NovelToon NovelToon

One Night Crazy With Sugar Daddy

Bertengkar

" Berhenti mengatakan bahwa aku yang sibuk! Kau pun sama Leonardo! Kau bahkan tidak memiliki waktu untuk ku." Nathalie tak kalah berteriak dengan dengan kasar di depan Leonardo.

" Kau yang salah Nathalie. Seharusnya kau sadar bahwa Naura membutuhkan mu sebagai ibunya. Kau ibunya, lalu kenapa kau selalu sibuk dan mementingkan diri mu dan karier mu hah? Sadarkah kau bahwa aku ini kaya? Aku bisa menghidupi mu dengan semua yang ku miliki asal kau bisa mengerti bahwa Naura membutuhkan mu bukan pengasuh!" Leon sudah tidak tau lagi harus mengatakan apa pada istrinya itu.

Dia sudah menikah selama 6 tahun dengan Nathalie tapi wanita tidak berubah sama sekali. Dia selalu saja mementingkan dunia keartisannya dan mengabaikan putri cantik mereka.

" Dia bukan anak ku! Dia anak pembawa sial! tidak seharusnya dia lahir dari rahimku. Dia anak pembawa sial." Leon mengacak rambutnya karena merasa frustasi apa yang dikatakan wanita itu.

Bagaimana bisa seorang ibu mengatakan bahwa anak yang telah dilahirkannya itu adalah anak pembawa sial.

" Kau ibunya Nath, tidak seharusnya engkau mengatakan bahwa putrimu untuk pembawa sial. Ingat, dia itu putrimu."

" Tidak! Dia bukan putri ku! Dia bukan putri ku!" Di saat kedua orang tuanya bertengkar seperti itu Naura hanya bisa melihat dari tempatnya berada saat ini.

Pertengkaran kedua orang tuanya sudah sering dilihatnya dan itu adalah makanan yang sehari-hari.

Leon kembali hendak mempermasalahkan tentang Naura pada istrinya tapi gadis kecil itu menghentikan semuanya.

" Dad..." Suara gadis kecil itu menghentikan aksi pertengkaran di antara dua orang dewasa yang telah terlibat pembicaraan berat saat ini.

Melihat putrinya yang memanggilnya membuat Leon langsung menghampiri gadis kecilnya.

" Naura Baby..."

" Urus anak pembawa sial itu! Aku ada pemotretan malam ini." Leon tidak lagi mempermasalahkan tentang Nathalie saat ini karena yang paling utama baginya saat ini adalah Naura.

Putri kecilnya yang cantik.

" Naura sayang, ada apa?"

" Naura lapar Dad. Naura ingin makan dnegan Daddy. Aku merindukan Daddy." Ucap gadis kecil berusia 5 tahun itu.

Dia langsung naik ke gendongan Daddy-nya dan menangis di pelukan pria yang selalu memberikannya perlindungan setiap kali dia merindukan ibunya.

" Its oke Baby, ada Daddy di sini." Ucap Leon yang berusaha untuk menenangkan putrinya.

Dia pergi bersama dengan Naura untuk makan mal menemani putri cantiknya.

Bahkan dia juga yang menidurkan putrinya. Dia menatap dengan penuh rasa kasihan dengan putrinya.

" Kau seharusnya kau merasakan hal seperti ini Nau. Kamu itu tidak mengetahui apapun tentang masa lalu kamu tapi kenapa seperti ini kejadiannya?" Tanya Leon pada putrinya itu.

Kasihan sekali melihat Naura yang selalu saja mendengar bahkan melihat dengan kedua matanya langsung pertengkaran di antara mereka.

Walau Naura bukan putrinya, tapi Leon menyayangi Naura dengan sepenuh hatinya.

Dia menyayangi gadis kecil itu karena bagaimana pun Naura itu juga anaknya karena itu anak dari mendiang kakaknya yang telah meninggal dunia.

