NovelToon NovelToon

Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku

Memasak Untuk Kakak Ipar

"SELLA.....SELLA"

"Iya kak," teriak Sella dari dalam kamar menuju pintu dan membuka pintu kamar yang terkunci.

"Iya ada apa kak?"

"Jam berapa ini hah?! mas Dimas sebentar lagi berangkat kekantor tapi giliran mau sarapan meja makan masih kosong, ngapain aja kamu hah?" teriak Rika yang selalu emosi setiap menghadapi Sella adiknya.

"Maaf kak perut aku tadi sakit banget, aku siapin roti dan kopi ya kak buat kak Dimas."

"Cepetan nggak pakai lama kamu!" ucap Rika yang sangat membuat sakit di hati dan telinga.

Gadis cantik yang sedang berkutat di dapur ini bernama Sella, seorang pelajar SMA berumur 18 tahun. Orang tua yang sudah tiada membuat dia bergantung pada sang kakak yang berprofesi sebagai desainer. Sikap kasar Rika tak membuat Sella membenci justru Sella selalu bersyukur karena Rika mau memenuhi segala kebutuhannya dan membiayai sekolah, dalam segi materi bisa di bilang Sifa tidak kekurangan, tapi kalau kasih sayang hatinya seakan kosong semenjak di tinggal oleh kedua orangtuanya. Tapi Sella bersyukur karena masih mempunya Rika dan ada juga kak Dimas yang sudah seperti kakak sendiri.

Setelah selesai dengan roti bakar dan kopi untuk kakak iparnya kemudian Sella menyiapkan roti dan jus jeruk untuk kak Rika. Dia sendiri dengan roti dan susu sudah membuat paginya bertenaga.

"Sarapannya sudah siap kak," ucap Sella saat melihat Rika dan suaminya menuruni tangga dengan tangan kak Dimas yang merangkul pundak kak Rika.

"Sarapan sekalian dek!" ucap Dimas saat sudah menduduki kursi.

"Mas hari ini kayaknya aku pulang telat dech," ucap Rika pada suaminya.

"Kenapa?" tanya Dimas dengan wajah yang sudah berubah sendu.

"Kerjaan aku numpuk sayang sebentar lagi juga ada fashion show yang di ikuti butik aku di London, nggak apa-apa ya?"

"Tapi aku lagi pengen loh sayang...."

"Besok aku usahain pulang cepet, udah ah jangan ngomongin masalah itu di sini nggak enak ada Sella,"ucap Rika melirik adiknya yang sedang asyik menghabiskan sarapannya.

"Kak aku berangkat ya."

"Hhmmm, kamu jangan lupa nanti sore masakin mas Dimas ya, aku pulang larut jadi jangan ada yang terlewatkan segala kebutuhan suami aku," ucap Rika dengan nada tegas pada Sella.

"Iya kak," jawab Sella mengambil tasnya kemudian mencium kedua tangan kakaknya.

"Uang jajan masih aman Sel?" tanya Dimas .

"Masih kak, baru di kasih kemarin sama kak Rika."

"Ya udah hati-hati bawa motornya!" ucap Dimas melihat Sella keluar dari rumah.

"Iya kak," teriak Sella yang sudah di ambang pintu.

Kemudian Rika dan Dimas menyelesaikan sarapan mereka, setelah menyeruput kopi buatan Sella tadi Dimas segera berangkat ke kantor.

"Sayang aku berangkat ya, kamu mau bareng apa bawa mobil sendiri?"

"Aku bawa mobil sendiri aja mas, kamu hati-hati ya!" ucap Rika lalu mencium tangan suaminya dan di balas dengan kecupan di kening dan bibir oleh Dimas.

"kamu juga nanti hati-hati ya!"

"Iya mas."

Setelah keberangkatan adiknya dan Dimas, Rika segera menelpon seseorang lalu segera berangkat.

Sesampainya di kelas Sella disambut oleh Tiwi yang sudah terduduk di kursi . Sella segera masuk dan memulai pelajarannya hari ini.

Setelah bel istirahat berbunyi Sella dan Tiwi segera beranjak menuju kantin, mereka bersahabat sejak lama tepatnya sejak mereka duduk di bangku SMP.

"Sell itu kan Reno..." ucap Tiwi menunjuk kearah Reno yang sedang berjalan menuju kantin dengan seorang siswi.

