NovelToon NovelToon

Bukan Cinta Yang Salah

Bab 1.

Terdengar jelas suara tangisan seorang gadis cantik yang tampak sedang beradu mulut dengan kedua orangtuanya di sebuah rumah kecil yang tampak sederhana.

Gadis cantik yang bernama Adelia Anastasia baru saja beberapa bulan terakhir ini lulus sekolah menengah atas,amarahnya memuncak saat ia baru saja diberi tahu akan dijodohkan dengan seorang pria yang tidak ia kenal sama sekali.

Cita cita nya menjadi seorang dokter,kini harus sirna karena rencana kedua orang tua nya yang akan menikah kan nya dengan anak dari teman lama nya.

Bagaimana ia tak kecewa,masa remaja nya akan dihabiskan dengan menjalankan rumah tangga yang ia sendiri pun belum memahami nya dengan baik.

"Anna gak mau bah Anna mohon,Ambu tolong bilang ke Abah Bu Anna gak mau,!!"Gadis kecil itu menangis sejadi jadinya di hadapan Suharto (Bapak) dan Ratmi(Ibu).

"Maafin Abah nak,dulu abah sudah menyepakati perjanjian pada keluarga Hartawan,"Harto bingung harus bagaimana

Dulu Suharto dan Hartawan berteman sangat baik,saking dekatnya, mereka sering disebut anak kembar karena seringnya bersama.

Tapi setelah keduanya lulus sekolah, Hartawan melanjutkan pendidikan nya ke jenjang yang lebih tinggi di kota, sedangkan Suharto memilih untuk menjadi petani di kampung nya, sampai akhirnya mereka berdua pun menikah dan menjalani kehidupan nya masing-masing.

Usaha pertanian milik Suharto kini berkembang pesat, sampai hasil pertanian nya pun masuk di supermarket supermarket besar di kota, sampai akhirnya Suharto dan Hartawan di pertemukan kembali di kota beberapa hari yang lalu.

Dulu mereka pernah berjanji,jika mereka mempunyai anak laki-laki dan perempuan mereka bersedia untuk menjodohkan nya.

Saat Pertemuan itu, mereka teringat akan ucapan yang mereka janjikan dulu,yaitu akan menjodohkan anak perempuan dengan anak laki-laki nya,dan kebetulan Anak Suharto sudah lulus sekolah dan anak Hartawan pun sudah lulus kuliah dan sedang merintis usaha bersama nya.

"Sekarang teh begini saja,kamu juga belum lihat kan bagaimana wajah anak nya sahabat Abah itu,Abah yakin kamu teh pasti akan setuju kalau nikah sama dia,dia anak yang baik,"Harto membujuk anaknya

"Terserah Abah saja, lagian juga Anna teh gak bisa nolak kan,??"Anna melengos ke kamar nya sambil terus menghapus air matanya yang mengalir dari tadi

"Ambu,tolong besok masak nya agak banyakan, soalnya keluarga mas Hartawan besok akan kesini untuk lamaran,dan juga beli kue untuk suguhan nya,"Harto memberikan pesan kepada istrinya

"Tapi bah,Ambu teh gak tega lihat anak kita nangis kayak tadi,Ambu jadi ngerasa bersalah,"Ratmi terlihat sedih

"Udah Ambu teh gak usah khawatir, pilihan Abah ini yang terbaik,ini buat kebahagiaan anak kita juga"Harto sangat yakin dengan keputusan nya

Ratmi hanya bisa pasrah dengan keputusan suaminya,ia hanya berharap bahwa anaknya bisa hidup bahagia.

***

Sedangkan di tempat lain,seorang pria tampan yang masih sangat muda tak kalah kecewa nya mendengar apa yang di katakan orang tua nya,baru saja ia menikmati karier nya sebagai pengusaha muda,kini ia dikagetkan dengan keputusan orang tuanya untuk di jodohkan dengan seorang gadis yang tak di kenal nya.

