NovelToon NovelToon

SANG KAISAR PETIR

1.Tragedi

**** .

"Cambuk Guntur Langit."

"Tebasan Pedang Api Neraka

Jdaarr"

Jdaarr"

Dua sosok Manusia bertarung dengan sangat sengit di udara, keduanya terlihat berimbang dengan kekuatan yang mampu menghancurkan apapun yang terkena serangan mereka yang nyasar termasuk menghancurkan gunung.

Kilatan sambaran petir yang dilepaskan oleh sosok pria sepuh ke arah pria sepuh berpakaian kuning yang menjadi lawannya menciptakan sebuah robekan hampa di langit.

Beruntungnya pria sepuh berpakaian kuning berhasil menahan sambaran petir merah dengan gelombang energi pedang api sehingga dia berhasil selamat untuk sesaat.

Tidak hanya mereka berdua saja yang bertarung, melainkan masih banyak yang lainnya yang bertarung di bawah, mulai dari para Binatang hingga Manusia.

Sekte Awan Petir Langit dan Sekte Lembah Api Abadi adalah dua sekte besar dari delapan sekte yang ada, keduanya sama-sama berasal dari sekte aliran putih.

"Aku tidak mengerti kenapa kamu menyerang sekte ku tanpa memberikan alasan apapun! Apakah kalian para Sekte Lembah Api Abadi sudah kehilangan akal, jawablah Xuan Lio?" tanya pria sepuh yang bernama Lian Xiao selaku pendiri sekte Awan Petir Langit.

"Apakah kamu ingin mengetahui akan alasan ku yang sebenarnya?" kata Xuan Lio dengan sedikit mengernyit, dia adalah pendiri Sekte Lembah Api Abadi .

"Kalau tidak mau mengatakannya juga tidak masalah, lagipula kamu sendiri yang datang kesini, dan itu sudah sangat jelas jika kedatanganmu ingin menghancurkan sekte Awan Petir Langit ku!"

Xuan Lio tersenyum dingin lalu memperhatikan seluruh anggotanya yang sedang bertarung di beberapa tempat, Sekte Awan Petir Langit benar-benar kacau akibat pertempuran tersebut, dan memang ini yang diharapkan oleh Xuan Lio.

"Selama Sekte Awan Petir Langit masih ada, maka keinginan kami untuk menguasai seluruh benua akan terhambat, jadi sekte Awan Petir Langit harus di musnahkan!" kata Xuan Lio.

Lian Xiao mengangkat sebelah alisnya saat mendengar Xuan Lio mengatakan kami, itu artinya tidak hanya satu sekte saja yang akan datang menyerang, kemungkinan Sekte Lembah Api Abadi telah bekerja sama dengan sekte besar lainnya, sedangkan apa yang diucapkan oleh Xuan Lio sepertinya hanyalah sebuah alasan saja.

"Kami? Siapa yang kamu maksud dengan kami?" tanya Lian Xiao.

"Apakah kamu lupa akan pertemuan kita setelah kita bersama-sama melenyapkan Sekte Bulan Darah Hitam, kamu dengan lantangnya menolak keinginanku untuk menjajah sekte lain di luar Benua Bintang Terang, hal itu telah membuat ku kehilangan muka, dan aku tidak akan memaafkan mu karena telah mempermalukan ku di depan banyak Penatua!" kata Xuan Lio.

"Apakah kamu sudah benar-benar kehilangan akal Xuan? Kita adalah aliran Putih, kenapa kamu bersikap seperti aliran hitam yang berambisi untuk menguasai semuanya? Tapi aku yakin ini hanyalah alasanmu saja, jika aku tidak salah tebak, kemungkinan kamu dan sekte lainnya sedang mengincar hal lain yang ku miliki," Lian Xiao berbicara dengan nada geram.

"Tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi, hari ini langit akan menjadi saksi akan kehancuran Sekte Awan Petir Langit!" ucap Xuan Lio lalu dia merapalkan mantra api terkuat miliknya.

"Cahaya Dewa Api Kematian."

Lian Xiao benar-benar sangat marah,melihat Xuan Lio yang sepertinya bersungguh-sungguh ingin menghancurkan sekte nya, dia merapatkan giginya sebelum akhirnya mulai menyadari jika jalan satu-satunya hanyalah bertarung hingga salah satu dari mereka mati.

"Baiklah jika memang ini yang akan terjadi, Xuan Lio, jangan salahkan aku!" kata Lian Xiao kemudian dia menggigit ibu jarinya hingga berdarah lalu mengoleskan darahnya ke telapak tangan kirinya.

"Keluarlah Feniks Petir!"

Kyakkk!!"

Seekor burung besar berwarna hitam dengan tubuh yang diselimuti petir ungu muncul di hadapan Lian Xiao dan mengeluarkan suara teriakan keras yang mampu menggetarkan seluruh Benua Bintang Terang.

"Lian Xiao ada apa ini, kenapa kalian sesama aliran putih saling serang?" tanya Feniks Petir sekaligus mengamati seluruh pertempuran yang hampir menghancurkan seluruh sekte.

