NovelToon NovelToon

Ku Pinjam Suamimu

Episode 1

Setibanya di rumah setelah 2 tahun di Amerika kepulangan Naura disambut mama dan papanya, walaupun wanita itu sudah tahu obrolan berikutnya akan bagaimana.

"Tidak membawa pria?." To the point Arga kepada putri bungsunya itu.

"Apa tidak ada pertanyaan lain selain itu pah? come on aku capek bahkan jengah." Timpal Naura.

"Lihat umur kamu yang sudah 26 tahun anak-anak paman kamu bahkan sudah berkeluarga memiliki buah hati, apa beberapa pria yang papa datangkan tidak ada satupun yang menarik? papa sudah sangat ingin menggendong cucu Naura." Potong Arga.

"Ada kak Novan suruh saja dia! aku pulang untuk ikut andil dalam perusahaan papa kan? makanya setuju bukan untuk mengurus pria apalagi menikah!." Kesal Naura ia melirik Marry mamanya meminta pembelaan.

"Gak, mama setuju dengan papamu. Kamu layaknya perawan tua Naura ayolah sayang sampai kapan?." Bujuk Marry.

Naura menghela nafas berat. "Kalian ingin cucu?."

Tatapan Marry dan Arga berbinar penuh harap keduanya mengiyakan. "Iya, apalagi?."

"Oke aku akan membuat cucu itu untuk mama dan papa, sekarang aku mau istirahat." Balas Naura seraya pergi menyeret kedua kopernya menuju kamar.

"Naura bukan seperti budaya Amerika ya!." Teriak Arga.

Naura hanya diam acuh saja masuk kamar.

Arga dan Marry kembali duduk.

"Apa papa paksa saja dia menikah dengan pria pilihan papa yang kita temui 2 minggu lalu ma?."

"Papa gak ingat dulu sebelum ke Amerika juga Naura kabur saat hendak dijodohkan, mama rasa jangan pah." Marry tak setuju.

"Hanya satu permintaan kita yang tak pernah disetujuinya ma."Lirih Arga yang tak bisa berbuat apa-apa.

Pria mana yang dapat menolak pesona seorang Naura Shenyna, wanita cantik dengan body dan paras nyaris sempurna membuatnya banyak diincar pria dari berbagai kalangan.

Sudah banyak para pejabat tinggi bahkan aktor, pengusaha besar sekaligus yang datang menemui Arga, namun tidak ada satupun yang diterima oleh Naura hal ini berturut-turut sudah 4 tahun.

Sebagai orang tua mereka cukup frustasi dibuatnya, bukan tanpa alasan Naura seperti itu tentu saja ada. Baginya laki-laki sama saja cuma berbeda cara menyakiti, karena mind set Naura seperti itu ia akhirnya menghindar jika membahas soal pria.

Di kamar

Sambil menatap langit-langit kamar Naura terdiam pikirannya kemana-mana, jika mengingat kembali sahabat-sahabatnya juga sudah menikah dan memiliki anak.

Dari lubuk hatinya yang paling dalam Naura juga menginginkan seorang anak namun tidak dengan menikah, gila memang tapi kemungkinan untuk membungkam mulut kedua orang tuanya Naura akan melakukan itu.

Tangan Naura merogoh handphone menyuruh asisten pribadinya Nesy melakukan sesuatu. "Carikan beberapa pria yang sesuai dengan keinginanku, pastikan juga mereka setuju karena kemauan sendiri tanpa paksaan. Walaupun ini gila tapi aku tahu mana yang cocok untuk diriku."

Setelah selesai Naura menutup panggilan ia berdiri berjalan menuju kamar mandi, melepas seluruh pakaiannya memperlihatkan bentuk tubuh molek yang indah tanpa penutup sehelai benang pun.

Wanita itu menatap pantulan dirinya di cermin cukup lama. "Bukankah beruntung sekali pria yang akan membantuku nanti?." Pikirnya melihat kemolekan diri sendiri.

Setelah puas memandang Naura masuk ke dalam bathtub merendam tubuhnya agar lebih rileks akan perjalanan jauh yang ditempuh.

Pikiran Naura masih kemana-mana ada keraguan dalam diri Naura mengenai rencana yang dibuatnya. "Nesy tidak mungkin salah pilih pria."

Note: Karakter Naura Shenyna wanita independen yang agresif sengaja thornim buat, jika kurang suka atau apa boleh skip..🤗

HAPPY READING GUYS!✨❤️

Sekali lagi bijaklah dalam memilih bacaan ya!

Episode 2

.

Gedung pemotretan

Model cantik yang baru saja selesai pemotretan untuk iklan dari produk baru perusahaan ternama, berlari kecil menghampiri seorang pria tinggi kekar dengan paras dan bentuk wajah yang nyaris sempurna.

"Aku sudah selesai mari kita pulang sayang." Lirihnya sambil menggandeng tangan sang suami.

Pria itu hanya mengangguk saja.

