NovelToon NovelToon

KING GULF

Chapter 01

Kerajaan Traipipattanapong adalah sebuah kerajaan yang terlihat sangat makmur, namun tidak demikian. Selama lima tahun terakhir, kerajaan dipimpin oleh raja yang baru Gulf Kanawut. Raja yang kejam, kesalahan kecil bisa mengirimmu langsung ke neraka.

Rakyatnya sendiri tidak mencintai sang raja layaknya kerajaan lain. Mereka menilai raja Gulf tidak seperti raja sebelumnya, apalagi setelah kejadian yang membuat kerajaan hampir hancur.

"Penggal kepalanya" Ucap Gulf di singgahsananya. Beberapa pengawal langsung menarik orang yang terus memberontak meminta untuk dilepaskan. Seseorang langsung menghampiri Gulf.

"Bukankah kau terlalu kejam?" Ucap Bright yang merupakan salah satu orang kepercayaannya dan juga sahabatnya yang paling dekat.

"Kau tidak tahu? Dia bukan hanya seorang berandalan, tapi juga seorang mata-mata kerajaan lain"

"Darimana kau tahu?"

"Aku mencari tahunya sendiri" Ucap Gulf.

"Lagi? Kau mempunyai ribuan pengawal yang bisa kau perintahkan untuk menyelidiki"

"Bright. Kau tidak ingat? Bukan hanya kerajaan lain yang menginginkan nyawaku, tapi orang-orang dalam kerajaanku pun menginginkan aku segera mati"

"Sampai kapan kau tidak bisa mempercayai orang-orang? Mereka rakyatmu. Kau harus mempercayainya"

"Bright aku lelah. Sebaiknya aku pergi ke kamarku. Jika ada apa-apa kau langsung beritahu aku" Gulf langsung pergi meninggalkan Bright yang tidak bisa berkata lagi.

Di tempat lain seorang pria tengah berlarian di tempat yang ramai dengan banyak orang-orang. Tidak ada yang tahu mengapa pria itu berlarian membuat kesal semua orang karena ia beberapa kali menabrak orang-orang. Namun dalam pandangan pria itu dia tengah mengejar seorang vampire yang tengah berkeliaran dan membunuh beberapa orang.

Sampai disebuah lapangan luas vampire itu menghentikan larinya dan berbalik berniat untuk melawan, walaupun sebenarnya ia sedikit gugup karena lawannya adalah seorang pemburu.

Mew Suppasit merupakan seorang pemburu vampire. Beberapa vampire telah berhasil dia bunuh dan kini seperti biasa tugasnya untuk melenyapkan seorang vampire lagi.

Mew merapalkan sebuah mantra kuno yang langsung mengunci pergerakan vampire itu yang hendak menyerangnya. Mew menampilkan smirknya dan dalam hitungan detik pedangnya langsung menusuk tepat di bagian dada vampire itu.

Mew kembali ke sebuah mansion di tengah hutan setelah melakukan tugasnya. Ia langsung menuju ke sebuah taman besar, beberapa orang menyambutnya. Mew mendekati seseorang yang tengah sibuk dengan bukunya dan segera duduk disampingnya.

"Lihat, bahkan kau belum selesai dengan bukumu itu" Ucap Mew.

"Baiklah. Kau tidak pernah mengecewakan" Ucap Mile yang merupakan pemimpin dari para pemburu di mansion itu.

"Jadi bagaimana dengan permintaanku?" Tanya Mew bersemangat.

"Tentu. Tapi tidak malam ini"

"Apa? Kau sudah berjanji akan membiarkan aku minum malam ini" Mew langsung menekuk wajahnya karena kesal.

"Aku tahu. Besok malam kau boleh, tapi untuk malam ini aku punya tugas untukmu. Aku tidak mungkin membiarkan kau melakukan tugas saat kau mabuk bukan" Mew langsung terlihat serius.

"Tugas apa?"

"Ayo sebaiknya kita bicarakan di ruanganku"

Mile menyerahkan 2 foto, Mew langsung mengambilnya.

"Siapa mereka?"

"Ini Off dia seorang vampire dan ini Ken dia manusia. Aku mendengar beberapa kasus di bagian barat, banyak orang-orang yang terbunuh dan kematiannya disebabkan karena kehabisan darah dan juga mayat-mayat yang ditemukan sudah tidak dikenali lagi. Beberapa orang melihat Ken yang membunuh orang-orang itu, tapi menurut orang kita Ken bersama seorang vampire. Aku ingin kau menangkapnya malam ini" Jelas Mile yang dijawab sebuah anggukan dari Mew.

"Baiklah aku akan pergi malam ini"

Gulf memasuki sebuah ruangan rahasia dikamarnya dan langsung berganti pakaian, malam ini dia akan kembali keluar untuk mencari tahu sesuatu.

