NovelToon NovelToon

Basic Human " AVA "

Si Anak yang Tak Biasa

Bab 1: Si Anak yang Tak Biasa

Di suatu tempat yang jauh di luar sana, terdapat sebuah desa kecil bernama Kampung Lembah. Desa itu dihuni oleh manusia dan makhluk-makhluk ajaib, seperti peri, elf, dan goblin.

Di sana, tinggal seorang gadis kecil bernama Ava. Ava adalah seorang anak yatim piatu yang hidup bersama dengan neneknya yang baik hati. Kehidupan Ava tidak seperti anak-anak lainnya di kampung itu. Dia sering merasa aneh dan tidak seperti yang lain. Dia punya perasaan bahwa dia punya kemampuan yang tak biasa.

Suatu pagi, ketika Ava sedang berjalan-jalan di hutan, dia menemukan sebuah buku ajaib yang tersembunyi di balik semak-semak. Saat dia membukanya, dia merasa sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya. Ia merasa ada semacam daya magis yang membungkus tubuhnya. Tidak lama kemudian, seorang laki-laki misterius muncul di depannya.

"Kamu telah menemukan buku ajaib," ucap laki-laki itu sambil tersenyum.

"Siapa kamu?" tanya Ava penasaran.

"Namaku Leo. Aku seorang penyihir dan penjaga buku ajaib ini," jawab Leo.

"Penyihir?" Ava terkejut. Dia tidak pernah mendengar tentang penyihir sebelumnya.

"Ya, penyihir. Dan aku melihat sesuatu yang istimewa pada dirimu. Kamu memiliki kemampuan magis yang luar biasa," kata Leo.

Ava terkejut. Kemampuan magis? Dia tidak pernah memikirkan hal seperti itu sebelumnya.

Leo melanjutkan, "Aku akan membantumu belajar tentang sihir dan mengasah kemampuanmu. Kamu akan belajar di sekolah sihir terbaik di dunia."

Ava merasa seperti sedang bermimpi. Ini semua terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Namun, keinginannya untuk belajar dan mengeksplorasi kemampuannya lebih jauh memuncak. Ia akhirnya setuju untuk pergi ke sekolah sihir dengan Leo.

Dan begitulah, Ava memulai petualangan magisnya yang tak terlupakan. Ia belajar tentang ramuan sihir, mantra, dan bahasa sihir. Ia bertemu dengan teman-teman barunya, seperti Luke, siswa yang penuh kejutan, dan Luna, siswa yang cerdas dan peka.

Tapi petualangan Ava baru saja dimulai. Dia tidak tahu bahwa di balik kegembiraannya belajar sihir, ada sebuah ancaman besar yang mengintai, dan bahwa ia lah satu-satunya yang bisa menghentikannya.

Ava belajar bahwa ada sebuah kelompok gelap yang ingin mengambil alih kekuasaan di dunia sihir. Kelompok ini dikenal dengan nama Dark Circle, dan dipimpin oleh seorang penyihir jahat yang sangat kuat dan kejam, yang dikenal sebagai The Shadow. The Shadow ingin menguasai dunia sihir dan menjadikannya tempat yang gelap dan suram.

Ava dan teman-temannya menyadari bahwa mereka harus berjuang melawan The Shadow dan Dark Circle. Mereka memulai latihan sihir yang lebih intens dan mulai merencanakan strategi untuk mengalahkan kelompok jahat itu. Namun, semakin mereka memperdalam pengetahuan mereka tentang The Shadow, semakin jelas bahwa tugas mereka akan menjadi lebih sulit dari yang mereka bayangkan.

The Shadow tidak hanya memiliki kekuatan sihir yang luar biasa, tetapi dia juga memiliki pasukan yang sangat besar dan kejam yang siap melakukan apa saja untuk menaklukkan dunia sihir. Ava dan teman-temannya harus bekerja sama dan memanfaatkan semua kemampuan mereka untuk melawan The Shadow dan Dark Circle.

Dalam perjalanan mereka, Ava menemukan bahwa dia memiliki kemampuan magis yang sangat kuat dan unik. Dia dapat mengendalikan unsur api dengan sangat baik, dan kemampuan ini membuktikan sangat berguna dalam pertempuran melawan Dark Circle. Ava belajar untuk memanfaatkan kemampuan ini secara bijaksana dan mulai menjadi salah satu pejuang terbaik dalam tim.

