NovelToon NovelToon

Cinta Tuan Muda Ken

Masa lalu

Semua orang yang hadir bertepuk tangan saat sepasang kekasih selesai memasangkan cincin dijari masing-masing.

Sang gadis dengan gaun merah menyala tampak tersenyum lebar berbeda halnya dengan sang pria yang terlihat datar dan biasa saja.Tak ada pancaran kebahagiaan di matanya.

"Selamat ya Dania",ujar salah satu teman dari gadis itu memeluk gadis bernama Dania itu.

"Iya... terimakasih ya ucapannya",jawab Dania.

"Kenzi,sela--ucapan gadis itu menggantung saat Kenzi pergi begitu saja meninggalkan tunangannya itu bersama teman-temannya.

"Hebat kamu Dania,bisa mengikat Kenzi",ujar temannya.

"Iya dong,Dania gitu loh",ujar gadis itu dengan percaya diri.

Sementara itu pria yang tak lain adalah Kenzi Alvaro Aditama, melangkah menuju kamarnya membuka lemari miliknya mengambil sebuah foto seorang gadis.

"Kamu mungkin sudah bahagia,tapi tidak denganku yang masih terbelenggu dalam cinta ini",batin Kenzi menatap foto seorang gadis.

"Kenzi..."

"K-kak...",Kenzi menyembunyikan foto yang ia pegang kedalam saku celananya.

"Jika kamu tidak bahagia untuk apa di teruskan.Kejar cintamu Kenzi",ujar Kenzo sang Kakak yang mengikutinya ke kamar.

"Tidak semudah itu Kak,dia mungkin sudah bahagia dengan pria lain", lirih Kenzi.

"Empat tahun Kenzi,kita gak tau apa yang terjadi selama itu.Bisa saja dia--

"Aku tidak ingin membuatnya dalam masalah Kak",jawab Kenzi.

"Apa maksud kamu?",tanya Kenzo.

Empat tahun yang lalu...

Kenzi berjalan menuju kelasnya,ia tak sabar ingin bertemu dengan gadis yang beberapa bulan ini dekat dengannya.Gadis yang dulu tak sengaja ia temui di sebuah Mesjid. Dan gak taunya mereka satu sekolah dan parahnya mereka satu kelas.Kemana saja dia selama ini tak pernah melihat keberadaan gadis itu disekitarnya.

Senyuman pria itu mengembang saat melihat sang gadis pujaan duduk sendirian dan terlihat melamun entah apa yang ia pikirkan.Akhir akhir ini gadis itu menjaga jarak dengannya entah apa yang terjadi ia tak tau.

"Rere..."

"Eh Kenzi...kamu--

"Kenapa melamun,ada apa?",tanya Kenzi menatap wajah cantik alami Rere.

"Bukan apa apa.Aku hanya lagi tidak enak badan saja",jawab Rere beralasan.

"Ayo kita ke UKS jika begitu!",ujar Kenzi menarik pergelangan tangan gadis itu namu ditahan oleh Rere.

"Kenapa?",tanya Kenzi.

"Aku baik baik saja Kenzi,tak perlu ke UKS", jawab Rere.

"Yakin?",tanya Kenzi perhatian.

"Iya...",jawab Rere tersenyum sangat tipis.

"Re... sepulang sekolah nanti aku ingin bicara sesuatu sama kamu",ujar Kenzi.

"Bicara apa?",tanya Rere sedikit gugup karena Kenzi menatapnya begitu intens.

"Nanti saja,aku tunggu di taman belakang sekolah",ujar Kenzi lalu berlalu duduk di bangku milik yang tak jauh dari bangku Rere.

Renata Apriliani Herman,yang akrab di panggil Rere itu terlihat makin gusar.Gadis yang yang terlahir dari keluarga sederhana itu menatap punggung Kenzi yang sedang mengobrol dengan temannya.

Rere memang gadis sederhana namun memiliki kecantikan yang tersembunyi karena gadis itu lebih suka memakai kacamata.Ia masuk sekolah elite ini berkat kepintaran otaknya sehingga bisa mendapatkan beasiswa.

