NovelToon NovelToon

Butterfly

Awal

Pagi yang cerah untuk mengawali hari yang indah tampak seorang gadis muda dengan kaca mata di wajahnya sedang terburu-buru mengendarai sepeda miliknya.

"Aku harus cepat!! tidak boleh sampai terlambat." Ujarnya.

Gadis itu terus mengayuh sepedanya hingga akhirnya ia tiba di toko bunga tempatnya bekerja dihari-hari libur kuliahnya saat ini.

"Teng" Suara lonceng yang berbunyi saat memasuki toko bunga tersebut.

"Kau baru datang Rose? tampaknya hampir terlambat ya hari ini." Ujar seorang wanita cantik dengan buket bunga di tangannya.

"Iya hehehe tadi rantai sepedaku lepas jadi ya gitu hampir terlambat deh hehehe." Ujarnya.

"Benarkah? aku harap semoga besok rantainya tidak lepas lagi." Ucap gadis cantik itu dengan tersenyum.

"Ini bunga yang harus kau antar hari ini rose," Ujar wanita itu memberikan buket bunga mawar merah padanya.

Rosen menerimanya dengan senang dan bahagia seperti biasa dia akan mencium bau yang ada pada bunga tersebut.

"Harum seperti biasanya." Ucapnya dengan bahagia.

"Iya dan bunga kali ini sangat berharga Rose jadi jangan sampai ada yang rusak." Peringkatnya.

"Baik Fani aku akan membawanya dengan sangat hati-hati." Ujar Rose dengan senyum hangatnya kepada gadis cantik bernama Fani itu.

Mendengar hal tersebut Fani tersenyum bahagia.

Rose melangkahkan kakinya meninggalkan Fani disana tapi sebelum dia pergi gadis itu kembali tersenyum.

"Hei Fani kau semakin hari semakin terlihat seperti peri bunga. kau cantik!!." Ujar Rose lalu pergi dari tempat itu.

Mendengar hal itu mendadak gadis bernama Fani itu tersenyum aneh.

"Saatnya telah tiba Rose, ubahlah takdirnya karena dia sudah lama menunggumu." Gumam gadis itu lalu mendadak tubuhnya menghilang menjadi kelopak bunga mawar.

Rose saat ini tengah mengayuh sepedanya menuju alamat orang yang memesan bunga itu.

"Aku harus cepat, bagaimana jika bunga-bunga cantik ini layu nantinya." Ujarnya dengan melihat kearah bunga-bunga mawar itu.

Sebenarnya Rose bisa saja bekerja di tempat lain dengan gaji yang lebih besar tapi bagaimanapun dia sangat menyukai bunga. Ketika dia mencium aroma bunga maka dia merasa sangat bebas dari semua tekanan yang ia rasakan. Tekanan yang dialami Rose karena keluarganya yang sama sekali tidak perduli padanya karena Rose hanya seorang anak selingkuhan ayahnya sehingga istri sah dari ayahnya itu sangat membencinya. Sedangkan ayahnya sudah lama meninggal sejak ia di bangku SMA.

"setelah sekian lama akhirnya aku sampai juga." Rose tiba di sebuah rumah yang tampak memiliki kesan sejarah itu bahkan rumah tersebut desainnya masih desain jaman dulu dengan corak di pintunya.

"Tok,tok,tok." Rose mengetuk pintu tersebut.

"Permisi!!"

"Permisi !saya dari toko bunga Fani membawa pesanan anda nyonya..." Rose membaca kertas yang berisikan nama pemesan tersebut.

"Nyonya Gilbert..." Ucapnya.

Taklama setelah itu pintu terbuka dengan sendirinya. Melihat hal tersebut Rose merasa terkejut.

"Apakah hantu yang membukanya?" Tanyanya karena takut.

Tapi ketakutan tersebut hilang saat melihat sosok anak perempuan cantik yang membukakan pintu.

"Nona masuklah ibuku lagi di luar jadi silahkan anda masuk dan menunggunya di dalam." Ujar anak perempuan itu.

"Hmm baiklah aku akan masuk terima kasih ya." Ujarnya dengan lembut pada anak perempuan itu.

setelah Rose masuk anak perempuan itu segera menutup pintu tersebut dengan perlahan.

"Kata ibu aku harus menutup pintu jika tidak ingin orang jahat masuk." Ucap anak kecil itu.

