Xo, Before Anyone Else
new student
"....now i have to remember you for longer than i have known you." —— Jang Wonyoung
𝙴𝚍𝚞𝚌𝚊𝚝𝚒𝚘𝚗 𝚒𝚜 𝚝𝚑𝚎 𝚙𝚊𝚜𝚜𝚙𝚘𝚛𝚝 𝚝𝚘 𝚝𝚑𝚎 𝚏𝚞𝚝𝚞𝚛𝚎 𝚏𝚘𝚛 𝚝𝚘𝚖𝚘𝚛𝚛𝚘𝚠 𝚋𝚎𝚕𝚘𝚗𝚐𝚜 𝚝𝚘 𝚝𝚑𝚘𝚜𝚎 𝚠𝚑𝚘 𝚙𝚛𝚎𝚙𝚊𝚛𝚎 𝚏𝚘𝚛 𝚒𝚝 𝚝𝚘𝚍𝚊𝚢
——𝙼𝚊𝚕𝚌𝚘𝚕𝚖 𝚇
Begitulah tulisan singkat pada spanduk tepat di atas pagar sekolah ini. Aku berjalan masuk sebagai 'murid baru' di tahun akhir
Ms. Yoona
[ melihat Jungwon ]
Satu tambahan murid untuk tahun-tahun akhir, rasanya tak begitu buruk. Meski begitu, tittle pada anak tersebut rasa dirasa kurang baik
Jungwon
[ membungkuk hormat ]
Namanya Yang Jungwon. Namanya di blacklist oleh sekolah negeri Seoul. Itulah alasan mengapa kakinya bisa berpijak pada sekolah swasta dengan tarif mahal ini
Ms. Yoona
[ gumam ] masuk dengan rekomendasi orang atas...
Ms. Yoona
Oh, disini tidak pakai ibu bapak atau songsaengnim. We use 'miss' or 'maam' or 'sir'
Ms. Yoona
Karena miss belum menikah, you can call me miss Yoona. It actually Im Yoon Ah, but whatever, ayo masuk
Sejak kecil, aku pernah mendengar nama sekolah ini. Tempat pembuangan bagi anak-anak konglomerat, pejabat dan sebagainya
Ternyata jauh lebih besar dari yang kukira, terutama teknologinya. Mungkin ada banyak sponsor masuk dari sedekah para orang tua
Ms. Yoona
Kami punya sistem recollecting waste, pembuangan sampah berbasis volume tapi dengan sedikit hmm techno, kamu bisa dapat beberapa penny untuk beberapa sampah
Jungwon
[ melihat tempat sampah ]
Ms. Yoona
Kemudian cafetaria disana. Pastiin selalu bawa ID Card student kamu untuk bisa ambil nampan makan siang. Tidak ada jajanan dari luar, semuanya dari sini, dan sehat
Ms. Yoona
[ menatap Jungwon ] satu tips dari miss karena miss tau kamu akan melakukan ini beberapa hari lagi. Jangan pernah parkirkan kendaraan di depan loby. Cari tempat untuk mobil kamu sendiri
Jungwon
Saya cuma ada kaki
Ms. Yoona
[ menaikkan alis ]
Jungwon
Halte bus agak jauh dari sini. Saya kira ada banyak uang sponsor untuk buat satu lagi halte disini
Jungwon
[ melepas masker ] itu juga alasan saya sedikit telat. Sekali lagi mohon maaf atas keterlambatannya, miss Yoon...Ah...?
Setelah mengajaknya berkeliling, kini keduanya berada di kantor guru. Yoona melihat kembali nilai dari hasil ujian berbasis home schooling
Yoona menutup buku tersebut kemudian berdiri mengajak Jungwon untuk saatnya memasuki kelas, kelas 12-2 dengan logo seniors
Ms. Yoona
[ masuk ke dalam kelas ]
Seungyeong
Semuanya ayo duduk di tempat masing-masing
Yoon Sung
Aish, si tengil itu. Siapin aja tisu bro, ga usah banyak loteh
Yoon Sung
[ senyum manis ] yes miss?
