NovelToon NovelToon

Mutiara Sang CEO

Bab. 1 Lapangan Basket

"Tiaraaaaa....."

Terdengar suara lantang dari arah pintu kelas.

"Astaga Rani.....bisa tidak kalau manggil itu tidak dengan teriak - teriak," ucap Tiara dengan menutup telinga nya.

"Hehe Hehehe ...."

Rani hanya nyengir kuda dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Dia kemudian menghampiri Tiara yang sedang asik membaca buku di kelas.

Tiara memang terkenal dengan julukan si kutu buku. Tapi untuk penampilan dia tidak seperti kutu buku pada biasa nya yang identik dengan kaca mata besar dan rambut kepang dua.

Walaupun dia berasal dari keluarga yang sederhana dan pas - pas an. Tapi dia selalu menjaga penampilan nya supaya tetap rapih. Dia memang tidak menggunakan barang - barang yang branded dan berpenampilan yang wah seperti teman nya yang lain tapi kalau di lihat secara intens kecantikan nya tidak kalah dengan teman - teman nya yang selalu melakukan perawatan dan memakai skincare ternama dan mahal.

Tiara termasuk bukan tipe wanita yang lemah atau menerima jika tertindas. Dia selalu bisa membela diri nya sendiri, memang dia anak yang pendiam dan jarang ikut dalam kegiatan non akademik. Karena dia merupakan salah satu siswa penerima beasiswa di sekolah itu jadi dia selalu memanfaatkan waktu luang di sekolah untuk membaca di mana pun dan saat apa pun.

Beberapa siswa selalu memandang rendah Tiara, bahkan dengan terang - terangan menghina nya. Tapi dia sama sekali tidak menggubrisnya. Niat dan tujuan dia sekolah d sini supaya bisa mendapatkan beasiswa kembali untuk melanjutkan pendidikan nya di perguruan tinggi. Saat ini Tiara memang sudah kelas dua belas tinggal hitungan bulan dia akan lulus dari sekolah ini.

"Ra...tahu tidak di lapangan basket sekarang ini sedang heboh tahu, ada yang mau nembak sang pangeran sekolah kita," kata Rani dengan menggebu - gebu.

Mendengar nama Alex di sebut oleh sahabat nya, Tiara kemudian mendongakkan kepala nya yang tadi nya sedang asik membaca buku kimia.

"Iya Tah...memang cewe dari kelas mana lagi yang mengutarakan perasaan nya pada tu cowok angkuh"?

"Kamu pasti syok kalau tahu siapa cewe itu? dia dari kelas kita tahu Ra..."

Tiara menautkan kedua alis nya, sebenarnya dia sangat penasaran dengan apa yang akan diutarakan oleh sahabat karib nya itu tapi sebisa mungkin dia memasang wajah yang datar seperti biasa.

"Emang siapa cewe itu?" jawab Tiara menutup buku nya.

"Jesika Ra.....cewe sok kecantikan dan kecentilan itu yang akan menembak Alex saat ini."

Deg,

Seketika dada Tiara menjadi bergemuruh mendengar jika salah satu cewe terpopuler dan kaya di sekolah ini akan menembak laki - laki yang diam - diam dia sukai.

Selama hampir tiga tahun Tiada memang memendam rasa terhadap Alexander Wiratama yang terkenal sebagai pangeran nya sekolah di tempat Tiara menimba ilmu. Selain terkenal dengan ketampanan nya Alex juga merupakan siswa yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun bidang olahraga. Dia selalu mendapat nilai yang bagus dan peringkat pertama setiap ujian akhir semester. Sedangkan Tiara selalu berada di posisi ke dua. Untuk posisi ke tiga di isi oleh Jesika cewek populer yang akan menyatakan perasaan nya pada Alex hari ini.

Tiara tahu, perasaan nya ini tidak akan terbalas karena dia sadar diri siapa diri nya. Tidak mungkin seorang Alexander Wiratama akan melirik pada nya. Hubungan mereka juga tidak akrab, karena memang Tiara selalu menjaga jarak dengan nya.

Perasaan itu muncul berawal dari sebuah kejadian, saat itu sepeda yang Tiara gunakan untuk berjualan keripik pisang sedang rusak, dan entah kebetulan atau apa Alex melintas dan berhenti tanpa di minta pertolongan Alex langsung membatu Tiara membenarkan sepeda nya. Alex juga terlihat sangat ramah pada nya, dia bahkan membantu Tiara untuk menjajakan keripik pisang nya.

