NovelToon NovelToon

King'S Regrets

Visual dan Prolog

Berikut adalah visual yang Xia Lin pilih untuk cerita time travel pertama bernuansa kerajaan yang Xia Lin buat.

Xia Lin sengaja menggunakan visual anime, agar lebih memudahkan Xia Lin untuk membuat cerita.

Maaf jika tidak sesuai dengan imajinasi kalian 🙏😊

...Qing Lian (Permaisuri Yan)...

...Permaisuri negara Qin...

...Putri pertama dari perdana menteri Qing,mempunyai seorang adik laki-laki...

...Sangat mencintai kaisar Shun, raja dari negara Qin....

...Xuan Long (Kaisar negara Qin/ Kaisar Shun )...

...Mempunyai seorang kakak perempuan dan adik laki-laki...

...Tidak menyukai permaisuri Yan, karena dianggap menikah dengan dirinya demi mengangkat nama keluarga Qing....

...Qing Hao Min (Min'er)...

...Adik laki-laki permaisuri...

...Tidak menyukai kaisar karena selalu tidak adil terhadap kakak perempuannya....

...Xuan Yi (Putri Tertua)...

...Kakak dari kaisar Shun...

...Mempunyai sikap yang tegas dan tidak suka dengan wanita yang bermuka dua....

...Xuan Yuwen (Raja kecil)...

...Adik dari kaisar Shun...

...Diam-diam menyukai teman baik permaisuri Yan....

...Cheng Xiao...

...Putri bungsu dari perdana menteri Xiao...

...Berteman baik dengan permaisuri Yan....

...Fen Lian...

...Putri tunggal dari keluarga komandan perang Lian...

...Berteman baik dengan permaisuri Yan....

...Selir Ning...

...Selir kesayangan kaisar...

...Satu-satunya selir yang ingin merebut posisi ratu dari tangan permaisuri Yan....

...Selir Zhu...

...Selir yang tidak begitu tertarik dengan perebutan kekuasaan...

...Lebih memilih melukis didalam istananya....

...Selir Nuan...

...Selir yang sering membantu kaisar Shun dalam memilih pakaian...

...Sangat tidak disukai oleh selir Ning....

...Liu Wei...

...Ketua pasukan militer negara Qin...

...Teman baik kaisar Shu....

...Pangeran Xia...

...Pangeran dari negara Xu (negara tetangga)...

...Teman baik kaisar Shu....

...Putra mahkota negara Ming...

...Satu-satunya putra mahkota di negara Ming...

...Diam-diam menyukai permaisuri Yan....

...Panglima perang Choi...

...Dewa perang negara Qin...

...Orang kepercayaan kaisar Shu....

Di negara Qin, seorang kaisar baru telah terpilih setelah kaisar lama dan ratu meninggal. Dia adalah putra mahkota Xuan Long, yang setelah naik tahta di beri gelar kaisar Shun oleh rakyat negara Qin.

Setelah beberapa tahun kaisar Shun naik tahta dan berkuasa di negara Qin, para menteri mendesak kaisar agar beliau menikah dan memilih permaisuri, karena posisi permaisuri dan selir tidak boleh terlalu lama kosong.

Para menteri dan pejabat lainnya berlomba menyodorkan putri dan keponakan mereka pada kaisar Shun, tidak terkecuali dengan perdana menteri Qing yang mengetahui jika putrinya telah menyukai kaisar Shun sejak lama.

Kaisar Shun yang belum menginginkan sebuah pernikahan menentang keras para menteri dan pejabat kerajaan. Namun itu tidak berangsur lama.

Perdana menteri Qing secara diam-diam menggunakan cara yang sangat tidak terduga dan berani pada kaisar Shun. Sehingga dengan terpaksa dia menikahi putri perdana menteri Qing dan menjadikannya sebagai permaisuri dan di beri gelar permaisuri Yan.

Namun satu minggu setelah menikahi putri perdana menteri Qing, kaisar yang tidak menyukai permaisuri Yan menikahi dua orang selir sekaligus, yakni selir Ning dan selir Nuan.

Permaisuri Yan yang mengira akan bahagia karena bisa bersama dengan kaisar Shun yang dia cintai, ternyata justru selalu mendapatkan kekerasan dan hinaan dari kaisar Shun.