Jalanan saat malam hari begitu sepi, hanya beberapa orang yang masih berlalu lalang di jalanan. Gulf berjalan ke sebuah gang dan ada beberapa bercak darah yang ia lihat, hingga seseorang berdiri di depannya. Tak terlihat siapa orang itu karena suasana yang sangat gelap. Gulf mendekati orang itu, namun ia merasa seseorang mengawasinya dari jauh dan detik itu juga mendekatinya dengan sangat cepat. Gulf berbalik untuk melihat sesuatu yang mendekatinya dengan cepat, namun langsung melewatinya dan orang yang tadi terdiam pun ikut menghilang.

"Sial! Siapa mereka?" Ucap Gulf kesal. Ia memejamkan matanya erat, berharap kemampuan yang dimilikinya bisa berguna. Gulf membuka matanya dan ia pun langsung bisa melihat didalam kegelapan. Dengan kemampuannya, ia bisa melihat bekas darah dengan begitu jelas walaupun kondisi tempat itu sekarang sangatlah gelap dan orang yang baru saja meninggalkannya ternyata tengah mengawasinya dari atas bangunan-bangunan tinggi.

"Sial! Siapa orang itu?" Ucap Off melihat Gulf yang tengah menatapnya.

"Bukankah dia hanya seorang manusia? Kenapa kita harus kabur darinya?" Tanya Ken. Off terdiam, tubuhnya sedikit gemetar melihat Gulf.

"Dia memiliki aroma yang aneh" Ken menahan tawanya.

"Kenapa kau terlihat ketakutan?"

"Akkh-" Off mengerang kesakitan di lehernya dan membuat Ken panik.

"Hey Off ada apa denganmu?" Off berusaha pergi menjauh, Ken pun hanya bisa mengikutinya. Gulf kehilanganya dan penglihatannya pun kembali seperti semula. Ia pun berlari kearah lain berharap dapat mengejarnya, namun karena terfokus melihat ke atap-atap bangunan, ia tak sengaja menabrak seseorang membuatnya hampir tersungkur namun berkat orang itu yang bisa menahannya sehingga ia pun tidak merasakan sakit.

"Kau tidak apa-apa?" Ucap Mew. Gulf melihat orang yang ditabraknya. Sedikit terkejut karena ia takut orang ini mengenalnya sebagai seorang raja.

"Aku tidak apa-apa" Gulf berniat langsung pergi, namun Mew menahan tangannya.

"Kau bisa melihatnya?"

"Apa maksudmu? Aku tidak melihat apa-apa. Lepaskan" Ucap Gulf melepaskan paksa tangan Mew dan langsung pergi. Mew hanya melihat kepergian Gulf, ia merasa ada yang aneh dengan auranya. Ia pun tidak terlalu mempedulikannya dan memutuskan untuk fokus dulu dengan tugasnya.

Di tempat lain Off masih memegang lehernya yang terasa sakit. Ia berpikir bagaimana bisa seseorang yang menatapnya dari jauh seperti tengah menatapnya dari dekat sembari mencekik lehernya.

"Kau yakin tidak apa-apa?" Tanya Ken.

"Hmm. Sebaiknya malam ini kita tidak melakukannya" Ucap Off. Ken pun hanya bisa mengiyakan permintaan Off.

"Kalian tidak akan melakukannya?" Ucap Mew yang sudah ada beberapa meter di depan Off dan Ken. Off yang terkejut langsung bersiap untuk menyerang, sedangkan Ken yang berusaha untuk kabur.

Mew berlari mendekati Off sembari merapalkan beberapa mantra kuno. Off berhasil menghindari lingkaran yang dapat mengekangnya. Mew berbalik melihat Off, namun ia mengejar Ken terlebih dahulu karena ia seorang manusia, mantra yang dia punya tidak akan mempan padanya. Dengan kecepatannya Mew menyusul Ken, menarik kerah belakang bajunya hingga Ken tertarik dan langsung terjatuh. Off yang akan menolong Ken mendekati Mew dengan cepat, Mew yang terlalu fokus pada Ken menatap terkejut Off yang sudah di dekatnya. Tidak ada waktu lagi untuk menyelamatkan diri dengan kecepatan Off yang akan menyerangnya

“Mati kau!” Ucap Off dengan smirknya.

Chapter 02

Gulf berjalan mencari keberadaan Off dan Ken. Dengan kecepatan keduanya Gulf tidak mampu mengejarnya. Lewat sebuah gang, Gulf melihat seseorang yang tengah sibuk entah melakukan apa. Gulf mendekatinya dan saat itu juga orang itu terkejut melihat Gulf.

"Tidak! Aku... Aku Hanya sedang membersihkan ini sungguh" Ucap orang itu tampak gugup. Gulf cukup terkejut dengan apa yang orang itu bereskan, ia melihat 2 mayat yang tubuhnya sudah tidak utuh.

"Tuan kau lihat aku bawa kantong jenazah sendiri"

"Yah terserah. Apa kau melihat dua orang lewat sini? dia bisa berlari sangat cepat" Orang itu tampak lega Gulf tidak terlalu mempedulikannya.

