NovelToon NovelToon

Gadis Cantik Dan Unik

Hari Pertama Untuk Alia

"Alia, bangun sayang...." ucap Shareen, mamanya Alia.

"Iya ma, Alia pasti bangun. Tapi lima menit lagi ya ma." Ucap Alia dengan mata yang masih terpejam.

"Dari tadi lima menit lima menit terus. Kamu niat mau bangun gak sih nak?" tanya sang mama dengan nada keras karena sudah kesal dari setengah jam yang lalu ia bangunin putrinya tapi putrinya hanya bilang lima menit lagi lima menit lagi.

"Aku udah punya niat ma buat bangun tapi mau bagaimana lagi, mataku gak bisa di ajak kompromi dan maunya tidur terus." Ujar Alia dengan mata yang masih tertutup. Sungguh hari ini ia merasa sangat ngantuk sekali setelah semalaman ia gak tidur karena baca novel di Mangatoon.

"Emang kamu tidur jam berapa sih?" tanya Shareen.

"Jam 4 ma." Jawab Alia dengan suara yang pelan.

"Jam empat!! Kamu ngapain aja semalaman Alia sampai baru tidur jam empat pagi. Kamu kan tau hari ini kamu harus sekolah dan berangkat lebih pagi." Ucap Shareen. Hari ini adalah hari senin dan setiap hari senin Alia harus berangkat lebih pagi dari hari biasanya karena Alia harus ikut upacara karena kalau tidak, hukuman pasti akan menanti.

"Aku semalaman baca novel ma." Jawab Alia yang enggan untuk membuka matanya.

"Kamu tuh ya. Sudah berapa kali mama bilang, kamu boleh baca novel tapi harus ingat waktu. Jangan sampai karena hobimu yang suka baca itu, kamu gak bisa ngatur waktumu sendiri dan semuanya jadi terbengkalai. Kamu gak bisa tah sehari aja gak bikin mama emosi. Sekarang cepat bangun atau mama siram kamu pakek air dingin." Ancam Shareen yang sudah tak lagi bisa menahan rasa sabar menghadapi putri kecilnya ini.

"Iya ma, Alia bangun." Ucap Alia, ia pun terpaksa bangun dari tidurnya. Ia pergi ke kamar mandi dengan mata yang masih terpejam. Dan "Aww" Alia menabrak dinding dan membuat dahinya memerah. Alia langsung sadar seketika dan mengusap usap keningnya yang terasa sakit sekali.

"Gini nih, kalau jalan gak liat liat. Tembok aja sampek di tabrak." gumam Shareen sambil menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah laku anaknya yang dari dulu gak pernah bisa berubah. Setelah ia selesai merapikan kamar tidur putrinya, ia pun turun ke bawah dan menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan putra putrinya.

"Alia sudah bangun ma?" tanya Marchel. Papanya Alia.

"Sudah pa, masih mandi. Ntar lagi juga turun." Jawab Shareen tersenyum.

"Pagi........." Ucap Kevin Nicholas, ia adalah anak kedua dari Shareen dan Marchel

"Pagi sayang." Ucap Shareen dan Marchell bersamaan.

"Bang Richard belum bangun sayang?" tanya Shareen. Richard adalah anak pertama sedangkan Alia adalah anak terakhir mereka.

"Sudah ma, sekarang dia masih sholat dhuha. Ntar lagi juga turun." Ucap Kevin sambil duduk di kursi.

"Oh, kamu sendiri sudah sholat belum?" tanya Shareen.

"Sudah ma." Jawab Kevin tersenyum.

"Sip, mama senang dengarnya." Ucap Shareen tersenyum. Ia pun sudah selesai menyelesaikan semua masakannya. Hari ini Shareen hanya masak telur mata sapi, tahu goreng, tempe goreng, sambel dan lalapan timun. Tak lupa kerupuk yang harus selalu ada setiap kali mau makan.

"Pagi semua." Ujar Richard sambil mencium mama dan papanya keculai Kevin.

"Pagi sayang." Ucap Shareen.

"Loh Alia mana?" tanya Richard melihat sang adik masih belum juga muncul di meja makan.

"Tadi sih pas mama bangunin, dia sudah mau mandi nak. Mungkin sekarang dia masih dandan (make upan). Ntar lagi juga turun." Ucap Sharenn....

