NovelToon NovelToon

Menantu Sampah : Sang Pewaris

Bab 1

Cerita ini diawali dengan suasana di pesta perayaan ulang tahun Montana Group. Suasana di pesta tersebut begitu megah dan meriah, banyak tamu undangan yang hadir kesana, dimulai dari kalangan pengusaha sampai pejabat tertinggi.

Tapi di salah satu sudut pesta, terlihat seorang mertua yang begitu tega menghina dan mencaci maki menantunya.

"Dasar menantu sampah, untuk apa kamu ada disini?" hardik Tuan Louis, dia menatap geram kepada menantunya.

Malam ini sedang diadakan pesta ulang tahun Montana Group, karena itu Bastian sebagai menantu dari pemilik Montana Group, dia hadir ke pesta tersebut.

Ternyata sang ayah mertua tidak menerima kehadirannya, dia menyuruh security untuk menyeret Bastian keluar dari aula pesta.

"Raisa yang mengundang aku, Pa." Bastian berani datang kesana karena Raisa yang mengundangnya.

"Jangan panggil aku papa, aku tidak sudi menjadi mertua kamu. panggil aku Tuan!" bentak Tuan Louis.

Tuan Louis menatap dua security yang sedang berdiri di hadapannya, "Jangan biarkan dia masuk ke dalam."

Cuihh...

Tuan Louis meludah di depan Bastian.

Bastian hanya menghela nafas, haruskah dia bicara jujur kalau dia sebenarnya dia orang kaya, bahkan kekayaan Montana Group tidak sebarapa dibandingkan dengan William Group.

Namun Bastian tidak bisa mengatakan siapa dia sebenarnya, karena dia sedang dihukum oleh kakeknya. Sudah tiga tahun dia diusir oleh kakeknya karena Bastian sering menghambur-hamburkan uang, dulu dia begitu boros karena sering hidup hura-hura bersama teman-temannya.

Tuan Athar William hanya ingin mendidik Bastian menjadi pria yang bisa hidup mandiri dan juga menjadi pria yang kuat, karena itu dia mengusir Bastian tanpa satu persen uang pun, agar Bastian tau bagaimana susahnya untuk mendapatkan uang.

Namun, setelah dia di usir, semua teman-temannya menjauhi Bastian. Selama tiga tahun ini dia hidup miskin, hingga dia terlibat dengan seorang gadis cantik bernama Raisa Montana.

Ya, Raisa masih gadis, padahal mereka sudah tiga bulan menikah, mereka tinggal di mansion mewah milik Raisa. Dan selama mereka menikah Bastian dan Raisa tidak pernah tidur satu kamar.

Bastian setiap hari bekerja sebagai pedagang buah-buahan di pasar, di lahan milik Mantana Group. Saat itu dia tidak bisa membayar uang sewaan lapak, sehingga dia harus menghadap manager Montana Group, Raisa.

Tak disangka, Raisa menawarkan sebuah penawaran padanya, untuk menjadi suami sementara selama satu tahun, dengan memberikan bayaran yang cukup besar dan menggratiskannya dalam penyewaan lapak tempat dia berjualan. Tidak ada pilihan lain, Bastian terpaksa menerima penawaran itu.

Sebenarnya Raisa memiliki kekasih. kekasih Raisa sedang berada di luar negeri, Tristan belum bisa pulang ke Indonesia, karena dia sangat sibuk sekali dengan karirnya. Dan Tristan belum siap untuk menikah. Tristan tau tentang pernikahan sementara Raisa dan Bastian.

Tuan Louis akan memberikan jabatan CEO kepada Raisa, dengan syarat Raisa harus segera menikah. Jika tidak, maka Tuan Louis akan memberi jabatan itu kepada anak tirinya, Amar.

Tuan Louis sangat menyayangi Amar, yang diketahui anak bawaan dari istri keduanya. Tuan Louis semakin kecewa pada Raisa karena telah menikah dengan suami tidak berguna seperti Bastian.

Selama Bastian menikah dengan Raisa, dia bagaikan seorang pelayan, yang setiap hari harus memasak untuk Raisa, dan melakukan semua pekerjaan rumah. Sementara Raisa bagaikan nona muda yang harus selalu dia diberikan pelayanan dengan sepenuh hati.