Sullyoon
[ meliriki Jungwon ] hm...
Ms. Yoona
Hari ini- jini, put your gum down before i split your tongue right away
Jini
[ menelan permen karet ]
Jang Wonyoung
Ew, barusan lo nelen itu?
Ms. Yoona
Hari ini kita kedatangan dua murid baru, itu masih terbilang wajar karena baru satu minggu kalian masuk
Ms. Yoona
Dan sekali lagi, welcome to your crisis life. Kalian sudah kelas 3, jadi ayo fokus menentukan pathway masing-masing dengan tentuan momentum yang pas
Ms. Yoona
Kalian berdua, ayo masuk
Jungwon membiarkan gadis ini mengambil langkah maju terlebih dahulu. Bukan karena ia seorang gentleman melainkan ingin menjadikan sullyoon tumbal
Para siswa terutama laki-laki, terdiam dengan alis tinggi serta mata genit. Seorang gadis cantik dengan wajah kecil bagaikan bidadari sudah masuk
Jungwon
[ memasuki kelas ]
Bahiyyih
Dua anak baru...wah...
Ms. Yoona
[ tersenyum manis ]
Benar-benar kelas besar yang sungguh mewah seperti sekolah tempat para putra putri raja mengampu pendidikan, begitu pula seisinya seperti kumpulan anak konglomerat yang mengkilap
Jungwon gelengkan kepalanya malas. Benar-benar menyesatkan, lebih baik jika ia tetap sekolah di rumah ketimbang berada disini. Ia benci para orang kaya, terutama yang menyadari bahwa mereka memiliki kekuatan
Ms. Yoona
Kamu boleh memperkenalkan diri terlebih dahulu
Sullyoon
[ malu ] okay, umm halo. Kenalin nama aku Seol Yoon Ah, kalian bisa panggil Sullyoon untuk seterusnya
Sullyoon
Umm, aku kesini karena ikut orang tua. Mereka mutusin untuk kembali ke Korea setelah lama di Canada. Itu aja miss...
Ms. Yoona
Namanya mirip punya miss ya hahaha. Nah, jadi Sullyoon ini pindahan dari Canada, tepatnya di Calgary Town
Ms. Yoona
Bahasa Koreanya masih terbilang lancar, jadi kalian bisa ngobrol-ngobrol nanti. Selanjutnya, Jungwon ayo maju
Ms. Yoona
[ menatap senyum ]
Bahiyyih
[ tepuk tangan ] yey...
Jang Wonyoung
[ menaikkan satu alis ]
Jini
[ menurunkan tangan Hiyyih ]
Jungwon ambil kembali langkah mundur sebab baginya nama saja sudah cukup. Yoona menyatukan kedua tangannya dengan senyum kaku untuk mencairkan suasana
Perkenalan pun selesai. Jungwon berjalan menyusuri barisan neja dan kursi, mencari-cari dimana ia harus duduk. Ternyata dua kursi kosong sudah disiapkan untuk mereka dan Sullyoon menentukan kursinya dengan cepat hingga tersisa satu...
Ms. Yoona
Sudah duduk semua?
𝙆𝙧𝙞𝙚𝙚𝙩, Wonyoung dorong sedikit kursi di depan kaki ini dari bawah meja hingga anak baru ini membalas tatapannya.
Wonyoung lirikkan matanya ke arah kursi sebagai kode bahwa Jungwon harus duduk sesegera mungkin sebelum miss Yoona mengoceh
Jungwon
[ menduduki kursi ]
Ms. Yoona
Baiklah, pelajaran selanjutnya itu biologi. Untuk Sullyoon dan Jungwon, kira-kira kapan seragam kalian selesai?
Sullyoon
Sekitar minggu depan miss
Ms. Yoona
[ melirik ] okey, umm sudah tahu kan peraturan sekolah bahwa hanya setiap hari senin kita memakai seragam. Sisanya, up to you asal masih terbilang sopan
Ms. Yoona
Ketua kelas silahkan panggil guru yang bertugas. Jini, sekali lagi kamu kunyah permen karet, miss sita seluruh item tas kamu itu. Dan Jang Wonyoung, setelah kelas ini temui miss di teacher office, got it?
