dan membasuh mukanya.

_____________________________________________

Arvita keluar dari hotel dengan perasaan yang sulit untuk diungkapkan. Ia meraih ponselnya dan segera order ojol untuk kembali ke rumahnya. Setelah beberapa saat ojol telah sampai didepannya. Arvita segera naik ojol menuju rumahnya.

Disepanjang jalan Arvita menahan tangisnya supaya tidak kelihatan oleh orang lain.

"Kenapa kamu menghianati ku mas, kamu tega sama aku dan Rika. Ucapanmu selama ini hanyalah ilusi belaka untuk menutupi kebohonganmu, kamu jahat mas... Jahat."

"Apa kurangnya aku mas, selama ini aku berusaha untuk selalu menuruti sesuai kemauan kamu, ternyata aku salah selama ini, aku pikir kamu adalah lelaki sejati yang ditakdirkan untukku, memimpin rumah tangga ku dan sebagai ayah yang baik bagi anakku, ternyata kamu tidak beda dengan ular yang mengendus dibawah kaki seekor keledai yang lagi tidur"

"Sungguh aku tak habis pikir dengan kelakuanmu mas, selama ini aku pikir kamu itu lelaki yang baik dan bertanggung jawab, hatiku sakit sekali menyaksikan kelakuanmu bersama wanita lain, sungguh perih rasanya, aku bener bener kecewa sama kamu mas."

"Tapi semua ini sudah terjadi, aku tidak boleh terlalu lama terpuruk dengan kondisi ini, aku harus bangkit demi Rika anakku dan demi kehidupan selanjutnya untuk memperoleh kebahagiaanku nanti di kemudian hari, aku akan balas semua kelakuanmu mas, bukan dengan balasan untuk menjatuhkanmu, tetapi dengan balasan kebahagiaanku sendiri nanti, kita lihat saja nanti bagaimana akhirnya" Batin Arvita menyemangati dirinya

Beberapa saat kemudian sampailah Arvita di kediamannya. Rumah yang selama ini di penuhi kebahagiaan bersama keluarga kecilnya. Hidup dengan damai sebelum penghianatan suaminya terungkap. Arvita masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya dan berusaha untuk memejamkan matanya sebentar. Namun setelah beberapa lama matanya tidak bisa terpejam. Terlalu banyak masalah yang dipikirkan jadi susah untuk tidur.

"Mungkin aku harus minum dingin dulu, supaya pikiranku agak tenang. " Gumam Arvita

Arvita bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air dingin di dalam kulkas. Setelah minum air dingin ia kembali kemarnya dan berbaring lagi di kasurnya. Setelah beberapa saat akhirnya ia tertidur lelap sampai ke alam mimpi..

Tututtututut

Bersambung lagi kawan

Bab 3 Tentang Arvita Yunisari

Arvita bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju dapur untuk mengambil air dingin di dalam kulkas. Setelah minum air dingin ia kembali kemarnya dan berbaring lagi di kasurnya. Setelah beberapa saat akhirnya ia tertidur lelap sampai ke alam mimpi..

Dr rt

Drrt

Drrt

Drrt

Arvita terbangun dari tidurnya karena dering ponselnya mengganggu tidurnya. Ia bangun dan duduk dipinggiran ranjang meraih ponselnya diatas meja samping tempat tidurnya. Melihat ponselnya siapa yang menelpon, langsung diangkat panggilan itu.

\[Hallo ibu guru, maaf saya ada bisa saya bantu ibu? "Ucap Arvita kepada seseorang yang menelponnya\]

\[Iya hallo ibu Arvita, saya mau kasih tahu kalo putri ibu sudah selesai jam sekolahnya, sekarang dia masih menunggu jemputan di pos satpam dari tadi. Bisa tolong segera dijemput ibu, soalnya disekolahan sudah mulai sepi tidak ada jam sekolah lagi. " Jawab ibu guru Arvita\]

\[oh iya ibu, saya mohon maaf karena telat menjemput anak saya. Segera saya kesana sekarang, mohon tunggu sebentar ibu saya nitip dulu anak saya. "Jawab Arvita sambil melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul 2 siang\]

\[Iya ibu Arvita, saya tunggu disini sama anak ibu, mohon segera kesini ya. Saya juga mau pulang soalnya. " Jawab ibu guru sambil menemani Rika di pos satpam\]

\[Baik ibu terima kasih, saya berangkat sekarang. "Jawab Arvita segera menutup teleponnya dan berangkat menuju sekolah anaknya menggunakan sepeda motornya\]

Meskipun rumah tangganya sedang tidak baik-baik saja namun ia jagu harus bersikap normal dihadapan anaknya. Tidak akan menunjukkan kesedihan di hadapan anaknya. Karena bagi Arvita saat ini hanya anaknya saja yang menjadi penyemangat hidupnya.

______________________________________________

Tentang Arvita

Arvita Yunisari adalah seorang wanita saat ini berumur 30 tahun. Kehidupannya yang sederhana dikalangan masyarakat tingkat bawah. Ia hidup bersama ayahnya saja setelah ibunya meninggal dunia pada saat ia berur 15 tahun. Ia menikah pada usia 23 tahun setelah ia menyelesaikan studinya di salah satu perguruan tinggi.

Arvita menikah dengan seorang pengusaha yang dikenalnya selama menempuh bangku perkuliahan. Suaminya adalah kakak tingkat di jurusan yang sama waktu Arvita berkuliah. Sebelum menikah Arvita menjalin hubungan dengan suaminya kurang lebih selama dua tahun. Selama masa kuliah Arvita menjadi primadona di kampusnya. Bukan karena kepintatannya saja namun dengan parasnya yang cantik dan tubuhnya yang ideal membuat terpesona siapapun yang melihatnya. Namun untuk masalah hati Arvita sudah menjatuhkannya kepada seorang kakak tingkat nya yang menjadi suaminya. Seorang pemuda tampan dan terlihat berkarismatik yang bernama Heri Winanto.

