NovelToon NovelToon

Gadis Manja Masuk Kedalam Novel

Bab 1

      " Prakkkkk...."

  Seorang gadis melempar sebuah novel yang berjudul " kekasihku suami adikku " dengan wajah penuh kekesalan.

" ckk... Novel sialan, " decaknya kesal.

" siapa sih authornya "

" si Flower udah tau kalau Ethan hanya mencintai kakaknya , kenapa juga masih berusaha merebutnya, pakek ngejebak segala kayak gak ada laki laki lain aja " grutu Dea.

" Ih.. Mood gue jadi rusak gini kan gara gara novel sialan itu "

" Mending gue ngemall aja ,"

Tanpa mengganti bajunya Dea segera meraih tas kecil serta ponselnya di atas nakas dan tak lupa kunci mobil sport kesayanganny lalu melangkah keluar kamar.

" Dea mau kemana sayang ? "tanya seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu Dea.

"Dea mau jalan jalan Mom " jawabnya sembari melangkah mendekati sang Momy lalu mencium kedua pipi sang Momy.

" jangan malam malam pulangnya " ucap sang Momy dengan lembut.

" siap Mom " balas Dea dengan memberi hormat layaknya ajudan yang mana membuat Momy Dea tertawa kecil.

" ya sudah , Dea pergi dulu ya Mom "

" hati hati sayang , jangan ngebut ngebut "

Dea yang sudah berjalan pergi hanya mengacungkan jempolnya sebagai jawaban.

Dea segera menaiki mobil sportnya dan pergi meninggalkan mansion Ananta.

Selama di perjalanan Dea masih saja merasa kesal dengan novel yang ia baca tadi.

" kalau di pikir pikir kasihan juga si flower , meski sudah berhasil menikah dengan si Ethan tapi tetap saja tidak bisa mendapatkan hatinya, padahal di dalam cerita itu selama setahun pernikahan Flower selalu berusaha menjadi istri yang terbaik untuk Ethan, tapi tetap saja tak bisa meluluhkan hati suaminya , yah meski tak ada cerita kdrt tapi tetap saja kalau keberadaannya tak di anggap pasti rasanya sangat menyakitkan " gumam Flower dengan pikiran yang berkecamuk memikirkan jika dirinya ada di posisi Flower pasti akan memilih kabur dan pergi yang jauh sekalian.Tapi sebelum itu harus merampok uang suaminya lebih dulu untuk biyaya hidup , dirinya kan tak bisa hidup jika tanpa uang.

Tiinnnnnnnnn

Astagaaaaaaaa!!!!!!!

Brakkkkkk.. Duarrrrr.......

" Momy , Dady... Tolong Dea ,Dea kesakitan " gumam Dea lalu kedua matanya tertutup.

Dea yang mengemudikan mobilnya dengan fikiran yang masih fokus pada naskah novel , tidak sadar jika dirinya mengemudi melewati jalur lawan arah yang kebetulan di depannya ada truk besar yang melaju kencang , dan naas Dea tidak bisa menghindar mobilnya bertabrakan dengan truk besar yang mana membuat mobilnya terpental ke sisi jalan dan meledak.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di sebuah rumah sakit besar kota seorang wanita yang terbaring di brangkar rumah sakit dengan perban yang membalut kepalanya perlahan mengerjapkan kedua matanya.

" Eugh.... Ini dimana ? Kenapa kepala gue pusing sekali " gumamnya sembari memegang kepalanya yang berbalut perban.

" oh my good ! , ini pasti di Rs , gue kan tadi kecelakaan '' ucapnya. Tapi beberapa detik kemudian kedua matanya terbelalak ketik melihat kulit tangannya yang masih putih bersih serta mulus.

'' waitttt,,, !! ini kenepa kedua tangan gue masih baik baik saja , bukannya tadi mobil gue meledak , tapi kok gak ada bekas luka bakarnya '' ucapnya terheran heran yang tak lain adalah Dea.

Brakkkkkk

Dea di buat menoleh ke arah pintu ketika milhat tiga sosok manusia masuk dan berjalan mendekati brangkarnya , Dea tau jika itu seorang dokter dari setelan bajunya dan seoarang wanita yang bekerja sebagai suster tapi untuk wanita yang usianya tak jauh darinya dengan pakaian khas pelayan Dea tak mengenalnya.

