NovelToon NovelToon

Cinta Yg Salah

bab 1

Rianti terbangun dari tidur nya..

"Sudah jam 7:37,aku kesiangan" Ujar Rianti panik saat melihat jam di atas meja samping ranjang.

Sudah seminggu usia pernikahan Rianti dan Aditya,

lelaki yg baru 5 bulan di kenalnya tapi sudah mampu mencuri hatinya dan membuat dia menerima lamaran dari lelaki itu.

Rianti mungkin mencintai Aditya,

tapi sepertinya tidak buat Aditya, dia tidak mencintai Rianti, tidak mencintai wanita yang sudah dia nikahi itu.

Dia menikahi Rianti hanya untuk membuat sakit hati Melly.

Melly wanita yg Aditya cintai tapi Melly pergi meninggalkan Aditya dengan lelaki lain.

"Sudah siang Aditya pasti sudah berangkat ke kantor. kenapa aku bisa kesiangan." ucap Rianti

lalu beranjak bangun untuk mandi.

"Kenapa Aditya tidak membangunkan ku? aku juga kan harus pergi bekerja, apa dia lupa kalau cuti ku juga sudah habis." gerutu Rianti seraya masuk ke dalam kamar mandi.

Selesai mandi Rianti bergegas memakai baju kerja dan berdandan, lalu berangkat untuk ke tempat dimana ia bekerja, wanita itu bahkan tidak sempat untuk membuat sarapan, ia berpikir untuk sarapan di kantin saja.

"Aaahhhhh kenapa macet sekali? sudah jam berapa ini" batin Rianti melihat jalanan yang sangat ramai dengan kendaraan.

Sampai di kantor sudah jam 8 lewat.

Rianti berlari sampai tidak sadar dia menabrak seseorang, seseorang yang bahkan sudah menjadi suaminya saat ini.

"Apa kamu pikir ini lapangan sehingga kamu bisa berlari seperti pemain bola???!!" ucap Aditya. Ya seseorang yang Rianti tabrak adalah Aditya, suami sekaligus atasannya.

"Ma maaf pak saya terburu-buru..'' ucap Rianti tergagap meskipun yang ia hadapi sekarang ini adalah suaminya sendiri, aneh lelaki yang dulu sangat berjuang untuk bisa mendapatkannya tapi sikapnya langsung berubah drastis setelah mereka menikah.

"Kamu terburu-buru sampai menabrak ku karena kamu telat!! kenapa karyawan di kantor ini tidak ada yg benar. setiap hari aku melihat karyawan telat, apa kamu mau aku pecat?!!!" bentak Aditya, dan lihatlah betapa ber api-apinya lelaki itu memarahi karyawati yang statusnya adalah istrinya.

"'Tidak Pak tolong jangan pecat saya." Rianti malah dengan konyolnya memohon pada suaminya sendiri untuk tidak di pecat.

"Jangan ulangi lagi! jika aku melihatmu sampai telat lagi aku tidak akan segan-segan memecat kamu! sekalipun kamu ini istriku, aku tidak akan bersikap baik padamu di kantor!!" ucap Aditya dengan raut bengis pada Rianti.

"Ba,,baik Pak" ujar Rianti menunduk.

Sehabis memarahi Rianti Aditya naik ke mobil dan pergi karena memang dia akan rapat di luar.

"Iissssshhh, kenapa dia kejam sekali padaku? aku ini istrinya, gila memang, sudah di rumah sikapnya dingin bagaikan gunung es dan di kantor pun dia tak segan memarahi aku. ooohh tuhan dosa apa sehingga aku begitu mencintai lelaki pemarah seperti dia?" Rianti menggerutu sambil berjalan.

"Semangat Rianti kamu pasti bisa menghadapi si dingin itu." lanjut Rianti menyemangati dirinya sendiri.

Wanita dengan perawakan kurus itu berjalan menuju lift.

Tak lama pintu lift pun terbuka

Rianti masuk lalu menekan tombol 8

lantai tempatnya bekerja.

Pintu lift terbuka.

Wanita itu langsung keluar dan menuju meja kerjanya.

"Hai pengantin baru, lembur sampai jam berapa? sampai telat masuk kantor?" ledek Sisil teman dekat Rianti.

"Lembur sampai pagi." jawab Rianti asal namun jawabannya itu malah membuat ekspresi terkejut di wajah Sisil.

