NovelToon NovelToon

Menjadi Selir Kaisar

Terlahir kembali

Tubuh mungil itupun segera tercebur ke kolam ikan yang dingin di malam hari.. Karena ia Qi Lily tidak bisa berenang ia pun meninggal di tempat.

Namun bukannya meninggal, Tubuhnya seperti tersedot ke dalam dimensi lain.

Tring...

"Nona nona buka matamu".

"Siapa Di sana...". Teriak Qi Lily setelah membuka mata ia hanya menemukan kehampaan yang aneh.

Tringg...

"Hai Nona...". Munculah seorang anak kecil yang bisa melayang di sekitar Qi Lily, Mungkin tepatnya Anak kecil dengan tanduk rusa.

"Kau.. Siapa kau?".

"Aku adalah sistem yang telah di aktifkan karena kematian Nona, Perkenalkan namaku Suba".

"Suba, Lalu apakah kau bisa menjelaskan tentang semua ini?".

"Tentu saja Nona, Kita berada di Ruang Hampa sistem. Kau akan di kirim kembali ke dua tahun sebelum kejadian, Atau tepatnya saat kau akan memasuki istana. Karena itu kau bisa mengubah nasib Nona dengan Bantuan Sistem sepertiku, Lihatlah... ada banyak menu yang bisa kau gunakan, Namun kau harus menyelesaikan tugas tugas yang di siapkan dari sistem baru bisa mengupdate sistem menjadi lebih kuat". Jelas Suba.

"Apa itu tugas tugasnya?".Tanya Qi Lily.

"Nona harus menyelesaikan seribu misi di seribu dunia paralel, Setelah itu baru kita bisa kembali ke masa yang di janjikan".

"Kalau begitu ayo kita mulai". Jawab Qi Lily.

"Baik Nona, Sistem mulai mengunduh mohon tunggu sebentar".

Klingg....

Pintu Dunia paralel pun sudah terbuka...

Qi Lily adalah gadis terpilih dari sistem dan kini tengah menjalankan satu demi satu misi dari banyak dunia paralel, Sehingga ia mendapat banyak pengalaman . Mulai dari bertarung, menggunakan Senjata, bermain trik , bersandiwara ataupun menggaet lawan jenis. Tak hanya itu, di Dunia paralel ke Delapan ratus lima Qi Lily berhasil menjadi seorang Dokter jenius di Dunia Modern dan pada Dunia paralel ke sembilan ratus dia berhasil berkultivasi di kultivasi tertinggi ke dua ratus kalinya di berbagai Dunia Paralel.

Semua kemampuan itu bisa di bawa ke Dunia Paralel selanjutnya sehingga setelah selesai semua misi, Qi Lily bisa membawa kemampuannya untuk membalas dendam termasuk kemampuan sihir dan kultivasi karena sebenarnya di Dunia Qi Lily orang yang berkultivasi sangatlah jarang bahkan hampir tidak ada karena orang orang hanya mementingkan seni bela diri tanpa berkultivasi.

"Selamat Nona, Kau berhasil menyelesaikan Seribu misi".

"Akhirnya Suba.. Lelah sekali".

"tidak apa apa lelah tapi membuahkan hasil, Lihatlah Sistem kita sudah upgrade di level tertinggi Nona.. Ahh senangnya mempunyai master yang tidak pernah gagal dalam misi".

"Tentu saja, Kau tidak salah memilih tuan". Sahut Qi Lily.

"Yayaya Nona, kurangi sombongmu itu".

"Huhh bukanlah kau yang mengajarinya Suba".

"Heheh kau benar, Sudahlah Nona Sudah waktunya. Apa kau sudah siap?".

Qi Lily pun menghela nafas panjang berulang kali untuk menghilangkan kegugupannya karena ia akan kembali ke dunia di mana membuatnya mati tanpa keadilan.

"Baiklah aku sudah siap Suba.. ".

"Baik, Sistem mulai membuka pintu...". Jawab Suba.

Tak lama kemudian Pintu menuju Dunia Qi Lily pun telah tiba, Semua dendam masa lalunya muncul kembali. Kali ini tidak akan sama, dia akan merubahnya sebisa mungkin .

Qi Lily memasuki pintu itu kemudian jiwanya tersedot dan memasuki tubuhnya dua tahun yang lalu.

"Aww kepalaku sakit". Ucap Qi Lily sambil memegangi kepalanya.