Hanya Kenzi yang mau berteman dengannya tapi lama kelamaan ia menyukai pria itu.Tapi ia sadar antara dirinya dan Kenzi bagaikan langit dan bumi.Tak mungkin juga pria itu menyukainya.Makanya ia memilih menjauhi pria itu agar rasa yang ia miliki tak semakin besar.

Waktu terus berlalu tepat saat jam pulang sekolah sesuai yang di katakan Kenzi pria itu menunggunya di taman belakang sekolah.

Ia buru buru melangkah ke belakang sekolah karena ia melihat Kenzi sudah lebih dahulu berjalan keluar kelas.

Dan benar saja Kenzi sudah menunggunya, gadis itu berjalan pelan menuju pria itu yang kini menatapnya dengan lekat.

"Kenzi ada apa?",tanya Rere yang terlihat salah tingkah karena Kenzi menatapnya begitu intens.

"Oh...itu--A-aku--aku suka sama kamu",ujar Kenzi membuat Rere membola dan terpaku tak menyangka pria itu mengatakan perasaannya.

"Re...maaf, mungkin ini terlalu cepat tapi aku sungguh sungguh menyukaimu dan mencintaimu",ujar Kenzi meraih jemari tangan Rere dan menggenggamnya lembut.

"Kenzi a-aku--

"Aku apa Re?,jangan menolakku Re", lirih Kenzi.

"A-aku juga su-suka sama ka-kamu",jawab Rere dengan kepala tertunduk kebawah.Mukanya memerah saat ini menahan malu.

"Sungguh?",tanya Kenzi dengan mata berbinar.

"I-iya....",angguk Rere.

"Yes...", sorak Kenzi.

"Kita sepasang kekasih sekarang?",tanya Kenzi.

"Iya...",angguk Rere malu malu.

"Ayo aku antar pulang!",ujar Kenzi menarik pergelangan tangan Rere.

"Tunggu!", jawab Rere.

"Ada apa?",tanya Kenzi.

"Bisa kita gak gandengan tangan?,ini area sekolah",jawab Rere.

"Ah maaf.Baiklah,ayo!",ujar Kenzi berjalan bersisian dengan Rere.

Kenzi mengantarkan sang kekasih dengan model sport miliknya.Sekolah yang mulai sepi jadi mereka tidak menjadi perhatian banyak orang.

Kenzi memberhentikan motornya di depan rumah sederhana milik Rere.Seorang wanita paruh baya yang keluar dari rumah itu menatap tajam kearah mereka.

"Kenzi aku masuk dulu ya, terimakasih sudah mengantarkanku",ujar Rere.

"Iya...masuk sana!",jawab Rere.

Kenzi melajukan motor sport miliknya meninggalkan rumah sederhana Rere.Pria itu sangat bahagia karena cintamu bersambut.

Keesokan harinya dengan langkah penuh semangat Kenzi memasuki kelasnya namun ia tak menemukan keberadaan sang kekasih.

Sampai jam pelajaran dimulai Kenzi tak kunjung melihat kedatangan Rere.Pria itu menatap bangku kosong milik Rere.Pria itu mengirimkan pesan kepada Rere namun centang satu.

Sepulang sekolah Kenzi menuju kediaman Rere,ia takut terjadi sesuatu pada gadis yang ia cintai itu.Sesampainya disana ia begitu terkejut karena rumah Rere di hias dengan begitu indah dan tampak sebuah tulisan nama Rere dan seorang pria disana.

Saat pria itu akan memasuki rumah itu seseorang menarik pergelangan tangannya.

"Rere...kamu--

"Kenzi,maafkan aku",isak Rere dengan mata yang terlihat bengkak karena kelamaan menangis.

"Ada apa ini Re?",tanya Kenzi bingung tiba tiba saja kekasihnya itu menangis.

"Ken...kita putus,aku akan bertunangan", lirih Rere.

"A-apa Re?,gak...aku gak mau kita putus.Aku cinta sama kamu Re, kenapa kau tega seperti ini sama aku?",ujar Kenzi.