"Waaaahhhh pantes saja wajahmu kusut sekali, rupanya di hajar sampai pagi. hahahaha." tawa Sisil meluncur tak terkendali.

"Iya aku di hajar tadi di lobby oleh Aditya." ucap Rianti.

"Haaaahh di lobby??? gila juga Bos kita mentang-mentang kamu ini Istrinya main hajar aja di kantor. eeh serius kau di hajar di Lobby?!!" tanya Sisil penasaran.

"Iyaaaa... aku di marahi oleh Aditya karena terlambat."

"Haaahh dimarahi?? aku kira di hajar karena semalam masih kurang."

ucap sisil sambil menggaruk kepala nya yg tidak gatal.

"Aduuuh.. Sil kamu itu pikirannya kasur terus ya,!! memangnya Aditya sinting sampai harus berbuat mesum di Lobby kantornya sendiri kamu. pikir Aditya mau jadi bahan gosip seluruh karyawannya?" ucap Rianti sambil menoyor kepala Sisil.

Sisil memang agak tulalit tapi teman yg baik bagi Ranti.

"Sudahlah aku mau lanjut kerja" kata Rianti lalu mulai sibuk dengan komputer di depannya.

"Eemmm,, tapi semalam berapa ronde??!!" tanya Sisil yang masih saja penasaran dengan yang dilakukan oleh pasangan pengantin baru itu.

"Boro- boro berapa ronde,, nyolek juga nggak." batin Rianti.

Rianti jadi teringat pada malam pertama setelah pernikahan mereka, Aditya pergi entah kemana.

Saat malam pertama Rianti duduk di pinggir ranjang menunggu Aditya masuk.

Rianti menoleh ke arah pintu saat mendengar suara pintu di buka.

"Kenapa kamu belum tidur,? ini sudah malam." tanya Aditya seperti orang tak paham saja tentang apa yang harus dilakukan oleh sepasang suami istri sesaat setelah resmi menikah.

"Eeemmh.. i..iya aku mau ke kamar mandi dulu."

Rianti berjalan ke kamar mandi.

"Kamu tidur lah aku ada urusan, tidak usah menunggu." ucap Aditya.

Rianti berhenti melangkah ingin rasanya dia protes

ini malam pertama kita kenapa kamu malah pergi, tapi tak diucapkan karena nyatanya yang keluar dari mulutnya hanyalah kata "Iya" yang membuat Aditya langsung pergi begitu saja.

Kamar pengantin itu terasa sangat hampa untuk Rianti di malam pertama mereka sebagai sepasang suami istri, Aditya yang dulu bahkan sangat sering menerobos masuk ke rumah kontrakan nya untuk sekedar meyakinkannya agar mau menikah dengannya malah sekarang terkesan tidak menganggapnya membuat Rianti di landa pertanyaan dalam hatinya.

"Hei,, kenapa malah bengong?" tanya Sisil

yang membuyarkan lamunan Rianti.

"Kenapa..??" tanya Sisil lagi.

"Tidak apa-apa sudah ah aku mau bekerja, nanti kalo Bos kita tau bisa benar-benar di pecatnya aku." kata Rianti.

"Kenapa kamu takut di pecat? yang menjadi Bos di kantor ini kan suami mu Riantiii mana berani dia memecat kamu."

"Kenapa tidak?! dia kan pemilik kantor ini."

ucap Rianti.

"Kalau dia berani memecat mu, jangan kamu kasih jatah." ucap Sisil sambil tertawa meledek.

Di dalam ruangannya Aditya sudah kembali dari rapat, memeriksa berkas-berkas yang menumpuk karena dia tinggal cuti menikah dengan Rianti.

"Cepat keruangan saya." ucap Aditya di telepon memanggil sekretarisnya.

Tok..

Tok..

Terdengar suara pintu di ketuk.

"Masuk" kata Aditya.

"Ada apa Pak?!" tanya Tania sekretaris Aditya.

"Ini berkas yang sudah saya tanda tangani

tolong kamu antar ke Pak Hutama."

"Baiik Pak, saya permisi." lalu mengambil berkas dan berajak keluar

"Hm."

"Ahhhh.. aku lapar." seru Rianti.

"Memang nya kamu tidak sarapan tadi??!"

tanya Sisil heran.

"Mana sempat aku sarapan, aku bangun tidur saja jam 7 lewat, dan Aditya sudah berangkat kantor."