"Betul sekali,kau sangat pintar." Puji Ranti.

"Terimakasih nona." Balasnya.

"Hmm nona bisakah kau membantuku memasukkan bunga itu kedalam vas bunga ini." Anak perempuan itu memegang vas bunga dengan gambar kupu-kupu disana.

"Apakah nanti ibumu tidak marah jika kita merusak buketnya dan justru memasukkan nya ke dalam vas bunga ?" Rose takut jika apa yang ia lakukan justru bukan hal yang disukai oleh pelanggannya.

"Tidak apa-apa ibuku membeli bunga memang untuk mengisi vas bunga ini."

mendengar hal tersebut Rose mengangguk mengerti dan mengambil vas bunga dari tangan anak itu.

"Ugh eh." kagetnya.

"Bagaimana bisa vas bunga ini lumayan berat tapi anak ini dapat membawanya dengan mudah tadi.

"Kenapa?" Tanya anak itu.

"Aku berpikir kamu sangat kuat sehingga bisa mengangkat vas bunga ini." Ucap Rose dengan jujur.

"Ya itu karena aku kuat." Jawabnya dengan senyuman.

'Kenapa aku merasa anak ini sangat aneh.' Pikir Rose saat melihat anak itu yang saat ini tengah duduk di kursi didepannya.

"Cepatlah susun nanti bunganya layu." Pintanya.

'Baiklah, bagaimana jika kita susun berdua itu akan menyenangkan." Tawar Rose.

"Tidak bunga itu ada durinya kak." Jawabnya.

'Bukankah tdi bunga ini tidak ada durinya kenapa sekarang kok ada duri di bunga-bunga ini.

"Maaf aku tidak menyadarinya." Setelah itu Rose dengan cekatan menyusun bunga tersebut kedalam vas bunga itu.

"Akh" saat ingin memasukkan bunga terakhir jari telunjuknya tidak sengaja terkena duri tangkai bunga tersebut hingga berdarah.

"Tes." Darah tersebut menetes dan tepat mengenai vas bunga tersebut pada gambar kupu-kupu nya.

"Akhirnya kau dapat pergi Rose, maka jalanilah hidupmu dengan baik." Suara seorang wanita terdengar jelas di telinganya.

"Si-siapa kau ? dan dimana anak kecil tadi?" Tanyanya yang tampak bingung.

"Rose selalu berhati-hati dan tetaplah bertahan hidup." Suara gadis itu kembali terdengar.

"Apa maksudmu?" Tanya Rose yang tampak bingung tapi dia lebih dibingungkan lagi saat ia berada di tengah-tengah taman bunga dan itu sangat indah.

"Kau akan mengerti dengan sendirinya Rose, dan ya sampai jumpa lagi dan yang terpenting hati-hati dalam penerbangan mu hehehe." Ucapnya.

"Apa maksudmu dengan penerbangan ?" Tanyanya dengan bingung.

'bluk' Rose merasa dirinya menabrak sesuatu.

"Apa yang?" Rose tampak terkejut dengan apa yang ia alami.

"Bagaimana bisa aku menabrak HA APA APAAN DENGAN BUNGA RAKSASA INI." ujarnya karena kaget melihat yang ia tabrak adalah bunga mawar besar.

"Tapi tunggu tunggu apa apaan dengan aku yang melayang ini!! sebenarnya apa yang terjadi di- dimana kakiku?" Rose tampak panik dia justru terbang kesana kemari hingga menabrak bunga-bunga yang ada disana hingga akhirnya ia justru terjatuh diatas sebuah bunga.

"INI HANYA MIMPIKAN BAGAIMANA BISA AKU MENJADI..." Rose menjeda kalimatnya untuk melihat bentuknya saat ini.

"AKU MENJADI KUPU-KUPU ASTAGA, APAKAH INI AKHIR HIDUPKU MENJADI MANUSIA." ujarnya dengan panik.

Rose tiba-tiba tidak sadarkan diri dan pingsan begitu saja karena hal hal yang di luar akal sehat terjadi padanya.

Didalam pingsannya ia dapat melihat bagaimana kehidupan yang ia jalani selama ini mulai dari dia yang disiksa ibu tirinya, dicemooh teman-temannya hingga saat ayah kandungnya meninggal dunia.

"Kau anak pelakor ya!" Ucap teman-temannya.

"Kau yang membuat hidupku hancur!!." Ujar ibu tirinya.