"Oh aku tadi melihat orang-orang berlarian di atap. Mereka menuju ke arah sana" Gulf melihat ke arah yang orang itu tunjuk dan kembali menatapnya.

"Jangan lupa untuk memberikan mayat itu pada pihak berwenang"

"Akan aku lakukan!" Ucapnya membungkuk hormat. Gulf pun langsung pergi sesuai petunjuk yang di berikan. Orang itu melihat kepergian Gulf.

"Siapa dia? Kenapa sangat menakutkan" Gumamnya.

...****************...

Gulf mendengar suara gaduh, ia pun langsung mendekatinya dan melihat orang yang ditabraknya tadi sedang bertarung dengan Off. Gulf berlari secepatnya ketika Off akan menyerang Mew.

Mew yang terlalu fokus pada Ken menatap terkejut Off yang sudah di dekatnya, namun seketika itu juga ia terjatuh karena sayatan di perutnya. Mew melihat disampingnya Gulf yang baru saja mengayunkan pedangnya pada perut Off. Tanpa berpikir yang lain, Mew langsung memberikan lingkaran pengekang sehingga Off tidak bisa bergerak, begitupun Ken yang sudah di ikatnya dengan erat.

"Terimakasih kau menolongku" Ucap Mew mendekati Gulf yang tengah melihat Off dan Ken.

"Siapa kau?" Tanya Gulf.

"Oh aku Mew Suppasit. Dan kau?" Mengulurkan tangannya, namun Gulf sama sekali tidak mempedulikannya.

"Tidak maksudku kau seorang prajurit atau apa?" Mew menghela nafasnya, menurunkan kembali tangannya.

"Kau bahkan tidak menjawab pertanyaanku" Gulf menatap Mew kesal karena pertanyaannya tidak di jawab dan ia tidak mungkin bilang jika dia adalah Gulf Kanawut seorang raja negeri ini.

"Type. Jadi kau?"

"Aku seorang pemburu vampire. Kau bisa melihatnya bukan?" Ucap Mew menunjuk Off yang tak sadarkan diri.

"Vampire? Mereka vampire?"

"Tidak. Ken manusia sedangkan Off adalah seorang vampire"

"Kau bercanda? Vampire itu hanya dongeng" Mew sedikit bingung Type bisa melihat vampire tapi tidak percaya vampire itu ada.

"Tidak. Itu nyata, kau bisa melihatnya sendiri bukan. Dan kau? Bagaimana denganmu? Kau.... Seorang pemburu?" Gulf tampak berpikir keras.

"Bukan" Mew mengerutkan dahinya penasaran, pasalnya saat seorang vampire menyembunyikan keberadaannya, hanya para pemburu yang dapat melihatnya karena mereka dibekali kekuatan yang hanya diberikan pada pemburu.

"Bukan? Tapi kau bisa melihat vampire ini tadi?"

"Apa salahnya jika aku bisa melihat mereka?" Mew mulai mencurigai Gulf.

"Tidak. Senang bisa mengenalmu. Tapi aku harus membawa mereka jadi aku pergi dulu" Gulf hanya mengangguk.

"Semoga kita bisa bertemu lagi" Ucap Mew yang langsung pergi.

...****************...

Gulf kembali ke kamarnya, ia sedikit terkejut karena Bright berada di dalam kamarnya.

"Kenapa kau ada disini?" Ucap Gulf.

"Sudah kukira kau pergi lagi. Apalagi sekarang? Apa yang kau cari tahu?"

"Aku mendengar banyak orang terbunuh dengan tragis. Jadi aku kesana untuk melihat langsung"

"Baiklah. Dengar, kau bisa menyuruhku jika kau tidak percaya orang lain"

"Tugasmu sudah cukup banyak. Kau tenang saja aku masih bisa mengurusnya" Bright hanya menghela nafasnya mengangguk dan melangkah untuk meninggalkan kamar Gulf. Ia harus mengalah lagi karena Gulf pasti memiliki ribuan jawaban untuk menyangkalnya.

"Bright, apa kau tahu tentang para pemburu?" Bright menghentikan langkahnya dan kembali berbalik menatap Gulf.

"Pemburu?"

"Eum. Pemburu para vampire"

"Vampire? Kau sedang berbicara tentang dongeng vampire?"

"Tidak. Ini nyata bukan dongeng" Gulf melihat Bright yang sepertinya tidak mengetahui apa yang tengah dibicarakan.

"Lupakan. Pergilah" Ucap Gulf menyerah melihat Bright yang hanya terdiam.

"Apa yang kau maksud pemburu yang ada di tengah hutan? Mereka hanya pemburu biasa, mereka memburu binatang liar dan menjualnya di pasar"

"Ada kelompok pemburu di negaraku?"

"Tidak, tempat mereka ada diperbatasan di tempat yang tidak masuk dalam kerajaan manapun. Seperti mereka memiliki tanah sendiri"

"Bukankan itu aneh untuk sekelompok pemburu biasa?" Ucap Gulf. Bright pun terdiam berpikir.

