NovelToon NovelToon

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Bertemu Dengan Kucing Lucu

Deniz yang siang itu pulang dari kuliahnya tiba-tiba saja dia melihat ada seekor kucing yang nampak terluka.

" Wah! Kasihan sekali kucing ini! Aku akan membawanya ke dokter hewan dan menolongnya. Wah kamu lucu sekali, bulu-bulumu sangat indah. Kau pasti di buang oleh pemilikimu karena kamu terluka. Pemilikmu kejam sekali, membuang kucing yang tidak berdosa!" Ucap Deniz merasa kasihan kepada kucing malang yang tidak berdosa itu.

' Syukurlah akhirnya aku bertemu juga dengan calon istriku. Semoga saja Dia adalah wanita yang baik dan akan menolongku terbebas dari kutukan ini! Hanya dengan cintanya yang tulus kepadaku, yang akan bisa membebaskanku dari wadag ini dan bisa berubah wujud menjadi manusia!' ucap kucing tersebut yang ternyata adalah seorang siluman dari ras kucing yang berjenis jin muslim.

Deniz pun segera membawa kucing itu ke dokter hewan dan setelah mendapatkan perawatan dari dokter Deniz pun kemudian membawa kucing itu ke dalam rumahnya.

Tidak lupa Deniz pun membeli sebuah rumah kucing yang lucu dan imut untuk kucing itu agar bisa beristirahat di dalam kandangnya.

" Kucing malang sekarang kau tinggal di rumahku ya? Nanti setelah kau sudah sembuh, aku akan bebaskanmu kembali kalau kamu ga betah tinggal di rumahku" ucap Deniz berkata kepada kucing malang tersebut yang terus memandangnya dengan penuh rasa takjub.

' Aku sungguh beruntung memiliki calon istri seperti dia selain wajahnya cantik dia juga memiliki hati yang baik!' ucap kucing itu pun merasa bahagia karena akhirnya setelah pencarian yang panjang dia pun bisa bertemu dengan calon istrinya.

Deniz masuk ke dalam rumahnya dan di saat dia akan masuk ke dalam kamarnya, tiba-tiba saja Ibunya datang menyapanya.

" Apa yang kau bawa Deniz?" tanya sang ibu kepada putri nya tercinta.

Denis tersenyum kepada ibunya lalu dia menunjukkan kucing malang yang sangat lucu dan menggemaskan yang ada di tangannya. Kucing itu belum dia masukkan ke dalam kandangnya oleh Deniz.

Rencananya Deniz akan memberikan obat dulu untuk Kucing itu agar bisa segera sembuh dari sakitnya.

Kucing kecil itu terkena tembak di bagian kakinya. Oleh karena itu dia tampak pincang. Untung saja dokter hewan masih bisa menolongnya dan memberikan obat untuk kesembuhan kucing tersebut agar bisa berjalan normal kembali.

" Untuk apa kau membawa kucing ke rumah? Nanti Papamu akan marah. Kau tahu bukan? Kalau papamu paling tidak senang dengan kucing. Berisik dan kotor katanya!" ucap ibunya Deniz sambil menatap Deniz yang tampak merasa sedih dan merasa kasihan dengan kucing malang itu.

" Tolonglah Mah! Kasihan sekali kucing ini, dia terkena tembak kakinya oleh pemburu dan Deniz akan merawatnya sampai sembuh. Setelah itu Deniz akan melepaskan dia kembali kalau dia ga betah tinggal di sini!" janji Deniz kepada ibunya yang sangat dia kenal memiliki hati yang lembut dan juga seorang wanita yang baik budi dan pekertinya.

" Mama hanya takut kalau nanti papamu mengamuk. Kamu tahu sendiri bukan? Kalau dia kan paling tidak senang dengan kucing. Mama sendiri bingung kenapa papamu sangat tidak menyukai kucing. Padahal bukankah kucing itu sangat cantik dan juga menggemaskan?" tanya Amber keheranan pada Deniz.

" Jangan khawatir Mah. Deniz akan menjaganya dan akan memastikan kalau dia tidak akan mengganggu kegiatan di dalam rumah ini!" janji Deniz kepada ibunya.