Hari ini adalah hari kebahagiaan bagi seorang Arvita. Dimana hari ini adalah hari kelulusannya di jenjang perkuliahan S1. Setelah selesai prosesi wisuda, Arvita dilamar oleh kekasihnya. Heri yang sudah bekerja membangun bisnisnya melamar Arvita pada saat acara kelulusannya. Momen bahagia ini merupakan hari terindah bagi seorang Arvita. Momen dimana Arvita akan memulai kehidupan rumah tangganya yang ia dambakan penuh dengan kebahagiaan. Tidak pernah terbesit pun kata kehancuran dalam kehidupan rumah tangganya bersama Heri. Tidak pernah tetpikirkan dalam benak Arvita kalo suaminya akan menghianatinya kelak. Arvita menerima semua kekurangan dan kesalahan suaminya namun tidak ada kata maaf untuk penghianatan.

"Sayang, untuk pernikahan kita mau diadakan resepsi yang seperti apa? " Tanya Heri kepada Arvita di sebuah cafe

"Terserah mas saja, tapi aku punya impian pesta pernikahan yang sederhana saja tapi meriah, tidak perlu mahal mewah namun yang dicari kesakralannya. " Jawab Arvita sambil mengambil makanannya di meja

"Apa tidak mau kalo pesta kita gelar di sebuah gedung gitu? " Tanya Heri

"Tidak perlu, tapi kalo mas mau gelar pesta pernikahan kita di gedung aku ngikut aja yang penting bagiku itu akadnya saja, kalo pesta aku tidak perlu mewah-mewah dan memboroskan uang, lebih baik uangnya buat sedekah saja. " Jawab Arvita

" Iya oke, nanti kita bicarakan lagi sama keluarga kita. " Jawab Heri lagi

Akhirnya pernikahan Arvita dengan Heri digelar di sebuah gedung namun acaranya tidak terlalu wahh karena permintaan dari keluarga Arvita yang meminta pesta pernikahan yang sederhana saja. Pernikahan menjadi momen bahagia bagi dia insan yang memulai kehidupan berumah tangga. Kehidupan rumah tangga yang didambakan oleh setiap insan adalah rumah tangga yang harmonis dan sejahtera dengan kesetiaan yang diutamakan begi pasangannya.

Manis pahitnya kehidupan berumah tangga dijalani dengan mengedepankan rasa kejujuran dan kesetiaan. Bahtera rumah tangga akan selalu berlayar bersama dalam keadaan suka maupun duka. Sikap saling membutuhkan dan memanjakan adalah salah satu bumbu dalam rumah tangga untuk mencari kebahagiaan.

Diawal pernikahan Arvita kehidupannya penuh dengan kehangatan hingga dikaruniai seorang putri yang cantik. Hidup rumah tangganya berkecupupan karena suaminya adalah seorang pengusaha sukses. Ekonominya bagus, tidak merasa kekurangan. Hingga pernikahan mereka mginjak usia ke tujuh tahun. Pernikahan bahagia bertahan hingga tujuh tahun lamanya. Diawal tahun kedelapan usia perinakahan Arvita dengan Heri mulai mengalami masalah dalam rumah tangga. Dari masalah sepele hingga masalah besar. Gonjang ganjing rumah tangganya masih bisa diperbaiki dengan sikap kesetiaan pasangannya. Sikap dan kesalahan dari suaminya masih bisa di maafkan oleh sang istri. Namun ada satu masalah yang tidak bisa lagi ditolerir alias dimaafkan, yaitu sebuah penghianatan.

Pahit dan manis adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Terimalah keduanya dan temukan keseimbangan. Kepahitan adalah pengingat bahwa kita memiliki kekuatan untuk mengatasi apa pun dan rasa manis adalah bukti bahwa kita bisa. Tanpa pahit, manis akan kehilangan maknanya. Rangkullah keduanya karena masing-masing membuat yang lain lebih berarti. Terimalah yang pahit dan manis, keduanya menyimpan pelajaran yang membantu kita tumbuh lebih kuat. Hidup adalah keseimbangan antara pahit dan manis, dan tugas kita adalah memanfaatkannya sebaik mungkin. Kehidupan yang pahit manis adalah kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan dan kesedihan, dan itulah yang membuatnya begitu indah. Saat-saat pahit manis adalah pengingat bahwa hidup ini penuh dengan kejutan, dan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.

Pernikahan yang dijaga dan mampu bertahan dengan penuh kebahagiaan selama tujuh tahun lamanya harus kandas dengan sebuah penghianatan yang dilakukan oleh sang suami Heri. Kelakuan suaminya sudah merusak tatanan janji suci sebuah ikatan pernikahan. Sebuah penghianatan yang dilakukan diam-diam tanpa sepengetahuan sang istri.

Bersambung...

Tetap ikuti setiap episodenya ya kawan

Jangan sampai ktinggalan ceritanya

Dan mohon tinggalkan ulasannya

Setiap penilaian dari lawan semua menjadikan cerita ini menjadi lebih hidup dan lebih baik lagi

Minta do'anya semoga setiap hari bisa update setiap bab episodenya

terima kasih saya ucapkan kepada kalian semua

Mohon maaf jika masih banyak terdapat kesalah penulisan, cerita ini hanya fiksi semata untuk hiburan semata

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!