NovelToon NovelToon

Dicintai Dosen Tampan

Bab 1 #*#*

Suasana di kantin dipenuhi beberapa orang yang sedang menikmati waktu istirahat setelah seharian menghadapi mata pelajaran di kampus.

Di kantin makin ramai dengan mereka yang sedang duduk membicarakan tugas mereka hingga hal lain yang ingin mereka bicarakan.

Nampak terlihat seorang gadis duduk dengan lemas. Kepalanya dia letakkan dimeja dengan tangan yang masih memegang buku.

" Dia kenapa lagi?"  tanya wanita itu pada salah satu dari mereka

" Biasa masalah dengan pak Alex." mereka pun hanya bisa terdiam melihat sahabatnya yang selalu masalah dengan salah satu dosen itu.

"Aku pusing jika aku harus mengulang kembali."  ucap Airin yang sudah lelah dengan semua tugasnya.

"Sabar ya rin."  mereka hanya bisa memberi semangat sahabatnya. Airin hanya bisa membalas dengan anggukkan.

Tiba-tiba saja Airin dihampiri seseorang.

"Rin." Airin langsung menoleh kebelakang.

"Ada apa?" tanya Airin lagi.

"Kamu dipanggil pak Alex diruangannya." sontak saja membuat Airin kaget.

"Kenapa lagi."  Airin benar-benar  merasa pusing menghadapi dosen satu ini.

"Lebih baik kamu berangkat sekarang rin, sebelum pak dosen marah padamu." Airin mencoba berdiri dari tempat duduknya.

"Baiklah." Airin mencoba bangkit dari tempat duduknya lalu pergi ke ruang pak dosen yang berada di pojokkan.

Airin mencoba mengatur napas."Tenang, kamu harus berani rin."batin Airin yang mencoba menenangkan dirinya.

"Tok... Tok..."

" Masuk."Airin mencoba masuk ke dalam ruang pak dosen.Airin langsung menghampiri pak dosennya yang sedang sibuk dimeja kerjanya.

"Ada apa bapak memanggil saya?" tanya Airin pada pak dosennya.

"Duduk." Airin langsung duduk dikursi tepat didepan meja pak dosennya.

"Kamu kerjakan ini." Airin langsung mendapatkan tugas dari pak Alex.

"Maksudnya apa pak?" Airin masih kebingungan dengan apa yang harus dia dikerjakan.

"Kamu kerjakan untuk memperbaiki nilai kamu." Pak Alex langsung memberikan tugas pada Airin, langsung saja Airin kaget.

"Apa pak." Airin kaget harus menyelesaikan tugas tambahan dari pak Alex.

"Kamu masih berani menolak, jangan harap saya akan memberikan nilai untuk kamu."pak Alex mulai memberi memperingati pada Airin.

Dengan seketika dia mulai lemas, jika dia tak mengerjakan apa yang diperintahkan oleh pak Alex maka dia akan selalu berurusan dengan pak dosen itu lagi.

"Baiklah pak." Airin mencoba menerima tugas itu.

"Dikerjakan diruangan saya bukan untuk kamu bawa pulang." pak Alex mengingat lagi.

Airin membalas dengan anggukkan. "Iya pak saya mengerti." jawab Airin yang segera menyelesaikan tugas tambahannya dari pak Alex.

Sedari tadi Mereka diam dengan pekerjaan mereka masing-masing. Sesekali Airin melirik pak dosennya itu dengan menahan rasa kesalnya.

Pada akhirnya dia selesai juga dengan tugas yang diberikan oleh pak dosennya. "Ini pak tugas saya sudah selesai ." lembaran itu langsung dia letakkan di atas meja kerjanya.

Pak alex mulai mengeceknya, Airin terlihat tegang. "Semoga semuanya benar." batin Airin yang berharap nilainya memuaskan.

"Bagus semuanya benar." kata pak Alex yang sudah selesai mengecek tugas miliknya.

Sontak saja Airin begitu bahagia. " Benar pak?" tanya Airin pada pak Alex, pak Alex membalas dengan anggukkan.

"Akhirnya lulus juga." batin Airin yang begitu bergembira.

"Pertahankan nilai kamu, tapi ingat jika kamu berbuat kesalahan yang kedua kalinya. Kamu siap-siap saja, akan bapak berikan tugas lebih sulit lagi." pak Alex mulai memperingati Airin.