"Nona nona.. Akhirnya kau terbangun juga". Ucap pelayan pribadi Qi Lily.

Qi Lily memperhatikan tempat sekitar, kemudian, ia mengingat ingat di mana ia sekarang.

"Tunggu, ini adalah hari di mana aku terjatuh dari belajar berkuda. Tapi, ini bukan dua tahun lalu melainkan lima tahun lalu". Batin Qi Lily.

*Suba, kenapa aku datang di lima tahun lalu? bukankah seharusnya hanya dua tahun?*

*Ahh Nona, maaf tidak memberitahumu. Karena kinerjamu bagus jadi sistem utama memberikan waktu lebih lama dari yang di janjikan agar kau bisa bersiap dari waktu ini nona, Bukankah tanda tanda kau di benci selir agung sudah terlihat ketika kalian masih berteman?*

*Kau benar, sampaikan salamku kepada Sistem utama dan jangan lupa berterimakasih*

"Jinna, Dimana Ayah?".

"Tuan kini sedang mencari tabib Nona, Pasti sebentar lagi Tuan akan Sampai". Jawab Jinna pelayan pribadinya.

"Bantu aku bangun Jinna".

"Baik Nona".

Tak lama kemudian Tuan Qi selaku ayah Qi Lily pun telah tiba bersama tabib di belakangnya.

"Lily, Kau sudah sadar. Syukurlah.... Tabib tolong periksa Putriku". Ucap Tuan Qi.

"Baik Tuan Qi" .

Tabib pun mulai memeriksa Qi Lily dengan memeriksa kepala dan tangannya yang terluka.

"Tidak apa apa Tuan Qi, Nona muda Qi akan segera sembuh dalam beberapa haru. Ini ada salep ampuh untuk menyembuhkan bekas lukanya sehingga tidak akan meninggalkan bekas". Jelas tabib .

"Terimakasih Tabib, ini ada sedikit untuk membayar biaya medisnya". Ucap Tuan Qi sembari memberikan kantong uang berisi beberapa koin perak kepada Tabib itu.

"Kalau begitu hamba permisi Tuan Qi".

"Baiklah, sekali lagi terimakasih"..

Tabib itupun segera pergi, dan Tuan Qi selaku ayah Qi Lily pun mendekati Lily dengan penuh kecemasan.

"Lily, apa kau benar benar tidak apa apa?".

"Aku tidak apa apa ayah, lihatlah hanya luka gores kecil".

"Besok kau tidak perlu belajar berkuda lagi, ayah takut kau kenapa napa".

"Tidak ayah, Aku tadi hanyalah kurang berhati hati. Pokoknya aku harus bisa berkuda Ayah, Kumohon.. Boleh ya...".

"Tapi Lily...".

"Sssttt ayah percayalah dengan Putrimu satu satunya ini.. Okey".

"Hufhh baiklah, ingat jangan sampai terluka lagi".

"Baik ayah, Lily janji...".

"Yeyy terumakasih Ayah". Ucap Qi Lily girang sembari memeluk sang Ayah.

"Dasar anak manja, sudah kau istirahatlah. Nanti kita makan malam bersama. Kakak kakakmu akan pulang malam ini".

"Benarkah Ayah, Baiklah kalau begitu Lily tidur dulu ya..".

"Iya Sayang, Ayah keluar dulu ya. Ingat istirahat".

"Siap Ayah". Jawab Qi Lily

"Seingatku di kehidupan sebelumnya setelah makan malam akan ada penyerangan di rumah, Aku harus mencari tahunya terlebih dahulu". Gumam Qi Lily .

"Jinna, kau bisa pergi. Aku akan beristirahat, Ingat jika ada orang yang kemari bilang saja aku tidur".

"Baik Nona".

Jinna punn segera meninggalkan Qi Lily sendiri, Setelah pintu tertutup Qi Lily pun segera bangkit mengganti pakaiannya menjadi serba hitam dengan celana dan bercadar.

"Suba...".

tring....

"Iya Nona, ada apa?".

"bantu aku mencari siapa dalang di balik penyerangan nanti malam".

"Sistem cek.... Hmm memang benar nanti malam akan ada penyerangan yang akan datang dari barat dengan jarak mereka datang adalah lima ratus meter". Jelas Suba sembari melihat layar transparan di depannya.

"Lima ratus meter dari barat, Baiklah kita cari tempat yang kau maksud suba".

