Niko dan celline sepakat untuk tinggal di rumah Celline sehari setelah pernikahan tak terduga mereka itu terjadi.
"Ini rumah gue. Dan lho, tidur di kamar yang tasya tempati dulu" jelas Celline. Sementara Niko hanya mengangguk
Celline melanjutkan langkahnya diikuti oleh Niko. "Ini kamar lho, dan ini kuncinya. Kamar gue ada di atas, jangan panggil gue kalo nggak ada yang penting. Kamar ini mungkin kotor karena Tasya udah lama minggat dari sini. dan Lho bisa bersihin kamar ini sendiri kan?"
Lagi-lagi Niko hanya mengangguk, tubuhnya sangat lelah dan rasa kantuk yang sudah tidak tertahan membuatnya malas untuk berbicara.
"Bagus kalo gitu" ucap celline beranjak menaiki tangga menuju kamarnya.
Setelah Celline hilang dari pandangan, Niko merebahkan dirinya di atas sofa karena terlalu lelah dan ngantuk jika harus membersihkan kamar itu dulu. Terlebih lagi, dia juga tidak membawa pakaian sama sekali untuk di bereskan.
Hari berganti, jam menunjukkan pukul sepuluh pagi. Niko terbangun dari tidurnya.
Setelah nyawanya terkumpul, Niko mengirim pesan ke Celline dan meninggalkan ATM yang kemarin dia siapkan untuk Celline di atas meja. setelah itu dia pergi meninggalkan kediaman Celline.
Sebenernya Niko sedang kekurangan banyak uang untuk membuka kelas balapannya. Tapi, dia sadar harus memenuhi kebutuhan Celline karena Celline adalah tanggung jawabnya sekarang. Walaupun sekarang Celline tidak memintanya.
Celline yang memang sedang memainkan ponselnya langsung membawa pesan dari exsel.
"Gue ada urusan, nanti malam baru pulang. Gue taruh ATM di meja buat lho belanja. Gue rasa uangnya cukup untuk lho satu bulan kedepan. Kalo kurang, bilang aja."
"Jangan pergi keluar rumah, karena wartawan mungkin masih mengincar kita. Dan jika ingin pergi, langsung hubungi gue" isi pesan niko
"Ck, sok ngelarang-larang gue pergi segala, emang lho pikir gue rela gitu nikah sama lho? Nggak usah berlagak sok jadi suami yang baik Deh lho nik, karena sampai kapanpun yang gue cintai hanya alex. Lho itu bodoh Banget sih nik, bisa-bisanya lho nolak nikah sama zhea waktu itu. Padahal lho itu cinta mati sama dia. Andai aja lho nikah sama dia dulu, gue udah bahagia hidup sama Alex dan lho juga bahagia nikah sama zhea. Nggak kayak sekarang! Lho malah rusak rencana gue dan gue malah terjebak nikah sama lho sial!" Umpat Celline
Pukul sebelas malam, Niko baru pulang ke kediaman Celline. Pagar rumah tidak terkunci makanya Niko berhasil masuk ke halaman rumah. Tapi, Niko tidak bisa masuk ke dalam rumah karena rumah terkunci dan Niko tidak memiliki kunci rumah itu. Berulang kali Niko menekan bell dan menelpon . Namun, Celline tidak mengangkat telponnya apalagi membukakan pintu.
"Lho udah tidur? Kalo gitu gue tidur di kos-kosan aja malam ini. Besok pagi baru gue kesini lagi" pesan niko kirimkan ke Celline, Sebelum dia pergi
"TERSERAH!" ucap celline setelah membaca pesan niko. Dia memang belum tidur, dan sengaja tidak membukakan pintu untuk Niko
_____________
Niko bangun pagi-pagi sekali. Dia harus mencari tempat untuk membuka kelas balapannya yang sesuai dengan uang yang dia miliki dan dia juga yang bertanggung jawab menyiapkan pernikahan zhea, exsel, Rio dan Rere.
Seperti yang dia janjikan, Niko kembali ke rumah Celline pagi-pagi dan membawakan makanan. Namun lagi-lagi rumah itu terkunci.
