NovelToon NovelToon

Boss Mafia'S Hot Girl

Episode 1 : Hari paling mengerikan

Episode 1 : Hari paling mengerikan.

***

Di aula tempat pernikahan ada sebuah podium bertaburan bunga berwarna putih, dihiasi begitu indah sedemikian rupa.

Hari ini seharusnya merupakan pesta pernikahan putri seorang pengusaha yang sangat kaya ialah keluarga Benson, seharusnya sekarang putri satu-satunya Wilson Benson yang bernama Winter Benson melaksanakan pernikahan di gedung megah yang sudah dihiasi itu.

Tapi, semuanya berubah menjadi rasa sakit yang meninggalkan trauma dan tak akan bisa dilupakan oleh Winter seumur hidupnya.

Usia Winter ketika ia akan menikah ialah ketika ia menginjak usia 20 tahun.

Memang tergolong muda, namun Winter memiliki tubuh yang lemah dan mudah sakit, jadi Winter ingin bersama orang yang mencintai nya sebanyak yang ia mau.

Apalagi lelaki yang hendak menikahi nya ini dengan senang hati menerima Winter dan segala kekurangan nya.

Lelaki ini ia kenal atas persetujuan ayahnya, awalnya Winter dijodohkan oleh Ayahnya dan memberikan waktu saling mengenal.

Winter merasa lelaki sederhana dan tidak terlalu kaya ini memang tepat menjadi tempat untuknya berlabuh.

Jadi bagi Winter pernikahan muda ini akan menjadi pilihan hidupnya yang paling terbaik.

Begitulah awalnya sampai ketika sebelum janji pernikahan hendak diucapkan semuanya menjadi riuh.

'Ah ... Sayang, apakah kau mencintai Winter? Katanya kau akan menikahi nya sebentar lagi!'

'Aku memang mencintai nya, tapi dia tidak bisa diandalkan dan mungkin karena lemah nya tubuhnya, dia tak akan bisa hamil, sama saja aku mencintai wanita gagal."

"Ah ... Lupakanlah mari kita lanjutkan hubungan ini!"

Calon suami Winter terdengar menikmati persenggamaanya dengan wanita cantik itu.

Video mereka terpampang nyata di dinding dimana pantulan video sepertinya dibantu oleh proyektor.

Lalu setelah itu, entah apa yang terjadi, pikiran Winter menjadi kosong, hal terakhir yang ia sadari hanyalah banyak orang segera pergi dari gedung pernikahan yang seharusnya menjadi pernikahan yang indah.

Dan beberapa pengawal yang mencoba menembaki beberapa orang mengerikan yang masuk segera melumpuhkan mereka dan meninggalkan banyak darah di sana.

Lalu ada seorang laki-laki yang tidak ia kenali datang dan seperti mengusir semua itu pergi dari gedung.

Red adalah dalang dari semua itu.

Red, adalah seorang bos mafia yang begitu sadis dan ditakuti, dia tengah melakukan salah satu dari sekian pembalasan dendamnya sekarang.

Dia sengaja menunjukkan video asusila itu untuk mempermalukan Wilson.

Dan tentu saja, awalnya lelaki yang hendak menjadi calon suami Winter itu adalah lelaki yang baik, Red telah mengatur skenario sedemikan rupa dan bahkan meminta salah satu gadis untuk menggodanya.

Dan karena godaan tak tertahankan lelaki itu masuk jebakan dan akhirnya mengkhianati Winter.

.

.

Red ingin menunjukkan pada Wilson Benson penderitaan sesungguhnya dari dosa yang ia lakukan puluhan tahun silam.

“Tak ... Tak ... Tak”

Suara sepatu Red sedang terdengar di ruangan yang besar yang menjadi sunyi itu.

Winter yang sedang ketakutan dan pasrah hanya bisa terdiam dan tertunduk.

Setelah melihat calon suaminya berselingkuh darinya, lelaki pilihan yang ia pilih untuk menjadi pendamping hidupnya, yang selama ini ia kira sangat penyayang dan mencintainya dengan tulus ternyata bermain belakang, Winter merasa hidupnya akan segera hancur.