"Aku juga Ken.Tapi aku tidak punya pilihan lain.Keluargaku memiliki hutang dan aku harus membayarnya dengan menikah dengan--

"Berapa hutang keluarga kamu?",tanya Kenzi.

"Lima ratus juta",jawab Rere.

"A-apa?"

"Maafkan aku Kenzi.Maaf", lirih Rere yang terisak karena kisah cintanya harus berakhir dengan tragis.

Kenzi terpaku, meski ia anak konglomerat tapi ia tak memiliki uang sebanyak itu saat ini.Ia hanya di kasih uang saku oleh kedua orangtuanya.

...****************...

Yang minta kisahnya Kenzi ya.ini aku baru up untuk pertama kalinya.semoga kalian suka.Aku bikin alur ceritanya mundur ya.

#02

"Boleh aku bertemu calon tunanganmu?",tanya Kenzi dengan hati yang terasa begitu sakit.Ia tak menyangka cinta pertamanya akan kandas dalam hitungan 24 jam.

"Maaf...dia tidak ada disini",geleng Rere dengan kepala menunduk dan air mata yang terus mengalir.

"Kamu mencintainya?",tanya Kenzi berusaha menekan dada sebelah kirinya yang berdenyut nyeri menahan rasa sakit.Seakan ada sembilu yang tajam yang melukainya.

"Tidak...",geleng Rere.

"Huffhhh...ayo, kita temui kedua orangtuaku.Aku akan meminta mereka melamar kamu untukku",ujar Kenzi.

"Kenzi... tidak semudah itu.Aku--

"Kamu tidak mau?",tanya Kenzi.

"Maaf...",jawab Rere.

"Kamu tau,aku sengaja mengambil studi bakat agar bisa dekat denganmu.Dan kini kamu memilih dia daripada aku?",tanya Kenzi.

"Kenzi...", Rere menegak kepalanya menatap sang kekasih yang menatapnya penuh kekecewaan.Ia tak bisa menolak, pertunangannya sudah diatur keluarganya tanpa sepengetahuannya.

"Apakah kamu bahagia?",tanya Kenzi.

"Kenzi aku akan berusaha bahagia.Mungkin kita memang ditakdirkan untuk tidak bersama",jawab Rere.

"Baiklah... aku pergi.Semoga kamu bahagia",ujar Kenzi dengan hati yang penuh luka.

Kenzi meninggalkan Rere yang masih menatap kepergiannya dengan deraian air matanya.Dia sangat mencintai pemuda itu tapi apalah daya nya dia tidak bisa menolak jika tak ingin keluarganya dipenjara.

Kenzi melajukan motor sportnya dengan kecepatan tinggi.Hatinya sangat sakit,baru jatuh cinta tapi ia harus merasakan patah hati.

Sesampainya dirumah pria itu langsung memasuki kamar.Beruntung semua orang tidak ada dirumah.Sehingga tak ada yang melihat dalam keadaan kacau seperti ini.

Setibanya dikamar pria itu mengambil kopernya dan memasukan pakaian karena ia akan memutuskan untuk berangkat lebih awal ke Inggris melanjutkan studinya.Ia tidak lagi memiliki harapan disini karena gadis yang ia cintai nanti malam akan bertunangan.

"Kenzi..."

Kenzi tersentak dari lamunannya saat Kenzo menyentuh pundaknya.Bayangan empat tahun yang lalu kembali hadir.

"Jangan memaksakan hati,salah satu dari kalian pasti akan terluka.Oh ya apa kamu masih mencintainya?",tanya Kenzo.

"Ya...berkali aku mencoba melupakannya tapi aku tidak bisa Kak",jawab Kenzi.

"Dania tau masalalu mu?",tanya Kenzo.

"Tidak...aku tak pernah membicarakan perihal privasiku padanya", jawab Kenzi.

"Aku kira kamu sudah move on saat Mommy mengatakan kamu akan bertunangan",ujar Kenzo.