Walau begitu, permaisuri Yan tidak pernah membalas atau tidak pernah selangkahpun pergi dari istana. Itu karena dia sangat mencintai kaisar Shun dan berharap suatu saat kaisar Shun akan berubah dan membalas cintanya.

"Kau ingin aku memperlakukanmu dengan lembut? Jangan pernah bermimpi! Bahkan jika didalam perutmu ada bayi pun, aku tidak akan pernah menyentuhmu! Kalian dari keluarga Qing, aku benar-benar sangat membenci kalian!"

Permaisuri Yan sudah sering mendengar kata-kata kasar kaisar Shun, meski sakit dan merasa terhina dia tetap harus menahannya.

Itu karena agar kaisar Shun tidak melakukan apapun pada keluarganya.

Eps 1

Braak!

Suara benda jatuh diikuti tubuh permaisuri yang terlempar diatas lantai akibat hempasan tangan kaisar Shun yang kuat, membuat beberapa pelayan yang melihat itu menjadi ketakutan.

Ini adalah kali ketiga dalam satu bulan kaisar Shun memukul permaisuri Yan. Entah apa kesalahan yang telah permaisuri Yan lakukan sehingga membuat sang kaisar geram dan memukulinya.

Pelayan permaisuri Yan yang setia hanya bisa menangis melihat tuannya selalu diperlakukan tidak adil didalam istana.

"Keluargamu benar-benar membuatku tidak bisa berbuat apa-apa! Dan kau... Kau hanya menjadi patung didalam istana Yue Ji ini!"

Permaisuri Yan yang masih tergeletak diatas lantai hanya bisa diam. Tubuhnya sudah tidak bisa lagi dia gerakan, semua kekuatannya telah habis karena semua perlakuan kaisar selama ini padanya.

Perasaan cinta yang begitu besar, yang sangat dalam dan sangat ingin dibalas oleh kaisar. Semua hanya angan-angan belaka.

Melihat permaisuri Yan tidak bergerak sedikitpun, kaisar Shun semakin kesal.

"Pengawal! Bawa permaisuri Yan ke istana Ju. Katakan pada perdana menteri Qing jika permaisuri sudah melakukan kesalahan, jadi harus di hukum didalam istana Ju."

Semua pelayan permaisuri Yan menangis mendengar perkataan kaisar yang begitu kejam pada tuan mereka yang sangat baik dan mencintainya.

Permaisuri Yan yang mendengar itu hanya bisa memejamkan matanya, air matanya mengalir tanpa suara tangis yang mengiringi. Hatinya sangat hancur.

Setelah memerintahkan pengawalnya, kaisar Shun pergi meninggalkan istana Yue Ji, dimana permaisuri Yan tinggal selama ini.

Pengawal yang mendengar perintah kaisar Shun segera melakukan tugasnya. Dengan hati-hati mereka mengangkat tubuh permaisuri Yan dan membawanya menuju istana Ju. Sementara para dayang yang melayani permaisuri Yan membereskan barang-barang permaisuri Yan dan barang-barang milik mereka sendiri.

Di iringi isak tangis para pelayannya yang setia, permaisuri Yan dibawa oleh beberapa pengawal dengan tandu pergi ke istana Ju yang berada di ujung utara istana kerajaan.

Selir Ning yang melihat permaisuri Yan dan para pelayannya pergi dari istana kerajaan ke istana Ju merasa sangat bahagia. Karena dengan kepergian permaisuri Yan ke istana Ju, maka dia bisa mempunyai banyak kesempatan untuk bersama dengan kaisar Shun.

Setelah menempuh jarak hampir satu jam, akhirnya mereka tiba di istana Ju. Istana dimana biasanya anggota keluarga kerajaan diasingkan karena melakukan kesalahan.

Sampai di istana Ju, para pengawal membaringkan permaisuri Yan keatas ranjang.

Wajah permaisuri Yan begitu pucat. Sudut bibirnya nampak bengkak akibat pukulan dari kaisar Shun, bahkan ada bekas darah yang sudah mengering disana.

Dengan pelan dan hati-hati Xiao wei, pelayan setia permaisuri Yan membersihkan wajah permaisuri Yan dengan kain basah. Air matanya terus mengalir melihat kondisi permaisuri Yan saat ini.