Dalang di balik penyerangan

Qi Lily pun akhirnya sampai di tempat yang di maksud Suba, ia pun terkejut pasalnya tempat yang di maksud Sistemnya itu adalah tempat dimana sahabatnya berada.

"Ini kediaman Yan Fei, Kediaman Jenderal Yan". Gumam Qi Lily.

"Nona, coba berjalanlah menuju rumah berlantai dua itu maka kau akan menemukan sebuah petunjuk".

"Baiklah Suba..".

Liena melompat dari atap ke atap tanpa ada orang yang menyadari, setelah sampai di rumah yang di maksud. Liena bersembunyi di pohon besar dekat jendela yang terbuka.

"Kalian harus berhasil membuat wajah Qi Lily cacat, aku tidak mau tahu... Karena pemilihan selir bulan depan aku harus menjadi pemenangnya. Untuk saat ini gadis tercantik masih Qi Lily, jadi jika dia wajahnya rusak maka tidak akan ada gunannya".

"Itu masalah gampang Nona, asalkan kau harus memberi kami uang yang banyak".

"Bagus, ingat nanti saat mereka makan malam. Target utama kalian adalah Qi Lily".

Setelah perbincangan itu, Sosok gadis itupun keluar di dahului oleh pria kekar yang keluar terlebih dahulu.

"Itu..Yan Fei. Jadi dia memang ingin merusak wajahku. Di kehidupan yang lalu wajahku tidak terluka, namun aku mengalami luka serius sehingga tidak bisa ikut pemilihan selir di bulan depan". gumam Qi Lily.

"Sungguh kejam Teman Nona ini, Aha.. Suba punya rencana Nona".

"Apa itu?". Tanya Qi Lily penasaran.

"Di dalam ransel Sistem bukankah Nona sudah banyak mendapatkan Racun pencahar level empat, kita gunakan untuk orang orang suruhan Yan Fei itu. Otomatis jika mereka menyerang malam nanti mereka tidak akan banyak bertingkah karena perut mereka sakit".

"Ide bagus Suba, Baiklah kita ikuti orang orang tadi. Tapi kita pasang kamera pengawas yang aku dapatkan di dunia Modern, Pasti kita akan bisa mendapatkan informasi lebih".

"Benar Nona, Kau sangat jenius". Puji Suba.

Qi Lily pun menyelinap masuk ke kamar Yun Fei, Ia dengan cepat memasang kamera pengawas super kecil di setiap sudut ruangan. Setelah selesai Qi Lily segera mencari preman suruhan Yun Fei untuk memberikan obat pencahar yang di maksud Suba.

"Suba cek Location".

"Baik Nona, Sistem cek lokasi para preman tadi" .

Tak lama kemudian..

"Lokasi di temukan, mereka berada di sebuah gang dekat jalan kumuh sebelah utara". Sambung Suba.

"Bagus, ayo kita kesana sebelum petang".

Qi Lily pun kembali melompati atap atap menuju Gang kumuh yang di maksud sistem, Tak butuh waktu lama akhirnya ia pun menemukan tempat yang di maksud.

"Itu dia .. hmm mereka sedang minum minum. waktu yang tepat. Suba hentikan waktu".

"Sistem waktu berhenti... Nona, silahkan kau lakukan dengan cepat. Sistem pemberhentian waktu hanya bisa selama sepuluh menit saja".

"Baiklah, aku akan cepat".

Qi Lily pun segera memberikan obat pencahar di setiap minuman yang ada di sana , setelah selesai. Qi Lily pun kembali bersembunyi untuk melihat apakah mereka meminumnya atau tidak .

Dan benar saja, ketika waktu berjalan lagi orang orang itu meminumnya tanpa ada rasa curiga sedikitpun.

Setelah memastikan mereka semua meminumnya, Qi Lily pun bergegas kembali ke kamarnya karena hari sudah mulai petang.

Dengan cepat ia pun segera memasuki kamarnya lewat jendela kemudian segera berganti pakaian karena di perjalanan tadi ia melihat kakak kakaknya tengah berjalan menuju kamar Qi Lily.

"Lily, apakah kau di dalam?". teriak salah satu kakak Qi Lily.

"Ya, masuklah". Teriak Qi Lily dari dalam.

Setelah ke dua kakaknya memasuki kamarnya, Qi Lili berpura pura mengusap matanya seperti baru bangun tidur.

