Jasmine keluar dari sebuah kantor pencatatan sipil sambil membawa surat pernikahannya dengan suaminya.
Setelah memasuki mobil mewah yang disupiri oleh seorang pria paruh baya yang seumuran dengan ayahnya, Jasmine meneteskan air matanya dan menatap keluar jendela.
Sang supir yang melihat itu tak bisa mengatakan apapun dan hanya melajukan mobilnya hingga mereka tiba di sebuah kediaman yang sangat mewah dan besar, lalu supir itu membiarkan perempuan yang ia bawa turun dari mobilnya.
"Selamat datang Nyonya Muda ke-9," seorang pelayan menyambutnya langsung diangguki oleh Jasmine lalu dia akhirnya mengikuti pelayan itu hingga mereka tiba di sebuah kamar.
Begitu pintu kamar terbuka, Jasmine melihat sebuah tulisan yang ditulis di kamar , *DILARANG MASUK!*
Di dalam kamar itu, seorang pria terbaring di atas tempat tidur dengan beberapa alat diletakkan di sekujur tubuhnya.
Alat-alat itulah yang membuat pria itu tetap hidup.
"Kalau Nyonya muda membutuhkan sesuatu, Nyonya bisa menemui saya di dapur." Ucap sang pelayan diangkuki oleh Jasmine lalu pintu kamar kemudian ditutup dan Jasmine memasuki kamar tersebut.
Sudah dua hari Jasmine tinggal di tempat itu dan pernikahan mereka baru diresmikan hari itu juga dengan Jasmine yang Tentu saja tidak berniat untuk menikahi pria yang terbaring di tempat tidur.
Tetapi karena keadaan yang memaksa, maka Jasmin akhirnya terperangkap di tempat itu dan kini harus menjalani hari-harinya sebagai istri,,, bukan istri, tetapi perawat dari seorang pria yang memiliki kehidupan vegetatif saja.
Srasshh....
Shower membasahi tubuh Jasmine yang sedang mandi di kamar mandi lalu perempuan itu kemudian menaikkan suhu airnya dan merasa pikirannya lebih tenang dengan air hangat yang membuatnya merasa rileks.
Setelah selesai mandi, Jasmine menggunakan pakaian dalam kamar mandi lalu dia keluar dan menatap pria yang terbaring di tempat tidur.
"Hei,, Apa kau bisa mendengarku?" Tanya Jasmine mendekati pria itu lalu dia kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah pria itu dan melihat bahwa wajah pria itu amatlah tampan.
"Sekarang kita sudah menjadi suami istri loh,, tadi aku sudah mengambil sertifikat pernikahan kita. Ahh,,, kalau begitu mulai sekarang Aku bisa tidur diranjang 'kan?" Tanya Jasmine lalu tanpa berusaha menunggu jawaban pria yang terbaring itu, dia melompat ke ranjang dan membungkus dirinya dengan selimut yang juga digunakan oleh pria yang ada di sampingnya.
"Akhirnya bisa tidur di tempat yang terasa nyaman," ucap Jasmine sembari memejamkan matanya lalu tiba-tiba saja ponselnya yang diletakkan di atas meja berdering.
Perempuan itu segera bangkit dan mengambil ponselnya lalu melihat ternyata yang menelponnya adalah kekasihnya, Barto.
"Halo," ucap Jasmine dengan penuh kebahagiaan karena meskipun dia sudah memasuki hari yang ketiga berada di rumah itu, tetapi kekasihnya masih tetap memberinya semangat bahwa suatu saat kekasihnya akan datang menjemputnya lalu mereka bisa kabur bersama ke luar negeri.
"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apapun lagi," ucap Barto dari seberang telepon sangat mengejutkan Jasmine hingga perempuan itu dengan gemeter memegangi ponselnya.
"Sayang, apa yang kau maksud? Bagaimana bisa kau berkata bahwa kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi?" Tanya Jasmine sembari menangis tersedu-sedu.