"Ayah mau kau hidup bahagia." Ujar ayahnya di ujung ajalnya.

"Dia adalah anak pembawa sial !" Ujar tetangganya.

Masih banyak lagi hal-hal jahat yang sering ia dengar.

"Aku...tidak salah, aku tidak tau apa-apa. Maafkan aku hiks aku mohon." Gadis itu tampak menangis dengan memegang kepalanya yang terasa sakit.

"Itu sebabnya kau tidak pantas jadi manusia." Suara ibu tirinya lagi yang terdengar jelas di telinganya.

"Ya aku memang tidak pantas." Ujarnya

Dunia novel

"Tapi tunggu tunggu apa apaan dengan aku yang melayang ini!! sebenarnya apa yang terjadi di- dimana kakiku?" Rose tampak panik dia justru terbang kesana kemari hingga menabrak bunga-bunga yang ada disana hingga akhirnya ia justru terjatuh diatas sebuah bunga.

"INI HANYA MIMPIKAN BAGAIMANA BISA AKU MENJADI..." Rose menjeda kalimatnya untuk melihat bentuknya saat ini.

"AKU MENJADI KUPU-KUPU ASTAGA, APAKAH INI AKHIR HIDUPKU MENJADI MANUSIA." ujarnya dengan panik.

Rose tiba-tiba tidak sadarkan diri dan pingsan begitu saja karena hal hal yang di luar akal sehat terjadi padanya.

Didalam pingsannya ia dapat melihat bagaimana kehidupan yang ia jalani selama ini mulai dari dia yang disiksa ibu tirinya, dicemooh teman-temannya hingga saat ayah kandungnya meninggal dunia.

"Kau anak pelakor ya!" Ucap teman-temannya.

"Kau yang membuat hidupku hancur!!." Ujar ibu tirinya.

"Ayah mau kau hidup bahagia." Ujar ayahnya di ujung ajalnya.

"Dia adalah anak pembawa sial !" Ujar tetangganya.

Masih banyak lagi hal-hal jahat yang sering ia dengar.

"Aku...tidak salah, aku tidak tau apa-apa. Maafkan aku hiks aku mohon." Gadis itu tampak menangis dengan memegang kepalanya yang terasa sakit.

"Itu sebabnya kau tidak pantas jadi manusia." Suara ibu tirinya lagi yang terdengar jelas di telinganya.

"Ya aku memang tidak pantas." Ujarnya

...****************...

"Cit,cit,cut." Suara burung terdengar jelas di telinga gadis itu sehingga membuatnya terbangun.

"Apa yang ...AAAAAA BURUNG RAKSASA." Rose terkejut saat melihat seekor burung yang terus menatapnya dengan tatapan yang akan memakannya.

"Kan burung makanannya serangga dan sekarang aku jadi kupu-kupu berarti aku makanannya dong." Pikir Rose yang baru sadar itu. Burung itu hendak mematuknya namun dengan cepat gadis itu lari bukan lari akan tetapi terbang. Ia terus menggerakkan sayapnya untuk menjauh dari burung itu tapi sekuat apapun ia terbang kecepatan mereka sungguh berbeda.

Hingga akhirnya burung tersebut berhasil menangkapnya.

"EH EH SAYAP KU ADUH KEJEPIT." teriaknya saat burung itu berhasil menangkapnya. Setelah sekian lama berontak akhirnya Rose menyerah dengan apa yang terjadi pada dirinya.

"Aku akan benar-benar mati jika terus begini tapi ya sudahlah toh beginilah nasib kupu-kupu malang ini." Ujarnya.

Tapi mendadak sebuah panah mengarah kearah burung tersebut.

"Jleb." panah itu tepat mengenai burung tersebut sehingga ia melepaskan gigitannya pada Rose yang sudah pasrah itu.

"Yeyy hahahaha aku tidak jadi santapan burung, terimakasih orang baik hahaha." Ujarnya yang mencoba untuk kembali ke taman bunganya itu.

Rose sedikit melihat kearah pria yang menolong nya itu ya walaupun tidak sengaja tapi bagaimanapun pria itu telah menolongnya.

"Wow gila bagaimana mungkin ada pria dengan wajah sesempurna ini. Aku sudah banyak melihat orang tampan di tv tapi yang seperti pria ini memiliki ketampanan dengan level berbeda.