"Yang mulia, bagaimana bisa anda tetap mencintai orang yang telah membuat anda seperti ini. Bagaimana bisa anda masih selalu mengharapkan dia membalas cinta anda?" Ucap Xiao Wei dengan terbata-bata.

Pelayan lain yang melihat itu juga turut sedih. Mereka tidak menyangka jika kaisar akan melakukan semua itu pada permaisuri Yan yang tidak lain adalah calon ratu dari negara Qin kelak.

Sementara itu di istana, kaisar Shun yang masih merasa kesal dengan keluarga Qing menghantamkan tinjunya pada meja yang ada di ruang baca.

Suara gebrakan meja terdengar begitu keras dari luar dan membuat para pengawal tersentak.

"Perdana menteri Qing, tidak akan mudah untuk membuatku mengikuti apa yang kau inginkan." Ucap kaisar Shun.

Diluar ruang baca, selir Ning yang baru saja sampai melihat wajah para pengawal yang ketakutan.

"Apa yang mulia ada didalam?" Tanya selir Ning dengan lembut.

Pengawal yang tadi ketakutan mengangguk "Benar, yang mulia kaisar ada didalam. Tapi...."

"Beritahu yang mulia, aku datang untuk menemuinya."

"Baik selir Ning. Saya akan memberitahu yang mulia terlebih dulu."

Selir Ning mengangguk.

Tak lama setelah pengawal itu masuk, dia keluar dan berjalan mendekati selir Ning.

"Maaf selir Ning. Yang mulia sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun."

Selir Ning menatap bangunan ruang baca dimana kaisar berada. Meski diluar dia memperlihatkan senyumannya, namun tidak dengan didalam dirinya.

"Baik. Kalau begitu aku akan kembali lagi nanti."

"Baik selir Ning."

Selir Ning berbalik dan berjalan pergi meninggalkan ruang baca dengan perasaan kesal.

"Permaisuri Yan sudah keluar dari istana, tapi kenapa aku sebagai selir yang disayangi tidak bisa menemui yang mulia?" (dlam hati)

Selir Ning yang kesal berjalan dengan cepat menuju paviliun He dengan pelayan setianya.

Dilain sisi. Qing Hao Min, adik permaisuri Yan yang tahu bagaimana kaisar memperlakukan kakaknya tidak terima. Dia sangat marah dan kecewa kepada kaisar Shun.

Selama ini Min'er meminta dua orang pengawal bayangan untuk memata-matai istana dimana permaisuri Yan tinggal. Dia ingin tahu bagaimana kaisar Shun memperlakukan kakaknya selama ini.

"Benar-benar keterlaluan! Aku tidak akan membiarkan kakakku terus disakiti oleh kaisar iblis itu!" Seru Min'er.

"Tuan muda, saat ini permaisuri Yan tengah berada di istana Ju yang berada di ujung utara istana kerajaan." Ucap salah seorang pengawal bayangan.

"Bahkan dia sampai mengirim kakakku ke istana pengasingan. Kaisar Shun, aku bersumpah kelak kau akan menerima balasannya!"

Qing Hao Min mengepalkan kedua tangannya.

Bagi Qing Hao Min, permaisuri Yan adalah keluarganya yang paling berharga. Itu karena dia hanya mempunyai satu saudara, yakni Qing Lian (permaisuri Yan).

Dan untuk kedua orang tuanya, dia tidak begitu peduli. Sebab karena kedua orang tuanya lah kakaknya hidup menderita didalam istana seperti saat ini.

Ya, pernikahan permaisuri Yan dengan kaisar Shun adalah rencana dari perdana menteri dan para pengikutnya didalam istana kerajaan. Mereka memaksa kaisar Shun untuk menikahi putri perdana menteri Qing, yang ternyata sudah menyukai kaisar Shun sejak lama.

Karena hal itulah, kaisar Shun yang tidak mempunyai perasaan apapun pada permaisuri Yan membuatnya selalu marah dan memukuli permaisuri Yan ketika dia kesal pada perdana menteri Qing, tanpa peduli apakah permaisuri Yan adalah seorang wanita yang kuat atau tidak.

Eps 2

Beberapa hari setelah permaisuri Yan tinggal di istana Ju, kondisi tubuh permaisuri Yan berangsur membaik.

Meski begitu, permaisuri Yan tidak mau mengatakan apapun pada semua orang yang ada didalam istana Ju. Itu membuat Xiao Wei dan yang lainnya merasa sangat khawatir.