Bagi Tiara ini sifat Alex sangat berbeda dengan apa yang dia lihat selama di sekolah, yang cool dan angkuh. Banyak hal yang mereka lakukan saat itu, mengobrol bersama, bahkan mereka juga makan bersama di warung pinggiran jalan. Kalau orang lain melihat hubungan mereka terlihat seperti pasangan muda mudi yang sedang kasmaran. Sejak itu lah Tiara menaruh hati dengan Alex.

Akan tetapi setelah kejadian itu Alex seolah - olah tidak mengenal Tiara saat mereka bertemu di sekolah. Bahkan pernah sekali Tiara menegur Alex niat hati ingin mengucapkan terima kasih karena Alex membantu nya dengan membawa sebungkus keripik pisang jualan nya, tapi yang terjadi Alex palah cuek dan mengucapkan kata - kata yang kasar seperti yang dia lakukan pada setiap cewe di sekolah itu memberikan hadiah untuk nya dan sengaja membuang keripik pisang itu ke tempat sampah. Sudah dipastikan bagaimana perasaan Tiara saat itu, malu iya, sakit hati pasti nya. Karena saat itu juga Tiara menjadi bahan tertawaan dan ejekan teman - teman nya.

Semenjak kejadian itu Tiara berusaha untuk membuang jauh - jauh perasaannya kepada Alex. Dan dia benar - benar menjauh dari laki - laki itu, menjaga jarak, dia juga menutup diri dari segala informasi yang berhubungan dengan laki - laki itu. Sekalipun mereka duduk di bangku yang berdekatan, tapi sedikitpun Tiara tidak pernah menjalin komunikasi dengan Alex, melirik pun dia tidak.

"Ooh....." Tiara hanya ber oh ria mendengar cerita Rani sambil berjalan membawa buku kimia nya keluar dari kelas.

"Kamu mau kemana Ra kok aku di tinggal seh," tanya Rani.

"Ke perpus..."

"Dasar kutu buku, emang tidak ada tempat lain apa yang ingin kamu kunjungi selain perpustakaan," protes Rani sambil merangkul sang sahabat.

Tiara yang mendengar protes sang sahabat hanya tersenyum tipis. Dia sudah kebal dengan protes sahabat nya itu.

"Ayolah Ra.....ke lapangan basket dulu, kamu tidak penasaran apa dengan huru hara yang sedang terjadi saat ini, lihat tuh rame banget tau Ra..." ucap Rani menunjuk ke lapangan basket yang kebetulan berada di depan kelas mereka.

Tiara melihat ke arah yang Rani tunjuk, dan benar saja lapangan itu sudah penuh dengan siswa siswi yang bersorak - sorak seperti sedang menonton sebuah pertandingan. Dan dia juga melihat sosok wanita cantik yang membawa seikat bunga mawar merah dan boneka beruang besar sedang menunggu kedatangan seseorang di tengah lapangan.

Kebetulan saat itu memang tidak ada kegiatan belajar mengajar karena pada siswa baru saja menyelesaikan ujian akhir semester.

Tiara yang merasa penasaran akhirnya mengikuti ajakan sang sahabat untuk ikut bergabung bersama siswa - siswi yang lain di tengah - tengah lapangan.

Dia dan Rani menerobos beberapa kerumunan siswa dan berada di barisan paling depan jadi bisa melihat jelas pada orang yang menjadi pusat perhatian saat itu. Ya...walaupun Rani sempat adu mulut dengan siswa lain nya karena telah main menerobos saja. Bukan Rani nama nya jika tidak bisa mengatasi nya.

Saat mereka tiba di barisan depan, saat itu juga bertepatan dengan kedatangan Alex di tengah - tengah lapangan basket dengan ditutup mata nya dan dituntun oleh beberapa teman se gank nya. Seperti nya semua nya sudah dipersiapkan oleh Jesika secara matang.

Ikatan penutup mata Alex dilepaskan oleh salah satu teman nya, dan seketika pandangan Alex dan Tiara bertemu. Secara Alex saat ini menghadap ke arah Tiara bukan menghadap ke arah Jesika.

Deg,

Tatapan mereka terkunci untuk beberapa saat. Alex menatap Tiara dengan tatapan yang sangat sulit diartikan, sedangkan Tiara menatap Alex dengan tatapan yang sendu.