"Eh sebelahnya siapa ya Sel?"

"Mana gue tau Tiwi emang gue siapanya?"

"Tapi dia kan suka sama loe Sel"

"Suka tapi kan belum tentu cinta" ucap Sella cuek.

"Wooyyy," seru Tio yang baru datang mengejutkan keduanya.

"Ngagetin aja dah loe," oceh Tiwi.

"Tau nich anak, dari mana baru keliatan?" tanya Sella menatap intens Tio.

"Abis ngapelin adik kelas, biar otak agak lebih fresh," jawab Tio dengan memamerkan senyumannya.

"Hhhmm modus aja loe, ya udah pesan makan sana, gue udah laper nich."

''Iya Tio yang tampan pesen makan sana, gue bakso ya minumnya es cappucino aja" ucap Sella.

"Kalo loe apa?"

"Gue soto aja nasi dikit ya minumnya teh hangat."

"Nggak kebanyakan request Tiwi, pusing kepala gue," sewot Tio kemudian melangkah menuju stand makanan.

Reno yang mendengar Sella berada di belakangnya segera menoleh dan memberi senyum tampannya yang membuat cewek-cewek fansnya bisa mleyot. Tapi tidak dengan Sella yang menganggap itu biasa saja.

Sudah lama memang Reno menyatakan cinta pada Sella tapi tidak ada tanggapan dari Sella, gadis itu masih takut jatuh cinta karena sering melihat temannya yang menangis karena di selingkuhi, di bohongi, di putusin. Serumit itu menurut Sella dan dia juga tidak mencintai Reno.

"Ciyeee dapet senyuman tu dari Abang Reno."

"Berisik dech loe wi," sewot Sella.

"Sama loe doank dia mau senyum, liat aja mereka para fansnya yang pada berbunga-bunga loe doang yang malah layu," ledek Tiwi.

"Tau akh....mana Tio punya gue, mmmm wanginya," ucapnya saat Tio datang membawa pesanan mereka.

"Lebay ...udah di makan,," ketus Tio.

Sesampainya di rumah Sella berjalan gontai menaiki tangga dan masuk ke kamar, langkah Sella tertuju pada ranjang empuk yang menggoda.

"Nyamannya...." ucap Sifa setelah merebahkan badannya di atas ranjang.

"Capek banget gue."

"Kalo begini bisa ketiduran yang ada kak Dimas pulang nggak bisa makan gara-gara gue nggak masak," gerutu Sella segera bangkit dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Setelah berganti dengan kaos putih lengan pendek dan celana selutut kemudian rambut yang dia kuncir keatas gadis itu siap untuk berkutat di dapur.

Sella mengeluarkan segala bahan makanan yang ia ingin masak dan peralatan masak yang sudah siap di pakai, dengan lincah sella membuat tiga menu sekaligus. Menu kali ini adalah udang asam manis, ayam balado dan sup daging yang menggugah selera, terbukti dengan Dimas yang selalu makan malam dirumah dari pada harus jajan di restoran.

Selesai memasak sella segera menghidangkan masakannya ke atas meja dan menyiapkan segala peralatan makan tidak lupa nasi yang masih berada di magic com agar masih hangat saat di hidangkan.

Suara mobil Dimas yang sudah terpatri di telinga Sella membuat gadis itu segera berlari menuju pintu dan membukanya.

"Kak...." sapa Sella lalu meraih tangan Dimas dan menciumnya, Dimas membalas dengan mengacak pucuk rambut Sella.

"Ikh rese...."

"basah banget sich rambut kamu, keringetan abis ngapain?"

"Ngapain lagi kalo bukan jadi koki kakak iparku yang satu ini," jawab Sella dengan wajah yang cemberut.

"Jangan cemberut gitu, udah capek-capek nggak ikhlas malah nggak dapet pahala," sindir Dimas yang melihat Sella dengan muka masam dan bibir yang dia majukan tapi justru membuat Sella semakin imut.

"Hhhmmm.....ya udah sini tasnya, kakak mau makan dulu apa mandi dulu, kalo aku sich mandi dulu gerah abis perang."

"Kamu nich nggak bisa diem itu bibir ya," gemas Dimas kemudian mencubit hidung Sella.

