Seorang pria sudah siap dipindahkan dari ruang UGD ke ruang perawatan di sebuah rumah sakit ternama di kota A. dan kini tinggallah pria tersebut dengan istrinya.
"Kau pulanglah, Mala." Kata pria tersebut.
"Tapi mama mau menemani ayah disini.." Tegas Keumala istri pria tersebut.
Ia adalah Keumala seorang ibu rumah tangga yang sudah mempunyai 1 pasang anak laki anak pertama dan perempuan anak ke dua.
Penampilan Keumala biasa saja dengan tanpa tidak mengunakan make up wajahnya cuma di hiasi bedak tabur baby dan lipstik glossy tipis menghiasi bibirnya.
Baju gamis biru tua dan jilbab biru muda melekat ditubuhnya.
Walau penampilannya sederhana alakadarnya Keumala tanpa cantik.
Saat ini Keumala berdiri di samping koridor tempat tidur suaminya di rawat.
"Tidak perlu, ada perawat dan dokter disini, kamu pulang saja!" sambil memalingkan wajahnya.
"Biasanya mama selalu temani ayah kalo ayah sakit, apa lagi sebentar lagi dokter datang untuk memeriksa ayah lebih lanjut," Kata Keumala dengan cemasnya.
Keumala mulai khawatir dan merasa ada yang aneh dengan suaminya tersebut.
Sambil menahan agar benin putih tidak keluar.
Tidak biasa-biasanya suaminya menyuruh ia pulang, di kala suaminya tersebut sakit.
"Pulanglah mama, ganti bajumu baru mama kesini." Kata Yahya
Yahya adalah suaminya Keumala yang umurnya 5 tahun lebih tua dari Keumala.
Ia berkerja di perusahaan terkenal di kota A
Baru dua bulan ini Yahya berjabat sebagai manajer di sebuah perusahaan tempat ia berkerja.
Yahya berkarier dari Nol. So pasti Keumala yang selalu menemaninya di kala susah dulu, sebelum seperti sekarang ini.
*Cerita sedikit ya.*
Dulu waktu menikah dengan Keumala yahya tidak mempunyai pekerjaan, Ia masih berstatus mahasiswa di kampus ternama di kota tempat mereka tinggal sekarang ini.
Ia nekat melamar dan menikahi Keumala karena Keumala mau di nikahkan sama lelaki lain oleh kedua orang tua Keumala pada saat itu.
Ketika Yahya tahu wanita pujaan hatinya mau dilamar oleh lelaki lain. Yahya meminta ijin pada orang tuanya untuk menikah dengan Keumala.
Orang tua Yahya menentang pernikahannya namun karena Yahya terus meminta agar di ijinkan menikah dengan Keumala wanita yang sudah 2 tahun dekat dengannya. Apa lagi Yahya pengangguran sedangkan Keumala waktu itu bekerja di salah satu perusahaan property.
Walaupun orang tuannya akhir setuju namun orang tuanya Yahya tetap tidak menyukai Keumala karena Keumala bukan dari keluarga terpandang dan bukan PNS, Karena beliau ingin anak laki satu satunya punya istri yang dari kalangan atas dan PNS .
Di kampung tempat Yahya kalo sudah PNS maka itu sudah Mantap banget dan wah banget deh. pasti di sanjung-sanjung.
**Next**
"Ada Apa dengan baju mama, bukankah ini baju yang ayah belikan dan masih bagus" Keumala balik bertanya, bukan menjawab ucapan suaminya, Keumala dengan wajah yang kaget. tidak menyangka suaminya akan berkata demikian.
Suaminya diam dan melihat dengan mata tajam seakan ingin menelan hidup-hidup perempuan di depannya.
Diam beberapa detik.
"Ok.. Baiklah mama pulang" Akhirnya Keumala bersuara sambil menghapus air bening yang keluar di areal matanya.
Kini hatinya menjerit, Sakit yang luar biasa dirasa kecewa begitu dalam.
Keumala mencoba untuk terus kuat agar air bening tidak tumpak tapi air bening tetap saja membasahi pipinya.
Keumala berjalan mengambil tas yang ada di atas kursi dekat suaminya berbaring.
"Assalamualaikum..." Berkata sambil berjalan ke arah pintu keluar kamar perawatan sang suami.
"Waalaikumsalam" Jawab Yahya dengan suara pelan Sambil melihat Keumala Yang berlalu dari ruangan tempatnya di opname.
*****
🌺Di Rumah🌺
Kini Keumala sudah di rumah membereskan rumah dan memasak untuk anak dan bekal untuk suaminya di rumah sakit. Walau hatinya hancur.
