NovelToon NovelToon

Playboy Sholeh

01. Asal Mula Adanya Adam

Malam hari mulai menjelang, setelah tadi pagi terdengar kata "Sah " , kini sepasang pengantin itu berada di dalam satu kamar.

Ayu tidak menyangka, kini ia telah menjadi istri Pak Umar , seorang ustadz , orang yang cukup di segani di kampungnya , dan juga bapaknya Aisyah .

Mereka terlihat canggung, Pak Umar yang telah lama menduda tentu saja hatinya berdebar dengan kencang, karena mulai malam ini ia tidak akan tidur sendirian lagi.

Aku harus apa , kenapa Mas Umar diam saja , masa iya harus aku duluan yang memulai ....

" Emm Ayu , kemarilah !". Akhirnya Pak Umar bersuara....tidak mungkin kan dia akan berdiam diri semalaman.

" Iya Mas ". Panggilan baru Ayu padanya , membuat hati Pak Umar seperti tersiram air es , mak nyes ademnya.

Kini Ayu sudah duduk berdampingan dengan Pak Umar.

" Yu , kamu tidak menyesal kan menikah dengan ku ?".

" Mana mungkin menyesal Mas , malah ini yang aku harapkan , aku ingin punya pendamping yang bisa membawaku ke jalan yang lebih baik , sudah cukup aku menderita bersama Sapto dulu , aku ingin punya keluarga yang bahagia Mas ".

" Jangan mengingat itu lagi Yu , aku akan berusaha semampuku untuk membahgiakan kamu , kita akan menua bersama ...eh tapi memang aku sudah tua , kamu yang masih muda ". Kelakar Pak Umar , membuat Ayu akhirnya tertawa kecil.

" Ihhh Mas Umar apaain sih , Mas itu belum terlalu tua , umurnya juga belum ada 50 tahun ".

" Tapi tetap saja , umur kita beda jauh Yu , aku takut tidak bisa memuaskan kamu ".

" Kalau begitu Mas harus buktikan malam ini ". Ucap Ayu spontan, ia lalu menutup mulutnya.

" Apa itu berarti kamu siap memberikan hak ku malam ini Yu ".

" Siap Mas Umar, Mas Umar tidak lupa kan caranya?" sekarang giliran Ayu yang meledek suaminya.

" Kamu meragukan ku Yu , baiklah ...aku masih sanggup membuat kamu begadang malam ini ".

Pak Umar tidak lupa membaca doa sebelum menyentuh Ayu. Dan malam ini Ayu membuktikan ucapan suaminya.

Entah efek lama tidak menyentuh wanita , atau memang tenaga Pak Umar yang masih perkasa, Ayu sampai kelelahan.

" Mas.....".

" Kenapa , mau lagi ?".

Ayu menggeleng " Sudah cukup Mas , aku lelah dan mengantuk, Mas kuat sekali ternyata ". Meski lelah Ayu tersenyum bahagia , Pak Umar memperlakukannya dengan sangat lembut , tentu saja berbeda jauh dengan si Sapto , suami pertamanya.

" Baiklah kita istirahat , maafkan Mas ya Yu , Mas terlalu bersemangat menyentuh kamu ".

" Enggak apa - apa Mas , Mas kan sudah lama puasa ".

" Bukan lama lagi Yu , Mas aja sampai takut kalau punya Mas karatan karena sudah terlalu lama tidak di pakai ". ucap Pak Umar sambil terkekeh.

" Sudah , kamu tidur...kalau enggak Mas minta lagi nih ". Ayu pun langsung memejamkan matanya. Pak Umar pun menyunggingkan senyumnya.

Bersama Ayu , Pak Umar kini merasa menjadi muda kembali.

" Terima kasih Yu , sudah hadir dalam hidup ku dan mau menerima aku yang sudah tua ini ".

*

Hari ini Ayu tidak berhenti tersenyum , matanya terus melihat ke arah tespack yang ada di telapak tangannya.

Air mata pun terus mengalir dari matanya " Tuhan , apakah ini nyata , bukan mimpi kan ".

Tadinya ia hanya penasaran , karena ia sudah telat hampir dua bulan , tentunya ia tidak berani mengatakan pada suaminya , karena saat berumah tangga bersama Sapto beberapa tahun , ia tidak kunjung hamil , sedangkan dengan Pak Umar ....ia baru menikah dalam hitungan bulan saja ia sudah hamil.

