NovelToon NovelToon

Jadi Simpanan Majikanku

BAB 1

" Bi? Bagaimana? Apa kondisinya sudah baikan? " Zaskia memeriksa kondisi Bi Minah.

Tubuh wanita paruh baya itu masih lemah. Tiga hari yang lalu beliau baru saja keluar dari rumah sakit akibat penyakit batuk kronis yang dideritanya.

Untung saja, majikannya adalah orang yang baik. Mereka mau membawa Minah berobat dan merawatnya dengan baik.

Sudah sering batuknya kumat hingga menyebabkan ia tidak mampu bekerja. Namun, kali ini batuknya lebih parah dari biasanya. Wanita itu merasa tak enak hati, sang majikan tetap membayar gajinya meski tidak bekerja bahkan membiayai seluruh biaya pengobatannya.

" Non Zaskia. Terimakasih atas kebaikan Nona dan Tuan selama ini. Saya benar-benar tidak tahu lagi bagaimana cara membalas kebaikan kalian. "

Tanpa terasa airmata Bi Minah bergulir mengingat hal itu. Ia sudah bekerja bertahun-tahun disana dan majikannya itu selalu memperlakukan dirinya dengan baik.

" Bi Minah tidak perlu sungkan. Kami sudah menganggap Bibi bagian dari keluarga ini. Sekarang Bibi istirahat dulu ya, biar cepat sembuh. " Zaskia segera keluar meninggalkan kamar Bi Minah setelah memastikan kondisi wanita itu lebih baik sekarang.

Bi Minah menatap kepergian sang majikan hingga menghilang dibalik pintu. Ia kagum pada majikannya yang begitu baik dan tidak pernah membeda-bedakan strata.

" Apa sebaiknya aku meminta Tania menggantikanku disini? Kondisiku semakin lemah sekarang, rasanya tidak mungkin aku bisa berkerja dengan benar. Yang ada aku malah tambah merepotkan Nona dan Tuan. " pikir Minah.

Tania adalah putri sulung beliau yang kini berada di desa. Selama ini Tanialah yang merawat keempat adiknya ketika Bi Minah bekerja di Jakarta.

Suami Bi Minah telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Karena terdesak kebutuhan ekonomi, Bi Minah terpaksa meninggalkan kelima anaknya didesa.

Tania, putri pertamanya hanya mampu mengeyam bangku Sekolah Menengah Pertama. Disela kesibukan mengurus adik-adiknya, iapun ikut mencari sampingan dengan menjadi buruh cuci di dekat tempat tinggalnya untuk membantu sang ibu membiayai sekolah adik-adiknya. Meskipun ia tak mampu melanjutkan sekolah, tetapi ia berharap adik-adiknya mampu bersekolah hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

***

Zaskia melangkah menuju kamarnya. Tubuhnya terasa penat hari ini, tadi siang dirinya baru tiba dari Lombok karena ada konser off air dan jumpa fans disana.

Zaskia memang merupakan salah satu diva Pop yang namanya sedang naik daun saat ini. Sifatnya yang ramah dan bersahaja membuat dirinya memiliki banyak penggemar. Basic fansnya pun ada dimana-mana yang berjulukkan " Zaskia Lovers".

Ceklek...

Ia masuk kedalam kamarnya, tujuan utamanya saat ini adalah tidur dan beristirahat sebelum sang suami pulang dari kantor.

Ahhh..

Zaskia terlonjak kaget saat merasakan sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya.

" Kau sudah pulang, honey? " ia tak menyangka suaminya pulang lebih awal hari ini. Padahal tadi pagi Kendra mengatakan jika dirinya akan pulang telat hari ini.

" Kenapa, apa kau tak senang? Aku sangat merindukanmu, Sayang. " Kendra menyandarkan kepalanya dibahu sang istri. Ia menghirup dalam-dalam aroma parfum istrinya yang begitu pas di indera penciumannya. Memeluk wanita itu seolah menghilangkan rasa penat yang mendera dirinya selama bekerja seharian ini.