Malam ini permaisuri Yan duduk di depan jendela kamarnya. Dia menatap bulan yang tidak begitu bulat di langit.

Air matanya tiba-tiba jatuh membasahi sapu tangan yang dia genggam. Walaupun dia sudah berusaha memperlihatkan pada semuanya jika dia baik-baik saja, tapi pada kenyataannya dia sangat tidak baik-baik saja.

Hatinya hancur, tubuhnya lelah menerima semua pukulan dan semua impiannya bisa hidup bahagia bersama yang mulia kaisar juga hancur.

"Haruskah aku melepaskan semua rasa cintaku kepada mu yang mulia?"

Permaisuri Yan menghapus air mata yang sudah membasahi pipi putihnya yang semakin kurus.

Xiao Wei hanya bisa ikut menangis diam-diam saat melihat permaisuri Yan meratapi kesedihannya.

**

Keesokan harinya, seorang pelayan dari istana kerajaan datang membawa beberapa makanan.

"Yang mulia permaisuri Yan. Ini adalah makanan dari istana kerajaan. Yang mulia kaisar Shun meminta saya mengantarkan makanan ini untuk yang mulia permaisuri Yan sebagai permintaan maaf dari yang mulia." Ucap pelayan yang membawa makanan itu.

Permaisuri Yan diam, dia menatap beberapa makanan yang dibawa pelayan itu.

"Yang mulia permaisuri, lebih baik saya mencobanya terlebih dahulu." Ucap Xiao Wei.

"Tidak perlu. Meskipun didalam makanan ini ada racun, aku tetap akan memakannya. Yang mulia kaisar akan merasa sangat bahagia melihatku mati ditangannya setelah memakan makanan ini." Ucap permaisuri Yan sambil tetap menatap semua makanan yang tersaji diatas meja.

Pelayan yang membawa makanan itu tertegun. Dia tahu apa yang sudah tercampur didalam makanan itu, tapi dia tetap diam seolah dia tidak tahu apa-apa.

Permaisuri Yan mengambil sumpit dan mengambil makanan itu lalu memakannya.

Xiao Wei dan pelayan dari kerajaan itu melihat permaisuri Yan memakan makanan yang ada diatas meja.

Setelah memakan sebagian makanan itu, permaisuri Yan meletakkan kembali sumpitnya. Dia menyadari tubuhnya mulai merasa tidak baik, dia lalu menatap pelayan yang membawa makanan tadi.

"Makanannya sangat enak. Kau bisa membawa sisanya kembali." Ucap permaisuri Yan.

Dia mengatakan itu karena dia tidak mau jika ada orang lain yang ikut mati setelah memakan makanan itu.

"Baik yang mulia permaisuri."

Pelayan itu lalu memasukan semua sisa makanan yang ada diatas meja kedalam kotak.

Permaisuri Yan masuk kedalam kamarnya. Dia mengambil sebuah kertas dan menulis sesuatu diatas kertas itu.

"Xiao Wei." Ucap permaisuri Yan.

"Saya disini yang mulia."

Permaisuri Yan memberikan surat yang dia tulis tadi kepada Xiao Wei.

"Bawa surat ini pada adikku. Katakan padanya untuk memberikannya pada yang mulia kaisar."

Xiao Wei mengambil surat itu dari permaisuri Yan.

"Pergilah sekarang."

"Tapi yang mulia.."

"Pergi, tidak akan terjadi apa-apa padaku selama kau pergi."

Xiao Wei melihat wajah permaisuri Yan yang semakin pucat, dia juga melihat banyak keringat yang keluar dari tubuh permaisuri Yan.

"Saya akan mengantarkan suratnya nanti. Saya akan membuatkan teh terlebih dulu untuk anda."

"Tidak, kau harus pergi sekarang. Xiao Wei, apapun yang terjadi kau harus menyerahkan surat ini pada adikku. Kau mengerti?"

Xiao Wei mengangguk mengerti.

Saat ini dia tidak ingin meninggalkan permaisuri Yan, tapi dia terpaksa harus pergi karena itu adalah perintah dari permaisuri Yan.

Setelah Xiao Wei pergi, permaisuri Yan berjalan mendekati jendela.