"Besok kau selidiki para pemburu itu, dan juga seseorang yang bernama Mew Suppasit"

"Siapa dia?"

"Salah satu pemburu. Aku bertemu dengannya tadi" Bright mengangguk.

...****************...

"Kapan kau kembali?" Tanya Mile yang melihat Mew mendekatinya.

"Tadi malam. Oh ya dan aku bertemu seseorang" Mile melihat Mew.

"Dia memiliki aura yang aneh dan juga dia bisa melihat vampire tapi dia mengatakan bukan seorang pemburu. Bukankah itu aneh? Phi apa selain kita, ada pemburu vampire lainnya?" Mile berpikir terdiam.

"Itu mungkin saja. Kau yakin dia bukan seorang pemburu? Mungkin saja dia hanya tidak mengakuinya. Hanya pemburu yang bisa melihat para vampire" Mew mengangguk berjalan untuk pergi.

"Kau mau kemana?" Tanya Mile dan Mew mengisyaratkan untuk minum.

"Hei! Ini masih siang eoh" Ucap Mile yang tidak dipedulikan Mew.

Seorang penasehat kerajaan memberikan sebuah berkas pada Gulf.

"Ini daftar nama korban yang terbunuh berikut dengan pelakunya" Ucap Weir.

"Cukup cepat kau bisa menemukan bersama pelakunya" Sindir Gulf. Weir hanya membungkuk hormat. Gulf meliriknya tidak suka, ia sangat tahu jika Weir tidak berpihak padanya.

"Yah aku rasa kau bisa membereskan kasus ini sendiri bukan? Kau bisa mengirimkan bantuan pada para keluarga korban. Pergilah" Tanpa banyak bicara Weir pun pamit pergi.

"Apa Bright sudah pergi?" Tanya Gulf pada pelayannya.

"Tuan Bright sudah pergi tadi pagi yang mulia"

...****************...

Malam hari Gulf berjalan di sekitar taman kerajaan, mencoba merefreshing otaknya yang lelah bekerja seharian, namun pikirannya masih tertuju pada Off dan Ken. Ia sangat ingin bicara pada mereka berdua terutama Off. Ia berpikir mungkin Off akan tahu mengenai kekuatan yang dia miliki. Lagipula dia masih bertanya-tanya apakah Off memang seorang vampire.

"Yang mulia kenapa masih diluar?" Ucap Bright yang baru datang.

"Oh Bright kapan kau kembali?"

"Baru saja dan aku langsung kesini, melihatmu yang tampak gelisah. Kenapa?"

"Aku baik-baik saja. Bagaimana penyelidikannya?"

"Hah... Maafkan aku, tidak banyak yang bisa aku dapat padahal aku menunggu disana seharian. Tidak ada yang aneh ketika aku kesana, aku melihat beberapa orang yang memang sedang berburu binatang liar. Tapi jika dipikirkan untuk kelompok pemburu, terlalu banyak yang menjaga tanah itu, sampai aku pun tidak bisa masuk dan hanya mengawasi dari perbatasan. Apa menurutmu memang mereka itu ada?"

"Siapa?"

"Vampire"

"Aku juga tidak tahu itu. Oh ya aku ingin berbicara dengan tahanan mereka. Off dan Ken. Sebaiknya aku kirim kau dengan surat resmi. Besok kau bawa kedua tahanan itu padaku"

"Tapi dua orang itu tahanan mereka. Bagaimana mungkin kita bisa membawanya?"

"Mereka adalah pelaku yang membunuh rakyatku. Wajar saja jika kita yang menangani kasusnya" Bright pun mengangguk.

"Oh ya dan juga jika mereka menanyakan dari mana kita tahu, kau bisa katakan jika ada salah satu rakyat kita yang memberikan informasinya dan orang itu yang membantu penangkapannya" Walaupun sedikit tidak mengerti, Bright hanya mengangguk dan segera pergi.

...****************...

Seperti biasa saat pagi hari Mile menikmati suasana hutan yang sejuk dengan ditemani secangkir kopi panas.

"Tuan utusan dari kerajaan Traipipattanapong datang mencarimu" Mile menyimpan cangkirnya dan mengangguk menandakan ia memperbolehkan mereka masuk.

...****************...

"Maaf sebelumnya kami datang tanpa pemberitahuan. Tapi raja kami mendengar jika kalian menangkap pelaku dari pembunuhan yang terjadi di kawasan kami" Ucap Bright.

"Darimana kalian mendapat informasi itu?"

"Salah satu rakyat kami bersaksi jika dia membantu seorang pemburu menangkap pelaku pembunuhan itu. Jadi kami ingin mengambil alih, karena ini berhubungan dengan rakyat kami"

"Siapa?"

"Maaf soal itu kami tidak bisa mengatakannya. Orang yang memberikan kami informasi tidak ingin disebutkan namanya dan kami sangat menghargai privasi seseorang. Jadi maaf kami tidak bisa memberitahu anda" Mile hanya mengangguk.