Zaskia tersenyum lalu membalikkan badannnya hingga posisi mereka saling berhadapan. Ia mengecup sekilas bibir suaminya,

" Tentu saja aku senang. Kau yang bilang akan pulang telat tadi. "

Seperti mendapat umpan balik, tanpa menunggu lama Kendra langsung ******* bibir mungil istrinya. Keduanyapun saling memagut dan mencurahkan kerinduan yang sudah dua hari ini tertahan.

Zaskia bagai oase yang memuaskan dahaga seorang Kendra Ardiansyah. Tangan Kendra segera menarik tali gaun tidur istrinya hingga gaun itu meluncur kebawah dan memperlihatkan tubuh polos Zaskia.

" Kau benar-benar tak sabaran. " ungkap Zaskia dengan wajah yang merona. Apalagi netra Kendra tengah menatap penuh gairah pada tubuh polosnya.

" Tentu saja. Aku begitu tergila-gila padamu. "

Kendra menggendong tubuh istrinya ala bridalstyle menuju ranjang. Keduanya saling bergulat dan menyalurkan seluruh gairah yang tertahan selama dua hari ini.

Zaskia akui, suaminya begitu maniak dalam bercinta. Hampir setiap ada kesempatan mereka pasti melakukan pergulatan panasnya. Kendra selalu mengatakan bahwa setiap apa yang ada ditubuh istrinya adalah candu baginya.

Namun, saat keduanya hampir mencapai pelepasan. Seketika Zaskia mendorong tubuh Kendra agar mengeluarkan benihnya diluar.

" Maaf. "

Kendra hanya mengangguk pasrah. Ia tahu, istrinya tidak akan membiarkannya memasukkan di dalam kecuali dengan pengaman.

Pria itupun segera menjatuhkan tubuhnya disamping sang istri setelah kegiatan panas mereka berakhir. Ia merengkuh tubuh polos Zaskia dan memasukkan ke dalam dekapannya.

Zaskia mengerti akan apa yang dirasakan oleh suaminya saat ini.

" Aku mohon mengertilah. Kita masih muda dan kita bisa menundanya hingga dua tiga tahun kedepan. " pinta Zaskia menghiba.

" Tapi kita sudah menikah selama lima tahun. Apa waktu yang kuberikan masih belum cukup bagimu? Aku sudah kehabisan akal untuk menjelaskan pada kedua orang tuaku. Mereka sangat menginginkan seorang cucu. " ungkap Kendra sedikit kecewa.

Mungkin dirinya bisa mengerti, tetapi kedua orang tuanya selalu mendesak dan menanyakan kenapa istrinya belum juga hamil hingga sekarang.

Apalagi Papanya menderita penyakit Jantung, hatinya trenyuh saat Papanya selalu berkata ingin memiliki cucu sebelum beliau berpulang nanti. Beliau takut umurnya tidak akan lama lagi.

" Kau tahu kan? Aku bercita-cita ingin menjadi penyanyi terkenal sudah sejak kecil. Dan satu tahun belakangan ini aku sudah bisa merasakan hasil jerih payahku selama ini. Kumohon, biarkan aku menikmati puncak karirku ini terlebih dahulu. Jika aku hamil otomatis karierku akan terhenti. " Zaskia mulai terisak didekapan suaminya.

Zaskia dan Kendra sudah menikah selama lima tahun. Pria itu mengenal Zaskia dulu sebagai penyanyi cafe lalu mulai merambah kepanggung.

Namun, satu hal yang ia salut dari wanita itu. Meskipun berprofesi sebagai penyanyi, Zaskia bukanlah wanita murahan dan ia selalu menjaga dirinya. Terbukti wanita itu masih bersegel ketika ia sudah menikahinya.

" Sudahlah. Kita tidak perlu membahas masalah ini sekarang. Kau pasti sangat lelah. Beristirahatlah. "

Kendra berusaha menetralkan suasana, ia paling tidak bisa melihat istrinya menangis. Walaupun sebenarnya, kepala Kendra tengah berdenyut saat ini.