Ia terus melakukan pekerjaan rumah agar hati yang sakit namun tak berdarah ini bisa terobati dengan cara ini mungkin akan membuat Keumala melupakan sejenak kesedihan dan kekesalan di hatinya.
"Ada apa dengan suamiku ya Allah.. Kenapa tiba-tiba ia mengusirku.. Apakah ia menunggu seseorang atau ia malu dengan penampilanku ini.." Kata Keumala dalam hati.
"Atau ada perawat satu kampung tau teman masa lalunya di rumah sakit ini?" Sambung Keumala lagi, dengan suara pelan.
Karena banyak saudara dan teman suaminya dari kampung adalah berprofesi dokter dan perawat.
"Ah masa ia suamiku malu sama penampilan aku.."
"Oooh tidak.. Apakah karena jabatannya sudah tinggi ia merasa tidak cocok dengan aku.."
Keumala terus berpikir dengan pikirannya dan melamun.
"Maaa... Kenapa mama menangis..."
Seorang anak kecil berusia 10 tahun datang bersama seorang anak perempuan berusia 4
tahun. langsung menyapanya dengan pertanyaan tuk sang mamanya.
"Iihh anak mama nie.. Ini lho mata mama tadi coba pakai eyeliner deh waktu mm pakai.. Jadi gini deh... " Hehe sambil ketawa.
Hatiku menangis, Namum bibi ini harus tersenyum. Perih kali rasanya.
"Bisa aja mama nie.. " Hehehe
ketawa kedua anak tersebut..
"Gimana kabarnya ayah? apa kata dokter mama?"
Tanya sang anak lelakinya yang berumur 10 tahun duduk di bangku sekolah dasar.
"Tenang Ayahmu cuma kelelahan dan kurang tidur.. Kamu tau kan ayahmu selama sebulan ini pergi pagi-pagi pulang sudah tengah malam,
tambah lagi ayah tidak makan teratur makanya saki." Jawab Keumala sambil tersenyum pada sang buah hati.
"Ooohh..."
Semoga Ayah cepat sembuh ya, Maa,"
Sambil duduk di kursi meja makan.
"Iya sayang..."
"Nanti Adee ikut ya, Mama.."
"Bang juga ya Maa..
"Ok sayang boleh.. Kalian siap siap terus ya..
mama hampir siap nie.."
"Ok... Mama" Jawab anaknya serentak.
🌺satu jam kemudian🌺
"Kami sudah siap mama.."
"Ayo.. Mama..."
Ke dua ank-anak itu berkata dengan rasa senang bukan kepalan, karena mereka akan Ke rumah sakit untuk bertemu dengan ayah tercinta.
"Iiih kalian nie.. Gak sabar banget sich.." Sambil berjalan dan tersenyum manis tuk sang buah hati.
"Kalian tunggu di motor dulu,, Mama kunci pintu dulu."
"Iyaa.. Maa.."
Scerek suara pintu di kunci
"Ayo naik... Adee depan aja, pegang Mama yang bagus biar tidak jatuh, Abang"
"Siap... Maa"
Mereka langsung pergi mengunakan honda metik kesayangan mereka.
🌺Di Rumah Sakit🌺
"Yahya baru kembali setelah melakukan beberapa tes bersama dokter dan perawat.
Yahya pergi diantar sama dengan dokter Dahlia saudaranya dan ditemani dua orang perawat wanita.
"Yahya... Mana Mala istrimu kenapa tidak disini.." Tanya bu dokter Dahlia
"Mala dah Pulang tante.. Dia sibuk dengan anak-anak di rumah, sayang anak-anak berdua di rumah" Jawab Yahya
"Oohh pantesan tante tidak lihat istrimu dari tadi"
"Kamu istirahat biar cepat sembuh, Insya Allah tidak apa-apa tidak ada penyakit yang membahayakan..
Kamu cuma butuh istirahat dan minum obat, Yahya"
"Makasih tante..."
"Sama-sama Yahya..."
"Tante permisi dulu.. Semoga lekas sembuh
kalau ada apa-apa hubungi tante" Dokter Dahlia meninggalkan ruang rawat di ikuti kedua perawat yang senantiasa berada dekat buk dokter cantik.
Dokter Dahlia adalah seorang dokter yang terkenal dan mempunyai jam terbang tinggi, hehe kek pesawat aja. Beliau adalah istri dari adik ayahnya Yahya atau adik ipar bapaknya Yahya.
🌺 30 menit kemudian🌺
Keumala sudah sampai ke rumah sakit XXX di kota A. Ia langsung berjalan menuju ruang tempat suaminya dirawat bersama ke dua anaknya.