"Baik pak." jawab Airin dengan semangat.

"Baiklah, silakan keluar." Airin segera bersiap keluar. Airin terlihat begitu bahagia, akhirnya hukuman dia berakhir juga.

"Baik pak, saya mau permisi dulu pak."  pamit Airin pada pak dosennya.

"Iya."  jawab singkat pak dosen itu,Airin begitu senang akhirnya dia bisa lolos.

Setelah Airin sudah keluar dari ruangan itu, diam-diam pak dosen itu tersenyum. "  kita akan bertemu lagi ."  ucap Pak dosen, yang ada sesuatu yang belum kini dia ungkapkan.

Terlihat Airin begitu bahagia hingga dia tak sadar menabrak . "Aduh."  Airin terjatuh hingga kakinya terasa sakit.

"Kamu tidak apa-apa kan."  ucap laki-laki itu pada wanita yang tidak sengaja dia tabrak.

"Tidak apa-apa."  jawab Airin yang mencoba bangkit dari jatuhnya.

Sontak saja Airin kaget dengan pria yang ada didepannya.  Airin ternyata diam-diam mengagumi dari pria itu.

" Kamu baik-baik saja kan? "tanya pria itu lagi, yang sempat bingung melihat ekpresi wanita itu terdiam menatap dirinya.

" Aku Baik-baik saja." jawab Airin yang mulai berdiri dari jatuhnya.

"Ya sudah, aku tinggal dulu" pamit pria itu yang langsung pergi meninggalkan dirinya.

"Dia siapa ."  ucap Airin yang penasaran dengan laki-laki itu.

Airin langsung pergi ke kantin, dia kembali duduk santai disana sendirian dengan menahan rasa sakit di kakinya.

"Aduh kaki ku sakit."  Airin mencoba menyentuh kakinya yang sakit itu, hingga dia memilih untuk pulang dari awal.

Airin mencoba berjalan dengan menahan sakit, disaat dirinya hendak berjalan melewati lorong. Dari belakang ada seseorang mengikuti dirinya,  Airin langsung menoleh ke arah belakang.

"Pak Alex."  batin  Airin yang melihat pak Alex sedang berjalan kearahnya.

"Kamu kenapa berjalan seperti itu?" tanya pak Alex pada dirinya.

"Tadi saya tidak sengaja jatuh pak, sampai kaki saya sakit pak."  jawab Airin yang masih menahan rasa sakit di kaki sebelah kanan.

"Makanya kalau jalan hati-hati."  ucap pak Alex pada dirinya. Respon Airin hanya terdiam mendengar apa yang di ucapkan pak Alex.

"Sekarang ayo ke ruang uks ." ajak pak Alex.

"Tidak pak, saya langsung pulang saja. Nanti biar saya obati sendiri dirumah."  kata Airin yang tak mau merepotkan orang lain.

"Saya bilang sekarang, jangan banyak bantah."  Akhirnya dia mengikuti perintah pak dosennya.

Mereka berdua sudah ada diruang uks, pak Alex langsung mengambil beberapa peralatan di dalam kotak.

"Ini kotak obatnya."

"Iya pak."  ucap Airin yang segera mengobati kakinya yang sakit.

Airin mencoba mengobati pelan-pelan kakinya yanh sakit, sedangkan pak Alex berdiri disamping Airin sambil menunggu Airin yang sedang mengobati kakinya.

"Bagaimana, apa sudah selesai?" tanya pak Alex pada Airin.

"Sudah pak. " jawab Airin yang selesai mengobati kakinya yang saat itu sedang sakit.

Posisi Airin masih duduk ditempat tidur dengan beberapa peralatan yang masih ditempat itu.

Airin pun membereskan beberapa peralatan itu didalam kotak itu.

Setelah Airin membereskan kotak itu, pak Alex langsung mengambilnya dan mengembalikan di tempat semula.

"Terimakasih Pak alex." pak alex membalas dengan anggukkan, Airin mencoba berjalan perlahan - lahan.

"Kalau begitu saya permisi dulu pak, terimakasih atas bantuannya." Airin mengucapkan terimakasih pada Pak alex.

Airin mencoba berjalan perlahan-lahan.

