NovelToon NovelToon

Legend Of The Sky Dragon Sword

CH 1. Awal Mula

Pada zaman dahulu kala, sekitar 500 ribu tahun yang lalu, di Alam Bawah, tepatnya di sebuah benua yang bernama benua Yun, ada sebuah Klan yang menguasai dan mengatur benua tersebut.

Klan itu di sebut Klan Long. Pemimpin klan tersebut adalah seekor Naga Biru, dia di sebut Long Zu.

Tapi karena Long Zu adalah seekor Naga banyak penolakan dari sekte dan juga klan manusia. Mereka tidak mengakui klan Long sebagai penguasa benua.

Karena itu, mereka membentuk sebuah aliansi. Itu terdiri dari banyak sekte dan juga klan. Tujuan mereka hanya satu yaitu, memusnahkan Klan Long.

Hingga pada suatu ketika, Aliansi yang sudah di bentuk tersebut mengepung Klan Long. Tindakan itu membuat Long Zu sangat marah.

Dengan amarah yang mengerikan, dia memobilisasi anggota Klan Long untuk bertempur. Saat itu juga, terjadi pertempuran epic antara aliansi dan Klan Long.

Meskipun Long Zu kuat, tapi karena serangan mendadak dan juga Klan Long kalah dalam jumlah, Klan Long di hancurkan. Long Zu terluka parah dan melarikan diri untuk menyelamatkan Pusaka Klan.

. . . . .

500 ribu tahun kemudian, di Benua Yun, sebelah timur kekaisaran Dongfang berdirilah sebuah klan kecil di sebuah kota terpencil yang berada di pinggiran Hutan Berkabut Kota tersebut bernama Kota Kabut.

Klan tersebut adalah Klan Long. Klan Long di pimpin oleh seorang patriark yang bernama Long Shen.

Long Shen memiliki seorang istri yang bernama Yue Lan, dan juga seorang putra bernama Long Tian yang baru berusia 12 tahun. Tapi sayangnya Long Tian cacat dalam kultivasi.

Long Shen adalah seorang ayah harimau yang memperanakan seekor anak kucing. Meskipun begitu dia tidak pernah peduli, dia selalu yakin kalau Long Tian pasti bisa berkultivasi.

Di dalam klan, Long Tian di benci oleh semua orang dan sering di hina karena cacat, bahkan Long Tian di juluki sebagai Tuan Muda Celana Sutra. Long Tian bisa dikatakan hidup dalam neraka.

Meskipun ayahnya adalah Patriark, dia masih sering di hina. Bahkan ketika dia keluar dari klan unjuk berjalan-jalan, dia sering menghadapi hinaan. Dia sangat terkenal di kota kabut dengan julukan Celana Sutra.

Para pelayan di klan bahkan tidak menghormatinya sedikit pun. Para pelayan semuanya bisa berkultivasi, mereka berada di ranah Fondasi Qi tahap sempurna.

Bahkan mereka tidak pernah menyebut nama Long Tian, mereka hanya memanggilnya dengan sebutan 'Tuan Muda Sampah'.

Bagaimana mereka bisa menghormati Tuan Muda sampah seperti Long Tian? Itu tidak mungkin! Bahkan mereka sering menghina Long Tian.

Tapi Long Tian tidak peduli dengan perkataan orang di klan. Meskipun cacat Long Tian tidak berkecil hati, Long Tian sering melatih tubuh fisiknya setiap hari.

Pada suatu malam saat makan malam bersama, Long Shen memberikan 2 Inti Kristal Binatang Iblis untuk Long Tian gunakan dalam berkultivasi.

Meskipun Long Shen tidak terlalu banyak bicara, dia sangat menyangi putranya. Terkadang dia merasa pahit dalam hatinya ketika melihat Long Tian. Ayah mana yang tidak ingin putrnya menjadi kultivator hebat? Long Shen juga tidak terkecuali, dia selalu berharap putranya akan mengalami keberuntungan dan bisa berkultivasi.