"Aaauuuwww sakit kak Dimas ikh" satu pukulan mendarat di lengan Dimas " hidung aku udah mancung nggak usah di tarik segala malah nyakitin tau," lanjut Sella lagi.

"Yang bilang mau bikin hidung kamu mancung siapa dek."

"Bodo!" ketus Sella lalu berlari menuju kamar Dimas, Pria itu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah adik iparnya yang lumayan membuat pikirannya sedikit fresh.

Sella segera meletakkan tas kerja Dimas kemudian berjalan menuju lemari untuk menyiapkan baju ganti serta handuk.

"Kak..." panggil Sella.

"Iya.." jawab Dimas berjalan membuka jas dan dasinya.

"Aku udah siapin baju kakak, habis mandi kakak langsung turun kita makan malam, ya udah aku keluar dulu ya kak mau mandi juga." Kemudian Sella segera melangkah keluar tetapi seketika langkahnya terhenti mendengar ucapan Dimas.

"Makasih Sel, udah gantiin peran istri aku."

pembelaan dari Dimas

Setelah membersihkan diri Sella segera turun untuk menyiapkan makan malam ,Sella mengambil nasi yang masih berada di dalam magic com dan menghidangkannya di atas meja makan.

Semua sudah siap perut gadis itupun sudah sangat lapar tapi Kakak iparnya belum juga turun untuk makan malam.

"kak" teriak Sifa di ujung tangga.

"kak Dimas ayo makan kak..." teriak Sella lagi.

Mendengar suara Sella membuat Dimas mempercepat memakai pakaiannya dan segera turun menuju meja makan.

"kak..." belum selesai teriakannya kuping Sella sudah di jewer oleh Dimas.

"berisik!"

"sakit ikh....." ucapnya dengan tangan mengusap telinga yang memerah.

"bibirnya biasa aja" ucap Dimas saat melihat Sella yang memajukan bibirnya karena kesal.

"ngeselin" ketus Sella kemudian mendudukkan dirinya.

"Uda nggak usah ngambek, ayo makan!"

" hhmmm"

Mereka menikmati makan malam dengan khidmat, Dimas yang begitu menyukai masakan Sella terlihat begitu lahap.

"nambah lagi kak?"

"boleh dech, dikit aja nasinya" ucap Dimas kemudian menyodorkan piringnya, Sella dengan telaten melayani Dimas.

Mereka terlihat seperti sepasang suami istri hanya satu yang tidak Sella lakukan adalah melayani Dimas dalam urusan ranjang.

"kak Rika pulang jam berapa kak?"

" katanya sich malam, tapi aku nggak tau jam berapa dia pulang" jawab Dimas dengan raut wajah yang sendu dan itu terlihat jelas dalam pengamatan Sella.

"jangan sedih donk kak, Kak Rika kan kerja bantu kakak"

" apa kamu lupa aku memiliki perusahaan sendiri bahkan aku CEO disana mana mungkin aku kesulitan untuk mencukupi Rika bahkan aku mampu menyejahterakan kalian berdua, tapi Rika terus saja mengedepankan karirnya"

"maaf ya kak" ucap Sella menyesali perkataannya.

"tidak apa, justru aku bersyukur ada kamu dek, walaupun istri jarang dirumah tapi aku tetap terurus dan itu karena ada kamu"

"itu juga karna kak Rika yang menugaskan ku melayani semua kebutuhan kakak, walaupun terkadang dia kasar tapi aku sayang sama kak Rika"

"kamu adik yang baik" ucap Dimas tersenyum dengan tangan mengelus puncak rambut Sella.

"memang aku baik" sombong Sella.

"hhhmmm" jawab Dimas jengah.

Setelah makan malam Sella segera beranjak ke kamar dan mengerjakan tugas sekolahnya. Selain cantik Sella juga anak yang berprestasi hingga setiap tahun gadis itu mendapat juara umum.

Karena tugas yang banyak dan persiapan untuk kuis mata pelajaran kimia esok hari membuat Sella tidak sadar jika jam sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Gadis itu segera mengemas buku dan beranjak ke ranjang.

"hhhoooaaam"

"ngantuk tapi haus" gumam Sella.

"males banget dech mau turun" ucapnya lagi tapi Sella tetap beranjak dan keluar kamar menuju dapur.

Sella berjalan menuruni tangga, tetapi di tengah-tengah undakan tangga langkahnya terhenti, telinganya mendengar suara yang membuatnya merinding.

