NovelToon NovelToon

Hikmah Cinta Kita

CH 1

Terima kasih Readers, sudah berkenan mampir di karya thor. Sebelum membaca karya ini di sarankan untuk membaca karya thor yang berjudul "Tak Cinta Bukan Berarti Lampu Merah" karena ini ada hubungannya dengan karya tersebut! Tapi jika tidak ingin membacanya juga tidak apa-apa.

Rayhan Yornaldhi, biasa dipanggil,"Ray".anak dari seorang pengusaha tersohor yang memiliki berbagai macam bisnis mulai dari perhotelan dan juga memiliki beberapa pabrik garment. Bisnis keluarganya tidak hanya ada di Indonesia tapi juga ada di Singapura. Ray dipercayai untuk mengurus perusahaan keluarga yang ada di Indonesia sedangkan kedua orang tuanya berada di Singapura untuk mengurus bisnisnya.

Dari kecil, Ray hidup hanya diurus oleh asisten rumah tangga mereka. Lantaran sang Mami dan Papi nya nyaris tak ada waktu untuk mengurus dirinya.

Hidup seorang diri dan menempuh pendidikan diluar negeri, membuatnya jauh dari ajaran agama yang benar. Hari-hari luangnya dipenuhi dengan bermain-main dalam dunia malam. Dunia yang memberikan hiburan disaat dirinya merasa sepi.

Tapi keadaan berubah, ketika sahabat baiknya Danu dan juga Niko mendapatkan istri sholihah, anak dari seorang pemilik pesantren. Hingga ketiga sahabat ini mendapatkan hidayah dari Alloh dan belajar ilmu agama di sebuah pesantren.

Sepulang dari pesantren, kehidupan Ray 180°berubah. Ray yang suka dunia malam kini sudah tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di dunia gelap seperti itu. Bahkan Ray lebih suka menghadiri kajian untuk menambah ilmu agama. Ray yang biasa hidup di kelilingi wanita sexy, kini justru merasa jijik melihat wanita yang memamerkan tubuhnya. Ray sangat berharap kelak bisa mendapatkan istri sholihah seperti kedua sahabatnya Danu dan Niko.

Namun, takdir berkata lain. dirinya terpaksa menerima perjodohan yang dilakukan orang tuanya lantaran perjanjian bisnis. Orang tua Ray, Bu Santi dan Pak Yudha yang tidak perduli dengan perasaan Ray dan hanya mementingkan bisnis, menjodohkan Ray dengan Bela demi menyatukan perusahaan agar bisnisnya semakin besar.

Bela, wanita yang terpaksa harus Ray nikahi adalah anak dari pak Bobby rekan bisnis Pak Yudha. Bela juga menduduki posisi CEO di perusahaan Pak Bobby yang ada di Singapura.

Sehari setelah menikah dengan Ray, Bela kembali ke Singapura tanpa ijin suaminya. Bahkan sebagai seorang pengantin baru, Bela juga tidak melakukan tugasnya sebagai seorang istri dan tidak memberikan hak yang seharusnya Ray dapat sebagai seorang suami.

Bukan Bela tidak mau melakukan tugasnya sebagai seorang istri, tapi Bela merasa tidak pantas untuk Ray, saat mengetahui suaminya adalah laki-laki yang baik dan taat beribadah. Bela merasa berkecil hati dan tidak pantas untuk Ray, Bela wanita yang terbiasa dengan pergaulan bebas, sudah melakukan hubungan yang seharusnya tidak boleh dilakukan dengan pasangan yang bukan mahram, namun Bela sudah melakukan semua itu dengan kekasihnya yang bernama "Brian".

Ya, sebelum menikah dengan Ray. Bela sudah memiliki seorang kekasih yang bernama Brian. Namun latar belakang Brian yang hanya seorang anak pegawai biasa mendapatkan penolakan dari Pak Bobby, ayah Bela.

Apalagi saat itu, perusahaan pak Bobby sedang diambang kebangkrutan dan membutuhkan suntikan Dana. Karena itu Pak Bobby meminta Bela untuk menikah dengan Ray demi menyelamatkan perusahaannya.

