NovelToon NovelToon

Kehidupan Rahasia Sasha.

Bab 1 Si Cupu Sasha.

" Sebelum membaca, mohon di ingat jika cerita ini hanya fiktif belaka. Bukan kisah nyata. Yang bertujuan hanya untuk sebuah hiburan saja. Jadi untuk para pembaca mohon bijak menanggapi cerita yang di tulis. Happy Reading Guys.. "

(7 Tahun yang lalu)

Di suatu hari yang cerah. Dibawah Trik nya sinar matahari, bertempat di sebuah halaman rumah yang luas. Ada Seorang anak perempuan berusia 10 tahun terlihat sedang bermain sepeda dengan di bantu seorang anak laki-laki yang usianya lebih tua dua tahun darinya.

Mereka berdua terlihat sangat ceria, dan keduanya juga akrab satu sama lain. Namun ketika anak laki-laki itu mulai melepaskan pegangan nya pada sepeda yang di kendarai si anak perempuan. Hal itu secara otomatis membuat si anak perempuan kesulitan membawa sepeda yang di kendarainya itu.

" Kenapa di lepas pegangan nya Kak.. aku takut. " Protes si anak perempuan. Dia tampak ketakutan seraya berusaha menyeimbang kan tubuhnya agar tak jatuh.

" Ayo semangat dek, kamu pasti bisa. Jangan takut. Kakak ada disini Kok. " Jawab si anak laki-laki yang memang sengaja melepaskan pegangan nya, agar si anak perempuan itu berani membawa Sepeda sendiri.

Kini Si anak perempuan berusaha membawa sepada yang mulai terlihat bergerak tak karuan itu. Ia kesulitan mengerakan sepada yang di bawanya agar bisa sesuai keinginan nya.

Hingga akhirnya, Anak perempuan itu tak lagi bisa menyeimbangkan dirinya agar tetap berada di atas sepeda yang dia bawa. Dan hal itu menyebabkan dirinya pun terjatuh dari sepedanya.

Karna merasa kesakitan lantaran Kaki dan kedua tangannya terluka, dia pun mulai menangis. Dan saat itulah si anak laki-laki mulai menghampiri dirinya dan mencoba menenangkan nya.

" Jangan nangis dek. Jatuh saat naik sepeda kan hal yang biasa. Kalau sudah jatuh, biasanya itu jadi tanda kalau Adek bakalan Jago bawa sepada nya nanti. " Ucap si Anak laki-laki seraya mengusap punggung anak perempuan di hadapan nya itu.

" Ah Kakak jahat. Yang bikin adek jatuh itu Kakak. Pokoknya Kakak Jahat !! " Balas si anak perempuan yang terlihat tak terima dengan apa yang sudah terjadi.

" Yaudah kakak minta maaf deh. Kakak janji, gak bakalan Kakak ulangi Lagi. " Janji si anak laki-laki pada anak perempuan itu. Seketika mereka langsung terlihat berbaikan dengan bersalaman. Keduanya pun terlihat tersenyum kembali.

***

(Masa Kini)

Kejadian di masa lalu itu sekilas terlintas dari benak seorang laki-laki, yang kini tengah duduk sendirian di sebuah Kelas. Hal itu terjadi di kala dirinya melihat sebuah foto dari masa lalu. Namun ia buru-buru menyimpan kembali foto tersebut kedalam Tas miliknya. Dikala teman sebangkunya duduk di samping nya lantaran sang Wali kelas mulai memasuki kelas.

Semua penghuni kelas yang awalnya masih berkeliaran di luar itu, mulai terlihat berhamburan masuk kedalam kelas dan duduk rapi di bangku masing-masing. Dan ketika semua penghuni kelas itu sudah berada di dalam kelasnya. Mata mereka semua langsung tertuju pada seorang Gadis bernama Sasha yang mulai di kenalkan oleh Bu Alya sang Wali murid sebagai anak baru di sekolah SMA Anugrah.

Penampilan gak biasa yang di tampilkan cewek tersebut bikin semua orang memandang ke arah nya dengan tatapan Merendahkan. Beberapa di antara mereka ada yang sampai tertawa terbahak-bahak saat melihat penampilan Culun yang di tampilkan Sasha.

Gadis itu tampak berambut pendek, berkacamata bulat besar. Dan yang bikin banyak orang tertawa adalah Rambut nya yang di kuncir Asal-asalan di bagian depan sampai memperlihatkan dahinya.

Di tambah dengan wajahnya yang terlihat gak begitu mulus, penuh dengan jerawat bahkan bintik hitam. Udah pasti malah bikin kebanyakan orang mengolok-olok penampilan dari cewek itu.

" Eh liat deh anak baru itu tampilan nya culun banget. Wajah nya juga banyak jerawat sama bintik hitam. Dia pasti gak kenal sama yang nama nya Skincare. " Komentar salah satu siswi yang di sertai tawa dari teman nya yang lain.

Seketika hal tersebut langsung di tegur oleh Bu Alya sang Wali Kelas yang saat ini sedang berada di samping Sasha.

" Tolong semuanya diam, dan jangan berisik !! Gak ada yang menyuruh kalian, untuk bicara. " Tegur Bu Alya sambil memukulkan penggaris kayu ke atas meja.