'' Nyonya , syukurlah anda sudah sadar '' ucap sang wanita berpakaian pelayan dengan wajah bahagianya.

'' Nyonya Flower apa yang anda rasakan ?" tanya sang dokter dengan sopan.

" saya ,,,, eh dokter tadi anda manggil saya siapa ?'' tanya Dea tiba tiba sadar jika dokter di depannya memanggilnya dengan sebutan Flower bukan Dea.

'' Nyo,,, Nyonya Flower '' jawab dokter gugup karna Dea menatapnya.

'' Flower , Flower siapa ? Namaku Dea bukan Flower '' sentaknya .

Ketiga orang di depannya langsung terkejut mendengar sentakan dari wanita di depannya , terlebih wanita yang berpakaian pelayan dia jauh lebih terkejut karna selama bekerja baru ini dirinya mendapati sang nyonya bersuara keras, karna selama ini Nyonyanya selalu bersifat lemah lembut meski selalu di sakiti.

'' Nyonya maaf , nama Nyonya memang Flower , lebih tepatnya Flower Anderson '' ucap sang pelayan memberanikan diri.

'' Kamu jangan ngaco deh , sudah lah mana Momy sama Dady aku , kenapa mereka gak kesini ?'' tanya Dea yang mana membuat sang pelayan merasa sedih. Begitu juga dengan dokter dan asistennya.

Mereka bertiga tahu betul semenjak sang nyonya masuk rumah sakit tiga hari lalu tak ada satu pun yang menjenguknya , kecuali pelayan setianya yang selalau menemaninya.

'' kenapa kalian diam , dimana Momy sama Dady ku ?'' tanya Dea lagi.

Dan lagi ketiganya masih bungkam yang mana membuat Dea kesal.

'' Kalian ini bisu ya!! '' bentak Dea membuat ketiga orang di depannya kembali terkejut plus ketakutan.

Dea lalu menyibakkan selimut yang menutupi bagian kedua kakinya dan menurunkannya dari brangkar.

'' Nyonya , anda mau kemana ?'' tanya si pelayan dengan sigap membantu Dea yang berusaha berdiri.

'' Mau ke kamar mandi '' jawab Dea tak ramah.

'' Biar saya bantu Nyonya '' ucap si pelayan dan Dea hanya berdehem saja.

Di dalam kamar mandi Dea meminta si wanita pelayan untuk meninggalkannya , karna meski dirinya hidup selalu di kelilingi para pelayan tapi untuk urusan di kamar mandi Dea tak mau di layani , hanya cukup menyiapkan air untuk dirinya mandi dan selainnya dirinya akan melakukannya sendiri.

Setelah pelayan menutup pintu kamar mandinya Dea menaruh botol infusnya di tempat yang sudah di sediakan ,lalu Dea segera melakukan keinginannya untuk membuang air kecil.

'' Aneh,,, kenapa di tubuh gue gak ada luka bakar sama sekali ya , padahal gue jelas jelas ingat kalau mobilnya terbakar dan ngena ke tubuh gue '' gumam Dea di sela sela buang air kecil.

Setelah selesai melakuakn aktifitas membuang air kecil Dea segera berdiri dari closet , tapi saat kedua matanya tak sengaja melihat cermin Dea langsung bertriak.

Aaaaaaaaaaaaa,,,,,,!!!!!

Sedangkan ketiga orang yang masih berada di ruangan perawatan Dea di buat terkejut ketika mendengar suara teriakan dari dalam kamar mandi.

Brakkk

Brakkkk

'' Nyonya,, ada apa ? Apa anda baik baik saja? '' tanya si pelayan dengan panik dari balik pintu.

Dea yang masih fokus pada pantulan dirinya di cermin tidak memperdulikan suara gedoran juga suara kehawatiran sang pelayan.

'' I....Ini wajah siapa ?'' Dea bertanya tanya sembari meraba raba wajahnya di depan cermin . Dea masih terkejut dengan wajah barunya yang terlihat cantik meski sedikit pucat dengan perban di kepalanya.

'' Tidak... Aku harus segera keluar , pasti mereka bertiga tahu jawabannya '' ucap Dea lalu buru buru keluar.

Ckelkkk

'' Nyonya Flower apa anda baik baik saja ?'' tanya pelayan dengan penuh kehawatiran.