"Tunggu sebentar."  teriak pak dosen pada Airin.

"Iya pak, ada apa?" tanya balik Airin.

Bab 2 # *# *

"Kamu tunggu sebentar disini, aku antar kamu pulang sekarang." ucap Pak Alex pada Airin yang sudah berdiri didepan pintu uks.

Tiba-tiba saja Airin kaget dengan perkataan pak dosennya.

"Tidak pak, saya bisa pulang sendiri. Kan saya bawa sepeda motor pak." jawab Airin yang menolak ajakkan pak dosennya.

"Apa kamu tidak lihat, kakimu sakit seperti itu. Kamu tunggu disini, saya mau ambil tas diruang kerja."  pak Alex langsung pergi meninggalkan Airin diruang uks.

"Aduh, bagaimana ini. Kenapa aku harus berurusan dengan orang itu lagi."  Airin mengeluh kenapa harus dengan pak dosennya.

Diluar sudah ada pak Alex yang baru saja tiba di luar pintu uks.

"Ayo, saya antarkan kamu pulang sekarang."  ajak pak Alex pada Airin, pada akhirnya dia hanya bisa mengalah. Mau tidak mau dia harus mengikuti perintah pak dosennya.

Airin berjalan dengan pelan-pelan, sesekali dia menahan rasa sakit dikakinya.

"Maaf pak, kalau bapak mengantarkan saya pulang bagaimana dengan sepeda motor saya. Bapak tega besok saya berangkat ke kampus jalan kaki. " kata Airin pada pak Alex.

"Masalah sepeda motor nantinya ada yang mengantarkannya, sekarang ikut bapak. Jangan banyak protes kamu, sudah dibantu masih tidak terima kasih."  ucap Pak Alex pada Airin, sontak saja Airin terlihat kesal dengan ucapan pak dosennya.

"Sabar rin, sabar....."  batin Airin yang sedang menahan kesabarannya menghadapi satu dosen ini yang menurutnya sangat angkuh dan seenaknya sendiri.

Mereka akhirnya pulang bersama, jujur saja Airin sedikit canggung dengan dosen satu ini, jika dilihat tampan juga tapi satu yang menjadi permasalahannya. Dia merupakan dosen yang paling keras kepala dan seenaknya sendiri.

Dia masih ingat kejadian dia pernah dimarahi habis-habisan didepan kelas, hingga dirinya dicap sebagai mahasiswa yang paling anti jika berurusan dengan dosen satu ini.

"Belok kanan apa kiri?"  tanya Pak alex pada Airin tentang petunjuk jalan yang akan mereka lalui.

"Yang itu pak."  tunjuk didepan ada gedung tinggi tepat didepan mereka.

"Kamu tinggal disana?" tanya pak Alex pada Airin.

"Iya pak, memang masalah jika saya tinggal disana?"  tanya lagi Airin pada pak Alex yang selalu banyak bertanya.

"Kamu ya, ditanya baik-baik jawaban kamu seperti itu. Mana rasa hormat kamu."  pak Alex mulai kesal dengan jawaban Airin.

"Iya-iya."  jawab Airin yang terlihat kesal pak dosennya selalu menganggu hari-hari.

"Mana kunci sepeda motormu."  pak alex langsung meminta kunci itu.

"Bapak mau apa, mau jual sepeda motor saya. Enak saja asal dijual." ucap Airin pada pak Alex yang meminta kunci sepeda motornya.

"Bicara sembarangan kamu, siapa yang mau jual sepeda motormu. Bagaimana caranya bawa sepeda motormu jika kuncinya kamu bawa."

"Aduh, aku lupa."  Airin menepuk dahinya sendiri.

"Cepat mana kuncinya." Airin langsung memberikan kunci itu pada pak dosen.

"Jangan sampai rusak ya pak, kalau sampai rusak bapak tanggung jawab." ucap Airin pada pak dosen.

Pak Alex langsung melirik kearah Airin dengan tatapan tajam." Cepat turun, 1 jam lagi asistenku yang akan mengantarkannya. Di lantai berapa Apartemenmu?" tanya Pak alex pada Airin.

"Di lantai 5 pak."  jawab Airin pada pak Alex.

"Ya sudah, cepat keluar."  perintah pak Alex pada Airin untuk keluar dari mobilnya.