Perjalanan Ava dan teman-temannya penuh dengan rintangan dan bahaya. Mereka terpaksa menghadapi banyak tantangan dan musuh yang kuat dalam upaya mereka untuk menghentikan The Shadow. Tapi dengan kekuatan persahabatan dan kemampuan sihir mereka yang semakin baik, mereka mampu mengalahkan Dark Circle dan menyelamatkan dunia sihir dari ancaman kegelapan.

Ava dan teman-temannya kembali ke Kampung Lembah sebagai pahlawan yang dihormati oleh semua orang. Mereka merayakan kemenangan mereka dan membangun masa depan yang cerah di dunia sihir yang penuh dengan keajaiban dan petualangan. Dan Ava akhirnya menemukan tempat yang benar-benar dia panggil rumah, di mana dia diterima dan dicintai untuk siapa dia sebenarnya.

Ava merasa semakin tegang. Ia merasa terbebani dengan tanggung jawab besar yang ada di pundaknya. Tapi pada saat yang sama, ia juga merasa terpanggil untuk melindungi dunia sihir yang telah menjadi rumah barunya.

Dalam perjalanan ke sekolah sihir, Ava belajar bahwa ada sekelompok penyihir jahat yang disebut "Kelompok Kegelapan". Kelompok Kegelapan ingin menguasai dunia sihir dan mereka tidak segan-segan menggunakan kekuatan gelap untuk mencapai tujuan mereka.

Ava dan teman-temannya belajar tentang cara melindungi diri dari serangan sihir gelap dan menghadapi berbagai bahaya yang muncul di sekolah sihir. Mereka belajar tentang sihir pertahanan, pelindung diri, dan cara mengatasi sihir hitam.

Namun, tidak semua orang di sekolah sihir adalah teman. Ada siswa-siswa yang iri dan ingin mengganggu Ava dan teman-temannya. Mereka sering menjebak dan mengganggu mereka di kelas atau di luar kelas.

Ava dan teman-temannya terus belajar dan berlatih. Mereka tidak ingin mengecewakan Leo, yang telah memberi mereka kesempatan untuk belajar sihir. Mereka terus berusaha untuk mengasah kemampuan sihir mereka dan juga melindungi diri dari bahaya yang mengintai.

Namun, satu hari, sesuatu yang mengerikan terjadi. Kelompok Kegelapan menyerang sekolah sihir dan mencoba mengambil alih kendali atas dunia sihir. Ava dan teman-temannya terpaksa menghadapi serangan tersebut dengan sihir pertahanan mereka.

Pertarungan berlangsung dengan sengit. Ava dan teman-temannya terus bertarung dengan semangat dan tekad untuk melindungi dunia sihir. Akhirnya, mereka berhasil mengalahkan Kelompok Kegelapan dan menyelamatkan sekolah sihir dari kehancuran.

Ava merasa senang dan bangga dengan dirinya dan teman-temannya. Mereka berhasil mengatasi tantangan yang begitu besar dan berhasil melindungi dunia sihir dari bahaya besar yang mengintai.

Dalam kegembiraan dan kepuasan, Ava merenung tentang masa depannya. Ia tidak sabar untuk melanjutkan petualangannya di dunia sihir, dan siap untuk menghadapi tantangan yang lebih besar lagi di masa depan.

Pertemuan dengan Makhluk Ajaib

Bab 2: Pertemuan dengan Makhluk Ajaib

Setelah kembali dari petualangan magisnya yang berbahaya, Ava merasa ada yang berbeda dalam dirinya. Dia merasa lebih percaya diri dan siap untuk mengeksplorasi kemampuannya yang baru ditemukan.

Suatu sore, ketika Ava sedang berjalan-jalan di hutan, dia mendengar suara yang aneh. Ia mengikuti suara itu dan tiba-tiba ia menemukan sebuah gua yang tersembunyi di balik pohon besar.

"Siapa di sana?" tanya Ava dengan hati-hati.

"Tidak usah takut, anak manusia. Aku adalah makhluk ajaib dari hutan ini," jawab suara itu.