Ms. Yoona
Huhh, oke sudah semua. Miss tinggal, jangan ribut sampai guru kalian datang
influential student
Seragam cantik dengan kalung serta dasi merah membuatnya tampak jauh lebih bersinar dari pada murid lain
Waktu mata pelajaran biologi sudah habis. Wonyoung berdiri dari kursinya, mengambil langkah maju untuk pergi ke ruang guru
Ms. Yoona
Begini nak, kamu kan sudah senior. Selain bimbel di luar, sekolah kita juga punya jam tambahan
Ms. Yoona
Memang sangat disayangkan, tapi sulit bagi miss untuk membiarkan kamu ambil dispensasi lagi
Jang Wonyoung
Walaupun berbentuk prestasi?
Ms. Yoona
[ mengangguk ] walaupun bentuk dan hasilnya adalah prestasi yang membanggakan
Ms. Yoona
Miss tau kamu pintar, tapi miss tidak tahu kamu mampu atau tidak, miss khawatir
Jang Wonyoung
[ menatap Yoona ]
Ms. Yoona
Bisa dimengerti, nak?
Jungwon memberhentikan langkahnya, melihat seorang laki-laki berpipi pucat sedang membaca teks soal bahasa Inggrisnya
Sunoo
Jangan sok akrab, kursi anak baru cuma sementara disana
Kangmin
[ menahan tawa ] pfff, woi woi liat. Coba perhatiin gayanya, udah bisa ditebak, dia cuma anak PNS
Jang Wonyoung
[ berjalan berbelok ]
𝘾𝙠𝙞𝙩𝙩, cepat-cepat Jungwon mengambil tindakan rem mendadak sebelum tubuhnya bertabrakan dengan gadis bertubuh tinggi ini
Terus melihat ke bawah, bibir sang gadis pun menyeringai tipis bak menemukan target untuk diperas. Tak menyangka, Jungwon mengalah lebih dulu
Jang Wonyoung
[ mengetik ] ya terpaksa gue harus cancel semua schedule. Dimulai dari rail road buat show GX, terus sponsorship, endorsement dan...
Jini
[ melirik ] gue rasa dia lumayan cantik untuk duduk disana, sendirian
Bahiyyih
Iya, liat kepalanya wah. Katanya dari Calgary kan? Gue research, kotanya cakep parah
Jang Wonyoung
Dan kalian ga bisa kasih saran sedikit pun kecuali bawa-bawa orang lain kesini?
Jang Wonyoung
[ menopang dagu ]
Bukan Sullyoon yang ia lihat melainkan para atensi yang gadis Canada itu dapat dari para laki-laki kelas 12-2 ini
Dilihat dari cara berpakaian, gadis itu bisa berdandan lebih modis namun memilih pakaian santai. Mungkin karena masih menjadi hari pertamanya, Sullyoon ingin melihat-lihat dulu
Jang Wonyoung
Ntahlah, gue ngerasa dia nggak lebih cantik dari pada Bae Jinsol disana
Yoon Sung
Ya semua orang tau kalo Jang Wonyoung ratunya. Untuk trip musim semi kita, lo bisa taruh beberapa destinasi bagus
Jini
Cuma karena suara Wonyoung sangat berpengaruh disini, lo ga boleh bersikap ga tau malu gitu untuk minta dia nurut
Jang Wonyoung
[ senyum manis ] hmm
Yoon Sung
[ ekspresi ejek ke Jini ]
Jang Wonyoung
Emangnya trip musim semi ini kalian mau kemana?
Yoon Sung
[ mendekat ] Macau
Bahiyyih
Kalian mau poker disana?