"Biarlah seperti ini Kak.Dulu aku berharap memiliki kisah cinta seperti Kakak dan Kak Kanza tapi--

"Kisahmu mirip dengan kisah cinta Daddy dan Mommynya.Tapi Daddy tetap setia dan berusaha meyakinkan Mommy.Beda denganmu",ujar Kenzo.

"Aku hanya ingin membahagiakan Mommy",jawab Kenzi.

"Dan kamu mengorbankan perasaanmu",ujar Kenzo.

"Sudahlah Kak,mungkin saat ini dia sudah bahagia dan memiliki anak",jawab Kenzi.

"Terserah padamu Kenzi.Kakak hanya memberimu saran",ujar Kenzo.

"Daddy..."

Kenzo menoleh saat seorang batita berjalan menghampirinya.

"Maaf Mas, Ansel merengek mencari kamu",ujar Andin yang begitu cantik dengan gaun merah maroon.Kenzo dan Andin dikaruniai anak laki-laki yang bernama Ansel berusia 3 tahun.

"Iya tak apa...",jawab Kenzo menggendong jagoannya itu.

"Untel...",ujar Ansel tersenyum lebar kepada Kenzi.

"Hai jagoan,makin besar,hm?",jawab Kenzi mencubit gemas hidung mancung Ansel membuat bocah itu tertawa.

"Kenzi kamu di cari Daddy",ujar Andin.

"Iya Kak...",jawab Kenzi lalu berjalan meninggalkan pasangan suami istri itu.

Kenzi kembali bergabung dengan para tamu undangan.Ia melangkah menuju Daddy-nya yang sedang berbincang dengan kolega bisnisnya.

"Daddy..."

"Ah son.Kamu dari mana?,Sana temani Dania",ujar Kevin.

"Dia bersama teman temannya Dad",jawab Kenzi lalu duduk di sebelah Daddy-nya itu.

"Kenzi kamu--

"Maaf Dad...aku gak bisa",jawab Kenzi yang tau arah tujuan ucapan Daddy-nya itu.

"Huffhhh...Kevin mengggeleng pelan melihat kelakuan putra bungsunya itu.

"Kenzi, temani Dania ya",ujar pria paruh baya yang merupakan Papa dari Dania yang datang menghampiri Kenzi.

"Maaf Om, aku tidak terlalu suka beramah-tamah dengan banyak orang",jawab Kenzi acuh.

"Kamu tunangan Dania harusnya--

"Jangan pernah memerintah aku Om,atau pertunangan ini aku batalkan sekarang juga",jawab Kenzi yang sudah sangat jengah terus di desak seperti ini lalu pergi dari sana melangkah keluar dari rumah mewah kedua orangtuanya itu.

Kevin menulikan pendengarannya karena ia baru tau jika anaknya itu terpaksa melakukan pertunangan ini.Tapi demi nama baik keluarga Kevin meminta Kenzi untuk melanjutkan dan setelah itu terserah putranya itu dia tidak akan ikut campur.

Sementara itu Kenzi mengendarai mobil mewahnya meninggalkan kediaman kedua orangtuanya.Masa bodoh dengan acara pesta pertunangannya itu.Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membela jalanan kota.

Cittt

Kenzi menghentikan laju mobilnya saat seseorang tiba-tiba saja berlari menyeberangi jalan.Pria itu melepas seatbeltnya dan langsung keluar dari mobil.

"Mimi tanganku sakit",keluh seorang bocah berusia 4 tahun itu.

Kenzi termangu seorang wanita yang sedang menenangkan anaknya yang tampak ketakutan.

"Nanti kita obati,oke",ujar wanita itu berdiri kembali berdiri.

"Kalian tidak apa apa?",tanya Kenzi membuka suara.

Wanita yang memakai masker itu menoleh dan sejenak terpaku.

"Hai...mari saya antar ke rumah sakit!",ujar Kenzi menyadarkan wanita itu dari lamunannya.

"Tidak perlu,lain kali jika berkendara tolong jangan mengebut!",jawab wanita itu ketus.

"Mimi ayo pelgi,Oma menunggu kita",ujar bocah kecil itu menarik ujung baju wanita itu.

