NovelToon NovelToon

KISAH ACAK SUPER SENTAI

AKAZA BANBAN 1

...***...

Ini adalah kisah pahlawan super yang sangat hebat. Bukan hanya itu saja, ada cinta yang akan memberikan bumbu sedap di dalam kisah ini. Di dunia ini begitu banyak super sentai yang sangat hebat, walaupun dalam sejarahnya akan diceritakan secara keseluruhan dari mereka. Namun dalam kisah ini ada beberapa kisah mereka yang diceritakan secara acak dalam bentuk pribadi yang mereka hadapi yang tidak dituliskan dalam sejarah umum. Salah satu kisah super sentai itu adalah Akaza Banban, atau yang dikenal sebagai Ban dengan nama Deka Red, dari tokusou sentai dekaranger. Apakah kau pernah mendengarkan nama itu?. Mari kita simak bagaimana kisah itu terjadi.

Gelapnya malam tidak ia hiraukan, sunyinya malam ia abaikan, yang ia tau adalah ia sedang menjalankan tugasnya sebagai Deka Red Fire Squad. Kali ini ia sedang memantau sebuah planet yang katanya terdapat sebuah lubang hitam yang dipenuhi oleh aura hitam yang memiliki dampak negative, apalagi banyak laporan yang masuk ke Fire Squad tentang betapa mengerikannya lubang hitam itu.

Namun, hampir satu jam si ketua Fire Squad Akaza Banban mengelilingi planet ini, ia belum menemukan lubang hitam yang dibicarakan itu. Ia merasa heran juga, kenapa bisa ada lubang seperti itu?. "Ini sangat aneh sekali. Lubang hitam yang dibicarakan sama sekali tidak ada di sekitar sini. Sangat aneh sekali." Dalam hatinya sangat heran dengan dirinya sendiri. Apakah ia sedang dikerjai oleh Gyoku?. Tapi tidak mungkin lelaki itu mengerjai dirinya.

"Bosan!. Sangat membosankan sekali!." Tumben seorang Akaza Banban mengatakan bosan?. Ya, jika patrol sendirian memang terasa membosankan. "Tidak ada kawan untuk curhat, ataupun untuk diajak berbicara. Masa aku berbicara sendirian untuk mengusir kesepian ini?." Dalam hatinya sangat heran dengan dirinya yang selalu ceria, dan sekarang malah kesepian tanpa adanya yang menemani?.

Biasanya ia bersama beberapa anak buahnya berpatroli. Ya namanya juga permintaan rahasia dari Gyoku, mana bias ia menolaknya kan?. "Kalau begitu aku lanjutkan besok saja, mungkin dia lagi istirahat." Canda Ban yang emang lagi mode bosan yang tidak bisa tertolong lagi.

Di saat yang bersamaan, ada sebuah hawa yang tidak diketahui sama sekali asalnya. Namun tempat itu mencoba mengumpulkan energi kegelapan yang sama sekali belum disadari oleh Ban. Kegelapan itu adalah gumpalan kebencian yang sangat dalam pada seseorang.

"Segera cari dia!."

"Balaskan dendam dan sakit hatiku padanya!."

"Aku hanya ingin dia mati!. Aku hanya ingin dia mengetahui bagaimana rasanya menderita selama ini!."

Teriakan-teriakan seperti itu berasal dari gumpalan kegelapan yang sangat menyimpan dendam yang sangat luar biasa. Amarah, kebencian, sakit hati, ingin balas dendam telah bercampur aduk di dalam satu wadah yang namanya dendam hasrat yang sangat bergejolak yang ingin segera disampaikan pada seseorang.

"Aku merasakannya!. Jika dia berada di dekat sini!."

"Segera habisi dia!. Balaskan dendamku padanya!."

"Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya sakit setelah dibunuh olehnya!."

"Aku tidak tahan lagi ingin membunuhnya!." Suara-suara teriakan seperti itu sangat luar biasa sekali. Sungguh tidak ada yang bisa menahan perasaan sakit itu ketika apa yang kita benci tidak tersampaikan pada orangnya.

Karena tekanan dari hawa kegelapan itu sangat besar, saat itu juga terbentuklah lubang dimensi waktu yang berisikan dendam kegelapan yang sangat pekat dari sana.