" Ya sudah sekarang kau mandilah dulu sana. Taruhlah dulu kucingnya di dalam kamarmu dan pastikan kotorannya tidak berserakan sehingga tidak mengganggu ayahmu. Kalau tidak Ayahku nanti akan mengamuk!" ucap ibunya Denis pada akhirnya mengalah kepada putrinya.

Amber sangat tahu kalau Deniz adalah seorang anak yang berhati baik dan selalu menyayangi binatang.

" Terimakasih Mamah sayang!" ucap Deniz bersorak sangat bahagia sambil memeluk dan mencium ibunya sebagai ungkapan rasa terima kasih dan juga kebahagiaannya karena sudah mendapatkan izin dari ibunya untuk boleh merawat kucing yang terluka tersebut di dalam kamarnya.

' Aku sungguh beruntung memiliki seorang calon istri yang sangat baik seperti dia. Semoga saja dia bisa melepaskan kutukan ini sehingga aku bisa berubah menjadi manusia di hadapannya dan selalu berada di sisinya. Nanti kalau masa pernikahan kami datang. Aku pasti akan menjemput dia untuk hidup bersama di alamku dan kami akan hidup bahagia selamanya beserta dengan anak-anak kami!' ucap Narendra, sang pangeran kucing.

" Aku akan meletakkanmu di sini. Di dekat jendela. Supaya kau bisa melihat alam luar yang indah. Kau tenang saja ya? Nanti setelah kakimu sembuh, aku janji, aku pasti akan segera melepaskanmu lagi sehingga kau akan hidup bebas. Jadi kamu bisa kembali lagi ke habitatmu dan tidak terkurung di dalam rumah ini untuk selamanya." ucap Deniz berbicara kepada kucing tersebut.

" Kamu harus janji ya sama aku. Kamu tidak boleh berisik dan buang kotoranmu di pasir yang sudah aku siapkan untuk kamu. Ok? Soalnya Papaku paling tidak suka dengan kotoran kucing yang berhamburan di rumah. Kamu harus menolongku ya? Kau tidak boleh berisik dan kau juga harus tenang tinggal di rumah ini. Jangan terlalu banyak bersuara ketika Ayahku ada di rumah." ucap Deniz kemudian dia pun melepaskan pakaiannya untuk segera pergi ke kamar mandi.

" Cukup sudah kau buat hatiku merana Jangan pernah lagi kau datang dalam hidupku karena aku takkan pernah memaafkan kamu lagi!" suara Deniz di dalam kamar mandi yang sedang menyanyi lagu gubahannya sendiri.

' Wah calon istriku selain memiliki tubuh yang bagus dia juga memiliki suara yang sangat merdu kelak dia akan menjadi Ratuku yang paling cantik dan juga berbakat!' ucap Narendra merasa bangga dengan seorang Deniz yang selain cantik juga berbakat dalam bernyanyi. Suaranya sangat merdu dan menggemaskan.

Setelah keluar dari kamar mandi tampak Deniz yang berjoget dangdut sambil menggoyangkan pinggulnya sambil mengikuti irama lagu yang dia nyanyikan. Lagu gubahannya sendiri yang sangat asik untuk berjoget dangdut.

Bakat Deniz dalam menyanyi memang bukanlah kaleng-kaleng. Deniz sering mendapatkan undangan dari rekan-rekan bisnis ayahnya. Apabila mengadakan pesta pernikahan atau pun ulang tahun.

' Ya ampun! Calon istriku benar-benar keren! Suara dan goyangannya sangat mantap sekali! Aku pasti akan sangat bahagia kalau suatu saat menikah dengan dia!' ucap Narendra mengagumi sosok Deniz yang baru dia temui hari ini.

Sebenarnya di alam siluman Narendra sering memperhatikan Deniz melalui kaca benggala yang dia miliki. Benda keramat milik leluhurnya yang di wariskan kepada dirinya karena Narendra yang memiliki seorang calon istri yang berada di alam manusia.

Kaca Benggala itu sengaja diberikan kepada Narendra agar dia bisa memantau keadaan calon istrinya yang ada di alam manusia.

Narendra akan selalu membantu Denis apabila Deniz berada dalam kesulitan ataupun dalam bahaya. Narendra benar-benar menjadi guardian angel seorang Deniz yang tanpa diketahui atau di sadari oleh Deniz sendiri maupun oleh kedua orang tuanya.