"Assalamualaikum" Ucap Keumala bersama kedua anaknya sambil membuka pintu ruangan suaminya di rawat.
"Waalaikumsalam" Jawab Yahya didalam..
Yahya memalinkan wajahnya ia nampak kesel ketika melihat anak-anak dan istrinya sampai ke kamar tempatnya di rawat.
"Ayah kami bawakan nasi untuk ayah..
Apa ayah sudah makan?" tanya Al-ziatun anaknya perempuan paling kecil.
Yahya akhirnya tersenyum pada anaknya Al-Ziatun dan tidak menjawabnya.
"Apa kabar, Ayah?" tanya anaknya paling tua Al-Mubaraq
"Alhamdulilah, Ayah sudah membaik sayang..
Abang kenapa ke rumah sakit?
bukankah abang nanti malam mengaji?" tanya Yahya pada anaknya.
"Itu masih lama Ayah.. Ini masih jam 2 siang" Jawab anaknya sambil duduk dekat ayahnya.
"Tenang aja, Ayah, sekali kali kalo abang bolong mengaji kan tidak apa-apa yaa kan, Abang." Adiknya Al-Ziatun ikut membela abangnya.
"Eemm kalian yaa, sudah pinter kali menjawab" Ucap Yahya sambil tersenyum pada si kecil Al-Ziatun.
"Makan dulu, Ayah, biar Mama suap"
"Tidak, Ayah belum lapar," ucap Yahya pada Keumala.
Keumala menutup kembali makanan yang Ia bawa untuk suaminya Yahya meletakkannya di atas meja samping Yahya.
"Gimana tadi pemeriksaannya apa kata dokter?" Tanya Keumala
"Eemm gak ada cuma kelelahan aja" Jawab Yahya ketusnya.
"Oooo." hanya itu keluar dari mulut Keumala.
"Ayah banyak sekali ini buah buahan..
dari mana, Ayah, siapa yang datang?..."
Tanya Keumala sama sang suami.
"Tadi sebelum mama kesini datang teman-teman satu kantor Ayah." Dengan cueknya.
"Emmmm." Hanya itu keluar dari mulut Keumala.
🌺Beberapa jam kemudian🌺
Kini Yahya sudah makan dan di suapi oleh Keumala. Keumala terus memaksa sang suami untuk makan, akhirnya Yahya makan juga.
Keumala duduk di sofa di ruangan tempat suaminya di rawat dengan diam.
Anak-anaknya sibuk coloteh celote dengan sang Ayah hingga menjelang sore.
Putra dan putrinya kini sudah ketiduran di sofa dan Keumala duduk di bawah dengan alas karpet.
Sedangkan Yahya walau tangannya di pasang impuls sebelah dan tangan sebelah sibuk membalas chat, entah dari kantor atau dari temannya.
Mereka dekat tapi terasa jauh tanpa kehangatan lagi seperti dulu.
🌺Berapa Jam Kemudian🌺
"Bawa anak-anak pulang
si Abang nanti malam pergi mengaji" Yahya akhirnya bersuara
"Bangunkan mereka pergilah pulang" Ucapnya lagi
"Tapi ini masih jam 4 Ayah, Biar mereka tidur siang sebentar lagi kasihan mereka" Sambil melihat jam diding Keumala berkata.
"Sudahlah Mama, kamu bangunkan mereka saja, dan bawa mereka pulang."
"Ada apa kamu Ayah sudah dua kali kamu mengusir Mama.. Katakan kenapa yang sebenarnya terjadi?"
"Apa Ayah tidak mau Mama ada si sini?,
Apa Ayah malu sama saudara tau perawat sini.. Apa ada perawat disini teman atau kenalan Ayah? katakan, Ayah" banyak pertanyaan yang di lontarkan istrinya Keumala padanya.
"Bicara apa kamu, Mama." Kini Yahya melihat ke istrinya.
"Tidak ada apa-apa." Memalingkan wajah sambil mengusap air bening di pipinya.
"Ayah mau kamu dan anak-anak pulang dan istirahat di rumah itu saja" Jawab Yahya sambil membuang muka ke arah lain.
"Kalo tidak ada apa-apa kenapa haruskan membangunkan anak-anak yang lagi tidur?" suara lantang Keumala berkata, karena emosinya mulai naik.
"Teman-teman kantor Ayah akan kemari..
Jadi pulang lah, Mama"
"Emang kenapa kalo teman-teman kantor Ayah datang? kenapa kami harus pulang?
kan lebih baik Mama disini menemani Ayah.."
"Tidak..." Ucap Yahya cepat.
"Kenapa Ayah?" rasa ingin taunya bangkit.