"Mungkin Celline masih tidur. Ini masih sangat pagi. Lebih baik aku letakkan makanan ini di sini saja" ucap Niko lalu beranjak menaiki motornya.
"Ada makanan di depan pintu, setelah bangun di makan. Gue ada urusan, nanti malam. mungkin nanti malam baru pulang" lagi-lagi Niko mengirimkan pesan ke Celline. Walaupun wanita itu tidak pernah membalas pesannya, Niko tetap memberitahu wanita itu jika dia ada pekerjaan
_______________
Hari-hari berlalu. Genap satu bulan pernikahan Celline dan Niko, tapi keduanya tidak pernah ketemu setelah malam kepindahan Niko ke rumah Celline. Niko yang sangat sibuk, membuat dia bekerja dari pagi sampai larut malam untuk menyiapkan dan memastikan pernikahan sahabat-sahabatnya itu sempurna dan tidak ada masalah apapun.
Satu hari sebelum pernikahan mereka, Niko baru bisa mengistirahatkan tubuhnya karena pekerjaannya sudah selesai.
Pukul sepuluh pagi, Niko bersiap-siap kembali ke rumah Celline. Karena Niko selalu pulang larut malam dan Celline yang tidak pernah membukakan pintu untuknya, membuat Niko harus bolak-balik Antara kos-kosannya ke rumah Celline.
Celline yang sedang menonton tv, terkejut melihat kedatangan Niko. Niko duduk di sofa tak jauh dari Celline dan meletakkan makanan yang dia bawa di atas meja.
"Lho udah makan?" Ucap Niko memulai pembicaraan
"Menurut lho?"
"Belum" Niko membuka kotak pizza dan meletakkannya di hadapan Celline "selamat makan" ucapnya
Niko dan celline mulai menyantap makan mereka.
"Besok hari pernikahan Rere dan Rio. Sekaligus pernikahan dokter exsel dan zhea" ucap Niko
Celline tidak peduli dia terus melanjutkan makannya.
"Lho mau datang?" Tanya Niko
Celline menyudahi makannya, dia menatap Niko dengan tatap yang sulit di artikan. "Menurut lho gue harus datang gitu?"
"Gue hanya nanya Cell, siapa tahu lho mau ikut gue kesana"
"Lho nggak takut ngajak gue kesana? Gimana kalo gue buat masalah di pernikahan sahabat-sahabat lho itu?"
"Celline nggak usah keterlaluan yah. Kalo nggak mau ikut ya udah, gue cuma nanya"
Celline yang emosi berdiri kemudian berucap "Cuma nanya lho bilang! Mikir dong nik, selama satu bulan ini gue terkurung di rumah karena lho takut gue di kejar-kejar wartawan. Sementara lho enak-enakan keluyuran di luar, dan sekarang lho ngajak gue ke sana yang mana di sana udah pasti banyak wartawan. Lho gila ya! Atau jangan-jangan lho hanya bohong kalo gue lagi di kejar-kejar wartawan karena lho takut gue bakal hancurin pernikahan zhea dan Alex iya kan?"
Niko ikutan berdiri "gue cuma nanya Cell, nggak usah marah-marah kayak gini. lho bilang mau hancurin pernikahan mereka. Hancurin besok kalo lho bisa, gue yang bakal pastiin itu nggak bakal pernah terjadi. Dan satu hal lagi, gue nggak pernah bohong mengenai wartawan-wartwan itu, jika lho nggak percaya datang saja besok dan kita buktikan apakah gue bohong atau nggak. Dan satu lagi, gue nggak pernah keluyuran Cell, gue yang bertanggung jawab atas pernikahan mereka, karena hanya mereka yang gue punya selama ini dan hanya ini yang bisa gue lakuin untuk membantu mereka"
"Alah udah deh nik. Pada dasarnya di pikiran lho hanya zhea, zhea, zhea dan sahabat-sahabat lho itu. Lho mikir nggak sih gimana bosannya gue selama satu bulan ini di rumah dan nggak ngapa-ngapain. Lho hanya kasih gue kartu nggak guna itu, lho pikir gue butuh uang lho? Nih, ambil kembali" ucap celline melempar kartu itu ke wajah niko
"Lho kan yang buat masalah, jadi tanggung resikonya. Kalo lho tetap ingin keluar, ya keluar tanggung sendiri resikonya nanti. Baik buruknya pandangan orang ke lho nantinya, tergantung dengan sifat yang lho tunjukkin"
"Persetan dengan yang orang pikirin ...!! Gue mau lho talak gue sekarang!"