Amarah sang ayah

Deniz yang sedang sibuk bermain dengan kucing yang dia temukan di pinggir jalan. Dia harus menerima amarah sang ayah yang tidak menyukainya memungut kucing tersebut.

" Ya ampun Deniz kan kamu tahu kalau Papa paling tidak suka dengan kucing? Kenapa Kau berani sekali membawa kucing ke dalam rumah ini?" ucap sang ayah dengan mata memerah menatap putrinya yang saat ini sedang memeluk kucing malang itu.

Tampak Deniz ketakutan melihat ayahnya yang sangat marah kepadanya.

" Sudahlah Pah! Kasihan kucing itu. Kakinya terluka gara-gara ditembak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Nanti kalau sudah sembuh Deniz pasti akan melepaskannya kembali atau mencari Ibu pengganti untuk mengadopsinya!" ucap Amber berusaha untuk membujuk suaminya.

" Karena mama yang selalu memanjakannya membuat Deniz jadi tidak bertanggung jawab dengan kehidupannya sendiri. Dia jadi tidak menghargai orang lain yang tidak menyukai sesuatu!" ucap suaminya sambil meninggalkan Amber yang saat ini sedang menatap Deniz dengan tajam.

" Kan mama sudah bilang padamu untuk menyembunyikan kucing itu di dalam kamarmu. Kenapa Kau biarkan kucing itu berkeliaran di dalam rumah? Aish kau bikin pusing kepala Mama saja. Sekarang mama jadi harus membujuk ayahmu agar tidak mengamuk lagi!" ucap Amber sambil menggelengkan kepalanya dan kemudian dia pun masuk ke dalam kamar untuk melayani semua kebutuhan suaminya agar suaminya bisa menghilangkan amarahnya saat ini gara-gara putrinya yang membawa masuk seekor kucing yang paling tidak dia sukai.

" Mama tahu nggak sih? Papa tuh sangat takut kalau sampai kucing itu adalah Kucing Siluman yang dikatakan oleh papa adalah calon suami Deniz yang kelak akan menjadi suami dari Deniz saat Deniz berusia 20 tahun. Apa Mama sekarang ingat? Kalau Deniz sudah berusia 19 tahun Mah. Hanya tinggal 1 tahun lagi perjanjian itu akan berlaku dan kita pasti akan kehilangan Putri kita untuk selamanya. Ketika siluman itu datang untuk menjemput Putri kita untuk menjadi pengantinnya!" ucap Dedi sambil menatap Amber yang sedang duduk di sebelahnya.

" Jadi itu alasannya Papa begitu membenci kucing berada di sekitar kita?" katanya Amber sambil menyentuh tangan suaminya dengan lembut.

" Bagaimanapun kita harus menjauhkan kucing itu dari Deniz. Papa tidak mau kalau ada ikatan emosional antara Deniz dengan kucing itu. Papa tidak mau kehilangan Putri kita mah. Itulah yang menjadi alasan Papa pindah dari Jakarta dan tidak mengikuti jejak kakak-kakakku yang sekarang menjadi anggota parlemen di Jakarta. Papa berharap dengan kita tinggal di Bandung maka kita tidak akan kehilangan Deniz ketika perjanjian itu datang. Papa benar-benar tidak sanggup kalau harus kehilangan Deniz." ucap Dedi sambil memeluk istrinya yang mulai menangis memikirkan nasib Putri mereka 1 tahun yang akan datang.

" Bagaimana kalau kita kirimkan Deniz ke Amerika untuk melanjutkan kuliahnya di sana?" tanya Amber kepada Dedi yang masih merasa belum siap untuk kehilangan putrinya apabila calon suami Deniz suatu saat datang menjemputnya untuk melangsungkan pernikahan mereka di alam ghaib seperti yang sudah dijanjikan oleh ayahnya 50 tahun yang lalu.

" Kita datangi lagi Ustad Maulana untuk memberikan benteng dan juga perlindungan kepada Deniz agar bangsa jin itu tidak bisa mendeteksi keberadaannya. pokoknya Papa tidak rela kalau sampai Deniz harus menikah dengan makhluk gaib yang tidak nampak di dunia ini!" ucap Dedi dengan wajah serius.