"Aku juga tidak ingin hal ini terjadi, namun Xuan Lio yang memulai dengan menyerang sekte ku terlebih dahulu, sekarang dia benar-benar akan menghancurkan sekte ku jika tidak segera dihentikan!" jawab Lian Xiao.

Mata Feniks Petir menatap Xuan Lio dengan tajam setelah itu dia melihat bola api yang berputar di tengah Xuan Lio.

"Cahaya Dewa Api Kematian, jadi kamu benar-benar ingin menghancurkan sekte ini? Kalau begitu..!" Feniks Petir terbang lebih tinggi kemudian seluruh petir ungu yang menyelimuti tubuhnya semakin membesar dan lalu dia mengepakkan sayapnya sekaligus melepaskan petir ungunya.

Xuan Lio melemparkan bola Apinya ke arah Feniks Petir setelah itu bola api yang awalnya kecil berubah menjadi besar sehingga seluruh sekte Awan Petir Langit menjadi sangat panas sekali.

"Petir Dewa Penghancur."

Feniks Petir melepaskan sambaran petir ungunya yang sangat besar dan juga kuat ke arah Bola Api yang berkobar di depannya, alhasil petir tersebut berhasil menerobos Bola api dan kemudian menyambar tubuh Xuan Lio.

Jdaarr!!'

Tubuh Xuan Lio terhempas dengan suara erangan keras serta tubuhnya yang terbakar oleh petir ungu, sedangkan bola api juga memancarkan cahaya terang setelah itu meledak di langit sehingga seluruh benua Bintang Terang menjadi sangat terang dan juga panas.

Beruntungnya Lian Xiao sudah menggunakan perisai pelindung di sekujur tubuhnya sehingga dia tidak merasakan dampak apapun dari ledakan tersebut, namun seluruh sekte Awan Petir Langit kini harus benar-benar rata akibat ledakan dahsyat itu.

"Bajingan!" Lian Xiao mengepalkan tangannya saat melihat Sekte nya hancur dan banyak anggota nya yang juga mati oleh ledakan Bola Api.

Dia menatap ke arah Xuan Lio yang terkapar di tanah, seharusnya Xuan Lio akan mati jika terkena serangan Feniks Petir, namun nyatanya Xuan Lio kembali bangkit dan tubuhnya yang hangus berangsur-angsur membaik.

"Mustahil! Tidak satupun yang akan selamat jika terkena serangan Dewa Petir Pemusnah ku," kata Feniks Petir dengan tatapan tidak percaya.

"Ini teknik tubuh iblis kebangkitan! Ternyata begitu, dia sudah bekerja sama dengan Sekte Iblis Lembah Darah, pantas saja dia memiliki ambisi seperti layaknya sekte Aliran Hitam, ternyata ini jawabannya!" kata Lian Xiao.

"Penatua Lian, semua yang anda perintahkan sudah saya selesaikan, para wanita dan anak-anak sudah berada di luar Benua seperti yang telah anda perintahkan!" seorang pria paruh baya datang melapor kepada Lian Xiao.

"Terima kasih saudara Fang Lin, sekarang aku minta padamu untuk pergi bersama para wanita dan anak-anak itu menuju ke benua lain, pergilah dan bawa ini, aku minta padamu untuk menjaga benda ini baik-baik, karena aku yakin tujuan Sekte Lembah Api Abadi yang sebenarnya adalah Spirit Core milik Feniks Petir ini!" kata Lian Xiao.

"Penatua ini..?!" Fang Lin merasa bingung serta terkejut saat Lian Xiao menyerah spirit core Feniks Petir padanya.

"Semua orang pasti menginginkan spirit core ini, sebab spirit core ini adalah spirit core milik Divine Beast satu-satunya di benua ini, jadi kamu harus membawanya, walau nantinya aku dan Feniks Petir kalah dalam pertempuran ini, setidaknya tujuan mereka tidak bisa tercapai, cepatlah pergi sebelum mereka mengetahuinya!" kata Lian Xiao.

Fang Lin merasa sangat berat untuk menuruti perintah Lian Xiao, dia merasa tidak enak jika harus meninggalkan Lian Xiao yang berjuang dengan seluruh anggota sekte lainnya menghadapi kehancuran, namun Fang Lin sadar jika dirinya ikut berjuang sekalipun tidak akan menghasilkan apapun sebab dia sudah tahu jika tidak lama lagi, sekitar tiga sekte besar lainnya juga akan datang untuk menyerang Awan Petir Langit, dan Fang Lin yakin jika tujuan mereka semua adalah sama, yaitu ingin merebut Spirit Core Divine Beast yang langka tersebut.