Dea hanya mengangguk saja dan kembali ke brangkar dan duduk di atasnya.

'' Nama kamu siapa ?'' tanya Dea pada si pelayan yang mana membuat si pelayan terkejut dan seketika menatap pada dokter yang berdiri di sebelahnya.dan mendapati anggukan dari sang dokter.

Tadi saat Dea berada di dalam kamar mandi , sang dokter mangatakan pada pelayan jika kemungkinan Nyonya mengalami lupa ingatan , karna di lihat dari perubahan sang nyonya saat baru siuman.

Sebelum Mery menjawab pertanyaan dari Dea sang dokter dan asistennya berpamitan pada Dea dan Mary untuk memeriksa pasien yang lain.

'' Nama saya Mary Nyonya '' jawab Mary setelah dokter dan asistennya pergi.

'' Lalu kenapa kamu memanggilku Nyonya ?''

'' karna anda adalah istri dari majikan saya '' jawab Mary yang mana membuat Dea terkejut.

'' Is....istri , aku sudah menikah ?'' tanya Dea terbelalak.

'' Iya Nyonya , anda sudah menikah dengan Tuan muda Ethan Ricardo '' jawab Mary yang lagi lagi membuat Dea semakin terbelalak.

'' Aku istrinya Ethan Ricardo '' gumam Dea

Degh.

" Bu...bukannya Ethan Ricardo itu pemeran protagonis Novel yang gue baca tadi , kalau iya berarti gue masuk ke dunia novel dan sialnya gue jadi si antagonist flower Anderson yang tak di anggap keberadaannya oleh si Ethan " gumam Dea tak percaya.

" Lalu kenapa aku bisa masuk rumah sakit ? " tanya Dea yang sudah bisa mengontrol perasaannya.

" tiga hari yang lalu anda bertengkar dengan Nona Bella kakak anda , yang mana menyebabkan anda dan Nona Bella jatuh dari tangga " jawab Mary sembari menundukkan kepalanya.

Dea mengingat ngingat lagi naskah dalam novel yang ia baca , dan beberapa detik kemudian Dea ingat dimana saat Flower dan Bella terjatuh dari tangga kejadiannya setelah empat bulan pernikahan Flower dan Ethan , dan penyebabnya adalah Flower marah saat Bella tak sengaja menjatuhkan foto pernikahannya dan mengakibatkan keduanya bertengkar dan jatuh dari tangga paling atas. Dan sialnya setelah kejadian ini kedua orang tua Flower menyalahkn Folwer karna Bella mengalami kertakan pada tulang keringnya yang mana membuat Bella harus duduk di kursi roda selama beberapa minggu.

Begitu juga Ethan yang sedang perjalanan bisnis di luar negri ketika mendengar kabar ini juga menyalahkan Flower , meski tak menyiksa Flower seperti kisah novel novel pada umumnya, tapi Ethan semakin menunjukkan rasa kebenciannya pada Flower dengan sikapnya semakin dingin padanya yang mana membuat para pelayan di mansion Ricardo selalu merendahkannya.

" Sialan " umpat Dea yang masih di dengar oleh Mary.

" Nyonya " panggil Mary.

" Ada apa Mary ? " tanya Dea.

" Apa anda menginginkan sesuatu ? "

" Em... Aku ingin jus jambu " jawab Dea.

" Baiklah Nyonya kalau begitu saya pergi dulu membeli jus jambu " pamit Mary.

" Hem.. Pergilah "

Mery segera beranjak keluar dari kamar perawatan Dea atau Flower.Setelah kepergian Mary, memposisikan dirinya dengan duduk bersila di atas brangkar.

'' Huftttt.... Ok Dea sekarang kamu yang selalu hidup penuh kasih sayang sudah gak bisa apa apa , takdirmu sekarang menjadi Flower jadi siap gak siap tetap harus siap jika di abaikan oleh orang orang , '' gumam Dea menyemangati dirinya.

''tapi meski tubuhku Flower tapi jiwaku Dea , gadis yang gak terima jika harga dirinya di injak injak, bodoh amat dah di benci ama si Ethan yang penting duitnya tetap cair hahahahaha..... '' tawa Dea karna mengingat di alur novelnya meski Ethan membenci Flower tapi Ethan tetap memberi nafkah pada Flower seperti suami pada umumnya.

