NovelToon NovelToon

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

Bab 1

"Ku terima nikah dan kahwinnya Aara Aisha Binti Abdullah dengan mas kahwin seperangkat alat solat di bayar tunai." Dengan satu tarikan nafas Aggam Alvan sudah berhasil menjadikan Aara, wanita yang sama sekali tak ia kenal menjadi istrinya, begitu pun sebaliknya Aara gadis bercadar itu juga tak mengenali Aggam, ini pertemuan pertama di antara Aggam dan Aara.

"Bagaimana para saksi, sah?" Tanya paman Dimas.

"Sah"

"Sah"

Mereka akhirnya berdoa bersama, setelah itu Aggam dan Aara saling menghadap lalu bertukar cincin, Aara mencium punggung tangan Aggam, dan Aggam juga mencium dahi Aara dengan wajah datar nya.

Acara di langsungkan dengan hanya di hadiri beberapa anggota keluarga saja, dari kedua pihak, serta beberapa tamu undangan.

Setelah selesai ijab kabul, Aara masuk ke dalam kamarnya, di susul oleh Aggam.

Ia hanya diam tak berbicara apa pun pada Aggam laki-laki yang baru saja bertukar status menjadi suaminya itu.

Tapi tiba-tiba, Aggam memojokkannya ke dinding lalu mencekik lehernya yang di baluti jilbab dan cadar.

"Arkhh" Teriak Aara karena tindakan Aggam yang sengaja menyakitinya.

"DIAM!!" Bentak Aggam menatap kedua bola mata Aara. Kau hanya wanita perosak rencana ku, seharusnya aku tidak menikah hari ini, tapi karena adanya kau!! aku terpaksa menikah dengan di gantikan oleh mu, kau dengar sini, kau hanya akan menderita dalam pernikahan ini, dan akan aku pastikan kau akan menderita selama menjadi istri ku, aku tidak akan memberikan nafkah apa pun pada mu, entah itu lahir mau pun batin, dan jangan bermimpi untuk mendapat kan cinta dariku." Kata Aggam melepas Aara, dengan mendorongnya, membuat gadis itu tersungkur di lantai.

Berusaha keras menahan air matanya, kebiasaan menahan hati dan air mata serta di sakiti oleh sepupunya dan juga tantenya (istri pamannya) membuat Aara tumbuh menjadi gadis yang sangat tangguh.

Hanya pamannya yang benar-benar menyayanginya dengan tulus, tapi apalah daya, meski pamannya sudah berkali kali bertengkar pada tantenya karena sering mengasarinya, itu tak membuat tantenya berhenti menyakitinya, begitu pun sepupunya, bahkan mereka akan bertambah menggila menyiksa Aara jika pamannya memarahi mereka berdua.

Aggam Kembali mendekati Aara dan menginjak ujung baju nikah yang belum sempat ia buka "Bersiaplah, kemasi pakaian mu, ikut dengan ku ke villa yang akan menjadi neraka bagimu, dan jangan terlalu banyak membuang buang waktu ku" Aggam melihat jam di tangannya lalu kembali melihat kepada Aara.

"Waktu mu hanya 10 minit dari sekarang, jika kau terlewat sedikit saja, maka aku akan menurunkan mu di jalan, dan menyuruh mu berjalan sampai ke villa ku, mengerti!" Kata Aggam menatap bola mata Aara dengan penuh ancaman, Aara masih tetap diam membisu tanpa membantah sedikit pun ucapan Aggam, tapi kepalanya tetap mengangguk pelan menanggapinya.

"Go!" Tambah Aggam menyuruh Aara.

Aara langsung berdiri lalu mengambil tasnya dan mengisi beberapa lembar gamis dan jilbabnya, setelah itu ia mengganti baju nikah yang ia pakai. Fix 10: 06 saat.

"Kau terlambat 6 saat" kata Aggam melihat arloji di tangannya lalu melangkah keluar dari kamar di susul oleh Aara tanpa menjawab Aggam sama sekali, sama seperti tadi, Aara bahkan belum pernah mengeluarkan sepatah kata pun pada Aggam yang berstatus suaminya itu.

Saat tiba di ruang tengah Aggam pamit pada paman Dimas "Kalian sudah mau pergi?" Tanya paman Dimas saat Aggam berpamitan.

"Ya paman" jawab Aggam

"Aggam, kau baru saja selesai menikah, kenapa kau buru-buru sekali ingin pergi," uja Ayah Aggam yang bernama Kusuma.

"Aggam ada sedikit, urusan di luar sebentar Ayah" Jawab Aggam beralasan pada Ayahnya.