Spirit core Divine Beast memiliki keistimewaan tersendiri, siapapun yang dapat melakukan penyatuan dengan Spirit Core Divine Beast, maka kekuatan akan melambung tinggi, apalagi jika orang tersebut memiliki spirit root elemen api dan petir, maka dia akan sanggup naik ke tingkat yang lebih tinggi, hanya saja sebagai akibatnya, Feniks Petir akan musnah, karena itu Lian Xiao tidak melakukan penyatuan dengan Spirit Core milik Feniks Petir sebab dia tidak mau Feniks Petir harus lenyap hanya karena nafsunya yang ingin menjadi lebih kuat.

"Maafkan saya penatua..!" kata Fang Lin seraya menangkupkan tangannya ke arah Lian Xiao dan dengan berat hati Fang Lin pergi meninggalkan Lian Xiao.

Lian Xiao menghela nafas panjang seraya menatap Feniks Petir yang berada di tidak jauh darinya kemudian dia kembali menatap Fang Lin seraya bergumam, "Aku merasa kekuatan petir berikutnya akan terlahir dari anggota keluarga mu Fang Lin, jadi aku percayakan Inti Roh Feniks Petir padamu agar kelak Spirit Core itu bisa menemukan pemilik yang sebenarnya!" gumam Lian Xiao kemudian dia mengangguk kepada Feniks Petir dengan tersenyum penuh kebebasan.

Feniks Petir melebarkan matanya dan kemudian dia segera memahaminya lalu membalas anggukan Lian Xiao seraya berkata, "Mari kita bertarung bersama-sama sampai akhir!" kata Feniks Petir kemudian seluruh tubuhnya melepaskan petir ungunya dan petir ungu tersebut menyambar ke segala arah.

Lian Xiao segera menaiki punggung Feniks Petir dan kemudian keduanya melakukan serangan gabungan petir ke arah Xuan Lio.

Xuan Lio jelas tidak tahu jika sebenarnya incarannya sudah dibawa pergi oleh Fang Lin, dan dia dengan tubuh iblis kebangkitan dari Sekte Iblis Lembah Darah melawan Lian Xiao dan Feniks Petir dengan sangat sengit.

Setelah beberapa saat kemudian, tiga sekte besar aliran hitam lainnya juga datang dan bergabung dengan Xuan Lio untuk mengalahkan Lian Xiao yang sangat kuat.

Hanya saja tidak peduli seberapa kuatnya Lian Xiao dan Feniks Petir, dia tidak akan mungkin sanggup jika harus melawan empat kekuatan besar sekaligus, kecuali dia sudah menyempurnakan Spirit Root Elemen petir nya dengan Sprite Core Feniks Petir, maka empat lawan satu tidak akan jadi masalah, hanya saja Lian Xiao tidak ingin berpisah dengan Feniks Petir, dia lebih memilih hidup dan mati bersama.

Seperti yang telah diperkirakan jika Lian Xiao tidak akan sanggup melawan semuanya seorang diri, dia dan Feniks Petir akhirnya kalah dan mati bersamaan, dan dugaan Lian Xiao sebelumnya ternyata memang benar jika Xuan Lio sebenarnya mengincar Spirit Core Feniks Petir, walau sebelumnya Xuan Lio beralasan bahwa dia merasa sakit hati atas penolak Lian Xiao, namun Lian Xiao bukanlah orang yang baru dalam dunia Cultivator.

Fang Lin sendiri pergi secara diam-diam bersama anggota muda lainnya serta orang-orang yang tidak memiliki kemampuan apapun dengan mengarungi samudra luas menuju ke Benua lain.

Mereka akan berhenti di setiap pulau hanya sekedar membeli kebutuhan di perjalanan, dan pada akhirnya perjalanan mereka berakhir di salah satu benua yang bernama Benua Dataran Hijau yang terletak di ujung benua timur.

Fang An

Demi keamanan seluruh rombongan dan juga dirinya, Fang Lin lebih memilih hidup menjadi orang biasa, dia yakin jika sekte dari Benua Bintang Terang pasti akan mencari jejaknya, terutama Sekte Iblis Lembah Darah yang memiliki kekuatan misterius sekaligus salah satu sekte Aliran Hitam paling kuat di Benua Bintang Terang.

Fang Lin sudah tidak tahu lagi akan bagaimana kondisi Sekte Awan Petir Langit, apakah bisa bertahan atau sudah hancur, yang jelas dia saat ini dia harus benar-benar menjaga Spirit Core Divine Beast dengan baik.

Fang Lin mewariskan Spirit Core Divine Beast kepada garis keturunannya, dan keluarga Fang akhirnya mulai berkembang dan menyebar ke berbagai daerah, sedangkan Fang Lin sendiri meninggal di usia 137 tahun.

Setelah Beratus-ratus tahun berlalu, tragedi di wilayah Benua Bintang Terang mulai terkubur, selain Fang Lin dan para rombongannya, tidak ada yang tahu kejadian tersebut, apalagi jarak antara Benua Bintang Terang dengan Benua Daratan Hijau sangatlah jauh, jadi orang-orang di Benua Daratan Hijau tidak ada yang mengetahui tragedi tersebut, dan sekarang semua itu ikut terkubur dengan Fang Lin dan para anggotanya dan hanya menyisakan dongeng semata.