Natan Pramudya Hartawan adalah anak tunggal dari pasangan Hartawan(Ayah) dan Ajeng (Ibu), Memiliki tubuh yang gagah,wajah yang tampan, karier yang sedang maju serta kekayaan yang melimpah membuat nya dikagumi oleh banyak wanita.

Natan sangat tidak setuju dengan perjodohan nya ini,di satu sisi karena ia masih menikmati masa muda nya di sisi lain ia juga sudah memiliki kekasih bernama Siera Andita yang sangat ia cintai.

"Papa gak salah ngomong kan barusan,??" Natan masih belum percaya ucapan Hartawan

"Keputusan papa sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat lagi,"Hartawan berbicara dengan tegas

"Tapi papa tau sendiri kan, kalau Natan udah punya pacar,papa gak bisa seenaknya gini dong??" Natan mengelak

"Putuskan pacarmu segera, lagian papa kurang suka dengan pacar mu yang suka sekali memakai baju yang kurang bahan itu,"Hartawan jengah dengan cara berpakaian pacar anaknya tersebut

"Terus wanita seperti apa yang ingin papa jodohkan dengan Natan,??", Natal bingung harus berkata apa lagi

"Wanita yang akan papa jodohkan ini wanita yang baik Natan,cantik dan juga cerdas,papa yakin kamu juga pasti menyukai nya,"Hartawan tak mau kalah

"Terserah papa saja, lagian Natan gak bisa nolak juga kan??,"Natan langsung pergi keluar menggunakan mobilnya

"Papa jangan terlalu keras sama anak kita,!!", Ajeng memperingatkan

Sejak tadi ia hanya melihat percekcokan antara suami dan anaknya, Ajeng tak berani untuk ikut campur, karena ia tahu betul bagaimana sifat suaminya.

"Papa hanya ingin melakukan yang terbaik untuk anak kita mah,mama tau sendiri kan Natan tidak pandai mencari pasangan, lihat saja pakaian pacarnya yang tempo hari kesini,mama bisa lihat sendiri kan,??"

"Iyah mama ngerti,tapi papa bisa lebih sedikit sabar kan,mungkin Natan memang perlu waktu,"Ucap Ajeng lembut

"Gak bisa mah,besok kita akan ke rumah Harto,mama siapin seserahan untuk pertunangan mereka besok,papa percayakan semuanya sama mama,"Hartawan berlalu meninggalkan Ajeng, sedangkan Ajeng hanya geleng-geleng kepala dengan sikap suaminya ini.

***

Di sebuah kamar yang cukup sederhana, seorang gadis sedang membenamkan wajahnya di bantal,air matanya tak bisa ia bendung bahkan ia belum memakan sesuap nasi pun dari tadi siang.

Tiba-tiba seseorang datang membuka pintu kamarnya,ia membawa nampan berisi makanan dan segelas air putih.

"Makan dulu yah neng,Anna teh belum makan dari tadi siang,nanti kalau sakit gimana,??"Ratmi mengusap punggung Anna yang masih menangis

"Gak papa Bu,biarin aja Anna teh sakit biar Abah batalin perjodohan ini,"sahut Anna yang masih marah pada Harto

"Neng,kamu tau sendiri kan gimana Abah kamu itu, kalau dia bilang A yah harus A,gak boleh B atau pun yang lainnya,"Ratmi mencoba memberi pengertian

"Abah teh memang egois,dia gak ngerti apa yang Anna mau, padahal Abah teh tau sendiri kan kalau dari dulu Anna ingin sekali jadi seorang dokter, sekarang,Abah malah suruh Anna buat nikah,terus gimana dengan cita cita Anna atuh Ambu,??"Anna mengeluarkan unek-unek dalam hatinya

"Iyah Ambu ngerti neng,kalau soal itu nanti bisa kita bicarakan, lagian kan kalau pun neng Anna teh udah menikah juga masih bisa kuliah,nerusin cita cita jadi dokter nya,"Ratmi mencoba mencari jalan tengah

"Tapi kenapa Anna teh harus nikah sekarang sekarang Ambu,hiks hiks hiks,",Tangis Anna semakin pecah

Bab 2.