Long Tian menerima Inti Core yang di berikan ayahnya. Setelah menerima Inti Kristal, Long Tian pun berterima kasih pada ayahnya.

"Tian'er bagaimana perkembangan latihan kamu?" tanya Long Shen.

"Masih seperti biasa Ayah, setiap kali saya menyerap Qi, itu selalu menghilang dalam dentinan saya." jawab Long Tian.

Long Shen hanya menganggukkan kepala dan beranjak pergi. Tetapi saat berbalik, orang bisa melihat senyum tipis muncul di wajahnya. Entah apa maksud senyum itu, hanya dia sendir yang tahu.

"Ibu Tian'er pamit untuk beristirahat." Long Tian juga pamit ke Ibunya untuk pergi istrahat.

......

Hari berikutnya.

Keesokan paginya, Long Tian seperti biasa melatih tubuhnya dengan membawa beban berat sambil berlari. Setelah selesai berlatih, Long Tian mandi dan berjalan-jalan di sekitar Klan.

Saat berjalan di Klan, Long Tian sering mendengar banyak bisikkan orang-orang klan yang tidak baik tentang dirinya yang cacat dalam kultivasi. Tapi Long Tian tidak pernah menghiraukan perkataan mereka. Dia hanya bisa menguatkan hatinya untuk menelan pil pahit itu.

Bahkan ada beberapa murid klan yang dengan terang-terangan melempari Long Tian dengan batu-batu kecil sambil tertawa mengejek.

Ini semua, Long Tian alami, sejak di memasuki usia 6 tahun. Dia dihina, di bully, dan bahkan diludahi oleh para pelayan.

"Long Tian!" tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Long Tian. Ketika dia berbalik, itu ternyata adalah saudara sepupunya yaitu Long Feng.

Long Tian hanya mengangguk dan berjalan menuju Long Feng.

"Adik Tian bagaimana perkembangan kultivasi kamu?" tanya Long Feng saat Long Tian tiba.

"Masih sama seperti biasanya." jawab Long Tian singkat. "kakak Feng ini ada 2 inti Binatang Iblis." kata Long Tian sambil menyerahkan 2 Inti Kristal Iblis yang di berikan Ayahnya.

Tetapi Long Feng langsung menepis tangan Long Tian. Dia berkata, "Adik Tian ini di berikan paman Shen untuk kamu, lagi pula saya sudah di berikan oleh ayah."

Tapi Long Tian dengan keras kepala memberikannya pada Long Feng. Karena terus di desak, Long Feng pun menerima Inti Kristal tersebut.

Sejujurnya, setiap kali Long Tian mendapatkan Inti Core dari ayah, dia selalu diam-diam memberikannya pada Long Feng. Meskipun Long Feng Menolak, dia selalu mempunyai alasan untuk membuat Long Feng menerima.

"Adik Tian, mari kita berlatih pedang." ajak Long Feng sambil merangkul bahu Long Tian dan berjalan menuju hutan belakang klan.

Long Feng adalah anak dari Long Teng, sedangkan Long Teng adalah saudara Long Shen.

Long Feng adalah anak yang paling berbakat dalam Klan Long yang baru berusia 15 tahun.

Meskipun begitu dia tidak pernah menghina atau membenci Long Tian. Justru Long Feng sangat memperhatikan Long Tian. Bisa dikatakan bahwa, di dalam Klan Long, hanya Long Feng yang selalu bersama dengan Long Tian.

Di Klan, hanya Long Feng yang selalu memperhatikannya, selain ayah dan ibunya. Long Shen juga sering menerima tekanan, dari para tetua karena keadaan Long Tian.

Di hutan belakang klan, terlihat Long Tian dan Long Feng sedang berlatih pedang. Karena mereka terlalu fokus berlatih, mereka tidak menyadari kalau Long Shen sedang memperhatikan mereka. Setiap kali dia melihat gerakan Long Tian, di selalu mengerutkan kening.