Ava berani mendekat dan melihat makhluk ajaib itu. Dia melihat seekor burung hantu yang indah, dengan mata yang bersinar seperti permata. Burung hantu itu tersenyum kepadanya.

"Apa yang kamu lakukan di sini, anak manusia?" tanya burung hantu itu.

"Aku hanya sedang jalan-jalan," jawab Ava.

"Tapi kamu tidak hanya anak manusia biasa, bukan? Aku merasakan kekuatan magis yang kuat dalam dirimu," kata burung hantu itu.

"Apa kamu bisa membantuku mengasah kemampuan magisku?" tanya Ava dengan antusias.

"Baiklah, aku akan membantumu. Namaku Adhara, dan aku adalah seorang makhluk ajaib yang ahli dalam ilmu sihir alam," kata burung hantu itu.

Adhara memulai pelatihan sihir alam kepada Ava. Dia mengajarkan tentang bagaimana menggunakan kekuatan alam untuk mengendalikan elemen dan menemukan keseimbangan dalam diri. Ava merasa sangat senang belajar dari Adhara, dan mereka mulai menjalin persahabatan yang erat.

Suatu hari, Ava dan Adhara sedang berjalan-jalan di hutan, mereka tiba-tiba diserang oleh sekelompok goblin. Ava panik karena ia tidak pernah berhadapan dengan musuh sebelumnya, tetapi Adhara dengan tenang mengambil tongkat sihirnya dan memanggil kekuatan alam untuk membela mereka.

Ava melihat dengan kagum ketika Adhara mengendalikan angin untuk membalikkan serangan goblin. Adhara juga menggunakan daun dan ranting untuk membuat jebakan dan menghalangi serangan musuh. Akhirnya, mereka berhasil mengalahkan goblin dan melarikan diri.

Ava belajar bahwa sihir alam sangat penting dan dapat digunakan untuk melindungi diri dari musuh. Dia mulai memperdalam pengetahuannya tentang sihir alam dan mempraktikkan semua yang dia pelajari dari Adhara.

Setiap kali mereka bertemu, Ava selalu merasa lebih kuat dan lebih percaya diri. Dia belajar untuk mengendalikan kemampuan barunya dan menggunakan kekuatannya untuk membela diri dan teman-temannya.

Berkat Adhara, Ava menjadi lebih terbuka terhadap kemampuan magisnya yang lain dan semakin siap untuk menjelajahi dunia sihir. Dia tahu bahwa masih banyak hal yang harus ia pelajari dan banyak petualangan yang menantinya di masa depan.

Ketika Ava tumbuh dan berkembang dalam kemampuannya, Adhara pun merasa bangga dan senang karena telah membantu Ava dalam perjalanan sihirnya. Mereka menjadi sahabat yang sangat dekat dan terus menghabiskan waktu bersama di hutan, mengeksplorasi kekuatan sihir alam dan menemukan hal-hal baru yang menakjubkan.

Namun, suatu hari Adhara mengumumkan bahwa dia harus meninggalkan hutan dan pergi ke tempat lain untuk menjalankan tugasnya sebagai makhluk ajaib. Ava merasa sedih dan kehilangan, tetapi Adhara memberinya nasihat bijak bahwa teman-teman baru dan pengalaman baru selalu menunggu di masa depan.

"Aku selalu akan ada untukmu, Ava. Tetap menjaga kekuatan sihirmu dan jangan pernah takut untuk mengeksplorasi dunia sihir," kata Adhara.

Ava merasa berterima kasih atas semua yang telah diajarkan oleh Adhara dan merasa siap untuk melanjutkan perjalanannya sendiri. Dia tahu bahwa meski Adhara tidak lagi bersamanya, dia akan selalu membawa pelajaran dan kenangan indah yang mereka bagi bersama-sama.

Dengan semangat baru dan kepercayaan diri yang lebih besar, Ava bersiap-siap untuk menjelajahi dunia sihir yang luas dan menakjubkan, dengan harapan menemukan petualangan-petualangan baru dan mengasah kemampuan sihirmu yang terus berkembang.