"suara apa ya kok kayak berasal dari ruang keluarga" batin Sella.

Langkahnya perlahan menyusuri tangga dengan pelan, rasa hausnya terganti dengan rasa penasaran yang tinggi.

"ini rumah cuma ada tiga orang, tapi kenapa rame bener ya" gumam Sella.

Sella terus menajamkan alat pendengarannya, sampai suara seseorang membuat matanya membola dan tersadar.

" mmmnhhh maaass akh"

"dikit lagi sayang"

"aku udah nggak tahan mas"

"AAKKKKHHH"

Mendengar suara itu membuat sella menutup mulutnya, dia tidak menyangka harus mendengarkan suara kedua kakaknya yang merusak otak. Sella segera menaiki tangga kembali dan melupakan rasa hausnya, Sella merutuki kebodohannya yang keluar kamar tengah malam. Setelah menutup pintu gadis itu segera berlari ke ranjang dan masuk kedalam selimut.

Nafas yang tak beraturan dengan jantung yang berdetak kencang membuat panas tubuh Sella.

" baru denger begitu aja jantung gue udah loncat-loncat gimana kalo liat gue rasa bakal lari"

"lagian ngapain sich mereka pake acara berkembang biak di sana, udah kayak nggak ada tempat aja deh"

"hhuuuuhhff......makin kering kerongkongan gue"

Setelah capek mengomel akhirnya Sella tertidur, kerongkongannya yang haus ia biarkan sampai pagi.

Setelah sholat subuh Sella bergegas ke dapur untuk memasak. Pagi ini gadis itu ingin memasak nasi goreng seafood. Sebelum menuruni tangga Sella sempat melirik pintu kamar kakaknya yang masih tertutup rapat. Suara semalam sempat terlintas di telinga tetapi Sella menepisnya dia segera menyibukkan diri dari pada harus terganggu dengan suara-suara yang membuatnya bergidik.

Sampai di dapur hal pertama yang Sella lakukan adalah mengambil minum, menahan dahaga sejak semalam membuat tubuhnya sedikit lemas.

"akh segar" ucapnya setelah menghabiskan satu gelas penuh air.

Setelah merasa tubuhnya segar kembali Sella segera memasak sarapan pagi, tapi sebelum itu Sella harus menggiling pakaian kedua kakaknya terlebih dahulu. Sarapan matang tinggal membuat minuman untuk kedua kakaknya dan susu untuknya.Semua hidangan dia letakkan di meja makan lengkap dengan alat makannya.

"selesai" gumam Sella.

Sella segera membersihkan dapur dan mencuci seluruh alat masak yang kotor, kemudian berlari ketempat cuci pakaian untuk menjemur semua pakaian yang di cuci tadi.

"SELLA...."

"SELLA...."

"iya kak" teriak Sella dari arah belakang, dengan kecepatan kilat gadis itu segera menyelesaikan jemurannya dan segera berlari menuju kak Rika yang sudah memanggil.

"ada apa kak?" tanya Sella setelah dirinya berdiri di depan kakaknya yang sudah berkacak pinggang dengan pakaian di tangannya.

"nih setrika baju aku dulu ya, mau aku pakai"

"tapi kak aku udah nggak keburu kak" tolak Sella setelah melirik ke arah jarum jam yang sudah pukul enam.

"sebentar aja, kamu tuh ....ini mau aku pakai"

"tapi kak....."

"nggak usah banyak bantah Sella!"

"tapi aku belum bersiap berangkat sekolah kak" ucap Sella dengan tatapan sendu.

"nggak usah sekolah kalau kamu banyak alasan!" ancam Rika.

"jangan gitu kak, ya udah sini pakaian kakak aku setrika dulu" ucap Sella mengambil pakaian Rika dan di bawanya ke belakang.

Sella segera menyetrika pakaian Rika dengan hati-hati, pakaian yang ia tau pasti mahal ini membuat Sella membutuhkan waktu yang cukup lama, Sella tidak ingin menambah masalah dengan kakaknya.

Di banding Rika memang Dimas lebih memperlakukan Sella dengan baik. Dimas tidak pernah kasar bahkan membentak Sella. Pria itu lebih perhatian dari pada Rika yang hanya mencukupi materi Sella tapi tidak pernah memberi kasih sayang yang selama ini Sella butuhkan.