"Apa sebenarnya keadaan tubuh Long Tian? Di lihat dari pergerakannya, dia seperti orang yang bisa berkultivasi. Aku yakin dia memilki keadaan tubuh khusus yang belum bangkit sehingga itu selalu merampok energi yang dia serap." Long Shen bergumam. Terlihat kerutan di keningnya. Jelas dia sedang berpikir keras.

Sejujurnya, dia selalu diam-diam menggunkan presepsinya untuk memeriksa jauh kedalam tubuh Long Tian. Tetapi dia hanya mendapati kabut biru tebal dan tidak menemukan apa-apa.

. . . .

Setelah selesai berlatih, Long Tian dan Long Feng pergi jalan jalan ke kota.

"Long Feng!" sebuah suara datang dari belakang mereka. Ketika mereka berbalik, mereka melihat seorang pemudah dengan wajah sombong berjalan kearah mereka.

"Long Feng apakah ini Tuan Muda Celana Sutra dari klan mu?" kata orang itu ketika dia menatap Long Tian dengan jijik.

"Shi Feng!" kata Long Feng.

Dia adalah, putra kedua dari Shi Hong. Shi Hong adalah Patriak Klan Shi. Dia sering mencari masalah dengan Long Tian, bahkan terkadang Long Tian akan dipukuli hingga mirip seperti kepala babi.

"Ayo pergi, jangan di pedulikan." kata Long Feng.

Karena tidak di pedulikan, Shi Feng menjadi marah dan menghadang mereka berdua dan berkata, "Saya sedang berbicara dengan kalian, apakah kalian bisu atau tuli?"

Tapi Long Tian dan Long Feng terus berjalan tanpa mempedulikan Shi Feng. Tindakan itu benar-benar membuat Shi Feng marah.

"Berhenti!" teriak Shi Feng dan berjalan ke depan mereka lagi.

"Apa sebenarnya yang kamu inginkan?" tanya Long Feng dingin.

"Saya sedang bertanya, kenapa kalian tidak menghiraukannya?" kata Shi Feng.

"Kamu pikir kamu, siapa?" tanya Long Tian mengerutkan dahi."Apakah kami mengenalmu?"

"ho ho ho ho, kamu Si Tuan Muda cacat dari klan Long sedikit punya keberanian, apakah kamu meminta pemukulan lagi?" kata Shi Feng sinis sambil bertepuk tangan.

"Cih, hanya mengandalkan sekelompok orang juga, kamu begitu sombong!" kata Long Tian menyipitkan mata.

Shi Feng langsung terdiam, dengan perkataan Long Tian. Faktanya, ketika dia memukuli Long Tian, dia selalu mengandalkan pelayannya.

Shi Feng menatap tajam mata Long Tian, tapi entah mengapa saat menatap mata Long Tian, Shi Feng sangat takut sampai dia mundur satu langkah.

"Kenapa saya merasa takut?" kata Shi Feng pada dirinya sendiri. Shi Feng merasa malu sekaligus marah karena dia takut menatap mata Long Tian.

Long Tian dan Long Feng tidak peduli dengan apa yang Shi Feng rasakan. Mereka berdua langsung pergi. Tapi karena malu dan marah, Shi Feng langsung menyerang Long Tian dari belakang.

Long Tian berbalik, itu hanya untuk melihat dia bergeser kesamping dan sedikit memiringkan tubuhnya. Lututnya terangkat dengan pasti. Itu mendarat telak di dada Shi Feng.

"Uh!"

Suara terendam keluar dari mulut Shi Feng, ia terjun bebas kebelakang, berguling beberapa meter sebelum berhenti.

"Kamu . . . Kamu berani menyerangku?" kata Shi Feng sambil menahan rasa sakit di dadanya. Itu seperti palu godam yang besar memukul keras dadanya.

"Kalian semua kenapa diam? Turunkan dia untukku!" teriak Shi Feng kepada beberapa pelayannya.

"Apa maksudmu?" tanya Long Feng.

"Saya tidak mempunyai urusan denganmu, tapi dia!" Shi Feng menunjuk Long Tian.