"Nggak usah mimpi Cell, itu nggak bakal pernah terjadi"
"Mau lho apa sih nik? Gue nggak suka ataupun cinta sama lho. Gue cinta Alex dan lho juga cintanya sama zhea. Seharusnya kita berdua bekerjasama untuk mendapatkan cinta kita"
"Udahlah Cell, gue malas ngomong sama lho. Percuma juga gue jelasin lho nggak bakalan ngerti cinta itu nggak harus memiliki cell" ucap Niko beranjak pergi meninggalkan Celline. Lebih baik dia pergi dari pada perdebatan mereka makin runyam. Karena Celline pasti akan tetap kekeh ingin bercerai dan kembali pada exsel
MW02
Di hari pernikahan zhea, exsel, Rio dan Rere. Niko sibuk memperhatikan setiap yang datang melalui cctv. Dia juga memerintahkan para satpam untuk tidak membiarkan Celline masuk. Tetap saja dia tidak tenang, karena Celline bisa saja melakukan hal gila jika menyangkut exsel.
Hingga Rio mengucapkan ijab kabul, Niko tetap berada di ruangan cctv. Merasa Celline tidak akan datang, Niko beranjak pergi bersiap-siap menuju tempat balapan yang mana Rio, Rere, zhea dna exsel akan melakukan pertunjukan.
Sementara itu di lain tempat, setelah para satpam lengah Celline mengendap-endap masuk ke ruang pernikahan menggunakan seragam pelayan.
Celline menarik nafas lega saat dia berhasil melewati kerumunan. Dia mencari-cari ruangan zhea, karena niatnya adalah merusak gaun pernikahan zhea setelah itu membuat kekacauan dengan mengatakan bahwa dia hamil anak exsel.
Celline Melihat exsel memasuki salah satu ruangan, bibirnya terangkat di balik masker. Namun saat ingin mengikutinya, salah satu satpam mencegahnya.
"Sedang apa kamu di sini? Seharusnya kamu memberi minuman pada para tamu. Kenapa tidak memakai tag nama, dan kenapa kamu memakai masker?" Ucap satpam itu
"Tag nama saya ketinggalan di rumah"
"Ketinggalan di rumah? Bagaimana bisa? Tuan Niko memberikan tag nama itu langsung pada para pelayan Sebelum acara ini di mulai. Kamu mencurigakan, buka maskermu"
"tuan Niko..." Teriak Celline mengalihkan perhatian satpam itu. Dan saat satpam itu menoleh ke arah yang dia tunjukkan, Celline dengan cepat lari dari sana
"Hey, tunggu" ucap satpam itu mengejar Celline.
Celline terus berlari, sehingga kejar mengejar menarik perhatian para tamu undangan, dan ada juga beberapa wartawan mengambil foto mereka.
Celline berhasil keluar dari ruangan itu, Dengan beberapa orang satpam mengejarnya.
Namun kesialan lagi-lagi terjadi pada Celline, langkah kaki membawanya menuju tempat balapan dan tanpa sengaja menabrak Niko. karena dia berlari sambil terus melihat kebelakang.
"Tuan tahan pelayan itu"
Celline yang terjatuh itu buru-buru bangkit dan ingin melarikan diri. Namun, Niko dengan segera menahannya.
Niko memperhatikan wajah cellinenyang tertutup masker itu "CELLINE" bisik Niko ketelinga Celine setelah berhasil mengenali istrinya itu
"Lepas!" Kesal celline
"Lanjutkan saja pekerjaan kalian. Wanita ini biar saya yang urus" ucap Niko
"Baik tuan" ucap para satpam bersamaan lalu pergi.
"Lepas!" Lagi-lagi Celline memberontak. Niko tak menjawab apapun, dia menggenggam erat celline dan menariknya memasuki lift.