"Xuan Long. Aku hanya ingin kau bisa mengatakan sekali saja bahwa kau mencintaiku. Meski setelah itu aku mati, aku akan menerima kematian itu dengan bahagia." Ucap permaisuri Yan pelan.

Permaisuri Yan merasa ada sesuatu yang keluar dari hidungnya, dia lalu mengusapnya dengan sapu tangan yang selalu dia bawa.

Darah segar yang mengalir keluar dari hidungnya kini menempel pada sapu tanganya. Air mata permaisuri Yan menetes, karena pada akhirnya dia tidak bisa mendengar ucapan cinta dari bibir kaisar Shun.

Permaisuri Yan tiba-tiba merasa pusing, telinganya tidak lagi mendengar apapun dan perlahan matanya mulai terpejam.

Bruk!

Permaisuri Yan jatuh diatas lantai.

Suara seperti benda jatuh dari dalam kamar permaisuri Yan terdengar dari luar kamar. Pelayan yang merasa khawatir membuka pintu kamar dan mendapati tubuh permaisuri Yan tergeletak dibawah jendela kamar.

"Yang mulia! Yang mulia permaisuri!"

Beberapa pelayan dan pengawal yang mendengar teriakan dari dalam kamar permaisuri Yan langsung bergegas masuk kedalam kamar itu.

"Cepat tolong aku, angkat permaisuri dan beringkan diatas ranjang." Ucap pelayan itu.

Beberapa pengawal yang datang segera mengangkat dan membaringkan tubuh permaisuri Yan keatas ranjang.

"Kau, cepat pergi ke istana dan panggil tabib istana kesini!" Ucap pelayan itu lagi kepada seorang pengawal.

"Baik."

Pengawal itu langsung pergi untuk memanggil tabib dari istana kerajaan.

"Yang mulia hamba mohon bangunlah. Yang mulia permaisuri."

Para pelayan yang ada didalam kamar permaisuri Yan sangat khawatir, itu karena wajah permaisuri Yan sangat pucat. Pelayan itu juga melihat ada darah pada sapu tangan yang permaisuri Yan genggam.

30 menit kemudian, tidak ada pengawal maupun tabib yang datang. Sementara kondisi permaisuri Yan semakin tidak baik, wajahnya pucat dan bibirnya mulai membiru.

Braak!

Pintu kamar permaisuri Yan terbuka lebar.

"Yang mulia, yang mulia!" Xiao Wei berlari dengan cemas kearah permaisuri Yan.

Melihat kondisi permaisuri Yan yang sudah seperti itu, Xiao Wei yakin jika makanan yang permaisuri Yan makan pagi tadi memang mengandung racun. Untung saja dia menyimpan salah satu piring yang digunakan oleh pelayan istana menyajikan makanan sebagai bukti jika memang permaisuri Yan diracuni.

"Dimana tabib, kenapa belum ada tabib disini?" Tanya Xiao Wei kepada para pelayan yang ada disana.

"Saya sudah meminta pengawal untuk memanggil tabib dari istana kerajaan. Tapi sudah lebih dari 30 menit mereka belum juga datang."

"Mereka tidak akan datang. Yang mulia, hamba mohon bertahanlah. Yang mulia."

Tak lama saat Xiao Wei kembali, Qing Hao Min yang ternyata mengikuti Xiao Wei dengan membawa tabib masuk dengan cepat kedalam kamar permaisuri Yan.

"Kakak."

Min'er langsung berlutut didepan permaisuri Yan dan menggenggam tangan kakaknya yang mulai terasa dingin.

"Tabib Han, tolong periksa keadaan permaisuri Yan sekarang." Ucap Min'er.

"Baik tuan muda."

Tabib langsung memeriksa keadaan permaisuri Yan, dia juga mengamati perubahan dan suhu tubuh permaisuri Yan.

"Ampuni hamba tuan muda, permaisuri Yan sudah terkena racun. Dan racun itu sudah menjalar ke setengah dari tubuh permaisuri Yan."

"Apa? Racun! Bagaimana bisa permaisuri Yan keracunan?"

Min'er menatap Xiao Wei karena dia adalah pelayan yang sudah menemani permaisuri Yan sejak berusia 10 tahun.

"Ampuni hamba tuan muda, hamba mohon ampuni hamba yang sudah lalai." Xiao Wei bersujud didepan Min'er sambil menangis.

"Katakan siapa yang membuat makanan untuk permaisuri Yan pagi ini?"