"Dia Adikku, tidak ada yang boleh menyentuhnya!" kata Long Feng dingin.

"Hahaha, kalau saya ingin menyentuhnya, apa yang akan kamu lakukan?" tiba-tiba ada suara tawa datang dari dalam kerumunan orang di belakang mereka.

Orang itu tidak lain adalah Shi Mo. Dia adalah Kakak Shi Feng dan juga jenius mudah dari klan Shi. Shi Mo dan Long Feng di yakini adalah jenius mudah di kota kabut.

"Hahahaha Long Feng, mengapa kamu melindungi aib dari klanmu?" tanya Shi Mo sambil tertawa.

"Mau bertarung?" kata Long Feng dengan senyum tipis saat Shi Mo tiba di depan mereka.

Shi Mo hanya tersenyum berkata, "Tunggu saat perekrutan Akademi Kekaisaran mengirim utusan." berbalik kerah Shi Feng, dia menegur dengan dingin, "Bahkan tidak bisa mengalakan orang cacat, kamu membuat malu dirimu sendiri. Ayo pergi!"

Berkata seperti itu, Shi Mo langsung pergi. Shi Feng menatap Long Tian dengan kebencian 'tertulis' di wajahnya. Setelah itu dia pergi.

Setelah Shi Mo dan Shi Feng pergi Long Tian dan Long Feng juga langsung pergi. Mereka tidak melanjutkan jalan-jalan karena gangguan tadi.

CH 2.Sembilan Pedang Pemusnah

Sesampainya di klan, Long Tian dan Long Feng berpisah. Long Tian langsung kembali ke rumahnya, sedangkan Long Feng juga kembali ke kediamannya

Sesampainya di rumah, Long Tian di sambut oleh Ibunya, "Tian'er kamu dari mana nak?"

"Saya bersama Kakak Feng pergi jalan jalan ke kota Ibu." jawab Long Tian.

Setelah berbicara sebentar dengan Ibunya, Long Tian langsung pergi ke kamarnya. Di kamar Long Tian duduk dalam posisi lotus untuk melatih teknik pernapasannya.

Teknik ini di sebut teknik Napas Naga. Itu di berikan Long Shen padanya.

Meskipun sering di hina dan di bully, Long Tian hanya diam, dia tidak pernah melakukan tindakan balasan, dia tidak memiliki sedikit energi pun di tubuhnya, bagaimana dia bisa melawan?

"Sampah!" saat sedang berlatih, tiba-tiba ada yang memanggil Long Tian dari luar kamar.

"Ada apa?" jawab Long Tian dan berjalan keluar untuk menemui orang yang memanggilnya. Itu adalah seorang pelayan. Dia bahkan tidak memiliki sedikit pun rasa hormat pada Long Tian.

"Kamu di panggil oleh patriak?" kata pelayan itu dengan sinis. Berkata seperti itu dia langsung berbalik dan pergi.

Long Tian yang mendengar itu, langsung pergi menemui ayahnya. Dia sama sekali tidak peduli dengan sikap pelayan itu, dia sudah terbiasa.

Ketika dia tiba di ruang Long Shen, Long Tian mengetuk pintu sebelum masuk.

"Ada apa ayah?" Tanya Long Tian ketika sudah berada di dalam ruangan patriak.

"Long Tian apakah kamu ingin menjadi pemimpin klan?" tanya Long Shen langsung.

"Tidak Ayah." jawab Long Tian tanpa berpikir panjang.

Dia sama sekali tidak mau, belum lagi memimpin klan, dia bahkan tidak bisa berkultivasi. Tetapi karena statusnya sebagai Tuan Muda klan, Long Shen masih meminta pendapatnya.

Sebagai Ayah dari Long Tian, Long Shen hanya bisa mendukung putranya secara diam-diam, dia tidak bisa hanya fokus pada Long Tian. Urusan klan harus didahulukan.

"Mengapa? Apakah karena kamu tidak bisa berkultivasi?" tanya Long Shen.