Tiba - tiba tatapan mereka terputus karena terdengar sorakan dari semua siswa yang memadati lapangan itu.

"Alex.... maukah kamu menjadi pacarku?"

Bab 2 Ungkapan cinta Jesika

"Alex.... maukah kamu menjadi pacarku?" ucap seorang gadis cantik dengan memegang setangkai mawar merah dan boneka beruang.

Sontak hal itu membuat Alex menatap tajam pada gadis yang telah berani mengungkap kan perasaan nya itu kepada nya.

Suara teriakan, beserta tepuk tangan dari seluruh siswa yang berada di lapangan itu pun menambah suasana menjadi riuh.

Terima....terima...terima....

Begitu lah teriakan dari para siswa yang berada di lapangan memberi support dan semangat untuk pasangan yang berada di tengah lapangan.

"Jika kamu menerima cinta ku maka ambil lah setangkai mawar ini, tapi jika kamu tidak menerima cinta ku maka ambilah boneka beruang ini," kata Jesika dengan suara yang sangat lembut.

Alex memandang ke sekeliling siswa yang ada di lapangan, dan lagi - lagi tatapan nya terpaku dengan seorang gadis yang berada di pinggir lapangan dengan memeluk sebuah buku di depan nya. Dia menatap lekat - lekat kedua bola mata gadis itu, karena kebetulan jarak mereka tidak lah jauh sehingga mereka bisa saling menatap dengan jelas.

Terlihat jelas dari tatapan gadis itu mengisyaratkan kepada Alex untuk tidak menerima cinta dari gadis lain.

"Jangan diterima Lex," lirih Tiara dengan menggelengkan kepala nya.

Entah keberanian dari mana sehingga dia berani mengucapkan kalimat itu, walaupun ucapan itu sangat la lirih dan Alex pun tidak dapat mendengar nya, tapi Alex bisa tahu apa yang Tiara ucapkan.

Alex tidak mampu menatap Tiara sehingga dia memutus pandangan nya dan beralih kepada Jesika kembali. Dia menatap setangkai mawar merah yang berada di tangan kanan Jesika dan boneka beruang di tangan kiri Jesika.

Tanpa berpikir panjang lagi dan tanpa sepatah kata pun akhirnya Alex mengambil setangkai mawar merah itu dari tangan Jesika. Hal itu langsung membuat suasana lapangan menjadi riuh dengan tepuk tangan seluruh siswa yang ada di sana.

"Makasih Lex sudah menerima cinta ku, I Love You....." kata Jesika yang langsung memeluk Alex dengan perasaan yang sangat bahagia.

"Akhir nya aku lah pemenang nya, dan aku pemilik dari seorang Alexander Wiratama, thank you dad...." batin Jesika dengan tersenyum licik.

Tiara yang melihat adegan itu dihadapan nya merasakan sesak yang luar biasa di dada nya. Sehingga dia perlahan - lahan mundur dari kerumunan itu dan berlalu dari tempat yang membuat hati nya sakit.

"Kamu harus sadar diri Tiara....kamu dan Alex itu tidak sepadan, kamu hanya seorang pungguk yang merindukan bulan. Mana mungkin cowok seperti Alex mau melirik gadis seperti dirimu, sadar Tiara....ingat tujuan kamu di sekolah ini apa? jangan sampai perasaan mu ini mempengaruhi semua tujuan mu untuk menggapai cita - cita mu menjadi seorang dokter, ingat pengorbanan ayah kamu selama ini Tiara! monolog Tiara dalam hati mengingatkan diri nya sendiri sambil terus berjalan menuju tempat favorit nya perpustakaan.

Sesekali gadis cantik itu menghapus air mata yang menetes di pipi nya dengan kasar. Untung saja sepanjang koridor menuju perpustakaan sepi tidak ada siswa yang berlalu lalang seperti biasa nya. Jadi dia leluasa untuk menghapus jejak air mata nya tanpa ada yang melihat.

Sesampai nya di perpustakaan dia langsung menuju tempat duduk favourite nya di pojok. Dia menarik kursi yang menghadap ke arah lapangan basket supaya membelakangi lapangan itu. Kebetulan tempat favorit Tiara itu dekat jendela kaca dan menghadap ke arah lapangan basket. Dari sana dia bisa melihat dengan jelas kejadian yang sedang berlangsung di lapangan basket itu. Dulu, di sana lah dia sering mencuri pandang ketika Alex sedang bermain basket dengan team nya.