"Aku sudah tahu kalau kau sudah menikah dengan pria vegetatif itu, jadi aku tidak akan mencoreng nama baik keluargaku dengan menikahi perempuan yang sudah pernah menikah dengan pria lain. Oleh sebab itu, mulai sekarang jangan pernah mengharapkanku lagi karena aku sudah memutuskan hubunganku denganmu!!!" Tegas Barto dari seberang telepon lalu diikuti nada sambungan yang terputus.
Tut tut tut...
"Ha,, halo?? Halo?? Halo??" Hati Jasmine langsung hancur setelah tidak ada lagi jawaban dari seberang telepon lalu perempuan itu menangis tersedu-sedu di tempatnya sampai pintu kamar dibuka oleh seseorang.
Pintu kamar yang terbuka memperlihatkan seorang perempuan berusia sekitar 48 tahun yang sangat terkejut melihat Jasmine menangis di dalam kamar anaknya.
Maka dengan cepat perempuan menghampiri Jasmine yang kini terdiam di tempatnya menghapus air mata yang mengalir di pipinya.
Plak!!!
Sebuah tamparan keras mendarat di titik cermin hingga air mata Jasmine kembali terjatuh.
"Berani beraninya kau menangis di dalam kamar anakku?!! Sekarang juga diam dan Jangan coba-coba menangis Lagi selama anakku masih hidup!!! Juga, aku peringatkan padamu, tugasmu disini bukan untuk menikmati fasilitas di rumah ini karena kau menjadi istri anakku, tapi kau hanya berkedok istri di sini, sebab kau adalah susternya!!
"Jadi jangan coba-coba menangis di tempat ini, apalagi menangis karena masalah keluargamu!! Sebab keluargamu telah menjualmu kepadaku dengan harga 5 Miliar!!!!" Bentak perempuan itu lalu Dia kemudian pergi meninggalkan kamar tersebut.
Setelah pintu kamar ditutup, Jasmine langsung berlari ke kamar mandi dan dia terisak keras di dalam kamar mandi menyadari dirinya yang benar-benar Malang.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
"Apakah Nyonya muda sedang memasak untuk tuan mudah kesembilan?" Tanya seorang kepala pelayan yang mendapati Jasmine berada di dapur sedang sibuk memotong-motong sayuran.
Jasmine mengangkat kepalanya menatap perempuan itu lalu dia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "iya, Hari ini aku akan membuat sayur bening dan juga telur dadar." Jawab Jasmine langsung membuat sang kepala pelayan menganggukkan kepalanya.
"Kau harus memperhatikan nutrisi yang baik untuk tuan muda kesembilan, dan jangan lupa pula menyediakan makanan untuk dirimu sendiri." Ucap kepala pelayan langsung dianggap oleh Jasmine.
"Bibi Tenang saja, aku pasti akan memperhatikan semua itu." Jawab Jasmine.
"Oya Nyonya Muda,," ucap kepala pelayan dengan suara setengah berbisik lalu dia mendekat ke arah Jasmine.
"Ada apa?" Tanya Jasmine dengan suara yang tak kalah pelannya sembari melirik sekitarnya karena dia merasa bahwa kepala pelayan hendak mengatakan sesuatu yang rahasia.
"Dua hari lagi ulang tahun tuan besar akan dirayakan, oleh sebab itu akan ada banyak orang yang datang ke sini. Jadi, kamu tidak boleh keluar kamar dan para pelayan yang akan bertugas mengantarkan makananmu dan makanan suamimu nanti." Ucap sang kepala pelayan langsung dianggap oleh Jasmine.
"Aku mengerti," jawab Jasmine.
Setelah melihat Jasmine sudah mengerti, maka kepala pelayan itu meninggalkan Jasmine yang kemudian melanjutkan acara memotong-motong sayurnya.
Setelah selesai memasak, Jasmine menyediakan makanan itu ke baki Lalu dia pergi ke kamarnya mengantar makanan itu untuk dirinya dan untuk suaminya.
Namun di tangga, dia tak sengaja bertemu dengan menantu kelima dari keluarga itu.
"Adik ke-9, Apakah itu makanan untukmu dan suamimu?" Tanya Feni yang mana saat itu Feni sedang hamil besar.