"Tidak Ayah, saya hanya ingin bebas!" Jawab Long Tian dan duduk di depan ayahnya. "Ayah, bagaimana dengan kakak Feng?"

"Long Feng juga menolak, jawabannya sama persis seperti kamu." jawab Long shen.

. . .

Sementara itu, di Klan Shi.

"Kakak Mo, kenapa kamu tidak memberi pelajaran pada Long Feng dan Si Cacat itu!" kata Shi Feng saat mereka baru saja tiba di klan.

"Long Feng sangat kuat. Bahkan saya tidak yakin untuk bisa mengalahkannya." jawab Shi Mo dan berjalan pergi meninggalkan Shi Feng yang masi berdiri dengan tangan terkepal erat.

"Saya akan membalas rasa malu saya!" geram Shi Feng, matanya di penuhi dengan api kebencian. Dia sangat marah, setiap kali dia berduel dengan Long Tian, dia selalu di kalahkan. Tanpa bantuan para pelayannya, dia tidak bisa mengalahkan Long Tian.

Bahkan dia pernah memaksa Long Tian memakan racun. Saat itu, bisa di katakan Long Tian berada di antara garis hidup dan mati, untungnya Long Tian tiba di cepat di klan. Kalau tidak, dia pasti mati.

Sementara itu, Shi mo pergi menuju ruangan patriak.

"Ayah apakah saya bisa masuk?" kata Shi Mo saat sudah berada di depan pintu ruangan.

"Masuk!" jawab sang patriak dari dalam ruangan.

Setelah masuk, Shi mo langsung duduk di depan ayahnya.

"Ada apa mo'er?" tanya Shi hong. Patriak klan Shi bernama Shi hong.

"Ayah bagaimana dengan utusan Akademi Bintang Kaisar? Saya belum yakin untuk menyaingi Long Feng. Basis kultivasi Long Feng berada di ranah Golden Core tahap akhir ayah, sedangkan saya baru di tahap menengah." kata Shi Mo

Shi Hong tidak banyak bicara, dia langsung memberikan satu buah pil dan sebuah manual teknik pertempuran untuk Shi Mo.

Setelah menerima manual teknik dan pil, Shi Mo langsung bertanya, "Pil apa ini ayah?"

"Pil ini untuk mempermudah kamu dalam menyerap energi spiritual dan juga manual teknik itu adalah teknik Tombak Langit!" Shi Hong menjelaskan pada Shi Mo.

"Terima kasih ayah." kata Shi mo sambil tersenyum senang.

"Gunakan pil tersebut untuk menerobos ke tahap akhir, setelah itu berlatihlah Teknik Tombak Langit" tambah Shi hong.

"Yah Ayah, saya akan memasuki pengasingan tertutup sekarang." jawab Shi Mo.

"hm!" hanya di jawab anggukan oleh Shi Hong.

. . . . .

Sementara itu, di Klan Long, tepatnya kediaman Long Teng. Long Feng dan Long Teng terlihat sedang berbicara.

"Ayah saya sudah berada di tahap akhir dari ranah Golden Core." kata Long Feng.

"Ha ha ha, bagus nak! Ayo kita pergi ke pamanmu untuk memberitahukan kabar baik ini." kata Long Teng sambil bangkit berdiri untuk pergi.

Di kediaman patriak, di halaman belakang, terlihat Long Tian sedang berlatih pedang bersama ayahnya. Meskipun dia cacat, tetapi dia tidak pernah menyerah dengan takdir. Dia yakin bahwa suatu saat nanti, dia akan menjadi kultivator kuat.

"Tian'er, perhatikan baik-baik! Teknik yang akan ayah peragakan ini adalah teknik yang di ciptakan oleh Leluhur Pendiri Klan!" kata Long Shen.

"Paman, kakak Feng!" Panggil Long Tian saat melihat Long Teng dan Long Feng berjalan ke arah mereka. Itu menyebabkan Long Shen menunda memperagakan teknik pedang.

"O, Feng'er apakah kamu sudah menerobos?" tanya Long Shen.