Tanpa di sadari Rose mulai terbang kearah pria itu hingga saat ini ia tepat berada di depan wajah pria tersebut.

"Mata merah, bibir yang merah, kulit wajah halus dan putih, rahang yang tegas, hidung yang mancung, oh lihat ada tahi lalat di bawah bibirnya. Ini benar-benar ciptaan tuhan paling sempurna." Ujarnya dengan terus memperhatikan wajah pria itu.

Sedangkan pria tersebut menatap bingung dengan kupu-kupu dengan sayap berwarna biru dan coklat seakan akan sedang melihatnya.

Merasa kesal pria itu lantas mengibaskan tangannya.

"Hei!! hampir saja tanganmu itu hampir saja membahayakan nyawaku, sudah lah untuk apa tampan kalau jodoh orang." Ujar Rose yang mulia terbang menjauh.

"Maaf ya orang tampan karena aku kupu-kupu jadi jodohku juga pasti kupu-kupu jadi aku tidak akan tertarik pada manusia seperti mu." Ujarnya lalu benar-benar terbang menjauh.

Rose kembali ke kebun bunga tempat dimana ia sadar tadi mendadak ia benar-benar sangat lapar.

"Apakah aku bisa makan disini tapi bagaimana caranya." Pikirnya.

Hingga akhirnya ada seekor kupu-kupu datang kedekatnya.

"Hei , apa kabar apa kau bisa mengajariku cara makan disini aku tidak tau caranya karena sebelumnya aku manusia eh bukan maksudku sebelumnya aku memakan makanan bekas manusia." Ujarnya.

'Memang ada kupu-kupu makan bekas manusia bukannya itu lalat ?' pikir Rose tapi mau bagaimana lagi dia sudah kehabisan akal sehat.

"Aku akan mengajarimu." Ujar kupu-kupu bewarna coklat itu.

"Terimakasih." Ucap Rose.

Setelah itu Rose mulai menghisap sari-sari bunga dengan perlahan.

"Ini manis aku suka, ternyata jadi kupu-kupu tidak semenyedihkan itu baiklah mulia sekarang aku akan menjadi kupu-kupu yang bahagia dan akan terbang bebas kemanapun yang aku mau." Ucapnya.

Mulai hari itu Rose mulai membiasakan dirinya dan dia juga sudah mulai melakukan perjalanan keberbagai tempat hingga dia akhirnya mengetahui sesuatu yang mengejutkan

"Jadi sekarang aku berada di kerajaan Berovia dengan raja bernama Gerald seorang raja kejam yang memiliki sifat iri dengki dengan kehidupan Derek sang pemeran utama pria. yup pemeran utama wanita yakni Aneisha yang berarti murni dan suci. Ini adalah novel yang diberikan oleh Fani untukku beberapa hari yang lalu dan untungnya aku sudah membaca hingga bab akhir. Masa bodo lah mau dunia novel, drama, atau komik aku tidak perduli toh aku bukan toko apapun disini jadi aku bisa melakukan apapun tanpa harus terikat dengan mereka semua." Gumam Ranti lalu terbang begitu saja menuju ke tempat lain.

Hingga akhirnya kali ini ia tiba di sebuah istana dan tentunya itu merupakan istana milik Gerald sang pemeran antagonis si cerita ini.

"Enaknya jadi kupu-kupu bisa tour gratis tanpa harus bayar tiket hehehe." Gumamnya lalu terbang begitu saja.

Saat ini dapat Rose lihat orang-orang tampak sibuk dengan pekerjaan mereka.

"Apakah sebegitunya kesibukan menjadi pelayan bahkan ini benar-benar lebih sibuk dari pada karyawan magang di perusahaan." Gumam Rose lalu beralih ke sisi lain.

"Yang mulia Raja kita siap untuk perjalan kali ini." Ujar seorang pria yang tampak juga tampan itu.

"Baiklah kita akan pergi sekarang." Ujarnya. Tampak dari jauh Rose dapat melihat sosok pemeran antagonis di cerita ini.

"Tidak adil!! bagaimana mungkin dia bisa begitu tampan huaa benar-benar tidak bisa dibiarkan." Gumam Rose saat melihat sosok pemeran antagonis itu.