' Berarti mereka sudah mengetahui bahwa Deniz adalah calon istriku. Berarti mereka memang sudah memasang benteng pertahanan untuk Deniz. Oleh karena itu aku sangat kesulitan untuk mencarinya selama bertahun-tahun lalu. Ternyata itu karena mereka yang sudah membentengi Deniz agar tidak terdeteksi oleh bangsa kami! Untung saja ayahku sudah membunuh ustaz yang sok pintar itu. Berani-beraninya mereka berusaha untuk ingkar dari perjanjian yang sudah dibuat begitu lama antara kedua orang tuaku dengan kakek Deniz. Aku sampai harus rela tinggal di dalam wadag ini hanya untuk menunggu calon pengantinku mencintaiku!' ucap Narendra ketika dia mengerahkan kemampuannya untuk mencuri dengar semua pembicaraan antara Dedi dan Amber di dalam kamar mereka yang jaraknya sekitar 10 meter dari kamar Deniz.

" Tetapi Pah yang Mama dengar kalau Ustad Maulana sudah meninggal sekitar 1 tahun yang lalu. Sepertinya kita harus mencari Ustadz yang lain yang akan membantu kita Untuk membentengi tubuh Deniz agar tidak tersentuh oleh siluman itu." ucap Amber kepada suaminya.

" Mama benar juga. Besok papa akan mencari ustad yang lebih hebat daripada Ustad Maulana. Bagaimanapun kita memang memerlukan kekuatan yang hebat untuk bisa melawan bangsa jin yang selalu membuat manusia haus dengan kekuasaan dan juga harta dunia! Jangan lupa, Mama harus selalu mengingatkan Denis untuk tidak lupa salat dan mengaji agar tubuhnya selalu terjaga dan tidak tersentuh oleh jin itu!" ucap Dedi pelan.

Sementara itu Narendra yang terus mendengarkan semua percakapan antara Dedi dan Amber. Dia sudah mulai merasa kesal dan jengkel karena kedua orang tua Deniz kembali merencanakan untuk mencari seorang Ustadz yang bisa memisahkannya bersama dengan Deniz, calon istrinya yang sudah dia tunggu lebih dari 50 tahun.

Memang dari keturunan kakeknya Deniz, memang hanya Deniz lah satu-satunya cucu perempuan sang Kakek. Oleh karena itu Dedi benar-benar sangat marah kepada ayahnya sendiri yang telah menjanjikan seorang anak perempuan dari keturunan mereka untuk menikah dengan pangeran jin yang selama puluhan tahun bersekutu dengan almarhum ayahnya yang sudah meninggal sekitar lima tahun yang lalu karena penyakit strokenya yang kumat.

Saudara-saudara Dedi yang lain tidak memiliki anak perempuan. Mereka hanya memiliki anak laki-laki yang akan meneruskan nama besar keluarga Barata di dunia politik yang mereka geluti.

" Kakak-kakakku yang menikmati ketenaran dan juga harta kekayaan menjadi seorang politisi negeri ini. Akan tetapi putriku yang harus ditumbalkan untuk menikah dengan pangeran kucing dari alam gaib! ini benar-benar tidak adil Mah! Papa benar-benar tidak bisa menerima semua kenyataan itu! Papa pokoknya akan mengusahakan segala daya dan upaya untuk menggagalkan pernikahan itu. Sehingga Deniz akan selalu hidup bersama kita di alam manusia!" ucap Dedi dengan penuh kemantapan.

' Hah! Ayolah, kita lihat saja siapa yang akan menang diantara kita. Aku yakin kalau aku akan bisa mendapatkan cinta dari Deniz sehingga kami bisa menikah ketika dia berusia 20 tahun nanti! Jangan pernah kau bermimpi untuk bisa lepas dari perjanjian yang sudah dibuat dari 50 tahun yang lalu!' ucap Narendra merasa sangat geram dengan kedua orang tua Deniz yang sedang berusaha untuk menggagalkan rencana pernikahannya bersama dengan calon istrinya.

Narendra Baratayuda

Narendra yang saat ini sedang tidur di ranjang bersama dengan Deniz dalam bentuknya sebagai seekor kucing manis. Tampak dia meringkuk dengan begitu nyaman di dalam pelukan Denis yang tidak mengetahui bahwa dirinya adalah seekor siluman kucing calon suaminya ketika dia berumur 20 tahun nanti.