"Iya paman." jawab long Feng dengan senyum tipis.

"Bagus, bagus, bagus!" Long Shen mengucapkan kata bagus 3 kali dengan senyum bahagia, "Karena kamu sudah menerobos ke ranah Golden Core dan kebetulan kamu ada di sini, perhatikan Teknik Pedang yang akan paman peragakan!" tambah Long shen panjang.

"Baik paman." jawab Long Feng sambil mengangguk.

Setelah itu Long Shen memperagakan sebuah teknik pedang yang sangat indah tapi tegas. Gerakkan Long Shen seperti Seekor Naga yang menembus kehampaan.

Long Tian dan Long Feng hanya memperhatikan dan di buat kagum dengan pergerakan Long Shen yang indah namun tegas. Walaupun Long Shen memperagakan teknik pedang itu dengan sedikit lambat, tapi terlihat sangat indah.

Setelah selesai memperagakan teknik pedang tersebut, Long Shen berkata, "Ini adalah teknik pedang yang di turunkan oleh Leluhur nama teknik ini adalah Sembilan Pedang Pemusnah!"

"Ada sembilan gerakan dalam teknik pedang ini yaitu, Pedang Pemecah Gunung, Pedang Pembelah Bumi, Hujan Pedang, Pedang Ilusi, Pedang Kilat, Siklus Pedang Musim, Pedang Ruang, Pedang Waktu, dan Pedang Ruang Waktu."

Long Tian dan Long Feng hanya diam dan dengan serius mendengar penjelasan Long Shen.

"Feng'er kamu sudah berada di ranah Golden Core, jadi kamu suda bisa berlatih 3 jurus pertama." kata Long Shen.

"Baik Paman."jawab Long Feng dengan anggukan.

Setelah menjelaskan semua, Long Shen pun memberikan manual teknik Sembilan Pedang Pemusnah kepada Long Feng. Dia berkata, "Feng'er ini adalah salinan teknik pedang! Jaga baik baik jangan sampai hilang!"

"Ya paman." jawab Long Feng sambil menerima manual teknik tersebut.

Sementara Long Shen sedang berbicara dengan Long Feng, Long Tian terus mempelajari teknik tersebut. Meskipun Long Tian belum bisa menggunakan Qi, dia hanya berlatih gaya pedang tersebut tanpa menggunakan Qi. Tetapi pergerakan Long Tian sangat gesit dan indah.

Setelah berbicara dengan Long Feng, Long Shen langsung mengobrol dengan Long Teng yang dari tadi hanya memperhatikan mereka.

"Ayah, Paman, saya akan pergi untuk berlatih." pamit Long Feng kepada ayah dan pamannya yang sedang memperhatikan Long Tian berlatih pedang.

Mereka berdua hanya menganggukkan kepala kepada Long Feng.

Walaupun Long Shen tidak banyak bicara dengan Long Tian, tetapi dia sangat memperhatikan Long Tian.

"kakak, bagaimana perkembangan kultivasi Long Tian?" tanya Long Teng.

"Masih seperti biasannya, setiap kali dia menyerap Qi, itu selalu menghilang dalam dentinan-nya." Jawab Long Shen.

"Saya yakin, Keponakanku tidak cacat. Aku selalu merasa dia memilki tubuh fisik khusus yang belum terbangun. Tapi setelah itu terbangun, saya yakin dia pasti akan mengejutkan kita semua." kata Long Teng dengan serius.

Dia berkata seperti itu bukan untuk menghibur Long Shen, tetapi itu keyakinannya. Faktanya bahwa Long Shen juga mempunyai firasat yang sama.

Setelah sedikit berbicara dengan Long Shen, Long Teng langsung pamit pergi untuk mengawasi latihan Long Feng. Sedangkan Long Shen masih terus memperhatikan Long Tian.