Ava memulai perjalanan barunya dengan penuh semangat. Dia berkeliling ke berbagai kota dan desa untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki kemampuan sihir yang berbeda-beda. Dia belajar banyak dari mereka, termasuk tentang sihir elemen, sihir air, sihir api, dan sihir penyembuhan.

Dalam perjalanannya, Ava juga mengalami banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi. Dia menghadapi makhluk-makhluk jahat, seperti naga dan setan, dan selalu berusaha mengalahkan mereka dengan kekuatan sihirnya yang semakin terasah.

Ava bertemu dengan banyak teman baru selama perjalanannya, termasuk seorang penyihir muda bernama Lucas yang menjadi temannya yang dekat. Mereka menjelajahi dunia sihir bersama-sama, menemukan tempat-tempat baru, dan mempraktikkan kemampuan sihir mereka.

Namun, perjalanan Ava tidak selalu mudah. Dia juga mengalami kesulitan dalam mengendalikan kekuatan sihirnya, terutama ketika emosi dan pikirannya tidak stabil. Tapi dia tidak pernah menyerah dan terus berlatih dan belajar untuk mengatasi setiap rintangan.

Setelah bertahun-tahun menjelajahi dunia sihir, Ava akhirnya kembali ke hutan tempat dia pertama kali bertemu dengan Adhara. Dia merasa sedih dan merindukan sahabat lamanya, tetapi dia tahu bahwa Adhara akan selalu ada dalam hatinya.

Sekarang, Ava telah menjadi seorang penyihir yang terampil dan kuat. Dia membawa pengalaman dan pengetahuannya dari perjalanannya untuk membantu orang lain dan melindungi dunia sihir. Dia tahu bahwa masih banyak petualangan yang menantinya di masa depan, dan dia siap untuk menghadapinya dengan keberanian dan kepercayaan diri yang lebih besar.

Pertemuan dengan Makhluk Ajaib

Chapter 3: Pertemuan dengan Makhluk Ajaib

Setelah melepas kepergian Adhara, Ava memutuskan untuk melanjutkan petualangannya dan mengeksplorasi dunia sihir yang lebih luas. Dia memasuki hutan yang berbeda dari yang biasa ia kunjungi, mencari petunjuk tentang tempat-tempat yang menarik untuk dieksplorasi.

Setelah berjalan sekitar satu jam, Ava tiba di sebuah danau yang indah. Dia berdecak kagum melihat keindahan alam yang ada di depan matanya dan mulai berjalan menyusuri tepi danau. Saat Ava berjalan-jalan, tiba-tiba terdengar suara nyaring yang menyapa dirinya.

"Selamat datang, Ava," kata suara itu.

Ava terkejut dan membalikkan tubuhnya untuk mencari sumber suara. Namun, dia tidak melihat siapa pun di sekitarnya.

"Siapa yang berbicara?" tanya Ava, bingung.

"Di sini, di bawahmu," jawab suara itu.

Ava menundukkan kepala dan melihat ke bawah. Di sana, dia melihat seekor ikan yang berbicara padanya.

"Wow, ikan yang bisa berbicara! Aku belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya," kata Ava.

"Iya, aku adalah ikan ajaib. Aku tinggal di danau ini dan menyapa semua makhluk yang melintas di sini," kata ikan itu.

"Apa yang kamu lakukan di sini, Ava?" tanya ikan ajaib itu.

"Aku sedang mencari petualangan di dunia sihir," jawab Ava.

"Baiklah, aku bisa membantu kamu. Ada sebuah gua di pegunungan yang tersembunyi dan hanya bisa ditemukan oleh orang-orang tertentu. Di dalam gua itu terdapat benda-benda sihir yang sangat kuat. Namun, untuk mencapai gua tersebut, kamu harus melewati hutan yang penuh dengan bahaya," kata ikan ajaib itu.

"Terima kasih atas petunjukmu. Aku akan mencoba menemukan gua itu," kata Ava, berterima kasih.

Ava melanjutkan perjalanannya ke hutan, menyadari bahwa ia membutuhkan bantuan makhluk ajaib lainnya untuk mencapai gua tersebut. Dia bertekad untuk menemukan makhluk ajaib tersebut dan meminta bantuan mereka dalam petualangannya selanjutnya.