Ayu terus mengucapkan syukur. Dengan lembut ia mengusap perutnya yang sudah mulai keras di bawah sana.

" Yu , kenapa kamu menangis, apa ada yang sakit...apa aku menyakiti kamu ?" Pak Umar sungguh takut melihat Ayu sampai menangis sesenggukan.

" Mas Umar...hiks..hiks...lihat ini Mas !".

" Yu....kamu hamil Yu ?". Ayu mengangguk.

" Alhamdulillah, aku tidak menyangka di umurku yang sudah tidak muda lagi masih di beri kepercayaan untuk memiliki anak ".

" Kita periksa ke rumah sakit sekarang Yu !". Pak Umar bergegas mengajak istrinya untuk di periksa...ia juga terlihat sangat bersemangat.

Kabar gembira ini pun sampai di telinga Aisyah, ia pun menyambutnya dengan senang hati.

" Kenapa senyam senyum gitu, mau minta jatah ya ?" ucap Mahesa.

" Ih itu maunya Mas Bian , sudah tau belum boleh di bajak sawahnya , pakai nawarin , nanti malah mupeng sendiri ".

" Kalau itu mah enggak usah di tanya Yang , Mas memang sudah kepingin makan kamu , sayang jalannya lagi di blokir ".

" Aku tuh senang mau punya adek lagi ".

" Adek ??? Maksud kamu ibu Ayu sedang hamil sekarang?".

" Iya Mas , hebat kan bapak ku , masih tokcer ternyata ".

" Mas lebih hebat sayang , sekali tembak tembus dua , apa kamu mau Mas bikin hamil lagi hem ?".

" Ngaco , baru juga di keluarin malah mau di isi lagi , Mas aja yang hamil kalau gitu ". Bibir Aisyah mengerucut.

" Ha..ha..ha..sayangnya enggak bisa sayang ".

" Kalau di tempatku ini namanya Cunak Mas ".

" Apa itu?".

" Cunak...cucu dan anak , jadi Bapak dapat cucu sekaligus anak di waktu yang bersamaan ".

" Ya namanya juga ibu Ayu masih muda , wajarlah kalau dia hamil ".

" Iya Mas , kita doakan saja semoga ibu Ayu dan calon bayinya sehat terus sampai lahiran ".

" Aamiin...ayo sayang !". Ajak Mahesa tiba - tiba.

" Mau kemana, aku lagi jagain si kembar Mas ".

" Sssssttttt , si kembar lagi anteng tidurnya, biarkan Bik Imah yang jagain , adek Mas juga perlu kamu perhatikan sayang ".

" Tapi Mas..".

" Sebentar saja sayang...please !.

" Ah lama ". Dengan cepat ia menggendong Aisyah masuk ke kamar sebelah .

Tapi Mahesa keluar lagi , ia berteriak memanggil Bik Imah . " Bik...tolong jagain si kembar sebentar ".

" Mas ...kok malah teriak sih ". Protes istrinya.

" Eh iya..lupa , dah enggak apa - apa , tuh buktinya si kembar enggak ada yang bangun, berarti mereka berdua pengertian, Daddynya kepingin du sayang ".

" Bisa aja alesannya Pak Lurah ". Mereka tergelak bersama.

Sembilan bulan sudah kehamilan Ayu....kini Ayu sedang berjuang untuk melahirkan di Puskesmas .

Tidak lama Ayu pun melahirkan seorang putra yang sangat tampan. Pak Umar tak berhenti mengucap syukur sambil berlinang air mata.

Mendapat putra laki - laki dan juga cucu laki - laki , dua kebahagiaan sekaligus yang Pak Umar rasakan saat ini.

" Adam Syahab....gimana Yu ?".

" Bagus Mas , aku suka namanya ".

Adam Syahab , putra Pak Umar dan Ibu Ayu terlahir sangat tampan hingga ia tumbuh menjadi laki - laki tertampan di desa..

****

Berhubung Update pertama pas tanggal 22 Desember, jadi othor mengucapkan ...

" Selamat hari Emak di seluruh dunia....semoga para Emak sehat selalu dan selalu menjadi yang terdepan....".