Tiara menarik nafas dalam - dalam dan menghembuskan nya perlahan guna mengurangi rasa sesak dalam dada nya. Setelah di rasa sudah membaik, dia kemudian fokus kembali dengan buku kimia nya.

Alex mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru lapangan tapi dia tidak menemukan keberadaan Tiara di sana. Ada perasaan aneh dalam hati nya saat menyadari gadis itu sudah tidak ada lagi di lapangan.

"Apakah dia melihat semua nya tadi," batin Alex.

Jesika akhirnya melepaskan pelukan nya, dan menggandeng lengan Alex untuk menjauh dari lapangan. Adegan tadi di lapangan basket itu pun menjadi sebuah trending topik di sekolah itu dan media sosial.

Banyak siswi yang memuji pasangan yang baru saja jadian itu. Karena dilihat dari segi apa pun mereka memang pasangan yang sangat serasi. Yang laki - laki tampan dan yang perempuan juga cantik, mereka juga sama - sama berasal dari keluarga yang kaya raya, mereka juga merupakan siswa siswi yang berpretasi di bidang akademik dan non akademik. Tak ayal banyak siswa yang mengidolakan pasangan itu.

Akan tetapi banyak pula siswi yang patah hati sekarang ini, karena sang pujaan hati mereka kini sudah mempunyai seorang kekasih. Dan kekasih dari pujaan hati mereka bukan gadis yang sembarangan tentu nya. Dia adalah siswi yang paling populer dan kaya di sekolah itu. Mereka sampai membuat tagar hari patah hati se sekolah.

Foto dan video pernyataan cinta Jesika dan Alex pun sudah tersebar di dunia maya. Dan sampai juga di tangan Tuan Wiratama. Laki - laki paruh baya itu tersenyum puas melihat semua itu.

"Anak pintar, kamu memang selalu bisa diandalkan nak," gumam tuan Wiratama dengan tersenyum bahagia.

**

Di perpustakaan,

Tiara tidak bisa konsentrasi membaca sama sekali, pikiran nya masih tertuju dengan kejadian beberapa menit yang lalu. Ucapan Jesika masih terngiang - ngiang di telinga nya. Bahkan adegan saat Alex mengambil setangkai mawar merah sebagai tanda menerima cinta Jesika juga terekam jelas di otak Tiara. Semua itu membuat dada nya sesak dan hati nya sakit sekali.

Saat dia sedang asik dengan pikiran nya, tiba - tiba ada seseorang yang menepuk pundak nya.

"Hai Ra...." sapa seorang cowok tampan dengan perawakan tak jauh beda dari Alex.

"Hai Dit...." jawab Tiara.

Cowok itu adalah Aditiya Saputra, teman satu team basket Alex. Dia dan Alex adalah teman akrab, dari kecil mereka sudah bersama.

"Kok ngga ikut gabung di sana?" kata Adit sambil menunjuk ke arah lapangan basket yang masih lumayan ramai.

Tiara menggelengkan kepala nya perlahan dan tersenyum tipis.

" Kamu sendiri ngapain ngga ikut gabung di sana juga," Tiara balik bertanya.

"Males aja.....ngga ada guna nya bagi ku."

"Ooh...." Tiara hanya menjawab dengan ber oh ria.

David memperhatikan Tiara yang kembali fokus ke buku nya.

"Kamu tidak bosan apa Ra, setiap hari bergulat dengan buku - buku pelajaran seperti itu."

Tiara lagi - lagi hanya menggelengkan kepala nya dengan tetap fokus membaca buku nya.

"Bearti gelar kutu buku yang anak - anak sematkan pada mu pas ya," ucap David sambil tertawa.

" Enak saja..." protes Tiara dengan mengerucutkan bibir nya.

"Dari pada kamu terus menggangguku dengan obrolan tidak jelas mu itu, lebih baik kamu baca buku - buku ini," ucap Tiara sambil menyerahkan beberapa buku pelajaran yang dia ambil di rak perpustakaan tadi.

"Astaga.....bisa ketularan jadi pintar nanti aku Ra..." David menepuk jidat nya dengan buku.

"Hahahahah...." Tiara palah tertawa melihat ekspresi David yang lucu menurut nya.

Ssst.....

"Jangan berisik !" teriak petugas perpustakaan.

Tiara dan David masih tertawa cekikikan dengan mulut ditutup oleh tangan mereka masing - masing.

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang mengawasi mereka dengan mengepalkan kedua tangan nya.