***

"Ray, sudah dua tahun kamu berpisah dengan istri kamu. Apa kamu tidak ingin menemuinya untuk meminta kejelasan?" tanya Danu sahabatnya.

Saat ini, Ray sedang menghadiri pesta ulang tahun Alka. Anak Danu dan Aisyah.

"Untuk apa aku mencarinya? Dia yang pergi dariku, sehari setelah pernikahan kami. Apa lagi yang harus dijelaskan? Dia memang tidak pernah menginginkan pernikahan kami. Kami menikah hanya untuk memuaskan keinginan orang tua kami," jawab Raya menghela nafas.

Dua tahun berstatus menikah tapi sekalipun tidak pernah bersama dengan istrinya. Karena Bela pergi sehari setelah pernikahan mereka.

"Apa orang tua kamu juga tidak pernah pulang?" sahut Niko bertanya.

"Pernah. Lebaran tahun lalu, Papi dan Mami pulang," jawab Ray singkat.

"Lalu kamu tidak menanyakan kenapa Bela tidak pulang?" tanya Danu.

"Tidak, sama sekali tidak ada pembicaraan antara kami. Mereka dirumah pun hanya satu hari." Ray berusaha untuk kuat. Setiap kali, harus mengingat orang tua yang tidak pernah perduli dengan perasaannya.

"Bagaimana bisa, sebagai orang tua mereka tidak perduli dengan rumah tangga kalian? Padahal kamu menikah karena perjodohan yang mereka lakukan," ucap Niko merasa heran.

"Kenapa kalian harus heran? Dari aku kecil sampai sekarang, apa kalian pernah tau mereka khawatir padaku? kalian sudah lama berteman denganku, kalian tau bagaimana hidupku,"

"Bagi mereka, aku tidak sepenting bisnisnya! Apa kalian masih ingat saat aku kecelakaan dan hampir kehilangan nyawaku? Saat kalian menjengukku, apa kalian melihat mereka di sana? Tidak kan? Mereka lebih memilih untuk mengurus bisnisnya dibandingkan dengan nyawa anaknya," ujar Ray dengan mata berkaca-kaca.

"Sabar Ray! Semoga kedua orang tua kamu mendapatkan hidayah," ucapan Niko.

"Aamiin, tenang saja! Aku tidak apa-apa, aku sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini," jawab Ray tersenyum.

"Om Ray, Gendong," ucap Fatin manja.

Fatin adalah anak Niko dan Ulya. Ray sangat memanjakan Fatin serta Alka. Anak kedua sahabatnya.

Bagi Ray, bermain dengan Fatin dan Alka bisa mengobati kesedihannya. Hidupnya hanya digunakan untuk bekerja dari kantor pulang ke rumah besar tapi kosong, tak ada siapapun yang menyambutnya.

Dan Ray, baru akan merasa bahagia setiap bertemu dengan sahabat dan anak-anaknya.

"Fatin, Papa kamu ini Papa Niko! Tapi kalau ada Om Ray kamu melupakan Papa Niko," gerutu Niko.

"Kamu jadi Papa kurang baik mungkin? makanya Fatin lebih suka bersama Ray," sahut Danu tertawa.

"Kata siapa, aku ini Papa yang baik, sini sayang Papa gendong," ucap Niko.

"Fatin, mau digendong om Ray saja. Fatin sayang om Ray," ucap Fatin memeluk Ray.

"Hahaha.. Sini sayang, Om Ray gendong!" jawab Ray menghampiri Fatin dan menggendong Fatin seraya tertawa.

"Alka juga mau om Ray," ucap Alka tak mau kalah.

Semua tertawa melihat Ray.

"Alka sama Papa saja saya," sahut Danu berjongkok melihat Alka.

"Hahaha... ternyata kamu juga bukan Papa yang baik Dan. Itu buktinya anak kamu juga lebih memilih dengan Ray," Niko tertawa.