***

Desa Shengming adalah salah satu desa terpencil yang berada di wilayah Kota Chang Lan, nama Shengming sendiri diambil dari tanahnya yang subur, karena itu diberi nama desa Shengming yaitu kehidupan.

Saat ini di tanah bukit lapang, seorang pemuda berusia 12 tahun sedang duduk menemani ayahnya yang sedang membuat sebuah kertas Mantra Sihir, nama pemuda tersebut adalah Fang An, sedangkan ayahnya bernama Fang Xian.

"An'er, ambilkan Tinta emas disana!" kata Fang Xian.

Fang An segera mengambilkan tinta emas yang berada di dekat tumpukan kertas kuning kemudian menyerahkannya kepada ayahnya, "Terima kasih," kata Fang Xian dengan tersenyum lembut.

"Xian..! Kenapa kamu mengajak An'er kesini tanpa memberitahukan ku terlebih dahulu?" suara seorang wanita dengan nada berteriak terdengar dari arah bawah kaki bukit.

"Aduh gawat, sepertinya ibumu sangat marah, ayo cepat kamu ambil bukumu dan belajar!" kata Fang Xian kemudian dia juga bergegas membereskan barang-barang kerjaannya lalu memasukkannya ke dalam Cincin penyimpanan Bumi.

Tidak lama setelah itu, seorang wanita datang dengan ekspresi wajah marah dan menatap kearah Fang Xian dengan tatapan tajam, melihat tatapan tajamnya, tenggorokan Fang Xian sedikit bergulir menelan seteguk air liur, walau wanita yang datang itu terlihat sangat cantik, namun pesona kecantikan itu akan berubah seperti wajah seekor harimau yang sedang marah.

"Yin'er aku akan menjelaskannya, jadi tolong dengarkan dulu!" kata Fang Xian.

"Hem.. Apa kamu pikir aku akan percaya dengan penjelasan mu? Dimana-mana namanya anak belajar itu ya di rumah bukan di atas bukit! Kamu pasti sengaja membawa An'er kesini agar dia mau mempelajari cara membuat Kertas Mantra Sihir bukan?" kata wanita tersebut yang bernama Fang Yin, dan nama lengkapnya Fang Yin Yin, istri Fang Xian sekaligus ibu Fang An.

"Hahaha.. kamu itu terlalu berprasangka buruk padaku, aku ini adalah ayahnya, dan tentu saja aku juga ingin Fang An menjadi anak terpelajar, tapi aku juga ingin dia menjadi seorang ahli Kultivasi!" kata Fang Xian.

Walau Fang Yin melihat Fang An sedang belajar, namun dia sudah tahu kalau Fang An tidak benar-benar belajar, ini sudah kesekian kalinya Fang Xian membawa Fang An ke bukit, padahal Fang Lin ingin anaknya menjadi seorang yang terpelajar agar memiliki masa depan yang lebih jelas.

Namun bukan berarti Fang Yin tidak ingin Fang An menjadi seorang ahli Kultivasi, sebab hal itu juga dibutuhkan demi menjaga diri.

"An'er, ayo pulang dengan Ibu!" ajak Fang Yin.

"Aku disini saja bersama ayah!" jawab Fang An.

"An'er, apakah sekarang kamu sudah tidak mau mendengarkan ibu lagi? An'er sudah tidak sayang ibu lagi?" tanya Fang Yin.

Fang An hanya menggelengkan kepalanya kemudian dia dengan menundukkan kepala menghampiri ibunya.

"Ayo kita pulang!" ajak Fang Yin dan Fang An hanya bisa menurut tanpa berani lagi membantah ibunya.

Fang Yin baru saja melangkah sekitar lima langkah setelah itu dia menoleh kembali ke arah suaminya seraya berkata, "Tadi ada orang-orang dari Klan Mu ingin mengambil pesanan Kertas Mantra Sihir, sekarang mereka ada di toko!" kata Fang Yin.

"Owh aku jadi lupa jika hari ini Klan Mu akan datang, baik Terima kasih aku akan segera kembali ke toko!" kata Fang Xian kemudian dia segera berangkat ke tokonya sedangkan Fang Yin dan Fang An menyusul di belakang.

***

Sudah puluhan tahun keluarga Fang melakukan bisnis Kertas Mantra Sihir, barang yang dijual relatif murah karena itu banyak para orang yang tergiur akan harga yang ditawarkan, terutama mereka yang masih baru belajar memasuki dunia Cultivator.

Harga yang relatif murah itu sangat wajar mengingat kualitas Kertas Mantra Sihir milik keluarga Fang yang hanya berada di peringkat kelas 3, walau demikian bukan berarti keluarga Fang tidak memiliki Kertas yang memiliki kualitas sihir peringkat yang lebih baik..

Kertas sihir dibagi menjadi empat peringkat i, yaitu.

Kertas Mantra Sihir Qi, kelas 1 sampai 3.

Kertas Mantra Sihir Ling, kelas 1 sampai 3.