Jangan melawan sama Emak ya...😘

02. Geng AFS

Adam kini telah tumbuh dewasa . Ia menjadi remaja yang ramah murah senyum dan suka menyapa.

Siapapun ia sapa , tak terkecuali peliharaan tetangganya....si Monik ,Empus Oyen sama si Bandot , kambing milik Pak Narto.

" Eh si Monik, udah di kasih makan belum kamu, pasti belum ya soalnya kamu sudah ke sini , kebiasaan pagi - pagi udah main ke rumah tetangga aja kamu Mon ".

" Dammmm ". Teriak Ayu.

" Di depan Bu ".

Ayu menatap kesal sang anak yang sedang mengelus bulu Empus, " Kamu ya Dam , mau berangkat sekolah bukannya siap - siap malah pacaran sama Kucing ".

" Monik Bu namanya ".

" Ibu enggak mau tau , mau namanya Monik kek , Mimin kek , lagian ya ngapain ngurusin kucing orang sih ".

" Namanya juga telanjur sayang Bu ".

" Dih , ibu geli kalau kamu ngomong nya sampai begitu, apa anak ibu enggak laku sampai pacaran sama kucing ".

" Eh ibu enggak tau ya , Aku laki - laki tertampan seantero kecamatan , banyak gadis yang ngantri buat jadi pacar Adam Bu ".

" Iya deh ibu percaya, noh si Udin saja sudah nyamper kemari ". Tunjuknya pada pemuda yang berjalan dengan santai ke rumah Pak Umar.

" Pagi amat Din ". Tanya Adam.

" Jam elo rusak ya Dam , nih lihat setengah tujuh lewat ".

" Perasaan tadi baru jam 6 dah ". jawab Adam masih santai.

" Ya kan elo lihat nya tadi Marjuki , sekarang mah udah siang ". Udin mulai ngegas.

" Buru Dam...nanti kena skors sama Pak Fandi ".

" Ck...galak kan yang mau nebeng ".ucap Adam malas.

" Mana kunci motor , gue aja yang bawa , elo cuci tangan sono habis megang Monik kan pake sabun juga , gue enggak mau nanti elo megang - megang gue ".

" Najis gue megang - megang elo Din..Din..". Adam ngeloyor masuk , ia mencuci tangannya dan memakai sabun juga sesuai dengan perintah Udin.

" Pak , Adam berangkat dulu ya ".

" Belajar yang bener ". ucap Pak Umar

" Adam mah selalu bener Pak ".

" Bu , Adam berangkat...jangan lupa kasih makan si Monik , udah Adam gorengan ikan cuek tadi pagi , nasinya enggak usah banyak - banyak nanti enggak habis , soalnya.....". Ibu Ayu memandang jengah putranya yang sangat perhatian sama si kucing.

" Iya , Ibu udah paham , berangkat saja sana , kamu itu suka bikin ibu pusing ".

" Tapi Adam belum selesai ngomong Bu ".

" Udah ya ganteng, ibu sudah hafal apa yang harus ibu lakukan...sekarang kamu berangkat saja , kasihan si Udin nunggu kelamaan nanti dia kering , jadi keripik kan bahaya ".

" Ya udah , Assalamu'alaikum Pak...Bu..".

" Wa' alaikumsalam ".jawab keduanya.

" Ayuk Din...gas ken !".

" Siap A'ak ". balas Udin , yang mendapat timpukan dari belakang.

Mereka sampai di sekolah dan tidak lama bunyi bel masuk pun berdering.

" Pas banget ".

" Tuh , mereka menunggu kita ternyata ". tunjuk Udin pada ketiga remaja yang berdiri berjejeran.

Mereka adalah...

SAEFUL....alias Ipul .

dan si Kembar ...

SYAKIR dan SABIR ...alias si Kikir dan si Bibir.

Mereka berlima memang sohib sejati dari Taman kanak - kanak mereka sudah bersama....eh dari jaman masih orok malah.

" Pagi Kak Adam ". sapa Lisa seperti biasanya , ia akan dengan senang hati menghampiri pujaan hatinya.

" Eh anak Ulet ". celetuk Udin.

" Apa Lo , gue manggil Kak Adam ya...orang jelek minggir ". ucap Lisa.

" Dih mata lo buta ya Lis....gue cakep begini di katain jelek ".