Dan karena hal itu pula Nathalie membenci Naura karena gadis kecil itu yang membuat Sean meninggal dunia.

" Daddy akan selalu bersama kamu sayang. Daddy akan terus menyayangi kamu." Ucap Leon pada Naura karena memang dia sangat menyayangi gadis kecil itu tanpa batas.

Setelah memastikan Naura tertidur, Leon pergi ke kamarnya sendiri untuk membersihkan diri dan tidur.

...****************...

Pelarian

Karena lelah terus bertengkar dengan Nathalie, Leon lebih memilih pergi untuk menenangkan diri.

Entah mengapa rasanya dia membutuhkan ketenangan dengan pergi ke tempat yang tidak pernah di datanginya sama sekali.

Dia tidak pernah mendatangi tempat seperti ini dan ini kali pertama Leon datang ke tempat seperti ini dan itu atas rekomendasi dari Richard temannya yang dia tau bagaimana tabiatnya sehari-hari.

" Aku sudah sampai. Lalu apa yang harus aku lakukan di tempat seperti ini?" Tanya Leon pada temannya itu.

Dia langsung menghubungi penjahat kelamin itu saat dirinya sudah sampai ke alamat yang dikirimkan Richard padanya.

" Masuk saja dan katakan reservasi atas nama Richie. Mereka akan mengantar mu nanti." Ucap temannya itu.

Akhirnya Leon pun masuk ke tempat itu dan mengatakan apa yang di katakan Richard padanya tadi.

" Atas nama siapa tuan?" Tanya resepsionis yang berjaga di meja tamu.

" Richard. Maksud ku Richie." Ucap Leon.

Wanita itu langsung mengecek pesanan ruangan atas nama Richie. Entah siapa yang di hubunginya, tapi yang pasti Leon dengar bahwa tamu VIP sudah datang atas nama Richie.

Tak lama datang seorang wanita yang berwajah cantik menurutnya datang menghampiri dirinya dan mengatakan bahwa dia adalah terapis yang akan menemani Leon selama satu jam ke depan.

" Sebelah sini Tuan." Wanita itu membawanya ke sebuah ruangan yang akan di gunakan untuk merek berdua.

Ruangan yang cukup besar menurut Leon dan di sini Leon merasa tenang karena ada lilin aroma terapi yang membuat ototnya kaku tadi menjadi lemas seketika.

" Ini pakaian gantinya tuan, saya akan menyiapkan minyaknya lebih dulu." Gadis cantik berwajah datar itu pergi meninggalkannya setelah meletakkan pakaian yang dikatakannya adalah pakaian ganti untuk dirinya.

Leon cukup penasaran dengan reaksi wanita ini. Jika tadinya dia bersikap sangat ramah dengan penuh senyuman dan saat sampai di ruangan ini wajahnya langsung berubah begitu saja.

Sebenarnya apa yang terjadi pada wanita itu hingga bisa bersikap berbeda seperti ini? apa dia melakukan pekerjaan dengan terpaksa?

Tapi rasanya tidak mungkin jika dia melakukan pekerjaan seperti ini dengan terpaksa. Ini adalah tempat prostitusi berkedok salon kecantikan dan terapis.

Jika dilihat dari luar ini akan terlihat seperti salon kecantikan biasa. Tapi jika sudah masuk lebih dalam lagi ini adalah tempat prostitusi yang sesungguhnya.

Akhirnya Leon sendiri pergi ke sebuah ruangan ganti untuk mengganti pakaiannya. Dia sudah keluar dengan handuk kimono miliknya yang diberikan oleh wanita itu tadi.

Saat wanita setengah menyiapkan minyak yang akan digunakan untuk memijat Leon, saat itu juga dia memanfaatkan momen tersebut untuk bertanya pada wanita itu.

" Sudah berapa lama kamu bekerja di sini? kamu memang seorang terapis atau memiliki kerjaan sampingan yang lagi?" Tanya Leon pada wanita itu.