Kertas Mantra Sihir Zhi, kelas 1 sampai 3.

Kertas Mantra Sihir Dao, namun tidak memiliki kelas apapun.

Hanya saja Kertas Mantra Sihir Dao sangat sulit untuk membuatnya, apalagi menemukan keberadaan kertas tersebut, hanya orang-orang tertentu yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi untuk membuat Kertas Mantra Sihir Kelas Dao, dan itu pun hampir mustahil untuk dilakukan.

Mengingat batas kemampuan yang dimiliki oleh Fang Xian hanya mampu membuat hingga ke Kertas Mantra Sihir Ling, itu wajar jika dirinya sering mendapatkankan banyak permintaan, walau kebanyakan permintaan pesanan hanya sebatas Kertas Mantra Sihir Qi kelas 1 sampai 3.

"Maaf-maaf, aku tadi sedang ada urusan Tuan Mu, mari kita masuk kedalam!" kata Fang Xian setelah tiba di tokonya dan mempersilahkan orang-orang dari Klan Mu yang menunggunya di depan toko.

"Hahaha.. Tidak apa-apa Tuan Fang, aku tahu kesibukanmu yang padat, terlebih lagi kamu masih harus mengurus Tuan muda Junior Fang bukan?" kata Pria berkumis tebal dan berbadan kekar, namanya adalah Mu Sha, salah satu anggota Klan Mu.

"Kalian bertiga tunggu disini saja, biar aku sendiri yang masuk dengan tuan Fang kedalam!" kata Mu Sha kepada ketiga rekannya.

Ketiga rekannya membungkuk, mereka bertiga kembali berdiri di sebelah pintu toko, tidak ada satupun dari mereka yang mengkhawatirkan sesuatu yang buruk kepada Mu Sha, karena sejak dulu Klan Mu dan Klan Fang sudah sering melakukan transaksi seperti ini, bisa dibilang usaha Klan Fang dalam bisnis tidak luput dari bantuan Klan Mu, kedua Klan tersebut saling membantu satu sama lain, karena itu Klan Fang bisa berkembang dalam waktu seratus tahun terakhir.

"Tuan Mu, ini Dua Puluh Kertas Mantra Sihir Qi Kelas 3 yang kamu pesan dua hari yang lalu, semuanya terisi Mantra Sihir Elemen Tanah Kelas 3, terimalah!" kata Fang Xian seraya menyerahkan Kertas Mantra Sihir Qi nya kepada Mu Sha.

Mu Sha menerimanya dengan senang hati, dia menyimpan semua Kertas tersebut ke dalam cincin penyimpanan Bumi nya setelah itu dia melihat-lihat kertas lainnya yang berada di atas Rak toko.

"Tuan Fang, apakah tuan juga memiliki Kertas yang lain, seperti Kertas Mantra Sihir Zhi?" tanya Mu Sha.

"Hahaha.. Mana mungkin aku memilikinya, kemampuanku saja saat ini hanya berada di Tahap Yu Zhi Tingkat 4, jadi mana bisa aku mampu membuat Kertas Mantra Sihir Zhi, kecuali aku sudah mampu naik ke Tingkat 7 atau puncak 9 Yu Zhi, itu mungkin bisa aku lakukan!" jawab Fang Xian seraya tertawa pahit.

"Aku hanya iseng saja bertanya, siapa tahu ada keajaiban dan kamu bisa membuat kertas tingkat Zhi tersebut!" kata Mu Sha.

Mu Sha berjalan ke arah salah satu kertas berwarna emas kemerahan lalu memperhatikannya, setelah diperhatikan baik-baik, Mu Sha mengetahui jika itu adalah Jenis Kertas Mantra Sihir Ling Kelas 1.

"Tuan Fang, seminggu lagi Kerajaan akan mengadakan pelelangan, apakah kamu tidak tertarik untuk menjual beberapa barang yang paling istimewa milikmu disana? Aku rasa Kertas Mantra Sihir Ling ini juga banyak peminatnya, bagaimana?" tanya Mu Sha.

"Aku…!?" Fang Xian merasa ragu, sebab disana pasti ada barang-barang yang lebih bagus daripada barang miliknya.

Mu Sha melirik Fang Xian kemudian dia tersenyum padanya seraya berkata, "Kamu tidak perlu mengkhawatirkan akan saingan yang lainnya, kami adalah salah satu pelanggan setia sudah mengakui kelebihan dan kualitas barang sihirmu, kalau masalah Klan Hun, aku yakin kamu pasti bisa menyainginya!" kata Mu Sha.

"Iya tapi..!" Fang Xian masih merasa ragu, sebab Klan Hun adalah Klan besar dan memiliki banyak cabang usaha toko penjualan Kertas Mantra Sihir yang sama dengannya, terlebih lagi Klan Hun adalah salah satu saingan bisnisnya dalam usaha pembuatan serta penjualan Kertas Mantra Sihir.