"Pagi ini tiba-tiba seorang pelayan dari istana kerajaan datang membawa makanan. Dia berkata jika makanan itu di kirim atas perintah yang mulia kaisar untuk permaisuri Yan sebagai permohonan maaf."

"Kaisar Shun."

Qing Hao Min mengepalkan tangannya kuat, dia benar-benar sangat membenci kaisar negara Qin itu.

"Sebarkan berita kepada orang-orang bahwa permaisuri Yan keracunan di istana Ju, setelah memakan makanan yang di kirim oleh pelayan istana." Perintah Min'er kepada semua para pelayan di istana Ju.

"Baik tuan muda." Ucap mereka serentak.

Kali ini Min'er ingin melihat bagaimana reaksi kaisar setelah kabar berita itu menyebar di masyarakat.

"Tuan muda, saya masih menyimpan piring yang digunakan untuk makanan itu. Tabib Han mungkin bisa memeriksanya." Ucap Xiao Wei.

"Baik, bawa kemari piring itu."

Xiao Wei membungkuk lalu segera mengambil piring yang dia maksud.

Beberapa saat kemudian Xiao Wei kembali dengan membawa piring yang ditangannya.

"Ini adalah piring yang di pakai saat pelayan itu meletakkan makanan untuk permaisuri Yan."

Min'er menerima piring itu.

"Tabib Han, tolong anda periksa piring ini. Apakah didalamnya ada racun atau tidak."

"Baik tuan muda. Tapi sebelum itu anda harus membeli beberapa bahan obat untuk mencegah racun itu mengalir ke jantung yang mulia permaisuri Yan terlebih dahulu."

"Baik saya mengerti."

Tabib Han menulis beberapa resep obat dan memberikannya pada Qing Hao Min.

"Ini adalah obat-obatan yang hanya bisa didapat di toko obat yang berada di ujung jalan sebelah barat daya." Ucap tabib Han.

"Baik saya mengerti."

Qing Hao Min lalu memanggil pengawal bayangan kepercayaannya untuk membeli bahan obat-obatan yang ada didalam resep.

Setelah itu tabib Han memeriksa kembali permaisuri Yan, tabib Han memberikan akupuntur kepada permaisuri Yan agar tidak terjadi pembengkakak pada hatinya.

Hampir 20 menit tabib Han melakukan akupuntur pada tubuh permaisuri Yan. Setelah itu dia lalu memeriksa piring yang dibawa oleh pelayan Xiao Wei.

"Memang ada jejak racun disini, tapi tidak dalam jumlah yang besar."

"Jika tidak dalam jumlah besar, kenapa keadaan permaisuri Yan seperti itu?"

"Racunnya memang sedikit, tapi jika di makan dengan daging bebek racun itu akan menjadi racun yang mematikan." Ucap tabib Han menjelaskan.

"Itu artinya, permaisuri Yan sudah memakan daging bebek yang bercampur dengan racun?"

"Benar tuan muda."

Uhuk

Uhuk

Semua yang ada didalam kamar di kejutkan oleh suara batuk permaisuri Yan. Mereka bergegas mendekati tempat tidur dan melihat permaisuri Yan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.

"Kakak! Aku mohon bertahanlah kakak. Kakak!"

Qing Hao Min terus memanggil kakaknya dan berusaha membangunkan kakaknya yang tidak lagi bergerak.

"Kakak! Kakak!"

"Yang mulia permaisuri, hamba mohon bangunlah yang mulia. Yang mulia."

Para pelayan permaisuri Yan menangis sambil berlutut.

**

Di dunia yang berbeda, seorang artis terkenal bernama Qing Lian An sedang menghadiri pesta salah satu teman baiknya yang sesama artis.

Qing Lian An adalah artis terkenal yang memulai karirnya dari nol, dan dia sama sekali tidak pernah melakukan hal yang membuat dirinya naik menjadi seorang artis lewat jalur belakang.

Itulah yang membuat Qing Lian An sangat disukai oleh para penggemarnya. Selain mempunyai bakat yang bagus, dia juga bisa beladiri. Sehingga hampir disetiap film action dia tidak memerlukan peran pengganti.

"An an, kau terlihat sangat cantik malam ini. Sepertinya kau yang akan menjadi berita hangat lagi besok." Ucap salah seorang artis padanya.