"Pantas Bos marah padamu, kamu tidak menyediakan sarapan untuknya, makanya dia sensi sampai di bawa ke kantor." ucap Sisil sekenanya.

"Heii..dari dulu juga kan memang sudah sifatnya pemarah, kamu seperti tidak mengenalnya saja." kata Rianti.

"Oh iya,, kan emang sifatnya begitu yaa,

kalo liat orang maunya dimakan aja hahaha"

kata Sisil sambil tertawa.

"Ya sudah.. ini sudah jam makan siang ayo kita ke kantin." ajak Sisil kemudian.

Rianti dan Sisil berjalan ke kantin dan di depan lift mereka bertemu dengan Aditya.

Sisil dan Rianti mengangguk tanda hormat pada Bos mereka, akan tetapi Aditya hanya melirik sekilas.

Ting...

Pintu lift terbuka

Aditya lalu masuk lift

Rianti dan Sisil hanya bengong melihatnya.

"Ehh Rianti. itu suamimuu kenapa tidak ajak kamu makan bareng?!"

"Tau ahh Sil." jawab Rianti malas.

Rianti berfikir kenapa dia bisa mencintai orang seperti Aditya. bahkan dirinya sendiri pun bingung.

Lift terbuka

Rianti dan Sisil masuk.

Mereka manuju kantin, sampai di kantin mereka memesan makanan untuk mereka santap.

Saat sedang makan datang Rama lelaki yang sudah menyukai Rianti bahkan saat pertama kali mereka bertemu di lobby kantor, yang saat itu Rianti baru di terima bekerja.

"Hai apa kabar Rianti?" tanya Rama dengan senyuman yang terlihat manis mengukir di bibirnya.

"Ooh baik Ram., kamu apa kabar Ram?!"

"Kabar ku buruk." sahut Rama.

"Eeh kenapa kok bisa buruk?!" tanya Sisil yang sejak tadi mendengarkan dua orang di dekatnya saling bertanya kabar.

"Karena wanita yang aku sukai menikah dengan orang lain." ucap Rama sambil melirik Rianti

Deg..

Jantung Rianti berdebar mendengarnya.

"Kamu tunggu saja sampai dia jadi janda." ucap Sisil asal yang malah di tanggapi oleh Rama.

"Kamu benar Sil.. aku akan menunggu dia jadi janda." kata Rama.

"Eeh aku bercanda looh, jangan dianggap serius." ucap Sisil tak enak.

"Hahaha.. tidak apa Sil aku juga bercanda kok." kata Rama sambil melirik Rianti, sedang

yang di lirik hanya menunduk.

"Aku akan menunggumu Rianti sampai kau berpisah dengan Aditya." batin Rama.

Jam makan siang habis mereka pun kembali bekerja.

****

bab 2

 

Jam pulang kantor..

 

"Ri.. ayo pulang, sudah waktunya pulang." ajak Sisil sambil merapikan tas nya.

"Iya, kamu duluan aja deh aku masih ada kerjaan sedikit lagi." Rianti bicara sambil melirik Sisil yang sudah berdiri.

"Ya udah aku pulang duluan yaa,

kamu hati-hati." kata Sisil sambil berjalan dari meja Rianti.

"Ok."

Di saat yang sama Aditya sampai di rumah

dia masuk ke dalam kamar namun tidak ada Rianti di dalam sana.

"Kemana Rianti ini sudah jam 8 malam belum juga pulang, apa dia lupa kalo dia sudah menikah?!!" ucap Aditya dengan nada yang terkesan marah, lalu Aditya bergegas pergi mandi.

Suara pintu terbuka, dan Rianti yang baru saja pulang masuk ke dalam.

"Dari mana saja kamu??!!! kenapa baru pulang jam segini? apa kamu tidak ingat kalau kamu sudah punya suami! tadi pagi kamu bangun siang tidak membuatkan aku sarapan, dan sekarang kamu baru pulang malam. kemana saja kamu, apa kamu berselingkuh?!" lontaran pertanyaan yang terdengar aneh bagi Rianti meluncur bebas dari mulut Aditya disertai bentakan.

"Aku lembur hari ini, mana mungkin aku selingkuh."

ucap Rianti sambil menunduk tidak berani menatap mata Aditya yang saat ini sudah di penuhi dengan kobaran api.

"Tidak usah memakai alasan lebur Rianti!!!"

ucap Aditya murka.