"Lama tidak bertemu Lily, Apakah kakakmu ini mengganggumu?".

"Tidak kakak, kalian tidak mengganggu. Kabarku baik bagaimana dengan kalian berdua?".

"Seperti yang kau lihat... Apa kau tidak merindukan kami Lily?".

"Huhh kak Liam aku pastinya merindukanmu, Apa lagi dengan kau kakak Houcun". Rengek Qi Lily.

"Dasar , Kau selalu bertingkah manja seperti ini". Sahut Qi Liam kakak pertama Qi Lily.

"Hehehe maaf, Oh ya kapan kalian tiba ?".

"Aku baru saja tapi Qi Houcun sebenarnya sudah datang dari pagi". Jawab Qi Liam.

"Oh ya adik, bukankah kita akan makan malam bersama. Kenapa kau tidak bersiap?". Tanya Qi Houcun.

"Astaga aku hampir lupa kak.. Apa kalian mau menungguku?".

"Tentu saja, cepat mandi. Kami akan menunggumu di sini". Sahut Qi Houcun.

"Baiklah, ingat.. Jangan pergi tau".

"Iya iya cepat jangan lama lama". Teriak Houcun.

Qi Lily segera bergegas mandi dan berganti pakaian, ia sengaja menggunakan pakaian doble dengan celana di dalamnya karena ia tahu jika penyerangan itu akan terjadi setelah makan malam.

Qi Lily berjalan menuju ruang makan keluarga di dampingi Qi Liam dan Qi Houcun, Mereka pun memasuki Ruang makan dan duduk saling berdekatan di meja makan yang masih kosong.

Mereka pun makan bersama sesekali saling bercanda satu sama lain. Hingga semua makanan di atas meja ludes di makan seluruh Keluarga Qi.

"Makan malam ini juga sekaligus membicarakan tentang pemilihan selir bulan depan, kuharap Lily kau mau mengikuti pemilihan selir". Ucap Tuan Qi ayah Qi Lily.

"Tanggal berapa ayah?". Tanya Qi Lily, kali ini dia tidak akan membantah Sang ayah tidak dengan kehidupannya yang lalu yang selalu menolak untuk memasuki Istana Kekaisaran.

"Mungkin tanggal dua puluh sembilan, Hanya saja pemilihan mungkin bisa berubah karena nantinya akan di adakan penobatan Putra Mahkota sebagai Kaisar baru terlebih dahulu". Terang Ayah Qi Lily.

"Baiklah, terserah kau saja Ayah...". Jawab Qi Lily.

"Kau tidak menolaknya?". Tanya Nenek Qi Lily.

"Untuk apa menolak Nenek, Jika ini yang terbaik untuk keluarga kita". Jawab Qi Lily membuat Nenek dan semuanya senang.

"Semoga saja kau terpilih bulan depan Lily, karena Kaisar Baru hanya akan memilih satu selir terlebih dahulu. Namun jika kau belum bisa terpilih, Kau bisa mengikuti lagi tahun depan". Sahut Ayah Qi Lily.

"Kali ini aku tidak ingin salah memilih, Aku harus merubah semua. Di kehidupanku dulu aku menolak tiga kali untuk menjadi selir bahkan Kaisar Tua sendiri yang datang tapi aku tetap menolak, Hingga karena desakan akupun terpaksa mengikuti pemilihan selir di tahun ketiga dan akupun terpilih. Hanya saja kesalahanku adalah aku terlalu ceroboh dengan Yun Fei yang sebagai selir agung yang lucik. Jadi aku harus mendapat posisi itu sebelum Yun Fei". Batin Qi Lily.

"Bagus lily... keputusan terbaik". Jawab Nenek bangga.

Tiba tiba... Duarr.....

Seorang , tidak , mungkin beberapa orang berpakaian hitam tengah mendobrak pintu hingga jebol. Semua orang menjadi Waspada melihat sekelompok orang berpakaian hitam itu.

"Liam , Houcun kaliam bantu ayah dan penjaga. Lily , Bawa Nenek dan yang lainnya pergi". Perintah Tuan Qi.

"Tidak ayah aku akan membantumu". Sangkal Qi Lily.

"Tidak ada penolakan!!". Bentak Sang Ayah.

Qi Lily pun mau tak mau mengantar Nenek dan anggota lainnya bersembunyi di Ruang Rahasia yang berada di balik Ruang Makan itu.