Visualisasi Narendra Bharatayuda

" Deniz sudah siang kok kamu masih tidur cepat bangun! Ayo ikut dengan mama dan papa untuk mencari seorang Ustadz yang bisa melindungimu dari pengaruh makhluk gaib!" ucap Amber dengan suara baritonnya sambil mengguncangkan tubuh putrinya yang masih terlelap dalam tidur.

Tampak Deniz yang mulai menggeliat karena terusik dengan apa yang dilakukan oleh Amber dalam usahanya membangunkan putrinya yang sangat malas dan selalu saja bangun kesiangan.

" Bangun Deniz ini sudah siang! Nanti Kau terlambat untuk shalat Shubuh!" ucap Amber sambil berkacak pinggang di hadapan Deniz mengerjakan matanya karena silau.

Sementara itu Narendra pun yang terganggu dengan suara Amber yang seperti mercon, dia menggeliatkan tubuhnya dan mencium bibir Deniz ketika dia terbangun.

Amber terkesiap melihat apa yang dilakukan oleh kucing peliharaan putrinya.

" Turun kau kucing! Aiya, berani-beraninya kau mencium bibir putriku!" ucap Amber sambil menarik Narendra dari pelukan Deniz yang masih memejamkan matanya.

Deniz yang merasakan bahwa kucing kesayangannya ditarik oleh sang ibu dari dekapannya sontak dia pun langsung terbangun.

" Mama apa-apaan sih? Cepat mama kembalikan Nare padaku!" ucap Denis dengan mata yang sudah mulai membuka sempurna.

" Nare?" tanya Amber bingung.

" Iya nama kucingku! Aku kasih dia nama Nare. Kenapa? Apa Mama keberatan?" tanya Deniz mulai kesel kepada ibunya.

" Dari mana kau tahu nama Nare?" tanya Amber.

Deniz pun kemudian menunjukkan sebuah kalung yang tergantung di leher kucing kesayangannya. Di mana di situ tertulis nama Narendra Baratayuda.

Seketika Amber lemas tubuhnya, dia langsung meninggalkan Deniz dan pergi mencari suaminya.

Deniz yang melihat ekspresi ibunya yang aneh, benar-benar kebingungan. Kemudian dia pun mendekati kucing kesayangannya yang tadi hendak dilemparkan ibunya lewat jendela kamarnya.

" Kamu baik-baik saja Nare? Tolong kau maafkan ibuku ya? Dia tidak berniat jahat kepadamu. Mungkin dia tidak senang karena kau sudah mencium bibirku di hadapannya!" ucap Deniz sambil memeluk kucing kesayangannya dan kemudian kembali membaringkan tubuhnya.

Deniz tadi malam baru tidur jam 03.00 pagi karena harus mempersiapkan presentasi untuk hari Senin. Oleh karena itu sekarang dia masih ngantuk apalagi sekarang hari Minggu yang tidak mengharuskan dia untuk pergi ke kampus untuk belajar.

" Wah calon istriku ini benar-benar seorang pemalas. Masa dia malah tidur lagi sih? Bukannya pergi shalat shubuh dulu baru nanti melanjutkan tidurnya. Ini tidak bisa dibiarkan! Aku harus mengingatkan dia untuk shalat shubuh dulu!" ucap Narendra yang kemudian berusaha untuk membangunkan Deniz kembali dengan cara mengelus-ngelus wajah Deniz dengan telapak tangannya dengan lembut. Narendra menyembunyikan cakarnya sehingga tidak berbahaya untuk Deniz.

" Kamu apaan sih Nare? Aku ngantuk sekali tahu gak sih? Kan tahu sendiri tadi malam aku tidur sangat malam, gara-gara aku harus mengerjakan tugas presentasiku untuk besok!" ucap Deniz sambil meraih Narendra untuk masuk ke dalam pelukannya agar dirinya terasa hangat.

Ketika jarak di antara mereka sangat dekat, kucing kesayangan itu pun kembali mencium bibir Deniz dengan cukup lama.