Bab 2

Empat hari telah berlalu kini Flower dengan jiwa Dea sudah keluar dari rumah sakit , tanpa ada yang menjenguknya sama sekali hanya Mary pelayan setianya yang selalu berada di sampingnya.Meski begitu Flower tak mempermasalahkannya karna dirinya sudah tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya.

Mobil yang di tumpangi oleh Flower dan Mary kini sudah tiba di mansion mewah milik Ethan Ricardo.

" Nyonya hati hati " Mary membantu Flower yang baru menurunkan kedua kakinya dari dalam mobil.

" Tenanglah Mary , aku sudah sehat " sahut Flower.

Flower tak segera masuk ke dalam mansion , melainkan menatap bangunan yang besar yang berada di depannya.

" hem,,,, lumayan besar juga mansion suami Flower ini " batin Flower mengaggumi kebesaran mansion milik Ethan , meski di dunianya juga tinggal di mansion tapi mansion Ananta tak sebesar mansion milik Ethan Ricardo.

" Nyonya mari masuk kedalam "

Flower menagnggukkan kepalanya lalu melangkah masuk dengan Mary mengikutinya di belakang.

Saat baru menginjakkan kakinya ke dalam mansion , tiba tiba Flower merasa kesal dengan tatapan merendahkan dari para pelayan di mansion Ethan.

" Selamat datang Nyonya " ucap seorang pelayan pria paruh baya yang Flower atau Dea yakini jika pria di depannya adalah kepala pelayan yang sering di sapa paman Hans.

Di dalam Novel paman Hans tak terlalu sering di sebut , hanya saja Paman Hans sangat setia pada sang Tuan Mudanya , tapi bukan berarti Paman Hans juga ikut membenci sang Nyonya , Paman Hans tetap menghormati Nyonya rumahnya meski tak di anggap keberadaanya oleh sang Tuan.

(Kita ganti panggilan Dea dengan Flower aja ya)

" Hem " balas Flower dingin.

Paman Hans sedikit terkejut dengan respon dari istri tuannya yang tak seperti biasanya , meski paman Hans tahu jika sang Nyonya mengalami amnesia , tapi bukan berarti sikapnya juga berubah kan.

Selama ini paman Hans tahu jika Flower adalah gadis lemah lembut yang sangat terobsesi dengan Tuan Mudanya hingga melakukan perbuatan nekat agar bisa menikah dengan Tuan Mudanya yang bersetatus kekasih kakaknya.

Flower tak memperdulikan tatapan aneh dari paman Hans , Flower lebih memilih mengajak Mary untuk mengantarkan ke kamarnya , karna dirinya ingin segera merebahkan tubuhnya , entah kenapa tiba tiba kepalanya sedikit merasa pusing.

" Nyonya ini kamar anda, silahkan beristirahat jika anda butuh sesuatu anda bisa memanggil saya '' ucap Mary di depan pintu kamar Flower.

'' Iya , pergilah Mary aku ingin tidur ''

'' Baik Nyonya , saya permisi ''

Setelah kepergian Mary , Flower segera merebahkan tubuhnya di atas kasur king sizenya.

'' hem.. kamar ini besarnya tak jauh beda dengan kamarku di duniaku '' gumam Flower menelisik setiap sudut kamar.

Di sebuah villa yang terletak di negara A ,seorang pria berwajah tampan dengan tubuh yang kekar sedang berdiri menatap hamparan laut yang tepat berada di depan balkon villa miliknya.

'' Tuan ''

'' Kabar apa yang kau dengar ?'' tanya sang Tuan tanpa membalikkan tubuh kekarnya.

'' Nona Bella dan Nona Flower bertengkar di mansion , yang mana menyebabkan keduanya jatuh dari atas tangga , Nona Bella mengalami retak pada tulang keringnya sedangkan Nona Flower mengalami amnesia '' jawab sang asisten.

Pria itu yang tak lain adalah Ethan Ricardo seketika mengeraskan rahangya , terilahat sekali jika Ethan memancarkan aura kemarahannya.Sang asisten yang bernama Alex bisa merasakan aura kemarahan dari sang Tuan Mudanya.

'' Kita kembali sekarang '' ucap Ethan membalikkan tubuh kekarnya.