Seketika kelas pun senyap. Gak ada lagi yang berani bicara atau pun ngobrol secara diam-diam. Mereka semua tau watak Bu Alya sebagai guru paling Galak yang gak bisa di ajak bercanda.

" Sasha, silahkan kamu duduk. " Persilahkan Bu Alya pada Sasha.

Gadis itu langsung melangkahkan kedua kaki nya untuk mencari bangku yang kosong. Terlihat kebanyakan siswa-siswi disana langsung tak memberi Sasha celah untuk duduk bareng mereka.

Berbeda dengan Anita, dia malah menyuruh Wina teman sebangkunya untuk segera pindah, biar bisa sebangku dengan si Culun Sasha. Tentu dia melakukan hal tersebut, dengan maksud tersendiri.

" Win, kamu pindah gih. Duduk sama Wilda aja. " Suruh Anita pada Wina. Yang di suruh malah langsung melotot gak percaya. Bikin anita malah jengkel juga.

" Ayo pindah cepetan. " Pinta Anita kembali menyuruh Wina segera pindah tempat duduk. Dan terpaksa lah Wina harus Pindah tempat duduk. Dia lalu duduk di belakang Anita bersama Wilda yang tadinya hanya duduk sendirian.

Anita lalu menarik tangan Sasha dan menyuruh gadis culun itu untuk duduk bersama nya.

" Sini, duduk bareng aku aja. Disini kosong kok. " Ucap Anita pada Sasha dengan nada sopan.

Sejenak Sasha melihat Tampilan secara keseluruhan Cewek yang sedang ada di hadapan nya itu. Benar-benar cantik dan anggun sekali. Pikir Sasha dalam hati. Sasha lalu tersenyum pada Anita, dia pun mulai duduk di samping gadis itu.

Dalam hati banyak yang memuji sikap yang di perlihatkan Anita pada Sasha. Mereka menganggap Anita sebagai seorang Malaikat berhati mulia. Karna sudah mau duduk bareng si Culun Sasha yang tampilan luar nya saja bikin orang malah Jijik ngeliat dia. Padahal, nyata nya Anita tak sebaik itu juga.

" Di Mohon untuk kalian semua agar bisa berteman baik dengan Sasha. Dan tolong jangan berisik, ibu pamit dulu. Silahkan kalian tunggu guru pelajaran kalian masuk. " Pesan Bu Alya kepada seluruh murid nya, sesaat sebelum dirinya pamit keluar dari kelas.

Dan bukan nya malah mengikuti Arahan yang di berikan Bu Alya. mereka semua malah kembali Gaduh dengan sibuk mengomentari Tampilan si Culun Sasha.

Bahkan beberapa cewek yang penasaran langsung menghampiri Sasha untuk bertanya, sesuatu hal yang sebenar nya gak penting sama sekali, buat di bahas.

" Eh, nama lo siapa? Bukan Cupu kan? Lo pindahan dari mana sih, bukan dari planet lain dong? " Tanya salah satu cewek yang datang menghampiri Sasha. Sedangkan teman-teman cewek itu langsung tertawa begitu mendengar pertanyaan yang bahkan terdengar seperti ledekan itu.

Sasha hanya tersenyum canggung menanggapi hal tersebut. Sedangkan Anita malah di buat gak suka sama Sikap yang di perlihatkan sama mereka. Ia pun langsung meminta mereka untuk balik ke bangku masing-masing.

" Eh sorry ya, buat kalian semua tolong dong jangan dulu ganggu Anak baru ini. Udah pergi aja sana. " Usir Anita pada semua cewek Kepo yang Julid itu.

Mereka semua langsung pergi seketika. Meski dalam hati mereka kesel juga dengan Sikap Anita yang malah mengusir mereka. Setelah para gadis julid itu pergi, Anita pun mulai mengajak Sasha untuk berkenalan.

" Kita kan belum kenalan. Kamu siapa nama nya? aku Anita.. " Ucap Anita pada Sasha seraya mengulurkan tangan nya untuk bersalaman. Sasha langsung menerima uluran tangan dari Anita sambil memperkenalkan diri juga.

" Aku Sasha. " Ucap Sasha malu-malu. Lebih tepat nya dia sedang berakting untuk terlihat seperti orang yang sedang malu-malu.

" Oh. Rambut kamu bagus. " Puji Anita dengan tatapan yang bikin Sasha malah mikir dua kali dengan ucapan yang di lontarkan Anita barusan.

Meski memuji tapi Sasha bisa melihat kalau Anita memandang dirinya dengan tatapan Jijik juga. Namun tatapan itu, justru tercover oleh senyum Anita yang terlihat begitu manis.

" Kamu juga cantik. " Balas Sasha yang langsung di jawab Anita.

" I know, dan semua orang tau hal itu. " Jawab Anita percaya diri.

Mendengar hal tersebut, Sasha jadi sadar jika mungkin Anita ini gak sebaik kelihatan nya. Dia harus mulai hati-hati dengan gadis cantik itu.

Obrolan kedua cewek itu harus berakhir, dikala Bu Hera datang untuk mengajar pelajaran IPA yang akan di bawakan nya. Dan tentu saja kedatangan guru yang satu ini bikin seketika Kelas yang sempat gaduh itu pun langsung kembali senyap.