"Boleh aku berbicara dengan orang-orangku dulu?" Ucap Mile. Bright pun hanya mengangguk mempersilahkan.

...****************...

Mile kembali ke ruangannya menunggu seseorang, tak lama kemudian Mew datang dengan wajah yang terlihat lesu karena bangun tidur.

"Ada apa Phi kau memanggilku? Kepalaku masih terasa pusing" Ucap Mew yang masih berusaha membuka matanya.

"Katakan siapa yang membantumu menangkap Off dan Ken?" Tanya Mile yang terlihat sangat serius, Mew yang mendengar nada suara Mile pun langsung berpikir.

"Type"

"Kau bilang padanya tentang vampire dan para pemburu?" Mew hanya mengangguk merasa bersalah, karena tidak seharusnya dia memberitahu kalau dia seorang pemburu vampire pada orang asing.

"Maafkan aku. Sudah kubilang dia memiliki aura yang aneh, dan juga dia bisa melihat vampire, aku kira dia seorang pemburu juga jadi aku bilang padanya" Mile menghela nafasnya sedikit berat.

"Dengar. Utusan dari kerajaan Traipipattanapong datang ingin membawa keduanya. Sebaiknya kau ikut dengan mereka aku ingin kau menemukan orang itu dan cari tahu informasinya" Mew pun mengangguk mengerti.

...****************...

Mile kembali bersama Mew.

"Maaf menunggu lama. Aku bisa saja menyerahkan kedua tahanan itu. Oh ya ini salah satu orangku Mew Suppasit aku ingin dia ikut bersama kalian untuk mengawasi kedua tahanan itu. Bagaimana?" Ucap Mile. Bright menatap Mew, ia tidak menyangka jika pertemuannya dengan Mew secepat ini.

"Boleh aku menanyakan sesuatu?" Tanya Bright yang langsung diizinkan oleh Mile.

"Setahuku kalian hanya kelompok pemburu biasa. Tapi kenapa kalian menangkap dan menahan kedua orang itu?"

"Ya kami hanya pemburu binatang liar dan menjualnya ke pasar di beberapa kerajaan. Tapi untuk yang satu ini, kami memiliki sedikit masalah dengan mereka jadi kami menangkapnya" Ucap Mile.

"Baiklah kau boleh mengirimnya untuk ikut. Kalau begitu boleh kita membawanya sekarang?" Mile pun langsung menyuruh bawahannya untuk membawa Off dan Ken.

...****************...

Dalam perjalanan menuju kerajaan, Mew sesekali melirik Bright yang fokus pada jalanan. Ini pertama kalinya dia akan memasuki sebuah istana kerajaan, ia sangat terkagum dengan suasana yang begitu mewah banyak orang yang sibuk kesana kemari.

"Pelayan akan mengantarmu ke kamar yang sudah disiapkan" Ucap Bright.

"Bagaimana dengan tahanannya?"

"Kami akan membawa mereka ke ruang bawah tanah, kau bisa melihatnya nanti"

"Aku harus ikut. Hanya jeruji besi masih bisa membuat keduanya lolos"

"Apa maksudmu?"

"Salah satunya adalah vampire, sangat mudah untuknya meloloskan diri. Jadi aku harus menambah beberapa mantra agar mereka tidak bisa lolos"

"Vampire?" Bright rasanya ingin menolak untuk percaya tapi memikirkan Gulf akhir-akhir ini sering menyinggung soal vampire, ia pun menanggapi Mew.

"Aku tahu kau pasti tidak percaya. Tapi aku harus menambahkan beberapa penghalang"

"Yah walaupun aku tidak mengerti, tapi... Ya kau boleh ikut"

...****************...

Selesai dengan tugasnya membuat pengahalang, Mew pun pergi menuju kamarnya diantar oleh seorang pelayan. Sembari berjalan menuju kamarnya, Mew melihat sekelilingnya, seketika langkahnya terhenti karena ia melihat seseorang.

Chapter 03

Off dan Ken yang tak sadarkan diri di masukkan ke dalam penjara, Mew pun menyuruh orang-orang memberikannya ruang. Bright menurutinya, walaupun terlihat sedikit aneh untuknya. Mew mulai dengan membaca beberapa mantra untuk membuat penghalang. Bright hanya tertegun, ini pertama kalinya ia melihat hal seperti ini.

...****************...

Penghalang pun terpasang, tak terlihat oleh Bright dan yang lainnya, namun Off yang seorang vampire akan merasakannya jika ia memaksa untuk keluar.

"Sudah selesai?" Tanya Bright.

"Ya. Semuanya sudah aman, hanya aku yang bisa membukanya dan jika Off memaksa keluar, penghalang ini bisa menyakitinya" Bright pun hanya mengangguk.

"Terimakasih sudah membantu, kalau begitu kau bisa ke kamarmu untuk istirahat. Pelayan akan mengantarmu" Mew pun mengangguk dan langsung mengikuti seorang pelayan.