Mama Sarah (Mama Aggam) yang juga masih berada di sana hanya diam, karena ia juga tak setuju dengan keputusan suaminya Kusuma untuk menikahkan Aggam dengan keluarga sahabatnya. Karena Dimas tidak sekaya keluarga mereka, Dimas hanyalah seorang guru di salah satu sekolah SMA. Beda jauh dengan Kusuma yang seorang keluarga terpandang dan salah satu pengusaha sukses di Indonesia.

😊😊😊😊😊😊😊😊😊

Agar nanti tidak keliru membaca kisah ILham dan Zira lebih baik mampir dulu di Novel ustadz Sulaiman tajuk AKU MASIH PERAWAN

❤️ Sedikit sekuel Cerita novel Madu.❤️

Tampak sepasang Suami istri yang sedang sarapan. Tiba-tiba Suaminya bersuara.

" Aku akan menikah lagi.." Kata ILham pada Istri nya dengan wajah datar.

Salfa menghentikan suapan nya dan melihat pada suaminya." Jangan Becanda kamu Mas" Jawab Salfa istri ILham kembali ingin meminum susunya.

" Aku tidak becanda, aku akan menikah lagi, setuju atau tidak setuju itu hak mu. Dan aku tidak peduli. " Ucap ILham Tidak terbantahkan dan terdengar sangat dingin.

Brakkk

Salfa menggerebek meja makan yang membuat kopi ILham tumpah mengenai jasnya tapi dia sama sekali tidak bergeming dan membiarkan Salfa yang marah.

" Kau sudah gila ILham.!!! Kita sudah menikah selama satu tahun dan kau sedikit pun tidak pernah menyentuh ku !!. Dan apa ini, sekarang kau mengatakan untuk menikah lagi.!! Apa kau masih waras.!!." Marah Salfa dengan nafas Yang naik turun melempar gelas susu di hadapannya sehingga pecah di lantai.

ILham masih duduk dengan tenang tidak peduli dengan kemarahan Salfa padanya.

"Apa kau mendengar ku.!!" Teriak Salfa dengan mata yang memerah. " Kau sangat menyiksa batin ku ILham...!! Kau juga memisahkan kamar kita dari awal kita menikah ILham.!! " Tambah Salfa terus meneriaki Suaminya

ILham menyeringai Dingin dan berdiri dari duduknya kemudian mengantongi kedua tangannya di saku dan mengeluarkan lima kalimat yang membuat Salfa terdiam seribu bahasa.

" Kau yakin batin mu tersiksa" Ujar ILham menarik satu sudut bibirnya kemudian membalikkan tubuhnya melangkah ke kamar mengganti pakaiannya untuk berangkat ke kantor. Wanita ular yang menjijikan. batin ILham.

Salfa masih berdiri diam mencerna ucapan suaminya. Apa dia tau aku menyelingkuhi nya. Batin Salfa yang mulai merasa cemas.

Salfa dan ILham sudah menjalin hubungan selama dua tahun dan ILham memutuskan untuk menikah dengan Salfa. Sehari sebelum pernikahan mereka ILham menemui Salfa yang tidur bersama seorang pria di hotel. ILham yang sakit hati tetap meneruskan pernikahan nya dengan Salfa hanya untuk balas dendam pada Salfa. Dari menikah ILham sudah tidur terpisah dengan Salfa. ILham tau jika Salfa tidak akan meminta cerai padanya karena yang Salfa butuh kan adalah kekayaan nya.

Selama satu tahun menikah ILham terus bersikap dingin dan tidak pernah hangat pada Salfa seperti mereka pacaran. Sikap dingin ILham membuat Salfa mudah emosi dan meledak ledak padanya. Tapi ILham sama sekali tidak peduli. ILham juga tau jika Salfa sering tidur bersama pacar nya di hotel. Tapi ILham pura pura tidak tau apa apa dan membiarkan Salfa melakukan sesuka hati nya.

,,,,,

Di lain tempat tampak seorang gadis cantik menggunakan hijab dan berpakaian serba hitam sedang meninju samsak Melatih dirinya. Dan seorang lagi gadis cantik menggunakan cadar sedang duduk melihat adik kembarannya sedang memainkan ilmu bela dirinya yang sangat terampil.

Mereka ada lah anak anak ustadz Sulaiman dan Zahra.

Zila Zalmara kakak dari Zira Zalmira. Zila gadis yang menggunakan cadar lemah lembut sikap yang menurun dari Abinya ustadz Sulaiman. Sedang kan Zira Gadis tomboy yang menggunakan hijab tapi tidak menggunakan cadar seperti kakak dan Uminya (Zahra). sikap Zira menurun dari Uminya yang sedikit Bar bar juga pemegang sabuk hitam.