***

Waktu istirahat, Wina dan Wilda yang di buat penasaran dengan sikap Anita yang dengan mudah nya mempersilahkan Sasha duduk bersama nya itu, Mulai bertanya perihal tersebut.

Mereka bertanya-tanya seputar Alasan Anita mau duduk bareng dengan si Culun Sasha. Karna memang gak biasa nya, Anita sampai bersikap sedemikian rupa pada orang yang baru, ia kenal.

Dan secara diam-diam, Sasha mendengarkan Obrolan mereka, dari arah belakang tanpa mereka semua ketahui.

" Ta, kok lo mau sih duduk sama anak baru yang culun itu? " Tanya Wina yang masih kesel sama Anita yang sempat menyuruh nya untuk pindah tempat duduk.

" Tenang aja guys, lagian Gw punya maksud tertentu kok sama dia. " Balas Anita yang kembali bikin teman-teman nya bertanya.

" Maksud lo apa? " Wilda mulai bertanya juga.

" Gw mau dia gabung bareng geng kita. But.. jadi pembantu buat kita. Kita bisa manfaatin kecupuan nya dia. Kalian paham dong maksud gw gimana? " Jelas Anita yang juga di dengar Sasha.

Benar saja perkiraan Sasha, Ternyata Anita tak sebaik yang dia kira sebelum nya. Nyata nya Gadis cantik itu memang punya maksud tersembunyi pada Sasha.

" Oh iya iya.. gw paham. " Wina yang sempet bete pada Anita, terlihat mulai mengerti dengan sikap Teman nya itu. Begitu pula dengan Wilda yang mengangguk mengerti dengan maksud Anita.

Sasha tentu kesal juga dengan tujuan mereka pada nya. Seenaknya saja mereka mau berbuat demikian. Tapi demi kelangsungan hidup damai nya di sekolah baru nya ini, Sasha juga punya rencana sendiri untuk menghadapi mereka kedepan nya.

" Jangan pikir, karna tampilan gw cupu otak gw juga bego. Dan bisa dengan mudah nya di maafatin sama kalian semua. Nyata nya gw ini jauh lebih pinter ketimbang kalian semua. " Batin Sasha dalam hati.

Sasha akhirnya keluar dari persembunyian nya, dia lalu berpura-pura berjalan ke arah mereka, dan bersikap seakan dia gak sadar dengan keberadaan mereka saat ini.

" Eh Sya sinih deh.. " Anita yang melihat Sasha itu langsung menarik tangan Cewek cupu yang satu ini.

" Kenapa ya? " Tanya Sasha pura-pura gak tau apa-apa, di depan Anita. Padahal, nyatanya dia tau jika Anita pasti akan menyuruh nya melakukan sesuatu.

" Kamu mau kan gabung sama geng kita? Kalau mau artinya kamu harus terus bareng kita kemanapun kita pergi. " Jelas Anita pada Sasha.

" Boleh aja sih, kalau kalian gak malu sama tampilan aku yang kayak begini. " Balas Sasha.

" Gak kok, gw gak masalah sama hal itu, iya gak girls? " Anita tampak memberi Kode pada Wina dan Wilda untuk setuju dengan ucapan nya barusan. Mereka pun segera mengangguk untuk menyetujui ucapan Anita barusan.

" Kalau gitu, gw mau kasih kalian semua hadiah. Ini sebagai ucapan terimakasih. Karna Kalian sudah temenan sama aku. So, kalian mau kan terima hadiah dari aku? " Sasha terlihat mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya.

Sasha ini memang kemana-mana selalu pake Tas. dia sadar diri kalau dirinya pasti bakalan jadi sasaran para pembully yang mau menjahili nya. Jadi karna hal itu pula Sasha memilih membawa tas nya kemana pun ia pergi.

Anita dan kedua teman nya itu di buat melongo saat Sasha mengeluarkan Tiga Masker Wajah dalam bentuk Tube. Mereka tau Merk masker itu cukup mahal harga nya.

" Ini buat kalian, ini merk kosmetik luar, hadiah dari mamah yang baru datang dari korea. Katanya ini bagus buat ngerawat kulit. Kalau pake ini, kulit kalian bakalan sehat ples bikin Glowing in the darkness. dan Glowing nya bisa ngalahin Glow nya rembulan sama Matahari, gw gak tau ini beneran bisa begitu, atau enggak sih, tapi kalian bisa coba sendiri. " Jelas Sasha, dengan sedikit agak bercanda.

Anita dan kedua teman nya terdengar tertawa juga mendengar candaan Sasha. Mereka tampak langsung menyerbu Masker wajah di tangan Sasha, bahkan sebelum Sasha memberikannya kepada mereka.

" Ini sih emang bagus. Gw juga pernah coba. " Sahut Wina kegirangan.

" Iya, harga nya juga mahal. makasih banget ya Sya, udah ngasih gw hadiah. Gw seneng deh. " Tambah Wilda yang sama girang nya dengan Wina.

" Sasha, kamu pasti anak orang kaya kan? " Selidik Anita kemudian. Dia juga sama girang nya dengan kedua teman nya, tapi di lain sisi dia juga di buat penasaran dengan latar belakang Sasha.

