NovelToon NovelToon

Kesayangan Tuan Saga

Salam dari LaSheira

Hallo semua, aku LaSheira, apa kabar kalian semua, semoga sehat selalu dan bahagia ya. Alhamdulillah, mulai menulis lagi di sini. Masih inget sama aku, dan anak-anakku 🤭🤭.

Terimakasih ya, yang sampai hari ini masih suka membaca semua novel aku yang ada di NT.

Ini adalah novel baru aku yang merupakan lanjutan dari novel TMTM. TMTM Musim Spesial, aku akan menyebutnya begitu. Ceritanya akan dimulai dari kehamilan Daniah. Buat kalian yang sudah ikut kondangan di perayaan kelahiran anak Daniah  dan Saga dalam novel Lihat Aku Seorang (LAS), Sssstttt, tolong pura-pura kaget nanti ya, waktu Antarna Group memberikan pengumuman resmi mereka.

Pokoknya jangan pada spoiler sebelum Antarna Group memberikan pengumuman resmi ya. (Dipelototi Han dari gedung Antarna Group."

Novel  dengan judul "Kesayangan Tuan Saga" akan dimulai dengan mengambil waktu sebelum novel LAS. Selanjutnya  akan bersamaan waktunya dengan novel  LAS hanya dalam novel ini akan menggambarkan kejadian-kejadian yang tidak tertulis dan diceritakan di novel LAS. Dan tentunya, tokoh utama dalam novel ini akan berpusat pada Tuan Saga dan Nona Daniah.

Kenapa membuat novel TMTM spesial bukan LAS musim kedua, mungkin ada yang bertanya-tanya begitu ya. Atau bahkan ada yang berharap aku menulis kisah anak-anak Tuan Saga dan Han. Huhuhu, itu nanti dulu. Aku masih pengen liat Tuan Saga  dan Daniah. Tuan Saga yang dikerjain. Hemmm, kalau berhasil ya, atau malah sebaliknya. Daniah yang kena lagi dan lagi. Wkwkwk. Novel ini akan bercerita tentang kehidupan sehari-hari Tuan Saga dan orang-orang yang ia sayangi. Selama kehamilan dan akan diteruskan dengan kesehariannya merawat buah hatinya dengan Daniah.

Ada yang mau lihat Saga gantiin popok nggak? hehe. Keknya nggak mungkin ya, secara asisten perawat bayinya berderet. Hemm, tapi sesuatu yang tidak mustahil kan kalau Tuan Saga melakukannya.

Kehidupan keseharian mereka sebelum anak mereka lahir dan bagaimana kerepotan mereka berdua setelah anak mereka lahir.  Akan jadi cerita utama ya. Jangan nyari konflik ya, disini akan ada banyak cerita manis dan menggemaskan. Tentu saja, jangan lupakan juga Sekretaris Han yang akan belajar menjadi paman yang sempurna untuk anak tuan yang dia layani. Jangan nyari Hanara ya disini, mereka tetap akan muncul, namun mungkin hanya sebagai dinding pemisah ruangan Wkwkwk.

Semoga novel ini menjadi obat rindu untuk kalian, para pembaca yang selalu menyayangi Daniah dan Saga. Yang dengan sabar menantikan kemunculannya lagi. Mari bersinergi dan bergandengan tangan, aku sebagai author bahagia ketika menuliskannya, dan kalian pembaca yang senang dan terhibur ketika membacanya. Novel ini membawa kebahagiaan untuk semuanya. Ada hal baik yang bisa di ambil hikmahnya, sekecil apa pun itu, supaya apa yang aku tulis akan menjadi berharga untukku.

Cerita yang hanya ada di spesial episode TMTM versi cetak baik itu musim pertama dan musim kedua, akan tersenggol di novel ini. Episode berapa, hemm, nikmati saja alurnya ya, nanti juga akan sampai kesitu.

Soal update, tolong dimaklumi ya, karena aku pun sedang menulis novel baru di tempat lain.

Dukung Kesayangan Tuan Saga dengan cara berkomentar positif, boleh kok berbagi saran dan masukan untuk jalan cerita. aku suka melihat komen-komen yang larut dalam cerita dan memberi ide-ide segar, kalau sesuai dengan alur yang aku buat terkadang aku mendapat inspirasi dari membaca komen pembaca. Klik favorit untuk mendapatkan info kalau novel ini update, klik like setiap episode sebagai bentuk suport kamu juga, vote juga jangan lupa, kalau aku update, vote novelnya juga ya ^_^

Sekian, salam pembuka dari aku. Selamat membaca.

salam hangat.