Setelah ILham memutuskan untuk menikah lagi dan memberitahu kan pada Mommy Daddy nya, Aara yang sangat menyukai putri kembar Ustadz Sulaiman, melamar Putri tengah ustadz Sulaiman untuk ILham, iya itu Zila.

Ustadz Sulaiman dan Zahra memiliki tiga anak. Anak tertua nya Laki laki. Dan anak kedua nya kembar Zila dan Zira.

Zila Yang tersalah ucap dan menerima lamaran Dari Aara dengan tidak sengaja akhir nya menyesali ucapannya karena tidak mendengar dengan baik Abinya (ustadz Sulaiman) sewaktu dia bertanya tempoh hari. Karena sudah terlanjur menerima lamaran Aggam. dia sering sedih dan menangis karena Zila sudah lama mencintai Kenan (Anak Bima dan Ayuna) dalam diam.

Zira yang tidak tega melihat Kakaknya sering menangis dalam diam. Memutuskan menyamar jadi sang Kakak dan menggantikan Zila di hari pernikahan nya. Zira juga mengganti nama Kakanya sewaktu ijab Kabul menjadi namanya, dan yang ILham ucap kan adalah nama Zira bukan Zila. ustadz Sulaiman dan yang lainnya tidak sadar dengan nama yang di sebut kan ILham semasa ijab Kabul karena nama Zila dan Zira hampir mirip membuat orang orang tidak sadar yang di nikahi ILham ada lah Zira bukan Zila.

ILham membawa isteri keduanya untuk tinggal di mension miliknya bersama dengan istri pertama nya karena memang itu tujuannya menikah Zira yang dia Anggap Zila.

Seiring berjalannya waktu ILham mulai menyadari jika yang dia nikahi itu adalah Zira si tomboy bar bar bukan Zila si gadis lemah lembut. karena beberapa kali ILham menemui Zira yang memojokkan Salfa sehingga Salfa menangis ketakutan padahal Salfa yang mulai mengganggu Zira. tapi Zira dan Salfa tidak sadar jika suami mereka berdua melihat mereka yang bertengkar.

Jika di hadapan ILham Zira berlaku lemah lembut seperti kakaknya Zila. tapi jika di belakang suaminya Zira berubah menjadi dirinya yang sesungguhnya.

ILham menyeringai saat menyadari yang dia nikahi adalah si tomboy Zira yang menyamar jadi Zila.

'' Ternyata kau mengajak ku untuk bermain-main istriku... Baik lah... mari kita bermain main.. '' gumam ILham menyeringai penuh arti yang tergambar di wajah tampannya

TERIMA KASIH BAGI SEMUA PARA PEMBACA. 😘😘😘😘😘😘 TERIMA KASIH JUGA UNTUK SEMUA DUKUNGANNYA 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

Bab 2

Setelah berpamitan Aggam dan Aara langsung pergi dari rumah paman Dimas.

,,,

Di jalan Aggam hanya diam, fokus menyetir, tak jauh berbeda dengan Aara, ia juga hanya diam.

Tiba-tiba Aggam menghentikan mobilnya di tengah jalan. "Turun!" titah Aggam tanpa melihat ke arah wanita yang baru saja menjadi isterinya.

Aara masih diam tak bergerak sedikitpun dari posisinya.

"Aku kata turun! Selain bisu kau jugak tuli hah!" Sentak Aggam pada Aara.

Perlahan ia membuka pintuol mobil, ingin turun dari mobil Aggam.

"Bawa tasmu."

Ia paruh dan mengambil tasnya di kursi penumpang mobil Aggam.

"Sudahku katakan tadi, terlambat sedikit saja maka kau akan berjalan sampai ke Villa ku." Tambah Aggam, mengambil alamat Villanya, dan melemparkannya pada Aara. Ia langsung refleks menangkap alamat yang di berikan oleh pria angkuh itu.

Kembali menjalankan mobilnya meninggalkan Aara tanpa berfikir panjang. Apa lagi hari sudah mulai gelap, tapi itu tak membuatnya iba.

Perlahan mobil itu semangkin hilang di pandang mata.

"Ya Allah ... Apa lagi ujian yang akan kau berikan pada ku, semoga engkau selalu melapangkan dadaku untuk menerima semua lika liku kehidupan yang berada di hadapanku ya Allah ... Hiks ... Bunda ... Ayah ... Aara merindukan Ayah bunda ... Andai kalian masih hidup, Aara pasti tidak akan seperti ini, tapi kembali lagi pada takdir ... Mungkin ini takdir yang telah di tetapkan pada jalan kehidupan ku oleh sang pengatur segalanya" kata Aara lalu terus melangkah dengan air mata yang sudah membasahi cadarnya.