" Iya mamah aku punya perusahaan kosmetik di korea, dia juga punya Brand nya sendiri. kalau bokap gw punya perusahaan mobil mewah sama Bisnis Interior juga. " Ungkap Sasha tanpa malu-malu.

Dia emang sengaja ngomong begitu agar Anita dan kedua teman nya tau jika dirinya bukanlah orang sembarangan. Dan mendengar ungkapan Sasha barusan Anita jadi seneng juga karna dia dapat temen anak orang super kaya, yang nanti nya bisa dia manfaatkan.

Dan tanpa mereka sadari Sasha justru sudah memanfaatkan mereka lebih dulu.

***

Bab 2 Keberanian Sasha.

Kantin yang awalnya aman terkendali dengan suasana yang berjalan normal seperti biasanya itu, seketika jadi ricuh gak karuan di kala tiga cowok paling populer di sekolah datang.

Mereka beritga adalah Arga, Asep, dan Pra. Cewek-cewek yang mengidolakan ketiga cowok bertampang kece itu sudah mulai berteriak histeris gak karuan. Bikin telinga Sasha terasa sakit aja, saat mendengar nya.

Saat ini Sasha sedang duduk bareng Anita, Wilda, dan Wina. Mereka berempat tengah menikmati makanan yang di pesanan masing-masing.

" Mereka bertiga itu siapa sih? " Tanya Sasha penasaran. Dia gak yakin nanya sama siapa, tapi yang jelas dia mau jawaban atas pertanyaan nya. Siapa yang jawab duluan itu gak penting bagi nya, yang penting dia bisa dapat jawaban.

" Biasalah cowok populer di sekolah. " Jawab Anita santai. Gadis itu tampak terlihat sedang menyeruput minuman milik nya.

" Salah satu nya Arga, cowok yang di taksir sama Anita. " Sahut Wina dengan wajah polos.

Anita seketika langsung melotot ke arah nya. Kenapa juga Wina sampai harus ngomong kayak barusan. Wilda yang tau akan kode yang di berikan Anita itu, langsung menyenggol Wina. tapi Wina yang terlalu polos itu malah gak ngerti dengan maksud dari Sikap Wilda padanya.

" Kenapa lo mesti ngomong sih. " Bisik Wilda pada Wina dengan nada yang pelan.

" Emang salah nya apa? " Wina masih pake wajah polos nya sebagai senjata buat menenangkan Wilda yang sudah mulai sewot. Wilda cuman bisa tepok jidat sendiri melihat tingkah Wina yang kadang saking polosnya malah suka bikin kesel juga.

" Ehem.. Tolong, Gak usah bahas itu yah. " Ucap Anita kemudian.

Dia sadar jika Sasha pasti bertanya tentang hal itu. Dan saat ini dia tak mau bahas hal tersebut. Sasha emang penasaran, tapi dia tak bisa bertanya banyak hal sama mereka. Kalau begitu caranya, mau gak mau dia harus cari tau sendiri.

Awalnya, Sasha ini memang mau sedikit nekat menghampiri Trio populer itu. Tapi siapa sangka jika, Arga si cowok yang katanya di taksir oleh Anita itu malah lebih dulu menghampiri mereka.

Arga terlihat dengan santai nya duduk di samping Anita. Dia juga keliatan gak canggung untuk merangkul Gadis paling populer itu di depan yang lain.

Mesra, tapi mereka berdua ini cuman sahabatan gak sampe pacaran.

" Kayak nya kalian ada temen baru nih, yang belum di kenalin sama gw. Coba dong sekarang kenalin sama gw. " Ujar Arga kemudian.

Mendengar ucapan Arga barusan, Sasha jadi greget sendiri. Dia tau dan bisa melihat juga menebak dari wajah tengil yang di perlihatkan Arga. Kalau cowok yang satu ini emang sengaja mau bahas dia, buat di jadiin bahan guyonan.

" Gw sasha.. " Ucap Sasha sengaja lebih dulu memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan nya pada Arga.

Seketika Anita dan kedua teman nya melirik heran ke arah Sasha yang terbilang berani itu. Ya, gimana gak di sebut berani coba, secara Arga ini emang dasar nya adalah tipe cowok tukang bikin onar dan sering banget Bully orang tanpa ngerasa bersalah. Anita, malah takut, jika Sasha malah jadi sasaran Bully nya Arga.

" Gw Arga. " Ucap Arga tanpa menerima uluran tangan dari Sasha. Karna hal itu lah cepat-cepat Sasha menarik kembali uluran tangan yang sengaja tak di hiraukan oleh Arga itu.

" Gw malah lebih suka Strawberry ketimbang Anggur. " Celetuk Sasha yang mencoba menyinggung Sikap Arga pada nya.

Anita sampai takut sendiri mendengar Ucapan Sasha barusan. Dia takut jika Arga malah marah dengan sikap yang di tunjukan Sasha barusan. Anita hendak bicara, tapi dia malah keduluan sama Arga yang dengan cepat bangkit dari tempat duduk nya.

Arga mulai menatap Sasha, dan yang di tatap tentu menatap nya balik tanpa rasa takut dan malah menatap cowok itu dengan tatapan menantang.

" Kalau gitu, lo lebih suka panas atau dingin? " Tanya Arga pada Sasha.