"Ayolah Tuan Fang! Bukankah kamu ingin mengumpulkan banyak biayanya untuk sumber daya bagi putramu Tuan muda Fang An? Ini adalah satu-satunya kesempatan mu untuk terjun ke dunia pelelangan," kata Mu Sha.

Fang Xian berpikir sejenak, saat ini dia memang membutuhkan banyak sumber daya untuk latihan Fang An, walau Fang An masih belum masuk ke Sekte manapun, namun setidaknya dia masih bisa mendapatkan pelatihan di rumah, masalahnya bakat alami Fang An masih belum diketahui, dan Spirit Root Elemen apa yang dimiliki oleh Fang An.

"Baiklah, aku akan ikut berpartisipasi di pelelangan itu, empat hari lagi aku akan menemui pengurus pelelangan serta akan membawa barang-barang terbaikku!" kata Fang Xian.

"Itu baru kabar bagus, kalau begitu kami akan menunggu barang-barang mu di pelelangan Tuan Fang, sampai bertemu lagi disana," kata Mu Sha.

"Baik terima kasih, salah untuk Tuan Mu Yuan," ucap Fang Xian.

Mu Sha mengangguk kemudian dia berbalik dan berjalan keluar setelah itu dia dan ketiga rekannya pergi meninggalkan toko Fang Xian.

Setelah Mu Sha sudah tidak terlihat, Fang Xian menghela nafas panjang, dia melihat ke arah puncak menara istana yang jauh, karena desa Shengming berada di dataran tinggi, jadi menara tersebut masih bisa dilihat, itu adalah puncak menara Kerajaan Chang Lan.

"Pelelangan ya! Baiklah demi Fang An aku akan membuat barang-barang terbaik untuk di jual di pelelangan!" gumam Fang Xian kemudian dia masuk kedalam untuk membuat Kertas Mantra Sihir dan akan mencoba membuat Kertas Peringkat Kertas Mantra Sihir Ling Kelas 3, atau jika mampu akan membuat yang Kertas Mantra Sihir Zhi setidaknya Kelas 1.

Kota Chang Lan

Selama tiga hari tiga malam Fang Xian tidak tidur hanya untuk membuat Kertas Mantra Sihir Ling, selama tiga hari itu, dia berhasil membuat Lima Kertas Mantra Sihir Ling Kelas 1, Tiga Kelas 2 dan dua Kelas 3.

Padahal melihat kemampuan yang dimiliki oleh Fang Xian yang hanya berada di Tahap Yu Zhi Tingkat 4, seharusnya cuma itu batasan yang mampu dia kerjakan, hanya saja Fang Xian merasa yakin jika dirinya pasti bisa membuat Kertas Mantra Sihir Zhi, didukung dengan keinginan yang tinggi, alhasil Fang Xian berhasil naik ke Tahap Yu Zhi Tingkat 5 dan juga berhasil membuat Kertas Mantra Sihir Zhi Kelas 1.

Walau hanya satu lembar saja, itu sudah termasuk pencapaian yang sangat luar biasa, bagi Fang Xian keberhasilan dengan usaha sendiri memiliki harga yang tak ternilai.

"Huff… Akhirnya aku berhasil juga, Ini adalah Kertas Mantra Sihir Elemen Tanah Kelas 1 pertama ku, kertas ini akan mampu mengeluarkan sihir Tanah hisap yang sangat kuat, setidaknya orang yang masih berada di tahap Yu Zao, Yu Zhe hingga Yu Zhi akan terhisap oleh sihir Tanah ini!" gumam Fang Xian kemudian dia menyimpan baik-baik kertas Mantra Sihir tersebut.

"Yu Zhi Tingkat 5, usaha yang tidak sia-sia!" batin Fang Xian dengan tersenyum lebar di balik wajah letihnya.

Fang Xian melangkah keluar kamar dengan tubuh yang terlihat sangat kelelahan, fisiknya mungkin terlihat sehat, namun mentalnya karena tidak tidur selama hampir tiga hari tiga malam, atau lebih tepatnya Tiga Hari Empat malam membuat mentalnya sangat kelelahan.

"Ayah sudah selesai?" Fang An yang sedang belajar di dekat meja kamar segera menghampiri ayahnya.

"Iya! Mana ibumu?" tanya Fang Xian.

"Ada di dalam dapur!" jawab Fang An.

Fang Xian mengangguk kemudian dia mengusap kepala anaknya seraya berkata, "Doakan ayah agar jualan ayah di pelelangan sukses, nanti ayah akan membelikan mu sumber daya untuk melatih mu supaya kamu cepat naik ke Tahap Yu Zao Tingkat 9," kata Fang Xian.

"Em, baik ayah An'er pasti akan mendoakan ayah!" kata Fang An yang merasa sangat senang.

Dalam metode peningkatan tahapan Kultivasi ada 12 tahap, enam tahap (Yu), memiliki enam tahap yang berbeda juga yaitu.

Zao, Zhe, Zhi, Zha, Zhu, Jing.