Sehat selalu dan bahagia untuk semuanya.

LaSheira

KTS 1. Prolog

TMTM Musim ketiga akan dimulai sekarang ^_^

Saga Rahardian Wijaya adalah Presdir Antarna Group. Laki-laki yang memulai karirnya sebagai presdir sejak usia muda, Dia menggantikan ayahnya yang berpulang karena sebuah kecelakaan tragis. Posisi dan tanggung jawab yang  berpindah secara tiba-tiba, mau tidak mau mendewasakan Saga, baik dalam sikap ataupun caranya mengambil keputusan. Saga bekerja keras siang dan malam membuktikan kinerjanya kepada semua orang. Dia memang tidak sendiri. Orang-orang yang setia pada ayahnya, mengalihkan kesetiaan dan berdiri di belakangnya. Dan akhirnya, berkat usaha dan kerja keras, Saga berhasil membuat orang-orang yang usianya di atasnya menundukkan kepala dan mengakui keberhasilannya.

Saga adalah laki-laki yang berhasil membawahi anak perusahaan dengan karyawan yang tidak terhitung jumlahnya, itulah keberhasilan lainnya yang dia miliki. Dia seorang pria sukses, dia berwajah tampan dan berpenampilan menarik,  dia kaya raya dan memiliki kekuasaan. Dibelakangnya, orang-orang yang mengikutinya dengan sepenuh hati adalah bagian berharga dalam hidupnya. Saga adalah paket komplit seorang laki-laki,  dia selalu percaya diri  di mana pun dia berada.

Sosok kakak yang dikagumi oleh adik-adiknya. Kakak yang melindungi adiknya dengan caranya sendiri. Saga, adalah kebanggaan ibu, walaupun hubungan keduanya tidak sehangat hubungan ibu dan anak pada umumnya, namun Saga selalu menjadi anak yang membanggakan. Dia suami yang mendominasi. Suami yang cemburuan dan overprotektif pada istrinya, namun, dia suami yang mencintai istrinya dengan sempurna. Tidak berkedip walaupun beberapa kali wanita menggoda saat ia menghadiri pesta. Karena bagi Tuan Saga, Daniah istrinya telah menjadi udara baginya. Seseorang yang ia cintai dan mencintainya dan membuatnya hidup.

Itulah sosok Saga Rahardian Wijaya yang sempurna.

Namun, seorang Saga Rahardian Wijaya, mengalami serangan ketakutan dan kebimbangan. Dikarenakan sebuah tanggung jawab yang terasa asing dan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dulu, ketika belum mengerti arti mencintai dan jatuh cinta pada wanita yang ia nikahi, Saga tidak pernah  berfikir akan berada dalam situasinya saat ini. Menjadi seorang ayah, benar, ini beban baru dan tanggungjawab baru baginya, terasa menakutkan dan asing . Statusnya yang awalnya hanya menjadi suami Daniah, akan bergerak seirama dengan membesarnya perut istrinya. Dia akan menjadi seorang ayah dari anak yang dilahirkan istri yang ia cintai.

Sekretaris Han, tangan kanan yang selalu setia. Yang menjadikan kebahagiaan Tuan Saga sebagai tujuan hidupnya. Dia yang selalu berusaha, agar segala sesuatu berjalan dengan baik untuk tuannya, mengumpulkan data dan fakta bagaimana menjadi seorang ayah. Di dalam data-data itu mencakup mengenai kehamilan, ngidam sampai melahirkan seorang ibu. Dia buat sebaik mungkin laporan tertulis itu, untuk meyakinkan hati Tuannya. Agar keraguan yang datang pergi dari tuannya. Syukurlah, apa yang dia lakukan membuahkan hasil.  Walaupun selimut keraguan masih menutupi pikiran Saga, namun, laki-laki itu mulai berhasil meyakinkan diri.

Apalagi Daniah juga yang merasa optimis. Semakin menambah keyakinannya, kalau semua akan berjalan dengan baik-baik saja.

“Memiliki seorang anak adalah hadiah Tuhan sayang, yang di rindukan oleh semua wanita yang sudah menikah sayang.” Kalimat yang terucap dari  bibir Daniah, melunturkan ketidakpercayaan diri Saga. Daniah adalah ibu muda yang tidak memiliki pengalaman apa-apa, kecuali dari apa yang ia baca dan dengar dari cerita. Namun, gadis itu merasa yakin, kalau dia bisa.