Padahal Winter sudah memantapkan hatinya, melupakan masa lalunya demi bisa hidup bahagia bersama calon suaminya.

Tetapi ternyata calon suaminya ini juga adalah lelaki brengsek.

'Ah, mungkin saat ini adalah saat untukku bisa bertemu dengan Ibu,' benak Winter menutup matanya dan pasrah dengan hidupnya itu.

Suara yang ditimbulkan sepatu Red tadi tiba-tiba berhenti tepat di depan Winter, putri satu-satunya Wilson Benson.

“Sungguh menjijikkan melihat putri dari seorang pendosa seperti ayahmu! Hei, bagaimana rasanya melihat kekasih mu menikmati hubungannya dengan wanita lain? Apakah kau serasa mau mati? Hmm?” bisik Red ke kuping Winter yang masih mengenakan gaun pengantin berwarna putih yang sangat indah.

Wilson yang tidak sempat meraih putrinya karena begitu cepat kejadian itu berlalu hendak berteriak, entah mengapa ketika melihat siapa dalang dari kekacauan ini membuat Wilson langsung panik.

“Jangan ganggu putriku, lepaskan dia! Bunuh saja aku! Aku mohon!” teriak Wilson ke arah Red yang sedang berada sangat dekat dengan putrinya Winter.

Disaat yang sama calon suami Winter yang sudah tak bisa berkata apa-apa hanya bisa kabur dari dalam ruangan.

Dia ketakutan ketika melihat banyak orang bersenjata masuk ke dalam gedung dan mulai menembaki siapapun yang terlebih dahulu menembak mereka.

“HAHAHAHA! Apakah kau mendengar teriakan ayahmu itu? Sangat lucu! HAHAHAHA! Dulu ayahku pun berteriak seperti itu gadis kecil!"

"Lalu menurutmu apa yang dilakukan ayahmu saat ayahku berteriak seperti itu? Hmmm?” ucap Red dengan tatapan yang begitu tajam dan ekspresi yang begitu merendahkan.

Winter yang mendengar hal itu semakin bingung dan takut.

'Apa yang dulu sudah ayahku lakukan? Kenapa pria ini seolah begitu dendam kepada keluarga ku? Sampai melukai banyak orang yang ada disini?' benak Winter masih memejamkan matanya.

.

.

.

.

Episode 2 : Semuanya menjadi semu.

Episode 2 : Semuanya menjadi semu.

***

Dia tidak berani melihat pemandangan mengerikan itu, juga melihat Red, pria yang sangat dingin dan menyeramkan yang berada di hadapannya.

“JAWAB!” teriak Red saat Winter tidak memberikan jawaban apapun akan pertanyaan nya.

“Sa ... saya ti ... tidak tahu Tuan,” jawab Winter sudah menangis sesenggukan.

Dia seperti seseorang yang akan menuju ajalnya sebentar lagi.

“Mau aku beri tahu?” bisik Red mendekat ke telinga Winter yang sedang tertunduk bergetar dan memejamkan mata itu.

“Jangan! Tidak, aku mohon. Bunuh saja aku!” teriak Wilson sesaat setelah dirinya mendengar pernyataan Red.

Entah apa yang disembunyikan Wilson namun, dia sangat takut akan apa yang akan dikatakan Red selanjutnya kepada putrinya itu.

“TUTUP MULUTNYA! BERISIK!” perintah Red saat mendengar teriakan Wilson.

Red memberikan perintah kepada anggota-anggotanya yang sedang mengenakan jas rapih berwarna hitam bersenjata lengkap yang sedang memenuhi gedung pernikahan.

Sekarang memang Red sedang melakukan penghabisan habis-habisan di gedung itu.

Mendengar perintah Bosnya, sontak anak buah Red yang sedang mengawasi Wilson pun langsung menyumpal dengan kasar mulut Wilson agar tidak bisa mengeluarkan suara lagi.

“Baiklah gadis kecil, mari kita lanjutkan pembicaraan kita ..."