,,,

Di mana alamat ini ... Aku merasa, jika aku sudah berjalan satu setengah jam yang lalu, tapi aku masih belum menemukan alamat ini, apa yang harus hamba mu ini lakukan ya Allah, ponselku juga sudah lowbet. Batin Aara karena ia merasa sudah sangat lelah.

Melihat naik keatas langit yang tampak mulai menghitam karena gelap sudah hampir menyelimuti malam.

"Hari sudah hampir gelap, sholat Maghrib sebentar lagi ... Dan aku masih di sini, tidak ada rumah atau apa pun," gumam Aara.

Tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat di dekatnya "Hai ladies, kau mau kemana, hari sudah mau gelap, di sini juga belum tentu aman dari orang-orang yang kurang baik." Kata Bima melihat gadis di depannya, berjalan sendirian dan membawa tas pakaiannya.

Aara melihat waspada pada Bima.

Menyadari tatapan gadis bercadar itu penuh waspada padanya, ia tersenyum manis.

"Tenanglah ladies ... Aku bukan orang jahat, hanya kurang baik saja hahaha ... Sama ya?" Canda Bima lalu tertawa sendiri. Ia memang seorang pria yang sangat ramah.

Aara masih tetap diam. Dia juga ragu ingin kembali melangkah ke depan karena melihat dunia sudah hampir di tutupi oleh hitamnya malam

"Naiklah, aku akan menghantarmu ke rumahmu, eh, tapi ngomong-ngomong, kok kau bawa-bawa tas, apa mungkin kau sedang di usir oleh suami mu? Hahahaha kasihan sekali kau, atau jangan-jangan, kau di usir oleh madumu." Canda Bima semangkin ngawur kemana-mana.

"Anda benar-benar ingin menghantar saya tuan" tiba-tiba mengeluarkan suara merdu dari bibir mungilnya yang tertutup cadar.

Deg! Deg! Deg!

Jantung Bima berdebar-debar mendengar suara indah dari gadis itu. Seperti apa wajah di balik cadar itu... Mengapa suaranya sangat merdu seperti sebuah alunan melodi yang menenangkan. Batin Bima tertegun mendengar suara merdu Aara.

"Tuan" panggil Aara membuyar lamunan Bima.

"Ah, maaf, naik saja, kau mau kemana ladies?." Tanya Bima sambil membuka pintu mobil dari dalam.

"Aara ... Panggil aku Aara. Assalamualaikum," Kata Aara masuk kedalam mobil pria cerewet itu.

Sebenarnya ia tak ingin ikut bersama Bima, Tapi mengingat sebentar lagi langit akan tertutup, ia memilih tumpang saja di mobil Bima.

"Waalaikumsalam, kau ingin aku menghantar mu kemana Aara" tanya Bima kembali menghidupkan injin mobilnya

"Sepertinya kalau tidak salah di depan sana ada masjid, apa anda bisa mampir sebentar, aku ingin solat maghrib dulu ..." Lembut Aara yang membuat Bima benar-benar jatuh hati pada gadis di sebelahnya itu, tak tau saja si Bima jika Aara baru saja menikah.

Apa ini yang di namakan cinta pandang pertama. Batin Bima yang merasa punya ketertarikan kuat pada Aara si gadis bercadar itu.

Bab 3

Tak berapa lama mobil yang di kenderai Bima, tiba di sebuah masjid. Bima memarkir mobilnya.

"Terima kasih tuan, anda bisa pulang lebih dulu, nanti saya akan pulang sendiri" Ujar Aara merasa tak enak telah merepotkan pria, yang ia perkirakan bukan orang sembarangan, karena lengkap dengan setelan jas yang rapi.

"Santai saja ladies, aku juga lagi free, so aku akan menjadi supir pribadimu untuk hari ini, dan papan-kapan juga tidak masalah" jawab Bima di bumbui candaan, tersenyum cerah kepada gadis di depannya.

''Apa saya tidak merepotkan Anda tuan?" Tanya Aara.

"Tentu saja tidak ladies, santai saja"

"Baiklah tuan terima kasih" Aara tersenyum di balik cadarnya kepada pria itu.

"Jangan memanggilku tuan, kau tidak bekerja untuk ku Aara, panggil aku Bima." Kata Bima sambil melambai pada Aara, Bima tak mengulurkan tangannya untuk berjabat pada Aara karena Bima tau gadis itu takkan menyambutnya.