"Aku tidak mungkin bohong Dit, aku memang lembur karena kita kan kemarin cuti seminggu."

kata Rianti membela diri.

"Kamu berani menjawab aku yaa sekarang?! apa kamu sudah tidak menganggap aku lagi? haah?!" perkataan Aditya malah semakin tak jelas.

Plaakk...

Dengan ringannya tangan Aditya justru menampar pipi Rianti yang masih tidak mengerti dimana kesalahan yang ia perbuat, ia memang mengatakan hal yang sebenarnya. ia lembur karena pekerjaannya yang menumpuk ketika satu Minggu tidak bekerja.

aditya benar-benar murka

"Aaawww." Rianti tersungkur ke lantai menerima layangan tangan dari suami yang dulu selalu mencari simpatinya.

Wanita itupun menangis sambil memegangi pipinya yang sakit dan memerah.

"Mulai besok kamu tidak usah bekerja lagi."

bentak Aditya tajam.

"Dit.. aku tidak mau berhenti bekerja."

ucap Riianti sambil menangis dan menggelengkan kepala.

"Jangan membantah perintahku Rianti

aku menikahi mu untuk mengurus semua keperluan ku, jadi ikuti saja perkataanmu ingat itu!!" kata

Aditya sambil berjalan keluar kamar.

Sedangkan Rianti masih menangis di lantai.

"Aku mencintaimu Aditya, kenapa sikap kamu berubah seperti ini,? jika kamu tidak mencintaiku kenapa kamu memintaku untuk menikah denganmu? kenapa kamu tega padaku."

"hiks.. hiks.. hiks.."

Tangis Rianti,;hingga akhirnya wanita yang mulai mengalami kekerasan dari suaminya itu tertidur di lantai karena kelelahan menangis,

sedangkan Aditya pergi entah kemana.

Alarm berbunyi sudah jam 4 lewat.

Rianti terbangun dia merasakan sakit di pipinya bekas tamparan Aditya semalam.

"Apa Aditya tidak pulang semalam?"

gumam Rianti saat melihat ranjang kosong

tidak ada Aditya di sana.

Rianti bangun dan segera ke kamar mandi untuk berwudhu dan menunaikan sholat subuh.

Rianti sholat sambil menitikkan air mata

lalu dia berdo'a.

"Ya allah buka kan lah hati Aditya, agar Aditya tau bahwa aku sangat mencintainya, serta kuatkan lah aku, agar aku sabar dalam menghadapi Aditya berikanlah jalan untukku ya allah, aammiiinnn."

Selesai berdo'a Rianti kedapur untuk membuat sarapan.

Rianti mendengar suara pintu di buka dan melihat Aditya yang baru masuk.

"Kamuu dari mana Dit? kenapa baru pulang?!"

tanya Rianti.

Namun orang yang dia tanya itu tidak menjawab

malah langsung masuk ke kamar

lalu dan pergi mandi, keluar dari kamar Aditya telah rapi dengan pakaian kerjanya.

"Aku sudah siapkan sarapan, kamu sarapan dulu sebelum ke kantor "

ucap Rianti sambil menaruh roti bakar ke piring dan membuatkan teh untuk Aditya. meskipun Aditya sudah bersikap kasar terhadapnya tapi ia sebagai seorang istri merasa punya kewajiban untuk mengurus suaminya itu.

"Tidak perlu." kata Aditya sambil berjalan keluar.

Rianti hanya diam mematung melihat Aditya pergi.

Rianti mendengar suara telepon berdering lalu segera menjawabnya.

"Hallo selamat pagi."

terdengar suara wanita di seberang telepon.

"Iyaa halo, mau cari siapa??"

tanya Rianti.

"Hhmm apa benar ini rumah Aditya Erlangga.??"

tanya wanita yang bernama Melly itu.

"Iyaa benar ini dengan siapa??"

"Hm.. saya Melly apa Aditya ada? bisa saya bicara dengannya?!!"

"Ooh maaf Aditya baru saja berangkat ke kantor, apa ada yang bisa saya bantu??" tanya Ruanti sambil terus berpikir siapa wanita ini dan kenapa pagi-pagi sudah mencari Aditya? rekan bisnisnya kah?.

"Hm sepagi ini sudah berangkat ke kantor?!

ini kan baru jam setengah 7 padahal kan dia pemilik perusahaan itu." batin Melly.

