NovelToon NovelToon

Yang Terkuat Di SMA

Chapter 01 : Siswa Pindahan Itu Sangatlah Menyebalkan

Di jalanan yang dipenuhi banyak siswa siswi yang mengenakan seragam sekolah seorang pemuda sedang asyik berjalan tanpa memperhatikan sekelilingnya.

Pria itu memiliki rambut hitam acak-acakan seolah memang sengaja dibuat seperti itu, mengenakan blazer hitam seperti kebanyakan orang di sekelilingnya, jika sekolah biasa selalu mengenakan perpaduan seragam putih abu-abu di sekolah ini memiliki seragam putih hitam. Untuk laki-laki mengenakan celana panjang dengan dasi panjang sementara untuk perempuan mengenakan rok bermotif kotak-kotak serta dasi kupu-kupu.

Tidak ada aturan khusus dalam berpakaian setiap siswa perempuan bisa mengenakan rok pendek yang mereka sukai, berdandan seperti mereka mau dan rambut tidak perlu takut dirazia kemudian dijadikan biksu style semuanya bebas, bagaimanapun sekolah yang mereka kunjungi adalah salah satu sekolah berandalan yang disebut sebagai SMA TIMUR.

Walau sekolah berandalan bukan berarti mereka hanya pandai berkelahi fakta mereka menjadi sekolah unggulan tidak pernah terbantahkan, banyak prestasi yang telah mereka raih di kanca mancanegara dan karena itulah SMA ini tidak terlalu ketat dalam peraturan selagi mereka bisa memberikan kontribusi pada negara, lagipula berpenampilan rapih tidak akan membuatmu menjadi siswa jenius atau teladan, itulah yang dipikirkan pemuda yang dengan senang memainkan yoyo di tangannya tersebut.

Dia melewati beberapa siswi yang sedang mengobrol tentang apa yang mereka lakukan selepas sekolah dan beberapa pria yang saling melemparkan candaan. Dilihat manapun ini adalah sekolah yang normal, sampai di depan gerbang seorang pria besar mengenakan pakaian olah raga sedang berdiri untuk menegur siswa-siswa yang datang.

"Oi kau, tidak boleh berlari dengan mulut mengigit roti apa kau ini hidup di komik Shoujo Ai."

"Aku belum sarapan Pak Seli."

Apa gadis itu baru memanggilnya Pak Seli?

"Dan kau! Sudah kukatakan tidak boleh membawa bola ke sekolah."

"Tapi bola adalah temanku."

"Jadi kau tipe orang yang suka menendang teman Hah? DISITA."

"Tidakkkk!"

Penuh dramatisir di sana, di titik tertentu sekolah masih menjaga takut-takut ada orang yang membawa senjata tajam.

Sekarang guru bertubuh besar itu menatap pemuda tersebut selagi menyeringai senang, dia menjulurkan tangannya meminta dia untuk menyerahkan yoyo-nya.

Pemuda itu berbalik menyeringai.

"Biar kuperlihatkan teknik memukau, loop the loop."

"Wow~"

"Menara Monas."

"Amazing~"

"Sneaker."

"Sneaker merek sepatu... Oh yeah~"

Dan pemuda itu tersenyum puas lalu guru itu berteriak.

"DASAR BODOH! cepat berikan yoyo itu kau tidak tahu tidak boleh membawa barang apapun ke dalam sekolah, dan biarkan aku melihat tasmu kau seperti tipe pemuda yang akan membawa majalah dewasa kemari"

"Lu mau bilang wajah gue jelek, Gue bukan orang seperti itu lagipula yoyoku tak akan kuberikan pada siapapun," balasnya dengan gaya raper.

"Lu berani juga pada guru, Saha Maneh? Imah Di mana?"

"Ngaran maneh nu saha?"

Ketika mereka bertengkar seorang wanita berpenampilan seperti wanita karir muncul dari mobil, ia memiliki rambut coklat sebahu dan terkesan penuh aura wibawa dan di saat yang sama memiliki aura membunuh tingkat dewa bagaimanpun setiap guru di sini adalah berandalan ternama di eranya sendiri.

Fakta bisa menjadi guru juga cukup mencengangkan untuk sebagian orang.

"Apa yang sedang kalian lakukan di luar, sekolah sebentar lagi akan dimulai."

"Ibu Kepala Sekolah, pemuda ini tidak mau memberikan yoyo-nya sebagai mana peraturannya tidak boleh ada yang membawa barang ke sekolah."

Wanita yang disebut kepala sekolah melirik ke arah pemuda tersebut lalu mendesah pelan.

"Kau siswa pindahan yang dikatakan itu."

"Benar, namaku Nio."

"Baiklah, kau bisa membawa yoyomu sebagai pengecualian, ikut aku ke ruanganku."

"Baik."

"Pak Seliadi."

"Aku akan segera pergi ke kelas."

Jadi namanya pak Seliadi panggilan Seli sama sekali tidak cocok dengannya.