"Baiklah. Lebih baik aku pulang saja. Sepertinya hari ini masih aman." Ucap Ban dengan santainya. Lagipula ia ingin segera pulang, karena ia ingat janji dengan seseorang.

Namun, ketika ia hendak membelokkan mobil patrolinya, ia merasakan mobilnya di tarik kuat dari arah depan, seakan mobilnya hendak melayang jika ia tidak sempat menginjak rem mobilnya dengan kuat. Dih!. Setelah dibilang bosan, muncul itu lubang hitam?.

"Wadidaw!. Apaan itu?!." Ban melihat lubang hitam yang cukup besar, kira-kira dua puluh meter dari mobilnya itu, ia melihat pusaran angin hitam di dalamnya?. "Sial!. Apa yang terjadi sebenarnya?. Kenapa tiba-tiba saja ada lubang hitam seperti itu?!." Apakah saat itu ia tidak salah melihat?. Ban terus berusaha untuk tetap menginjak rem mobilnya agar tidak tersedot ke dalam lubang hitam tersebut. Sayangnya ketika ia sedang fokus?. "Apa yang terjadi?. Kenapa tiba-tiba saja lubang itu malah muncul?." Ban sedikit merinding melihat bagaimana gelapnya lubang hitam itu.

"Kami telah menemukan dirimu akaza banban!."

"Eh?!."

Ban sangat terkejut ketika mendengarkan suara itu. Suara yang sangat menyeramkan, suara yang dipenuhi kebencian yang sangat mendalam.

"Kami telah datang pada saat yang tepat!." Suara itu terdengar lagi.

Deg!.

Pada saat itu Ban seperti sedang terserat oleh arus waktu yang sangat aneh. Saat itu ia melihat sosok-sosok yang sangat menyeramkan, sosok-sosok yang tidak bisa dikatakan layak untuk dilihat. Mereka yang pada saat itu dalam keadaan yang sangat menyeramkan.

"Terkutuk lah kau deka red!. Terkutuk lah kau!."

"Aku datang untuk balas dendam padamu!. Kau harus membayar semua yang telah kau lakukan padaku!."

"Aku tidak akan pernah memaafkan atas apa yang telah kau lakukan padaku!."

"Kau harus membayar itu dengan nyawamu!."

"Kau harus mati!."

Teriakan-teriakan itu seperti menerpa tubuhnya dengan sangat kuat, sungguh ia tidak menyangka seperti diserang secara gaib.

Deg!.

Ia kembali ke alam sadarnya, saat itu ia sedang mempertahankan mobilnya agar tidak tersedot oleh lubang hitam itu.

"Yho?!." Seseorang menyapa dirinya dengan santainya?.

Tiba-tiba saja di depan mobilnya seseorang berdiri dengan santainya?. "Kegh!." Sementara ia sedang mati-matian menginjak rem agak tidak di tarik, tapi bukan itu permasalahannya bagi Ban. "Hei!. Siapa kau sebenarnya?!." Baginya yang sekarang adalah orang itu adalah?!.

"Aku?." Orang itu malah memberikan pertanyaan yang aneh pada Ban. "Kau bertanya padaku?. Akaza banban?!. Kau ini sangat aneh sekali!. Ahaha!." Ia malah tertawa dengan suara yang sangat keras. Sungguh sangat aneh sekali orang itu. Namun saat itu ia melakukan sesuatu yang sangat tidak terduga.

Apakah yang terjadi pada Ban?. Siapakah orang asing itu?. Temukan jawabannya.

...***...

Di sebuah rumah sederhana.

"Ban!." Tiba-tiba ia terbangun karena mimpinya, dan saat itu ia menyebut nama Ban?!. Ohohoho!. Kira-kira dia siapanya Ban ya?!. Ekhem!. Ternyata dia adalah Akaza Yuki.

Akaza Yuki?!. Apakah dia adiknya Ban?. Tidak mungkin!. Adik durhaka dia, jika memanggil seperti itu ke abangnya. Wkwkwk!. Hanya bercanda. Atau jangan-jangan wanita itu adalah ibunya?. Bisa jadi?. Atau pacarnya?. Atau jangan-jangan istrinya Ban?. Ini bukan ban mobil, ban Honda, ban sepeda, ataupun ban apalah itu. Ini nama orang. Jadi ingat itu ya?.