"Iyah Ambu ngerti neng,kalau soal itu nanti bisa kita bicarakan, lagian kan kalau pun neng Anna teh udah menikah juga masih bisa kuliah,nerusin cita cita jadi dokter nya,"Ratmi mencoba mencari jalan tengah

"Tapi kenapa Anna teh harus nikah sekarang sekarang Ambu,hiks hiks hiks,",Tangis Anna semakin pecah

"Udah yah, jangan nangis terus atuh,Ambu jadi bingung harus bagaimana,lebih baik sekarang neng makan dulu yah,Ambu udah bawain makanan nya ini,!!" Ratmi meletakkan nampan berisi makanan itu di meja

"Anna teh nggak nafsu makan Ambu," Anna masih saja menitikkan air mata nya

"Neng coba sini lihat Ambu,!!" Ratmi membantu Anna duduk, "Abah ngelakuin ini juga demi masa depan kamu,Abah gak mau neng cari pasangan yang salah, semoga kamu teh bisa mengerti," Ratmi meyakinkan Anna

Anna memeluk ibu nya dengan erat, sebenarnya ia juga tahu Abah pasti ingin yang terbaik untuk anaknya,Abah tak mungkin salah memilih pasangan untuk nya, namun yang membuat nya sedih adalah ia belum siap untuk menjadi seorang istri saat ini.

Namun ia harus mengikuti keinginan Abah nya, karena apa yang sudah menjadi keputusan nya tak akan bisa di ubah,ia pun tak bisa berbuat apa-apa, sempat ia berpikir untuk kabur,namun ia takut orang tua nya akan sedih jika sampai ia melakukan nya, sekarang ia hanya bisa ikhlas dan menerima apa yang sudah ditentukan karena ia sangat menyayangi kedua orang tuanya.

"Sekarang,neng makan dulu atuh yah,biar Ambu suapi,!!" Ratmi menyendok kan nasi dan menyuapi anak kesayangan nya

Saat Ratmi berhasil membujuk anaknya untuk makan,ia kembali ke dapur untuk menyimpan bekas makanan nya, tiba tiba Abah menghampiri nya.

"Bagaimana Bu,apa Ambu udah ngomong sama si neng,??" Harto berbisik kepada istrinya

"Udah bah, Walaupun si neng masih nangis,tapi kayaknya dia udah mulai tenang,"Ratmi memberi kabar

"Terus,makanannya teh di makan gak??,"

"Di makan,tapi cuma sedikit,tuh masih banyak sisa nya"Ratmi menunjuk sisa makanan yang ia bawa tadi

"Ya udah lah, yang penting si neng mau makan,"Harto kembali lagi ke kamar nya

"Hmmm si Abah teh memang keras kepala,apa pun keputusan nya teh harus dituruti,yaa Allah Gusti semoga keputusan Abah ini benar,"Gumam Ratmi, kemudian ia mencuci piring bekas makanan tadi

***

Sementara di tempat lain,di sebuah restoran di ruangan VIP yang hanya diperuntukkan khusus untuk kalangan menengah ke atas, Seorang Pria dan wanita sedang beradu mulut, wanita tersebut tak bisa membentuk air matanya,ia tak percaya dengan apa yang dikatakan kekasih nya itu.

"Ini semua keputusan papa sayang,aku gak bisa berbuat apa-apa ," Natan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi

"Tapi kamu bisa nolak kan,??" Sierra tampak emosi mendengar penjelasan kekasih nya,yang akan di jodohkan oleh orang tua nya

"Udah,aku udah nolak,tapi kamu tahu sendiri kan gimana sifat papa,dia gak akan mau dengerin kalau memang sudah memutuskan sesuatu," Natan mencoba untuk memberikan pengertian

"Terus aku gimana mas, bagaimana dengan hubungan kita,apa kamu akan ninggalin aku,apa kamu udah gak cinta lagi sama aku, hiks hiks hiks??" Sierra meneteskan air matanya setelah tadi mengelus amarahnya

Natan tampak tak tega melihat air mata terjatuh dari kekasih hati nya itu, dengan lembut Natan mengusap air mata itu dengan jari nya.