Setelah melihat benda tersebut, Ava merasa penasaran dan ingin mengetahui lebih jauh. Dia pun mengajak temannya, Liam, untuk membantu memecahkan misteri ini.

Mereka mulai menyelidiki benda tersebut dan menemukan beberapa petunjuk menarik. Salah satunya adalah tulisan di bawah benda tersebut yang tertulis dalam bahasa kuno yang tidak familiar. Mereka pun berusaha untuk mencari tahu arti dari tulisan tersebut.

Setelah berusaha untuk memecahkan misteri selama beberapa waktu, akhirnya mereka menemukan bahwa benda tersebut adalah sebuah amulet yang dipercaya dapat memberikan kekuatan sihir yang luar biasa kepada pemiliknya. Namun, untuk mengaktifkan kekuatannya, pemilik amulet harus dapat menguasai beberapa elemen sihir yang sulit dikuasai.

Ava pun merasa tertantang dan bersemangat untuk mencoba menguasai kekuatan sihir dari amulet tersebut. Dia berlatih dengan gigih setiap harinya, dan akhirnya berhasil menguasai elemen sihir pertama yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kekuatan amulet tersebut.

Namun, saat Ava berhasil mengaktifkan kekuatan amulet, terjadi ledakan sihir yang kuat dan mengancam keselamatan mereka. Mereka pun berlari secepat mungkin untuk menyelamatkan diri dari ledakan tersebut.

Setelah beberapa saat berlari, mereka berhenti dan melihat ke belakang. Mereka terkejut melihat bahwa tempat di mana mereka berada sekarang jauh berbeda dengan tempat sebelum ledakan terjadi. Mereka berada di sebuah hutan yang tidak dikenal dan terlihat sangat misterius.

Ava dan Liam merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun, mereka tidak menyerah dan berusaha untuk menemukan cara untuk kembali ke dunia mereka yang sebenarnya. Petualangan mereka baru saja dimulai dan mereka harus berjuang untuk menghadapi berbagai macam rintangan yang menanti di depan.

Saat tiba di Desa Berangan, Ava merasa sedikit kecewa karena desa itu tidak seindah yang ia bayangkan. Bangunan-bangunan tua dan reot, serta jalanan yang berdebu membuat Ava merasa tidak nyaman. Namun, dia tidak menyerah dan tetap mencari tahu tentang keberadaan Makhluk Ajaib.

Ava mulai bertanya-tanya pada warga setempat, dan mereka memberitahunya bahwa Makhluk Ajaib yang paling sering terlihat di daerah itu adalah peri kecil bernama Tia. Dia sering terlihat di sungai dekat hutan. Ava merasa senang mendengar itu dan pergi ke sungai untuk mencari Tia.

Setelah beberapa waktu mencari, Ava menemukan Tia yang sedang bermain air di pinggir sungai. Tia sangat kecil, seukuran dengan kucing, dengan sayap kecil yang indah dan menakjubkan.

"Maaf mengganggu, Tia. Aku sedang mencari makhluk ajaib yang bisa membantuku dalam pencarianku," kata Ava dengan sopan.

Tia tersenyum dan berkata, "Aku bisa membantumu, Ava. Aku tahu banyak tentang makhluk ajaib di hutan ini. Namun, ada tugas yang harus kamu lakukan untukku terlebih dahulu."

Ava penasaran dan bertanya, "Apa itu tugasnya, Tia?"

"Di hutan, ada bunga ajaib yang sangat langka dan hanya mekar setiap 10 tahun sekali. Aku sangat ingin memiliki bunga itu, tapi aku tidak bisa pergi ke hutan karena terlalu berbahaya. Jika kamu berhasil membawakan bunga itu untukku, aku akan memberitahumu tentang makhluk ajaib yang kamu cari," jawab Tia.

Ava merasa sedikit keberatan karena tidak tahu apa-apa tentang bunga itu dan bagaimana menemukannya. Namun, dia memutuskan untuk mencoba dan berjanji akan kembali dengan bunga itu untuk Tia.

Ava pergi ke hutan dengan harapan menemukan bunga ajaib itu. Setelah berjalan beberapa saat, Ava menemukan sebuah hutan yang sangat indah dan berbeda dari hutan sebelumnya. Pohon-pohon besar dan rimbun, serta bunga-bunga indah dan berwarna-warni membuat Ava terkesima.