Setiap tahap masing-masing memiliki sembilan tingkatan yaitu Tingkat 1 sampai Tingkat 9, dan setelah mencapai puncak Tingkat 9 di Tahap (Yu Jing), maka seseorang akan memiliki kesempatan untuk naik ke tahap berikutnya yaitu Tahap (Xu).

Berbeda dengan Tahap (Yu), Tahap (Xu) hanya memiliki tiga tahap, yaitu.

Hun, Qin, dan Tin.

Untuk tingkatannya sama seperti yang poin pertama yaitu Tingkat 1 sampai Tingkat 9, setelah berada di puncak Tingkat 9 (Xu Tin), maka kesempatan untuk naik ke tahap berikutnya masih belum bisa dipastikan, karena setelah Tahap (Xu), sangat sulit untuk bisa naik ke akhir yang memiliki tiga tahap, hanya orang-orang yang memiliki bakat serta potensi yang tinggi, atau bisa disebut orang-orang jenius yang mendapatkan anugerah dari langit yang mampu mencapai tiga tahap akhir.

Untuk kasus Fang An sendiri yang baru mencapai Tahap Yu Zao Tingkat 3 sangat sulit untuk mengetahui Spirit Root Elemen yang ia miliki, karena tahap Yu Zao adalah tahap awal dalam penempaan tubuh.

Untuk bisa menaikkan setiap tingkatan, ada tiga cara, yang pertama berlatih sekeras mungkin hingga mencapai batas, namun hasilnya sangat maksimal, terlebih lagi setiap tingkatan bisa naik saat sedang bertarung, karena saat bertarung Qi yang di berkumpul di dalam Dantian akan menyebar luas, tapi semuanya tergantung akan jenis metode apa yang digunakan oleh seseorang tersebut dalam mengumpulkan Qi.

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan Pil, ramuan serta rempah-rempah ajaib buatan Alchemist, hanya saja untuk mendapatkan Pil unik tersebut juga sulit dan mahal.

Yang ketiga yaitu dengan cara meditasi, cara ini hanya untuk orang-orang yang sudah mencapai Tahap Yu Zhi Tingkat 9 dimana orang yang sudah mencapai tahap itu harus mampu mengendalikan Spiritualnya, jika sudah mencapai tahap Yu Zha, maka latihan berikutnya akan semakin lebih lambat dan juga sulit.

"Iya sudah, ayah mau istirahat dulu sejenak, apakah kamu nanti juga mau ikut ke kota?" tanya Fang Xian.

Fang An mengangguk dengan tersenyum lebar memamerkan giginya, ada satu hal yang menarik dari Fang An, yaitu warna rambutnya yang berwarna putih perak, hanya Fang An sendiri yang terlahir berbeda dengan yang lainnya, namun itu tidak jadi masalah bagi Fang Xian dan Fang Yin.

Fang Xian berjalan ke belakang untuk membersihkan diri setelah itu dia akan beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisinya, sedangkan Fang An yang sudah tidak sabar untuk pergi ke kota segera menyelesaikan pelajarannya karena siang harinya mereka akan segera berangkat ke Kota Chang Lan.

***

— Kota Chang Lan —

Perjalanan dari Desa Shengming ke Kota Chang Lan membutuhkan waktu hampir setengah hari perjalanan dengan menggunakan kereta kuda.

Fang Xian dan keluarganya tiba di Kota Chang Lan tepat matahari sudah tenggelam, dan mereka bertiga langsung menuju ke rumah Klan Fang yang berada di pinggiran kota.

Saat tiba di depan rumah Klan Fang, ternyata disana sedang ada keramaian,Fang Xian dan Fang Yin tidak langsung turun dari kereta setelah melihat rumah kerabat mereka yang agak ramai.

"Bukankah mereka itu adalah orang-orang dari kelompok Valley of Ghosts Kenapa mereka berada disini?" gumam Fang Xian sembari memperhatikan situasi.

"Sudah jelas bukan! Kelompok Lembah Hantu adalah kelompok sewaan, jika saudara Fang Zui tidak menyewa mereka, mungkin mereka di sewa seseorang untuk membuat kekacauan kepada Saudara Fang Zui," kata Fang Yin.

"Emm.. aku tahu itu, sebaiknya kamu jangan turun, tetaplah disini bersama An'er, aku akan kesana!" kata Fang Xian.

"Hati-hati, mereka semua rata-rata berada di tahap Yu Zao Tingkat 9 dan beberapa ada yang sudah berada tahap Yu Zhe Tingkat 5 dan yang terkuat ada satu orang, mungkin dia pemimpin kelompok ini, kekuatan berada di Tahap Yu Zhi Tingkat 2," kata Fang Yin, walau Fang Yin terlihat seperti manusia biasa, namun sebenarnya dia adalah seorang Cultivator, hanya saja dia adalah tipe Pengamat, atau biasa disebut tipe sensor.

Ada beberapa jenis Cultivator, yaitu Tipe Petarung jarak dekat, Petarung jarak jauh, tipe Sensor, dan Medis.