"Ooh sudah ke kantor yaa baiklah nanti aku akan hubungi lagi." ucap Melly sambil menutup telepon.

Belum sempat Rianti menjawab telepon sudah di tutup.

"Siapa sebenarnya wanita itu??"

gumam Rianti.

Sedangkan di kantor Aditya sedang memikirkan kejadian semalam saat dia pergi keluar rumah dan menuju club malam untuk menghilangkan kemarahan nya pada Rianti namun di tempat itu Aditya malah bertemu Melly.

flasback

"Adit? Aditya Erlangga?!" tanya Melly pada seorang lelaki yang sedang duduk sendiri.

Aditya yang terkejut karena bertemu Melly hanya diam wajahnya menunjukkan kemarahan yang sejak dulu dia simpan.

"Adit kamu apa kabar?" tanya Melly sambil memeluk Aditya.

"Baik." ucap Aditya sambil melepaskan pelukkan Melly.

"Adit aku rindu padamu." kata Melly sambil mencium pipi Aditya.

"Jangan sembarangan menciumku aku sudah menikah." kata Aditya dingin.

"Apa?? me menikah?" Melly terkejut dengan suara yang seolah tercekat di tenggorokannya.

"Sudah tidak usah mengganggu aku lagi."

kata Aditya sambil berjalan pergi.

"Aditya sudah menikah?? si siapa wanita yg dia nikahi?" batin Melly kebingungan.

"Aku masih mencintaimu Adit, aku menyesal meniggalkan mu, aku akan mendapatkan cintamu lagi kamu hanya milikku Dit milikku, aku akan merebutmu dari wanita manapun yang menjadi istrimu." gumam Melly dengan wajah liciknya.

flasback off

aaditya tidak bisa berkonsentrasi karena bayangan Melly terlintas di kepalanya,

kenangan saat mereka bersama kembali terlintas.

satu sisi Aditya masih mencintai Melly

tapi di sisi lain Adit juga membencinya.

Hari ini Rianti sudah tidak bekerja lagi atas perintah Aditya.

"Rianti kamu kenapa belum sampai kantor? apa kamu terlambat lagi?" tanya Sisil di telepon.

"Tidak Sil Aditya memintaku berhenti bekerja supaya tidak kecapean dan bisa mengurus dia katanya." bohong Rianti.

"Eeemm,,,, soo sweat sekali Bos kita itu ternyata, sampai istrinya di suruh berhenti bekerja. ya sudah aku lanjut kerja lagi yaa, kapan-kapan kita ke cafe lagi oke?" ucap Sisil sambil menutup telepon.

"Oke" jawab Rianti pelan.

Sesudah menutup teleponnya arianti kembali menangis, wanita itu merasa sangat bingung kenapa Aditya bisa sekasar ini, padahal yg meminta mereka menikah adalah Aditya sendiri, tapi sikapnya malah seperti ingin menyakitinya.

Sejak awal menikah sampai sekarang Aditya juga tidak pernah menyentuh Rianti, sikapnyaya dingin dan saat semalam lelaki itu menyentuhnya itupun hanya tamparan yg dia berukan di pipi sang istri bukan kecupan kasih sayang, luka di pipi Rianti memang tidak seberapa akan tetapi di hatinya terasa sangat sakit sekali.

 

Kisah lama mungkin akan terulang kembali..

 

Aditya yg memang masih mencintai Melly, walaupun terselip benci di hatinya dan Melly yg ingin kembali pada Aditya, tapi sekarang ada Rianti istri Aditya yg sangat mencintai Aditya.

akankah Ranti mengalah demi kebahagiaan Aditya?!.

Rianti wanita yg sebenarnya lemah tapi selalu berusaha kuat di hadapan siapapun

selalu berusaha menutupi rasa kecewanya pada Aditya, lelaki yg dia cintai.

Rianti rela melakukan apapun demi Aditya

walaupun dia harus merasakan sakit hati karena sikap yang diberikan oleh Aditya.

dia hanya berdo'a pada allah pemilik smesta untuk membukakan hati aditya agar Rianti bisa memilikki aditya sepenuhnya.

Ya Rianti hanya ingin bahagia.

***

bab 3

Rama berjalan terburu-buru saat melihat Sisil hendak naik taksi untuk pulang karena sudah jam pulang kantor.

"Sil Sisil." panggil Rama

"Eh.. iya kenapa Ram?"

sambil nengok tidak jadi naik ke dalam taksi dan menunggu Rama menghampirinya.