Deniz yang masih mengantuk pun, dia membiarkan saja kucing itu menciumi bibirnya berkali-kali. Karena dia pun merasa tidak terganggu sama sekali dengan aktivitas Nare yang sudah menjadi kebiasaan kucing tersebut untuk menciumnya di pagi hari.

Setelah puas mencium bibir Deniz, Narendra kembali mengelus pipi Deniz dan berusaha untuk membangunkan gadis itu untuk melaksanakan shalat shubuh.

Sementara itu Amber langsung mencari suaminya yang saat ini sedang mengaji di ruangan shalat yang ada di rumah mereka.

" Pah! Papah!" dengan suara tergesa-gesa.

Dedi yang merasa terkejut mendengarkan suara istrinya yang terus memanggil namanya berulang-ulang segera menutup Mushaf dan kemudian mendekati sang istri yang sedang berjalan ke arahnya.

" Ada apa sih Mah? Pagi-pagi kok ribut sih? Bukankah tadi Mama bilang kalau Mama mau membangunkan Deniz untuk shalat shubuh?" tanya Dedi sambil menatap Amber sekarang sudah berdiri di hadapannya dengan raut wajah pucat pasi.

Amber kemudian menyuruh suaminya untuk duduk bersamanya di ruang tamu.

" Ada apa?"

" Papa, Papa tahu tidak kucing peliharaannya Deniz itu namanya siapa?" tanya Amber dengan raut wajah penuh misteri.

" Siapa?" tanya Dedi heran.

" Narendra Baratayuda!" ucapnya dengan nada khawatir.

" Apa? Dari mana Mama tahu nama itu?" tanya Dedi dengan wajah panik.

" Benar Pah! Deniz sendiri yang tadi mengatakannya pada Mama. Kata Deniz ada sebuah nama di kalungnya dan namanya adalah Narendra Baratayuda! Papa ingat tidak sih? Dulu sewaktu Papamu meninggal, Papa mengatakan kalau calon suami Deniz itu bernama Narendra Baratayuda. Pangeran bangsa kucing yang dulu memiliki persekutuan dengan ayahmu demi mendapatkan penjagaan dari para lawan politiknya!" ucap Amber dengan wajah ketakutan.

Dede terkejut mendengarkan perkataan istrinya akan tetapi dia pun masih ragu-ragu akan kebenarannya karena belum memiliki bukti apapun.

Apalagi selama keberadaan kucing itu di rumah mereka, tidak ada hal-hal aneh ataupun ganjil yang terjadi seperti hal-halnya kalau ada makhluk mistis yang berdiam di sebuah rumah.

" Mungkin hanya kebetulan saja Mah, kucing itu bernama sama dengan calon suami Denuz yang pangeran bangsa kucing itu. Lagian ya Mah, tidak mungkin kan kalau kucing itu adalah Kucing Siluman? Masa iya sih, ada manusia yang bisa melukainya? Menurut papa itu sangat tidak masuk akal mah!" ucap Dedi mengatakan analisisnya.

Mendengarkan penjelasan dari suaminya tanpa Amber mulai berpikir kembali.

" Papah benar juga. mungkin ini hanyalah pikiran Mama saja yang terlalu stress dan frustasi mengkhawatirkan keadaan Deniz!" ucap Amber pada akhirnya menyerah dengan pemikirannya sendiri.

Sementara itu Narendra yang sedang mendengarkan percakapan kedua orang tuanya Deniz tampak mulai kesal di buatnya.

" Gara-gara aku harus hidup di dalam wadag ini membuat kemampuanku menjadi merosot tajam dan aku tidak bisa melindungi diriku sendiri dari kelakuan orang-orang jahat yang ingin membunuhku. Hanya dengan cinta Deniz yang bisa membuatku terbebas dari wadag lemah ini dan kembali menjadi pangeran kucing yang sakti dan mantra guna," ucap Narendra sambil masih berusaha untuk membangunkan Deniz yang benar-benar bebal dan sulit diatur.

" Wah calon istriku ini benar-benar seorang pemalas. Kenapa dia masih juga belum mau bangun untuk melaksanakan shalat shubuh? Kalau Ayahanda melihat kelakuannya seperti ini bisa-bisa ayahandaku akan marah kepada dia," ucap Narendra mulai tidak sabar.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!