"Kalian mau kemana?,mari saya antar sebagai permintaan maaf saya",ujar Kenzi.

"Tidak perlu kamu--

"Kita ke klinik dulu, tangan anakmu terluka dan harus diobati jika tidak nanti infeksi",ujar Kenzi menatap tangan mungil itu yang tergores aspal.

"Tapi--

"Jangan menolak",ujar Kenzi menggendong bocah kecil itu lalu membawanya masuk kedalam mobilnya.

"Ayo masuk!, apakah kau akan berdiam diri di sana sampai besok",ujar Kenzi membuat wanita itu tersentak kaget lalu masuk kedalam mobil mewah itu.

"Om...mobilnya bagus",puji bocah kecil itu memindai isi mobil Kenzi.

"Iya...oh ya nama kamu siapa?",tanya Kenzi melirik sekilas lalu kembali fokus pada jalanan.

"Namaku Cantika",jawab bocah kecil itu yang terdengar menggemaskan oleh Kenzi.Cantika mengingatkannya degan Aurel putri Kakaknya, Kanza yang juga mengemaskan seperti bocah ini.

Wanita itu hanya diam saja mendengarkan percakapan putrinya dengan Kenzi.Wanita itu melirik jari manis Kenzi yang terdapat sebuah cincin yang ia yakini pria itu mungkin saja sudah menikah.Wanita itu menghela nafas panjang menahan rasa sesak di dadanya.

Tak lama mobil Kenzi sampai disebuah klinik, pria itu meminta wanita itu menggendong putrinya untuk turun.

Cantika langsung ditangani di IGD di temani wanita itu.Sementara Kenzi mengurus administrasinya.

Tring

Mommy is Calling...

"Ya Mom..."

"Kamu dimana Kenzi?",tanya Ara.

"Aku--aku diluar Mom,ada apa?", tanya Kenzi.

"Ada apa,ada apa.Kamu meninggalkan pesta pertunangan kamu dengan Dania.Ayo pulang Kenzi.

"Mom...aku kan sudah bilang jika pertunangan ini hanya sesaat.Aku gak peduli lagi.Jangan paksa aku Mom,aku mohon", lirih Kenzi.

"Kenzi tapi setidaknya kamu hargai keluarga Dania",ujar Ara.

"Aku tidak bisa Mom,maaf",jawab Kenzi lalu mematikan sambungan teleponnya.

Tut

"Om..."

Kenzi menoleh pada gadis kecil itu yang ada di dalam gendongan wanita itu.

"Sudah selesai?",tanya Kenzi.

"Sudah...",angguk gadis kecil itu.

"Ayo Om antar kalian pulang tapi sebelum itu tebus obat dulu ya",ujar Kenzi.

"Mana resep obatnya?",tanya Kenzi pada wanita itu.

"Ini...",jawab wanita itu memberikan secarik kertas berisi tentang resep obat.

Wanita itu menatap punggung lebar Kenzo yang menjauh menuju apotik untuk menebus obat.

"Kamu sudah bertunangan Kenzi",batin wanita itu dengan mata berkaca-kaca.

...****************...

#03

"Mimi nangis?",tanya Cantika menatap kedua mata wanita itu yang berkaca-kaca.

"Ah gak sayang,Mimi hanya kelilipan aja",bohong wanita itu yang menggendong tubuh kecil cantika.

"Ini obatnya,ayo aku antar kalian pulang",ujar Kenzi.

"Iya...",angguk wanita itu pelan.

Katiganya meninggalkan klinik itu dan kembali membela jalanan kota.

"Dimana alamat kamu?", tanya Kenzi.

"Panti asuhan Sukma Bunda,jalan xxxx",jawab wanita itu pelan.

"Oh...oh kita belum kenalan,aku Kenzi.Kamu?",tanya Kenzi.

"A-aku Renata",jawab wanita itu pelan.

"Oh...",jawab Kenzi.

Tak ada lagi suara diantara keduanya, Cantika pun sudah tertidur diatas pangkuan wanita yang memakai masker itu.