Bab 3 Badut Hello Kitty

Tiara dan David pun mengobrol banyak hal di perpustakaan itu, sesekali mereka tertawa cekikikan di saat ada obrolan yang lucu menurut mereka. David dan Tiara memang dekat selama ini, dekat dalam artian menjadi sahabat. Karena cuma David dan Rani lah yang tulus mau berteman dengan Tiara di sekolah itu. David dan Rani juga berasal dari keluarga yang kaya raya seperti Jesika dan Alex, tapi tetap keluarga Alex yang nomor satu.

David juga tahu jika Tiara bisa sekolah di sana hanya karena mendapat beasiswa. Dia juga tahu jika Tiara hanya seorang anak dari supir angkot. Dia juga sering membantu Tiara untuk mencari pekerjaan paruh waktu untuk membantu perekonomian keluarga Tiara.

Seperti saat ini, dia sengaja mencari Tiara untuk menyampaikan jika ada suatu pekerjaan yang bisa Tiara lakukan seperti biasa nya. Karena David tahu sebentar lagi ujian sekolah, pasti Tiara membutuhkan uang untuk biaya ujian tersebut. Karena biaya ujian sekolah tidak di cover oleh beasiswa nya.

"Alex....ngapain kamu di sini?" tanya Jesika dengan bergelayut manja di lengan laki - laki yang baru saja sah menjadi kekasih nya itu. Lebih tepat nya kekasih paksa.

"Bukan urusan mu!" jawab Alex dingin dengan tetap memandang ke arah Tiara dan David yang masih asik dalam obrolan kecil mereka.

Jesika mengikuti arah pandangan mata Alex, dia langsung mengepalkan kedua tangan nya ketika melihat siapa yang sekarang ini menjadi pusat perhatian Alex sampai kekasih nya itu mengabaikan kehadirannya di sana.

"Lihat saja....aku akan membuat Alex membenci mu selama nya Tiara, bahkan untuk memandang mu atau mendengar nama mu saja dia akan meras jijik," batin Jesika dengan tatapan sinis ke arah Tiara.

Jesika tahu jika Alex selama ini mempunyai perasaan lebih kepada Tiara, tapi perasaan itu tidak tersampaikan karena status meraka berbeda. Jesika tahu betul seperti apa orang tua Alex, terutama papi nya Alex yang selalu memandang orang lain dari strata sosial nya. Di tambah lagi saat ini, perusahaan keluarga Alex sedang mengalami kendala keuangan yang lumayan besar. Dari itu Jesika memanfaatkan keadaan ini untuk menjerat Alex ke dalam pelukan nya dengan bantuan ayah nya pasti nya.

Jesika menyuruh papa nya untuk menyuntikan dana segar ke perusahaan orang tua Alex dengan syarat orang tua Alex harus bisa membujuk Alex untuk menjadi pacar Jesika. Awal nya Jesika meminta untuk langsung bertunangan, tapi syarat itu tidak disetujui oleh kedua orang tua Alex mengingat usia mereka yang masih sangat belia.

"Sayang....kamu ingat kan tentang kerja sama antara kedua orang tua kita hemmm..." bisik Jesika tepat di telinga Alex.

Alex menatap jengah ke arah wanita yang sekarang ini menyandang sebagai kekasih nya itu. Kalau bukan demi bakti nya kepada kedua orang tua nya, dia tidak akan sudi mempunyai kekasih licik seperti Jesika yang selalu mengandalkan kekuatan orang tua nya untuk mendapatkan apa yang dia mau.

Dan karena Alex tidak ingin mengecewakan kedua orang tua nya terutama sang mami jadi dia mau menerima syarat itu. Bagi Alex saat ini yang terpenting perusahaan keluarga nya terselamatkan. Walaupun dia harus mengorbankan cinta nya pada Tiara.

Alex langsung menghempaskan tangan Jesika yang melingkar di lengan nya dan berlalu pergi meninggalkan kekasih nya itu di sana. Jesika yang merasa kesal kemudian menghentakkan kaki nya.

"Okey....saat ini kamu mengacuhkan ku Lex, tapi lihat saja aku akan buat kamu bertekuk lutut di hadapan ku," gumam Jesika dengan seringai licik nya.

**

"Oh ya Ra...besok ada kerjaan seperti biasa yang lumayan upah nya lho, kira - kira kamu mau ambil ngga? lumayan sech bisa untuk nambahi biaya ujian nanti," ujar David.