Saga pun pelan-pelan mengubur rasa takutnya dan mulai menebar mimpi menjadi seorang ayah. Aku ingin anak laki-laki hebat yang bisa menjadi penerus menggantikan aku. Begitulah calon ayah itu memanjatkan harapannya.

Namun, saat akhirnya kabar bahagia itu datang di keluarga Antarna Group, saat hatinya sudah siap. Saat dia sudah sangat percaya diri untuk menyandang gelar sebagai seorang ayah. Ada badai bernama ngidam menghantam Tuan Saga.

Ngidam, ngidam, ngidam. Kata-kata itu berdengung bukan hanya memenuhi telinganya, bahkan sampai udara yang ia pakai bernafas. Saat dia ada di rumah Bersama istrinya, saat dia ada di kantornya bekerja, bahkan saat dia sendirian di kamar mandi kata ngidam itu menari-nari di atas kepalanya.

Saat Dokter Harun tidak bisa mengontrol perkataan dan mulutnya, dengan seenaknya laki-laki itu mengatakan kalimat yang mengguncang kepercayaan diri Saga sebagai calon ayah.

“Sepertinya anakmu sedang balas dendam padamu, Saga. Haha.”

Balas dendam, balas dendam untuk apa!

Akal sehatnya menyuruhnya untuk marah. Memprotes semua istilah ngidam yang dijelaskan para dokter, namun di hadapan istrinya, curly kesayangannya dia tidak bisa berkutik, selain mengganguk dan mengiyakan apa yang diinginkan Daniah.

Ngidam sialan, begitu Saga hanya bisa memaki dalam hati.

Dan ngidam hanyalah awal, dari semua hal baru yang akan ia hadapi  Saga sebagai seorang ayah.

...***...

Sementara itu, Daniah Andini adalah calon ibu yang akan memanfaatkan perannya dengan baik sebagai calon ibu.

“Xixixi.”

Tawa jahatnya yang menyimpan sejuta rencana terdengar. Membuat Sekretaris Han merinding. Apalagi saat senyum yang dipenuhi aura balas dendam itu bukan hanya tertuju pada Tuan Saga suaminya, tapi juga baginya.

Apalagi yang Anda rencanakan Nona Daniah. Han bergumam melihat nonanya. Anda masih semangat sekali ya menjodohkan orang.

Hubungan Han yang mulai membaik dan sedikit demi sedikit terajut dengan asisten pribadi Daniah, ya, sedikit banyak campur tangan Daniah juga ada di dalamnya. Saat ini, laki-laki itu pun telah merasa yakin, bahwa Tuan Saga juga telah bahagia. Hingga dia pun mulai memikirkan jalan hidupnya di luar Tuan Saga dan Antarna Group.

Semua itu juga berkat Nona Daniah pikir Sekretaris Han. jadi, walaupun dengan menghela nafas dia akan ikut aktif berjibaku dengan Tuan Saga. Melakukan tugasnya, meladeni apa pun yang sedang direncanakan nona mudanya. Mau itu ngidam dibuat-buat untuk balas dendam atau apalah namanya. Dia tidak akan kalah. Karena dia adalah Sekretaris Han, laki-laki yang selalu berhasil, membuat segala sesuatunya berjalan dengan semestinya untuk Tuan Saga.

Daniah tersenyum dengan mata memicing melihat Han. Bersiaplah, kau juga pasti akan ikut dipusingkan. Hahaha. Daniah tertawa tanpa suara sambil menutup mulutnya.

Semua rencana yang sedang disusun Daniah akan menyerang Sekretaris Han juga, karena apa, karena dialah yang akan mewujudkan semua hal di sekeliling Tuan Saga agar berjalan sesuai dengan biasanya.

Daniah sedang membuat daftar rahasia di buku agendanya. Dia menyimpan buku itu di bawah

lemari bajunya. Tidak boleh sampai ada yang menemukannya. Baik pelayan atau Pak Mun sekalipun. Padahal apa sih yang bisa disembunyikan Daniah dari Saga.

Aku ingin membalas semua perlakuan yang Tuan Saga lakukan padaku. Hemm, dimulai dari mana ya gumam Daniah. Apa aku boleh sekurang ajar itu ya, hehe. Nyalinya menciut kalau memikirkan tatapan kesal suaminya. Dia kan tetap Tuan Saga, batin Daniah ngeri. Tapi, aku kan sedang hamil dan ngidam, katanya kalau kau ngidam kau akan mendapatkan toleransi dari semesta sekalipun.