'' Baik Tuan '' Alex membungkukkan tubuhnya lalu segera pergi untuk mempersiapkan jet pribadi yang akan mengantarkan sang Tuan kembali ke negaranya.Sudah satu minggu Ethan pergi perjalanan bisnis ke negara A.

Malam hari di mansion Flower yang baru bangun segera membersihkan badannya yang sudah terasa lengket , di dalam kamar mandi Flower mengguyur tubuhnya dengan sower.

'' Seharusnya sekarang Ethan sudah kembali dari perjalanan bisnisnya di negara A , dia akan langsung menuju ke mansion Davidson untuk melihat kondisi Bella , dan setelah melihat Bella berada di kursi roda Ethan segera pulang dan memarahi Flower habis habisan dan menyalahkan Flower dengan apa yang menimpa Bella , yah itu benar pasti malam ini Ethan sedang berada di mansion Davidson '' ujar Flower seperti yang di ceritakan di dalam Novel.

Setelah menyelesaikan mandinya Flower segera keluar dan berjalan ke arah walk in closet , dan memilih baju yang akan ia pakai malam ini.

'' Huh... untung selera baju Flower sebelas dua belas ama gue '' gumam Flower melihat deretan baju baju milik Flower asli.

'' Ok Flower karna sekarang gue yang nempatin raga loe , jadi gue bebas ngendaliin raga lo '' ucap Flower semangat.

Flower melihat lihat baju yang akan ia pakai malam ini , dan mengingat jika pasti malam ini Ethan akan datang dan memarahinya habis habisan jadi dia akan memilih baju yang terlihat longgar agar bisa bebas memukul Ethan jika nanti perlu memukulnya.

Dan pilihan Flower jatuh pada kaos oblong yang terlihat kebesaran dan celana hotpants berbahan jeans yang ternyata masih ada bandrolnya.

'' Kalau gue liat liat kayaknya baju yang sering Flower pakai yang model dress semua deh , yang model casual masih baru baru semua '' gumam Flower meneliti lagi deretan baju baju milik Flower asli.

'' ah... bodo amat , sekarang tubuh ini milik gue jadi terserah gue mau gue pakekin apa ''

Flower segera memakai kaos oblong berwarna putih yang terlihat kebesaran di tubuh mungilnya , dan juga memakai celana hotpants yang ternyata tak terlihat karna tertutupi oleh kaos.

Sedangkan di mansion Davidson seorang wanita cantik yang duduk di atas kursi roda tengah menangis pilu di depan seorang pria.

''Hiks.... Hiks.... Ethan , ini salahku bukan salah Flower, maklum jika dia marah padaku karna aku yang sudah menjatuhkan foto pernikahan kalian '' ucap sang wanita yang tak lain adalah Bella.

Sedangkan Ethan yang mendengar tangisan Bella hanya menatapnya dengan datar.

'' Bagaimana kedaan kakimu ?'' tanya Ethan datar.

Bella buru buru menghapus air matanya dan tersenyum pada Ethan , Bella tahu meski Ethan selalu bersikap datar dan irit bicara padanya Ethan tetap selalu perhatian padanya.

Dan Bella sudah hafal betul dengan keperibadian Ethan yang selalu berwajah datar dan irit bicara , selama dua tahun menajalin hubungan bisa di bilang Ethan tak pernah melakukan hal hal romantis layaknya pasangan kekasih pada umumnya , Ethan hanya sibuk kerja dan kerja yang mana membuat Bella lah yang mengunjungi Ethan di perusahaannya untuk sekedar makan siang.

Tapi meski begitu Bella sangat mencintai Ethan , karna dia yakin pria seperti Ethan tak akan mudah berselingkuh , dan kejadian dimana dirinya memergoki Ethan dan Flower tidur satu ranjang Bella tak menyalahkan Ethan karna Bella yakin jika itu murni Flower yang menjebak Ethan.

Tapi sayangnya Kakek besar Ricardo memaksa Ethan bertanggung jawab untuk menikahi Flower di hari itu juga , dan ternyata Ethan tak bisa menolaknya.

Bab 3

    Di meja makan Mery menemani Flower yang tengah menyantap makan malamnya yang sudah lewat dengan lahap karna sekarang jam sudah menunjukkan pukul sembilan lebih.Sebenarnya Flower sadar jika dirinya kini tengah di perhatikan oleh beberapa pelayan yang masih berlalu lalang di dalam mansion , hanya saja dirinya tak memperdulikannya.