"Kau juga terlihat sangat cantik, sangat cocok dengan gaun berwarna biru itu." Ucap Qing Lian An.

"Ah benarkah, terima kasih."

Qing Lian An yang sudah sangat mengerti bagaimana sifat para artis,aktor dan model yang datang ke pesta itu hanya bersikp biasa saja. Dia tidak ingin ikut campur urusan mereka selama mereka tidak membuatnya pusing.

"Maaf nona Qing, seseorang ingin bertemu dengan anda." Ucap seorang pelayan.

"Siapa?"

"Saya tidak tahu pasti. Tapi dia berkata jika dia adalah teman dekat anda."

"Teman dekat saya?"

Qing Lian An yang merasa tidak mempunyai teman dekat selain seorang wanita yang mengundangnya keacara pesta menjadi penasaran.

"Baik, antarkan saya kesana."

"Silahkan nona Qing mengikuti saya."

Qing Lian An lalu berjalan mengikuti pelayan itu. Mereka keluar dari ruang pesta dan naik kelantai atas hotel itu dengan lift.

Rasa penasaran Qing Lian An semakin besar, karena mereka harus keluar dari ruang pesta dan menuju ke lantai paling atas hotel berbintang itu.

Ting

Pelayan yang mengantar Qing Lian An berjalan keluar dan membuka pintu darurat dimana terdapat anak tangga yang harus mereka naiki untuk sampai dilantai paling atas.

Setelah sampai didepan sebuah pintu, pelayan itu membuka pintu tersebut.

"Silahkan nona Qing. Orang yang ingin bertemu dengan anda sudah menunggu anda."

Qing Lian An berjalan keluar melewati pintu yang dibuka oleh pelayan tadi.

Disana Qing Lian An mencari orang yang ingin bertemu dengannya. Dia berjalan ke depan hingga sampai di ujung gedung berlantai lebih dari 30 itu.

"Dimana orangnya? Dan kenapa harus bertemu disini?" Gumam Qing Lian An.

"Lian An."

Qing Lian An menoleh begitu namanya dipanggil oleh seseorang.

"Liu Mei?"

"Iya ini aku. Aku orang yang ingin bertemu dengan mu."

"Apa yang ingin kau katakan sampai kita harus bertemu disini?"

Liu Mei berjalan melewati Qing Lian An. Dia menatap ribuan lampu yang menghiasi kota dari atas gedung.

"Kau pasti tahu, jika aku tidak akan berhenti sebelum mendapatkan nominasi artis nomor 1 di negara ini."

"Ambisimu begitu besar, dan jalan yang kau lewati sangat curam. Kau tahu maksudku."

"Ya aku tahu, karena itu...."

Liu Mei berjalan mendekati Qing Lian An dan tersenyum padanya.

"Aku ingin mendapatkannya. Tapi aku baru bisa mendapatkan semua itu jika...."

Liu Mei berhenti berkata, dia dengan cepat mendorong tubuh Qing Lian An yang berada di tepi bagunan dengan kuat hingga Qing Lian An yang tidak siap serta memakai sepatu high heels seketika terdorong.

Tubuh Qing Lian An melayang di udara, dia melihat Liu Mei semakin jauh darinya.

"Selamat tinggal Qing Lian An, aku akan menggantikan mu menjadi artis nomor 1 disini. Dan kau... Pergilah dengan tenang."

Qing Lian An yang terus jatuh kebawah hanya bisa memejamkan mata, meski dia berteriak atau mempunyai seni bela diri,dia sadar jika jatuh dari gedung yang begitu tinggi pasti akan mati.

"Liu Mei, di kehidupan yang lain, aku bersumpah akan membuat orang sepertimu mati dalam penyesalan karena telah mengusik ku."

Tubuh Qing Lian An terus turun kebawah dengan cepat dan akhirnya menghantam sebuah mobil yang terparkir dibawah gedung.

**

Di rumah perdana menteri Qing, beberapa tabib terus mengawasi dan memberikan obat serta akupuntur pada permaisuri Yan yang kondisinya sangat tidak baik.

Dua hari yang lalu perdana menteri Qing yang mengetahui berita tentang putrinya yang tinggal di istana Ju dan juga diracuni, meminta kepada kaisar Shun agar dia bisa merawat permaisuri Yan di kediamannya.