Tertawa lagi sambil mencoret-coret bukunya.

Daniah akan memanfaatkan kehamilannya dengan sebaik mungkin. Harapan untuk hidup bebas pun terpampang di depan mata. Karena mau tidak mau suaminya akan menuruti kemauannya. Dia ingin menjalani hari-hari penuh semangat lagi dengan bekerja di toko onlinenya. Dia ingin pergi ke luar rumah dan menghirup udara kebebasan. Bersama Aran nanti, dia pun ingin menikmati menyiapkan perlengkapan bayi sendiri kalau kehamilannya sudah besar. Walaupun di bawah pengawalan yang penting dia bisa bebas keluar rumah.

Daniah sungguh sangat menantikannya.

Apakah semua ketakutan Saga akan terjadi?  Apakah rencana Daniah akan berjalan dengan mulus, atau lagi-lagi dia yang dikerjai. Ikuti kisah Tuan Saga dan Nona Daniah dalam cerita baru “Kesayangan Tuan Saga”

Akan ada banyak senyum dan cerita menggemaskan di sini.

Selamat membaca ^_^

KTS 2. Bersabarlah Tuan Muda

Gedung Antarna Group.

Saga Rahardian Wijaya, pemilik Gedung megah itu keluar dari lift dengan wajah suram. Kumpulan awan menghitam seperti berarak di atas kepalanya, diselingi tanda-tanda kilat yang bisa menyambar siapa pun yang mendekat. Sekretaris Han yang selalu hadir menemani berjalan selangkah di belakangnya. Masih dengan wajah tenang tak terlihat sedikit pun beban. Padahal banyak hal yang sedang dipikirkannya sekarang.

Han melangkah lebih cepat ketika mereka hampir sampai di depan pintu ruangan presdir. Staf  sekretaris berdiri dan menunduk hormat. Han membuka pintu lebar, Saga masuk dengan gusar. Para staf kembali duduk dan mengerjakan pekerjaan mereka kembali dengan serius.

Sementara di dalam ruangan Saga berhenti melangkah sesaat setelah masuk. Berbalik melihat Han. Matanya masih terbakar api kemarahan.

“Kau dengar tadi yang dia bilang.” Saga maju dua Langkah. Semakin berapi-api dengan mencengkram kerah jas Sekretaris Han tiba-tiba. “Dia bilang anakku mau balas dendam, memang balas dendam apa hah. Kau tahu  kan sebesar apa cintaku pada Niah. Aku mencintai ibunya dan akan melakukan apa pun untuknya.” Setelah bicara  dengan  kalimat sangat Panjang untuk ukuran Saga bicara, dia melepaskan cengkeraman tangannya, menepuk-nepuk bahu Han,  menghela nafas panjang. Han masih diam tidak bergeming seperti biasanya. “Apa kau juga berfikir ngidamnya Niah adalah balas dendam anakku, padaku.”

Han masih diam mendengarkan, dia belum dibutuhkan untuk menjawab.

Saga mendatangi RS lagi. Meminta dokter menjelaskan perihal ngidamnya ibu hamil sekali lagi dengan versi yang lain. Bukan yang dia dengar sebelumnya. Dia sedang mencari obat kegelisahan hatinya. Tapi, bukannya semakin puas, semua penjelasan berputar-putar di situ saja dari kemarin masalahnya. Yang satu menjelaskan hal yang sama, dibumbui kata-kata yang berbeda untuk menenangkan. Sementara yang mendengarkan memang sudah dari awal tidak mau menerima kenyataan. Jadinya hanya bertolak belakang.

Saga maunya ke timur, para dokter membawanya berjalan ke barat.

“Han, apa kau berfikir seperti mereka juga?”

Saga sudah bersiap untuk murka kalau sampai Han menjawab ia.

“Tidak Tuan Muda,” Han bicara menenangkan. Sambil mendekat ke arah sofa. “Duduklah Tuan Muda, Anda duduk dan tenangkan diri dulu.” Saga menurut menyeret langkahnya. Dia duduk menjatuhkan tubuh sambil mengendurkan dasi. Kata-kata Harun sekali lagi terngiang di kepalanya. Bahkan memenuhi telinganya sepanjang perjalanan tadi. Menari seperti dengungan manusia saat kita sedang berdiri di tengah keramaian.  Ingin diusir pergi, namun tetap terdengar seperti ejekan. “Saya tidak mungkin berfikir seperti itu. Saya kan tahu, bagaimana Anda mencintai Nona Daniah.” Kata-kata yang diucapkan Sekretaris Han menjadi penghiburan untuk Saga.