Hanya keheningan yang terasa setelahnya.

Chapter 02 : Kepala Sekolah Ini Jelas Mengerikan

"Itu mengejutkan bahwa orang sepertimu mau masuk ke sekolah seperti ini, kau adalah anak dari diplomat terkenal dan juga kau termasuk siswa jenius yang bahkan melebihi siswa di sini."

"Anda terlalu berlebihan kepala sekolah, aku hanya siswa biasa dan kebetulan aku benci sesuatu yang disebut peraturan terlalu ketat."

"Aku bisa mengerti hal itu."

Di saat Nio kecil ia selalu mendapatkan tingkat kedisiplinan tertentu, dia bahkan tidak bisa keluar sebagaimana orang lain lakukan.

Ini adalah kehidupan yang berbeda yang sangat ia dambakan sejak lama. Membuatnya terbuang sia-sia adalah hal yang tidak ingin dia lakukan.

Alasan kenapa dia bisa masuk ke tempat ini juga semuanya karena pengaruh kepala sekolah ini.

"Kau sudah ditolak berbagai sekolah hanya sekolah ini yang mau menerimamu, apa kau tahu apa itu artinya?"

"Tentu, Bu kepala sekolah pasti memiliki sesuatu untuk diminta padaku bukan?"

"Tepat sekali."

Alih-alih bersikap seperti seorang kepala sekolah ke murid, sikap wanita itu lebih terlihat seperti seorang yang berada di kasta tinggi dalam organisasi militer, ia duduk selagi menyilakan kakinya sementara tangannya dia letakkan di depan sejajar dengan mata seolah sedang menilai.

Di mejanya terdapat papan namanya sendiri bertulis Ester Walter yang menandakan dirinya bukan seutuhnya orang Indonesia asli.

Jika ditanya wajahnya lebih ke arah orang Jerman, Francis atau negara Eropa lainnya.

"Jadi apa yang harus kulakukan?"

"Kau tahu di wilayah kota ini masih ada tiga sekolah lagi yang cukup bergengsi dan masing-masing kita saling bertarung dalam perkelahian serta nilai terbaik maka dari itu aku ingin kau merubahnya, aku pikir kau adalah orang yang tepat untuk melakukannya."

"Jangan bilang kau ingin menyuruhku menyerang mereka."

"Tidak, aku ingin kau untuk membuat perdamaian di kota ini dengan cara mengalahkan mereka semua."

Wajah Nio mengutarakan ekpresi kekesalan, mau tidak mau itu artinya adalah bahwa dia harus berkelahi.

"Kau pasti bercanda?"

"Pertempuran di sekolah ini terjadi karena semua orang berniat untuk menjadi terbaik di antara yang lainnya."

Ester berdiri dari kursinya lalu berjalan ke dekat jendela untuk membuka tirai yang sebelumnya membuat ruangan ini gelap gulita hingga menampilkan cahaya menyilaukan dari belakangnya.

Dia melanjutkan.

"Jika kau berhasil kau bisa menyatukan semua orang bahkan antara sekolah."

"Bukannya lebih baik untuk sekolah saling mendatangi perdamaian."

"Hal seperti itu tidak akan pernah terjadi di dunia ini kekuatan akan menguasai segalanya, aku mengatakan ini karena aku percaya denganmu misal jika seseorang yang melakukannya adalah orang yang buruk apa yang terjadi?"

"Aku memastikan bahwa hirarki akan diterapkan di semua sekolah."

"Yap itulah yang ditakutkan semua orang, semua staf sekolah tidak bisa melakukan apapun kami hanya bertindak sebagai pengawas sisanya kalian sendiri yang menentukannya."

Bahkan disekolah ada pertempuran yang mengerikan yang melebihi menebak seberapa nilai yang kau dapatkan di akhir ujian, Nio berfikir demikian saat dia menggaruk kepalanya kesal.

"Aku pikir aku bisa mendapatkan sekolah yang lebih normal, berkat ayahku dia membatalkan semua permintaanku untuk pindah dari sekolah yang ditentukanku."

"Aku membujuk ayahmu dan ia tidak bisa melawanku."

Itu membuat Nio penasaran dengan apa yang telah dia lakukan hingga membuat ayahnya berubah pikiran namun menanyakannya akan berbahaya.

Lagipula insting bertahan hidup Nio telah memperingatkan bahwa wanita di depannya bukan orang biasa, dia mungkin memiliki beberapa hal licik di dalam kepalanya meski demikian hal yang disebut kedamaian yang dikatakannya tidaklah berbohong jika sekolah bisa bersatu maka semua orang bisa berpergian ke wilayah manapun dan bisa berbaur satu sama lain khususnya untuk para siswa, dan jika masalah persaingan siapa yang menjadi sekolah terbaik bisa ditentukan dengan acara yang lebih baik seperti perlombaan atau kegiatan festival sekolah.