"Iya-iya pak."  Airin langsung keluar dari mobil,  Airin mencoba berjalan pelan-pelan. Mobil pak Alex pun sudah pergi, kini dia mencoba menaiki lift.

Akhirnya dia sampai juga di apartemen, Airin langsung pergi ke dapur mencari air di kulkas.

"Segarnya."  Airin duduk santai di kursi ruang tamu.

" Aduh sakit sekali."  Airin merasa kesakitan pada pergelangan kakinya,Airin mengecek jam dinding diruang tamunya.

"1 jam lagi."  batin Airin yang harus turun menemui asisten dari pak Alex. Airi pun menunggu santai diruang tamu.

Tak terasa waktu sudah melewati 1 jam, Airin segera turun ke bawah menemui seseorang. Saat dia akan keluar dari Apartemen, didepan pintu sudah ada seseorang yang berdiri tepat didepan pintu.

"Apakah nona yang bernama nona Airin?"  tanya pria itu pada dirinya, Airin membalas dengan anggukkan.

"Maaf nona, saya hanya diperintahkan untuk mengantarkan sepeda motor nona, dan ini kunci milik nona." kunci itu langsung diberikan pada Airin.

"Terimakasih sudah mengantarkan." jawab Airin yang mengucapkan terimakasih pada pria itu.

"Sama-sama nona."  jawab pria itu, pria itu langsung pergi meninggalkan Airin.

Airin langsung masuk kembali kedalam apartemennya. Dibelakang pria itu sedang menghubungi seseorang.

"Tuan, saya sudah mengantarkan sesuai perintah tuan" kata pria itu yang sudah melakukan tugasnya.

"Baiklah."  jawab singkat pria itu, langsung saja sambungan telepon langsung terputus. Pria itu langsung pergi dari tempat itu.

Di posisi pria yang menerima telepon itu, diam-diam menampakkan tersenyumnya. "Sepertinya aku harus bersabar mendekatimu, aku sudah lelah jika terus menahan."  batin pria itu yang sungguh - sungguh tidak sabar langsung menemuinya.

Ditempat lain

Airin sedang asyiknya duduk santai didepan kursi belajarnya dengan laptop di depannya.

"Besok tugas ini harus selesai setelah itu barulah aku lolos dari dosen itu." batin Airin yang menyelesaikan tugas dari pak Alex yang selama ini menjadi orang yang harus dia hindari.

Tiba-tiba saja Handphone miliknya berdering.

"Hallo."

"Hallo sayang, ini mama sayang."

"Ada apa mama menghubungi Airin?"  tanya Airin pada mamanya.

"Mama kangen sekali sama kamu sayang."  ucap Mama Airin yang merindukan putrinya yang tersayang.

"Oh begitu."  jawab Airin yang lebih fokus pandangannya kearah laptopnya.

"Sayang kapan kamu pulang?" tanya mama Airin.

"Untuk beberapa minggu ini Airin belum bisa ma, pekerjaan di kampus lagi sedang sibuk. Kalau semuanya sudah selesai Airin janji akan pulang."  ucap Airin yang sibuk dengan tugas kampusnya.

"Ya sudah sayang, ingat janji kamu ya. Mama tunggu kabar dari kamu."  ucap Mama Airin yang hanya bisa menunggu kabar dari putrinya.

"Oke ma."  jawab Airin.

"Ya sudah, mama mau bantu bibi didapur dulu."  pamit mama Airin pada putrinya.

"Iya mam."  jawab Airin yang secara langsung sambungan telepon terputus.

Airin melanjutkan pekerjaannya, tapi sebelum itu dia pergi ke dapur.

"Aduh semuanya habis, mau tidak mau aku harus pergi ke mini market."  ternyata stok makanan di dalam kulkas sudah habis, kini Airin bergegas pergi ke kamarnya mencari jaket yang ingin dia pakai keluar.

Dia bergegas keluar dengan langkah kaki yang masih sakit. "Tahan rin."  batin Airin yang menahan rasa sakit di kakinya.

Dia segera ke tempat pakiran mengambil sepeda motor miliknya dan langsung berangkat ke mini market dekat dengan apartemennya.

Beberapa menit kemudian Airin sampai juga di mini market di dekat apartemennya.