" Buat gue Kak Adam cakep paripurna tidak ada tandingannya ". Lisa masih berdebat dengan Udin...sedangkan Adam sudah melangkah masuk ke kelasnya.

" Bodo amat , syukurin lo di kacangin sama Adam....noh orangnya udah masuk kelas...wekkkk ". Udin berlari meninggalkan Lisa yang makin meradang karena ledekan Udin.

" Ihhhhh ngeselin, dasar Udin similikiti ".

" Lisa...ngapain teriak - teriak di sini , tidak dengar tadi bel sudah berbunyi ". Pak Fandi sang guru BP sudah berdiri tegak di belakang Lisa yang sedang mencak- mencak enggak jelas.

" Eh Pak Fandi....anu Pak lagi latihan suara sama ngedance ". ucap Lisa sambil meringis takut kena hukuman dari guru terkiler di sekolahnya.

" Banyak alesan kamu , masuk ke kelas sana atau mau saya kasih hukuman ".

" Terima kasih Pak , saya enggak minat buat di hukum , jadi saya mau masuk kelas saja , permisi Pak Fandi ". setelah itu, setengah berlari Lisa menjauh dari Pak Fandi.

" Dasar bocah pembuat onar ". gumam Pak Fandi lirih.

Di dalam kelas suasananya langsung tenang ketika sang guru masuk ke kelas mereka.

Tidak lama ada seorang guru membawa masuk seorang remaja yang sepertinya anak baru...pindahan dari kota.

" Perkenalkan diri kamu ! ".

" Kenalkan nama aku Fatimah , salam kenal semuanya ".

" Haiii Fatimah ". ucap seisi kelas serentak.

Fatimah tersenyum manis , sepertinya ia di terima dengan baik di kelasnya yang baru itu.

" Beeehhh senyumnya manis sekali , meleleh hati abang dek ". ceplos Udin.

Mereka semua pun tertawa, sekilas mata Adam dan Fatimah bertemu, meski hanya sekilas...ada perasaan lain yang di rasakan Adam , begitu juga dengan Fatimah.

" Fatimah duduk di sebelah sana dengan Wati ".

Wati berdiri dan melambaikan tanganya ke Fatimah. Andi yang duduk bersama Wati langsung pindah ke arah belakang.

Adam melirik ke arah Fatimah , yang ternyata duduk di dekatnya.

Gadis misterius.....bikin penasaran saja . batin Adam.

Aku tau kamu penasaran dengan ku.....Fatimah tersenyum tipis.

Istirahat tiba....

Adam bersama pasukannya pergi ke kantin...Syarifudin , Saeful , Syakir dan Sabir dengan setia menemani Adam.

Tanpa harus mengantri , dengan cepat tersedia banyak makanan di depan meja Adam.

" Ini buat Kak Adam ". salah satu adik kelas memberi Adam makanan.

" Terima kasih ". ucap Adam , dengan senyumannya , Adam bisa menghipnotis para gadis itu.

" Cukup melihat senyum Kak Adam saja hatiku sudah senang ". ucap gadis itu.

" Iya " ucap yang lain.

" Lebay parah , eh...kenapa cuma Adam sih , gue juga mau lah di traktir kayak gitu ". Udin .

" Operasi plastik dulu Kak , biar kaya Kak Adam , baru kita traktir , iya enggak teman - teman ?".

" Eh busyet dah , biaya operasi plastik mahal dedek manis , muka abang ini sudah termasuk cakep , khas orang indonesia.....bule aja nyari yang eksotis kayak gini ".

" Mungkin si Bule nya mengira Kak Udin barang antik kali ". mereka celikikan lalu berlalu pergi sebelum Udin ngamuk.

" Et dah....".

" Sudah Din..makan saja punya gue.. banyak tuh , gue enggak bakalan habis ".

" Iya deh...dari pada marah - marah mending gue makan , kenyang ".

Lagi - lagi mata Adam bersitatap dengan Fatimah.

Si babang tampan ....Adam Syahab

Di commentnya.....di like juga....👍🏻😘

03. Gara - Gara Mbak Kun - Kun

Maaf ya....hari Minggu , Othor libur update 🙏

******

Di sebuah rumah yang cukup mewah , seorang gadis remaja sedang menerima telpon di kamarnya .

" Bagaimana , kamu sudah bertemu dengannya?".

tanya seorang wanita di seberang sana.