Namun 10 menit mereka menunggu, Alia belum juga keluar dari kamarnya. Dengan sangat terpaksa Shareen pun harus naik ke atas karena kebetulan kamar Alia ada di lantai atas sehingga mau gak mau ia harus naik tangga untuk melihat anaknya kenapa belum juga turun turun. Saat ia membuka pintu kamarnya, ia melihat putrinya gak ada di sana. Akhirnya ia pun membuka pintu kamar mandinya dan betapa kagetnya dia melihat sang putri malah ketiduran di kamar mandi.

"ALIAAA...." Teriak Shareen. Alia yang tertidur langsung bangun seketika. Sedangkan Marchel, Kevin dan juga Richard yang mendengar Shareen teriak langsung lari ke kamar Alia takut ada apa apa namun betapa kagetnya mereka melihat Alia yang ada di kamar mandi dan tidak memakai baju sehelaipun.

"Kenapa papa ada di sini. Bang Richard dan Bang Kevin juga, kenapa kalian berkumpul di sini. Mama juga kenapa sih teriak teriak gitu. Ini kan bukan hutan. Gak enak lho kalau sampai suaranya mama kedengeran tetangga." Ucap Alia santai sambil mengambil handuknya sedangkan Richard, Kevin dan juga Marchel langsung menutup mata mereka karena gak mau lihat tubuh Alia yang tak ada satupun kain yang melekat di tubunya.

"Kamu tuh ya, di suruh mandi malah tidur di kamar mandi. Maunya apa sih? Mama capek tau gak bangunin kamu, nasehatin kamu, mama capek tiap hari harus marah marah terus. Gak bisa tah bikin mama tenang satu hari tanpa harus marah marah seperti ini. Emang kamu gak capek dengerin mama ngoceh tiap pagi?" tanya Shareen dengan penuh amarah.

"Makanya mama jangan marah marah terus dong. Nanti cepet tua loh. Iya sudah kalian keluarlah. Alia mau pakai baju nih. Nanti telat lho." Ucap Alia masih saja dengan nada santai. Marchel dan kedua anak laki lakinya  langsung keluar tanpa mengeluarkan kata kata sepatah katapun. Shareen memilih menetap di kamar takut jika putrinya itu ketiduran lagi. Alia hanya bisa menghela nafas melihat sang mama yang begitu insten melihat dirinya.

Setelah selesai barulah mereka keluar kamar dan langsung menuju ruang makan.

Mereka semua pun makan tanpa ada yang bersuara.

Selesai makan, Shareen meminta salah satu anaknya untuk mengantar Alia ke sekolah.

"Bang Richard, kamu antarkan adek sekolah ya." Ucap Shareen.

"Gak bisa ma, hari ini Richard ada meeting jam delapan." Ujar Richard, Richard sudah lulus S2 satu tahun yang lalu. Kini usia Richard sudah 27 tahun dan sekarang ia bekerja di perusahaan papanya.

"Iya sudah kalau gitu biar bang Kevin aja. Bang Kevin mau kan mengantarkan adek sekolah?" tanya Shareen berharap penuh sama anak keduanya ini.

"Aku juga gak bisa ma. Aku hari ini ada kelas pagi." Jawab Kevin yang merasa bersalah. Sebenarnya ia ingin mengantarkan adiknya tapi ia juga gak bisa jika sampai telat masuk kampus karena hari ini ia ada presentasi dengan kelompoknya.

"Terus adik siapa yang mengantarkan?" tanya Shareen.

"Biar papa aja ma." Ucap Marchel.

"Tapi bukankah papa hari ini ad janji sama temannya untuk melihat proyek yang ada di luar kota?" tanya Shareen.

"Gak papalah, nanti biar papa sms teman papa kalau papa telat." Ucap Marchel terssenyum.

"Baiklah, Hari ini Alia di antar papa aja." Ucap Shareen senang karena akhrinya ada yang mau mengantarkan putri nakalnya ini.

"Kalau gitu Richard berangkat dulu ya ma, pa." Ucap Richard, ia mencium tangan mama dan papanya bergantian lalu ia pun berangkaat kerja dengan mobil yang ia beli 2 bulan lalu dari hasil kerjanya sendiri.

"Keviin juga berangkat ya ma, pa." Ucap Kevin, ia juga mencium tangan mama dan papanya lalu ia pun berangkat kuliaah dengan naik sepeda motor kesayangannya.

Sekarang tinggal Alia, Shareen dan juga Marchel yang masih ada di rumah.

"Alia mana ma?" tanya Marchel.

"Bukannya tadi sudah selesai makan." Ucap Shareen.

"Mungkin masih ada di ruang makan." Ujar Machel.