Jasmine dengan sebuah senyum di wajahnya kemudian menganggukkan kepalanya, "benar, ini makanan untukku dan suamiku." Jawab Jasmine.
"Ah,, coba ku lihat," ucap Feni mendekati Jasmine lalu dia melihat makanan yang ada di nampan dan dengan satu gerakan Dia kemudian mendorong nampan itu hingga semua makanan tertumpah ke tubuh Jasmine, bahkan dengan sup bening yang panas itu langsung membuat Jasmine merasa kepanasan.
"Ahhh..." Ucap Jasmine dengan panik menarik bajunya dari dalam supaya hawa panas pada bajunya tidak menempel pada kulitnya.
"Ahh, tolong!!!" Teriak Feni yang berpura-pura terjatuh membuat Jasmine kebingungan pada sikap perempuan itu.
Tak berapa lama, semua penghuni rumah kemudian berkumpul dan anak kelima yang bernama Abi pun dengan cepat menyelamatkan istrinya.
"Ada apa ini?!!" Ucap Tuan besar yang juga berada di sana.
Feni meneteskan air matanya, "Dia,, dia merasa iri padaku karena aku menikah dengan putra kelima dari keluarga ini yang bisa hidup dengan normal tidak seperti suaminya. Dia hendak mencelakaiku dan bayiku karena merasa iri padaku!!!" Ucap Feni langsung membuat wajah Jasmine menjadi pucat karena tak menyangka bahwa ternyata perempuan itu akan menuduhnya hendak mencelakai.
Padahal, faktanya bahwa dialah yang hendak dicelakai oleh perempuan itu.
Oleh sebab itu, Jasmine langsung berkata, "tidak, itu tidak benar, aku tidak pernah berniat mencelakai siapapun. Justru tadi kakak ke 5 lah yang berusaha mencelakaiku dengan mendorong nampan yang ku pegang hingga--"
Plak!!!
Jasmine tidak bisa menyelesaikan kata-katanya ketika sebuah tamparan mendarat di pipinya yang dilepaskan oleh ibu mertuanya sendiri.
"Sudah berapa kali ku katakan padamu supaya tidak membuat keributan di rumah ini?!! Cepat kembali ke kamarmu!!!" Teriak Nyonya di rumah itu langsung membuat Jasmin akhirnya meneteskan air matanya dan dia dengan cepat pergi ke kamarnya.
Begitu masuk ke dalam kamar, maka Jasmine kembali lagi terisak tersedu-sedu sampai akhirnya dia memasuki kamar mandi dan membiarkan dirinya terguyur shower.
"Hiks,, hiks,,," perempuan itu menangis di bawah shower sambil melepaskan bajunya dan melihat kulit pada perutnya yang telah kemerahan karena terkena air panas dari masakannya sendiri.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Di malam harinya, Jasmine tak berani lagi keluar dari kamar lalu akhirnya seorang pelayan datang mengetuk pintu kamarnya hingga membuat Jasmine membuka pintu kamar itu.
Sang pelayan sangat terkejut melihat wajah Jasmine yang bengkak. Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya menyerahkan makanan yang ia bawa.
Setelah menerima makanan dari sang pelayan maka Jasmine menutup kembali pintu kamarnya lalu dia membawa makanan itu ke meja di dalam kamar.
"Sayang, ini makananmu," ucap Jasmine meletakkan semangkuk sup di samping pria yang terbaring lemah di tempat tidur meski sebenarnya pria itu tidak bisa memakannya.
Tetapi entah kenapa Jasmine juga tidak mengetahui alasan keluarga tersebut selalu menyediakan makanan untuk pria itu, meski makanan itu kadang malah dimakan oleh Jasmine karena terasa mubazir hanya diletakkan di sana sebagai makanan untuk suaminya, padahal suaminya sendiri tidak bisa memakan makanan itu.
Setelah meletakkan makanannya, maka Jasmine duduk sendirian sambil makan dan sesekali ia meneteskan air matanya lalu mengusapnya.