Selesai menyetrika pakaian kakaknya, Sella segera berlari menuju kamar Rika dan memberikan pakaian yang sudah siap pakai.

"kak sudah ya...aku mau bersiap sekolah"

"hhmmm"

Sella segera memasuki kamar, Dimas yang melihat istrinya tampak jutek pada Sella segera menghampiri.

"sayang, jangan terlalu keras pada Sella, kasian dia"

"kamu kenapa sich mas, yang penting kan aku udah biayain semua kebutuhan dia, sekolah dia,bahkan dari segi materi dia tidak kekurangan, jadi mau minta apa lagi dari aku?" ucap Rika yang sedang bersolek di depan cermin.

"tapi dia butuh kasih sayang kamu"

"tapi aku nggak butuh mas, udah lah biarin aja kamu nggak usah minta macam-macam sama aku buat dia, karna aku nggak bisa" sewot Rika.

" ya sudah, aku yang akan mencoba untuk memperhatikan Sella sebagai pengganti kamu, Sella bukan hanya butuh materi tapi juga kasih sayang, dia juga udah banyak bantu kamu dalam mengurus aku sayang"

"terserah kamu lah mas, yang penting aku udah mencukupi kebutuhan dia, itu udah cukup menurut aku"

Dimas berusaha untuk tidak memperpanjang masalah karena sudah pasti istrinya tidak akan mau menerima masukan apapun jika itu manyangkut Sella.

Dimas memilih untuk turun dan sarapan, berjalan menuruni tangga dengan tas dan jas nya yang berada di tangan.

Dimas tersenyum saat berdiri di depan meja makan, pria itu melihat meja makan sudah rapi dengan menu makan pagi yang siap di santap. Tanpa menunggu lama Dimas segera melahapnya.

Sella yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya tampak terburu-buru menuruni tangga, waktunya sudah mepet untuk bersantai-santai ria. Berlari menuju meja makan kemudian menengguk susu buatannya tadi.

"pelan-pelan sell" ucap Dimas memperingati Sella.

"mmmm" Sella segera menghabiskan susu tersebut dan meletakkan kembali gelas kosongnya di atas meja.

"aku berangkat ya kak" ucap Sella mengulurkan tangannya kepada Dimas.

" loh kok nggak sarapan dulu?"

" aku buru-buru kak"

" masih ada waktu sedikit, nanti kamu kelaparan pas jam pelajaran" bujuk Dimas.

" enggak kak, aku udah minum susu itu satu gelas"

" mana kenyang sel?"

"biarin aja mas, uang jajannya cukup bahkan jika dia ingin memborong makanan satu kantin" ucap Rika yang sudah menyusul ke meja makan.

"nggak gitu juga donk sayang, kasian Sella dari pagi udah capek ngurusin rumah"

"kasian kasian terus kamu mas, sekalian aja kamu nikahin dia"

"RIKA"

di antar reno

Pagi yang semestinya menjadi waktu untuk kita mengawali seluruh aktifitas dengan semangat kini justru menjadi kacau. Sella harus menyaksikan percekcokan antara Rika dan Dimas yang di sebabkan karna diri nya.

"kamu bentak aku mas?"

"kamu yang nggak bisa jaga bicara kamu Rika"

"karena kamu selalu membela Sella mas"

"kamu sendiri yang bilang terserah aku, kamu sendiri yang nggak peduli, dan kamu sebagai kakak yang nggak mau memberikan kasih sayang untuk adik kamu sendiri, salah jika aku yang menggantikan peran kamu? aku kakaknya juga Rika"

"ok terserah kamu mas, aku udah cukup kasih materi sama dia, jadi nggak perlu aku kasih lebih"

"Kalau begitu nggak perlu kamu mempermasalahkan ini….Sella kamu berangkat sekarang jangan sampai kamu terlambat. Maaf agak sedikit ribut, hati-hati di jalan" ucap Dimas menatap Sella yang sudah menitikkan air mata.

"iya kak, Sella berangkat dulu kak" ucap Sella kemudian meraih tangan Dimas dan menciumnya.

"kak" Sella menjulurkan tangannya untuk meraih tangan Rika tapi langsung di tepis oleh Rika.