"Rianti kemana?! kok aku tidak melihatnya."

tanya Rama penasaran sambil melihat Sisil.

"Rianti berhenti kerja Ram."

"Loh kenapa, kok mendadak banget?!"

tanya Rama penasaran.

"Pak Aditya yg suruh dia berhenti, katanya supaya fokus mengurus rumah tangga saja, so sweaat sekali kan Ram??" ucap Sisil sambil tertawa.

"Hhm aku jadi ingin cepat menikah juga." gumam Sisil.

"Ooh berhenti yaaa." gumam Rama nampak kecewa.

"Eh kamu kenapa Ram?" tanya Sisil padahal dia tau rama menyukai Rianti sejak pertama bertemu, tapi Sisil pura-pura tidak tau dia tidak ingin mencampuri urusan teman-temannya.

"Ehhh.. tidak apa-apa "

"Ooohhh, ya sudah kalo gitu aku pulang yaa."

Sisil berjalan sambil meninggalkan Rama tanpa menunggu jawaban dari temannya itu, Sisil menaiki taksi yg sejak tadi menunggunya.

"Iya." gumam Rama yang masih terdiam di tempat nya sambil pikirannya melanglang buana ke Rianti.

Rama merindukan Rianti padahal baru sehari dia tidak melihatnya.

"Aahh Rianti aku mencintaimu, aku akan merebut mu dari Aditya lelaki yg tidak mencintaimu." gumam Rama.

Rama tau kalo Aditya tidak mencintai Rianti. Aditya hanya ingin memanfaatkan Rianti untuk membalas sakit hati nya pada Melly.

Rama adalah sahabat dari Melly dia tau betul bahwa aditya sangat mencintai Melly dan Rama jg tau bahwa dulu Melly meninggalkan Aditya, hanya untuk hidup dengan laki-laki lain dan sekarang Melly telah kembali.

flasback

"Hai Ram, apa kabaarrr?"

Melly sambil berlari memeluk Rama saat lelaki itu menjemputnya di bandara.

"Hm, baik kenapa kamu kembali?" tanya Rama kesal

karena dia tau Melly kembali karena Aditya.

"Iissshh sinis sekali kamu Ram, apa kamu tidak merindukan sahabat mu yg cantik ini?" ucap Melly sambil mengedipkan sebelah matanya genit.

"Cih. rindu, cantik? cantik apa nya kamu Mell? aku heran kenapa dulu Aditya bisa sangat mencintai mu?" Rama berkata kesal.

"Haha,, kenapa kamu marah sekali padaku Ram?" tanya Melly sambil tertawa dan mencubit pinggang Rama.

"Kenapa kamu kembali?!" kata Rama dingin.

"Aku merindukan Aditya, aku ingin kembali padanya?"

"Apa?! kembali?! apa kamu sudah gila!

kemana laki-laki yg dulu kamu ikuti?!! apa dia sudah mencampakkan mu?!! dia membuangmu?!"

kesal Rama.

"Sudah lah Ram, jangan ungkit lagi aku tau aku salah, aku tau kamu marah karena aku tidak mendengarkan mu dulu tapi sekarang aku menyesal Ram, aku sadar ternyata aku tidak bisa jauh dari Aditya selama 2 tahun ini bayangan Aditya selalu hadir di mimpiku." Melly bicara sambil tertunduk menahan air mata yg sudah menggenang di matanya.

"Aditya sudah menikah." ucap Rama pelan hampir tak terdengar oleh Melly.

"A apa?!! tadi kamu bilang apa Ram?!

menikah?! Aditya sudah menikah? tapi kenapa? siapa wanita yg dia nikahi? tidak mungkin Ram, kamu pasti berbohong kan?"

tanya Melly getir dan air matanya sudah tak terbendung lagi, Melly menangis terisak.

"Sudahlah tidak usah menangis ayo aku antar kamu ke apartement mu."

kata Rama sambil menenteng koper Melly menuju mobil nya.

Sedangkan Melly masih terdiam mendengar kata-kata Rama.

"Tidak mungkin Aditya menikah, Aditya sangat mencintaiku aku tidak akan melepaskan Aditya, aku akan merebut kembali milikku, yaa Aditya hanya milikku seorang." gumam Melly.

flasback off

Di ruangan nya Aditya masih belum pulang

padahal sudah hampir malam.