Besok kedua orang tuanya akan datang dari Bandung dan sudah bisa dipastikan mereka akan membahas masalah cucu kembali.

Hubungan Zaskia dan orang tuanya memang kurang begitu dekat, mengingat pekerjaan Zaskia adalah seorang penyanyi. Entah mengapa, orang tuanya selalu berpikir jika seorang penyanyi itu identik dengan wanita murahan dan dunia hiburan yang sebagian besar menganut gaya hidup bebas.

Jika bukan karena dirinya yang bersikukuh meyakinkan orang tuanya bahwa Zaskia gadis yang baik dan ia begitu mencintainya. Mungkin orang tuanya tidak akan pernah setuju jika ia menikahi wanita itu dulu.

Bersambung...

BAB 2

" Kau mau kemana? Kenapa pagi-pagi sudah rapi begitu? "

Kendra yang baru membuka mata seketika menatap Zaskia yang tengah berdadan didepan meja riasnya. Wanita itu sudah terlihat rapi dan cantik dini hari begini.

" Aku ada konser di mall pagi ini. Setelah itu, aku akan menjadi bintang tamu di salah satu program TVC TV. " jelas sang istri sembari merapikan penampilannya.

Kendra menghela kasar nafasnya, semakin lama jadwal istrinya semakin padat dan itu artinya intensitas pertemuannya dengan sang istri semakin berkurang.

Sebenarnya ia tak rela jika istrinya terlalu sering menghabiskan waktu demi menjalankan profesinya. Padahal sebenarnya ia masih mampu memberikan nafkah yang lebih dari cukup bagi Zaskia. Akan tetapi, melihat Zaskia yang begitu bersemangat dan bahagia menjalankan profesinya, iapun berusaha untuk menurunkan egonya.

" Oh ya, honey. Kata Bi Minah beliau berencana untuk berhenti bekerja, tetapi jika diperkenankan beliau ingin putrinya untuk menggantikan pekerjaannya di rumah ini. Putrinya selama ini hanya bekerja sebagai buruh cuci dan merawat adik-adiknya di kampung."

" Terserah kau saja. Kalau aku tidak masalah selama dia bisa bekerja dengan baik. " jawab Kendra tersenyum datar.

Melihat ekspresi sang suami yang nampak sedikit kesal, zaskiapun segera mendekati pria itu lalu memeluknya dengan manja.

" Ayolah. Jangan tersenyum kecut seperti itu. Aku berjanji akan langsung pulang setelah pekerjaanku selesai. " bujuk Zaskia.

Hati Kendra menghangat kembali, iapun ikut memeluk tubuh istrinya dengan erat.

" Kau tahu. Aku terbiasa bangun sambil memeluk tubuhmu. Aku tidak suka jika saat aku membuka kedua mataku, kau tidak berada disisiku." ungkap Kendra.

" Maafkan aku. Aku berjanji, setelah aku siap aku akan menjadi istrimu seutuhnya dan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita. " balas Zaskia.

Kendra kembali mendesahkan nafasnya mendengar ucapan Zaskia. Ucapan yang begitu manis tapi entah kapan akan menjadi nyata. Ia jadi teringat bahwa hari ini orang tuanya akan datang.

" Oh ya. Sore ini orang tuaku akan datang. Usahakan pulang sebelum mereka kesini. " pinta Kendra mewanti-wanti istrinya.

Zaskia melepas pelukannya dan menatap sang suami penuh semangat.

" Tentu saja. Siap laksanakan. Aku pergi dulu ya. Cup. "

Satu kecupan hangat mengakhiri pertemuan mereka pagi ini. Kendra masih mengamati sang istri yang menghilang dibalik pintu.

" Aku merindukan kebersamaan kita seperti dulu. " gumamnya seorang diri.

Jujur saja ia sangat merindukan istrinya dahulu. Meskipun Zaskia bukan artis terkenal seperti sekarang, tetapi istrinya begitu perhatian dan selalu ada untuknya.