"Ayah bilang pulang.. Ya.. Pulang... Kenapa kamu Mama cerewet kali" Bentak Yahya pada Keumala
Hingga membuat anak-anaknya terbangun.
Keumala tidak mau ribut dengan Suaminya di rumah sakit, apalagi didepan Anak-anaknya.
"Baiklah, Mama pulang, Jangan harap Mama akan kemari lagi.. " Jawab Keumala
Keumala langsung bangkit dari tempat duduk serta mengajak anak-anaknya pulang.
Kini bagaikan dunia yang runtuh, Membuat dadanya sesak seakan susah untuk bernafas
namun Keumala harus tetap tegar untuk.
anak-anaknya.
Ketika Keumala sudah keluar bersama anak-anaknya ia melihat ada 1 rombongan datang laki-laki dan wanita mereka ketawa ke tiwi ria.
Keumala mengenal mereka dari seragam yang mereka pakai.
"Bukankah itu teman-teman kantornya.
oh iya tadi teman-teman satu divisi dengan Ayah ini lain.. Ini divisi lain yang ikut membesuk Ayah." Kata Keumala dalam hati"
Keumala terus berjalan dan menghindar agar tidak jumpa dengan rombongan tersebut.
Karena ia tau suaminya pasti akan marah besar
kalo Keumala sampai dilihat atau berjumpa dengan teman-teman kerja suaminya.
🌺🌺🌺
Bersambung....
🌺🌺🌺******🌺🌺🌺🌺
Alhamdulillah, ini karya pertama semoga kalian suka dan berkenan meninggalkan kenangan dengan mengklik 💗 serta memberiku semangat dengan meninggalkan Like, Komen dan Vote. Terima kasih🤗
Keumala bersembunyi ketika melihat teman- teman suaminya hingga mereka lewat dan masuk keruangan tempat suaminya dirawat.
Ia memegang tangga anaknya terus melangkah keluar, namun tiba-tiba keumala berhenti
dan berbalik arah menunju ke tempat suaminya dirawat.
"Kenapa, Mama?" tanya anak lelakinya.
"Tidak ada sayang, kita coba balik ke dekat ruang ayah ya, ikuti Mama, kalian jangan bersuara!" Perintah Keumala pada anaknya.
"Baik, Maa," jawab kedua anak-anaknya serentak.
Keumala terus melanjutkan dengan langkah cepat besama sang buah hati
rasa penasarannya meliputi nya kini.
************
🌺Di rumah🌺
Gelisah hati terus menghantui, Keumala tidak dapat berbuat apa-apa hanya bisa menunggu dirumahnya bersama sang buah hati tercinta,
Ia tidak dapat tidur padahal jam sudah menuju pukul 11 malam.
Air mata terus mengalir hingga membuat matanya Lembang.
Hatinya terus menjerit, air bening terus mengalir rasa sesak di dada terus melanda, ini kah sakit ketika dihianati, inikah luka kecewa ketika orang yang kita cintai pupus sudah, pudar sudah kasih sayang diapit dengan luka yang perih namun tak berdarah.
Inikah rumah tangga yang selama ini aku bina, Ku pertahankan dengan segenap jiwa raga, impian cinta dan kasih sayang kita mulai retak.
Ya Allah kenapa,
Aku selalu mengalah, walau orang tua nya menghinaku mengatai Aku,
Aku tetap diam demi keluargaku,
demi suamiku demi cinta ku, Aku rela.
Sekarang setelah sekian lama kita berumah tangga hampir 12 tahun kita bina, tiba-tiba kamu malu pada teman- teman mu memiliki istri seperti Aku.
Jika kamu malu kenapa melamar ku, Ayah
kenapa? hiks... hiks.. apa salahku, kenapa sekarang.
Banyak sekali pertanyaan kini ada di hati Keumala.
Pantas aja kamu tidak pernah mengajak aku ketempat umum yang daerah atau lokasi banyak teman-teman mu, Ayah, ternyata kamu takut jumpa dengan orang yang kenal kamu apa lagi jika jumpa sama teman teman mu, kamu jalan terus sendiri.. mengabaikan Aku sebagai istrimu di belakang, pura- pura tidak kenal Aku,
bodohnya Aku. Keumala terus bicara sendiri seakan suaminya ada di dekatnya.
Sakit sungguh sangat sakit, Aku tau Aku tidak cantik, Aku buka wanita kantoran seperti dulu, penampilan Ku tidak mewah.
Kamu tidak pernah memberiku uang untuk belanja apa lagi uang untuk kebutuhanku, Hiks... Hiks...
Keumala terus menangis dan menangis, sampai ketiduran.