" Aku tidak perlu menjawabnya karena Anda sendiri sudah mengetahui apa jawaban yang akan kuberikan. Tidak ada wanita baik-baik yang ingin bekerja di tempat seperti ini." Jawabnya dengan datar.

Dan jawaban yang diberikan wanita itu membuat Leon semakin penasaran dengan dirinya.

" Apa alasanmu ingin bekerja di tempat seperti ini? kau cantik masih muda dan mungkin saja kau bisa mendapatkan pekerjaan lebih baik dari ini di luar sana. Tapi kenapa lebih memilih pekerjaan seperti ini?" Tanya Leon lagi yang masih penasaran.

" Belum tentu aku bekerja di luar sana mendapatkan uang sebanyak yang aku dapatkan di sini. Setidaknya mereka tidak mengetahui jika aku bekerja di tempat kotor sebenarnya aku kerjakan lebih kotor daripada lumpur sekalipun. Anda sudah bertanya hal lebih jauh dan itu di luar dari ketentuan yang ditentukan oleh pihak tempat ini aku memiliki tarif tersendiri setiap kali klienku mengajak untuk mengobrol." Leon semakin penasaran di sini.

Wanita itu terlihat tertekan, datar dan mungkin saja dia terpaksa bekerja di tempat seperti ini. Jika tidak, wanita ini tidak akan mungkin mematok tarif untuk setiap kali mereka berbicara seperti ini.

" Katakan saya berapa tarif yang harus dibayar untuk setiap kali pembicaraan denganmu seperti ini. Aku memiliki cukup uang untuk membayar bahkan jika untuk menikmati waktu bersama pun aku sangat membayar mu. Katakan berapa yang harus dibayar untuk sekali berkencan denganmu?" Tanya Leon dengan menantang wanita ini.

Wanita itu berpikir sejenak, apa dia harus menerima tawaran dari pria ini? dia membutuhkan banyak uang untuk membayar hutang-hutangnya pada mami Lusia.

Mungkin jika dia menerima tawaran dari pria ini dia bisa melakukannya. Dia bisa membayar hutang-hutang mendiang kedua orang tuanya kepada mami Lusia.

" 200 juta untuk sekali berkencan. Jika anda tidak menyetujuinya bisa pergi dari tempat ini sekarang juga." Sebelah alis Leon terangkat saat mendengar jawaban dari wanita ini.

200 juta untuk semalam? dia yakin bahwa wanita ini mungkin saja terjerat oleh sesuatu. Jika tidaknya tidak akan mungkin mematok harga seperti itu.

" Kau ingin atau via transfer?"

Prak...

Leon melemparkan ponselnya begitu saja di atas tempat tidur tempat dia akan dipijat nantinya.

" Tulis nomor rekeningmu di sana dan ketik sendiri berapa jumlah yang kau inginkan." Ucap Leon dengan wajah yang tak kalah datarnya dari wanita itu.

...****************...

Kesepakatan

Setelah melakukan kesepakatan dengan wanita itu lagi akhirnya Leon pun dipijat. Untuk kali ini Leon membiarkan saja wanita itu memijatnya. Dia akan melihat seberapa jauh wanita ini akan bertahan dengan uang-uang yang dimilikinya.

Entah apa yang merasuki pikirannya hingga dia bisa berpikir bahwa dia ingin memiliki sugar baby juga seperti yang dilakukan Richard.

" Aku akan membayar mu setiap hari pertemuan dengan harga 50 juta. Tapi kau harus siap apa pantun jika aku menghubungimu." Ucap Leon pada wanita hingga saat ini belum diketahui namanya.

" Kita belum melakukan kesepakatan apapun di sini. Jangan berpikir Anda bisa memilikiku sesuka hati anda karena anda memiliki uang. Aku tidak akan menjalin hubungan apapun dengan pria yang tidak ku sukai sama sekali." Leon tertawa saat mendengar jawaban dari wanita itu.