"Kenapa kau kembali!!"

gumam Aditya pikiran nya teringat pada pertemuannya dengan Melly semalam.

Tok..

Tok..

Ketukan di pintu membuyarkan lamunan Aditya.

"Pak ada yg ingin ber."

belum selesai Tania bicara seseorang itu telah menyerobot masuk.

Melly masuk dengan wajah yg sulit di tebak.

"Ma maaf Pak." kata Tania saat Aditya melihat Melly masuk.

Aditya hanya mengangguk tanpa melihat Tania.

Lalu tania beranjak keluar untuk pulang karena sudah lewat jam pulang

dan meninggalkan Bos nya dengan wanita lain di ruangannya.

Tania bertanya-tanya siapa wanita itu.

Di dalam ruangan nya Aditya hanya berdua dengan Melly.

"Ada apa kau kesini?!" tanya Aditya dingin.

"Aku rindu padamu Dit." ucap Melly sambil berjalan kearah Aditya dan memeluknya.

Aditya hanya diam tak menjawab perkataan Melly dia menikmati hembusan nafas Melly di tengkuknya, ingin rasanya memeluk Melly, karena Aditya jg sebenarnya rindu pada wanita yang masih ada di dalam hatinya itu tapi sakit hatinya mengalahkan rindu itu.

"Aku sudah menikah, tidak pantas kamu memelukku seperti ini Aditya samil berusaha melepaskan pelukan Melly bukannya melepaskan Melly malah semakin erat memeluk Aditya.

"Aku merindukan mu Dit, aku tau aku salah tapi bisakah kamu memaafkan ku?! aku ingin kembali kepada mu Dit, aku ingin kita bersama lagi, aku ingin seperti dulu." Melly berbicara sambil terisak.

"Tidak ada lagi yg harus kita bicarakan, aku tidak ingin melihat mu." kata Aditya marah sambil melepaskan pelukan Melly dengan kasar.

"Aku sudah menikah jangan mengganggu ku."

lanjut Aditya.

"Kamu tidak mencintai wanita itu Dit, dia hanya kamu jadikan pelarianmu saja." Melly kembali berusaha memeluk Aditya, tapi Aditya menepis tangan nya.

"Jangan menggangguku." geram Aditya sambil beranjak dari tempatnya.

Tapi Melly malah memeluk Aditya dan mencium bibirnya.

Aditya hanya terdiam Melly ******* pelan bibir Aditya, tapi tidak ada balasan Melly terus mencium Aditya, karena Aditya tidak membalas ciumannya akhirnya Melly melepaskan bibirnya dari bibir Aditya.

Aditya berjalan keluar ruangannya meninggalkan Melly sendiri yg masih berdiam diri di tempatnya.

"Kenapa kau seperti ini Dit?!" gumam Melly.

Aditya ternyata menuju club malam dia meminum minuman keras hingga mabuk lelaki tidak perduli dengan siapapun, dia hanya ingin melupakan Melly wanita yg sudah meninggalkannya.

Aditya benar-benar mabuk sampai Johan harus memapahnya keluar club.

"Mari saya antar pulang Pak." Johan sambil memapah Aditya masuk ke dalam mobil.

Lalu mobil melaju Johan yg adalah asisten Aditya sangat heran, karena tidak biasanya Bos nya itu minum sampai mabuk.

"Aku benci kau Melly, tapi aku juga mencintaimu Melly." teriak Aditya dari jok belakang.

Johan hanya melirik sekilas pada Aditya.

Mobil melaju pelan. ya karena walaupun sudah hampir tengah malam tapi jalanan di Ibukota masih saja ramai.

Johan menyetir mobil dengan serius, karena sejak tadi ada saja motor yg tiba-tiba muncul dari belakang dan menyalip mobil yg di kendarainya, sampai beberapa kali Johan harus mengerem mendadak.

Di jok belakang rupanya Aditya sudah terlelap

hanya sesekali terdengar gumamman nya

menyebut nama Melly.

Mobil berjalan perlahan dan akhirnya sampai di rumah Aditya, Johan membantu Aditya untuk turun dan memapahnya masuk ke dalam.

BAB LANJUTANNYA ADA DI UJUNG-UJUNG MENJELANG TAMAT DENGAN JUDUL BAB YG HILNANG MAAF KARENA WAKTU ITU AMAT FULGAR JADI SAYA HAPUS BUKAN SAYA EDIT .. 🙏

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!