"Oh ya ini bukannya saat pemeran antagonis ini akan bertemu dengan Aneisha dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku harus melihatnya pokoknya harus hehehe." Rose dengan sengaja mengikuti Gerald untuk berburu dan betul saja di dalam hutan ia tidak sengaja terpisah dari anak buahnya dan terluka hingga akhirnya ia bertemu dengan gadis berambut perak dengan mata biru saat itu lah kelopak bunga berterbangan dan kupu-kupu hinggap di kepalanya.

"Akgh gila!! so sweet bingitss tapi tunggu dulu ...astaga ternyata yang di maksud kupu-kupu hinggap di kepalanya didalam novel itu aku toh." Memang saat ini Rose yang bahagia hinggap di kepala Aneisha tanpa ia sadari.

"Sialan! masa aku masuk di dalam novel ini hanya punya peran begitu. sialan! sialan!." Rose benar-benar tidak menyangka dengan nasib luar biasa buruknya.

Teman

"Tidak adil!! bagaimana mungkin dia bisa begitu tampan huaa benar-benar tidak bisa dibiarkan." Gumam Rose saat melihat sosok pemeran antagonis itu.

"Oh ya ini bukannya saat pemeran antagonis ini akan bertemu dengan Aneisha dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku harus melihatnya pokoknya harus hehehe." Rose dengan sengaja mengikuti Gerald untuk berburu dan betul saja di dalam hutan ia tidak sengaja terpisah dari anak buahnya dan terluka hingga akhirnya ia bertemu dengan gadis berambut perak dengan mata biru saat itu lah kelopak bunga berterbangan dan kupu-kupu hinggap di kepalanya.

"Akgh gila!! so sweet bingitss tapi tunggu dulu ...astaga ternyata yang di maksud kupu-kupu hinggap di kepalanya didalam novel itu aku toh." Memang saat ini Rose yang bahagia hinggap di kepala Aneisha tanpa ia sadari.

"Sialan! masa aku masuk di dalam novel ini hanya punya peran begitu. sialan! sialan!." Rose benar-benar tidak menyangka dengan nasib luar biasa buruknya.

...****************...

Setelah kejadian itu Rose sudah tidak tertarik untuk melihat adegan novel yang ia lihat tadi.

"Aaa menyebalkan siapa sih yang sudah mengirimku ke sini, benar-benar sial. apakah aku harus bicara kata-kata kasar sekarang." Gumamnya dengan terus menggerakkan sayapnya itu.

"Tapi ya sudah deh mau bagaimana lagi ya tinggal jalanin aja. Masih untung jadi kupu-kupu bayangkan kalau aku jadi cacing ihhh" Rose merasa geli sendiri saat membayangkan hewan tersebut.

Ia terus terbang hingga tanpa disadari ternyata saya ini ia telah masuk kedalam hutan.

"Kan gara-gara mereka sekarang aku berada di hutan gelap ini astaga!" Rutuknya.

"Ini benar-benar cocok untuk syuting film horor uhh takut." Ujarnya.

"Lebih baik aku terbang lebih tinggi aja ya biar tau jalan keluar dari ni hutan. Btw aku juga lapar mau cari bunga aja sekalian." Rose lalu terbang hingga melewati pohon-pohon rindang itu tapi pada saat ingin lebih tinggi lagi Rose melihat sesuatu yang tidak asing tertancap diatas pohon itu.

"Ini mirip panah orang tampan waktu itu tapi kenapa bisa sampai disini kenapa dia berburu sampai kesini apa dia mau mati." Bukan tanpa sebab karena sepanjang jalan yang ia lalui tadi sudah tidak terhitung jumlahnya ia menemukan hewan buas seperti harimau, ular, singa dan lain lainnya. Jadi bukan manusia yang akan berburu disini tapi manusia yang akan diburu oleh mahluk buas itu.

"Hmm tapi apa peduliku." Ujarnnya yang tampak ingin pergi tapi lagi-lagi Rose berhenti.

"Oh ayolah kau sudah berhutang budi padanya Rose apakah kau sebegitunya tidak tau diri dan tidak mau berbuat baik." Gumamnya yang mulai ragu untuk pergi.

'Tapi aku hanya seekor kupu-kupu apa yang bisa kulakukan.'pikirnya lagi.

Lama dia berperang didalam pikirannya dan akhirnya Rose memutuskan untuk menuruti kata hatinya dengan mencari pria itu.

Perlahan Rose mulai menelusuri hutan itu lagi hingga akhirnya ia tiba di depan sebuah gua.