Shareenpun pergi ke ruang makan tapi ia gak melihat anaknya di sana akhirnya ia pun pergi ke kamar putrinya dan benar saja ia melihat sang putri yang masih asyik main hp.

"Sayang, kog masih main Hp sih. Papa sudah nunggu kamu di bawah." Ucap Alia.

"Iya ma bentar, Alia masih mengirim pesan kepada sahabat Alia. Lagian walaupun berangkat sekarang juga sudah terlanjut telat karena upacara sudah selesai. Jadi biar nanti Alia masuk siang aja karna jam pertama olah raga, Alia males jika harus keringetan pagi pagi." Ucap Alia.

"Gak boleh gitu sayang. Kamu harus ikut olah raga nanti nilaimu jelek loh. Ayoo segera turun, nanti papa marah loh kalau kamu kelamaan. Papa hari ini sebenarnya sibuk banget tapi demi kamu, dia rela telat." Ucap Shareen menjelaskan.

"Baiklah, aku akan segera turun." Aliapun mengambil tasnya lalu ia pun turun ke bawah menghampiri sang papa yang sudah setia menunggunya.

"Alia berangkat dulu ya ma." ucap Alia sambil mencium tangan mamanya.

"Iya sayang hati hati ya. Nanti di sekolah jangan buat keributan lagi ya. Mama capek di panggil terus sama wali kelasmu." Ucap Shareen.

"Baiklah untuk hari ini Alia gak akan buat keributan lagi." Ucap Alia.

"Bukan cuma hari ini sayang tapi seterusnya." Ujar Shareen.

"Iya iya. Aku akan menuruti keinginan mama." Ucap Alia ia pun segera pergi menuju mobil yang sudah ada di depan rumahnya.

"Papa berangkat dulu ya ma." Ucap Marchell.

"Iya, papa hati hati ya. Mama selalu doain papa. Moga semuanya berjalan sukses." Ucap Shareeen tersenyum.

"Amin...mama baik baik di rumah. Jika ada apa apa langsung von papa. Oke."

"Oke sayang."

Akhirnya Marchelpun segera mengantarkan putri kecilnya itu menuju sekolahnya.

"Sayang, nanti di sekolah gak boleh berantem, kalau guru menjelaskan itu di dengerin jangan ngomong sendiri di belakang apalagi main hp, terus jangan bolos. Kalau sudah masuk kelas langsung masuk jangan malah pergi ke kantin. Oke.........terus jangan berantem lagi sama yang lain. Jangan bikin mama dan papa malu." Ucap Marchel menasehati.

"Iya pa, Alia usahakan ya tapi Alia gak janji kalau gak bikin ribut hari ini. Soalnya papa kan tau sendiri bukan Alia yang bikin gara gara tapi mereka. Alia cuma berusaha untuk membela diri aja." Ucap Alia.

"Baiklah papa percaya sama kamu. Sekarang kamu turun gih. Ingat jangan bolos. Nanti papa udah pergi dari sini, kamu malah ikutan pergi  dan nongkrong di luar." Ucap Marchell memperingatkan.

"Iya Alia janji gak akan bolos hari ini."

"Sip, itu baru anak papa."

"Kalau gitu uang untuk jajan Alia mana?" tanya Alia

"Loh emang sama mama gak di kasih tadi?" tanya Marchel.

"Belom pa."

"iya udah ini." Marchel pun mengambil uang lima puluh ribuan dari dompetnya.

"Ini mana cukup pa?" tanya Alia cemberut.

"Richard dan Kevin aja waktu sekolah SMA cuma di kasih 20.000 ribu sayang dan itu cukup kog. Masak kamu di kasih 50.000 malah gak cukup." Ucap Marchel.

"Baiklah, ini sudah cukup. Kalau gitu aku pergi ke kelas dulu ya pa."

"Iya, semangat belajarnya." Ucap Marchel...

"Iya." Alia pun mencium tangan papanya lalu turun dari mobil dan pergi ke kelasnya dengan santainya padahal jam sudah menunjukkan pukul 07.25 menit. Dia telat 25 menit tapi bagi Alia telat berapa menitpun itu tak jadi masalah. Toh paling hukumannya cuma lari, membersihkan toilet, jemur di lapangan selama satu jam, atau pergi kurang BK untuk di ceramani paling parah paling cuma di panggil orang tuanya. Bagi Alia itu semua seperti hal biasa dan gak perlu di buat kaget.

Hukuman buat Alia

Alia dengan santai nya pergi menuju kelasnya namun baru sampai di depan kelas, ia ketahuan oleh guru BK yang kebetulan lewat di sana.