***

Sorepun tiba, kedua orang tua Kendra telah tiba dikediamannya. Kendra sengaja pulang lebih awal dari kantornya agar bisa menyambut kedatangan mereka dari Bandung.

Pak Bayu dan Bu Santi menatap sekeliling rumah mewah milik putranya. Dalam hati mereka bangga karena Kendra mampu sukses atas jerih payahnya sendiri lewat bisnis properti dan perhotelan yang dirintisnya dari nol.

Ayahnya adalah pemilik salah satu perusahaan pertambangan terbesar di negeri ini. Namun, seorang Kendra Ardiansyah memilih banting stir menekuni bisnis properti. Merupakan kebanggaan tersendiri bagi dirinya jika bisa sukses diatas kaki sendiri.

" Dimana istrimu? Apa dia tidak tahu kami akan datang kemari?" tanya Pak Bayu sembari mengedarkan pandangannya.

" Zaskia ada konser tadi pagi, tapi kemungkinan dia akan pulang sebentar lagi. " jawab Kendra berusaha menutupi. Ia sendiri kecewa, padahal tadi ia sudah berpesan agar istrinya cepat pulang tapi hingga sekarang Zaskia belum menampakkan batang hidungnya.

" Apa sudah ada tanda-tanda istrimu itu hamil? " Bu Santi bertanta penuh harap.

" Belum Bu. "jawab Kendra singkat.

Bu Santi membuang kasar nafasnya, dirinya sangat berharap segera mempunyai cucu.

" Apa kalian tidak pernah berkonsultasi pada Dokter? Siapa tahu saja rahim istrimu bermasalah? Atau kalian coba membeli obat penyubur kandungan atau.. "

" Rahim istriku baik-baik saja, Bu. Dan kami berdua sama-sama subur."

Belum selesai Bu Santi berbicara, Kendra langsung memotong perkataannya. Bukan Kendra tidak sopan, tetapi kalimat itu terlalu sering ia dengar dan Ibunyapun harusnya sudah tahu jawabannya. Bahwa mereka memang sengaja menunda kehamilan Zaskia meskipun sebenarnya hanya Zaskia yang belum mau memiliki anak.

Gurat-gurat kekecewaan terlukis diwajah pasangan paruh baya tersebut. Kendra rasanya sungguh tak tega melihat kesedihan kedua orang tuanya.

" Ting..Tong.. "

Bunyi bel rumah berbunyi hingga mengalihkan perhatian ketiganya. Wajah Kendra langsung bersinar, ia yakin istrinya yang datang. Tanpa menunggu pelayan, ia berlari membukakan pintu.

" Maaf. Apa ini.."

" Sepertinya kau salah alamat. Disini tidak menerima pengamen. " jawab Kendra ketus, ia kecewa sebab yang didepan ternyata seorang gadis muda dengan pakaian yang sedikit lusuh dan kampungan.

" Tapi Tuan? "

Belum sempat Tania menyampaikan maksudnya, tetapi lelaki yang sepertinya pemilik rumah langsung masuk dan menutup pintunya. Padahal sebelum masuk, security didepan membenarkan alamat yang ada ditangannya saat ini. Hanya saja ia lupa siapa nama majikan ibunya.

" Apa memang aku salah alamat ya? " batinnya kebingungan. Ia memutuskan untuk kembali bertanya pada satpam.

Sedangkan Kendra, ia kembali masuk dengan langkah yang gontai sembari mendudukkan kembali tubuhnya diatas sofa dengan kasar.

Bu Santi dan Pak Bayu melihat wajah putranya yang nampak murung setelah membukakan pintu.

" Memangnya siapa didepan? " tanya Bu Santi penasaran.

" Hanya orang salah alamat. " jawab Kendra datar. Sekali lagi istrinya telah mengecewakannya, ia bertekad menghukum wanita itu nanti malam.

Ketiganya terdiam sesaat dan larut dalam pikirannya masing-masing. Hingga tiba-tiba Bi Minah yang kondisinya masih lemah berjalan melewati ketiganya.