"Ray, tidak ada duanya. Anak-anak kita sepertinya lebih nyaman dengan Ray," ucap Danu tersenyum.

"Hahaha.. Iya dong, Om kan kesayangan Fatin dan Alka ya?" jawab Ray yang menggendong. Fatin dan Alka sekaligus.

Ray memang sangat menyayangi anak-anak. Tidak bisa dipungkiri, Ray pun ingin memiliki anak seperti Niko dan Danu. Kedua sahabatnya sudah memiliki anak semua, tapi bagaimana mungkin bisa memiliki anak, jika istrinya saja dua tahun di Singapura dan tidak pernah kembali.

"Apa sebaiknya aku susul Bela ke Singapura dan coba bicarakan lagi kelanjutan pernikahan kami?" batin Ray

^ Happy Raeding ^

CH 2

Pagi ini Ray memutuskan untuk terbang ke Singapura, Ray yang awalnya tidak ingin mencari istrinya yang tega meninggalkan dirinya sehari setelah pernikahan dan lebih memilih kembali ke Singapura. Tapi kini Ray menurunkan egonya. Setelah dua tahun bersabar, kini Ray akhirnya mengalah, karena ternyata Bela sama sekali tidak ada upaya untuk meminta maaf setelah apa yang telah dilakukannya.

Sesampainya di Singapura, Ray menuju kediaman Papinya. Namun rumah tampak sepi, Ray pun menduga mungkin saat ini kedua orang tuanya sedang ada dikantor. Ray menuju kamarnya, saat ada di kamar. Ray merasa ada yang janggal ketika melihat kamarnya terlihat rapi seperti tidak pernah ditempati.

"Bukankah Bela seharusnya ada dikamar ini? tapi kenapa tidak ada tanda-tanda kalau Bela menempati kamar ini?" gumam Ray setelah mengamati seisi kamarnya dan Membuka lemari, namun tidak ada satu pun baju Bela, yang ada disana.

Ray turun kebawah dan menanyakan pada asisten rumah tangga mereka, tentang Bela. Dan betapa terkejutnya Ray, saat mengetahui kalau ternyata Bela sudah lama sekali tidak pernah berkunjung kesana.

"Jadi Bela tidak tinggal disini bik?" tanya Ray.

"Tidak Tuan, hanya beberapa saat saja setelah tuan menikahi nyonya Bela, dan itupun Nyonya Bela selalu pulang malam hampir pagi malah." ucap asisten rumah tangga yang juga sudah mengikuti keluarga mereka selama bertahun-tahun.

"Astaghfirulloh," gumam Ray mengusap wajah kasar.

"Ya sudah Bik, Ray mau cari Bela dulu. Bisa tolong ambilkan kunci mobil yang di garasi?" tanya Ray.

"Baik tuan, sebentar saya ambilkan," jawab nya.

"Ya Alloh, keputusan ku untuk membiarkan Bela selama ini apakah salah? mungkin seharusnya saat itu aku segera menyusul Bela kesini dan tidak membiarkannya pergi selama ini." batin Ray.

"Ini tuan kunci mobilnya," Asisten rumah tangga memberikan kunci mobil.

Ray segera mengambilnya dan bergegas melajukan mobilnya. Pertama yang dicari bukan Bela melainkan Papi dan maminya.

Ray tidak menghubungi terlebih dahulu.Tapi langsung datang ke kantor orang tuanya.

"Mami ada didalam kan?" tanya Ray setelah sampai di kantor orang tuanya.

"Bu Santi ada, tapi.. " ucap Sekertarisnya ragu.

"Tapi kenapa?" tanya Ray memicingkan matanya.

"Tapi, sepertinya bu Santi sedang dalam keadaan tidak bisa diajak ngobrol pak Ray." jelas Winda sekertaris Bu Santi.

Ray memicingkan kembali matanya mendengar perkataan sekertaris Maminya.

"Ada apa memangnya?" tanya Ray.

"Em.. itu pak, Sebaiknya bapak tanya langsung saja sama Bu Santi." ucap Sekertarisnya.