Sasha ini gak bego dia justru lebih pinter dari tampang Culun, yang di perlihatkan nya. Dia tau apa yang di maksud oleh Arga. Terlebih saat ini di tangan Arga ada Minuman kemasan dingin dan di meja ada kuah Baso yang panas.

Sasha berani bertaruh jika cowok di hadapan nya itu pasti bakalan bikin ulah pada nya dengan salah satu benda tadi.

" Gw malah lebih suka sama lo. " Jawab Sasha dengan wajah yang sengaja di buat sepolos mungkin.

Kalau saja di sekolah diadakan acara penghargaan untuk siswi yang paling pandai berakting, Pasti Sasha bakalan menangin penghargaan tersebut. Karna nyata nya ucapan Sasha barusan hanya omong kosong belaka.

Tapi, hebatnya dia berakting dengan natural seakan memang ucapan nya itu adalah sebuah Fakta. Dan orang pasti akan di buat begitu percaya dengan Akting yang dia perlihatkan dirinya.

Mendengar ucapan Sasha, Anita jadi makin khawatir, sedangkan Wina dan Wilda malah menikmati peran mereka sebagai penonton. Mereka malah terlihat santai, dan penasaran dengan Drama yang akan di perlihatkan Arga dan Sasha selanjutnya.

Beda lagi dengan Arga yang sudah naik darah duluan, karna ucapan Sasha barusan malah bikin semua penghuni kantin jadi tertawa. Arga rasanya gak terima jika dirinya di tertawakan oleh orang lain. Apapun alasan nya.

" Ok, kalau lo emang suka sama gw. Bisakan lo lakuin sesuatu buat gw? Coba lo Buktiin kalau lo emang suka sama gw !! " Pinta Arga tegas pada Sasha.

Lama-lama Sasha malah ingin muntah juga melihat gaya Arga yang sok ganteng dan sok keren itu, tapi malah bersikap seenak nya. Meski emang ganteng tapi sifat belagu nya itu malah bikin dia keliatan gak menarik di mata Sasha.

" Oh tentu. Lo mau gw lakuin apa? " Jawab Sasha, berusaha menunjukan sikap yang baik pada Arga.

Padahal dalam hati dia mengumpat Arga habis-habisan. Dan kali ini Anita angkat bicara juga. Dia tau kalau Arga pasti bakalan bikin Sasha malu, di depan semua orang.

Dia tak mau hal itu sampai terjadi, karna menurut nya Sasha hanya boleh di permalukan oleh dirinya. Dan dirinya sendiri bahkan belum ada kesempatan buat melakukan hal itu.

" Ga, kamu mendingan balik lagi aja deh. " Saran Anita pada Arga. Berharap Arga mau mendengarkan nya.

Tapi mana ada Cowok batu yang satu itu mau dengar ucapan orang lain, kalau dirinya sendiri saja sudah terpancing Amarah nya oleh Sasha.

" Gw akan balik setelah Sasha lakuin sesuatu buat gw. " Kekeh Arga sambil mandang ke arah Sasha.

" Yaudah ngomong aja, gw harus lakuin apa? " Tanya Sasha yang udah gak sabar kepengen tau, apa sih yang sebener nya Arga mau dari dirinya.

" Tolong dong, lo harus habisin ini buat gw. " Pinta Arga, Dia terlihat mengucapkan kata tersebut seraya menuangkan minuman dingin di tangan nya kedalam mangkok yang berisi Bakso lengkap dengan Kuah yang masih panas.

" Arga, kamu kok gitu sih. Itu sih keterlaluan, nama nya. " Protes Anita pada Arga. Tapi Arga tak mau mendengarkan siapapun saat ini. Dia merasa belum puas, jika Sasha belum melakukan apa yang dia inginkan.

" Ok, aku bakalan lakuin apa yang kamu minta. " Imbuh Sasha seraya mengambil mangkok tadi.

Arga tersenyum mendengar ucapan dari Sasha barusan. Tapi sedetik kemudian senyuman nya itu berubah jadi sebuah rasa kesal dan marah, lantaran Sasha bukan nya malah memakan Kuah campuran yang di buat Arga, melainkan cewek culun itu dengan sengaja menumpahkan kuah tersebut di baju Arga.

Semua orang tentu kaget di buat nya. Termasuk Anita, Wina dan juga Wilda yang sekita melongo melihat kejadian itu. Sasha benar-benar sangat berani melakukan hal tersebut pada Arga.

Dan ini adalah sejarah, dimana ada orang yang berani melakukan hal seperti itu pada Arga. Asep saja sampai memberi Sasha tepuk tangan, karna keberanian yang di tunjukan Sasha. Bahkan Pra yang selama ini tak pernah tertarik dengan Drama yang selalu di tunjukan Arga itu, kali ini bersikap agak berbeda. Dimana dirinya terlihat menonton mereka dari kejauhan. Dia juga sempat tersenyum singkat dikala melihat kenekatan yang di perlihatkan Sasha pada Arga barusan.

" Maaf ya, barusan tangan ku kesemutan jadi nya gak sengaja malah menumpahkan kuah itu ke baju kamu. " Ucap Sasha pada Arga dengan wajah yang begitu polos.