Nio mengerti hal itu dengan baik, sebagai tanggapannya dia memberikan satu pertanyaan yang lain.

"Lalu dimana aku harus memulai?"

"Cukup mudah... bergabunglah dengan anggota OSIS."

Ester tersenyum kecil membuat Nio terdiam beberapa saat dengan wajah kaku yang bisa dia buat.

Sungguh itu senyuman kematian yang mengerikan.

Chapter 03 : Meja Di Belakang Memang Yang Terbaik

Sinar matahari pagi yang hangat menyelinap dari jendela yang tertutup, di kelas yang terasa ramai berubah menjadi sepi saat seorang guru dan murid memasukinya.

Semua menunjukkan wajah keheranan pasalnya jika seseorang baru pertama kali masuk ke kelas asing mereka akan sedikit gugup namun tidak dengan murid ini.

Walau sekolah berandalan hal seperti kepribadian orang tidaklah berbeda dan sebagian orang juga tidak sedikit yang masih ingin berada di batas siswa normal pada umumnya tapi pemuda yang mengakui dirinya sebagai siswa pindahan tidak peduli dengan hal itu.

Ia hanya ingin hidup seperti apa yang dia inginkan.

"Namaku Nio, aku tadinya bersekolah di luar kota tapi aku pikir untuk pindah kemari di semester dua jadi mohon bantuannya, tidak ada yang menarik denganku, hobiku bermain yoyo dan keinginanku adalah mendapatkan pacar cantik yang memiliki tubuh sexy, imut dan juga memiliki dada di antara E--F cup saja."

Semua siswa menjatuhkan pandangannya ke bawah dan sama-sama bergumam di waktu bersamaan.

"Sampah."

Orang yang memperkenalkan dirinya tanpa malu itu bersikap seolah tak terjadi apapun dan berjalan untuk memilih bangkunya sendiri, seperti perkataannya dia duduk di sebelah gadis yang terus menyembunyikan dirinya dengan buku sementara sebelah lagi adalah jendela yang menghadap langsung ke lapangan.

Dia menyapa gadis dengan rambut ungu berponi tersebut, tubuhnya terlihat mungil dan imut dan seperti yang Nio duga dia terlihat besar di beberapa titik.

"Apa kabar?"

"....Ba-ik, itu Nio kan."

"Ah ya, namamu?"

"Meldy."

"Senang bertemu denganmu, kenapa kau menyembunyikan dirimu dengan buku?"

"Ah... maafkan aku hanya saja kau bilang mengincar gadis berukuran E--F cup."

"Lupakan saja aku cuma bercanda untuk menghilangkan ketegangan, mungkinkah kau?"

Gadis yang malu-malu itu mengangguk kecil dan Nio berteriak terkejut karena masa pubertasnya .

"Oi, jangan berisik yang di belakang."

"Maafkan aku."

Dia tidak pernah berfikir bahwa ada siswi SMA berada di tingkat itu dan semua orang menatapnya penuh kecurigaan kecuali seorang pria yang duduk di depannya yang memiliki potongan rambut pendek.

"Namaku Edo, aku suka gayamu bro. Tapi aku pikir kau harus berhati-hati mulai sekarang di sini banyak geng wanita... kau mungkin akan babak belur saat waktu istirahat."

"Apa aku akan dikirim ke rumah sakit?"

"Kupikir kau akan dibuat sekarat."

"Itu menakutkan, aku pikir aku tidak ingin jadi korbannya di sana."

Istirahat makan siang beberapa gadis kasar membawa Nio ke belakang sekolah yang sepi, mereka terlihat menyeramkan dengan rambut di warnai sedemikian rupa dan pakaian terlihat kacau.

"Kau ingin mengincar wanita, akan kutunjukan seberapa mengerikan wanita itu."

"Ugh, tolong lakukan dengan lembut."

Gedubug.

Nio jatuh kemudian dia diinjak-injak sebelum ditinggalkan begitu saja sendiri dia wilayah yang asing, dua orang yang sejak tadi memperhatikan dari jauh mendekat untuk memastikan dia masih hidup. Itu adalah gadis bernama Meldy dan pemuda bernama Edo.

"Kau baik-baik saja bro."

"Mereka menakutkan."

"Yang begitulah, bagaimanapun ini sekolah berandalan kau harus terbiasa dengan itu."

"Itu perkataan aneh kau tidak terlihat seperti berandalan, Meldy juga."

"Soal itu kami masuk ke sekolah ini karena biayanya murah namun pendidikan yang kami terima sangat baik hampir menyamai kelas internasional... aah~jangan melihatku, aku malu."

"Jadi begitu."

Edo mengulurkan tangannya untuk membantu Nio berdiri.

"Kami sering berisitirahat di sini, apa kau mau bergabung bro."

"Tentu saja."

Jika diperhatikan keduanya membawa bekal yang diletakkan di sebuah tumpukan meja yang tidak terpakai.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!