"Lepasin tangan kamu mas,!!" Sierra mengibaskan tangan Natan

"Aku minta maaf sayang,aku juga bingung harus bagaimana,coba kasih tau aku apa yang harus aku lakukan,??" Natan sudah tak bisa berfikir lagi,ia sangat bingung

"Kamu harus memilih, sekarang kamu pilih wanita itu yang sama sekali belum kamu kenal,atau kamu milih aku yang selama ini ada untuk kamu,??" Sierra menekan Natan untuk memilih

"Aku gak bisa ninggalin kamu sayang,tapi aku juga gak bisa ngerubah keputusan papa," Natan semakin bingung

"Terus, apa yang kamu mau mas,??" Sierra menatap tajam ke arah Natan

"Untuk sekarang,biarkan aku mengikuti kemauan papa,tapi aku janji aku bakal tinggalin wanita itu,aku janji sayang,aku hanya cinta sama kamu," Natan bertekuk lutut di hadapan Sierra

"Kamu yakin dengan apa yang baru saja kamu katakan,kamu akan tinggalin wanita itu dan gak akan ninggalin aku,??" Sierra menatap lekat wajah Natan

"Iyah,aku janji sayang,jadi aku mohon kamu jangan nangis lagi yah,aku gak mau lihat orang yang aku sayang meneteskan air matanya," Natan Memeluk kekasihnya itu

Natan memang sangat mencintai Sierra, bagaimana tidak, Sierra adalah wanita yang sangat cantik dan berpendidikan, hubungan nya sudah berlangsung sekitar satu tahun, namun Natan baru memperkenalkan pada orang tuanya sekitar beberapa hari yang lalu.

Namun semua tak semulus seperti apa yang mereka pikirkan, orang tua Natan ternyata tidak menyukai Sierra, mereka tak suka dengan cara berpakaian Sierra yang terbuka sehingga kurang enak di pandang.

Walaupun Menurut Natan Sierra sangat cantik dengan pakaian modis nya,yah mungkin wajar saja Natan berpendapat seperti itu karena ia sudah terpikat oleh pesona Sierra yang luar biasa,namun berbeda pendapat dengan orang tua nya yang lebih menyukai kesederhanaan.

"Jadi bagaimana nasib hubungan kita mas,??" Sierra bersandar di bahu Natan

"Kamu akan tetap jadi kekasih ku sayang,kita hanya mengikuti permintaan papa, karena ia mengatakan akan mengusir ku jika aku tak melakukan apa yang papa perintah kan,kamu juga gak mau kan kalau aku gak punya apa apa,nanti aku gak bisa lagi beliin barang barang mewah buat pacar ku yang cantik ini," Natan mencolek hidung Sierra

"Iyah sayang,aku ikut aja, yang penting kamu jangan tinggalin aku,!!" Sierra memeluk erat kekasihnya itu

("Mana mau aku pacaran sama orang yang gak ada duitnya,hmm gak papa lah dia mau nikah sama orang lain juga,yang penting duit dari dia ngalir terus, ke rekening ku,hahaha") Batin Sierra

Sierra memang tipe wanita yang haus akan kemewahan, semenjak pacaran dengan Natan ia banyak dikasih barang barang yang branded, bagaimana rela ia harus melepaskan tambang emas nya ini.

Walaupun Natan akhirnya akan menikah dengan orang lain,ia tetap tak akan mau melepaskan nya,ia juga sangat yakin kalau Natan tak akan mau berpisah dengan nya, karena Natan sudah terperangkap oleh cinta Sierra,maka dari itu ia akan memanfaatkan cinta Natan untuk terus Menikmati kemewahan nya.

Bab 3.