Padahal dalam hati dia puas banget, karna sudah melakukan hal tersebut. Sudah bisa di pastikan kalau saat itu Arga sudah berada di puncak kemarahan nya, dia hendak memukul Sasha tapi Aksi kurang terpuji nya itu langsung di hentikan oleh Pra yang sebelum nya cuman menonton dari kejauhan.

" Udah gak usah lo terusin. " Pinta Pra yang saat ini sedang menahan tangan Arga.

Dan entah kenapa Arga yang tadi terlihat berapi-api itu jadi luluh ketika Pra angkat bicara. Dia lalu memilih untuk segera pergi dari tempat itu. Di lain sisi, Dirinya benar-benar di buat kesal oleh Sikap yang di tunjukan Sasha pada nya. Kepergian Arga langsung di susul oleh Asep dan Pra.

Sedangkan Anita lalu mendekati Sasha, dia agak heran juga dengan sikap berani Sasha barusan.

" Sya, kamu sebener nya sadar gak sih kalau kamu sudah berurusan dengan siapa ? " Tanya Anita pada Sasha.

" Sadar kok. " Jawab Sasha percaya diri.

" Aduh Sya, lo itu dalam bahaya tau gak. Kalau udah berurusan sama Arga, lo gak bakalan bisa lepas dari Bullyan dia. Itu kan gawat banget. " Anita benar-benar di buat gak habis pikir dengan respon Sasha atas pertanyaan nya.

" Lagian gw udah biasa kok di bully sama orang dan gw gak pernah ngerasa takut sama mereka, lagian gw juga bisa jaga diri kok. " Ungkap Sasha dengan nada Sedih. Anita jadi sedikit ngerasa simpati juga pada Sasha.

" Ya makan nya, lo jangan coba-coba berurusan sama Cowok Rese kayak Arga. biar lo gak keterusan di Bully sama orang. Lagian nih yah, Arga itu tipe orang yang pendendam banget tau, dia gak bakalan berhenti ganggu hidup lo, sebelum dia sendiri merasa puas dan senang. " Jelas Anita kemudian.

Meski dalam hati dia berniat buat manfaatin Sasha, tapi dia gak bakalan tega juga ngeliat Sasha yang keliatan polos itu sampe kena Bullyan dari Arga. Arga kalau sudah membully orang emang suka gak karuan.

" Makasih ya udah perhatian sama gw. " Kata Sasha pada Anita. Dia berhasil juga buat narik simpati dari cewek paling populer di sekolah itu. Dan mendengar hal tersebut, Anita pun mencoba mengelak. Mana mau, dia jujur dengan perasaan nya.

" Gw gak lagi perhatian kok sama lo. Gw ini lagi kesel sama lo tau gak. Ini Bukan perhatian ya. Tolong di bedain, antara perhatian sama curhatan kekesalan. " Elak Anita yang gak mau di sebut perhatian pada Sasha. Harga dirinya bisa jatuh kalau sampe dia beneran perhatian pada Si Culun Sasha yang baru saja di kenal nya itu.

***

*Nama Karakter : Dirgantara Arga Wiarga.

*Tinggi Badan : 185 CM.

*Hobby : Bermain musik, Dan berOlahraga terutama bermain Basket.

*Sifat Karakter : Mudah marah, galak, Nakal, suka seenak nya. Dan Tak suka di perintah dan lebih cenderung suka memberontak. Tapi dia bisa jadi sosok yang lembut dan penuh perhatian saat bersama dengan cewek yang dia suka.

*Fakta menarik : Arga adalah kapten basket di sekolah. Dia sering gonta-ganti warna dan gaya rambut. Dia memang nakal dan suka membully orang, tapi itu semua dia lakukan untuk menunjukan Protes nya terhadap sang Ayah yang bersikap acuh pada dirinya.

***

Bab 3 Kejadian yang tak terduga.

Arga menumpahkan semua kekesalan nya dengan menonjok sebuah tembok bangunan di belakang sekolah, dengan hanya mengunakan kedua tangan kosong milik nya. Dia benar-benar di buat kesal sendiri dengan apa yang sudah Sasha lakukan pada nya.

Sedangkan Pra dan Asep yang juga berada di sana hanya bisa jadi penonton saja. Tapi lama-kelamaan, Asep mulai merasa bosan juga, lantaran diri nya cuman jadi penonton doang. Dia pun berusaha untuk menghentikan tindakan Arga saat ini.

Padahal dalam hati, dia yakin beribu-ribu persen, kalau sohib nya itu gak bakalan mau mendengarkan ucapan dari nya.

" Ga, udah dong mukulin tembok nya, entar kalau tembok nya roboh gimana? " Asep nanya kayak begitu niat nya sih cuman bercanda. Tapi dia malah langsung dapat Tatapan tajam dari Arga yang bikin dia jadi ngeri sendiri.

Dan Pra yang awalnya cuman diam saja sambil baca buku itu pun, langsung angkat bicara karna darah mulai bercucuran di tangan Arga.

" Arga. Gw minta lo buat Stop lakuin itu !! Lo Gak perlu sampai nyakitin diri lo kayak gitu juga, cuman karna Cewek itu. Dan lagi dia bersikap kayak gitu sama lo itu karna ulah lo sendiri kan. " Ucap Pra Pada Arga.