***
Pagi pagi Keumala telah siap melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim yang baik, melaksanakan ibadah sholat subuh.
Keumala terus menuju ke dapur mempersiapkan sarapan untuk sang buah hatinya.
"Udah banggung kamu, Nak, mandi dulu sana jangan lupa gosok gigi ya dan sholat subuh dulu, abang Mubaraq." Kata Keumala sama anak laki-lakinya sambil tersenyum
Anaknya bukan menjawab namun balik bertanya pada sang Mama.
"Mata kenapa, Mama? habis menangis ya, Mama?" tanya sang anak pada mamanya, dengan wajah cemas melihat ke arah mamanya.
"Tidak sayang," elak Keumala dengan tersenyum tipis, Ia mencoba meyakinkan anak lelakinya.
"Maamaa," sambil menatap ke mamanya dan bersuara anaknya berkata pelan sangat namun masih dapat di dengar oleh mamanya.
"Ya, Sayang," balas Keumala.
"udahlah, ke kamar mandi dulu ya, Mama.. " Jawab anaknya, anaknya tidak mau bertanya lagi Ia tidak mau membuat mamanya yang lagi sedih dan tambah lagi dengan Ia terus bertanya takut mama tambah sedih, itu yang ada dalam pikiran anak laki-lakinya.
Anaknya tau, karena umurnya yang sudah besar sudah mengerti dan Ia hanya tidak tau harus bagaimana, Ia merasakan kesedihan mamanya dan Ia juga mencoba untuk tidak membuat mamanya tambah sedih.
Al-mubaraq adalah anak yang sagat peka Ia anak yang mengerti segala suasana hati Mama dan Ayahnya, dia juga dari kecil sudah mendengan dan melihat bagaimana keluarga Ayahnya padanya dan terhadap mamanya. Ia hanya bisa diam dan mencoba menghibur mamanya.. Ia merasa ribet dan tidak mengerti kenapa bisa begitu, Ia juga sering di banding bandingkan dengan abang sepupunya oleh neneknya.
Walaupun umurnya beda hampir 5 tahun dengan abang sepupunya tapi neneknya membandingkan dia dengan abang sepupunya.
Namun Ia tidak mau sedih toh Ia mempunyai. mama dan ayah yang sayang dia yang tidak membandingkan dia dengan orang lain yang menyayanginya.
Ia pun jarang jumpa sama kakek dan neneknya karena neneknya tinggal jauh dari tempat ia tinggal. Ayahnya berasal dari kota S perjalanan yang di tempuh 14 jam.
kakek dan neneknya sering telpon tapi itu hanya mau bicara dengan Ayahnya saja..
jangan telpon berbincang-bincang dengannya tau mamanya jarang kecuali ayahnya lupa bawa handphone.
mungkin nenek dan kakeknya menganggap mereka tidak ada, itu yang ada di pikiran bocah laki itu.
Beda dengan sepupunya anak tantenya neneknya sering telpon dan berbincang lama-lama.
Oleh karena ibu Al-mubaraq dan adiknya Al-ziatun tidak dekat dengan Nenek Kakeknya.
*Ok sekilas tentang Al-mubaraq dengan keluarga ayahnya *
**Next**
Pagi ini tidak ada drama pagi seperti biasanya oleh anak bungsunya sebelum berangkat ke sekolah paud nya, jadi terasa lebih udah.
Siap sarapan Keumala langsung mengantar anak-anaknya sekolah dengan mengunakan motor metik kesayangannya.
Keumala menurunkan anak sulungnya di gerbang salah satu sekolah dasar negeri di kota A tempat anaknya menuntut ilmu pendidikan, baru setelah itu Ia mengantar anak perempuannya di sekolah Paud yang tidak jauh dari sekolah abangnya Al-mubaraq.
Siap melakukan aktifitas pagi antar mengantar keumala hendak pulang kembali kerumahnya namun ia merasa gelisah teringat suaminya di rumah sakit.
Tapi ia ragu untuk ke rumah sakit karena suaminya kemaren sore telah mengusirnya dari ruangannya.
Rasa sedih dah kecewa hatinya tidak bisa tenang, terus pikirannya menuju rumah sakit
Itulah yang dirasakan Keumala saat itu,
jiwanya tidak bisa kompromi dengan hati dan pikirannya.
Akhirnya Keumala memutuskan untuk ke rumah sakit, Ia biarkan mengikuti hatinya walau ragu mengecam dalam jiwanya.
*** Di rumah sakit***
Dreeet dreeet suara handphone.
Yahya langsung mengambil menekan warna biru dan meletakan di telinganya benda Pipih tersebut.
Ke betulan benda tipis itu Ia letakkan dekat bantal tidur agar mudah Ia ambil.