...***...

CHAPTER 2

...***...

Yap!. Ternyata dia adalah istrinya Akaza Banban yang ia nikahi satu tahun yang lalu, dan sekarang sedang hamil. Dulunya Akaza Yuki ini bernama Hinohara Yuki, hanya saja setelah nikah sama Akaza Banban, namanya dah ganti dengan nama Akaza Yuki. Yang anehnya itu adalah, pernikahan mereka ini loh?. Tidak ada satupun yang mengetahui jika keduanya telah menikah, baik itu dari keluarga Yuki atau Ban, jika masih ada. Dan sekarang Yuki yang juga seorang Deka Red Wings dari Planet Wings, ia minta cuti sama atasan dengan alasan takut dijodohkan alias menghindari perjodohan dari keluarganya. Padahal sebenarnya ia hanya menyembunyikan kehamilannya, ia hanya tidak ingin dijodohkan seperti Siti Nurbaya. Ia hanya ingin menikah dengan lelaki pilihannya saja. Dan laki-laki pilihannya adalah Akaza Banban yang merupakan ketua squad fire yang sangat hebat. Dan si Ban juga aneh, ia setuju-setuju saja dengan syarat dari istrinya. Mereka benar-benar menyembunyikan pernikahan mereka dari semua orang. Mungkin itu mengenai Akaza Yuki yang kini sedang mencemaskan keadaan suaminya?.

Yuki begitu merasa khawatir, sebab suaminya Akaza Banban sudah dua hari ini belum pulang sejak dinasnya, ia juga khawatir dengan mimpinya. "Ban, tidak biasanya seperti ini." Ucap Yuki dengan suara pelan, tangan kirinya mengusap perutnya yang sudah membesar. Dulu pernah Ban tidak pulang dua hari, tapi Ban member kabar lewat pesan, tapi ini tidak sama sekali.

Ahahaha!. Sebagai istri yang baik ia tidak mungkin berfikir bahwa suaminya itu sedang mencari wanita yang lain ya we?. Mungkin suaminya lagi banyak tugas hingga tinggal sempat ngirim pesan?. Jadi berpikir positif lah. Lagi pula Ban tidak seperti itu orangnya. Siakan tipe suami yang setia, asalkan jangan suami takut istri saja lah.

"Semoga ayahmu baik-baik saja ya nak?." Ucapnya sambil tersenyum lembut, lagi tangannya mengelus perutnya, seakan-akan ia sangat menyukai apa yang ia lakukan. Ia hanya berharap Ban baik-baik saja, ia berusaha tenang dan menganggap mimpi buruk tentang Ban itu hanyalah sebuah bunga tidur, karena ia khawatir pada sang suami tercinta.

Flashback on.

Dua hari yang lalu, pagi hari jam 6.00 di kediaman Akaza Banban yang cukup sederhana.

"Ohayou yuki chan." Sapa Ban dengan nada bersahabat, ia tersenyum ramah menatap istrinya yang sedang menyiapkan sarapan pagi di dapur. Ia menghampiri istrinya, kemudian ia mencium lembut kening istrinya.

"Ohayou ban." Balas Yuki tersenyum lembut, ia terkadang tersipu malu jika Ban tiap pagi sebelum sarapan mencium keningnya. Ia merasa wanita spesial di mata suaminya, apalagi melihat betapa ganteng suaminya dengan seragam merah Fire Squad, membuatnya semakin mencintai suaminya setiap hari.

"Wah?!. Masakan baru lagi kah?." Tanya Ban melihat hidangan sarapannya pagi ini, istrinya ini memang pandai memasak. Ia sangat-sangat menyukai masakannya, bahkan ia sering membawa bekal lebih jika kerja extra di F.Su.

Yuki hanya tersenyum lebar mendengar ucapan Ban, setidaknya ia bersyukur selama ini ia memang suka memasak. Apalagi ketika ia remaja labil membayangkan dirinya sedang memasak masakan spesial tiap harinya, untuk suami yang ia cintai dan hari ini bayangannya menjadi kenyataan. Akaza Banban yang menjadi suaminya, dan ia selalu memasakkan masakan spesial hanya untuk suaminya Akaza Banban seorang?.