Mendengar hal tersebut Arga justru gak terima dan malah menyerang Pra dengan mencoba memukul nya, Tapi Pra dengan cepat menghindari Pukulan nya.

Dia udah gak aneh dengan sikap Arga yang suka tiba-tiba naik darah sampai berani menyerang dirinya, cuman karna Arga gak terima dengan ungkapan yang di lontarkan dirinya.

" Kalau lo kesel. Ayo, lebih baik sekalian aja serang gw. C'mon gw pasti bakal ladenin. " Tantang Pra seraya melepaskan kaca mata yang ia pakai.

Dia melempar kaca mata itu ke sembarang tempat tapi ujung nya Asep lah yang memungut nya. Pra memang pakai kaca mata, tapi dia memakai nya hanya untuk hiasan belaka. Karna faktanya, Mata Pra sendiri masih Normal.

Sedangkan Arga tak menjawab ucapan dari Pra. Tapi dia tampak mengikuti tantangan yang di berikan Pra barusan.

Dia dan Pra pada akhirnya berkelahi seperti yang biasa selalu mereka lakukan, saat salah satu di antara mereka ada yang sedang kesal.

Memang sudah jadi hal yang biasa, jika saat kedua nya merasa kesal, maka mereka akan menumpahkan kekesalan nya itu dengan saling menyerang satu sama lain. Ya, setidak nya sampai mereka merasa tenang dengan sendiri nya.

Dan Asep lagi-lagi cuman bisa jadi penonton saja. Terlebih lagi dia tak mau memisahkan mereka berdua. Karna dia sudah trauma dengan kejadian yang terlewat.

Dimana dulu, dia pernah mencoba memisahkan Pra dan Arga yang sedang baku hantam, tapi ujung nya malah dia yang babak belur lantaran gak sengaja kena hantaman kedua sahabat nya itu.

Gara-gara itu pula, tulang hidung nya jadi patah. Dan dia sempat di rawat di rumah sakit selama beberapa hari karna luka fisik yang di alami nya itu. Emang dasar kedua sahabat nya itu agak bar-bar juga kadang bikin dirinya stress sendiri.

Kalau bukan Sahabat yang udah saling kenal sejak lama, Asep mungkin sudah gak bakalan mau lagi kenal sama mereka berdua.

" Ah, kalau cuman jadi penonton doang sih kurang seru. Tapi kalau ikutan juga yang ada gw malah bonyok kena hantaman dua-dua nya. Biar seru gw rekam aja kali ya.." Curhat Asep pada dirinya sendiri. Dia terlihat duduk sambil minum Teh manis di pojokan. Sungguh nelangsa dan serba salah sekali Asep saat ini.

" Yaudah lah, dari pada gw nelangsa sendiri gak ada kerjaan. Mendingan Gw rekam aja sekalian. " Sambung Asep sambil mengambil Handphone nya dari dalam saku celana milik ny. Dan dengan cepat ia lalu merekam adegan baku hantam antara Arga dan Pra.

" Seru juga ternyata. " Ucap Asep seraya tertawa ngakak sendiri. Saat ini, Dia malah mirip kayak orang G*la yang malah menikmati drama action yang ada di hadapan nya itu.

Tak berselang lama, Anita yang sempat khawatir dengan kondisi Arga yang dalam keadaan marah tadi, itu pun akhirnya menyusul mereka untuk melihat bagaimana kondisi Arga saat ini. Tentu dia di ikuti oleh kedua teman setia nya beserta Sasha yang di paksa untuk ikut juga oleh Anita.

Melihat Arga yang tengah baku hantam dengan Pra, Anita pun lalu mencoba menghentikan aksi mereka berdua.

" Arga, Pra !! Udah Stop, kenapa juga kalian malah berantem sih. " Pinta Anita yang malah tak di hiraukan oleh dua orang cowok di hadapan nya itu.

Asep yang tadinya sedang merekam perkelahian kedua sohib nya itu, langsung menghentikan aksi G*la nya, begitu dia melihat sosok Anita datang. Dia tau jika dalam keadaan seperti sekarang ini, baik Pra atau pun Arga gak bakalan mau dengar ucapan dari siapapun yang mencoba menghentikan mereka.

Karna nya Asep jadi khawatir dengan Anita. Takut nya dia malah gak sengaja kena pukul Arga atau mungkin Pra. Asep pun mencoba menarik Anita untuk menjauhkan gadis itu dari kedua sahabat nya dengan menarik tangan Anita.

" Ta, jangan di ganggu. Udah biarin aja, entar kalau udah capek, mereka juga bakalan berhenti sendiri kok. " Ucap Asep pada Anita. Tapi meski begitu, Anita tetap khawatir dengan mereka berdua, terutama dengan Arga.

" Kamu kok diem aja sih, ayo dong buat mereka berhenti. " Anita malah kesel juga dengan sikap Asep yang lebih memilih untuk diam.

" Aduh, kalau mereka udah dalam mode kayak sekarang ini. Gw aja gak bakalan cukup buat bikin mereka berhenti. Gw mah trauma, gak mau deh coba-coba buat melerai mereka. " Jelas Asep pada Anita.