" Permisi, Tuan, Nyonya, Tuan Muda. " hormat Bi Minah pada ketiganya. Kebetulan Pak Bayu dan Bu Santi juga mengenal baik beliau.

" Bi? Bibi mau kemana? Kondisi Bibi masih lemah. Sebaiknya Bibi beristirahat dikamar dulu. " pinta Kendra pada wanita paruh baya yang kini nampak semakin kurus.

" I-iya, Tuan. Saya hanya mau memastikan. Putriku bilang dia akan sampai kesini sore ini, tapi sampai sekarang Tania belum juga sampai. Saya takut dia kesasar, soalnya ini pertama kali putriku datang ke kota. " jelas Bi Minah dengan wajah cemas.

Tiba-tiba Kendra teringat gadis kecil yang barusan ada didepan. Ia baru ingat, istrinya menyinggung putri Bi Minah yang akan bekerja disini.

" Ahh..Iya. Bibi tunggu saja disini. Aku akan mengejarnya. "

Bi Minah tidak mengerti maksud Kendra, tetapi pria itu terlihat berlari lagi keluar. Kendra berharap gadis kecil tadi belum pergi jauh. Ia tak enak hati karena telah mengusir putri Bi Minah.

Kendra berlari hingga keluar gerbang. Lelaki itu menengok ke kanan dan kekiri mencari keberadaan Tania. Akan tetapi, sepertinya gadis itu sudah tidak ada disana, ia jadi takut anak itu kesasar. Sebab kata Bi Minah, putrinya baru pertama ke Jakarta.

" Maaf, Tuan. Tuan sedang mencari siapa? " Tanya salah satu security ketika melihat majikannya kebingungan.

" Gadis kecil yang kesini tadi. Ternyata dia putri Bi Minah. " ungkap Kendra masih terus mengedarkan pandangannya.

" Apa yang Tuan maksud gadis yang ada di pos satpam kita? " Penjaga mencoba menahan tawa melihat wajah cemas atasannya.

Kendra langsung menengok kedalam, terlihat seorang gadis meringis sambil mengacungkan jarinya.

" Saya, disini Tuan."

Kendra langsung mendengus kesal, sudah kesal pada istrinya kini ditambah para security yang seolah sedang mengerjainya.

" Kalian, Kalian , Kalian. Gaji kalian akan kupotong bulan ini. " ancamnya dengan wajah kesal.

" Dan Kau? Ikut aku ke dalam. " menatap penuh ketegasan pada Tania.

" Ba-ik, Tuan. "

Bersambung....

BAB 3

" Huh..Hari yang melelahkan. "

Zaskia mendesah kasar untuk mengurangi rasa penat yang menderanya hari ini. Semakin hari jadwalnya semakin padat hingga memperkecil waktu istirahatnya.

Ia memperhatikan sekeliling, tampaknya para penghuni rumahpun sudah tertidur. Tentu saja, karena hari ini dirinya pulang hampir jam 1 dinihari.

Ia menaiki tangga menuju kamarnya. Setibanya disana, dirinya mendapati kamarnya sudah gelap. Sepertinya Kendrapun telah tidur saat ini.

Klik..

Dirinya terkejut ketika mendapati Kendra yang tengah duduk di tepi ranjang sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

" Ken-dra kau belum tidur? "

Zaskia begitu gugup melihat sang suami yang menatap dirinya penuh kekesalan.

" Dari mana saja kau? Bisa-bisanya jam segini baru pulang! "

Kendra menekankan setiap kalimat yang ia ucapkan. Dirinya tak bisa kasar ataupun marah pada Zaskia, tetapi kali ini dirinya sangat kesal pada istrinya.

Zaskia berjalan mendekati sang suami, ia tak enak hati. Ini kali pertama dirinya melihat Kendra menahan kemarahan padanya.