CH 3.Seleksi Perekrutan Akademi Bintang Kaisar

Keesokkan harinya long Tian seperti biasa,melatih tubuh fisiknya. Sedangkan Long Feng berlatih teknik Nine sword of destruction. Hari-hari berlalu dengan sangat cepat. Tidak terasa waktu seleksi perekrutan murid akademi bintang kaisar tinggal beberapa hari lagi.

Di setiap sudut kota kabut sangat ramai dengan banyaknya kultivator bebas yang datang untuk ambil bagian dalam seleksi perekrutan akademi bintang kaisar.

Di klan long, di tempat perkumpulan para tetua sudah ada banyak tetua yang berkumpul. Long shen dan long Teng juga suda duduk di kursi mereka masing masing sedangkan long Feng dan long Tian duduk di samping ayah mereka.

Long shen berdiri dan mulai membahas tentang seleksi akademi bintang kaisar.

Tiba-tiba seorang tetua bangkit dan berbicara, "Patriak ada berapa orang yang mengikuti seleksi?" tanya sang tetua pada Long shen.

"Di klan dengan umur yang cukup hanya long Feng! Atau ada kandidat lain yang sudah kalian perhatikan?" tanya long sen.

Smua tetua hanya menggelengkan kepala.

"Baik,kalau begitu hanya long Feng yang akan mengikuti seleksi" kata Long Shen.

Setelah berbicara Long Shen langsung bangkit dan pergi,dia menyerahkan sisanya pada long Teng.

"Long Teng, bawa long Feng ke tempat penyimpanan klan, biarkan dia mencoba mengeluarkan pedang itu dari sarungnya!" kata Long Shen pada Long Teng.

Long Teng hanya mengangguk.

Setelah Long Shen dan Long Tian pergi, Long Teng membawa long Feng dan para tetua klan pergi menuju tempat penyimpanan.

Ruang penyimpanan klan long terdapat di bawa tanah.

Setelah tiba, Long Teng membawa long Feng dan para tetua ke tempat penyimpanan senjata. Disana di bagian paling tengah, ada sebuah pedang dengan sarung hitam yang bercorak naga putih.

Tetapi baik Long Shen dan Long Teng belum pernah mengeluarkan pedang tersebut dari sarungnya.

"Feng'er datang dan teteskan darah kamu pada pedang ini" kata long Teng setelah tiba di depan pedang.

"yah ayah",jawab long Feng sambil berjalan ke arah pedang tersebut.

Sesampainya di depan pedang, Long Feng langsung meneteskan darahnya, tetapi tidak ada reaksi sedikit pun hingga beberapa napas kemudian, tiba-tiba pedang itu mulai bergetar dan melayang ke arah Long Feng.

Long Feng hanya berdiri terpaku di depan pedang, seperti orang yang kehilangan jiwa.

"Feng'er apa yang terjadi ?" tanya Long Teng, tetapi tidak ada jawaban dari Long Feng.

Long Teng dan para tetua hanya berdiri diam dan menunggu long Feng sadar.

"Pergi dan panggil patriak kesini!" perintah Long Teng pada salah satu tetua.

Tak berselang lama, Long Shen tiba.

Ketika dia melihat Long Feng dia langsung tertawa terbahak bahak sampai air matanya menetes.

"Hahahaha para leluhur menghendaki klan kita untuk bangkit!" Long Shen berkata dan berlutut di hadapan long Feng dan pedang.

"Semua berlutut dan berterimakasih pada leluhur!" perintah Long Shen pada semua yang ada di situ.

Long Teng dan semua tetua langsung berlutut.

Tak berselang lama Long Feng pun sadar kembali.

"Paman, ayah, para tetua, kenapa kalian berlutut?" tanya Long Feng dengan sedikit senyum canggung.

"Feng'er apa yang terjadi?" tanya Long Shen sambil bangkit berdiri.

"Paman saya bertemu dengan jiwa leluhur yang di tinggalkan di dalam pedang! Dia berkata kalau darah saya cocok dengan pedang ini, terus nama pedang ini adalah white Dragon Sword!" jawab Long Feng.