"Assalamualaikum, Mak.," Yahya Memulai percakapan.
"Waalaikumsalam, gimana kabar kamu, Yahya? gimana sudah sehat, Kamu?" Balas sapaan dari nyeberang sana.
"Alhamdulillah, Mak., sekarang Yahya sudah mulai baik." Jawab Yahya dengan sedikit tersenyum.
"Alhamdulilah kalo gitu.l, Mamak gak perlu ke sana kan, Mamak kemaren mau ke sana tapi kerjaan banyak, Kamu tau sendiri Wandi sekarang tinggal sama Mamak. " Ucap wanita paruh baya di ujung sana.
Wanita paruh baya itu Ialah Mak Hendon, Orang tuannya Yahyah. Wandi adalah keponakan Yahya yaitu anaknya dari adiknya Yahya.
"Wandi gak bisa mamak tinggal apa lagi Mamak dan Ayah sibuk." kata Hendon pada anaknya yahya.
"Iya, Mak tidak apa-apa " jawab Yahya dengan senyum kecewa, walau dalam hati ia ingin sekali ada mamak di sampingnya ketika sakit, namun Mak Hendon tidak ada waktu untuk dirinya, padahal Ia selalu mengutamakan orang tuannya dari pada anak dan istrinya sendiri.
"Istrimu itu mana? biarlah dia yang merawat kamu,Yahya," ucap Mak Hendon.
"Mak rasa dia pasti tidak mau, kalo dekat dan tidak ada keponakan kamu Wandi udah ke rumah sakit, bukan seperti istrimu itu Si Keumala taunya uang saja, dan enak saja," tambah Mak Hendon lagi dengan sinis nya.
"Dimana sekarang istrimu itu?" tanya Hendon lagi.
"Di rumah, Mak.." Akhirnya Yahya bersuara
"Tidak di rumah sakit dia?" Tanya Hendon
"Tidak Mak.." Jawab Yahya
Yahya tidak mengatakan pada mamaknya kalo emang dia lah yang menyuruh Keumala pulang dengan kasarnya.
"Istrimu itu emang gitu, sudah bodoh miskin eh malas lagi manusia macam apa dia itu? masih saja kamu mempertahankan istri macam" celoteh Hendon lagi.
Yahya cuma diam mendengar ibunya menjelekan istrinya, tidak sedikitpun ia membela istrinya.
"Tidak usah kasih uang untuk istrimu lagi yang ada dia akan sibuk beli pulsa bedak dan barang yang mahal-mahal, Yahya." Perintah Hendon lagi.
"Iya, Mak, Yahya tidak pernah lagi kasih uang untuk Mala, Mak," Yahya berkata sambil memejamkan matanya
"Bagus, itu baru anak Mamak." kata Mak Hendon sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Oh ya, Yahya, Sawah kita yang dekat dengan sawah Pak Ma'el sudah siap di bajak, bisakah kamu kirim uang sedikit, Yahya, untuk biaya bayar uang bajak sawah Mamak dan Ayah,
Mamak sudah minta sama adik mu tapi kamu tau sendiri adik mu banyak kebutuhan ia lagi banggung rumah." Ucap Hendon panjang lebar.
"Adikmu lagi banggung rumah besar rumahnya, jadi adikmu butuh banyak uang, beda sama kamu, Kamu kan masih tinggal di rumah kontrak jadi tidak perlu banyak pengeluaran uang, jadi uang kamu kasih ke Mamak aja tuk biaya bajak sawah, " tambah Mak Hendon di seberang sana tanpa ragu sedikitpun.
"Iya, Mak, kalo Yahya sudah keluar nanti akan Yahya transfer, seperti biasanya." Kata Yahya akhirnya.
"Ayah mana, Mak" Tanya Yahya pada Mak Hendon mencoba mengalikan pembicaraannya.
"Ayahmu lagi ke pasar membelikan baju untuk keponakan mu Wandi, kebetulan Ayah mu dapat rezeki dari jualan padi, Kami baru panen, Mamak suruh Ayah mu untuk belikan baju tuk Wandi," Jawab Hendon dengan senyum bangga dan bahagianya.
"Oooo," hanya itu keluar dari mulut Yahya
"Tadi Mamak minta uang sama Yahya untuk biaya bajak sawah," tambah Yahya lagi.
"Iya, Yahya, kalo bukan untuk Mamak mu ini untuk siapa lagi eemm uang gaji kamu itu, Apa kamu tidak mau membayar uang bajak sawah mamak mu ini, kamu anak Mak laki satu satunya, pada siapa lagi Mamak ini minta kalo bukan pada Kamu Nak." Keluh Mak Hendon dengan suara lembut dan merayu.