"berangkat sana, jangan lupa tugas kamu pulang sekolah! hari ini aku nggak pulang jadi urus semua keperluan mas Dimas untuk besok pagi berangkat kerja, jangan ada yang terlewatkan!"

"iya kak" kemudian Sella segera berangkat ke sekolah.

"kamu nggak pulang hari ini?" tanya Dimas menatap intens istrinya.

"kerjaan aku banyak mas, aku harus lembur hari ini kamu ngerti ya" ucap Rika yang sedang membenarkan dasi Dimas.

"aku nggak ngerti lagi sama kamu Rika" Dimas frustasi dengan sikap Rika yang makin membuatnya jengah.

"mas kita kan udah sepakat untuk saling mendukung, aku juga nggak lepas tanggung jawab sebagai istri ya walaupun aku harus menyuruh Sella membantu tugas aku, tapi kan kamu nggak kekurangan mas"

"ok aku dukung kamu, tapi aku ingin kamu memberi anak untuk aku"

"kenapa harus bahas ini sich mas, aku kan udah bilang aku lagi sangat sibuk, karir aku lagi bagus mas kamu sabar donk"

" Sabar sampai karir kamu anjlok lagi? ok....aku akan buat kamu bangkrut sekalian biar kamu berhenti bekerja dan dirumah menjadi ibu rumah tangga"

"jahat kamu mas! kamu nggak bisa ngertiin aku mas, kamu nggak mau lihat aku bahagia, kamu nggak sayang sama aku mas" ucap Rika yang mulai menangis.

" yang nggak sayang aku atau kamu" tegas Dimas kemudian meraih jas dan tasnya dan pergi meninggalkan Rika yang masih menangis.

"nggak bersyukur kamu mas!" teriak Rika yang melihat suaminya semakin menjauh.

Seakan habis kesabaran Dimas untuk menghadapi istrinya selama ini, dua tahun menikah belum juga berubah, jangankan meminta buah hati perhatian saja tidak pasti.

Setiap membahas ini selalu saja ribut dan membuat moodnya kusut, Rika wanita yang sangat ia cintai tapi tak mampu ia kuasai, jangankan hatinya tubuhnya saja Rika sering menolak. Tapi karna sayangnya Dimas dia hanya mampu bersabar dan pasrah mengikuti maunya Rika.

Sella terpaksa harus terlambat masuk sekolah, pagi ini dia harus menjalankan hukuman dengan berdiri di bawah tiang bendera dengan tangan terangkat.

Keringat sudah mengucur deras di kening dan leher putih Sella. Matahari yang semakin terik membuat tubuh Sella semakin lemah.

BRUGHH

"Sella"

Reno yang kebetulan sedang berjalan menuju ruang guru segera berlari saat pandangannya menangkap sosok gadis yang tergeletak di lapangan.

Reno berlari menuju UKS dengan Sella yang berada di dalam dekapannya. Pemuda tampan yang sejak lama mencintai Sella kini datang menolongnya.

Reno membaringkan Sella di ranjang UKS dan meminta petugas kesehatan yang bertugas di sana untuk memeriksanya. Terlihat nyata wajah khawatir Reno saat melihat wajah Sella begitu pucat, Sella yang ia kenal gadis yang kuat tapi hari ini dia melihat Sella begitu lemah.

Setelah memeriksa Sella petugas kesehatan tersebut mendekati Reno yang berdiri tegang di dekat korden pembatas.

" Gimana keadaannya?"

"pacarnya ya mas? panik banget" ledek wanita tersebut.

"iya, gimana keadaannya?"

"Dia kelelahan, perutnya yang kosong juga mempengaruhi tubuhnya melemah, biarkan dia istirahat, nanti setelah sadar bisa kamu kasih makan dan vitamin ini" ucapnya memberikan vitamin untuk Sella.

"makasih"

"ya sudah di jaga pacarnya saya permisi dulu"

Reno segera menghampiri Sella menatap wajah ayunya yang pucat, bulu mata yang lentik dan bibir yang mungil.

"Sebenarnya apa yang membuat kamu sampai kelelahan begini?"

"setau aku kamu orang berada tidak mungkin kamu bekerja, tapi mengapa hari ini kamu begitu lemah" gumam Reno mengelus rambut Sella.

Walaupun cintanya tak terbalas tapi Reno masih menyimpan perasaan yang sama pada Sella.