" Sudah Ma ".

" Bagaimana ?".

" Dia tampan sekali Ma , dan sepertinya ia jadi primadona di sekolah itu ".

" Mama tidak mau ya kalau sampai kamu terpesona ataupun sampai jatuh cinta pada anak itu, ingat misi kamu Han ".

" Ingat Ma ".

" Kamu harus deketi dia ".

" Justru aku akan menjauhinya ".

" Kamu mau membantah perintah Mama , Han ".

" Bukan itu Ma , tapi aku akan jual mahal pura - pura cuek justru untuk menarik simpatinya, karena di sekolah sudah banyak cewek - cewek yang mengejarnya...jadi aku ingin membuat dia penasaran denganku ". jelas Hana.

" Bagus juga ide kamu, tapi awas ya jangan sampai gagal !".

" Tenang saja Ma , aku pasti berhasil ".

" Baik , Mama tunggu kabar baik dari kamu , Mama sudah transfer uang ke rekening kamu dan juga mengirimkan motor sesuai keinginan kamu , jadi jangan kecewakan Mama ".

" Iya Ma...terima kasih ".

Klik....pembicaraan pun selesai.

*

Sementara itu di lain rumah...

Lisa masuk rumahnya tanpa mengucap salam , ia melempar tas nya ke sembarang arah , lalu menghempaskan tubuhnya di atas sofa, tak lupa ia pun mengangkat kakinya ke atas meja.

" Lisaaaa....kayak Jaelangkung aja lo, masuk rumah enggak ngucap salam , nyelonong aja dan Masyaallah....kamu tuh anak gadis Lisa , duduk yang sopan ". Lusi langsung menghempaskan kaki putri satu - satunya itu.

" Akhhh , sakit Mah ".

" Lagian kebiasaan deh , sudah di bilangin juga di ulang - ulang terus , bagaimana Adam mau melirik kamu ,kalau kelakuan kamu minus kayak gitu ".

" Tau ah , kesel aku Ma , susah sekali mencari perhatian Kak Adam , perasaan aku tuh sudah cantik maksimal , secara kan kuturunan Mama Lusi yang terkenal seantero kampung dengan keseksiannya ....".

" Aku juga cantik dan seksi seperti Mama kan ?".

" Jelas dong , bibit Mama kan unggul ".

" Tapi percuma Ma , Kak Adam masih cuek sama aku , apalagi ada si Udin kampret itu , dia yang selalu menghalangi aku buat deketin Kak Adam ".

" Ya usaha terus lah , gitu aja nyerah ".

" Belum nyerah Ma , aku cuma bilang susah ".

" Halah kamunya aja kali yang enggak bisa...apa kamu sudah praktekin ilmu yang Mama berikan pada kamu ?".

" Ilmu apaan...semuanya zonk ".

" Berarti kamunya yang memang enggak bisa , jangan salahin ilmu yang Mama ajarkan dong ".

" Bukannya Mama juga enggak bisa menarik perhatian Pak Lurah dari kota waktu dulu , dan Tante Aisyah lah yang berhasil menjadi istrinya ". Ucap Lisa membuat Lusi membulatkan matanya.

" Dari mana kamu dengar cerita itu ?".

" Semua warga kampung membicarakannya, aku pernah mendengarnya ".

" Bohong itu ,kamu jangan percaya... Mama itu bukan kalah tapi mengalah ".

Masih enggak mau ngaku, padahal memang kakaknya Kak Adam cantik sekali , pantas saja adiknya juga tampan ...oh Kak Adam , Lisa lope - lope sama kamu Kak....i love you pul pokonya..

Pletak...

" Di ajak ngomong malah senyum - senyum enggaj jelas, mandi sono , bau asem kamu !".

Lisa mengusap kepalanya yang barusan terkena pukulan ringan dari Mama Lusi.

" Iya , galak amat sih , pantes aja Papa kalah sama Mama ". Gerutu Lisa sambil berjalan masuk ke kamarnya.

" Lisaaaa....tas dan sepatu kamu ambil, kalau enggak Mama lempar ke halaman nih !". Teriak Lusi.

Dengan cepat Lisa langsung mengambil sepatu dan tas nya yang tadi ia lempar sembarangan itu...karena ucapan Lusi tidak pernah main - main.