"Apa kau mau kasih untuk Mala istrimu itu,
eemm... " Sambung Mak Hendon lagi dengan suara keras dan lantang berkata pada anaknya Yahya.
"Tidak, Mak, bukan begitu, maksud Yahya kenapa dengan uang Mak untuk membelikan baju Wandi, Orang tuanya itu ada, masih sehat Kedua orang tua Wandi, kenapa harus Mamak membiayai, uang Mamak gunakan untuk kebutuhan Mak dan Ayah saja," ucap Yahya.
"Kamu itu gimana, Mamak mu ini emang sudah tua, tapi Mamak dan Ayah masih sanggup beli baju dan kebutuhan Wandi Ia cucu Mamak, Mamak suka melihat kalo dia memakai baju dan berpenampilan mewah." Mak Hendon berkata sambil ketusnya di ujung sana.
Padahal Mak Hendon belum pernah membelikan atau memberikan sesuatu untuk anaknya Yahya.
padahal mereka cucunya juga namum Mak Hendon melupakannya Ia hanya merasa cuma Wandi , Johan serta Winda cucunya dan selalu di nomor satukan nya, di bandingkan anaknya sendiri Yahya apa lagi anaknya Yahya seperti tak ada saja.
"Baiklah, Mak, salam buat Ayah" Yahya mencoba mengakhiri pembicaraannya.
"Ya sudah ingat pesan Mamak, jangan selalu di manjakan istri mu itu, Yahya, Mamak tutup dulu ya, Assalamualaikum," Mak Hendon mengakhiri pembicaraannya.
"Waalaikumsalam," jawab Yahya menekan tanda off berwarna merah di benda dalam genggamannya.
Sepasang mata melihat dan mendengar pembicaraan Yahya dengan Mak Hendon.
***
Keumala ternyata di pintu berdiri dengan pintu terbuka sedikit Ia mendengar semua pembicaraan suaminya dengan Ibu Mertuanya.
Matanya mulai berkaca kaca kini tak terasa tumpah juga, membasahi pipi yang putih dengan mata yang lentik dan masih lembang karena menangis semalaman.
Akhirnya Keumala meninggalkan tempat dimana suaminya di rawat dan mencari tempat menyendiri untuk menenangkan diri.
Bersambung......
🌺 Apa yang dilakukan Keumala selanjutnya ya..
Terim kasih sudah mampir di karya Neunek Ulka tinggalkan jejak dengan meninggalkan Like Komen dan Vote. 🤗
💗💗💗 Kalian tanpa kecuali🤗
Terlihat seorang duduk di sebuah taman rumah sakit X Ia adalah Keumala, Ia melamun sudah hampir 3 jam tak bersuara, Keumala duduk sendiri dalam kesepian tanpa arah, kini Ia bagaikan pohon yang layu ranting ranting yang kekeringan.
Tanpa terasa badai yang bertiup sepoi sepoi tiap hari di rumah tangganya kini bertiup lebih kencang menerbangi semua yang ada di sekitarnya.
Keumala mencoba kuat agar tidak patah
terus memberi pupuk agar ranting yang kering bisa kembali hijau.
"Aku bisa Aku pasti bisa, Aku harus kuat demi anak-anak Ku" Ucap Keumala dalam hati, mencoba untuk menkuatkan diri sendiri dengan suara sangat pelan hampir tidak terdengar.
Keumala bangkit dari tempat duduknya sambil melihat jam di tangannya.
Ooo tidak aku ternyata sudah lama duduk disini, Aku harus menjemput anakku Al, pasti Ia sudah pulang.
Keumala berjalan menuju tempat dimana motor matiknya di pakir.
***
Keumala sudah berada di rumahnya,
Ia sudah selesai menjemput anak perempuannya,
Al-mubaraq anak lelakinya pun sudah di rumah,
mereka sudah makan siang bersama.
Kini tinggallah Keumala di dapur yang sibuk membereskan meja makan bekas makan siang mereka.
dreee dreee...
Benda pipih segi panjang kecil itu berbunyi.
Tertera nama dengan lampu bekendit-kendit "Suamiku"
Keumala ragu untuk menekan tombol biru..
Ia mengabaikannya dan melanjutkan kerjaannya.
Benda pipih itu terus berbunyi..
pada bunyi ke 5 Keumala menggeser tombol warna biru
"Kenapa lama handphonenya di angkat, Mama.. " suara dari seberang sana langsung menyapa ketika benda pipih itu. diletakkan di telinga Keumala. "
"Ada apa, Ayah." Tanya Keumala pada suaminya.