Setelah mencari bunga ajaib tersebut, Ava menemukannya di tengah hutan dan segera memetiknya. Namun, ketika dia akan pergi, tiba-tiba muncul seorang penyihir tua yang menghalanginya.

"Apa yang kamu lakukan di sini, manusia? Bunga itu adalah milikku," kata penyihir tua dengan suara keras.

Ava merasa ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun, dia memutuskan untuk tetap tenang dan menjelaskan bahwa dia hanya mencari bunga itu untuk membantunya memenuhi tugas dari Tia.

Penyihir tua itu mendengarkan penjelasan Ava dan akhirnya setuju untuk memberikan bunga itu asalkan Ava berjanji untuk tidak mengganggunya lagi dan meninggalkan hutan secepat mungkin.

Ava merasa lega dan segera kembali.

Ava terus berlatih dengan tekun dan semakin ahli dalam menggunakan kekuatan sihir alamnya. Dia menghabiskan waktu luangnya dengan menjelajahi hutan dan mencoba hal-hal baru dengan sihirnya. Ava bahkan belajar membuat ramuan sihir untuk membantu mengobati luka-luka dan penyakit di antara penduduk hutan.

Suatu hari, ketika Ava sedang berjalan-jalan di sekitar hutan, dia menemukan sebuah gua yang belum pernah dilihatnya sebelumnya. Dia merasa penasaran dan memutuskan untuk menjelajahinya. Begitu masuk ke dalam gua, Ava merasakan aura sihir yang kuat dan menyadari bahwa gua itu penuh dengan batu kristal sihir.

Ava merasa terkagum-kagum dengan keindahan kristal-kristal itu dan memutuskan untuk mengumpulkan beberapa sebagai hadiah untuk para penduduk hutan. Namun, ketika dia mencoba untuk mengambil beberapa kristal, dia tiba-tiba merasakan kehadiran seseorang di dalam gua.

Dia mendekat dengan hati-hati dan menemukan seorang penyihir tua yang sedang duduk di dekat dinding gua. "Siapa kamu?" tanya penyihir itu dengan suara serak.

"Aku Ava, seorang penjaga hutan dan seorang penyihir," jawab Ava dengan sopan.

"Ah, aku tahu siapa kamu. Aku telah lama menunggumu," kata si penyihir dengan senyum tipis di bibirnya.

"Apa maksudmu?" tanya Ava bingung.

"Penduduk hutan telah memberitahuku tentangmu dan kekuatan sihirmu. Aku membutuhkan bantuanmu untuk melakukan misi yang sangat penting," kata si penyihir dengan serius.

Ava merasa penasaran dan memutuskan untuk mendengarkan lebih lanjut tentang misi itu. Si penyihir menjelaskan bahwa ada sekelompok penyihir jahat yang mencoba untuk membangkitkan seorang raja iblis yang kuat yang telah ditaklukkan oleh para penyihir ratusan tahun yang lalu. Raja iblis itu memiliki kekuatan yang sangat besar dan dapat menghancurkan seluruh dunia sihir.

Si penyihir tua itu meminta bantuan Ava untuk membantu memburu penyihir jahat itu dan menghentikan mereka sebelum terlambat. Ava merasa terkejut dan takut, tetapi dia juga merasa bertanggung jawab untuk melindungi hutan dan dunia sihir dari bahaya.

Dia menerima tugas itu dan bersiap-siap untuk perjalanan yang berbahaya dan penuh petualangan. Ava tahu bahwa dia harus mempersiapkan dirinya secara mental dan fisik untuk menghadapi musuh yang kuat dan jahat. Dia mengambil beberapa kristal sihir sebagai persediaan dan meninggalkan gua itu dengan semangat baru dan tekad yang lebih kuat.

Ava melanjutkan perjalanannya, berpikir tentang tugas yang dihadapinya dan menyesal tidak meminta bantuan Adhara. Namun, dia tahu bahwa dia harus menghadapi tantangan ini sendirian dan terus berusaha untuk menjadi lebih kuat. Ava berjalan melalui hutan menuju perkemahan penyihir lain yang dapat membantunya dalam misi tersebut.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!