"Niko, lepasin gue. Lho udah gila ya!"
"Yang gila itu lho Celline. Ngapain lho di sini?" Bentak Niko
"Yang jelas buat ngehancurin pernikahan zhea dan Alex. Gue nggak terima mereka bahagia di atas penderitaan gue. Dari awal Alex itu milik gue!"
Setelah lift terbuka, Niko menarik Celline ke ruang cctv.
"Udah gue duga lho pasti bakal lakuin hal gila"
"Gue bahkan belum lakuin kegilaan apapun Niko, tapi lho udah nuduh gue sembarangan"
"Niat lho datang ke sini udah nggak baik Celline. Sebaiknya lho tunggu di sini sampai acara selesai" ucap Niko beranjak pergi dan mengunci Celline di sana.
"Niko, Niko buka Niko" teriak Celline menepuk-nepuk pintu
Karena kesal celline merusak semua monitor yang ada di sana "ARGHHHHH. SIALAN LHO NIK!"
_____________
Jam 4 shubuh, setelah memastikan semua orang sudah pergi dan aman. Niko berpamitan pada mama Rere untuk pulang.
Seharian ini sungguh menguras tenaganya, dia kewalahan menghindari para wartawan yang mempertanyakan pernikahannya Dan Celline. Para wartawan penasaran dengan latar belakang Celline dan ketidak hadiran celline di acara itu. Untungnya celline tidak tertangkap oleh para wartawan, sehingga tidak menimbulkan masalah yang akan merugikan wanita itu sendiri. masalah pelayan yang di kejar satpam pun sudah menjadi scandal di media dengan mengatakan bahwa pelayan itu penyusup dan ingin mencuri. Jika saja orang-orang tahu pelayan itu adalah Celline, maka wanita itu akan berada dalam masalah besar. Pernikahan para balapan internasional, profesor hebat dan zhea yang masih dianggap sebagai CEO muda tentu sangat di soroti media. Apapun yang terjadi dp pernikahan mereka, sudah pasti akan menjadi berita viral di media.
Niko membuka pintu ruangan cctv, di lihatnya ruangan itu sangat berantakan dan monitor-monitor yang rusak dan pecah tergeletak di lantai.
Niko mencari keberadaan Celline, ternyata wanita itu tertidur bersandar di meja. Niko menarik nafas lega, namun wajahnya berubah menjadi panik saat melihat telapak kaki Celline yang mengeluarkan banyak darah. Dan wajah wanita itupun sangat pucat.
"Celline, Celline" ucap Niko menepuk-nepuk wajah celline. Niko memeriksa kaki Celline ternyata wanita itu menginjak pecahan kaca dari monitor dan masih menancap di kaki istrinya itu.
"Astaga Celline, apa yang lho lakuin" ucapnya langsung mengendong Celline.
Niko mendudukkan Celline di motornya, kedua tangan celline di letakan melingkar di perutnya dan satu tangannya menahan tangan Celline agar tidak terlepas. Niko melajukan motornya menuju rumah sakit
Keesokan harinya, celline sadar dan mendapati dirinya di rumah sakit.
"Kenapa gue bisa di sini" gumamnya. Sesaat kemudian Celline pun teringat kemarin malam Karen kesal dia merusak smeua monitor yang ada di ruangan itu, dia juga melempari sepatunya ke cermin besar sehingga cermin itu pecah tak berbentuk. Dan kakinya tanpa sengaja menginjak pecahan cermin tersebut. Yang mana Niko mendunganya itu Pecahan monitor.
Celline melihat ke samping, ternyata Niko menunggunya dan sedang tidur di kursi di samping brankarnya.
Niko terlihat sangat kelelahan, terlebih lagi dia tidur dengan posisi duduk yang sudah pasti tidak nyaman. Namun, Celline lebih memilih untuk tidak peduli.
MW03
Hari beranjak siang, Celline ingin ke kamar mandi dia perlahan-lahan mencoba untuk berdiri. Niko yang masih tidur itu pun terbangun ketika Celline hampir saja jatuh dan berpegangan padanya.