" Maafkan aku, Honey. Tadi rencananya aku memang akan pulang sore, tapi ternyata managerku telah mengatur jadwalku menjadi pengisi acara event Fashion brand kenamaan. Jadi aku terpaksa pulang terlambat. Akupun sempat menegurnya tadi. " jelas Zaskia.

" Harusnya kau bisa mengirim pesan atau menghubungiku. Kau tahu aku sangat mencemaskanmu. Belum lagi Mama dan Papa juga ikut mengomel karena kau belum juga pulang semalam. " sungut Kendra kesal.

Zaskia terkesiap, ia lupa jika mertuanya akan datang tadi sore. Ia yakin, mereka pasti akan semakin kurang respek padanya. Iapun mendudukkan bobot tubuhnya disamping Kendra, lalu menyandarkan kepalanya dibahu sang suami.

" Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak kepikiran untuk mengecek handphone sebelumnya. Tahu-tahu batrainya sudah lowbat saat aku mau pulang barusan. " jelas Zaskia mencoba menenangkan.

Kendra mendorong pelan tubuh istrinya agar menjauh.

" Sudahlah. Lebih baik kau beristirahat sekarang. Aku sudah ngantuk, aku mau tidur. " Iapun beringsut menaiki ranjang dan tidur dengan posisi membelakangi Zaskia.

Zaskia tak menyangka Kendra sekesal ini padanya. Hatinya seakan tercubit melihat sikap ketus suaminya. Ia memandangi Kendra, lalu mendekat dan mencium pipi sang suami.

" Good night, Honey. "

Ia berharap pagi nanti hubungan mereka akan hangat kembali.

***

Pagi-pagi sekali Tania sudah bangun. Ia segera menuju dapur dan membersihkan cucian piring yang ada disana. Tak lupa ia menyiapkan sarapan pagi untuk para majikannya.

Bi Minah telah menjelaskan tugas apa saja yang harus ia kerjakan di rumah Tuan Kendra. Meskipun masih ada Bi Sumi dan Bi Marni, tetapi mereka telah memiliki tugas masing-masing. Bi Sumi dan Bi Marnipun menyambut dengan baik kedatangan Tania di rumah tersebut.

Terdengar langkah kaki seseorang menuruni anak tangga menuju ruang makan. Buru-buru Tania menyelesaikan pekerjaannya lalu menyambut kedatangan para majikannya.

" Selamat pagi, Nyonya, Tuan. " sapanya saat melihat Pak Bayu dan Bu Santi telah tiba terlebih dahulu di meja makan.

" Pagi, Tania. Bagaimana? Apa kau betah tinggal disini? " sapa Bu Santi. Wanita itupun sangat ramah dan bersahaja, beliau tidak pernah melihat orang dari statusnya. Mungkin karena diapun dulu berasal dari keluarga tak punya.

" Alhamdulillah, betah sekali Tuan, Nyonya. Disini kamarnya besar, tidak seperti di kampung, tidur saja kami harus saling berebut ranjang. " ungkap Tania polos.

Bu Santi terkekeh mendengar kejujuran Tania. Gadis itu masih sangat lugu menurutnya.

" Syukurlah kalau begitu, semoga kau semakin kerasan tinggal disini."

" Terima kasih Nyonya, Tuan. "

Tak berselang lama, Kendra dan Zaskiapun tiba disana. Pasangan ini terlihat dingin, sepertinya Kendra masih kesal terhadap istrinya.

Kendra sengaja berbuat seperti ini hanya agar istrinya itu merasa jera. Ia berharap kedepannya Zaskia lebih bisa mengatur waktunya. Bagaimanapun seharusnya sebagai istri, Zaskia harus mengedepankan kepentingan keluarganya daripada pekerjaan.

" Selamat pagi, Ma, Pa. " ucap keduanya ikut duduk bergabung di ruang makan.

" Semalam kau pulang jam berapa? Apa memang harus begitu ya kalau jadi artis? Pulang seenaknya tanpa memikirkan suami. Bagaimana bisa kalian cepat memiliki anak. " sindir Bu Santi ketus.