"Terima kasih untuk sarapannya." Ban memakannya dengan sangat lahap tanpa sisa sedikitpun.

"Ya." Balas Yuki dengan semangatnya.

Setelah sarapan selesai Ban bersiap-siap berangkat menuju markas Fire Squad, tak lupa ia pamitan dengan istrinya Akaza Yuki.

"Hati-hati di rumah ya?. Kabari aku jika ada sesuatu yang kau inginkan." Ucap Ban sambil memeluk Yuki, membuat wajah Yuki memerah. Ia malu diperlakukan seperti itu oleh Ban tiap pagi, apalagi semenjak kehamilannya ini.

"Umm." Yuki hanya mengangguk kecil, ia melihat wajah suaminya yang dihiasi dengan senyuman ramah, senyuman yang memberikan ketulusan kasih sayang.

"Ayah pergi dulu ya?. Jangan buat ibumu merasa lelah ya?. Ayah bekerja dulu." Ucapnya sambil mengelus perut Yuki yang membesar. Ban sangat suka mengelus perut istrinya sebelum berangkat bekerja, rasanya ia mendapatkan kekuatan saat menyentuh perut sang istri.

"Hati-hati saat bekerja ya, ayah?. Kami akan menunggu ayah pulang." Ucap Yuki seakan menyampaikan perasaan sang anak yang berada dalam kandungannya. Setelah itu Ban berangkat menuju Markas Fire Squad dengan menggunakan mobil patrolinya.

Flashback off.

Pada saat itu Yuki tidak merasakan apapun, ia hanya melepas kepergian Ban yang pergi bekerja seperti biasa menuju markas F.S. Ia tidak berpikir kemana-mana selain menunggu kepulangan Ban, namun dua hari tanpa kabar tentunya Yuki merasa khawatir. Hanya berdoa agar suaminya baik-baik saja.

"Aku harap kau baik-baik saja ban. Segera hubungi aku jika terjadi sesuatu padamu." Dalam hatinya sungguh sangat cemas dengan apa yang terjadi pada suami tercintanya.

...***...

Di Deka Base

Houji, Jamine, Sen Chan dan Umeko sedang berada di Dekat Room tempat biasa mereka membahas masalah pekerjaan. Tapi hari ini mereka hanya membahas kasus kecil saja, sebab di Dekaranger bumi belum ada laporan yang masuk mengenai lubang hitam,jadi suasana sedang santai lah.

"Yho!. Houji san. Kapan kau akan menikah?." Canda Umeko sambil memutar kursi Houji agar menghadap ke arahnya. Ia tertawa cekikikan bersama jasmine yang akhir-akhir ini mulai membantu Dekarenja kembali, meski ia pernah pensiun muda waktu itu karena menikah dengan Hikaru Shiwatori.

"Berhentilah bertanya begitu umeko, dia juga belum menikah." Balas Houji sedikit gerogi, jika ditanya kapan menikah?. Apakah tidak ada pertanyaan lain apa ya?. Sen-chan yang melihat itu hanya tertawa geli melihat tingkah Houji. Apa lagi istrinya si Umeko suka sekali jahil pada Houji.

"Ban kah?." Umeko mengerti siapa dia yang dimaksud oleh Houji, Umeko berjalan pelan sambil memikirkan sosok si Ban yang sekarang jadi kapten Fire Squad.

"Houji san?. Jangan-jangan kau menunggu ban ya?." Umeko pikirannya malah kemana coba?.

"He?. Benarkah itu houji?. kau?." Ekspresi si jasmine itu loh?. Bikin Houji makin kesal?.

"Ha?. Apa maksudnya itu?. Mana mungkin aku suka dia!. Lagi pula aku ini masih menyukai dada wanita!. Kalian berdua jangan asal ya?!. Aku ini masih normal!." Ingin rasanya Houji mengarahkan senapannya ke mulut Jasmine dan Umeko saking keselnya.

"Ho?. Jangan malu-malu houji san?. Mana tahu si ban punya rasa yang sama?. Dia kan juga belum nikah?. Tembak sana, biar dia gak gegana lagi. Iya kan?. Jasmine?." Ucap Umeko menyidipkan matanya ke arah Jasmine, dih si Umeko bercandanya kelewatan.

...***...

CHAPTER 3

...***...