"Yang Ayahmu lakukan saat itu adalah membunuh ayah dan ibuku, semua keluarga ku, dan membiarkan adikku di ..." Red tidak mampu melanjutkan ucapannya namun Winter segera mengerti apa lanjutan dari uraian itu.

Red membisik di telinga Winter yang sedang ketakutan namun juga kebingungan.

Mendengar fakta mengerikan itu sontak membuat Winter membuka matanya dan menampilkan ekspresi yang sangat terkejut.

Tanpa membuka suara Winter hanya bisa geleng-geleng kepala sembari meneteskan air mata.

“Tidak! Tidak! Tidak! Ayahku tidak mungkin melakukan hal sekeji itu, tidak!” seru Winter masih menggelengkan kepalanya tidak mempercayai ucapan Red.

“Wilson, lihatlah ini dengan sangat jelas! Sesuatu yang kau lakukan dulu pada ayah dan ibuku juga pada adikku akan ku kembalikan kepadamu."

"Kau harus melihat putrimu yang sangat cantik ini di gilir sampai mati oleh para anggota ku!” sinis Red menampilkan wajah yang sangat mengerikan.

Dia tersenyum namun menunjukkan keseriusan, membuat siapapun yang melihatnya akan ketakutan setengah mati.

Mendengar itu Wilson hanya bisa meronta-ronta, dia tidak bisa berteriak dan tidak bisa berlari untuk menyelamatkan putrinya karena sekarang dia sedang ditahan oleh beberapa orang anggota dari Red.

Winter yang sudah lemas tidak berdaya karena sedang ketakutan dan mendapatkan fakta yang sangat mengejutkan itu hanya bisa terdiam pasrah.

Semangat hidupnya sudah hilang, bayangan ayah yang hangat itu sudah sirna.

Tidak akan pernah di duga oleh Winter bagaimana sosok ayah yang hangat dan perhatian kepadanya, sosok pahlawan dalam hidup nya adalah seorang pembunuh dan pelaku keji dari seorang anak gadis dahulunya.

Kejahatan ayahnya telah kembali kepadanya sekarang dan dia merasa pantas mendapatkan hal itu.

'Untuk apa lagi aku hidup? Mungkin cara mati seperti ini sudah menjadi takdirku,'

'Jika Ayah sungguh melakukan kejahatan tak termaafkan itu, maka aku rela menebus dosa nya, dengan nyawaku ... lagian seperti yang dikatakan oleh calon suamiku, aku hanyalah wanita gagal yang mudah sakit!'

seru Winter dalam hatinya, dia meneteskan air mata dan pasrah.

Yang awalnya Winter merasa para penjahat apalagi lelaki mengerikan yang ada di hadapannya ini hanyalah perampok dan penjahat, nyatanya bukan.

Dia adalah korban ayahnya dahulu yang membalaskan dendam.

Mengetahui fakta itu sungguh meremukkan hati Winter sekali lagi, seolah bayangan indah yang selama ini ada di pikirannya menjadi semu dan abu-abu.

"Ayah ..." bisik Winter pelan sekali sembari melihat bagaimana Ayahnya tengah dilumpuhkan.

Tatapannya yang begitu kosong dan memilukan.

"Kenapa kau melakukan hal itu dulu?" tanya Winter lagi namun pelan sekali.

Karena jiwa dan raganya seolah sudah mati rasa, dengan segala rasa sakit yang bertumpuk terjadi dalam satu waktu.

.

.

.

.

Author :

Ini adalah Novel lama aku yang ada di folder 🤣 Menulis ini saat selesai menulis novel pertamaku, Simpanan Pria Arogan.

Jadi sepertinya Puebi tidak akan terlalu bagus, namun akan segera diperbaiki segera.

Lope you sekebon jeruk all 😘🍊

Episode 3 : Ingin melihat penderitaan Wilson Benson.

Episode 3 : Ingin melihat penderitaan Wilson Benson.

***

“Wilson, kau harus melihat sendiri putrimu menderita sampai mati! sama seperti yang kau lakukan pada keluarga ku dulu!” geram Red sembari merobek dengan begitu sadis gaun berwarna putih yang amat indah itu, menampilkan pundak mulus milik Winter.