Yun Fei

Qi Lily memberikan sihir pelindung di dalam Ruang Rahasia itu, Sehingga membuat mereka semua terkejut pasalnya Lily paling tidak mau belajar beladiri apa lagi sihir.

"Kalian tetap di sini, jangan keluar apapun yang terjadi jika bukan anggota keluarga yang datang. Aku akan membantu Ayah dan Para Kakak".

"Lily, mau kemana Kau? jangan gegabah?". Teriak Nenek Lily.

"Jangan Khawatir nek, Aku baik baik saja". Lily pun segera pergi secepat mungkin untuk membantu Ayahnya .

Lily mengambil pedang kesayangannya dari ruang Sistem, Kemudian bergabung bersama yang lain melawan orang orang yang berpakaian Hitam itu.

"Lily, kenapa kau kembali!! Disini terlalu berbahaya!!". Teriak Liam .

"Benar Lily, pergilah". Sahut Sang Ayah.

"Tidak, aku akan tetap membantu kalian!!". Ucap Lily..

Lily pun mengayunkan pedangnya dengan lihai membuat semuanya terpana melihatnya, Namun tak selang lama tiba tiba orang orang berbaju hitam itu terduduk ke lantai sambil memegangi perutnya yang kesakitan.

"Ehh kenapa mereka?". Tanya Tuan Qi Heran.

"Mungkin ingin Buang air besar". Jawab Qi Lily santai.

Orang orang itupun segera berlarian tak tentu arah sehingga menggundang gelak tawa Qi Lily dan lainnya , Hingga akhirnya mereka pingsan karena tak kuat menahan sakit perut yang teramat sangat.

"Hahahah, kalian bodohh...". Ucap Liena Yang masih tertawa.

"Lily, Kau bahagia sekali". Ucap Houcun.

"Tentu saja, Karena rencanaku berhasil...".

"Rencana? Rencana apa?". Tanya Qi Liam dengan tatapan menyelidik.

"Bawa mereka dulu, Nanti aku ceritakan semuanya kepada kalian". Jawab Qi Lily.

"Kau ini...". Sahut Houcun.

Setelah semua di bereskan Houcun dan yang lainnya pun menagih Qi Lily unuk menjelaskan. Mereka duduk melingkar di Ruang makan menunggu

Qi Lily angkat bicara.

"Jadi begini....". Qi Lily mulai menceritakan apa yang iya ketahui, Hanya saja ia tidak cerita jika itu semua pengalaman di kehidupan sebelumnya ataupun tentang Sistemnya. Ia sedikit mengarang agar semua tidak curiga dengan semua penjasannya.

"Kita harus memberi pelajaran Yun Fei itu". Ucap Houcun geram.

"Tidak perlu kak, Itu akan menjadi urusanku". Sahut Qi Lily.

"Tapi jika tidak , dia akan mengganggumu bahkan bisa melukaimu Lily". Sahut Qi Houcun kembali.

"Tidak apa apa, Aku akan baik baik saja. Kalian tidak perlu khawatir. Dan tolong jangan ceritakan semua kepada Yang Lain. Kalian tahu kan Tuan Yun adalah Jenderal kepercayaan Kaisar, jika kita bertindak kita akan kalah telak karena kalah jumlah pasukannya". Terang Qi Lily.

"Baiklah, Tapi kau juga harus hati hati. Jika ada apa apa bilang dengan kami". Sahut Qi Liam.

"Benar Sayang, Kami akan mengikuti Rencana mu. Ayah sudah geram sekali dengan Jenderal Yun yang sangat semena mena terhadap bawahan apalagi orang biasa". Sambung Ayah Qi Lily

"Kita akan membalas mereka, namun jangan secara terang terangan. Jika secara langsung sudah pasti kita tidak akan sanggup ". Ucap Wi Lily.

"Lalu apa kau Punya Rencana Adik?". Tanya Qi Liam.

"Kak Liam, Kau adalah seorang Jenderal walaupun pangkatnya tidak setinggi Jenderal Yun tapi kau bisa menggunakan posisimu saat ini untuk menghasut para Prajurit satu persatu. Jika semua perlahan memihakmu, otomatis Kaisar akan lebih memilihmu dari pada Jenderal Yun". Jelas Qi Lily.

"Tapi itu terlalu susah Lily, Banyak prajurit yang tidak suka denganku". Ucap Qi Liam.