Percakapan mereka belum selesai?.

"Emmm. Umeko benar, mungkin si ban lagi nunggu di fire squad." Balas Jasmine mengiyakan ucapan Umeko. Mereka berdua emang selalu kompak kalo masalah kek gini. Heran Houji jadinya karena kelauan kedua temannya itu.

"Ha?." Houji jadi risih, ia berusaha kabur dengan meninggalkan tempat duduknya, ia berjalan cepat menuju pintu keluar Deka room.

"Sen chan, katakana pada umeko istrimu!. Juga jasmine!. Agar mengubah pertanyaannya itu!. Juga, aku ini lelaki normal!. Mana mungkin tertarik sama lelaki!. Apalagi ban!. Hii!." Tunjuk Houji ke arah Sen Chan yang dari tadi hanya diam saja.

Setelah itu ia benar-benar meninggalkan Deka room dengan wajah masam dan kesal sampai ke ubun-ubun, rasanya tubuhnya menggamang membayangkan kalo dirinya menikah dengan laki-laki.

"Hiiii amit-amit lah!." Tentunya ucapannya si Houji membuat tawa Jasmine dan Umeko makin menjadi, sementara Sen Chan hanya menanggapinya dengan slow alias memakluminya saja.

Ya dari anggota Dekarenja hanya Houji yang belum menikah, sedangkan tetsu sudah menikah dan memiliki dua orang anak perempuan yang lucu.

lalu si Ban yang menurut mereka juga belum menikah. Dulunya kan si Ban sama si Houji demen amat berdebat masalah cewek, dan hanya mereka berdua yang belum terdengar kabar menikah, mereka hanya bercanda. Ya dari pada serius mulu, meski dari dulu memang seperti itu kenyataan pahitnya.

...**...

Di sebuah ruangan aneh.

Perlahan-lahan kesadarannya mulai kembali, matanya perlahan mulai terbuka meski belum jelas penglihatannya, juga kepalanya terasa sakit alias pusing oik. Begitu ia tersadar.

"Nani o kore?." Ia dalam keadaan terbaring di tembok? Dan?. "Akqhhh!." Setiap ia bergerak tubuhnya terasa sakit plus nyeri. Juga ia merasa ada yang aneh dengan dirinya. Tangan kanannya diikat dengan rantai, begitu juga dengan kaki kirinya, apa maksudnya ini coba?.

"Ho?. Akhirnya kau sadar juga?." Ucap seseorang dari arah depan Ban, ia menunduk tepat di wajah Ban, membuat Ban sedikit terkejut.

"Kau?." Ucap Ban sambil mengingat apa yang terjadi padanya hingga seperti ini. "Kau yang waktu itu-. Aqkh!." Ban berteriak kesakitan, ada sesuatu yang mengalir di dalam tubuhnya. Seperti listrik yang sangat menyakitkan tubuhnya. "Kegh!." Karena kesalnya Ban memukul wajah orang itu, tapi tubuhnya semakin sakit karena rantai di kaki dan tangannya seperti mengantarkan aliran listrik ke tubuhnya hingga terasa sakit.

"Hmp!." Orang yang wajahnya dipikul oleh Ban malah mendengus mengejek, ia tidak membalas tabokan Ban, seakan itu hanya tepukan anak bayi yang meminta makan karena lapar. Orang tersebut adalah orang yang berdiri di depan mobil Ban waktu itu. "Akaza banban, kau tidak akan bias melawanku, apalagi lepas dari rantai ini." Ucapnya dengan nada jengkel, ia tarik rantai di tangan kanan Ban, hingga Ban berteriak kesakitan.

"Akh!. Apa yang kau lakukan padaku?!." Rasanya sungguh sangat menyakitkan, ia tidak pernah merasakan sesakit ini, rasanya tubuhnya benar-benar tusuk dari dalam oleh benda tajam.

"Ini adalah rantai yang aku buat agar kau merasakan penderitaan yang kami rasakan akaza banban!. Rantai inilah yang akan membunuhmu di sini!. Hahaha!." Orang tersebut merasa puas dan bahagia melihat Akaza Banban menderita karena rasa sakit. Ia sangat senang melihat raut wajah kapten Fire Squad ini kesakitan, juga jeritan Ban.