"Setelah itu, Leluhur berkata kalau pedang Leluhur Pendiri ada bersamanya dan menghilang bersama leluhur pendiri 500 ribu tahun yang lalu!" tambah Long Feng panjang.

Long shen dan long Teng tidak pernah mengetahui kalau leluhur pendiri klan long sebenarnya menghilang bersama pedangnya. Karena pedang yang ada di tangan long Feng adalah pedang pelindung klan.

Setelah mendengar apa yang di katakan long Feng, Long Shen dan Long Teng terlihat bingung.

Karena yang mereka tahu hanya leluhur naga putih. Mereka tidak tahu kalau Leluhur Pendiri Klan Long bukan leluhur naga putih.

Setelah merenung sebentar Long Shen menyuruh semua untuk bubar, sedangkan Long Shen langsung kembali ke kediamannya.

Sementara itu long Tian sedang berlatih di halaman belakang kediamannya, dia menggunakan sebuah pedang kayu dan mempraktikkan teknik sembilan pedang pemusnah.

Tiba-tiba long Tian merasa ada sesuatu yang memanggilnya dari arah hutan berkabut. Tetapi hanya sesaat sehingga long Tian mengabaikannya dan terus berlatih hingga malam.

Keesokan paginya di klan shi.

Patriak klan Shi sedang mengawasi Shi mo berlatih tombak.

"Mo'er bagaimana perkembangan latihan teknik tombak yang ayah berikan?" tanya Shi Hong.

"Untuk jurus pertama, saya sudah menguasainya hingga tahap sempurna ayah. Sedangkan jurus kedua, saya sudah menguasainya hingga tahap akhir ayah" jawab Shi Mo dengan senyum bangga.

Shi Hong hanya mengangguk dan berkata, "Tinggal seminggu lagi seleksi akan di mulai! Usahakan menguasai jurus kedua hingga tahap sempurna!" kata Shi Hong.

"Yah Ayah",jawab Shi Mo singkat.

Seminggu kemudian, akhirnya tiba seleksi akademi bintang kaisar.

Di balai kota,sudah banyak kultivator muda yang akan mengikuti seleksi.

Banyak pembudidaya lepas dan klan yang datang dari kota kecil lainnya.

Diatas panggung di kursi kehormatan, sudah ada Tuan Kota dan Utusan Akademi dan masih tersisa 2 kursi yang kosong.

Tak berselang lama, Klan Long dan klan Shi tiba.

Long Shen dan Shi Hong langsung pergi ke tempat duduk yang suda di siapkan di samping tuan kota dan utusan akademi.

Acara perekrutan di bagi menjadi empat bagian yaitu tes bakat, fisik bawaan, kekuatan tubuh, dan kemurnian Qi. Dengan ketentuan umur peserta baru lima belas tahun serta sudah mencapai ranah foundation estabilishmet.

Diatas panggung suda ada 3 kristal dan sebuah patung giok untuk melakukan tes.

Karena suda banyak yang mendaftar, Tuan Kota langsung mengumumkan untuk memulai perekrutan.

Orang-orang yang sudah mendaftar langsung naik keatas panggung sesuai nomor urut yang suda di tentukan saat mendaftar.

Long Feng mendapat urutan ke 320.

Peserta nomor 1,Liu Lei gagal..

Peserta nomor 15 Leng liusu lulus..

Peserta nomor...gagal

Peserta nomor 320,Long Feng,

Bakat:tingkat surga

Fisik bawaan:tidak di ketahui

Kekuatan tubuh:3000 jin

Kemurnian Qi:......

Lulus.

Pada akhir seleksi hanya ada 6 orang yang lulus, di tambah long Feng dan Shi mo jadi total yang lulus 8 orang.

Ketika semua orang akan bubar karena seleksi perekrutan suda selesai, tiba-tiba Shi mo melompat kearena pertempuran dan mengarahkan tombaknya ke long Feng.

"Ayo bertarung!" tantang Shi Mo kepada Long Feng.

Long Feng juga tidak banyak bicara dan langsung naik ke arena.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!