NovelToon NovelToon

Ilusi Nyata

EPILOG

⚛KARINA MAHARANI⚛ Seorang gadis manis yang terkenal ceria dan periang. Tak hanya itu, Karina juga dikenal sebagai mahasiswi yang pandai. Tak jarang ia selalu menjadi mahasiswi dengan nilai IPK terbaik dikelasnya. Namun, ada hal lain yang membuat banyak netizen iri padanya. Yaps! Karina memiliki kekasih yang begitu tampan. Adi. Adi adalah seorang BEM di Universitas tempat Karina menuntut ilmu. Banyak netizen yang mengatakan bahwa Karina beruntung mendapatkan Adi. "Kok bisa sih, cewe yang tampangnya biasa aja jadi kekasih BEM yang super ganteng?" begitulah yang dikatakan khalayak kampus. ⚛ADI HERMAWAN⚛ Seorang laki-laki primadona Universitas X. Tak hanya tampan, Adi dikenal juga sebagai mahasiswa yang cerdas, berfikir kritis, dan berwibawa. Tidak salah mengapa banyak mahasiswi yang menginginkan Adi menjadi calon imamnya. Tapi sayang, Adi telah dimiliki oleh Karina yang tentunya membuat patah hati sejuta umat yang ada di Universitas X. Kisah cinta keduanya begitu mulus. Membuat semua orang iri. Membuat mereka berdua menjadi couple yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Namun semuanya berubah, ketika hari itu tiba. Hari patah hati bagi Karina yang membuat Karina kehilangan sifat cerianya. Saat kehilangan sifat cerianya itu. Muncul lah Rio. Seorang pria maskulin yang agak sedikit gesrek otaknya. Sifat acuh Karina perlahan mulai surut berkat Rio Mau tau kelanjutannya? Yuk tunggu episode berikutnya! 😍

PERTEMUAN PERTAMA DENGAN ADI

Pagi begitu cerah. Burung-burung berkicau dengan riang. Tak hanya burung, pepohonan pun berlenggok ke kanan dan ke kiri seolah-olah sedang menari gembira.. Namun tidak dengan Karina, hari ini adalah hari dimana Karina harus melakukan presentasi mata kuliah Manajemen Produksi di jam pertama.. Sialnya, Karina terlambat bangun tidur dan terlambat pula sampai kampus. Sementara materi yang akan di presentasikan ada pada Karina.. Karena semalam, begitu pulang bekerja Karina kelelahan dan lupa untuk share file bahan presentasi kepada teman-temannya. Semua teman satu kelompok dengan Karina sudah berwajah pias. Dikarenakan sosok yang mereka tunggu tak kunjung datang. Sedangkan Sang Dosen Killer sudah memasang raut kesal. "Haduh, segala kesiangan.. Mampus lah gue" ujar Karina sambil berlari menaikki anak tangga.. Tak lama kemudian Karina sudah berada di depan pintu kelasnya. Karina berhenti sejenak, mengatur nafas. Dan kemudian mengetuk pintu dan masuk ke dalam kelas. "Permisi pak, maaf saya terlambat" ujar Karina kepada Pak Pras si Dosen Killer yang sudah memasang muka jengah karena harus menunggu agak lama. "Sudah, cepat siapkan materi yang harus kalian presentasikan!" "Baik pak" jawab Karina lirih Sambil memasang kabel proyektor ke laptop. Semua teman Karina bergumam. "Lu gimana sih bisa telat gini?" ujar Tata "Sorry guys, bukan mau gue juga telat" "Yaudah materinya lu taro mana?" ujar Lala "Ada di flashdisk gue lupa belom save ke laptop. Kemaren gue edit di kantor soalnya. Nih flashdisknya dikantong gue" ujar Karina sambil menepuk kantong belakang celananya. Tiba-tiba muka Karina berubah menjadi pias. Seluruh teman satu kelompoknya sudah mencium firasat buruk, termasuk Lala sahabatnya. Yang sangat paham bagaimana sifat Karina yang sangat teledor. "Kenapa? Jangan bilang gak ada tuh flashdisk?" ujar Lala lirih. Karina hanya mengangguk lemas dengan keringat yang mulai bercucuran. Sementara sang dosen mulai mendekati sekelompok mahasiswanya yang tak kunjung memulai presentasinya. "Kok belum mulai? Kenapa? Belum siap juga?!" ujar Pak Pras yang mulai meninggikan suaranya. "Hmm, anu pak ternyata......." TOK TOK TOK. Tiba-tiba saja terdengar suara pintu diketuk. Pak Pras pun mendekati pintu dan membuka pintu. Terlihat sesosok pria memasukki ruangan. "Loh Adi, ada perlu apa?" "Maaf pak, ini tadi ada salah satu mahasiswi dikelas ini menjatuhkan flashdisknya tidak sengaja. Saya mencoba memanggilnya tapi mahasiswi tersebut sepertinya tidak mendengar panggilan saya. Jadi saya berlari mengejarnya sampai sini" ujar pria tersebut menjelaskan. "Ah kamu, ini flashdisk kamu ya? Tadi terjatuh ketika kamu mengeluarkan handphone dari kantungmu" ujar Adi sambil menyodorkan sebuah benda kecil kehadapan Karina. "Ya ampun Karina, ternyata presentasinya dari tadi tak kunjung dimulai karena kamu kehilangan flashdisk kamu? Ceroboh banget sih? Cepat terima kasih kepada BEM kampus ini yang udah sampe repot-repot mengantarkannya kemari" "Te.. terima kasih banyak ya kak. Maaf sudah merepotkan kakak" ujar Karina sambil membungkukkan badannya. Adi pun tersenyum manis membalas ucapan Karina.