"Ah... Kenyangnya " tukas Flower setelah meneguk segelas air putih.

" Mery "

" Iya Nyonya "

" Apa ada buah apel ? " tanya Flower beranjak berdiri.

" Ada nyonya ''

'' kamu kupaskan beberapa buah apel dan bawalah ke ruang tengah , aku ingin menonton televisi '' pinta Flower yang langsung di angguki oleh Mery.

Ketika Flower sudah beranjak pergi Mery buru buru masuk ke dalam dapur untuk mengambil buah apel yang di minta oleh majikannya di dalam lemari pendinginnya , dan setelah mendapat beberapa buah apel Mery segera mencucinya di wastafle dan mengupasnya setelah itu memotongnya menjadi beberapa bagian dan di taruhnya di atas mangkuk kecil , lalu Mery segera membawanya ke ruang tengah di mana sang Nyonya berada.

'' Nyonya ini buah apel yang anda minta '' ucap Mery meletakkan mangkuk berisikan beberapa potongan buah apel ke atas meja.

'' Terimakasih Mery '' ucap Flower tulus.

'' Sama sama Nyonya '' jawab Mery tersenyum.

Flower melahap satu persatu potongan buah apel dengan kedua matanya fokus ke layar televisi , entah canel apa yang sedang di lihat oleh Flower.

" Ini sudah hampir jam setengah sepuluh , kenapa si Ethan sialan belum kembali juga , di naskah novel kan tertulis jika Ethan kembali di malam hari dan langsung memarahi Flower habis habisan tanpa perduli jika keduanya menjadi pusat perhatian para pelayan mansion " batin Flower di sela sela mengunyah buah apel.

Mery yang masih setia berdiri merasa ada yang aneh dengan sang Nyonya , karna jika di perhatikan pandangan kedua mata Nyonya seperti tidak fokus pada acara di televisi lebih tepatnya Nyonyanya sedang melamun.

" Mary ,,,seperti apa wajah suamiku ? " tanya Flower ,yang memang penasaran dengan wajah suami Flower asli , karna di naskah novel jika protagonis pria di gambarkan sebagai sosok yang tampan dan gagah, sedangkan dirinya yakni Dea tak melihat sama sekali foto Ethan Ricardo di mansion.

" Em... Wajah Tuan Muda......."

Perkataan Mery terhenti ketika mendengar deru mesin mobil yang berhenti di teras mansion.

Flower yang juga mendengarnya tiba tiba perasaannya menjadi gugup, tapi Flower yakin ini bukan gugup karna takut tapi entahlah Flower juga tidak tahu.

Tak

Tak

Tak

Suara hentakan sepatu pentofel yang bersahutan semakin mendekat di pendengaran Flower , yang mana membuat rasa gugup Flower semakin menjadi bahkan jantungnya berdetak semakin kencang.

Saat merasakan ada orang yang berdiri tak jauh dari dirinya duduk , Flower berusaha mengontrol rasa gugupnya dengan pura pura fokus pada layar televisi.

Ethan berdiri dengan kedua tangannya di masukkan kedalam saku celananya ,dan mata tajamnya terus menatap pada wanita yang masih fokus pada layar televisi sembari mulutnya sibuk mengunyah potongan buah apel.

" Selamat malam Nyonya " Alex yang berdiri berdampingan dengan Paman Hans di belakang Ethan segera menyapa sang Nyonya yang sepertinya tak memperdulikan kedatangan Tuan Mudanya.

" Hem " balas Flower datar tanpa mentap orang yang menyapanya.

Ethan dan Alex di buat terkejut dengan respon Flower yang menurutnya sangat datar bahkan terkesan dingin , tapi Ethan masih bisa mengontrol rasa terkejutnya berbeda dengan Alex yang sedikit membeliakkan kedua matanya.Berbeda dengan Paman Hans dan Mery yang sudah tahu perubahan sang Nyonya , dan keduanya lebih memilih menundukkan kepalanya karna tak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.

Ethan terus memperhatikan gerak gerik Flower yang masih santai melahap buah apelnya, hingga menyelesaikan suapan yang terakhir barulah Flower berdiri dan menatap kedua pria yang berdiri tak jauh darinya , dan sedetik kemudian Flower di buat terpesona pada pria yang berdiri di depannya dengan jarak satu meter ,tapi Flower buru membuang jauh jauh rasa kagumnya setelah sadar jika pria di depannya adalah si Ethan sialan suami Flower asli.