Ray semakin merasa ada yang tidak beres dan Ray segera masuk keruangan Maminya.

"Assalamu'alaikum," ucap Ray saat membuka pintu.

Mendengar suara anaknya bu Santi melihat kearah sumber suara.

"Ray, kenapa ada disini?" Bu Santi tercengang, tampak dari wajah Maminya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.

"Ray mau bicara sama Mami!" Jawab Ray dan duduk disofa yang ada diruangan maminya.

"Em.. begini Ray, bagaimana kalau kita bicara nanti saja di rumah. Saat ini Mami sedang sibuk dan belum bisa menemani kamu berbicara," ucup Bu Santi.

"Memangnya selama ini Mami pernah punya waktu untuk Ray? yang ada dipikirkan Mami hanya bisnis Mami sendiri, tidak pernah memikirkan Ray seperti apa!" Untuk kali pertamanya Ray berani protes dengan Mami nya.

"Ray, kamu ini apa-apaan sih? Mami benar-benar tidak ada waktu kali ini, untuk menanggapi apa yang kamu inginkan. Ini semua gara-gara istri kamu yang seenaknya sendiri menjual saham kepada pihak luar tanpa sepengetahuan Mami," ucap Bu Santi kesal.

"Maksud Mami? Bela melakukan semua itu? Bela menjual saham yang Mami berikan? Bukankah seharusnya perusahaan Mami dan Papi Bobby berkerjasama?" cerca Ray karena kesepakatan pernikahan mereka dari awal seperti itu.

"Istri dan mertua kamu itu orang tidak tau diri, ternyata selama ini mereka menipu kita. Pantas saja mereka begitu mendesak untuk segera menikah Bela dengan kamu. Ternyata tujuannya hanya untuk menyelamatkan perusahaan mereka yang hampir bangkrut," ucap bu Santi menahan emosi mengingat kelakuan menantu dan besannya.

"Kenapa Mami bisa semudah itu tertipu dengan permainan mereka? Bukankah selama ini Mami sangat pandai dalam berbisnis? Kenapa kali ini Mami bisa sampai ketipu? Padahal Mami sudah mengorbankan hidup Ray untuk perusahaan ini, tapi sekarang Mami merasa ditipu sama menantu pilihan Mami sendiri," ujar Ray.

"Diam kamu Ray! apa sekarang kamu mau mengolok-olok Mami? Mami pikir Bela itu wanita yang baik dan cocok untuk kamu, itu alasan kenapa Mami menikahkan Bela dengan kamu, siapa yang tau kalau ternyata Bela dan Papinya bersandiwara, " ujar bu Santi.

"Mi, pernikahan itu bukan permainan atau alat untuk memajukan perusahaan, pernikahan itu sakral Mi, bagaimana bisa Mami berpikir Bela baik untuk Ray kalau sejak hari pernikahan saja dia meninggalkan Ray dan sudah dua tahun pernikahan kami terjadi, tapi apa pernah Bela pulang melakukan tugasnya sebagai seorang istri? Hidup Ray Mami jadikan sebagai sarana memajukan perusahaan, tapi apa hasilnya?"

"Cukup Ray! berhenti mengolok-olok Mami! Mami sudah cukup pusing jangan buat Mami tambah pusing dengan ocehan kamu! Sebaiknya sekarang kamu pulang ke Indonesia dan segara urus perceraian kamu dan Bela," ucap Bu Santi.

"Apa Mi cerai? Mami bilang cerai? Semudah itu mami mengatakan cerai setelah apa yang Mami lakukan? Dengan mudah Mami memaksa Ray untuk menikah, bahkan disaat Ray sudah menolak dan sekarang dengan mudah Mami bilang cerai?"

"Lalu apa lagi yang akan kamu lakukan kalau tidak bercerai? seperti yang barusan kamu katakan, selama kalian menikah Bela juga tidak pernah melakukan tugasnya sebagai seorang istri kan? Dengan fakta itu pengadilan akan langsung menyetujui gugatan kamu. Lagian untuk apa kamu pertahanan dari pernikahan seperti itu? Seharusnya kamu senang kan Mami menyuruh kamu bercerai?" ucap Bu Santi.