Raisa memang memiliki sifat yang agak angkuh, walaupun sebenarnya dia mungkin merasa kesepian karena ayahnya lebih sayang kepada saudara tiri dan juga ibu tirinya.

Semenjak kehadiran Amar dan Bu Salma dalam kehidupan Raisa, membuat awal penderitaan untuk Raisa. Tidak ada yang bisa mengerti dengan perasaannya. Sementara kekasihnya sangat sibuk dengan karirnya.

...****************...

(Sebelum berkomentar, mohon dipahami dulu bahwa novel ini adalah novel lomba dalam genre pria bertemakan menantu sampah, pastinya akan ada sedikit persamaan cerita.)

Bab 2

Bastian terpaksa menungu Raisa di luar pesta, dia memang seorang pria yang sangat ceria, karena itu dia tidak memasukkan perkataan dan sikap ayah mertuanya ke dalam hati.

Drrrtt... Drrrtt...

Bastian mendengar ponselnya bergetar, ternyata ada pesan dari dari Asisten kakeknya, Zicko.

[Tuan Edgar, anda berada dimana? Mengapa tidak ada di aula pesta?]

Ya nama asli Bastian adalah Edgar Bastian William, cucu dari Athar William, tapi dia memperkenalkan dirinya kepada Raisa dan keluarganya sebagai Bastian.

Zicko mewakili William Group untuk datang ke pesta, dia terkejut tidak melihat tuannya tidak berada disana, sementara keluarga Montana Group semuanya sedang berkumpul, termasuk Amar, dia membawa istrinya.

Zicko diam-diam tanpa sepengetahuan Tuan Athar, dia sering menghubungi Bastian, dan dia sudah tau kalau Bastian menikah dengan anak dari Montana Group. Karena Zicko mendapatkan amanat dari mendiang ayahnya Bastian untuk menjaga Bastian.

Zicko baru tahu tentang Bastian yang telah menikah ketika dia disuruh oleh Tuan Athar untuk menyelidiki tentang cucu satu-satunya itu, walaupun dia harus terpaksa berbohong kepada Tuan besarnya itu, demi Bastian. Dengan hanya mengatakan bahwa Bastian setiap hari berjualan di pasar dan tinggal di kontrakan, padahal Bastian tinggal bersama istrinya. Dia terpaksa berbohong karena Bastian yang memintanya.

Istrinya Amar berasal dari keluarga berada. Walaupun semua orang tahu bahwa Amar adalah anak tirinya Tuan Louis, namun Tuan Louis Montana selalu bisa membanggakan Amar.

Berbeda dengan Raisa, Tuan Louis selalu bersikap dingin dan keras pada Raisa, selalu membandingkannya dengan Amar.

Tuan Louis menyalami Zicko, "Asisten Zicko, terimakasih sudah hadir kesini."

"Iya sama-sama Tuan, maafkan Tuan Athar, Tuan Athar sedang sakit, karena itu Tuan Athar tidak bisa datang ke sini."

"Iya sayang sekali, padahal saya ingin sekali bertemu dengannya. Sebuah kehormatan yang luar biasa jika seandainya saya bisa bertemu dengan Tuan Athar. Semoga Tuan Athar cepat sembuh." Tuan Louis merendahkan dirinya.

"Terimakasih, Tuan." Zicko hanya tersenyum miring, padahal Tuan Athar William adalah kakek dari menantunya Tuan Louis. Zicko sama sekali tidak tau kalau selama ini Bastian diperlakukan buruk oleh keluarga Montana, seandainya kakeknya tau mungkin saja perusahaan Montana Group dalam sekejap akan hancur dengan mudahnya.

Terlihat Raisa Montana sedang mencari suaminya, dia merasa kesal sekali, apa mungkin Bastian tidak hadir ke acara pesta ulang tahun Montana Group.

"Kemana dia? Apa dia tidak hadir ke pesta?" Raisa mendengus kesal.

Padahal malam ini akan ada pengumuman penting, yaitu Raisa akan resmi menjadi CEO di Montana Group. Dan Bastian sebagai suaminya, harus berada di sampingnya.