Aku mencintai Niah,  aku mencintai ibunya, anakku juga pasti bisa merasakannya kan.

“Aku  bisa gila kalau tidur tidak  boleh memeluknya sekarang.” Aaaaa, memekik seperti bocah yang kehilangan mainan berharganya.

Ya, ya, Anda kan sudah kecanduan Nona Daniah. Han hanya menganggukkan kepalanya di dalam hati. Kepalanya masih tegak di tempatnya tidak bergeming. Sebenarnya dia pun sama kesalnya saat mendengar penjelasan dokter. Apalagi tentang teori kesabaran seorang suami untuk menghadapi hamil muda istrinya. Kenapa? karena dialah orang yang paling akan disusahkan kalau segala sesuatunya tidak berjalan dengan semestinya untuk Tuan

Saga.

Hingga sekarang, dia harus membuka pikiran positif Tuan Saga. Kalau dia ikut memperkeruh, bisa-bisa jadwal yang sudah terencana, untuk satu bulan ke depan. Bisa jadi mundur atau batal karena prahara ngidamnya Nona Daniah yang tidak berkesudahan.

“Han.”

“Ia Tuan Muda.”

“Memang apa yang sudah kulakukan pada Niah, apa anakku tidak bisa merasakan cintaku pada ibunya.” Saga mendorong rambutnya dengan tangan. Sedang berfikir dengan keras, bagian mana yang luput dari curahan cinta yang bisa ia tunjukan untuk istrinya. “Padahal setiap hari aku menyentuh ibunya dengan penuh cinta dan kasih sayang, apa sentuhanku itu kurang?”

Itu kan Anda yang senang tuan muda, Sentuh sana sini. Han menanggapi dengan decakan dalam hati.

“Mungkin yang dimaksud Dokter Harun adalah perlakukan Anda pada nona di awal pernikahan.” Jawaban yang dia simpulkan Han setelah menarik benang merah dari hubungan Tuan Saga dan nona dulu. Saga terlihat tidak suka dengan jawaban Han.

“Memang apa yang sudah kulakukan?”

Aku kan hanya mencintai Niah, memang apa yang sudah aku lakukan padanya dulu. Saga belum menemukan titik kesalahannya di mana, sampai anaknya mau balas dendam padanya.

“Apa Anda benar mau mendengarnya Tuan Muda?” Saga melirik Han menunjukan rasa kesalnya, karena Han perlu menanyakannya bukan langsung memberi  jawaban apa yang ia inginkan.

“Maaf Tuan Muda.” Han menundukkan kepalanya.

Hubungan Tuan Saga dimulai dari pernikahan  yang sangat tiba-tiba. Berawal dari ayah Nona Daniah yang berlutut dan memohon pada Tuan Saga kala itu. Dan entah datang darimana ide menikah itu, saat itu juga Tuan Saga melakukan kesepakatan dengan ayah nona.  Han sendiri tidak terlalu mendukungnya. Han menebak, pernikahan itu hanyalah pelampiasan Tuan Saga dari kebosanannya. Namun, walaupun Han tidak menyukai rencana pernikahan maupun calon istri Tuan Saga dia melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Mempersiapkan sebaik mungkin pesta pernikahan.

Han, akan mengingatkan bagaimana momen keduanya

bertemu.

“Saya mulai dari pertemuan Anda dan Nona. Pertama kali bertemu, Anda kan sudah melemparkan surat perjanjian pernikahan pada nona.” Nona Daniah yang terlihat tenang bicara walaupun tangan dan kakinya bergetar saat membaca surat perjanjian pernikahan yang dibawa Tuan Saga.

Surat perjanjian itu adalah fakta kalau Tuan Saga merendahkan harga diri Nona Daniah. Saga mengeryit. Dia sedang berusaha mengingat kejadian itu.

“Setelah menikah pun, Anda sering mengerjai nona.” Tidak perlu dijelaskan detailnya, rasanya tuan muda juga pasti masih mengingatnya dengan jelas pikir Han. Semua kejadian-kejadian itu.

“Hei, kapan aku melakukannya.” Ternyata dia tidak mau mengingatnya gumam Han.

Han memilih contoh yang paling aman, yang tidak membangkitkan emosi.