"Emang kerjaan apa Vid?" tanya Tiara penasaran.

"Kerja nya sech mudah Ra,,cuma bagi brosur aja paling lama cuma satu jam. Tempat nya di lapangan indoor basket yang ada di pusat kota. Kebetulan di sana akan ada pertandingan basket antar anak SMA. Dan team basket sekolah kita yang bertanding pada hari itu Ra. Tapi masalah nya kamu harus memakai kostum badut," kata David sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

"Ehmmmm... jadi badut ya?" Tiara nampak berpikir sejenak.

"It's okey...tidak masalah bagi ku, mau jadi apa pun yang terpenting pekerjaan itu halal dan mengahasilkan cuan," kata Tiara dengan terkekeh kecil.

"Kamu yakin? ini sekolah kita lho Ra yang tanding. Pasti akan banyak teman - teman kita yang melihat nya nanti. Apa kamu tidak malu nanti nya?" kata David memastikan lagi dengan keputusan Tiara itu.

"Ngga masalah bagi ku...lagian ngapain juga harus malu. Selama pekerjaan yang aku kerjakan itu halal tidak masalah bagi ku Vid, kamu kan sudah kenal aku lama masak tidak paham karakter ku seperti apa. Lagian kalau cuma dapat ejekan, celana, hinaan dari teman - teman kita itu sudah makanan ku sehari - hari kan? lagian aku kan memakai kostum badut jadi mereka tidak akan tahu jika badut itu dalam nya aku," ucap Tiara dengan penuh keyakinan.

"Baiklah kalau begitu, besok aku akan mengabari mu lagi. Tenang saja Ra...aku besok juga ikut tanding kok, jadi kalau ada anak yang me bully mu aku yang akan menjadi perisai mu,hahaha...."

"Apaan sech lebay banget,haa..."

**

"Ra..... gimana sudah siap...?" tanya David saat menemani Tiara untuk mengganti kostum di toilet umum yang ada di dekat lapangan.

Tiara hanya bisa mengangkat jari nya membentuk huruf O sebagai tanda kalau dia sudah siap. Kemudian Tiara mengambil setumpuk brosur pembukaan sebuah cafe khusus untuk anak muda dari tangan David. Di rasa sudah siap, David kemudian mengantarkan Tiara menuju pintu masuk lapangan. Setelah itu David meninggalkan Tiara untuk berganti kostum karena sebentar lagi pertandingan akan segera di mulai.

Di depan pintu masuk Tiara dengan telaten membagikan lembaran demi lembaran brosur di tangan nya dengan bergaya selucu dan seimut mungkin. Benar kata dia, jika teman - teman nya itu tidak mengenali nya sama sekali. Bahkan ada beberapa teman nya yang meminta ber swa foto dengan nya. Tiara tidak menolak sama sekali, dia palah terlihat enjoy dan menikmati nya. Walaupun kostum badut itu terasa sangat berat untuk ukuran badan Tiara, dan terasa sangat panas di dalam nya, tapi tidak mengurangi semangat nya sama sekali.

David yang memandang Tiara dari jauh pun hanya tersenyum penuh arti sebelum dia masuk ke dalam lapangan. Dia merasa salut pada Tiara yang mau melakukan apa pun demi untuk meringankan beban sang ayah.

Tatapan Tiara terpaku saat melihat sosok laki - laki yang sangat familiar di mata nya. Dia menjadi tidak fokus sehingga lembaran brosur yang ada di tangan nya seketika terjatuh berserakan ke mana - mana.

Alex yang melihat itu langsung berinisiatif untuk membantu badut hello Kitty itu memunguti lembaran - lembaran kertas yang telah jatuh berhamburan kemana - mana itu.

Seketika tatapan mereka bertemu, Alex menatap mata badut cantik itu dengan tatapan yang sangat dalam dan teduh. Begitu juga dengan Tiara, gadis itu beberapa kali mengedipkan kedua mata nya untuk menetralkan rasa gugup nya. Dia takut kalau sampai Alex tahu jika yang ada di dalam badut itu adalah diri nya

Alex tersenyum melihat badut di depan nya yang beberapa kali mengedipkan kedua mata nya. Bagi laki - laki itu, tingkah badut itu sangatlah lucu dan menggemaskan sekali.

Tanpa dia sadari tangan nya terulur untuk menyentuh dan mengusap kepala badut itu.

"Menggemaskan sekali...."

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!