NovelToon NovelToon

Jatuh Cinta Pada Mantan Istri

Rencana Perjodohan.

🍂🍂🍂🍂🍂🍂

ArXy Rahardian Wijaya, pria dewasa dengan ketampanan dan kekayaan diatas rata-rata itu kini sedang menatap kearah luar jendela perusahaannya.

Kedatangan Apihnya yaitu Galaxy membuat ia harus berkali-kali menarik napas dalam-dalam. Ia yang ditawari sebuah perjodohan dengan seorang gadis yang sama sekali tak di kenalnya membuatnya pusing bukan kepalang.

ArXy masih nyaman dengan kesendiriannya, setelah ia di tolak dan di tinggal menikah oleh Cinta pertamanya beberapa tahun lalu, kejadian tersebut akhirnya membuat seorang Diriktur utama Rahardian Group itu enggan untuk membuka hatinya lagi.

Tok.. tok.. tok...

Suara ketukan pintu yang terdengar hanya dijawab sahutan pelan dari Sang pemilik ruangan.

"Kamu tak keluar untuk makan siang?" tanya Clarissa, ia adalah sekretaris ArXy selama 2 tahun belakangan ini.

"Belum," jawab ArXy yang memang tak berselera.

"Mau ku pesankan makanan?" tawar Si wanita cantik yang memang sudah terang terangan menyukai atasannya tersebut.

"Tak perlu, aku tak ingin apapun," tolaknya sambil menepis tangan Clarissa dari dadanya.

ArXy berjalan kearah sofa untuk menghabiskan sisa kopi yang masih setengah cangkir yang pastinya sudah dingin karna sudah lebih dari satu jam ia abaikan diatas meja setelah Apihnya pulang.

"Apa ada masalah?" tanya Clarissa, meski ArXy tak membalas perasaan wanita itu tapi bukan berarti ia harus benci karna nyatanya ia mendapat kenyamanan atas segala perhatian yang diberikan Sekretarisnya tersebut.

"Aku di jodohkan oleh Apih," jawabnya setelah menarik napas berat.

"Dan--, dan kamu mau?" Clarissa yang kaget rasanya tak siap mendengar jawaban ArXy.

"Mau tak mau, entah lah. Akupun tak tahu siapa calon istri ku itu."

Satu tetes air mata jatuh begitu saja di pipi Clarissa yang selama ini mendamba perasaannya di balas oleh pria yang duduk di sebelahnya tersebut. Hatinya kini hancur saat melihat ArXy begitu pasrah menerima perjodohan yang di rencanakan Tuan Galaxy Rahardian Wijaya.

Kali ini sepertinya ArXy tak bisa menolak lagi karna rasanya ia pun lelah membuat Amihnya kecewa, wanita paruh baya itu sudah tak sabar ingin segera menimang cucu dari putra sulungnya tersebut.

"Aku mencintaimu, ArXy. Dan kamu tahu itu 'kan?"

"Maaf, aku tak bisa bersamamu," balas ArXy tak enak hati.

"Tidak denganku, harusnya tidak juga dengan siapapun. Kamu bisa katakan pada Apihmu jika aku menyukaimu sejak lama, mereka pasti setuju denganku kalau kamu mau menerimaku," ujarnya sedikit menaikan nada bicara karna kesal dan ArXy paham akan hal tersebut.

"Itu tak semudah yang kamu ucapkan. Apih pasti punya alasan menjodohkanku."

"Asal sama sama wanita aku rasa semua sama saja. Batalkan, ku mohon menikahlah denganku," lirih Clarissa.

ArXy yang merasa kasihan hanya bisa menarik wanita itu untuk ia peluk, ia tak bisa menerima Clarissa dan tak bisa juga menolak perjodohan untukknya.

Entah sudah berapa wanita yang ia tolak secara terang-terangan padahal para sepupunya sudah pada memiliki anak, disitulah Amihnya sering uring-uringan dan melayangkan banyak ancaman termasuk memasukkan putra tampannya itu ke kandang Si MariMar.

"Maafkan, aku. Akan ada jodoh yang lebih baik dari ku."

Clarissa menggelengkan kepalanya, ia benar-benar terluka dan kecewa saat ini, meski tak jadi miliknya setidaknya ArXy masih sendiri, lalu bagaimana jika pria itu nanti sudah menikah, pastilah mereka tak sebebas biasanya.

.

.

.