*

" Dam , tadi kakak kamu menelpon apa kamu sudah ada rencana buat milih universitas mana nanti buat kuliah, apa akan kuliah di tempat kakak kamu saja ?". Tanya Ibu Ayu.

" Nanti saja Bu , masih lama ini ". jawab Adam lirih.

" Sudahlah Yu , jangan di tanya terus biarkan Adam berfikir dan memilih sesuai dengan keinginan hatinya ". Pak Umar membela Adam.

Adam menunduk , apakah ia harus berbicara sejujurnya kini...

" Apa boleh kalau Adam kuliah di sini saja Bu Pak , Di tempat Kak Aisyah sudah ada Tante Rara dan Tante Iren , Aku enggak mau meninggalkan kalian berdua ".

Mata Ayu langsung berkaca - kaca , ia tidak menyangka Adam begitu sayang padanya.

" Anak gantengnya Ibu , Ibu makin sayang sama kamu Nak ". Pak Umar tersenyum tipis melihat Ayu memeluk dan mengusap kepala sang putra.

" Buuu , Adam sudah besar , jangan melakukan seperti tadi kalau ada teman - teman Adam ya Bu ".

" Kenapa ?? Kamu malu ".

" Ya enggak , cuma ibu memperlakukan ku seperti anak kecil saja ".

" Memang di mata Ibu kamu itu masih anak kecil ...iya kan Mas Umar ". Pak Umar hanya mengangguk.

" Eh Bapak main mengangguk saja , takut di suruh tidur di luar ya sama Ibu ". Ledek Adam

" Ibumu tidak akan melakukan itu , dia enggak bisa tidur kalau enggak nyium ketek bapak ".

" Benarkah ??

" Ih si Bapak , enggak kebalik tuh ". Balas Ibu Ayu.

" Kalian pacaranlah , Adam mau berangkat ke TPA dulu...Assalamu'alaikum Pak...Bu..".

" Wa' alaikumsalam ".

Setiap sore Adam selalu menyempatkan untuk mengajar anak - anak kecil di kampungnya belajar mengaji. Udin dan Ipul pun suka membantunya.

Sedangkan si kembar jarang , karena mereka berdua juga masih belajar dengan Adam.

Malam ini seperti biasa mereka berkumpul di saung yang tempatnya tak jauh dari rumah Pak Umar.

Mereka yang melewati saung apalagi para gadis pasti akan menegur Adam.

" Hai Kak Adam ". Ada tiga gadis yang lewat, dan salah satunya memanggil Adam.

Adam hanya mengangguk dan tersenyum tipis...

" Gila , pesona seorang Playboy memang tidak bisa di lawan ". Kata Syakir.

" Iya nih , ada kita berempat kan di sini , tapi cuma Adam yang terlihat , kita semua seperti makhluk tak kasat mata bagi mereka ". Tambah Sabir.

" Elo aja yang jadi dedemit...gue mah ogah ". Balas Udin.

" Lagian mana ada sih Playboy kok Sholeh ". Lanjut Udin.

" Adalah , itu gelar gue Din ".ucap Adam.

" Iya, playboy somplak cap kampak ". kata Ipul

Adam mendengus sedang yang lainya tertawa kencang.

" Hussttt....jangan berisik ". tiba - tiba ada suara seorang wanita yang menginterupsi mereka.

Si kembar langsung mendekat ke arah Adam. Begitupun Udin dan Ipuln, mereka saling merapatkan diri.

" Kok ada suara tapi enggak ada ujudnya Dam ". suara Udin mulai bergetar.

" Iya , mungkin ada orang iseng yang mau nakutin kita kali Din ".

" Penasaran ya.... aku di sini kok enggak jauh dari kalian duduk ". ucap perempuan itu lagi.

" Di...di mana ?".

" Di atas pohon ".

Seketika mereka mematung dan perlahan memakai sandal mereka. Tudak ada yang berani menengok ke arah atas pohon.

Sesaat kemudian....

" Lariiiiiii ".

" Hantuuuuu ".

" Mbak Kun - Kunnnnnnm ".

Adam , Udin ,Ipul dan si kembar lari tunggang langgang... mereka menambah kecepatan larinya karena mendengar Mbak Kun- Kun tertawa cekikikan.

" Hiii..Hiii...Hiiiii ".

Like dan comment nya ya....

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!