MENCURI-CURI PANDANG

Setelah kejadian flashdisk yang terjatuh. Entah kenapa Karina menjadi lebih sering berpapasan dengan Adi. Saat menuruni tangga, di taman, bahkan dikantin. Karina sampai merasa bahwa Adi mengikuti kemana langkahnya pergi. Seperti pagi ini Karina yang tengah gelisah karena tidak ada satupun ojek online yang mengambil orderannya. Sementara Karina harus segera berangkat ke kampus untuk menghindari telat. CCCCRRRRRIIIITTTTT! Tiba-tiba saja terdengar suara decitan ban yang bergesekkan dengan aspal tepat di hadapannya. Karina yang tengah menunduk menatap layar ponselnya pun segera mengangkat kepala dan mengedarkan pandangannya kearah suara tersebut. Dan menemukan sosok Adi disana dengan berbalut helm full face dan motor besarnya. "Mau bareng ngga?" ujar Adi "Hmmm.. Ngga usah kak" ujar Karina menolak. Walau sebenernya Karina membutuhkan tumpangan untuk menghindari telat. **Karina sok banget jual mahal ya netizen wkwkwk** "Yakin? Bukannya lagi buru-buru takut kesiangan?" "..............." masih diam tak memberikan jawaban dan berfikir. "Penawaran terakhir nih, mau bareng gak?" "Boleh kak boleh!" "Yaudah ayok cepat naik" Karina pun naik ke motor Adi. Motor mereka pun segera melaju ke kampus. Setibanya dikampus semua mata memandang ke arah Karina. Bagaimana tidak? Ia berangkat bersama dengan calon imam idaman sebagian besar mahasiswi di kampusnya. "Yaudah kakak duluan ya Karina.." "Iya kak, makasih ya tumpangannya" Mendengar jawaban Karina, Adipun berlalu meninggalkan Karina. Dan Karina pun melanjutkan langkah kakinya ke ruangan kelasnya. Sementara itu, dibalin pohon terlihat seorang gadis tengah melihat ke arah Karina dengan tatapan tidak suka. Tatapan marah. Tatapan cemburu. Dan tatapan seakan-akan ingin melahap Karina hidup-hidup

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!