Jika aku tak jadi istrimu, biarkan akan menjadi PELAKOR dalam rumah tanggamu!

Cie.... Si bujang Lapuk 🤭🤭

Dari pada masuk kandang MariMar, mending kukurusukan masuk kedalam daster ku 🤣🤣

Awal mula

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

"Jadi ini anaknya?" tanya Gala pada Asisten pribadinya.

"Iya, Tuan."

Gala memperhatikan dari ujung rambut hingga kaki seorang gadis 17 tahun yang kini berdiri tepat di depannya. Ia sedikit terlihat berantakan, rambut yang di ikat asal, mata sembab usai menangis dan pakaian yang biasa tanpa tas atau dompet.

"Ayahmu yang sedang mabuk sudah menabrakkan mobil saya hingga saya dan asisten saya nyaris celaka. Dia sekarang ada di penjara, saya kira kamu sudah tahu akan hal itu," ucap Gala memberitahukan alasan kenapa orangtua gadis tersebut mendekam di hotel prodeo.

"Maafkan bapak saya, Tuan. Jika anda berbesar hati tolong keluarkan dia. Sesalah apapun beliau, hanya beliau yang saya punya di dunia ini," mohonnya dengan derai air mata.

Gala melirik kearah asistennya yang paham meski Tuan besarnya itu tak bertanya langsung.

"Pak Syarif seorang Duda yang di tinggal istrinya meninggal 15 tahun lalu, Tuan." jelas Asisten Gala.

Gala hanya mengangguk paham, matanya kembali fokus pada gadis manis yang ia tak tahu siapa namanya itu.

"Kalian tinggal berdua?" tanya Gala.

"Iya, Tuan. Saya dan bapak tinggal di kontrak dekat rel kereta," Jawabnya masih terisak pelan.

"Ayahmu akan bebas jika saya mencabut laporan di kantor polisi, apa kamu ingin saya melakukan hal itu?"

"Tentu, Tuan. Saya mohon," ia sampai berlutut di lantai dengan kedua tangan menangkup meminta belas kasih Tuan Rahardian Wijaya.

"Apa ada imbalannya untuk saya, rasanya percuma sekali membebaskan begitu saja seorang penjudi, pemabuk dan pencuri sepertinya," ujar Gala yang mulai bernegosiasi.

"Imbalan? saya tak punya apapun, Tuan. Tempat tinggal pun saya masih mengontrak," jawabnya bingung harus memberi imbalan apa sebagai ganti ayahnya.

"Dirimu, bagaimana?" tawar Gala sambil tersenyum.

"Aku? Ma---maksud Tuan apa?"

"Menikahlah dengan putra Saya, maka saya akan membebaskan ayahmu dan memberi ia pekerjaan yang layak."

"Menikah?"

Gala pun langsung mengangguk, entah kenapa ia justru suka dengan gadis itu. Cintanya bagai tulus sebagai anak pada ayahnya yang jelas jelas mungkin tak baik bagi seluruh penghuni dunia. Tapi ia rela memohon sampai berlutut agar pria itu di bebaskan.

"Iya, Bagaimana?"

"Tuan pasti bercanda, ini tak mungkin."

"Apapun bisa terjadi selagi kamu setuju, saya akan jamin hidupmu dan ayahmu. Kesempatan ini tak akan datang dua kali, Asisten saya pasti sudah memberitahu mu akan berapa lama Ayahmu itu mendekam di penjara nantinya," jelas Gala yang mulai menakut nakuti gadis tersebut yang terlihat panik dan bingung.

"Tapi, Tuan. Pernikahan bukan main main," balasnya sedikit protes, meski ia masih muda, tapi bukan berarti ia tak paham akan makna sebuah pernikahan.

"Saya tahu, dan saya tak memintamu mempermainkan nya kan? saya memintamu menikah dengan anak saya, lalu salahnya dimana?"

Gadis itu terdiam, begitu banyak tanya yang kini berputar di otaknya tapi yang paling penting tentu hanya ayahnya saja. Bagaimana pun juga, ia harus bisa mengeluarkan pria paruh baya yang memiliki riwayat penyakit Asma tersebut.

"Tuan tak bohong, benarkah akan membebaskan Ayah?" tanyanya memastikan karena ini keputusan yang begitu berat untuknya yang baru sebulan lalu lulus sekolag menengah atas.

"Apa ada tampang main main diwajah saya?" Gala balik bertanya.

Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia memang tak pantas curiga pada pria kaya raya di depannya kini.

"Baiklah, Tuan, saya bersedia menikah dengan putra anda asal anda memenuhi janji Tuan barusan."

"Ok, deal. Siapa namamu?"

.

.

.

Starla..

.

Perintah Gala.

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Gala yang pulang ke rumahnya sendiri karna kediaman Rahardian sudah lama turun pada adiknya Aurora, langsung bergegas ke kamarnya di lantai dua, sudah ada ada Ara istri kecilnya yang berisik sudah menunggu.

Ceklek

Suara pintu terbuka membuat Ara menoeleh, wanita beranak dua yang selalu aktif dalam segala hal termasuk urusan ranjang itu langsung berhambur memeluk Si mantan kakak angkat yang kini menjadi suaminya.

"Gimana? udah ketemu sama yang nabrak mobilmu?" tanya Ara.

"Sudah, Sayang. ketemu juga sama anaknya barusan buat bicarain ini," jawab Gala yang kemudian menciumi semua wajah si anak curut yang menggemaskan karna pipinya tak pernah berubah.

"Aku mencintaimu."

"Ara juga tahu, Baby Koala," balasnya sambil tertawa, meski sudah menimang satu cucu dari putrinya tapi tak membuat pasangan itu kehilangan momen romantis. Tapi, jangan harap juga wanita itu mau berkata manis karna ke bar-barannya masih melekat dalam dirinya yang selama ini selalu membuat Ummi Khayangan yaitu mertuanya banyak banyak beristighfar sambil mengelus dada.

Gala membawa istrinya itu kearah sofa yang ada di dalam kamar mereka, rumah mewahnya tentu tak kalah besar dari kediaman Rahardian meski Sang istri lebih betah tinggal di Apartemen seperti saat mereka menikah sampai si kembar ArXy dan XyRa remaja.

"Padahal sudah ku bilang, ajak aku ke kantor polisi, akan kami habisi orang itu!" cetus nya kesal saat tahu suaminya hampir celaka akibat seorang pria mabuk yang ugal-ugalan di jalan.

Gala hanya tersenyum, hal tersebut tentu sangat ia hindari karena kantor polisi akan berubah menjadi area tinju jika Si anak curut sampai di ajak. Pria itu tak bisa membayangkan ocehan apa yang akan di lontarkan pemilii hatinya itu, karna Ara sudah sangat terkenal dengan omelannya yang panjang sepanjang sungai Amazone.

Belum lagi suaranya yang berisik, sudah seperti bunyi petasan di tempat hajatan di kampung-kampung.

"Gak apa apa, yang penting udah di tangkep, Ra."

"Harusnya jangan di penjara, tapi suruh dia masuk ke kandang si Marimar, biar bisa di peluk erat erat," jawab Ara yang masih saja emosi.

"Di peluk kaya gini?" goda Gala yang langsung menarik tubuh istrinya untuk di dekap.

"Ini bukan MariMar, tapi Koala," kekeh Ara dalam pelukan suaminya.

"Tapi Koala juga punya Kembaran Si MariMar."

Ara langsung menelan salivanya saat ia merasa tangan suaminya itu sudah turun ke paha dan lama-lama menyusup kedalam. Hal yang seharusnya terjadi akhirnya terjadi diatas sofa.

.

.

.

ArXy yang baru pulang dari kantornya langsung di minta bertemu dengan Gala di ruang kerjanya. Ia yang sebenarnya malas tetap mau tak mau mendatangi sang Tuan Rahardian.

"Ada apa lagi sih, Pih?" tanya ArXy yang berdiri tanpa berniat untuk duduk, pekerjaannya yang hari ini begitu banyak membuat ia sangat lelah, belum lagi menghadapi rajukan Clarissa yang semakin parah.

"Kali ini tak ada penolakan, kamu harus mau dan Apih akan persiapkan pernikahanmu secepatnya," ucap Gala tanpa basa basi lagi pada putra sulungnya tersebut. Dari para sepupunya memang hanya ia yang belum berumah tangga, bahkan ia juga sudah di langkah oleh adiknya sendiri XyRa beberapa tahun lalu.

"Hem, terserah Apih," sahut ArXy malas, ia tak berminat membahasnya masalah ini lagi, yang ia ingin adalah mandi dan tidur lalu berharap jika ini semua mimpi.

.

.

.

Bagus, esok temui calon istrimu itu di Resto..

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!