Tapi ternyata hal yang ditunggu oleh Raisa tak kunjung datang, dia kecewa sampai acara pesta selesai tak ada pengumuman tentang dirinya yang akan diangkat menjadi CEO di Montana Group.

Raisa menghampiri ayahnya yang sedang berkumpul dengan ibu tiri, Amar, dan istrinya Amar.

"Pa, bukankah hari ini aku akan resmi diangkat menjadi CEO?"

Bu Salma, ibu tirinya Raisa, dia mendengus kesal mendengarnya, "Siapa yang akan mempercayakan perusahaan pada wanita angkuh sepertimu?"

Raisa tidak terima, padahal dia telah menikah dengan pria miskin seperti Bastian, agar segera mendapatkan jabatan itu. Karena Tuan Louis bilang akan menyerahkan jabatan CEO kepadanya jika Raisa sudah menikah.

Raisa berambisi menjadi CEO di Montana Group karena dia tau perusahaan itu dibangun bukan oleh Tuan Louis saja, tapi oleh ibunya juga. Dia tidak rela perusahaan itu jatuh ke tangan kakak tirinya.

"Hai Raisa, mana suami kamu yang miskin itu?" tanya Mika, istrinya Amar.

"Namanya Bastian, dia punya nama." Walaupun Raisa tidak mencintai Bastian, tapi bagi dia jika ada yang menghina suaminya di depannya, sama saja dengan menghina dirinya.

"Maafkan papa, Raisa. Tapi papa belum bisa memutuskan siapa yang akan menjadi pemimpin di Montana Group. Kamu anak kandung papa, tapi Amar adalah anak lelaki. Papa belum bisa memilih salah satu diantara kalian." ucap Tuan Louis.

Raisa terperangah mendengarnya. "Apa papa lupa mama ikut andil dalam mendirikan Montana Group? Kak Amar gak berhak menjadi penerus di Montana Group." Raisa sangat marah sekali mendengar perkataan papanya.

"Karena kamu selalu ceroboh, contohnya dalam memilih pendamping hidup, mengapa harus menikah dengan pria miskin seperti Bastian? Sangat merusak harkat martabat keluarga kita."

Raisa mengepalkan tangannya, dia menatap tajam kepada seluruh keluarganya, kemudian dia pergi meninggalkan keluarganya.

Tuan Louis ingin mengejar Raisa, sebenarnya dia tidak tega melihat Raisa sedih seperti itu, namun dia mengurungkan niatnya, dia memang harus bersikap keras pada Raisa, agar Raisa memahami kesalahannya.

Raisa menikah dengan Bastian adalah sebuah kesalahan bagi Tuan Louis. Tuan Louis sangat ingin mereka bercerai.

"Ya sudah, Pa. Biarkan anak tidak tau diri itu, dia memang mirip sekali dengan ibunya, angkuh." Bu Salma menyamakan Raisa dengan mendiang ibunya Raisa.

Amar dan istrinya hanya tersenyum puas, apalagi Amar, dia sangat yakin Montana Group akan menjadi miliknya, karena Tuan Louis sangat menyayanginya, dan berpihak padanya. Karena ada rahasia penting antara dia dan Tuan Louis.

Bab 3

Raisa sangat kecewa sekali kepada ayahnya yang telah ingkar janji, dia merasa dipermainkan oleh ayahnya. Padahal ayahnya bilang jika dia sudah tiga bulan menikah, maka ayahnya akan mempercayakan Montana Group kepadanya, tapi ternyata ayahnya lebih berat kepada kakak tirinya.

"Kenapa papa tega sekali menipuku?" lirih Raisa, dia merasa ditipu oleh ayahnya sendiri.

Jika tau begini, seharusnya dia tidak perlu menikah dengan Bastian. Pria miskin yang sama sekali tidak dia cintai.

Raisa mencoba menelpon kekasihnya, dia ingin mencurahkan segala kekesalannya pada kekasihnya itu. Namun ternyata ponsel Tristan tidak aktif.

"Kenapa dia susah sekali dihubungi?" keluh Raisa, padahal dia sangat membutuhkan tempat untuk berbagi cerita.