"Mba Giselle tunggu sebentar!." Panggil seseorang.

Model itu menghentikan langkah memutar badan menghadap si pemanggil. "Ada apa?."

"Untuk pemotretan besok mengenakan fashion yang 1 minggu lalu diluncurkan, ini jadwal beserta pose untuk referensi mungkin jika mba mau lihat-lihat." Balas pegawai.

Giselle mengambilnya. "Oh oke thanks you."

"Iya."

Pasangan suami istri itu kembali melanjutkan langkah menuju parkiran untuk pulang, seperti biasa selama di perjalanan Giselle dengan manjanya menceritakan senangnya berkarir di dunia modeling. "Aku harap kamu mau mengerti keinginanku sampai kapanpun Sam."

Samuel Dirgawijaya putra tunggal dari keluarga Dirga sosok suami dari Giselle, ia yang mewarisi perusahaan besar milik ayahnya yang sekarang ia pegang. Cabang bisnis propertinya hampir di seluruh Indonesia ada, tentunya ia sangat disegani dan dihormati.

"Sayang di depan mampir dulu ke apotek aku harus stok lagi beberapa pil KB." Ujar Giselle menghentikan mobil tepat di depan apotek.

"Giselle.."

Namanya dipanggil oleh Samuel wanita itu yang hendak keluar menutup kembali pintu mobil. "Iya sayang kenapa?."

Giselle perlahan menelan ludah melihat raut wajah Sam.

"Sampai kapan kau akan menunda kehamilan? kita menikah sudah 2 tahun, aku dan mama menginginkan seorang anak sudah dari jauh hari namun kau malah seperti ini hanya karena takut bentuk tubuhmu berubah kau tak mengindahkan rumah tangga!." Ucapnya dengan nada tinggi.

Giselle menyentuh wajah tampan itu namun Sam menghindar. "Aku mau kamu mengerti dan menghargai keputusanku, kasih aku waktu untuk karirku ini." Manjanya dengan raut wajah memelas.

"Keburu tutup aku keluar dulu ya sayang." Lanjut Giselle yang langsung keluar untuk membeli pil KB.

Samuel memijit pusing keningnya, dulu ia setuju dinikahkan dengan Giselle demi kedua orang tuanya yang ingin segera memiliki keturunan, namun inilah Giselle sekarang yang egois demi karirnya sendiri.

Tidak lama Giselle masuk ke dalam membawa kantong yang sudah dipastikan di dalamnya pil KB, karena malas berucap lagi Sam melajukan mobilnya membelah jalanan raya untuk pulang.

Tidak lama sesampainya di rumah...

Samuel masuk duluan karena ada seseorang yang menghubunginya entah siapa, sementara Giselle menyusul di belakang.

Melihat Sam yang langsung sibuk di depan layar komputer, Giselle meletakkan tas lalu berjalan menuju kamar mandi. "Aku capek mau istirahat untuk besok pemotretan lagi, mau mandi bersama?."

Tidak ada jawaban dari Sam, namun tak lama pria itu berdiri menghampiri Giselle merebut kantong belanjaan dari apotek. "3 pak pil KB? kau menyuruhku untuk bersabar sampai kapan ha?."

"Sam..." Rengek Giselle memelas. "Untuk saat ini aku sangat sibuk, tolong kau mengerti."

Samuel benar-benar tak bisa menahan rasa jengkelnya ia memilih pergi keluar kamar, turun ke lantai satu menuju kolam renang samping mansion. Ia menghirup udara segar sebanyak-banyaknya, cukup frustasi ditambah kedua orang tuanya yang menunggu hadir seorang cucu dari anak semata wayangnya itu menagih tiada henti.

Setelah beberapa saat akhirnya emosi Sam terkontrol, tidak lama handphone pria itu berdering ia langsung menerima panggilan dari orang terdekat sekaligus kepercayaannya. "Katakan Ndre ada apa?."

"Ada klien penting lebih penting dari biasanya dan ini menyangkut privasi, aku sudah mengatur jadwalnya malam besok jadi persiapkan Sam." Balas Andre dari seberang.

"Jika tidak menguntungkan ku kau sudah tahu aku tak mungkin sudi."

"Ini menguntungkan mu dan menguntungkan orang tuamu jika kau setuju, ah rasanya jika tawaran ini untukku aku mungkin pria paling bahagia di dunia." Lanjut Andre lagi. "Akan ku kirimkan lewat email detailnya."

"Hmm." Balas singkat Samuel.

.

.

Tinggalkan jejaknya ya sebagai dukungan buat othor..🤗

👇

Episode 3

Kediaman Naura

Merry menunggu Naura di gerbang yang pagi itu joging mengelilingi kompleks, tidak lama putrinya datang dengan keringat bercucuran membasahi tubuh.

"Sudah, sekarang bersihkan diri lalu sarapan mama dan papa tunggu." Kata Merry sambil merangkul anaknya masuk ke dalam.