  

Bab 3 #*#*

Airin segera mengambil keranjang belanjaan yang sudah rapi tertumpuk disamping pintu masuk.

"Aku beli makanan instan dulu." Airin segera mengambil beberapa macam mie dan makanan kaleng. Tidak lupa dia membeli kopi instan, diam-diam Airin penggemar kopi.

Setelah dia selesai berbelanja, Airin segera ke depan mesin kasir. Airin mulai membayar semua barang belanjaannya.

Setelah semuanya barang miliknya sudah dia bayar,   Airin segera membawa Satu-persatu barang yang sudah penuh ditangan kanan dan kirinya.

Dia pun santai menaiki sepeda  motor miliknya. sebenarnya  Airin memiliki mobil pribadi sendiri, tapi dia jarang menggunakan dan lebih memilih membawa sepeda motor yang menurutnya membuat mudah tanpa harus mencari tempat pakiran mobil.

Tanpa dia sadari dari arah belakang ada mobil yang sedari tadi mengikuti dirinya. Orang didalam mobil itu hanya bisa tersenyum.

Airin akhirnya sampai juga, dia mencoba membawa barang belanjaan miliknya hingga sampai dilantai apartemennya.

Akhirnya dia sampai juga di apartemennya, semua belanjaan dia letakkan di atas meja dapur.

Airin duduk istirahat dengan menaikkan kedua kakinya. Rasa sakit di kakinya berangsur hilang.

"Besok aku harus masuk." kain yang membalut di kakinya langsung dia lepaskan.

Setelah itu dia segera ke dapur membereskan pekerjaan dan barulah dia pergi ke kamarnya untuk beristirahat.

  Pagi hari 

Pagi-pagi sekali Airin sudah bangun dari tidurnya. Dia sudah selesai dengan pekerjaan rumahnya. Kini dia duduk santai di ruang tamu dengan beberapa cemilan diatas meja.

"Akhirnya semua selesai juga, tinggal tunggu nanti jam 9 pagi nanti aku berangkat ke kampus."

Airin  mulai mempersiapkan beberapa buku yang nanti dia bawa di kampus.

Waktu menunjukkan pukul 9 pagi, saatnya Airin pergi ke kampus. Dia begitu santai menikmati waktu santainya dengan mengendarai sepeda motor miliknya.

Airin pun sampai di kampusnya, tiba-tiba saja ada seseorang wanita menghampiri dirinya.

"Hai, Airin."

"Hai juga." jawab Airin yang masih berjalan di lorong kampus.

"Bagaimana kemarin, apa pak dosen marah sama kamu rin?"  tanya Nissa pada Airin yang selalu saja berurusan dengan dosen satu itu.

"Pastinya, dan parahnya aku harus mengerjakan soal darinya, hanya untuk memperbaiki nilai. Dan lebih kesalnya lagi aku harus  mengerjakannya tepat didepannya."  Airin pun menceritakan apa yang terjadi.

"Sebegitu parahnya kamu masalah dengan pak Alex." ucap Nissa yang menilai jika temannya satu ini selalu tidak habisnya jika berurusan dosen satu itu.

"Aku tak tahu nis, aku hanya ingin hidup tenang."  ucap Airin yang sudah lelah dengan masalah yang dia hadapi.

"Ya sudah, aku tinggal dulu ke perpustakaan dulu . Ingat setengah jam lagi mata kuliah pak Alex. Siap-siap saja kamu."  Nissa mulai memperingati temannya satu ini agar tidak terlambat masuk kelas.

"Baik bu boss."  ucap Airin dengan nada bercanda.

Nissa pun pergi meninggalkan Airin yang masih berdiri dilorong. Tiba-tiba saja dari arah belakang ada seseorang pria mendekat dirinya.

Langsung saja, Airin menoleh.

"Pak Alex."  sontak saja Airin kaget dengan kehadiran Pak Alex yang sudah berdiri dibelakangnya.

Pak Alex hanya terdiam dengan ekpresi dinginya.

"Bagaimana apa kakimu sudah sembuh?"  tanya pak Alex pada Airin yang saat itu berdiri didepannya.

"Sudah pak."  jawab Airin yang sedikit merasa risih dengan cara pandang pak Alex pada dirinya.