Renata menatap jalanan kota yang begitu sibuk.Ia hampir tak pernah melihat jalanan kota di malam hari karena sibuk mengurus anak anak panti asuhan.

Tak lama mobil mewah Kenzi berhenti disebuah panti asuhan yang cukup besar.Kenzi turun dari mobilnya membantu wanita itu untuk turun dari mobil karena Cantika yang tertidur.

"Terimakasih...",ucap Renata.

"Iya...",jawab Kenzi.

"Kamu tinggal di panti ini?",tanya Kenzi.

"Iya...mau mampir dulu?", jawab Renata.

"Tidak, lain waktu saja.Saya harus pulang",ujar Kenzi.

"Sekali lagi terimakasih",ucap Renata.

"Iya...saya pamit dulu",jawab Kenzi kembali memasuki mobilnya lalu perlahan mobil mewah itu melaju meninggalkan halaman panti.

"Kamu tidak mengenaliku lagi, Kenzi?", batin Renata lalu berjalan masuk kedalam panti.

"Renata..."

"Bunda...", Renata tersentak kaget saat Bunda Sukma menegurnya.

"Cantika kenapa terluka seperti ini?",tanya Bunda Sukma menatap tangan Cantika yang di perban.

"Jatuh Bunda.Aku tidurkan Cantika dulu ya Bunda",jawab Renata.

"Silahkan!",jawab Bunda Sukma mengangguk pelan.

Renata menidurkan Cantika di kamarnya lalu menyelimutinya.Wanita itu membuka maskernya dan tersenyum getir.

Wanita itu memejamkan kedua matanya, kenangan masalalu itu kembali hadir.Bertahun ia mencoba melupakan tapi takdir kembali mempertemukan mereka.

Sementara itu Kenzi turun dari mobil saat sampai dikediaman orangtuannya.Rumahnya terlihat sepi yang menandakan pesta sudah usai.

"Kenzi..."

Kenzi yang akan memasuki kamarnya menoleh."Mommy...", gumam Kenzi.

"Kenapa kamu tidak mengatakan apapun pada Mommy jika kami mencintai gadis lain.Jika Mommy tau, Mommy tidak akan meminta kamu bertunangan dengan Dania",ujar Ara yang baru mengetahui kisah cinta putranya itu dari putra sulungnya.

"Aku memang tak mencintainya Mom, tapi aku akan--

"Jangan memaksakannya Nak,hanya demi melihat Mommy bahagia kamu mengorbankan perasaan kamu sendiri",ujar Ara.

"Tapi semuanya sudah terjadi Mom,dia mungkin sudah menikah Mom", ucap Kenzi.

"Kamu tak mau mencari kebenarannya?",tanya Kenzo.

"Tidak Kak,itu hanya akan membuatku semakin terluka",jawab Kenzi.

"Mas...kamu batalkan saja pertunangannya,aku tidak ingin melihat putraku menderita",isak Ara.

"Tak semudah itu sayang, setidaknya tunggu satu bulan dulu.Jika langsung dibatalkan akan terjadi kekacauan nantinya.Biar Kenzi yang menyelesaikannya",jawab Kevin.

"Kenzi yang memulai dia juga yang akan mengakhirinya Mom",timpal Kenzo.

"Aku ke kamar dulu Mom",ujar Kenzi.

"Ya... istirahatlah!",angguk Ara menatap sendu punggung lebar sang putra yang menghilang di balik pintu kamarnya.

***

Kenzi melangkah memasuki perusahaan ADM Grup dengan langkah panjangnya.Pertunangannya semalam membuat wanita dan para karyawati patah hati berjamaah.Pria tampan yang mereka puja selama ini telah memiliki pawang.

Pria itu memiliki sifat humbel pada semua orang tapi tidak pada wanita.Pria itu tidak mudah didekati wanita manapun.Dania saja yang notabenenya adalah tunangannya tak pernah terlihat berjalan berdua dengan dengannya.