"Apa? membahas soal cucu lagi?." Timpal Naura yang sudah dapat menebak jika obrolan mereka ujung-ujungnya mengarah ke sana. "Aku akan berusaha ma."

"Tebakan mu tidak sepenuhnya benar mau pun salah Naura, intinya cepat bersihkan diri jangan banyak bicara." Lanjut Merry sambil mendorong tubuh putri bungsunya menuju kamar.

"Iya-iya."

Di ruang makan

Terlihat Arga sudah duduk siap dan para pelayan menghidangkan sarapannya dengan baik, pria paruh baya yang sebentar lagi menginjak kepala lima sudah siap dengan setelan jasnya untuk berangkat ke kantor. "Mana Naura ma?."

Merry duduk di samping sang suami. "Sebentar lagi pah."

"Naura dibawa ke perusahaan jadinya sekarang apa besok pah?." Ucap Merry lagi.

"Besok ma biarkan anak kita istirahat dulu."

"Oke."

Tidak lama Naura turun dari lantai dua menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menunggu dari tadi, Naura menyapa mereka dan mulai sarapan.

"Naura.."

Mendengar namanya yang dipanggil sang papa Naura menoleh. "Ini masih pagi pah jika harus membahas soal cucu."

"Bukan."

"Tentang?." Antusias Naura yang merasa lega jika pembahasan mereka bukan soal pria, nikah ataupun cucu.

"Kamu mulai masuk ke perusahaan besok, sekarang jika ingin have fun lakukanlah karena nanti malam tidak bisa kita ada acara keluarga. Banyak paman dan bibi-bibi mu membawa anak-anaknya kemari kakakmu Novan juga pastinya pulang." Jelas Arga panjang lebar.

Naura tak langsung menjawab ia sudah dapat memastikan jika keluarga para paman dan bibinya membawa anak-anak mereka yang sudah menikah dan punya anak, sama saja mungkin statusnya akan dipertanyakan atau parahnya di olok-olok.

Karena mengingat nanti malam ada acara menemui pria yang dipilihkan Nesy untuknya, Naura sengaja menjadikan itu sebagai alasan. "Aku ada urusan penting ma pa, dan itu tidak bisa ditunda nanti malam."

Merry dan Arga saling tatap. "Cancel dulu Nau, paman dan bibi mu sangat ingin bertemu kau jarang di rumah menghabiskan waktu terus di perusahaan Amerika, ini tidak rugi itung-itung silaturahmi."

"Apa permintaan yang ini jika ku penuhi akan membuat kalian diam tidak menagih cucu lagi?."

"Tidak! itu justru yang utama, tapi kau tetap harus ada karena sudah tahu sendiri acara kumpul keluarga ini hanya 1 tahun sekali dan kau selama 2 tahun terakhir tidak ada Naura." Balas Merry kepada putrinya.

Naura menghela nafas berat ia pasrah saja jika berdebat dengan kedua orangtuanya tentu tidak akan berhasil. "Oke."

Merry dan Arga tersenyum. "Nanti sore kakakmu Novan datang dengan istrinya."

"Suatu saat aku juga datang dengan suamiku." Sengaja Naura pada kalimat suami sengaja ia tekankan untuk menyindir.

"Kita tunggu."

Setelah sarapan Naura mau tak mau menghubungi Nesy untuk mengosongkan jadwalnya nanti malam beralih ke malam berikutnya.

.

Perusahaan Dirgawijaya

Sam berdiri dari duduknya saat pekerjaan hampir selesai, dari ruang sekretaris Andre muncul. "Ini kopi mu."

"Oke."

Sam meminumnya begitupun dengan Andre.

"Email yang semalam aku berikan apa kau sudah melihatnya?." Tanya Andre.

"Wajahnya saja kau tidak memberi tahu."Kekeh Sam dengan tatapan menyindir. "Kau mengajak becanda denganku Ndre?."

"Mana mungkin, aku hanya ingin kau menemui wanita itu sekali saja nanti malam. Sejak kau menikah dengan Giselle hanya sibuk dengan pekerjaan, sekali-kali tidak ada salahnya toh ini juga bukan selingkuh gue tau lo orangnya gimana." Balas Andre kepada sahabat sekaligus atasannya.

Samuel hanya diam tatapannya tertuju ke luar jendela perusahaan, 1 tahun terakhir ini ia dibuat jengkel dan kesal dengan sikap Giselle mungkin tidak ada salahnya menghirup angin segar dari klien wanita yang dimaksud Andre.

"Jadwalkan saja malam berikutnya, karena malam ini aku ada acara keluarga besar." Timpal Sam singkat.

Andre langsung menghubungi seseorang diseberang sana, cukup lama keduanya mengobrol hingga panggilan berakhir.

"Kebetulan malam ini juga dia ada acara jadi pertemuan kalian malam berikutnya saja."

"Hmm."

.

.

Tinggalkan jejaknya ya sebagai dukungan buat othor!🤗

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!