Karena kaisar Shun tidak ingin ada kabar yang tidak baik lagi bagi kerajaan, dia memutuskan untuk mengizinkan permaisuri Yan dirawat di kediaman perdana menteri Qing.

"Bagaimana, apakah ada perubahan pada yang mulia permaisuri?"

"Ini tidak baik, tubuhnya melemah. Saya khawatir...."

"Tidak mungkin yang mulia..."

Samar permaisuri Yan yang sudah sadar mendengar banyak suara yang menggema di telinganya.

Tangan permaisuri Yan bergerak, matanya pun bergerak ke kanan dan ke kiri.

"Bagaimana ini, tidak mungkin yang mulia permaisuri...."

"Yang mulia, ampuni hamba. Bawa hamba bersama dengan yang mulia."

Suara-suara terus berisik, seolah membuat pendengaran permaisuri Yan kan pecah.

"Diamlah, kenapa kalian semua sangat berisik?" Ucap permaisuri Yan.

Semua orang yang ada didalam kamar permaisuri Yan terkejut melihat permaisuri Yan duduk diatas ranjang, tidak terkecuali kedua tabib yang sudah merawat permaisuri Yan.

"Yang mulia. Yang mulia. Syukurlah anda sudah sadar, Yang mulia permaisuri. Panjang umur yang mulia."

Qing Lian An yang tidak tahu jika jiwanya berada didalam tubuh orang lain menatap semua orang yang sedang bersujud padanya, dia tidak tahu apa yang mereka katakan dan kenapa mereka melakukan itu padanya.

Dia melihat ruangan yang ada di depannya. Sebuah kursi, pilar, ranjang dan meja. Semuanya terlihat seperti dia sedang syuting didalam drama kerajaan.

Lalu Qing Lian An melihat tangannya sendiri dan pakaian yang dia kenakan.

"Tangan siapa ini, dan kenapa aku memakai baju ini? Bukankah aku harusnya sudah mati karena didorong oleh Liu Mei dari atas gedung?"

Kembali Qing Lian An melihat sekeliling, dia juga melihat orang-orang yang masih bersujud sambil mengucapkan pmrasa syukur untuk dirinya.

"Kakak."

Qing Lian An menoleh saat seorang laki-laki masuk kedalam dan memanggilnga kakak.

Tubuh Qing Lian An langsung di peluk oleh laki-laki itu. Dia yang masih bingung menjadi semakin bingung. Tapi saat dirinya dipeluk sebuah ingatan melintas dalam benaknya.

Semua perlakuan buruk yang kaisar Shun lakukan pada Qing Lian (pemilik tubuh asli), rasa cinta yang begitu dalam dirinya pada kaisar Shun, bagaimana kedua orang tuanya memperlakukan darinya, dan seperti apa kehidupan Qing Lian selama didalam istana kerajaan. Semua masuk kedalam ingatannya.

"Kakak, kakak. Kau tidak apa-apa?"

Pertanyaan yang ditanyakan kepada Qing Lian An menyadarkan dirinya. Dia lalu menatap laki-laki yang ada didepannya.

"Jadi saat ini aku berada didalam tubuh seorang permaisuri Yan. Dan nama kami juga sangat mirip. Lalu laki-laki didepanku ini adalah... Adik laki-laki ku."

"Kakak, katakan sesuatu padaku. Tabib tolong periksa kembali yang mulia permaisuri." Ucap Qing Hao Min.

"Baik tuan muda."

"Tidak perlu. Aku tidak apa-apa. Aku sudah merasa sangat baik-baik saja saat ini."

"Kakak, kau sudah tidak sadarkan diri selama tiga hari. Bagaimana bisa kau berkata baik-baik saja? Biarkan tabib Han memeriksa kondisi mu."

Permaisuri Yan memegang tangan Qing Hao Min "Aku sungguh tidak apa-apa."

Qing Hao Min menatap wajah kakaknya yang sudah tiga hari tidak sadarkan diri itu. Dia benar-benar merasa sangat khawatir jika kakaknya tidak akan pernah bangun lagi.

"Qing Lian, kau beristirahatlah dengan tenang. Aku akan membalaskan rasa sakit yang kau rasakan kepada laki-laki b*jingan bernama Xuan Long itu. Dan aku juga akan menggantikanmu menjaga adik yang baik ini."

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!