Kenzi memasuki ruangannya diikuti oleh Victor yang merupakan sekretarisnya.Kenzi sekarang memimpin perusahaan besar itu karena Kakaknya Kenzo sudah mengundurkan diri semenjak ia pulang dari Inggris.Kakaknya kini menetap di Inggris memimpin perusahaaan yang ia bangun sendiri.Dan beberapa hari yang lalu Kakaknya pulang ke Indo untuk menyaksikan pertunangannya.

"Apa jadwalku hari ini Victor?",tanya Kenzi.

"Pagi ini Tuan ada rapat dengan petinggi perusahaan,dan siangnya meeting dengan HRB Grup dan malamnya makan malam dengan salah satu investor kita",jawab Victor.

"Baiklah, siapkan berkas untuk rapat kita",ujar Kenzi.

"Baik Tuan muda",jawab Victor.

Kevin menyerahkan kepemimpinan perusahaanya kepada putra bungsunya Kenzi.Ia sendiri menikmati hari hanya bersama sang istri.Asisten Jo kini fokus mengembangkan bisnis restoran dan juga tempat GYM.

"Tuan muda anda sudut ditunggu diruang meeting",ujar Victor.

"Baiklah Victor kamu ikut denganku!",jawab Kenzi.

Kenzi melangkah menuju ruang meeting di ikuti Victor dari belakang.Pria itu sangat berwibawa dan terlihat tegas.Berbeda degan Kenzo yang bersikap dingin dan datar.

Sementara itu dilobi kantor seorang wanita cantik tampak bersitegang dengan resepsionis.

"Maaf Mbak Tuan Kenzi tidak bisa diganggu, beliau sedang melakukan rapat",ujar resepsionis itu.

"Aku ini tunangannya.Aku tak mau tau,izinkan aku keruangan karena aku akan menunggunya diruangannya saja",jawab gadis itu.

"Tapi Mbak sekretaris Tuan Kenzi mengatakan jika Tuan Kenzi tidak bisa diganggu saat ini",jawab resepsionis itu.

"Apakah kau ingin dipecat hah?",ujar gadis itu dengan mata melotot.

"Siapa kau yang berani memecat karyawan ADM Grup",ujar seseorang dengan suara datar dan dinginnya.

Deg

Gadis itu menoleh dan terkejut melihat calon Kakak iparnya menatapnya dingin dan penuh intimidasi.

"Belum menjadi istri adikku saja kau sudah berani ikut campur diperusahaan keluargaku.Perbaiki attitude mu karena keluarga Aditama tak membutuhkan menantu kaya dan terhormat tapi yang memiliki atitude yang baik",ujar Kenzo lalu melangkah masuk kedalam lift menuju ruangan adiknya.

Kedatangannya kesini sebenarnya untuk bertemu mantan sekretarisnya dulu yaitu Tomy yang menjabat sebagai COO di perusahaan ini tapi ia malah melihat kejadian melakukan seperti tadi.

"Arghhh... dasar manusia kutub.Lihat saja setelah aku menjadi istri Kenzi akan aku pastikan semuanya akan menjadi milikku",gumam gadis itu tersenyum licik.

"Dalam mimpimu", bisik seseorang.

"Kau--

"Apa hah?",ujar orang itu menatap tajam gadis itu.

"Siapa kau ikut campur urusanku",ujar gadis itu.

"Dania...kau yakin Kenzi akan menikahimu?. Lihatlah dirimu yang tak diberi akses olehnya untuk datang ke perusahaan ini", cibir orang itu.

"Kau--siapa kau ha?",ujar Dania yang tampak kesal.

"Aku...Daveeka.Kakak sepupu Kenzi",ujar orang itu yang tak lain Daveena yang satu tahun ini menetap di Indo untuk pemotretan.Dan kedatangannya ke perusahaan Kenzi karena ia merupakan model iklan untuk produk yang akan diluncurkan Kenzi.

"A-apa?"

"Heh... rencanamu sudah aku rekam nona manis.Oh ya kau tak masuk dalam kriteria menantu Aditama",ejek Daveeka.

Daveeka memang tak menyukai Dania sejak awal karena menurutnya gadis itu bukan gadis baik baik.

...****************...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!