...****************...

Mew melihat sekelilingnya, rasanya ia tidak pernah bosan melihat keindahan istana ini. Seketika langkahnya terhenti karena ia melihat seseorang yang seperti ia kenal.

"Tuan sebelah sini" Ucap pelayan mengalihkan perhatiannya.

"Ah ya" Mew melihat ke arah tadi, namun orang itu tidak terlihat lagi.

...****************...

Tengah malam Gulf mendatangi ruang bawah tanah ditemani Bright disampingnya.

"Kau yakin dia seorang vampire? Aku merasa dia seperti manusia biasa"

"Aku juga tidak tahu. Ini pertama kalinya ada yang bilang kalau vampire itu ada"

"Oh ya dan juga aku membawa orang yang bernama Mew Suppasit kesini" Ucap Bright yang langsung mendapat tatapan terkejut dari Gulf.

"Kau membawanya kesini?"

"Ya. Mereka ingin ada seseorang yang mengawasi Off dan Ken. Lagipula bukankah lebih mudah untuk mengawasinya jika dia disini? Dan juga dia memasang penghalang di penjara ini, dia bilang jika Off memaksa keluar maka penghalang ini bisa menyakitinya " Gulf sedikit gugup, pasalnya ia tidak memberitahu dirinya yang sebenarnya. Off tampak bergerak tanda ia terbangun.

"Baiklah. Sebaiknya kau pergi dulu" Ucap Gulf dan langsung dituruti Bright yang langsung pergi.

Off membuka matanya dan ia sangat terkejut melihat orang yang bisa membuat tubuhnya bergetar. Off menghilangkan keberadaannya, namun tidak ada reaksi dari Gulf. Off sedikit panik karena tatapan Gulf membuatnya sedikit takut.

"Siapa kau?" Tanya Off.

"Kau tidak tahu aku siapa? Aku raja kerajaan ini" Off menahan tawanya.

"Benarkah? Kau raja Gulf Kanawut? Hahaha aku dengar raja disini seorang pembunuh. Bukankah artinya kita sama?" Ucap Off yang menyulut emosi Gulf, ia mengepalkan tangannya mencoba menahan emosinya.

"Kau seorang vampire?" Off mengerutkan dahinya bingung.

"Menurutmu?"

"Aku tidak percaya vampire itu ada, tapi melihatmu... Aku tidak mengerti, kau terlihat seperti manusia. Apa vampire memang seperti ini?"

"Aku manusia" Ucap Off asal. Mendengar Off menyebut dirinya manusia, Gulf merasa kurang cocok dengannya.

"Benarkah? Tapi aku rasa kau mempunyai kekuatan"

"Apa maksudmu?"

"Kau terlalu cepat untuk seorang manusia"

"Memangnya kenapa? Kau sendiri mempunyai kekuatan bukan?" Off memperhatikan Gulf yang terlihat kebingungan.

"Kau benar. Tidak banyak yang tahu, tapi aku memilikinya. Setelah melihat kau dan pemburu itu aku rasa memang manusia yang memiliki kekuatan itu memang ada"

"Kau bercanda? Selama ini kau berada di belahan bumi mana? Manusia yang memiliki kekuatan hanya para pemburu. Apa kau seorang pemburu?"

"Bukan"

"Lalu kau seorang vampire?" Gulf mengerutkan dahinya.

"Aku manusia" Tiba-tiba Off tertawa meremehkannya.

"Baiklah lupakan. Aku cukup terkejut hal yang pertama kau tanyakan adalah aku vampire atau bukan. Aku kira kau akan menanyakan tentang pembunuhan itu" Gulf ingin menjawab namun Off dengan cepat kembali berbicara.

"Oh aku lupa. Kau juga seorang pembunuh, jadi hanya beberapa rakyatmu yang terbunuh tidak akan mempengaruhi apapun untukmu hahaha. Aku benar bukan?" Gulf tentu saja kesal ia memegang gagang pintu penjara berusaha membukanya, namun tidak berhasil, malah telapak tangannya menjadi melepuh. Gulf menatap tangannya dan juga Off bergantian. Off masih tertawa cukup puas. Gulf yang kesal pun langsung pergi.

...****************...

Di dalam kamarnya Gulf menatap tangannya yang terasa sakit. Ia pun membalut tangannya setelah di obati.

...****************...

Pagi-pagi sekali Bright mengambil beberapa buku yang akan diantar ke ruang kerja Gulf. Tidak terlalu banyak yang ia bawa karena Gulf meminta buku yang berhubungan dengan vampire. Ia pun hanya mengambil yang bisa ia temukan. Dalam perjalanannya, Bright berpapasan dengan Mew.

"Sepertinya kau sibuk. Butuh bantuan?" Ucap Mew menghentikan Bright.

"Tidak perlu. Apa yang kau lakukan disini?"

"Yah aku bosan di dalam kamar, jadi aku jalan-jalan" Mew melihat beberapa buku yang di bawa Bright.