Selama menikah dengan Bastian, Raisa mencoba untuk menjaga dirinya, dia membatasi diri agar tidak terlalu dekat dengan Bastian. Walaupun status pernikahan mereka syah di mata hukum, namun dia tidak ingin jatuh cinta kepada pria itu, sekalipun Bastian orang kaya. Karena hatinya hanya untuk kekasihnya.

Saking kesalnya Raisa menghabiskan beberapa gelas bir di pesta tersebut, Raisa belum bisa menerima keputusan Tuan Louis.

"Ah hidup aku benar-benar kacau, seharusnya aku tidak perlu menikah dengan pria miskin itu."

"Kenapa papa tega sekali mempermainkan hidupku!"

Raisa terus saja meracau.

...****************...

Bastian melihat Raisa berjalan sempoyongan keluar dari aula pesta, dia hampir saja terjatuh, untuk Bastian segera menangkap tubuh istrinya itu.

"Raisa, kamu mabuk ya?"

Raisa melepaskan tangan Bastian dengan kasar, dia memukul-mukul dada Bastian. "Jangan sentuh aku, keputusan aku menikah dengan kamu ternyata salah, aku menyesal menikah sama kamu."

Bastian membiarkan Raisa melampiaskan kekesalannya, semakin lama pukulan Raisa semakin terasa lemah. "Lalu kamu maunya apa? Apa kamu ingin aku menjadi pria yang kaya raya?"

Raisa mengelengkan kepala, "Tidak, aku tidak menginginkan apapun dari kamu. Yang aku mau, waktu cepat berjalan, menunggu kita bercerai."

Setelah berkata begitu, tubuh Raisa ambruk ke dekapan Bastian. Bastian memeluk tubuh istrinya, kemudian dia menggendong Raisa, membawanya masuk ke dalam mobil.

Setelah sampai di rumah, Bastian menggendong tubuh Raisa, membawanya masuk ke dalam kamar, kemudian membaringkan tubuhnya di atas kasur, dia membuka high heels di kaki Raisa, lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal.

Bastian tersenyum memandangi wajah Raisa, sepertinya dia telah jatuh cinta kepada istrinya sendiri, walaupun dia tidak tau dari sejak kapan.

Bastian melihat rambut Raisa berantakan, dia membereskan rambut Raisa, namun dia terkejut tiba-tiba Raisa menarik tangannya dengan mata terpenjam, "Hm... ayo kesinilah!" Raisa mengigau.

Sehingga bibir mereka menempel. Membuat Bastian membulatkan matanya, untuk pertama kalinya dia merasakan lembutnya bibir Raisa.

Bastian segera menegakan badannya, mungkin karena dia adalah pria yang polos, hal seperti itu saja bisa membuat jantungnya berdebar-debar, dia harap tidak terkena serangan jantung hanya karena telah dicium oleh Raisa.

Bastian segera pergi ke kamarnya, dia takut tidak bisa menahan diri jika berada di kamar Raisa. Bastian memegang dadanya yang terus saja berdebar-debar, anggap saja itu bonus, Raisa tidak mungkin ingat dengan ciuman mereka, Raisa pasti akan menghajarnya jika tau mereka berciuman malam ini, walaupun bisa dibilang hanya sebuah kecupan.

Sambil membaringkan badan Bastian tersenyum memegang bibirnya, mengingat bagaimana tadi bibir mereka menempel, "Semoga dia tidak ingat, Raisa pasti akan marah besar jika mengingatnya."

Paginya...

Bastian sudah selesai mengerjakan pekerjaan rumah, dia sudah mencuci pakaian, membereskan rumah, dan memasak makanan kesukaan Raisa. Bastian melakukan semua itu dengan sepenuh hati.

Raisa keluar dari kamarnya, dia sudah berpenampilan sangat cantik, tak heran jika banyak pria yang menyukainya.

"Hari ini aku memasak cumi asam manis dan rendang sapi kesukaan kamu, Raisa." Bastian mengatakannya sambil tersenyum, dia menatap wanita yang sedang duduk di sampingnya itu.

Raisa hanya menganggukan kepala, dia segera memasukan nasi, rendang sapi, dan cumi asam manis buatan suaminya ke dalam piring. Raisa akui masakan buatan suaminya sangat lezat walaupun dia tidak pernah memuji masakan Bastian.