Kangmin
[ tawa pelan ] ayolah, lampu-lampu disana jauh lebih cantik dari pada Paris~
Jang Wonyoung
Yoon Sung-aa, gue kira anak kepala rumah sakit bisa jauh lebih bermatabat dari pada cucu pimpinan Jang
Jang Wonyoung
[ ekspresi imut ] gimana ya, dari awal SMA kemarin gue udah ikut mendukung emansipasi perempuan. Dengan kata lain, gue juga harus denger dari sisi sana juga
Yoon Sung
[ tertawa pelan ] mm...
Jini
Kecuali kalo dia punya tete
Kangmin
Hahaha tete katanya, lo bisa- sorry, ahem
Jang Wonyoung
Hmm keliatannya kita punya jamkos lagi. Seungyeong-aa, gue boleh ke perpus bentar?
Seungyeong
Belum tentu kalo kita dapet free time, tetep duduk disini dulu, ke perpus bisa nanti
Yoon Sung
[ mendatangi ] yaa, dia cuma mau ke perpus bukan muntahin makanannya di toilet cewek
Jang Wonyoung
[ menaikkan satu alis sinis ]
Yoon Sung
[ menyenggol ] bisa lebih lembut lagi ke ratu sekolah kita, hmm ketua kelas?
Jang Wonyoung
Oke Seungyeong, kalo gitu gue bisa baca buku di kelas
Aku duduk kembali tanpa melepas satu pandangan pun dari Yoon Sung. Sejak kelas 1, laki-laki itu terus saja mencari masalah dengannya
Menyindir dengan kejadian masa lalu, benar-benar licik seperti rubah. Kalau Yoon Sung adalah rubah, maka ia akan mencari kancil, yang jauh lebih cerdik
Bahiyyih
[ khawatir ] ga usah dimasukin dalam hati, Wonyoungaa. Mulut dia emang gitu, dari dulu ga berubah-rubah
Jini
Kenapa dia harus khawatir? Harusnya Yoon Sung yang khawatir sekarang. Satu kalimat aja dari Wonyoung, dia bisa abis
Jang Wonyoung
[ tawa manis ] nggaklah, lo bikin image gue jadi mirip imoogi kalo gitu
Bahiyyih
[ tertawa manis ]
Jang Wonyoung
[ mengambil tas ]
Kelas pilatesnya adalah esensi penting. Melihat keluar jendela, ia kembali teringat akan saran miss Yoona. Mungkin wali kelasnya benar, ia harus kembali fokus pada kelas
Seungyeong
[ blush ] oke, save...
Jang Wonyoung
[ mengambil handuk ]
Dimasukkan ke dalam grup kelas, kini tinggal Jungwon. Seungyeong menoleh ke belakang untuk memeriksa, namun anak itu sudah pergi ntah kemana
Sedangkan Wonyoung, pintu mobil bagian belakang sudah dibukakan oleh pak Lee. Ia masuk ke dalam dengan banyak beban pikiran
Seung Jo
[ melihat Wonyoung ]
Jang Wonyoung
[ membuka kulkas ]
Seung Jo
Ga ada say hi, say good night, say 'gimana hari papa' atau rumpi lain yang bisa papa denger
Jang Wonyoung
I'm a senior, remember?
Jang Wonyoung
[ menghela nafas ] ada dua anak baru hari ini. Satunya dari Canada, satu lagi ntah dari mana. Puas?
Seung Jo
Papa dikirim pesan secara langsung oleh miss Yoona tadi, ada yang masih nyangkut disana hmm
Jang Wonyoung
Pa, Wonyoung minta dispensasi itu kan buat lomba. Lagian yang Wonyoung bawa pulang cuma sertifikat-
Seung Jo
Dan uang. Denger nak, kalau semua ini tentang uang, kamu tau papa lebih dari sanggup untuk mencukupi kebutuhan pendidikan kamu kan?