Winter yang memang sedang terpukul akan kenyataan yang tidak bisa ia percayai hanya diam dan berusaha memegangi gaun bagian depannya agar tidak melorot.

“Sangat malang nasib mu gadis kecil, karena menjadi putri dari seorang pendosa, seorang pendosa yang akan sekarat oleh kecerobohan nya dahulu!” bisik Red di telinga Winter yang masih terdiam menunduk.

Sungguh, kejadian ini sama seperti film menyeramkan yang Winter sering tonton, Winter masih merasa semuanya ini tidaklah nyata, semuanya ini hanyalah mimpi karena terlalu banyak menonton film seram.

Tetapi berapa kali pun Winter memejamkan mata dan membuka nya, dia masih saja berada di tempat yang sama, melihat hal yang sama dan merasakan hal yang sama.

Kenyataan yang begitu pahit membuat Winter ingin terbangun dari mimpi buruk ini, dia ingin semuanya ini hanyalah mimpi.

Namun, apalah daya semua kejadian hari ini nyata adanya.

Kejahatan ayahnya, perselingkuhan calon suaminya, orang-orang yang terluka sampai mengalirkan darah, dan mungkin sebentar lagi seperti yang di ucapkan oleh Red, dia juga akan kehilangan nyawanya.

Semuanya sungguh nyata dan sedang terjadi.

Red yang sudah memberikan kode kepada beberapa anak buahnya sekarang sedang berjalan menjauh dari Winter, dia ingin menonton pemandangan itu, pemandangan yang sudah ia tunggu-tunggu seumur hidup ini, pembalasan yang Red inginkan.

Dia ingin melihat penderitaan Wilson, dia ingin melihat mata keputusasaan itu ada di mata Wilson sekarang.

Winter yang sudah dikelilingi banyak pria bertubuh besar dan bidang tidak lagi mampu memberikan kejutan untuk Winter.

Semua kenyataan dan peristiwa beruntun yang ia alami saat ini sudah mengacaukan pikiran dan perasaannya, saat ini Winter tidak bisa merasakan apapun lagi, semuanya sudah menjadi semu dan abu-abu, tidak ada rasa, ingin mati saja.

Saat Red melihat ekspresi wajah kosong milik Winter sesaat menggerakkan hatinya, Red sadar jika Winter tidaklah memiliki kesalahan apapun, namun dahulu adiknya juga tidak memiliki salah apapun, saat ini Red hanya ingin membalaskan dendam, saat ini perasaan manusiawi nya harus dia hilangkan.

Wilson yang seolah sudah tahu akan kejadian yang akan menimpa putrinya itu hanya bisa memejamkan matanya.

Saat ini, dia hanya berharap mati saja, semua penyesalan yang ada di benaknya sudah tidak ada artinya lagi, semuanya sudah terlambat.

Wilson tidak sadar, jika dahulu dia telah membangkitkan monster berdarah dingin seperti Red.

Red duduk di atas kursi, dia menatap begitu puas, dia akan menuntaskan salah satu rencananya.

Selanjutnya adalah menghabisi beberapa oknum yang juga dulu merupakan pendukung pembunuh keluarganya secara sadis.

Bagi Red, sang Bos mafia, nyawa harus diganti oleh nyawa.

Dan Red tak akan meninggalkan satu pun dari mereka bisa hidup dengan tenang.

Red sudah melewati banyak hal demi bisa membalaskan dendam nya, dia merangkak dari bawah dan akhirnya bisa mencapai puncak.

Dia akan membantai siapapun yang terlibat dahulu, dan hal itu dimulai dari Wilson Benson.

"Satu pun tak akan aku sisakan! kalian semua akan menangis darah karena dahulu telah merenggut kebahagiaan ku!"

Geram Red dengan hati yang benar-benar dingin dan sudah pahit.

Dia tahu akan banyak tangisan dan penderitaan yang akan ia lihat, namun dia merasa hal itu pantas, karena dulu dia dan adiknya juga tidak tahu apa-apa namun terkena imbas.

.

.

.

.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!