"Menurut jejak sih seharusnya laki-laki itu disini sekarang." Rose tampak ragu namun sedetik kemudian keraguannya menghilang saat ia mencium bau amis dari dalam gua itu.

"Ini bau darah, apa dia sudah mati, ah nggak Taulah yang penting di tolong dulu." Rose dengan cepat terbang kedalam dan betapa terkejutnya dia saat menyaksikan pria itu yang sedang terpojok saat melawan beruang madu yang sepertinya pemilik gua ini.

"Laki-laki bodoh ini kenapa dia malah berada disini." Gumam Rose.

Dengan niat yang pasti Rose mencoba membantu pria itu dengan mengganggu beruang itu dengan terbang kesana kemari.

"Nyawaku benar-benar taruhannya kena sekali saja kupastikan aku akan langsung mati !" Teriaknya yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.

Pria itu tampak kebingungan melihat kupu-kupu yang dominan berwarna biru itu membantunya.

"Kupu-kupu itu mencoba untuk membantu ku?" Gumamnya lalu dengan cepat pria itu mengambil pedang dan menusuk beruang itu hingga tewas.

"Huh huh huh kenapa dia lama sekali, dia pikir aku nggak capek apa ngadapin beruang itu tapi syukurlah berarti hutang budiku sudah terbayar lunas." Gumamnya dengan hingga di pundak pria itu.

"Kau sudah menolong ku terima kasih." Ucapnya.

"Wah dia tau terimakasih juga ternyata dan lihat ternyata dia mempunyai lesung pipi astaga tampan 100 tidak 10.000 persen." Teriaknya yang masih dalam mode kupu-kupu itu.

Pria itu terduduk dilantai goa itu tampak kelelahan dengan apa yang telah ia lakukan tadi.

"Namaku Ithel" Dia menyebutkan namanya kepada Rose yang hanya seekor kupu-kupu itu.

Rose hanya diam saja toh jika dia mengatakan namanya pria ini tidak akan bisa mendengarnya.

"Sepertinya aku pernah mendengar nama Ithel tapi dimana ya?" Rose tampak mengingat sesuatu tapi sayang tidak ada yang bisa ia temukan.

"Sepertinya dia haus tapi bagaimana caraku untuk berkomunikasi dengan nya." Rose mulai memikirkan berbagai macam cara untuk berbicara dengan laki-laki itu tapi semua sia-sia saja.

"Habis sudah suaraku berteriak tapi dia tidak mendengar apapun sial." Rose tampak kesal dengan nasibnya kali ini.

"Jika begini aku berharap menjadi gajah saja agar bisa langsung menyeretnya." Gumam Rose dengan kesal.

"Hei kupu-kupu apakah kau mau jadi temanku? tanyanya yang membuat Rose berhenti menggerakkan sayapnya.

"Hahaha aku merasa kau kupu-kupu yang bisa mengerti bahasaku hmm bagaimana jika iya kau menempel di hidungku tapi jika tidak kau dapat menempel di dahiku bagaimana?" Tanyanya. Hal itu tentu membuat Rose lebih terkejut lagi.

"Aku bisa menyentuh pahatan dewa itu sungguh aku mau!!"Gumamnya.

"Aku seperti orang gila ya berbicara dengan hewan hehehe." Ujarnya namun dengan cepat Rose menyentuh dahi pria itu yang membuat mata pria itu membola begitu saja Rose bahkan dapat melihat manik mata pria itu yang berwarna merah seperti Rubi dan juga alis mata tebal milik pria itu.

"Wah dahinya benar-benar mulus tanpa pori-pori!! astaga Jika tau akan begini aku akan mencuci kakiku tadi dengan air tujuh rupa !!." Ujarnya dengan semangat membara.

"Ternyata kau mengerti ya?" Dengan cepat Rose terbang kearah hidung milik pria itu dan jangan tanyakan betapa saltingnya makhluk satu itu.

"Kau benar-benar pintar." Puji pria itu yang langsung meletakan jari telunjuknya di depan hidungnya.

Rose yang memang pintar dengan cepat pindah ke jari telunjuk pria tersebut.

"Aku senang karena aku punya teman sekarang walaupun bukan manusia tapi hewan tapi itu cukup baik." Ujarnya.

'Aku juga senang kok dekat dengan orang tampan.' Pikir Rose yang sudah bahagia sejak tadi.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!