Pagi hari pun tiba,kini keluarga Suharto sedang sibuk menyiapkan beberapa hidangan untuk menyambut mempelai pria, beberapa tetangga dan kerabat pun ikut membantu.

Walaupun ini hanya acara lamaran,tapi semua sangat antusias, karena keluarga Suharto sangat di kenal akan kebaikan nya, sehingga para kerabat dan tetangga pun ikut berpartisipasi dalam acara keluarga nya.

Para wanita membantu untuk memasak di dapur dan menyiapkan beberapa kue yang sudah di beli di pasar, sedangkan untuk laki-laki membantu menggelar tikar dan mengatur tempat untuk tamu.

Anna yang saat itu sedang di kamar,kini sudah berdandan, walaupun ia dandan sendiri dan cukup sederhana namun tak merubah kecantikan alami wajahnya yang memang sudah cantik walaupun tanpa polesan make up,kini ia di temani sang ibu menyiapkan diri untuk bertemu dengan calon suaminya

"Jangan nangis terus atuh neng,ini kan udah dandan cantik,nanti luntur lagi,!!" Ucap Ratmi saat melihat anaknya masih menetes kan air mata

Anna tidak menjawab perkataan ibu nya,kini ia hanya menatap kosong ke arah cermin,ia masih saja tak percaya bahwa ia akan melepas masa lajangnya, walaupun ini baru lamaran tapi tentu saja tidak akan lama lagi pernikahan pun akan segera dilaksanakan secepat nya.

Beberapa saat kemudian,ada seseorang yang membuka pintu kamar Anna, ternyata itu adalah Suharto,ia pun masuk ke dalam kamar putri nya.

"Euleh euleh,anak Abah teh cantik pisan," Harto menghampiri Anna, "Eh tapi sebentar, kenapa anak Abah teh nangis,??" Ucap Harto melihat Anna yang meneteskan air matanya

Namun sama seperti tadi,Anna tak menjawab nya,ia hanya terdiam sambil menatap ke arah cermin.

"Neng,Abah tau kamu pasti belum siap untuk Abah nikah kan,tapi kamu harus tau bahwa Abah melakukan ini demi kamu,Abah minta maaf kalau keputusan Abah buat neng jadi sedih, sekarang sebelum terlambat neng bilang mau apa tidak,Abah serahkan keputusan nya sama neng Anna,!!" Seketika Abah meneteskan air matanya

Ratmi hanya memegang bahu Harto, mencoba untuk menenangkannya,ia baru kali ini melihat suaminya itu menangis seperti ini, begitu pun dengan Anna ia sangat merasa bersalah melihat Abah seperti ini,ia belum pernah melihat Abah menangis sebelum nya.

"Anna mau bah, nikah sama laki laki pilihan Abah," Jawab Anna,ia tak tega melihat Abah menangis

"Terimakasih yah nak,Abah tau Anna anak yang nurut sama orang tua," Ucap Abah terharu

Anna pun menghampiri orang tuanya,ia memeluk keduanya, walaupun tak bisa di bohongi kalau ia masih belum ikhlas untuk menjalani ini semua,tapi ia mencoba untuk menuruti perkataan orang tua nya, terutama Abah.

***

Sementara di tempat lain,keluarga Hartawan pun tak kalah sibuk dengan keluarga Suharto,kini mereka sedang mempersiapkan seserahan yang akan di bawa ke acara lamaran, berbagai barang barang mewah telah berjejer di sana, kerabat pun sudah berkumpul untuk mengantar.

Sementara di kamar,kini Natan sudah mengenakan setelan kemeja nya,ia terlihat sangat tampan menggunakan pakaian tersebut,namun wajahnya terlihat tidak bahagia seperti kedua orang tuanya.