"Buku vampire?"

"Ya. Yang mulia ingin aku membawanya ke ruang kerjanya"

"Bagaimana dengan para tahanan itu? Bagaimana kalian akan menghukumnya? Aku sarankan mereka segera di hukum mati, terutama Off dia seorang vampire"

"Vampire itu nyata?"

"Kenapa kau bertanya saat kau sudah melihatnya?"

"Tapi dia terlihat seperti manusia biasa"

"Mungkin nanti kau akan mengerti. Boleh aku bertanya?"

"Tentu"

"Boleh aku bertemu dengan saksi yang kau katakan itu?"

"Oh itu... Aku rasa sekarang dia tidak ada di istana"

"Benarkah? Tapi kemarin aku melihatnya"

"Apa? Kau melihatnya?" Tanya Bright sedikit terkejut, dia semakin bingung harus menjawab apa.

"Yah mungkin kemarin dia disini, tapi sekarang dia sudah pergi"

"Benarkah?" Bright hanya mengangguk.

"Maaf aku harus segera pergi. Yang mulia menungguku" Ucap Bright berpamitan, ia mencoba menghindar. Entah apalagi yang akan ditanyakan Mew padanya.

...****************...

Gulf terdiam memandang keluar dari jendela ruang kerjanya. Ia semakin tidak mengerti, jika yang dibicarakannya benar apakah dia seorang pemburu? Tapi dia merasa tidak pernah berurusan dengan pemburu bahkan ia baru tahu ada sekelompok pemburu. Lalu apa dia seorang vampire? Itu tidak mungkin dalam sebuah dongeng vampire harus meminum darah, sedangkan dia tidak pernah sama sekali. Lantas siapa dia?

Dari kejauhan Gulf melihat seseorang yang ia kenal, tentu saja ia masih ingat orang itu. Tak lama kemudian sebuah ketukan pintu mengalihkan pandangannya.

"Boleh aku masuk?" Tanya Bright. Gulf pun mengangguk untuk menanggapinya.

"Ini beberapa buku yang bisa aku temukan" Ucap Bright meletakan setumpuk buku yang baru saja dia ambil dari perpustakaan kerajaan. Gulf langsung melihat beberapa buku di meja kerjanya. Perhatian Bright langsung menuju tangan Gulf yang di balut perban.

"Kau terluka?" Tanya Bright menyentuh tangannya. Gulf sedikit terkejut, ia bingung harus menjelaskan apa.

"Aku tidak apa-apa" Menarik tangannya namun ditahan oleh Bright yang berusaha membuka perbannya.

"Tidak. Bright aku tidak apa-apa" Ucap Gulf menahan tangannya. Perbannya pun terbuka Gulf pun pasrah dan hanya diam.

"Tidak ada luka. Ada masalah dengan tanganmu?" Gulf terkejut dan melihatnya sendiri, jelas-jelas semalam lukanya cukup besar tapi sekarang bahkan bekasnya pun tidak ada.

"Sudah kubilang aku tidak apa-apa" Ucap Gulf gugup. Bright pun mengangguk.

"Aku hanya khawatir" Ucap Bright. Ia pun membereskan buku yang berantakan.

"Hanya itu buku yang bisa aku temukan. Yah buku-buku itu terlihat seperti buku dongeng tapi aku tidak tahu buku itu bisa membantu atau tidak"

"Tidak apa-apa. Aku akan coba untuk membacanya" Ucap Gulf mulai sibuk dengan bukunya.

"Bagaimana dengan tahanan kita? Berita tertangkapnya mereka membuat beberapa warga datang kesini. Apa kita akan menghukum mati mereka ditempat umum?"

"Siapa yang menyebarkan beritanya? Harusnya itu rahasia sebelum aku mengizinkannya"

"Maaf yang mulia. Kami sedang menyelidikinya sekarang. Lalu apa kita akan menghukum mati mereka ditempat umum?"

"Tidak sekarang"

"Bagaimana dengan pemburu itu? Setiap aku bertemu dengannya dia selalu berkata jika mereka harus segera di hukum mati dan juga dia menanyakan orang yang bersaksi. Dia ingin menemuinya" Gulf berhenti.

"Tidak perlu dipikirkan. Biarkan saja"

"Baiklah. Kalau begitu apa kau sudah sarapan? Pagi sekali kau sudah ada di ruang kerjamu" Gulf hanya menggelengkan kepalanya.

"Aku belum lapar" Jawab Gulf tanpa mengalihkan pandangannya dari buku.

"Kau harus makan. Aku akan menyuruh Kara mengantarkan makanan dan vitaminmu kesini"

"Terserah" Bright pun pergi untuk membawakannya makanan.

...****************...

Mew berjalan-jalan mengelilingi istana hingga ia sampai di belakang istana, tampak sepi dan dia melihat sebuah bangunan besar, Mew pun mendekatinya. Ia merasakan sesuatu yang menariknya untuk masuk ke dalam bangunan itu, hingga akhirnya ia berada tepat di pintu masuk. Mew menyentuh pintu itu berniat membukanya.