"Astaghfirullah Mi, ini hidup Ray Mi! kenapa Mami tega mempermainkan hidup Ray. Mi pernikahan itu bukan suatu hal yang bisa dijadikan mainan sesuka hati kita. Ada pertanggungjawaban kita kepada Alloh" ucap Ray.

"Sudah-sudah, Mami sudah pusing jangan ceramah lagi," ucap Bu Santi kesal

Klek

Pintu terbuka

"Ray, kamu disini?" tanya Pak Yudha.

"Iya Pi, Ray kesini untuk mencari istri Ray," ucap Ray.

"Istri? istri kamu bilang? Dia tidak pernah melakukan tugasnya sebagai seorang istri, apa pantas kamu menyebutnya istri" sahut Bu Santi.

"Seandainya setelah pernikahannya kami, Mami tidak ikut campur dan tidak mendukung kepergian Bela ke Singapura semua ini tidak akan terjadi. Setidaknya Ray bisa membimbing Bela menjadi seorang istri yang tau tugas dan tanggungjawab nya," ujar Ray.

"Hah.. kamu yakin wanita ular seperti Bela bisa dibimbing?" ketus bu Santi.

"Ray yakin, karena Bela adalah istri pilihan Mami dan Papi. Jadi Ray percaya pilihan Mami dan Papi tidak mungkin salah untuk Ray," ucap Ray.

^ Happy Reading ^

Jangan lupa like, coment dan Vote ya, dan jangan lupa kasih poin yang banyak. karena disetiap akhir karya thor pasti akan ada giveaway. terimakasih 🙏

CH 3

Seandainya setelah pernikahannya kami, Mami tidak ikut campur dan tidak mendukung kepergian Bela ke Singapura semua ini tidak akan terjadi. Setidaknya Ray bisa membimbing Bela menjadi seorang istri yang tau tugas dan tanggungjawab nya," ujar Ray.

"Hah.. kamu yakin wanita ular seperti Bela bisa dibimbing?" ketus bu Santi.

"Ray yakin, karena Bela adalah istri pilihan Mami dan Papi. Jadi Ray percaya pilihan Mami dan Papi tidak mungkin salah untuk Ray," ucap Ray.

"Terus saja kamu olok-olok Mami!" Bu Santi merasa tersendir.

"Siapa yang mengolok-olok Mami? Ray mengatakan apa yang sebenarnya! Bukankah Bela adalah wanita yang Mami pilih sendiri untuk Ray? Bahkan disaat Ray berusaha menolak tapi Mami sama sekali tidak memperdulikan suara hati Ray dan ketika Ray sudah menerima perjodohan itu. Bahkan bertekad untuk membangun sebuah keluarga yang normal tidak seperti keluarga yang selama ini Ray jalani, Mami kembali mengacaukan pernikahan Ray dengan mendukung keputusan Bela untuk kembali ke Singapura demi bisnis. Mami tidak pernah mempertimbangkan bagaimana perasaan Ray,"

"Okay, Mami akui. Itu memang kesalahan Mami karena telah salah menilai wanita ular itu. Tapi kamu perlu tau Ray, Mami lakukan itu semua awalnya demi kamu. Mami juga tidak menyangaka kalau Mami ditipu habis-habisan seperti ini."

"Mami bilang demi kebaikan Ray? Apa Ray tidak salah dengar? Apa menurut Mami Ray akan bahagia dengan pernikahan yang seperti ini? Ditinggal sehari setelah pernikahan demi pekerjaan? Dan itu semua karena persetujuan dari Mami Ray sendiri! Yang tega menggadaikan anaknya demi bisnis. Ray ini manusia Mi, punya perasaan," ujar Ray.

"Cukup Ray! Saat ini Mami sudah sangat pusing. Jangan kamu tambah pikiran Mami dengan ocehan kamu itu," ucap Bu Santi.