Jang Wonyoung
Ugh, you don't get it
Seung Jo
[ menyusul ] ey, sikap apa barusan. Miss Yoona itu benar loh, kamu harus memberikan lebih banyak waktu untuk kelas karena sudah senior
Jang Wonyoung
Rangking Wonyoung ga pernah turun dari angka 4 pa
Seung Jo
Itu makanya, karena kamu kurang berusaha dan sudah puas. Public figure itu- ayah mau kamu jadi orang yang berpendidikan
Jang Wonyoung
[ naik ke lantai atas ]
bloodline, heirs
Aku menyisir rambut ke belakang dengan langkah lesu. Hari ini akan terasa sama seperti hari lainnya, ia tidak menantikan apapun untuk diamati
Sekolah ini terlalu besar untuknya. Hari kedua berujung sangat buruk, padahal biasanya ia sangat baik dalam menentukan arah
Seungyeong
Langsung ke auditorium, hari ini kita ga ada kelas setelah jam makan siang
Seungyeong
Kalo liat yang lain, tolong dikasih tau. Kali aja ada yang ga baca group chat
Setelah Seungyeong pergi, Sunoo berdiri diam sejenak melihat Jungwon sedang berdiri di tengah sana dengan wajah bingung
Alhasil, ia memutuskan untuk menegurnya saja dari pada ditahan-tahan. Berjalan kemudian tertawa, Jungwon memutar bola matanya malas sebagai salam pagi
Sunoo
Kelas kita disana, tapi hari ini kita kesana. Palingan acara pengenalan tingkat senior, seminar untuk anak kelas 3 yang membosankan
Jungwon
Sengaja memperlakukan gua kemarin untuk jadi umpan makan siang?
Sunoo
At least lo tau, mana anak yang harus dihindarin untuk setahun ini kan?
Jungwon
Hyung bisa ngomong sebelum gua kejeblos disini, bukan setelahnya
Sunoo
[ mendekat ] ga perlu manggil gua hyung disini. Kita sekelas, jangan bikin orang lain salah kaprah
Sunoo
Lumayan canggung untuk minggu-minggu pertama hm?
Sunoo
Auditorium ada di lantai tiga, tapi murid dilarang naik lift. Mereka nyuruh kita olahraga tipis-tipis
Sunoo
Civitas akademika lah, maksud gua kebijakan dari kepala sekolah emang udah gitu
Sunoo tahan lengan Jungwon agar ia bisa menjelaskan beberapa tokoh di dalam sekolah bernama Seoul International School atau yang lebih dikenal dengan sebutan SIS
Sunoo
Huening Bahiyyih. Kita nerima banyak pertukaran pelajar, tapi dia blasteran lama di Korea. Orang tuanya cerai, papanya punya keluarga baru
Jungwon
Harus sedetail itu?
Sunoo
Gua denger dia lagi PDKT sama yang lain. Insta storynya juga ada kode-kodein orang, tapi invisible
Sunoo
[ mengelus dagu ] hmm, itu ketua kelas kita. Dia cuma orang biasa, nyokap nya dosen di SNU, kalo ga salah dosen filsafat atau apa
Sunoo
Buah ga jatuh dari pohonnya, anak kesayangan miss Yoona. Nah kalo yang itu Choi Yunjin, Jini. Cantik cuma kedoknya dong, dia pernah lawan 6 cewek sendirian, preman sekolah
Mendengar kata perlawanan, hal tersebut spontan membuat Jungwon menoleh untuk melihat seorang gadis bernama Jini
Jini memanggil Hiyyih agar mereka bisa pergi ke auditorium bersama. Namun sebelum itu keduanya tidak akan pergi sebelum yang satu lagi datang
Jang Wonyoung
[ berjalan manis ]
Sunoo
Mm, coba denger dia nyanyi nanti. Sekolah kita juga biasa ngadain show perbulan
Sunoo
Digilir tiap kelas, tapi kelas 10 ga bisa. Makanya, sebelum trip musim semi nanti, udah jadi giliran kelas kita
Jungwon
[ mengangguk tipis ]
Datanglah seorang gadis tinggi semampai dengan pakaian penuh elegansi serta glamor pada tubuhnya
Sunoo
Yang duduk di belakang lo, Jang Wonyoung. Cucu pimpinan Jang, Haesong group, tau kan?