Tipe Sensor berguna untuk memantau pergerakan serta mengukur kemampuan lawan, tidak peduli seberapa hebatnya orang itu menyembunyikan Qi nya serta tingkatannya selama masih berada di Tahap yang sama, tipe sensor tetap akan mengetahuinya, terlebih lagi jenis Cultivator tipe Sensor juga berguna untuk mencari jejak musuh yang menghilang.

Lain lagi dengan tipe medis yang kebanyakan adalah dari kalangan angin murid Alchemist.

Fang Xian turun dari keretanya kemudian berjalan menghampiri para Kelompok Lembah Hantu dengan penuh waspada, setelah cukup dekat ternyata Fang Zui sedang berbicara dengan salah satu dari mereka.

"Hah.? Saudara Fang Xian, kenapa kamu tidak memberi kabar kalau mau datang sekarang?" tanya Fang Zui yang terkejut saat melihat keberadaan Fang Xian.

"Maaf saudara Fang Zui, ini memang mendadak, tapi Kenapa para Kelompok Lembah Hantu berada disini?" tanya Fang Xian.

"Owh! Sebenarnya mereka disini karena aku akan menyewa jasa mereka saat di pelelangan nanti, aku mendengar kabar jika kamu akan ikut berpartisipasi dalam acara lelang tersebut, jadi aku mempersiapkan mereka untuk berjaga-jaga sebab Klan Hun pasti akan mencari masalah di acara itu nanti!" kata Fang Zui.

Fang Xian menghela nafas lega mendengarnya, dia tidak menduga jika kerabatnya akan menyewa jasa dari Kelompok Lembah Hantu yang terkenal sangat kuat di wilayah Chang Lan, namun dia juga sangat penasaran, dari mana Fang Zui mengetahui akan dirinya yang akan ikut berpartisipasi dalam acara lelang nantinya?.

"Saudara Fang Zui, apakah kamu mendengar kabar itu dari Klan Mu?" tanya Fang Xian.

"Iya tepat sekali, ah sudahlah kamu pasti tidak datang sendirian bukan? Cepat bawa masuk saudari Lin dan keponakan rambut putih kecil itu!" kata Fang Zui.

Fang Xian mengangguk kemudian dia memanggil Fang An dan ibunya untuk masuk kedalam dan Fang Zui memanggil para pelayannya untuk mempersiapkan kamar untuk mereka.

"Tuan Lao Xie, ini adalah kerabat saya dari Shengming, dia adalah ahli dalam membuat Kertas Mantra Sihir, namanya adalah Fang Xian!" kata Fang Zui memperkenalkan Fang Xian kepada ketua Lembah Hantu yang bernama Lao Xie.

"Owh jadi ini yang bernama Fang Xian yang sering dibicarakan oleh orang-orang itu? Suatu kehormatan bisa bertemu langsung dengan Tuan Fang Xian, nama ku Lao Xie, aku hanyalah ketua kelompok sementara yang akan mendampingi anda nantinya!" kata Lao Xie seraya menangkupkan kedua tangannya kepada Fang Xian.

"Ah Tuan Lao Xie terlalu memuji, saya hanya pembuat Kertas Mantra Sihir biasa saja!" kata Fang Xian sekaligus membalas dengan menangkupkan kedua tangan nya kepada Lao Xie.

"Ayah, apakah ayah tidak istirahat dulu?" tanya Fang An yang datang ke luar menemui ayahnya.

"Kamu istirahat duluan saja dengan ibumu, nanti ayah akan menyusul!" kata Fang Xian.

"Keponakan kecil, sudah dua tahun tidak bertemu kamu sudah semakin besar dan kuat, dan sekarang kamu sudah mencapai tahap Yu Zao Tingkat 3 rupanya, bagus-bagus, paman sangat bangga padamu!" kata Fang Zui seraya mengusap rambut Fang An yang putih.

"Terima kasih paman," kata Fang An.

"Kalau begitu masuklah kedalam!"

"E, em..!" jawab Fang An seraya mengangguk lalu melangkah ke dalam meninggalkan para orang tua di luar.

"Andai Yin'er tidak menyita waktunya untuk lebih banyak belajar buku, mungkin saat ini An'er sudah mencapai tahap Yu Zao Tingkat 5!" kata Fang Xian.

"Hahaha..! Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Lagi pula belajar itu juga penting, kalau begitu mari kita minum arak dulu!" kata Fang Zui kemudian mereka semua sama-sama menikmati arak hingga sepertiga malam sebelum akhirnya semuanya mulai beristirahat masing-masing, sebab besok Fang Xian harus pergi ke tempat pengurus pelelangan di dalam kota untuk menyerahkan barang yang akan dia jual di pelelangan sekitar lima hari lagi dalam kota.

***

Maaf, demi menanggapi komentar para reader saya akan usahakan sedikit demi sedikit merubah tata bahasa US ke ID, soalnya tidak bisa sekaligus berubah karena ini adalah remake ya tiga kalinya, mungkin dari yang ke bab 4 dan seterusnya penyampaiannya sudah kembali normal seperti keinginan kalian. 🙏

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!