“Contohnya saat Anda menyuruh nona meluruskan rambut, tidak selang sehari Anda minta nona mengembalikan rambut seperti semula.”

Itu yang baru yang tampan jarak pandang saya, tidak tahu, kalau kalian sedang berdua.

“Haha, abis dia mengemaskan sekali, aku tidak tahan untuk tidak mengganggunya.”

Nah, benarkan, kenangan tentang rambut adalah ingatan paling aman untuk Anda. Han merasa lega dengan jawabannya.

“Rambut Niah itu lucu dan menggemaskan,” Kenapa jadinya terkesan membanggakan istrinya yang menggemaskan bukannya instrospeksi diri karena melakukan kesalahan. ”Dan rambutnya itu.” Saga tergelak lagi. Mengangkat tangannya ke depan wajahnya. Seperti rambut Daniah sedang ada di depannya. Dia membuat gerakan menggulung, gulung lagi dan tertawa. “Rambutnya lucu sekali, juga sangat harum.” Sekarang sepertinya Saga sedang merindukan adegan gulung-gulung rambut.

Padahal nona memakai sampo yang sama seperti Anda. Tidak ingat, waktu Anda bilang mau menjambak rambut bergelombang nona saat pertama kali bertemu. Sekarang Anda bahkan tidak bisa tidur tanpa memainkan rambut nona. Han kepalanya yang diisi dengan gumaman.

“Dulu, saat dia ketakutan aku menyentuh rambutnya aku malah keterusan karena ingin menggodanya, telinganya yang memerah.membuatku malah ingin menggigitnya.” Saga sedang seenaknya bernostalgia versinya sendiri.

Ya, ya, inilah yang disebut level kecanduan Anda pada Nona Daniah sudah sudah tidak tertolong lagi.

Terserahlah, mau bicara apa batin Han, yang penting suasana hati Saga membaik. Karena mereka masih ada tiga agenda lagi hari ini. Han masih mendengarkan Saga yang menceritakan kembali kenangan awal-awal pernikahannya tapi tentu saja dari sudut pandang ingatan Saga yang seenaknya sendiri.

Keisengan Saga menjahili Daniah berawal dari saat gadis itu terlihat menggemaskan saat menciut takut. Saat Daniah menahan marah tapi bibirnya tersenyum dibuat-buat. Saat Daniah menarik bibir sambil menaikkan mata kesal benar-benar terlihat lucu, membuatnya Saga ketagihan. Mau lagi dan lagi. Hingga tak ada sehari pun lewat dia tidak menjahili istrinya kala itu.

Han berdehem setelah Saga menuntaskan ceritanya. Belum ada bau-bau instrospeksi diri sepertinya. Tuan muda malah merasa bangga diri. Akhirnya kalimat bijaklah yang keluar dari mulut Han.

“Bersabarlah sebentar lagi Tuan Muda. Kalau saya mendapat informasi ngidam yang aneh-aneh hanya terjadi di bulan awal kehamilan saja.” Mungkin itu masa penyesuaian.tubuh saja pikir Han. Dia pun berharap bahwa itu benar.

“Ini sudah hampir satu bulan.” Menyalak galak lagi. Sudah.selesai bernostalgia sepertinya.

Kan toleransinya tiga bulan Tuan Muda.

“Sebentar lagi Tuan Muda, bersabarlah sebentar lagi. Saya akan selalu membantu Anda kalau Nona Daniah menginginkan sesuatu. Yang aneh sekalipun.” Tentu saja Han harus menjawab seperti itu. Karena memastikan segala sesuatu berjalan dengan semestinya adalah tugasnya.

“Kau memang bisa aku andalkan Han.” Ucapan itu membusungkan dada Sekretaris Han dengan penuh kebanggaan.

Hari-hari  pun berjalan.

Kalau  saja tahu apa yang akan terjadi kedepannya, Han tidak akan menyarankan  kesabaran dengan segampang itu, karena sesungguhnya kesabarannya lah yang paling diuji. Karena dialah yang akan paling dibuat susah.  Sampai dia merasa bayi dalam perut Nona Daniah bukan balas dendam pada Tuan Saga, tapi  balas dendam itu tertuju pada dirinya.

“Nona Daniah kenapa tidak sekalian Anda bunuh saya saja.” Kata-kata itu bahkan terngiang-ngiang sebelum dia tidur, saat Han menikmati segelas susu hangatnya.

Perjalanan Tuan Saga menjadi seorang ayah dan Sekretaris Han menjadi paman kita mulai sekarang.

Bersambung.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!