"Mau kemana?" Ucap Niko yang masih setengah sadar itu.
Celline tidak menjawab, dengan langkah perlahan-lahan dia menuju kamar mandi. Sementara Niko mengikutinya dari belakang.
"Biar gue bantu" ucap Niko ketika Celline keluar dari kamar mandi
"Nggak usah sok peduli, gue kayak gini juga gara-gara lho!"
Niko memilih untuk diam dan mengikuti langkah Celline.
"Gue mau pulang" ketus Celline setelah kembali duduk di brankar
"Nanti sore dokter bilang udah boleh pulang" ucap Niko. Sebenernya Celline tak perlu sampai menginap di rumah sakit karena kaki Celline luka tidak terlalu dalam. Namun Niko yang merasa bersalah telah mengurung Celline di ruang cctv memutuskan untuk wanita itu tetap di rawat
"Gue mau pulang sekarang!"
"Gue bayar administrasinya dulu" ucap Niko mengalah dan beranjak pergi.
Karena bosan Celline menyalakan tv karena ruangannya adalah ruangan VVIP. Semua saluran tv menanyakan pernikahan Rio, Rere zhea dan exsel. Niko juga menjadi sorotan karena menghindari wartawan dan tidak membawa istrinya. Celline juga masuk pemberitaan dengan menjadi pelayan yang di kejar-kejar satpam.
"Kita berdua sama-sama menderita dari pernikahan ini nik. Jika lho nggak mau nalak gue, gue yang akan gugat cerai lho. Lho itu orang yang baik, dan gue nggak mau terus menerus kayak gini sama lho" gumam Celline mematikan tv.
"Ayo kiya pulang" ucap Niko
Celline hanya mengangguk, Niko pun membantu celline. Kali ini Celline tak menolaknya.
Saat berada di parkiran, ternyata ada beberapa fans Niko di sana dan mengerumuni mereka.
"Kak Niko kenapa ada di sini? Apa Kakak sakit?"
"Kak Niko masih memakai pakaian yang sama di pernikahan zhea, profesor exsel dan Rio, Rere. Apa kak Rio belum pulang ke rumah?"
"Kak Rio terlihat sangat kelelahan"
Pertanyaan dari para fans bertubi-tubi.
"Saya tidak apa-apa, TERIMAKASIH atas perhatiannya"
"Ini istri dadakan kak Niko? Masih kalah cantik sama kak Rere dan kak zhea"
"Benar banget tuh. Pakai cara kotor buat nikahin idola kita"
Celine yang mendengar itupun menjadi emosi. Niko mengenggam tangan Celline agar Celline tak membuat masalah.
"Tolong perhatikan ucapan kalian. Sekarang dia istri saya, jika kalian benar-benar mengidolakan saya kalian pasti juga bisa menghormatinya kan?" Ucap Niko
"Kak Niko keren banget. Beruntung banget tuh cewe bisa dapetin kak Rio"
"Kalo nikahin kakak dengan memperlihatkan tubuh dan semudah itu, udah dari dulu aku lakuin agar kakak menikahiku"
Niko hanya tersenyum masam mendengar ucapan para fansnya.
"Kak Niko boleh minta foto nggak?"
"Tolong jangan ambil foto apapun untuk saat ini. Permisi" ucap Niko buru-buru menghidupkan motornya dan beranjak pergi dari sana. Sebelum para fansnya Mengambil foto-fotonya dan Celline. Bukannya Niko tidak ingin wajah celline terlihat di media, namun ini demi kebaikan wanita itu.
Sesampainya di rumah, Niko memapah Celline ke kamarnya. "Yang terjadi tadi jangan terlalu di pikirin" ucapnya saat celkine sudah duduk di ranjang
"Kenapa? Lho takut gue kepikiran terus depresi? Heh, Jangan harap!"
"Baguslah kalo gitu. Inilah alasannya gue ngelarang lho keluar"
Celline memutar bola matanya malas.