" Dalam pekerjaan yang kau jalani seperti ini tidak ada namanya perasaan di dalamnya. Anggap saja pekerjaanmu ini sebagai simbiosis mutualisme. Kita berdua saling diuntungkan di sini. Kau mendapatkan uang dan aku mendapatkan kepuasan. Bukankah seperti itu yang terjadi sebenarnya Nona cantik?"

" Alicia, panggil aku Alicia. Mereka biasa memanggilku Alice." Senyum Leon mengembang sempurna saat mendengar nama dari wanita cantik ini.

Tanpa dia bertanya wanita ini sendiri yang mengatakan namanya.

" Nama yang cantik seperti sang pemilik. Kau sudah menerima uang 200 juta dari ibu itu artinya kapanpun aku menginginkanmu kau harus datang. Anggap saja itu DP dariku sebagai uang muka untuk kesepakatan di antara kita berdua. Ingat, jika kau mengingkari janjimu aku akan mencari mu bahkan ke lubang semut sekalipun. Lalukan pekerjaanmu sesuai yang telah kau dapatkan. Tidak perlu menjadi orang lain, tapi setidaknya bedakan saat kau bersamaku dengan kau yang bersama pria-pria di luar sana."

Deg!

Jantung Alice berdetak kencang saat mendengar apa yang pria ini katakan padanya. Dia memang seorang terapis dan wanita bayaran.

Tapi entah mengapa setiap kali pria mengatakannya wanita murahan hatinya sangat sakit. Dia tidak pernah menginginkan pekerjaan seperti ini. Keadaan lah yang memaksanya harus terjun ke tempat terkutuk ini.

Andai bisa jadi yang bisa melunasi hutang-hutang yang bahkan tidak pernah diketahui olehnya selama ini mungkin dia tidak akan terjebak di tempat mengerikan milik Mami Lucia.

" Baik." Jawabnya dengan datar.

Leon sendiri begitu menikmati pijatan dari tangan lembut dan jari-jari lentik milik Alicia.

Sayang sekali jari-jari indah itu melakukan pekerjaan kasar seperti ini. Bahkan hanya karena membutuhkan uang dia sampai rela menjual dirinya pada setiap pria hidung belang di tempat ini dan mungkin saat ini bertambah lah pria hidung belang itu karena Leon sendiri yang masuk ke tempat seperti ini.

" Di mana kau tinggal? aku tidak ingin berhubungan badan dengan wanita tinggal di tempat kumuh. Itu bisa saja membawa virus dalam tubuhnya dan aku tidak ingin terjangkit virus yang sama dengan wanita itu. Pastikan bahwa dirimu sehat sebelum berhubungan badan dengan. Dan satu hal, aku tidak menyukai berhubungan badan dengan memakai alat pelindung. Aku lebih menyukai berhubungan badan langsung tanpa alat tersebut jadi kau harus lebih pintar dari itu." Sungguh, hari Alicia semakin sakit saat mendengar apa yang pria ini katakan padanya.

Siap tidak siap di harus siap menjalani semua konsekuensinya karena itulah pekerjaannya.

Lagi pulau uang yang didapatkannya tidak sedikit. 200 juta untuk uang muka dan 50 juta setiap kali pertemuan di antara mereka.

Jika dia bertahan sebentar saja dengan pria ini maka hutang-hutang keluarganya bersama mami Lucia akan lunas secepatnya.

" Baik. Aku akan mengikuti apa yang anda katakan. Kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya." Ucap Alicia yang menyudahi kegiatannya saat ini karena sudah 1 jam lamanya dia berada di ruangan ini bersama pria yang tidak diketahuinya siapa namanya.

" Ini uang untuk mu membeli skin care." Leon memberikan uang tips pada Alicia.

Entah berapa yang diberikan olehnya, tapi yang pasti uang itu pecahan dollar.

...****************...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!