"Maaf anda siapa?" Ucap seseorang menghentikan Mew. Ia pun berbalik dan dilihatnya seorang pelayan.

"Oh maaf aku orang yang di undang ke istana ini dan sedang berkeliling, kemudian melihat bangunan ini, jadi aku ingin melihatnya. Bangunan apa ini?"

"Ini bangunan untuk makam keluarga kerajaan. Sebaiknya tuan tidak memasukinya karena yang mulia raja tidak ingin ada orang yang masuk tanpa seizinnya" Mew pun hanya mengangguk.

"Baiklah. Terimakasih sudah memberitahu. Kalau begitu aku ingin melihat-lihat yang lainnya" Pelayan itu pun membungkuk hormat.

...****************...

Setelah seharian membaca buku, Gulf keluar untuk menghirup udara segar.

"Oh kau disini?" Gulf menengok kebelakang dan langsung mematung karena terkejut. Mew tersenyum senang akhirnya bisa menemukan orang yang dicarinya. Gulf melihat sekitar memastikan tidak ada orang lain di sekitarnya.

"Kenapa kau disini?" Tanya Gulf sedikit gugup.

"Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi secepat ini. Kau tinggal di istana kerajaan?"

"Aku... Aku bekerja disini"

"Benarkah? Tadi aku bertemu Bright dan dia bilang kau tidak disini, padahal jelas sekali sebelumnya aku melihatmu"

"Apa? Kau melihatku? Dimana?" Gulf terkejut.

"Di halaman istana, kau diikuti beberapa pelayan. Dan dilihat dari pakaianmu, sepertinya kau seorang jenderal seperti Bright atau lebih tinggi? Benar?"

"Ah.. Ya.. Itu... Ya" Mew pun mengangguk.

"Kau tampak berbeda dari yang terakhir aku lihat. Yah kau tampak kuat. Apa besok kau ada waktu?"

"Kenapa?"

"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu"

"Kau bisa bicara sekarang" Ucap Gulf sedikit curiga.

"Sekarang sudah larut malam. Sebaiknya kau istirahat" Gulf hanya terdiam.

"Baiklah besok siang aku tunggu disini" Ucap Mew.

"Tidak. Sebaiknya kita bertemu diluar istana" Ucap Gulf dengan cepat. Ia tentu saja tidak ingin orang-orang melihatnya bersama Mew, mungkin saja nanti akan ada yang memanggilnya yang mulia, itu akan sangat beresiko.

"Baiklah. Kalau begitu aku harus kembali. Kau juga sebaiknya segera istirahat" Ucap Mew menepuk pundak Gulf.

"Pergilah. Tidak perlu mempedulikanku" Mew sedikit tertawa dan langsung pergi. Gulf menatap kepergian Mew, jika dipikir-pikir mungkin ia juga harus berbicara dengan Mew.

...****************...

Gulf duduk di meja makan untuk sarapan paginya. Dilihatnya meja makan yang begitu besar namun tidak ada orang yang mengisinya.

"Yang mulia silahkan" Ucap Kara salah satu pelayannya dijawab anggukan oleh Gulf. Ia pun memakan sarapannya.

Bright mendatangi Gulf, memberinya hormat.

"Yang mulia maaf mengganggu sarapanmu, tapi beberapa orang masih menunggu di depan istana. Mereka ingin bertemu dengan para pembunuh itu"

"Bukankah aku sudah menugaskan Weir untuk mengurus masalah ini? Bantuan sudah diberikan, seharusnya mereka tidak membuat ulah lagi"

"Yah anggota keluarganya dibunuh dan orang yang membunuh ada disini. Mereka pasti ingin menemuinya"

"Lagipula siapa yang menyebarkan berita para tahanan itu? Kau sudah menemukannya?"

"Itu salah satu prajurit baru disini. Kami sudah menangkapnya tapi saat akan di introgasi dia memutuskan untuk bunuh diri"

"Bunuh diri?"

"Ya kami masih menyelidikinya" Gulf pun mengangguk.

"Sebaiknya kau buat mereka pergi dan bilang jika para tahanan itu akan di eksekusi besok" Bright pun memberi hormat sebelum pergi.

Gulf kembali fokus dengan makanannya, namun rasanya ia sudah tidak berselera dan hendak meninggalkan ruang makan.

"Yang mulia ini vitamin anda" Ucap Kara menahan Gulf. Ia pun kembali untuk meminum vitamin yang setiap hari wajib ia minum.

...****************...

Gulf masuk ke ruang rahasianya untuk berganti pakaian biasa bersiap untuk menemui Mew. Saat siang hari di dalam istana ramai dengan orang-orang. Gulf mencoba menutupi dirinya sendiri dari orang-orang, berusaha berjalan seperti biasa dan tidak mengundang kecurigaan, namun seseorang menepuk pundaknya dari belakang membuatnya seketika mematung.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!