"Ray, sudah mencoba sabar dengan permainan yang Papi dan Mami buat untuk Ray. Dua tahun Ray sabar menunggu istri Ray kembali, istri yang pergi meninggalkan Ray sehari setelah pernikahan kami. Dan lucunya itu semua karena persetujuan dari orang tua Ray sendiri. Tanpa memikirkan bagaimana kehidupan Ray setelah itu," Ujar Ray meluapkan isi hati yang selama ini di pendamnya.

"Ray, Papi tau Papi salah dan Papi berdosa. Bahkan saat ini Papi tidak punya muka untuk menghadapi kamu, tapi semua sudah terjadi tolong maafkan Papi," ucap pak Yudha.

"Ray. Sebaiknya kamu segera pulang ke Indonesia dan segera urus perceraian kalian," ucap Bu Santi menegaskan.

Tok.. Tok..

Sekertaris Bu Santi mengetuk pintu

"Masuk," ucap Bu Santi.

"Ada berita apa lagi?" tanya Bu Santi yang sudah bisa menebak sekertarisnya kesana untuk menyampaikan berita yang tidak baik. Karena akhir-akhir ini setiap sekertarisnya melapor pasti karena ada hal yang tidak baik.

"Jadi begini Bu Santi, ternyata Ibu Bela bukan hanya menjual saham yang Ibu kasih kepada pihak luar, tetapi juga membawa para investor untuk bergabung dengan perusahaan mereka yang baru," ucapnya.

"Perusahaan baru? Maksud kamu?" Bu Santi tampak terkejut.

"Iya Bu Santi, saat ini Pak Bobby sudah meresmikan perusahaan barunya. Dan perusahaan baru itu dipimpin langsung oleh pak Bobby, tapi celakanya para investor kita ditarik semua ke perusahaan pak Bobby. Saat ini para investor sudah menarik saham mereka dan kemungkinan perusahaan kita akan kekurangan dana untuk beroperasional," Jelasnya.

"Kurang ajar kamu Bela! Brak.. " gumam Bu Santi menggebrak meja.

"Bagaimana bisa aku membesarkan anak ular yang sekarang justru menyerang ku," ucap Bu Santi.

"Lalu, bagaimana sekarang Bu? Kita Sangat kekurangan dana. Sedangkan gaji karyawan bulan ini juga belum terbayarkan," tanya Winda sekertaris Bu Santi.

"Apa separah itu kondisi keuangan perusahaan ini Mi?” sahut Ray yang dari tadi mengamati.

Bu Santi tidak menjawab dan memegang kepalanya yang terasa pusing dan memikirkan jalan keluar untuk bisa melewati krisis yang saat ini dihadapi, karena ketamakannya. Berharap perusahaan akan semakin maju dengan mempercayakan Bela dan menggabungkan perusahaan mereka, siapa sangka justru itu semua awal dari kehancurannya. Karena Bela menantu kesayangannya telah menjual saham perusahaan kepada pihak luar dan menggunakan uang hasil penjualan untuk mendirikan perusahaan yang baru bersama dengan Papi nya.

Bahkan seluruh investor yang sudah lama bekerja sama dengan perusahaan Pak Yudha dan juga Bu Santi menarik diri dan bergabung dengan perusahaan Bela yang baru.

"Pi, Papi kenapa?" teriak Bu Santi dan berlari menghampiri pak Yudha.

"Pi, bangun Pi! Mami mohon bangun! Jangan seperti ini Pi," teriak Bu Santi melihat pak Yudha kesakitan memegangi dadanya.

"Pi, Papi!" Ray menepuk dan menggoyangkan tubuh papinya yang tak sadarkan diri.

"Panggil ambulans! panggil ambulans!" teriak Ray.

Bu Santi segera mengambil ponsel dan menghubungi ambulans, tak lama setelahnya ambulans datang dan membawa pak Yudha kerumah sakit.

Tangis bu Santi pecah tak kala melihat suami terbaring tak berdaya.