"Alia kamu telat lagi?" tanya  Bu Mun, Guru Bk yang terkenal sangat di siplin

"Maaf bu, tadi saya bangun kesiangan." Jawab Alia santai.

"Setiap hari alasannya selalu saja bangun kesiangan. Apa gak ada lagi alasan yang bisa kamu pakai?" tanya Bu Mun dengan tegas.

"Maaf bu, kenyataannya emang gitu. Saya gak bohong." Jawab Alia.

"Emang kamu ngapain sampai bangun kesiangan terus?" tanya Bu Mun yang mulai jengah dengan murid yang satu ini.

"Biasalah bu, baca novel sampai shubuh." Ujar Alia.

"Ya tuhan Alia..............semua orang juga punya hoby tapi bukan berarti kita harus mengutamakan hoby kita sampai semua aktivitas kita jadi terbengkalai. Dan lihat gara gara hoby mu itu, kamu selalu saja telat sekolah. Apa kamu gak malu di hukum terus dan di liatin oleh teman temanmu yang lain?" tanya Bu Mun.

"Gak, kenapa saya harus malu. Saya tak melakukan kesalahan yang fatal. Saya gak telanjang atau pun mencuri. Kesalahan yang sering saya lakukan cuman telat sekolah, bolos, sering nyontek dan gak mengerjakan tugas dan juga sering berantem jika ada yang suka cari masalah dengan saya. Jadi kenapa saya harus malu." Ujar Alia.

"Kamu sekarang juga berani membantah Lia. Kamu gak bisa lagi menghormati gurumu, kata katamu itu gak pernah kamu saring. Tak seharusnya kamu menjawab dengan kata kata seperti itu." Ucap Bu Mun yang sudah pusing menghadapi sifat muridnya ini bahkan semua gurupun juga sudah pada nyerah hingga mereka pun tak mau lagi menegur kesalahan Alia karena mereka merasa percuma. Toh walau di nasihatin juga gak mungkin di ambil hati.

"Maaf bu." Ucap Alia menunduk.

"Iya sudah, kamu lari keliling lapangan 7x setelah itu sapu bersih semua lapangan itu lalu bersihkan toilet perempuan dan  setelah selesai langsung menghadap ke saya di ruangan." Ujar Bu Mun.

"Iya bun." Ujar Alia karena tak ingin memperpanjang masalah.

Bu Mun pun segera pergi dari situ dan menuju ke lantai dua. Sedangkan Alia masuk ke dalam kelas dan di sana ternyata gak ada gurunya karena memang hari ini adalah jam olah raga dan kebetulan guru olah raganya gak hadir jadi mereka asyik main hp, ada yang lagi gosip, cerita ini dan itu hingga ada yang bergurau namun tak membuat suara mereka sampai terdengar ke luar kelas.

Alia menaruh tasnya di atas meja.

"Alia, kamu baru datang?" tanya Sari yang duduk di samping Alia, Sari salah satu  sahabat Alia.

"Iya." Jawab Alia lesu.

"Kamu kenapa, pagi pagi udah cemberut gitu?" tanya Hilda.

"Tadi ketemu bu Mun." Jawab Alia tak bersemangat.

"Di kasih hukuman lagi?" tanya Sari.

Dan Alia pun hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.

"Yang sabar aja, besok jangan telat lagi biar gak kena hukuman terus." Ucap Hilda menenangkan.

"Apa perlu kita bantu?" tanya Sari..

"Gak usah, nanti kalau ketahuan Bu Mun. Kalian kena di hukum juga. Lagian aku gak papa kog. Toh aku cuma di suruh lari lapangan 7x, bersih bersih halaman dan bersiin toilet dan setelah selesai semua, aku di suruh ke ruangan Bu Mun buat menghadap beliau." Jawab Alia.

"Kamu gak perlu bersih bersih halaman, kan halamannya udah bersih apalagi toiletnya. Kan tiap pagi sebelum guru dan murid datang selalu di bersihkan ma Pak Tubes (Tukang Bersih Bersih Sekolah). Kamu juga larinya gak usah sampai 7x. Cukup 3x aja dan setelah itu kamu langsung masuk kelas biar gak ketahuan Bu Mun. Nanti pas jam istirahat baru kamu ke ruangan Bu Mun untuk menghadap." Ucap Hilda memberi ide karena ia tak tega melihat wajah sahabatnya yang suah cemberut dan kesal di pagi hari.

"Iya deh. Tumbern kamu punya ide cemerlang gitu." Puji Alia.