"Baiklah, kak Bima tidak sholat?" Tanya Aara memanggil Bima 'kakak' karena ia melihat pria itu jauh lebih dewasa.

Menyengir malu, saat mendapat pertanyaan dari gadis di depannya. Karena ia sudah sangat lama tak pernah sholat. Hanya menggeleng tanda menjawab pertanyaan Aara.

Kembali tersenyum pada Bima lalu melangkah meninggalkannya, masuk ke dalam masjid.

,,,

PERKENALAN TOKOH.

Aara Aisha gadis berusia 19 tahun, hidup yatim piatu. Ayah bundanya meninggal saat ia berusia 10 tahun, ia di besarkan oleh pamannya (Dimas)

Aara gadis lemah lembut, ia sering di tindas oleh tante dan sepupunya, tak jarang ia juga mendapat kekerasan fisik dari kedua wanita itu jika pamannya sedang bekerja, ia hanya diam dan bersabar atas semua perlakuan jahat mereka berdua padanya, karena ia menganggap jika ia tak punya siapapun selain mereka.

Aara juga bekerja di salah satu toko bunga, ia sudah bekerja di toko itu selama 4 tahunn. Aara hanya lulusan SMA, sebenarnya ia ingin melanjutkan kuliah, tapi tantenya melarangnya dengan alasan tak ada biaya. Padahal gajinya cukup untuk membiayai kuliahnya. Tapi semua hasil dari kerja kerasnya di ambil oleh tantenya.

Ia juga harus mengurus semua kebutuhan tante dan Fadilah sepupunya, dari masak dan semua kebutuhan di dalam rumah pamannya, semua ia yang mengerjakannya.

Aara gadis yang sangat cantik, memiliki rambut panjang ikal nan indah, mata yang terang dan bersinar, Bibir merah cherry yang munggil, alis yang berbentuk seperti sebuah ukiran, bulu mata lentik, memiliki kulit putih gebu dan mulus, tubuhnya yang berbentuk seperti gitar spanyol. Hanya saja semua keindahan yang ia miliki tertutup oleh baju sya'inya.

Aggam Alvan berusia 31 tahun, laki-laki yang sangat kejam pada Aara, Aggam seorang Presdir di perusahaan ABADIJAYA group, ia juga memiliki seorang kekasih bernama Rossa, berprofesi sebagai model, tapi Ayahnya tak merestui hubungannya.

Karena tak menyukai kekasih putranya, Ayah Kusuma menjodohkannya dengan anak sahabatnya, iya itu Fadilah, tapi sayang, suatu kejadian yang membuat Aara terpaksa menggantikan Fadilah untuk menjadi pengantin pengganti Aggam.

Aggam pria tampan dan penuh pesona, mempunyai tubuh tinggi yang atletis, sorot mata tajam, hidung mancung, bibir seksi, membuat Aggam menjadi incaran para wanita di luar sana, meski ia terkenal sangat angkuh dan arogan, tapi itu tak membuat mereka untuk menjauhinya. Sikap arogannya membuat mereka semangkin tertantang, bersaing ingin mendapatkannya, tapi sayang seribu kali sayang, Aggam hanya mencintai satu wanita saja, iya itu Rossa kekasihnya. Mereka juga sudah menjalin hubungan selama lima tahun.

,,,

Bima dan Aara sudah tiba di Villa Aggam. "Kau yakin ke alamat ini?" Tanya Bima memastikan, karena ia tau siapa pemilik alamat itu.

"Iya, alamatnya di sini" Jawab Aara memperlihatkan alamat Villa suaminya.

"Iya benar, tapi untuk apa kau ke rumah Aggam?" Tanya Bima pada Aara, Bima ternyata adalah sahabat Aggam.

"Kak Bima mengenal pemilik Villa ini?" Bukannya menjawab, Aara justru kembali bertanya pada Bima.

"Iya, dia sahabat ku." Singkat Bima, memarkir mobilnya di halaman Villa Aggam.

Mereka berdua turun dari mobil, dan mulai melangkah masuk ke dalam Villa Aggam.

Tampak Aggam dan Rossa sedang duduk di sofa melihat ke arah mereka berdua.

"Siapa yang kau bawa?" Tanya Rossa pada Bima, karena ia tak mengenal istri kekasihnya.

Bima hanya mengangkat bahu acuh, tak berniat menjawab Rossa. Aara juga hanya berdiri sambil menundukkan pandangannya.

Aggam kembali melihat jamnya. "Kenapa kau baru tiba? Apa kau tidak bisa lebih lincah, kau sangat lelet" terdengar nada sangat tak bersahabat dari bibir Aggam.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!