30 menit sudah Reno menunggu Sella yang masih tertidur, hingga matanya begitu berat dan mengantuk.

Sella yang tersadar berusaha membuka mata, Sella mengedarkan pandangannya melihat sekitar membuat dia sadar dimana dia berada. Lalu pandangannya jatuh pada pemuda yang tertidur dengan tangan yang menggenggam tangannya.

Sella berusaha untuk bangkit dan mengusap rambut pemuda tersebut. Reno yang merasakan sentuhan di kepalanya memegang tangan Sella yang berada di sana. Hal itu membuat Sella terkejut apa lagi saat tau siapa pemuda yang menggenggam tangannya.

"Reno " lirih Sella.

"Sell... loe udah bangun dari tadi?"

"baru aja Ren, kita kok bisa ada disini Ren?" tanya Sella yang sudah terduduk di ranjang.

"loe tadi pingsan Sell, dan gue bawa loe kesini, Sell loe kenapa? petugas tadi bilang loe kecapekan dan perut loe kosong, loe kerja?"

"nggak lah Ren, kakak gue udah lebih dari cukup ngasih uang buat gue dan biaya sekolah terjamin" ucap Sella mencoba menyembunyikan fakta yang ada.

"yakin?"

"iya Ren, loe apa sich....."

"ya udah kita ke kantin dulu yuk, loe harus makan perut loe kosong Sell" ajak Reno yang sudah menggenggam tangan Sella.

"tapi Ren...."

"tenang aja, nanti gue yang minta ijin ke guru BK" ucap Reno memastikan.

*******

Hari ini Dimas tampak kacau, percekcokan dengan Rika tadi pagi membuat dia tak fokus akan pekerjaannya, bahkan meeting hari ini dia batalkan.

tuuut

"iya bos"

"teruskan pekerjaanku hari ini, aku ingin pulang"

Dimas memutuskan untuk istirahat di rumah dari pada harus pusing memikirkan beban hidupnya.

Reno berhasil membujuk Sella untuk menerima tawarannya, akhirnya pulang sekolah Sella di antar oleh Reno.

"Reno...." Sella begitu terkejut saat melihat Reno sudah berdiri di depan kelasnya.

"ciyeeeee udah di tungguin" ledek Tiwi yang melihat keberadaan Reno dengan senyum hangatnya menyambut Sella yang baru keluar dari kelas.

"ayo Sel.."

"motor gue Ren?"

"biar itu jadi urusan gue, loe nggak perlu khawatir"

" ok" lirih sella.

Sesampainya di parkiran Reno memakaikan helm di kepala Sella, banyak pasang mata yang memperhatikan kedekatan mereka, tetapi tidak jarang yang mencibir khususnya para fans dari Reno.

Kedekatan merekapun tidak luput dari penglihatan gadis dengan mata tajam memandang keduanya.

Dalam perjalanan Reno menarik tangan Sella untuk memeluknya, Sella yang sudah berusaha menolak tetapi karena tangan Reno yang menggenggamnya erat membuat Sella pasrah.

30 menit perjalanan menuju rumah Sella, setelah motor Reno berhenti di depan pagar Sella segera turun.

"makasih ya Ren" ucapnya sambil membuka helm yang ia kenakan tetapi karena Sella mengalami kesulitan akhirnya Reno membantunya.

Jarak di antara keduanya saat ini sangatlah dekat hingga nafas keduanya begitu terasa, Sella menahan degup jantungnya saat mata Reno menatap dalam, bahkan posisi mereka seperti sedang berciuman.

klik

"sudah Sel"

"i..iya ya udah gue masuk ya, loe hati-hati jangan lupa motor gue"

"sekalipun motor loe nggak gue antar hari ini, besok pagi bakal gue jemput loe Sel"

"terserah loe dech Ren"

"ya udah gue balik ya" ucap Reno dengan tangan mengacak pucuk rambut Sella dengan gemas.

" iseng dech, berantakan tau"

"hahahhahahha " Reno pergi dengan tawa di bibirnya.

Setelah Reno yang sudah tak terlihat lagi Sella segera memasuki rumah, gadis itu membuka pintu yang sudah tak terkunci.

"kok nggak di kunci"gumamnya heran kemudian masuk kedalam.

"eehheeemmm harus ya berciuman di depan pagar"

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!