"Tidak ada yang susah atau sulit kak, Kemarilah ada yang ingin ki katakan padamu". Ucap Qi Lily kemudian membisikkan sesuatu ke Qi Liam sehingga awalnya wajah menyerahnya berubah menjadi cerah dan penuh senyum.

"Kau Jenius Lily, ehh ngomong ngomong kenapa kau menjadi pintar seperti ini? Kapan Kau belajar atau belajar pedang?". Tanya Qi Liam.

"Aku suka mengurung diri kan, sebenarnya aku belajar diam diam dari buku yang ku dapat di Akademi". Jawab Qi Lily sedikit mengarang.

"Hebatt, Ku kira kau tidak suka belajar adik... Lalu apa rencana mu yang lainnya?". Tanya Qi Houcun.

"Heheh, Rencana Kedua ......". Qi Lily menjelaskan panjang lebar Rencana ia kepada Ketiga pria tersayangnya, Setelah selesai berbicara semuanya pun kagum dengan Qi Lily. Mereka juga cepat memahami Rencana Satu satunya Gadis di keluarganya itu sehingga mereka pun mau mengikuti Rencana dari Qi Lily.

.....

Hari demi hari sudah terlewati, Semenjak Kejadian malam itu Qi Lily tidak keluar sama sekali dari rumah.

Namun kali ini ia benar benar merasakan bosan sehingga berniat untuk berjalan jalan ke luar Rumah di temani Jinna Pelayan pribadinya.

"Jinna Ayo cepat, Nanti tanghulunya habis terjual". Teriak Qi Lily dari luar .

"Iya Nona, Sebentar". Jawab Jinna yang berlari lari sambil membawa payung karena takutnya akan turun hujan karena langit mulai mendung dan memasuki musim hujan.

"Astaga... kenapa kau membawa payung Jinna?".

"Anu Nona, Takut kalau nanti hujan". Jawab Jinna dengan polosnya.

"Yasudah terserah, cepat ayo kita ke alun alu . Nanti kita tidak kebagian Tanghulu". Ucap Wi Lily sembari menarik tangan Jinna.

Mereka pun berjalan dengan cepat menuju Alun alun kota yang tak jauh dari kediaman Menteri Qi, Sengaja tidak ingin menaiki tandu ataupun kereta kuda karena Qi Lily ingin menikmati suasana keramaian yang ia rindukan.

"Itu dia penjual tanghulunya, Jinna ayo cepat jalanmu". Ucap Qi Lily.

mereka mempercepat langkah mereka menunju lapak pedagang tanghulu, Ya Tanghulu adalah makanan kesukaan Qi Lily sejak masih kecil jadi dimanapun ia pergi pasti akan mencari Tanghulu terlebih dahulu .

"Tuan Aku beli Tanghulunya Semua". Ucap Qi Lily.

"Semua Nona?". Tanya Pedagang tak percaya.

"Iya Semua, Tolong bungkuskan ya".

"Baik Nona, tunggu sebentar". Pedagang itupun segera membungkus semua tanghulunya kemudian di berikan kepada Qi Lily.

"Totalnya lima belas koin perak Nona".

"Ini, kembaliannya ambil saja Tuan" Qi Lily menyodorkan kantung uangnya yang sebenarnya berisi dua puluh koin perak.

"Terimakasih Nona". Ucap Pedagang itu .

Qi Lily tak menyadari jika ada seseorang, Atau tepatnya dua orang di tempat berbeda sedang memperhatikan Qi Lily yang tengah bersenang senang. Dari sebelah barat terlihat Yun Fei yang geram melihat Qi Lily baik baik saja, Ia mengepalkan Tangannya hingga kuku menusuk telapak tangannya dan berdarah.

"Kenapa dia baik baik saja, Bukankah seharusnya ia terluka". Gumam Yun Fei

"Nona, apa yang akan kita lakukan?". Tanya Pelayannya.

"Kita cari preman terdekat untuk melecehkannya". Jawab Yun Fei.

"Baik Nona, Ayo kita cari".

Mereka berdua pun mencari di setiap gang yang gelap, Hingga akhirnya ia pun bertemu oleh Lima orang Preman yang sedang memainkan belati di tangannya. Orang orang itu yang menyadari Kedatangan Yun Fei pun kini mereka berdiri dan mencoba menggoda Yun Fei dan pelayannya..

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!