"Dimana kamu, Maa" Yahya langsung memberikan pertanyaan dengan mengabaikan pertanyaan dari Keumala
"Di rumah" Singkat jawab Keumala
"Hari ini Ayah di perbolehkan pulang dan tidak perlu jemput.
Ayah akan naik taksi online, Hanya ingin memberitahu Mama saja" Yahya memberitahu istrinya melalui handphone genggam miliknya.
"Yakin pulang sendiri, Ayah? " Tanya Keumala
"Iya.." kata yahya
Setelah berbincang singkat melalui handphonenya Keumala mengakhiri dan meletakkan ponselnya tempat semula.
Ia membersihkan rumah, kamar agar terlihat rapi dan bersih, Keumala ingin ketika suaminya kembali dari rumah sakit merasa senang dengan rumah yang bersih dan rapi.
Walau Ia tau suaminya pasti akan membuat hatinya terluka melalui ucapan dan tidakannya pada dirinya.
Namun Ia terus berjuan bersemangat agar hatinya tidak rapuh.
Keumala terus berdoa agar Tuhan bisa membalikkan dan menetapkan di hati suaminya cinta dan kasih sayang untuk dirinya.
Keumala yakin suatu saat nanti suaminya akan berubah, akan menjadi suaminya seutuhnya,
buka anak mami yang selalu melakukan apapun meminta ijin pada sang ibunya.
Apa-apa ibunya yang di utamakan, masalah kerjaan pun hanya pada ibunya suami Keumala bercerita, kesah keluhnya hanya pada ibu nya.
semakin membuat Keumala sedih, karena suaminya seperti tidak mengagapnya ada. sampai gajinya pun cuma 20% pada suaminya 80% di berikan pada ibunya..
Padahal mereka tinggal lain kota dengan ibunya.. Namum setiap bulan suaminya Yahya mentransfer untuk ibu dan bapaknya di kampung.
Keumala dan suaminya masih kontrak di rumah petak 2 kamar tidur. Namun Yahya suaminya Keumala malah memberikan uang pada orangtuanya.
Yahya juga membantu merenovasi rumah orang tuanya dikampung.
Membelikan pupuk dan kebutuhan lainnya untuk biaya bertani di sawah orang tuanya.
Sedikitpun mertuanya tidak pernah berterima kasih pada suaminya Yahya malah cucunya dari Yahya anak pertama mereka tidak mereka anggap ada.. Selalu hinaan dan di jelek-jelek kannya pada tertanga dikampung.
Sedangkan pada cucu dari anak kedua hendon selalu mendapatkan pujian, di bangga banggakan .
Keumala terus bersabar berharap ada mujizat, agar mertuanya mau menerima anaknya dan dirinya.
Tapi apalah di kata sudah 11 tahun namun tak ada tanda-tanda mertuanya akan berubah.
Kini Keumala hanya patrah pada takdirnya..
Ia terus berdoa dah bersabar..
Kadang kala ia ingin pergi melepaskan dari berleguh yang namanya rumah tangga dengan status istri tersebut.
Namun Ia tidak mau menyakiti hati anak-anaknya Ia tidak mau anaknya tumbuh dengan orang tua tidak lengkap. Oleh karena itu Ia terus bertahan dengan suami predikat anak mami dan mertua yang tak menganggapnya ada.
*** satu jam kemudian ***
Suara mobil terdengar didepan rumahnya berhenti. Keumala banggung dari tempat duduk dan melihat lewat jendela.
Ia melihat suaminya keluar dari pintu mobil taksi
Keumala melangkah kepintu untuk membukakan pintu menyambut kedatangan sang suami dari rumah sakit.
Yahya masuk kerumah di sambut oleh keumala sang istri, walau luka perih Keumala tetap melayani sang suami dengan baik.
Keumala membawa tas suaminya yang berisi baju kotor meletakkannya ditempat baju kotor
Walau iya tidak merawat suaminya si rumah sakit yang di rawat 1 malam 2 hari karena penolakan dari sang suami sendiri. walaupun ia merasa aneh dengan sifat dan tingkah suaminya seakan ada seseorang yang bersedia merawatnya hingga Keumala dilarang ke rumah sakit.
Setelah mandi dan makan malam yahya masuk. kamar dengan alasan ingin istirahat.
mengabaikan istri dan anaknya di ruang keluarga.
*****
Bersambung....
Gimana ya, kalo kalian memiliki suami seperti Yahya? Menurut kalian gimana nasib rumah tangga Keumala selanjutnya...
Terima kasih, sudah mampir di karya Aku, jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komen dan vote.
💗💗💗 kalian tanpa kecuali🤗
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!