"Baiklah, jika kamu sudah sembuh."  jawab pak Alex yang langsung pergi meninggalkan dirinya.

Airin yang dibelakang merasa kesal. "Sabar rin, kamu harus bisa lebih mengendalikan diri." Airin mencoba lebih sabar menghadapi orang satu itu, siapa lagi jika bukan pak Alex dosen yang selama ini selalu menganggu hari-harinya di kampus.

Airin bergegas masuk ke dalam kelasnya, dimulailah mata pelajaran dari pak Alex di kelasnya.

"Cepat kerjakan soal ini, waktu kalian  hanya setengah jam. Setelah selesai kumpulkan semuanya menjadi satu."  perintah pak Alex pada mahasiswanya.

"Baik pak."  jawab mereka semua.

"Airin." namanya pun dipanggil.

"Iya pak."  jawab Airin yang dimana posisi dia langsung berdiri dari tempat duduknya.

" Tugas kamu mengumpulkan dan antarkan ke ruang saya. Jangan sampai ada yang ketinggalan."  pesan pak Alex pada Airin.

"Baik pak."  jawab Airin yang diam-diam sedikit kesal pada dosennya.

"Kenapa harus aku, kenapa tidak orang lain saja." batin Airin yang kenapa harus dia yang harus ditunjukkan.

Setengah jam kemudian semua lembaran sudah terkumpul ditangan Airin.

"Sampai disini waktu pertemuan kita lanjutkan 2 hari yang akan datangnya." pak Alex segera keluar dari ruang itu, di ikuti Airin sibuk mengumpulkan beberapa lembar jawaban dari mereka yang nantinya lembaran itu di bawa Airin diruang kerja pak dosennya.

Setelah semua sudah berkumpul Airin segera mengantarkannya keruang kerja pak dosennya.

Selama Airin berjalan, dia selalu mengeluh kenapa harus dirinya.

"tok... tok..."

"Masuk."

"Pak ini,  saya mau mengantarkan lembaran jawaban dari teman-teman."  Airin langsung meletakkan diatas meja kerja milik pak Alex.

"Terimakasih."  jawab pak Alex dengan pandangan yang masih menuju laptop didepannya.

"Sama-sama pak." jawab Airin yang langsung pergi meninggalkan pak dosennya.

"Airin."  pak Alex mencoba memanggil untuk kedua kalinya.

"Iya pak, ada apa?"  tanya Airin yang masih ada diruang kerja pak dosen.

"Tolong belikan saya kopi hitam."  pak Alex memberikan uang pada Airin.

"Baik pak."  Airin segera menerimanya, dengan cepat Airin segera keluar.

"Kenapa harus aku lagi."  batin Airin yang kesal dari tadi dia terus disuruh ini itu sama pak dosen itu.

Airin segera ke kantin membeli kopi hitam.

"Bu, mau beli kopi hitam satu."  ucap Airin yang memberikan uang secara langsung pada ibu kantin itu.

"Baik non."  jawab ibu kantin Itu yang sibuk membuat pesanan Airin.

Airin duduk menunggu dibangku depan. Tiba-tiba saja ada seorang pria mendekati Airin.

"Kamu kan cewek yang kemarin itu kan?"  tanya Pria itu yang sontak Airin kaget.

"Kamu kan?"

"Iya aku yang kemarin yang tidak sengaja nabrak kamu itu."  ingatan Airin mulai merespon.

"Oh iya." Airin mulai mengingat kejadian itu.

"Maaf ya sudah buat kamu jatuh kemarin."  permintaan maaf dari pria itu.

"Tidak apa-apa, yang salah aku yang tidak Berhati-hati berjalan sampai menabrak kamu."  ucap Airin pada pria itu.

"Perkenalkan namaku David." pria itu mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan mereka.

"Aku Airin."  balas Airin dengan berjabat tangan.

Tiba-tiba ada seseorang memanggil namanya.

"Non."  Airin menoleh ke samping, melihat ada bu kantin membawa segelas minuman pesanan Airin.

"Ini non, kopinya."  ucap bu kantin itu, Airin segera mengambil minuman itu.

"Makasih ya bu."  jawab Airin pada bu kantin.

"Sama-sama non."  ucap ibu kantin itu yang langsung meninggalkan mereka berdua yang masih berdiri.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!