"Ya mungkin karena tadi pagi aku sudah sarapan jadinya otakku encer sekarang." Ucap Hilda tertawa.

"Iya udah sana, lari cepetan. Setelah itu, kamu langsung masuk kelas dan kita bisa main game online lagi mumpung gurunya gak hadir." Ucap Sari.

Alia hanya menganggukkan kepala. Ia pun segera pergi ke lapangan dan lari mengelilingi lapangan itu sampai 3x putaran dan setelah itu, ia kembali ke kelas untuk main game online bersama Sari dan juga Hilda.

Perjuangan Alia

Pulang sekolah, Alia naik angkot menuju salah satu kaffe yang kecil namun banyak sekali pelanggannya. Di sana Alia bekerja sebagai salah satu karyawan, ia bekerja dari jam 1 siang sampai jam 5 sore bahkan jika rame sampai jam 8 malam. Tak ada yang tau kalau Alia pulang sekolah harus bekerja karena ia merahasiakan semua ini kepada semua orang.

Gajinya pun tak ia pakai sedikitpun karena uang itu ia berikan kepada panti asuhan yang hidup dalam kekurangan. Panti Asuhan itu tidaklah mewah namun cukup sederhana, di sana juga ada sekitar 35 orang anak yatim dari umur 1 tahun sampai 17 tahun karena jika umurnya sudah 18 tahun, mereka pasti akan memilih untuk keluar dari panti dan mencari kehidupannya sendiri. Panti Asuhan itu selalu berada dalam kekurangan karena tak ada donatur yang mau memberikannya uang.

Pengasuhnya pun makin hari makin berkurang, yang tadinya 15 orang kini menjadi 5 orang saja. Dan hati Alia terenyuh melihat itu semua. Untuk itulah, Alia berusaha untuk seirit mungkin dan bekerja keras demi membantu mereka. Alia gajian setiap hari Jumat dan gajinya pung lumayan sekitar 350 ribu tapi kalau lagi rame banget Alia bisa dapat uang sebanyak 500 ribu.

Dan hari ini Alia lembur sampai jam 8 malam, dan setelah kafenya nutup barulah Alia pulang dengan lari kadang jika ada orang baik hati, Alia akan di antar sampai gang rumahnya.

Setelah sampai di rumahnya, Alia merasa dirinya lemah dan capek banget.

"Alia, kenapa jam segini baru pulang?" tanya Marchel, papanya Alia.

"Maaf pa, tadi aku ke rumah temen dan lupa waktu." Jawab Alia menunduk.

"Kamu itu perempuan, jangan kebiasaan pulang malam. Kenapa kamu nakal banget, apa gak bisa sehari aja gak bikin papa kesal. Coba contok kakakmu itu, mereka sangat baik dan penurut tidak seperti kamu yang selalu saja membangkang omongan papa." Ucap Marchel marah besar dan Alia hanya menundukkan kepalanya dan tidak mau membantah.

"Sudahlah pa, jangan di marahi. Kasihan, dia juga baru pulang pasti capek banget." Ujar Shareen mamanya Alia.

"Ini semua gara gara kamu terlalu memanjakannya akhirnya jadi kayak gini. Kamu tau sendiri, anak perempuan itu gak baik pulang malam. Gimana jika ada orang jahat dan melakukan sesuatu kepada putri kita. Mama mau itu terjadi?" tanya Marchel dengan nada tinggi.

"Tapi pa, mama yakin Alia pasti bisa jaga dirinya dengan baik." Jawab Shareenn.

"Serah mama deh." Ujar Marchell dan pergi ke ruang kerjannya karena ia sudah bingung bagaimana cara mendidik putrinya itu agar bisa menjadi gadis yang penurut.

"Nak, kamu jangan dengarkan omongan papamu ya. Lebih baik kamu mandi dan setelah itu makan. Mama sudah memasakkan makanan kesukaan kamu." Ucap Shareen lembut.

"Iya ma." Ujar Alia.

"Percayalah walau kadang mama dan papa sering marahin kamu bukan berarti mama dan papa benci kamu, mama dan papa melakukan itu karena mama dan papa sayang banget sama kamu dan gak mau kamu kenapa napa." Ujar Shareen.

"Iya ma, Alia ngerti. Alia ke kamar dulu, mau mandi. Gerah banget." Ucap Alia lalu pergi ke kamarnya untuk mandi lalu sholat isya'. Setelah selesai sholat, ia pun segera pergi ke ruang makan untuk makan malam karena perutnya pun dari tadi berbunyi karena belum terisi sejak tadi siang.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!