" Yaudah, kalau gitu. Jangan halangi gw buat melerai mereka. " Anita hendak kembali mendekati Arga dan Pra untuk melerai mereka, tapi niat nya itu justru terhenti lantaran Sasha malah mendekati mereka lebih dulu.

Anita jadi panik karna sikap nekat Sasha. Dia malah takut jika si Culun itu kena pukulan dari Arga atau Pra secara gak sengaja. Tapi yang terjadi malah di luar dugaan. Dimana ketika Sasha menghampiri mereka dan melerai mereka dengan diam di tengah-tengah dua cowok Idola itu.

Secara spontan kedua cowok itu langsung menghentikan Aksi baku hantam mereka. Tapi tentu saja, Arga jadi makin Marah sama Sasha yang seenaknya saja muncul. Yang dia rasa malah mengganggu dirinya.

" Lo ngapain kesini? Mau gw hajar juga? " Bentak Arga pada Sasha. Respon cewek culun itu malah biasa aja, dia gak ada takut nya sama sekali saat berhadapan dengan Arga yang jelas sedang dalam keadaan berapi-api.

" Sebelum lo hajar gw. Lo yang Bakalan gw hajar duluan. " Imbuh Sasha sambil menendang perut Arga dengan kaki nya. Tendangan Sasha cukup kuat sampai Arga di buat tersungkur dan jatuh ke tanah. Sungguh di luar dugaan semua orang.

Kejadian itu tentu bikin semua orang melongo gak percaya. Orang pasti akan mengira jika setelah Sasha menendang Arga barusan. Arga akan semakin marah pada gadis itu. Tapi yang terjadi Arga malah mendadak jadi Batu.

Dia di buat gak berkutik dengan hadiah yang di berikan Sasha pada nya. Asep sampai turun tangan, untuk mastiin apa Arga baik-baik saja atau kah tidak.

" Ga, lo baik-baik aja kan? " Tanya Asep pada Arga. Arga malah keliatan kayak orang bodoh yang linglung. Dia ternyata gak percaya sudah di tendang Sasha sampai tersungkur seperti sekarang ini.

" Sasha nendang gw? " Arga malah bertanya balik pada Asep. Muka garang nya seketika berubah jadi muka linglung.

Bikin Asep malah bingung sama Respon yang di berikan Arga barusan. Arga emang udah kayak orang yang baru aja sadar dari pingsan nya. Keliatan Linglung gak jelas.

" Eh, Sya lo nendang Arga di area mana? Kalau gw gak salah liat, lo tendang dia di area perut kan, bukan di area kepala? " Asep yang kebingungan itu langsung bertanya pada Sasha, untuk memastikan hal tersebut.

" Gw nendang dia di perut. Tapi, Kalau otak nya bermasalah, mungkin aja otak dia sudah pindah ke perut. " Balas Sasha dengan memasang muka polos, yang malah bikin Pra tersenyum untuk beberapa saat.

Jarang sekali si dingin Pra ini mau tersenyum meski cuman sesaat. Bahkan Asep aja suka nyerah jika di suruh harus bikin Pra tersenyum, karna saking susah nya. Berbeda dari Pra, si Asep malah keliatan tambah bingung, ketika mendengar penjelasan dari Sasha barusan. Dia emang kadang suka agak telat mikir.

Anita dengan cepat menghampiri Arga, dia membantu Arga untuk berdiri tapi ternyata Arga malah ogah di bantu buat berdiri, dia ini sikap nya malah tambah Aneh saja. Dimana dirinya gak mau beranjak dari tempat nya saat ini. Bikin Anita juga ikutan bingung, sama Kayak yang di rasakan Asep saat ini.

" Ga, kamu kenapa sih.. " Tanya Anita pada Arga yang bersikap lain dari biasa nya.

" Mana Sasha? " Arga malah nanyain Sasha, yang padahal udah jelas masih berada di samping Pra.

" Lo ngapain nanyain dia? " Anita jadi gak terima dengan Ucapan Arga yang nanyain keberadaan Sasha.

" Gw mau bikin perhitungan sama dia. " Kini Otak Arga yang sempat Eror itu mulai kembali normal.

Dia yang tadi keliatan linglung, kini sudah kembali memasang wajah garang nya. Dia juga mulai mau bangkit berdiri. Tanpa memperdulikan keberadaan Anita, Arga langsung menghampiri Sasha.

Sasha sih gak takut, sekalipun jika Arga sampai mau mengajak nya untuk berantem. Karna faktanya, dia yang tampilan nya culun itu menguasai bela diri Taekwondo. Dan udah sering dapat juara juga di sekolah lama nya.

***

*Nama Karakter : Pramudya Arya Wardhana (Pra).

*Tinggi Badan : 187 CM.

*Hobby : Mendengarkan Musik, Bermain Musik, membaca Buku, dan juga menonton film Horor.

*Sifat Karakter : Cuek, Dingin, Terkesan Misterius, dan tak banyak bicara. Tapi akan bersikap berbeda saat dirinya bersama cewek yang benar-benar dia suka.

*Status : Protagonis Utama.

*Fakta menarik : Pra, tak bisa memakan makanan pedas. Dia juga tak suka dengan makanan yang terlalu manis. Penyuka Kucing. Diam-diam dirinya adalah ketua Geng Motor.

***

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!