"Apa maksudmu?." Suara Ban begitu serak dan pelan karena menahan rasa sakit ditubuhnya, ia tidak mengerti apa yang diucapkan oleh orang yang mirip dengannya ini. Kenapa ia begitu dendam padanya. Apakah dia punya masalah yang belum selesai dengannya?.

"Heh!." Lagi, wajah itu menunjukkan keangkuhannya, ia mengejek ketidakberdayaan sang kapten Fire Squad yang saat ini berada dalam cengkeramannya.

"Cukup lama bagiku agar menjadi seperti ini, aku tidak akan membocorkan siapa diriku ini padamu akaza banban. Lagipula ruangan ini akan menjadi saksi dimana kau akan mati membusuk." Orang tersebut menunjukkan senyuman menyeringai pada Ban. Ia menepuk-nepuk pipi Ban dengan kasar, ia begitu senang dengan pertanyaan Ban. "Sepertinya ini akan menarik." Ucapnya sambil berdiri, ia menatap Ban dengan pandangan merendahkan Ban, ia seakan menatap jijik ke arah Ban. Sementara Ban tidak bias merespon karena tubuhnya yang terasa masih sakit.

Namun mata Ban melotot tak percaya saat ia melihat orang yang mirip dengannya itu mengeluarkan lisensi Dekaranger, dan orang tersebut berubah jadi Deka- Black?.

"Aku akan menggantikan akaza banban!. Deka black, sementara kau di sini menunggu ajalmu tiba." Ucap Deka Black dengan santainya. Kemudian ia merunduk mendekati kuping Ban dan berbisik. "Aku akan membuat perubahan pada fire squad dan dekarenja dengan menggunakan ingatanmu, akaza banban deka red!." Itulah yang dibisikkan oleh Deka Black. Rasanya nyawa Ban ditarik paksa keluar dari badannya.

Membuat perubahan Fire Squad dan Dekarenja dengan menggunakan ingatannya?. Apa maksud dari ucapannya itu?. Ban ingin bertanya tapi si Deka Black sudah menghilang entah kemana.

"Merubah fire squad dan dekarenja dengan ingatanku?." Dalam hati Ban tidak mengerti apa maksud dari ucapan orang itu.

Kepalanya semakin terasa berdenyut sakit, apalagi dengan kondisinya yang sekarang, pikiran Ban benar-benar kacau. Apa yang mau diubah oleh orang itu dari F.s juga Dekarenja?. Jika menggunakan ingatannya?.

DEG

Jantungnya berdetak kencang, ingatannya?.

"Yuki!." Ucap Ban dengan suara serak. Ia teringat dengan istrinya?. Jika menggunakan ingatannya?. Apakah si kopiannya itu akan menggunakan ingatannya untuk menemui Yuki?. Oh tidak!. Ini sangat gawat. Jika orang itu menggunakan ingatannya untuk kejahatan ini benar-benar gawat. Ia tidak mau istrinya dicelakai oleh orang itu!. "Yuki chan, aku harap jika kau melihat orang itu kau bias menyadarinya." Dalam hati Ban dengan panik, ia tidak bisa membayangkan jika orang itu mencelakai Yuki, juga calon anaknya?. Ya ampun, sangat gawat!.

Ban merasa orang yang tak berdaya saat ini. Kenapa ia bisa terjebak dalam kondisi seperti ini di saat ia memiliki orang spesial dalam hidupnya, ia juga lupa sudah berapa lama ia tidak pulang ke rumah. Pasti istrinya Yuki sangat mengkhawatirkan dirinya, apalagi tidak memberi kabar pada Yuki.

"Gomen ne, yuki, aku harap kau baik-baik saja, begitu juga denganmu nak. Ayah akan segera kembali secepatnya." Batin Ban dipenuhi rasa cemas dan rasa khawatir.

Okelah kalo masalah F.s atau Dekarenja ia nantinya di cap apapun, tetapi jika dengan istrinya?. Ban tidak dapat membayangkannya. Perlahan-lahan kesadarannya mulai menipis, tenaganya seakan tersedot oleh aliran listrik dari rantai yang membelit kaki dan tangannya.

Hihihi!. Siapakah yang berkhianat?!. Nantikan cerita berikutnya ya!. Simak terus ceritanya.

...***...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!