Bastian harap-harap cemas, dia takut Raisa mengingat kejadian semalam. Namun, jika melihat dari sikap Raisa yang begitu tenang dan dingin, dia rasa Raisa tidak mengingatnya. Membuat Bastian sangat bernafas lega.

...****************...

Di Montana Group saat ini sedang mengadakan meeting penting yang dilakukan oleh beberapa jajaran tertinggi di perusahaan tersebut.

"William Grup adalah perusahaan terbesar di negeri ini, perusahaan itu memiliki lahan yang cukup luas. Namun sayangnya sampai kini mereka masih menolak untuk bekerjasama dengan kita." tutur Tuan Louis.

Bahkan setiap Tuan Louis mengundang Tuan Athar untuk hadir di pesta perusahaan ataupun acara penting, Tuan Athar selalu saja diwakilkan oleh asisten pribadinya.

"Tuan Athar William memang terkenal dengan keangkuhannya, sangat sulit untuk mengajaknya bekerjasama." Amar menanggapi perkataan ayah tirinya tersebut.

"Biar aku saja, aku akan berusaha keras agar William Grup mau bekerjasama dengan perusahaan kita." Raisa menyanggupinya dengan penuh percaya diri, demi kemajuan perusahaan Montana Grup

"Ini sangat sulit, Raisa!" Amar memprotes kesanggupannya Raisa. "Jangan membuang-buang waktu."

Setara Amar saja dan Tuan Louis, sudah ditolak mentah-mentah oleh Tuan Athar, apalagi sekelas manager seperti Raisa.

"Aku serius, aku akan membuat William Grup bekerjasama dengan perusahaan kita." Raisa mengatakannya dengan tatapan penuh keseriusan.

Walaupun sebenarnya dia ragu, apa Tuan Athar William mau bekerjasama dengan dengan perusahaan seperti Montana, tapi walaupun begitu, dia harus terlihat angkuh di depan keluarganya, dia tidak boleh terlihat lemah.

Sementara itu di pasar, terlihat Bastian yang sedang berjualan buah-buahan, Bastian sangat bersyukur karena dagangannya hari ini laku keras.

Sampai dia memberikan sedikit rezekinya pada kakek tua yang jualannya belum laku juga.

"Ini buat beli beras, Kek."

Kakek penjual sayuran itu merasa bersyukur akhirnya dia bisa beli beras juga, dia merasa terharu pada kebaikan Bastian.

"Terimakasih banyak Bastian, semoga kebaikan kamu dibalas dengan berlipat oleh Tuhan." Kakek penjual sayuran itu mengatakan dengan mata berkaca-kaca, uang pemberian dari Bastian lumayan banyak, bisa untuk membeli beras selama satu bulan.

"Iya sama-sama, Kek. Sini biar aku bantu jualan sayurannya."

Bastian berteriak. "Sayur."

"Sayur."

"Sayur."

Bastian melihat ada dua orang wanita sedang berjalan melewatinya, kemudian dia menyapa mereka. "Sayurnya Mbak, biar sehat."

Kedua wanita itu saling bertatapan, mungkin karena terkesima dengan pria yang menyapanya sangat tampan.

Kedua wanita itupun membeli sayuran, padahal niat mereka pergi ke pasar untuk membeli perhiasan.

Bukan hanya dua wanita itu, tapi kini banyak wanita yang membeli sayuran yang dijual oleh Bastian. Sampai ada yang meminta nomo ponsel pada Bastian saking tertariknya.

"Mas, boleh minta nomornya gak?"

"Maaf mbak, saya udah punya istri." Bastian berkata dengan sejujurnya, meskipun Raisa tak pernah menganggap dia sebagai suami.

"Hmm... sayang sekali." keluh wanita tersebut.

Drrrttt... Drrrtt...

Ponsel Bastian bergetar, dia segera mengecek. ponselnya. Ternyata dia mendapatkan pesan dari Zicko.

[Tuan, pulanglah, Tuan Athar sedang sakit, beliau ingin sekali bertemu dengan anda.]

Bastian mengerutkan keningnya, ada apa kakeknya menyuruh Bastian untuk pulang.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!