Jungwon
[ menaikkan alis ]
Sunoo
Satu-satunya penerus perusahaan terbersih yang pernah hidup. Tapi, anak-anaknya sama sekali ga tau rasa syukur
Sunoo
Sikap bersih itu turun cuma ke anak bungsunya, bokap Wonyoung. Makanya, dia jadi cucu kesayangan dari yang lain
Sunoo
Kabarnya, kalo anak-anak pimpinan Jang ga juga tobat, penyerahan tahta bukan lagi ke anak sulung tapi ke 'yang pantas.' Kalo bisa dibilang, mental dia lumayan kuat. Semua sepupunya, kriminal
Jungwon
Hyung...banyak tau
Jungwon
Hyung bukan tipe yang peduli sama itu semua
Bahiyyih
Oo' itu Sunoo. Keliatannya Jungwon punya temen sekarang
Sunoo
Terus gua tipe yang gimana?
Jungwon
Gua pikir, outfit anak SMA ga akan seheboh itu
Jang Wonyoung
[ gumam ] ternyata anak itu tau cara ngerumpi juga, membosankan
Sunoo
Liat sekeliling lo, mana ada yang sekolah cuma pake hoodie mirip pajama tidur
Karena tau sedang menjadi bahan perbincangan, dengan sengaja ia menurunkan pandangan seraya mengikuti Hiyyih serta Jini
Sekitar 80%, aku tau apa yang sedang mereka perbincangkan. Untuk ukuran murid baru, sebenarnya itu wajar-wajar saja. Namun tidak untuk Sunoo, tidak biasanya ia mendatangi orang baru lebih dulu
Bahiyyih
Katanya ada seminar dari SNU loh, pasti semua universitas SKY bakalan nawarin diri buat narik kita semua
Sunoo
Ya, belum tentu semua. Itu tergantung pribadi masing-masing
Jini
Santai, Kim Sunoo. Abis liburan semester, jadi makin tegang mm
Sullyoon
[ malu ] permisi, gue boleh nimbrung bentar ga ya? Katanya kita disuruh kumpul di auditorium, tapi gue masih...
Bahiyyih
Aigoo belum hafal ya. Ayo barengan aja, kita juga mau kesana kok. Tapi hari pertama, emang udah diajak ketua kelas ngelilingin sekolah kan?
Jungwon
[ bisik ] gua rasa, mereka ga biasa liat hyung nyamperin orang duluan
Yoon Sung
Arasso, ketua kelas. Bisa santai dikit kan, kenapa jadi tegang minta dipegang hm
Jini
Yaa, minggir. Jidad lo terlalu lebar buat berdiri di tengah-tengah pintu, tau?
Sunoo
[ menatap Yoon Sung ]
Semua mata pun tertuju pada Sunoo yang memberikan tasnya kepada Jungwon. Kini mereka berspekulasi bahwa Jungwon akan dijadikan sebagai badutnya
Namun tidak untuk Jungwon, ia ambil tas kakak sepupunya dengan senang hati kemudian masuk ke dalam auditorium lebih dulu
Jungwon
[ mencari tempat duduk ]
Sunoo
Yoon Sung-aa, masih banyak anak yang mau masuk. Bisa minggir sedikit, lo juga Kangmin
Kangmin
[ bisik ] keliatannya ketua kelas emang cuma tittle, tanpa fungsi pasti selain kesayangan miss Yoona
Sunoo
[ melirik Seungyeon ]
Sullyoon
Maaf potong, kalian lagi...bully ya?
Seungyeong
[ terkejut ] bukan Sullyoonaa, ini cuma main-main
Kangmin
[ merangkul ] mm denger kan? Gurauan anak SIS emang gitu, biasain aja
Jang Wonyoung
Ga ada jalan untuk masuk
Yoon Sung
[ memberikan jalan untuk Wonyoung ]
Dari tempat duduknya, Jungwon melihat gadis tinggi itu sedang menyusul langkah kakak sepupunya untuk berbicara
Ntah apa yang Wonyoung dan Sunoo bicarakan, ia tak bisa membaca gerakan bibir mereka sebab jaraknya cukup jauh
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!