Hari ini sepertinya akan jadi hari paling sial bagi Zaskia. Pagi-pagi saja ia sudah disuguhi ucapan ketus mertuanya yang sukses membuat hatinya tercubit.

" Maaf.." barusaja Zaskia ingin beralasan, ucapannya langsung dipotong oleh suaminya.

" Zaskia ada acara dadakan, Ma. Ponselnya semalam lowbatt makanya saat aku hubungi tidak bisa menyambung. Lagian baru hari ini istriku terlambat pulang, biasanya dia selalu pulang tepat waktu. Kalau masalah anak, Kendra kan sudah menjelaskannya berkali-kali ke Mama. "

Zaskia begitu terharu mendengar ucapan sang suami, ia tak menyangka Kendra tetap membelanya meskipun sekarang pria itu masih kesal padanya.

" Sudahlah, Ken. Jangan terus kau bela istrimu itu. Mana ada orang berumah tangga, sudah lama tapi tidak mau memiliki keturunan. Lihat Kami Ken! Mama, Papa sudah berumur. Kami ingin disisa usia kami masih bisa menimang cucu. Apa salah, Ken? Papamu ini juga sudah sering sakit-sakitan. Kalau istrimu tidak mau punya anak, lebih baik kau cari wanita lain yang mau mengandung anakmu! " Bu Santi mengeluarkan segala uneg-unegnya.

Suasana sarapan kini justru semakin memanas. Jantung Zaskia seakan tertusuk duri mendengar perkataan sang Mertua. Padahal sebelumnya, Mama Kendra tidak pernah berpikir sejauh itu. Netranya berkaca-kaca, ia berusaha menahan airmatanya.

" Ma! Sampai kapanpun Kendra tidak akan mau memiliki anak dari wanita lain. Jikapun Zaskia tidak bisa hamil, Kendra ikhlas jika Tuhan belum mempercayakan keturunan kepada kami! " tegas Kendra.

Pak Bayu tak kuasa melihat pertengkaran istri dan anaknya, ia memegangi dadanya yang terasa begitu ngilu.

" Berani sekarang kamu membentak Mama hanya demi istrimu itu, Ken. Ingat! Mama yang melahirkan dan membesarkan kamu selama ini! " Bu Santi semakin tersulut emosi.

" Kendra tidak mungkin berani membentak Mama jika bukan Mama yang mulai lebih dulu. Kendra cuma minta Mama sabar. Jika sudah waktunya, kami pasti akan memberikan cucu untuk kalian. " sahut Kendra dengan suara yang cukup tinggi.

" Heh! Itu-itu saja yang kau katakan. Mama bosan mendengarnya. " sinis Bu Santi.

Kendra hampir saja menimpali, tetapi netranya dikejutkan oleh Papanya yang nampak kesakitan dan tak sadarkan diri.

" Papa! "

Semua orang menengok ke arah orang yang dipanggil. Bu Santi berteriak histeris, ia menyesal karena lupa akan kehadiran suaminya.

" Pa, bangun Pa. Kendra cepat bawa Papa ke rumah sakit! "

Kendra mengangguk seketika lalu berusaha menggendong Papanya menuju mobil. Zaskia hendak mengikuti suaminya, tetapi tubuhnya didorong cukup keras oleh sang mertua.

" Kau! Ini semua gara-gara kamu! Awas saja kalau sampai terjadi apa-apa dengan suamiku. " Bu Santipun segera pergi menyusul putranya.

Kendrapun menyadari perlakuan sang ibu. Sebenarnya ia tak tega melihat Zaskia terjatuh, tetapi sekarang keselamatan Papanya lebih penting.

Zaskia hanya mampu memandangi kepergian ketiganya. Tanpa terasa, airmatanya tak mampu terbendung lagi. Wanita itu begitu terluka dengan sikap mertuanya.

" Nona tidak apa-apa? Mari saya bantu. "

Zaskia terperanjat menyadari seseorang tengah mengulurkan tangan kepadanya.

" Kau? "

Bersambung...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!