"Gue pergi dulu ada urusan, nggak lama kok"
"Hem"
Niko pergi ke kos-kosannya. Dia mandi untuk menyegarkan tubuh yang terasa sangat lengket. Sebenernya dia bisa saja mandi di rumah Celline jika kunci kamar yang Celline berikan padanya tidak hilang, entah bagaimana dia menghilangkan kunci itu. Seingatnya malam itu dia tidur di sofa, dan menyimpan kunci itu di kantong jaketnya
Seusai mandi dan berpakaian, Niko pergi ke restoran membeli makanan terlebih dahulu sebelum kembali ke rumah Celline.
"Cell, ini gue bawain makanan" ucap Niko mengetuk-ngetuk pintu kamar Celline
"Masuk aja" teriak Celline dari dalam. Niko pun membuka pintu dan melangkah masuk kedalam.
Niko mengeluarkan makanan dan minuman dari dalam plastik.
"Lho baru selesai mandi? Rambut lho masih basah"
Niko hanya mengangguk
"Lho nggak jadi keluar?"
"Udah balik Cell, kan gue bilang bentar doang"
Celline hanya mengangguk. Tanpa bicara lagi keduanya makan dengan keheningan.
Tiba-tiba ponsel Niko berdering, melihat nama Rio yang tertera di layar. Niko langsung menjawab panggilan itu
" Ada apa?"
".........."
"Oke. Kalian tunggu aja di sana. Gue yang akan antar kalian ke bandara besok" ucap Niko dan panggilan pun terputus
"Besok pagi gue akan ngantar mama papa, Rere Rio, zhea dan dokter exsel ke bandara. Mereka akan pergi honeymoon"
Mendengar exsel akan honeymoon dengan zhea membuat hati Celline terasa tercabik-cabik. Membayangkan mereka bermesraan berdua dan melakukan hal lebih lainnya. Padahal keduanya sudah menikah 2 tahun yang lalu, namun rasa sakit, kecewa, cemburu selalu saja datang ketika mendengar ataupun melihat exsel bersama zhea.
"Gue nggak nanya" ucap celline ketus dan menyudahi makannya
"Gue hanya cerita Cell. Gue juga mungkin akan pulang larut malam besok"
"Terserah! Gue mau istirahat" ucap celline merebahkan dirinya
"Istirahatlah, obatnya jangan lupa di minum" ucap Niko membereskan sisa makanan mereka kemudian keluar dari kamar Celline.
Niko merebahkan tubuhnya ke sofa dia memikirkan bagaimana dia dan Celline kedepannya. "Gue tahu lho tertekan dengan semua ini Cell, Gue juga sama kayak lho. Kalo aja kita nggak nikah waktu itu, mungkin ceritanya akan berbeda. Tapi, jika pernikahan itu tidak terjadi, gue takut lho bakal lakuin hal yang gila cell. Jika waktu itu lho benaran tidur sama dokter exsel masa depan lho akan lebih hancur lagi dari Sekarang. Lho mungkin makin tergila-gila mengejar dokter exsel. Lho bakal di hina sana sini sama penggemar zhea. Nggak hanya itu, lho, zhea dan dokter exsel akan sama menderitanya. Maaf, demi kebahagiaan zhea dan dokter exsel lho harus ngorbanin perasaan dan terluka. Gue hanya nggak ingin hidup lho sia-sia dan harga diri lho hancur dengan terus-menerus mengejar suami orang. Lho itu orang yang pintar dan berprestasi Cell, lho juga kelulusan luar negeri. Gue nggak mau hasil belajar lho selama di Amerika hancur hanya karena cinta lho ke dokter exsel. Hidup lho udah berat, kerja demi untuk bertahan hidup dan membayar biaya kuliah. Walaupun lho mendapat beasiswa, itu Hanya membantu separuh biaya yang harus di keluarkan"
"Gue nggak tahu apa yang harus gue lakukan sama lho di masa depan. Lho benar, cinta itu sama sekali nggak ada diantara kita. Atas ijab yang udah gue ucapin waktu itu, gue Janji akan jagain lho seperti gue jagaian zhea selama ini. Jika lho udah nggak cinta lagi sama dokter exsel dan lho udah nemuin laki-laki yang lho cintai gue akan lepasin lho seperti yang lho mau" ucap Niko lalu memejamkan matanya.
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!