'' Kalian siapa ?'' tanya Flower datar berlagak amnesia ,karna dirinya yakin jika kabar Flower amnesia sudah sampai di telinga suami Flower dan asistennya , padahal Flower asli sudah mati dan kini jiwanya adalah Dea , si gadis manja , sombong dan tak suka di perintah.

'' Perkenalakan saya Alex , asisten pribadi Tuan Ethan '' jawab Alex membungkuk sopan.

Lalu Flower menatap pada Ethan yang juga menatapnya.

''Dan kamu siapa ?'' tanya Flower.

'' Em.... '' Alex yang ingin menjawab pertanyaan Flower langsung di potong oleh Ethan.

'' Aku Ethan Ricardo '' sambar Ethan dengan tatapan tak beralih dari Flower.

Entah kenapa tiba tiba Ethan merasa ada yang aneh dengan Flower dia tahu jika Flower mengalami amnesia , tapi bukan berarti sifat lemah lembutnya juga hilang bukan , Ethan juga sempat berfikir jika selama ini Flower hanya pura pura bersikap lemah lembut jika di depannya saja , tapi Ethan buru buru menepis fikiran itu karna Ethan sudah melihat dari cctv yang di pasang di setiap sudut ruangan mansion yang hanya di ketahui oleh Paman Hans dan Alex saja , dan dari cctv itu Ethan bisa melihat jelas bagaimana sikap Flower selama dirinya tak ada di mansion ,dan Flower memang benar benar sosok yang lemah lembut, tapi sayangnya tempat kejadian saat Flower dan Bella bertengkar tak ada cctvnya.

'' Waittt,,,,, jadi kau suamiku ?'' tukas Flower pura pura terkejut.

'' Hem '' sahut Ethan dangan mimik wajah yang masih datar.

" Kalau kau memang benar suamiku , kenapa saat aku masuk rumah sakit kamu tak datang , pria macam apa kau ini , istri masuk rumah sakit malah lebih peduli dengan urusan pekerjaan , dasar suami sialan '' omel Flower panjang kali lebar yang mana membuat Ethan mendelik tajam.

'' Kau,,,,,''

'' Apa,,,, kau ingin memarahiku , ingin menyalahkanku karna kakakku si Bella sungkawa sekarang berada di kursi roda '' tuduh Flower tak kalah tajam.

Paman Hans , Alex dan Mery di buat melongo dengan Nyonyanya yang tak terduga bisa mengomeli Tuan Mudanya panjang lebar , bahkan sampai mengatai suaminya sialan.

Sedangkan Ethan langsung mengatupkan bibirnya rapat rapat , entah kenapa dirinya tidak jadi marah saat kedua matanya tak sengaja melihat plaster yang masih menempel di dahi Flower.

''Kau jangan asal menuduh , aku tidak menyalahkanmu '' sahut Ethan.

'' Cih...meskipun aku amnesia tapi Mery sudah menceritakan semuanya padaku , seperti apa dirimu dan bagaimana kamu memperlakukanku selama kita menikah '' kutus Flower dan Ethan tak bisa menyangkalnya karna benar adanya.

Flower yang tiba tiba merasa kesal sendiri saat melihat wajah tampan Ethan lebih memilih pergi meninggalkan ruang tengah.

'' Kau mau kemana Flower ''

suara berat Ethan menghentikan langkah Flower yang akan menaiki anak tanggga.

'' Ya tidurlah,,,!!!, ini sudah hampir larut malam kalau kau lupa '' sahut Flower dengan suara yang sangat keras.

'' Shitt.... '' umpat Ethan setelah bayang tubuh Flower menghilang di balik tangga.

Ethan mendaratkan bokongnya di atas sofa yang tadi di duduki oleh Flower ,lalu memijat pelipisnya yang tiba tiba merasa pusing dengan perubahan Flower yang tiba tiba.

Alex dan Paman Hans hanya berdiri saja tanpa berani bersuara , keduanya juga masih syok melihat Flower yang sikapnya berubah 180 drajat ,sedangkan Mery segera kembali ke kamarnya di paviliun setelah Nyonyanya masuk ke dalam kamar.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!