"Pi bangun, jangan tinggalkan Mami! Mami tidak bisa hidup tanpa Papi," ucap Bu Santi terisak.

"Istigfar Mi! disaat seperti ini sebaiknya kita banyak beristighfar dan berdoa untuk kesembuhan papi!" ujar Ray.

"Ini semua gara-gara wanita ular itu, dia sudah menghancurkan perusahaan kita dan sekarang lihat! Papi kamu jadi seperti ini dan ini semua karena dia," geram Bu Santi.

Namun Ray lebih memilih diam dan tak menanggapi perkataan Maminya. Ray selalu berdoa untuk papinya.

Sampai di rumah sakit, Pak Yudha segera mendapatkan perawatan pertama, hingga akhirnya pak Yudha harus di rawat di ruang ICU karena kehilangan kesadaran. Mengetahui perusahaan yang telah dirintis olehnya selama bertahun-tahun dalam sekejap diambang kehancuran, membuat Pak Yudha tak sanggup menghadapi kenyataan ini. Segalanya telah dicurahkan dan dikorbankan untuk perusahaan termasuk waktu!

Bahkan, dirinya tidak ingat. Kapan terakhir dirinya bisa menikmati hidup dengan santai atau sekedar bergurau dengan anaknya. Itu semua dilakukan untuk memajukan perusahaan. Namun sekarang semua itu seolah tak ada gunanya. Semua hancur.

Sehebat apapun upadaya manusia, mereka lupa apa yang kita miliki ini sesungguhnya hanya titipan dan kapanpun Alloh ingin mengambilnya makan tidak sulit bagi Alloh untuk menghilangkan semua itu dalam waktu sekejap mata.

“Ray, kamu harus balas dendam! Kamu harus bisa merebut semua itu kembali. Saat ini Bela masih istri kamu, karena itu lakukan segala cara untuk bisa mendapatkan saham kita kembali!" ucap Bu Santi.

“Mi, bagaimana bisa Ray melakukan itu? Saham itu tidak cacat hukum. Mami sendiri yang menandatangani penyerahan saham secara sadar. Otomatis itu sudah menjadi hak Bela, jika ternyata Bela memilih untuk menjual saham itu, kita tidak bisa menyalahkan Bela," ujarnya.

“Mami tidak mau tau! kamu harus bisa mendapatkan saham itu kembali!" ucap bu Santi.

“Mi, sebaiknya saat ini kita fokus pada kesembuhan Papi, tidak usah berpikir yang lain dulu," jawab Ray.

“Ray, kamu itu, anak kita. Kalau bukan kamu yang membantu kami siapa lagi?" tuntut bu Santi kesal dengan sikap Ray.

“Mi, sudah waktunya sholat Azhar, bagaimana kalau kita sholat berjamaah disini dan kita berdoa untuk kesembuhan Papi!” ajak Ray

mengalihkan pembicaraan.

“Kamu saja yang sholat! Mami tidak sholat!” jawabnya.

“Mi, apa Mami pernah berpikir kenapa Alloh memberikan kita cobaan ini? Apa yang terjadi dengan perusahaan dan sakitnya Papi saat ini, bukan tanpa sebab. Ini semua karena Alloh merindukan Mami dan Papi. Alloh ingin Mami dan Papi ingat kembali pada Alloh dan memohon pertolongan serta kesembuhan pada Alloh,"

"Karena sungguh apa yang kita miliki, ini semua milik Alloh. Dengan mudah Alloh akan memberikan pada siapa yang dikendaki dan dengan mudah juga Alloh mengambilnya kembali, " ujar Raya berusaha membuka hati Mami nya.

"Cukup Ray! jangan ceramah lagi! Saat ini Mami sudah cukup pusing, jangan tambah lagi, dengan ocehan kamu itu," Bu Santi kesal.

"Astaghfirullah haladzim" gumam Ray mengelus dada.

Cobaan dan ujian yang Alloh berikan belum juga membuat Bu Santi sadar.

^Happy Reading^

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!