'Apa yang membuatku menangis? Sudah sepantasnya aku diperlakukan dengan buruk di keluarga ini karena Aku adalah barang yang mereka beli dengan uang 1 miliar.' ucap Jasmine hati lalu dia kembali menangis keras hingga membuat seluruh kamar itu dipenuhi suara tangisannya.
Cukup lama menangis Jasmine kembali melanjutkan makan siangnya hingga menghabiskan semua sup yang disiapkan oleh pelayan untuknya.
Setelah itu, Jasmine pergi ke meja dan mengambil kalender lalu dia menandai hari ke-30-nya berada di rumah itu.
Setelah menandai kalender itu dia kemudian naik ke tempat tidur dan memeluk tangan suaminya yang masih terbebas dari selang-selang yang memberi suaminya kehidupan.
"Suamiku, hari ini ibu menamparku dengan sangat keras karena mengira bahwa aku berusaha melukai Kakak kelima yang sedang mengandung. Hikss hiks,, padahal aku tidak melakukan itu, sungguh, hiks,, hiks,, awalnya aku membuat sayur bening dan telur dadar untuk mengantarkannya kemari supaya kita bisa makan bersama.
"Tapi,, Aku bertemu kakak ke lima di depan pintu dan dia malah dengan sengaja menumpahkan makanan itu ke tubuhku. Dia menfitnahku bahwa aku merasa iri padanya sebab Dia bisa menikah dengan kakak ke-5 yang memiliki tubuh yang normal. Dia juga bilang bahwa aku iri padanya karena dia bisa mengandung seorang anak sementara aku tidak bisa memilikinya.
"Hiks,, hiks,, semua orang mempercayainya dan tidak ada yang mempercayaiku, setelah itu Ibu menamparku dan sekarang aku tidak diijinkan keluar dari kamar ini sampai Kakak ke-5 melahirkan." Ucap Jasmine menceritakan kepedihannya pada suaminya meski dia tahu bahwa suaminya tidak akan bisa mendengarnya.
Ya, selama 1 bulan terakhir dia berada di rumah itu, dia sudah terbiasa hanya bisa bercerita pada suaminya meski dia tahu bahwa suaminya tidak akan bisa menjawabnya.
Tetapi itu masih lebih baik daripada dia tidak memiliki tempat untuk menyampaikannya hingga dia bisa menggila di tempat itu.
Puas menangis, akhirnya Jasmine tertidur sambil memeluk tangan suaminya seperti yang biasa ia lakukan setiap malamnya setelah dia mulai terbiasa hanya memiliki suaminya di sisinya yang bisa memberinya ketenangan bahwa dia tidak sendirian di kamar itu.
Perempuan itu terlelap sepanjang malam sampai pagi hari ketika dia terbangun dia sudah berada di sisi lain rajang.
"Hoam.." suara pertama yang dibuat Jasmine setelah terbangun di pagi hari.
Perempuan itu kemudian mendekati suaminya dan memeriksa keadaan suaminya.
"Selamat pagi suamiku," ucap Jasmine lalu dia mendaratkan sebuah ciuman di pipi pria itu dan dia kembali terbaring sambil memeluk dengan suaminya.
"Aku tidak tahu kenapa aku selalu begitu buruk dalam tiduriu sampai ketika bangun aku yang awalnya tidur memelukmu malah terbangun di sisi lain ranjang. Tapi suamiku, Aku sangat senang memiliki suami sepertimu, kau sangat tampan dan selalu ingin mendengarkan apapun yang kuceritakan. Terima kasih sudah mau mendengarkan setiap ceritaku dan selalu mau berada di sampingku setiap kali aku bangun tidur." Ucap Jasmine yang merasa begitu senang.
Meski Dia memiliki suami yang tidak bisa berbuat apa-apa untuknya bahkan tidak bisa berbicara dengannya, namun perempuan itu tetap senang sebab setidaknya Dia merasa bahwa suaminya akan menjadi orang pertama yang paling setia pada istrinya.
Pria itu tidak akan bisa meninggalkannya sama seperti yang dilakukan oleh Barto mantan kekasihnya, Hal itu membuat jasmin merasa lebih baik bahwa seumur hidupnya dia akan tetap memiliki seorang pria yang menjadi suaminya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!