"Apa kamu sudah siap,??" Tanya Hartawan saat membuka pintu kamar

"Sudah pa," Ucap Natan datar

"Kalau begitu ayo siap siap ke luar, orang orang sudah menunggu,kita berangkat sekarang supaya lebih cepat sampe di Bandung," Ucap Hartawan tegas

"Mama di mana pa,??" Tanya Natan

"Mama lagi ngatur barang barang bawaan buat seserahan,ayo kita ke luar,!! " Hartawan mengajak Natan

Kini mereka berada di luar, beberapa mobil pribadi mewah berderet di depan rumah Hartawan yang luas dan megah itu, bareng bareng pun sudah tersusun rapi di bagasi mobilnya.

"Apa gak salah ma, sebanyak ini bawaannya mah,??" Tanya Natan saat melihat mobil para kerabatnya

"Nggak dong sayang,??" Ajeng tersenyum ke arah putra nya

"Tapi ini kan cuma lamaran,apa gak terlalu berlebihan,??" Natan merasa heran

"Untuk anak mama ini,mama rasa gak berlebihan sama sekali, lagian kita kan jauh jauh dari Jakarta ke Bandung,masa bawaan nya sedikit,udah ah ayo kita berangkat,kita satu mobil bertiga pake supir aja yah,!!" Ajeng merapikan kemeja Natan

Natan hanya pasrah, mengikuti semua instruksi orang tua nya,saat ini ia tak mau ambil pusing, karena memang ia harus menjalankan tugas nya sebagai seorang anak yang patuh kepada orang tua walaupun hatinya tak sepenuhnya mau.

Saat di perjalanan, tiba-tiba ada pesan masuk dari ponsel milik Natan,ia yang duduk bersebelahan dengan Hartawan, sedikit hati hati membuka pesan tersebut,ia takut itu pesan dari Sierra.

Dan benar saja, ternyata Sierra yang mengirimkan pesan pada Natan.

"Setelah semua nya selesai,aku menunggu mu di tempat biasa, tolong jangan ingkari janji kamu untuk tidak akan meninggalkan aku," Isi pesan tersebut

"Iyah sayang,saat aku pulang dari Bandung,aku akan langsung temuin kamu," Natan membalas pesan tersebut sambil melirik ke arah Hartawan,ia takut kalau sampai papa nya tau jika ia masih berhubungan dengan Sierra, wanita yang tidak di sukai papa nya itu.

"Siapa yang kirim pesan??" Tanya Hartawan curiga

"Itu pa si andi,temen Natan," jawab Natan berbohong

"Oh," Sahut Hartawan, kemudian mereka melanjutkan perjalanan nya

Sekitar menempuh perjalanan kurang lebih dua jam,kini mereka sampai di kampung Suharto, orang orang terkejut dengan mobil mewah yang berderet menuju rumah Suharto.

"Wah,neng Anna beruntung banget yah dapetin orang kota, lihat tuh mobilnya aja mewah mewah begitu,??" Kata salah satu warga

"Iyah,tapi gak aneh sih orang pak Harto nya juga kan banyak duitnya,jadi sebanding lah dapetin orang kaya juga," jawab ibu ibu di sebelahnya

"Iyah bener banget,beda Ama kita mah yah, orang susah yah pasti sama orang biasa jodoh nya," jawab nya lagi

"Iyah, udah ah ayo kita lihat kesana,saya penasaran sama calon nya neng Anna,!!" Ucap ibu ibu itu sambil berlari ke arah rumah Harto

Kalau di kampung memang setiap ada keramaian mereka selalu ingin menonton,tak terkecuali di kampung yang satu ini,tapi untung lah Suharto memiliki kepribadian yang baik sehingga semua para tetangganya tidak ada julit atau yang merasa kepanasan dengan apa yang terjadi, justru sebaliknya mereka berharap agar Anna anak dari Suharto mendapatkan kebahagiaan dengan menikah dengan orang kota tersebut.

"Mas Hartawan??" Suharto menyambut dengan hangat,ia memeluk sahabat kecilnya itu

"Alhamdulillah,akhirnya saya sampai juga,sudah lama saya tidak ke sini, untung masih hapal jalan nya" Hartawan tertawa lepas bersama sahabat nya ini

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!