NovelToon NovelToon

System Cheat Magician

SCM. Reinkarnasi

Evan Adams adalah seorang pembunuh yang terkenal di indonesia. Saat usianya baru 18 tahun, ia membunuh pacarnya sendiri secara sadis dan dihukum 30 tahun penjara. Tapi apa benar begitu?...

Di suatu tempat, lebih tepatnya di sebuah sel penjara. Terlihat pria paruh baya yang sedang duduk sambil menundukkan kepalanya di hampiri oleh penjaga.

“Bapak Evan Adams, silahkan ikut saya keluar...mulai hari ini masa tahanan anda selama 30 tahun telah selesai.”

Ketika mendengar pak penjaga yang berbicara padanya, Evan hanya termenung tanpa bergerak sedikitpun. Ia terlihat seperti orang yang sudah kehilangan semangat untuk hidup.

“Bapak Evan ayo ikut saya, sekarang bapak sudah bebas...”

Akhirnya penjaga yang mulai geram karna di acuhkan oleh Evan langsung menghampirinya dan menyeretnya keluar.

“Ayo keluar dasar pria tak berguna...mau sampai kapan kau hidup menyedihkan di sini.”

Karna kesal, pak penjaga langsung menyeretnya dan setelah selesai mengurus beberapa dokumen tanda berakhirnya masa tahanan, Evan langsung di tendang dari penjara.

“Sialan...kenapa hidupku berakhir menyedihkan begini?...”

“Tuhan jika kau memang ada, kenapa tak menolongku saat itu.”

Terlihat Evan yang sudah berumur 48 tahun itu menangis sesaat setelah ia keluar dari penjara. Sudah 30 tahun ia menjalani hidupnya di penjara karna perbuatan yang tak pernah ia lakukan.

30 tahun yang lalu, tepat di hari ulang tahunnya yang ke 18 tahun, Evan yang ingin memberi kejutan kepada sang pacar justru melihat pacar tercintanya tergeletak bersimbah darah di rumahnya dengan kondisi mengenaskan.

Ia berusaha menolong sang pacar tapi apalahdaya, sang pacar yang sudah kehabisan banyak darah akhirnya tak tertolong. Lalu parahnya lagi, justru Evanlah yang di tuduh sebagai pembunuhnya dan di jatuhi hukuman 30 tahun penjara.

Setelah terduduk dan menangis cukup lama, akhirnya Evan mulai berdiri kembali dan berniat pulang ke rumahnya. Walaupun ia sadar kalau keluarganya sudah tak peduli lagi padanya, tapi ia yang sekarang sudah tak punya apa apa lagi dan hanya bisa kembali ke rumah peninggalan orangtuanya.

Di jalan, Evan melihat seorang wanita dengan seragam sekolah yang sama dengan sekolahnya dulu sedang bermain hp sambil berjalan.

Gadis muda tersebut yang tak memperhatikan sekitar, berjalan keluar jalur pejala kaki dan seketika itu juga terlihat mobil Truk besar sedang melaju ke arah gadis tersebut.

Sang sopir yang melihat itu dengan seketika langsung membanting stir ke kanan dan naasnya mobil Truk besar itu dengan secepat kilat langsung menghantam Evan yang ada di jalur sebelahnya.

Dalam kecepatan yang singkat itu, Evan yang menyadari dirinya dalam bahaya tak sempat menghindar dan langsung di tabrak mobil Truk tersebut.

“Woah...awas....”

“Duuuarrr...”

Dalam sekejap mata, Evan langsung tertabrak dan terpental sejauh delapan meter. Seluruh tubuhnya mengeluarkan darah. Evan yang lagi lagi tertimpa kesialan yang bahkan bukan karna kesalahannya akhirnya mengutuk dunia sebelum kematiannya.

“Ahhhh...sialan....”

“Lagi lagi terjadi padaku...”

“Kenapa aku harus menderita seperti ini tuhan?....”

“Jika kau memang ada, aku ingin aju banding denganmu...”

“Aku tak terima di perlakukan seperti ini...”

“Sialan...sialan...sialan...”

“Sakit sekali...”

Terlihat Evan yang tubuhnya sudah tergeletak tak berdaya hanya bisa menunggu detik detik terakhirnya di dunia yang sangat ia benci tersebut.

“Ahhh....akhirnya aku benar benar bebas...”

“Ayah...ibu...maafkan Evan.”

“Christine, maafkan aku...aku benar benar mencintaimu.”

Terlihat Evan yang sudah sekarat meneteskan air matanya. Sampai akhirnya kesadarannya mulai memudar dan pandangannya mulai gelap.

“Ahhh....akhirnya....”

“Tuhan...jika kehidupan kedua itu memang ada, maka berikanlah aku kekuatan di kehidupanku selanjutnya agar aku bisa melindungi diriku sendiri dan orang orang yang ku sayangi...aku memohon untuk yang terakhir kalinya pada...mu...”

Akhirnya Evan kehilangan kesadarannya dan memejamkan matanya. Di alam bawah sadar Evan...

“Di mana ini...”

“Kenapa gelap sekali...”

Lalu secara tiba tiba cahaya terang muncul di kegelapan tanpa ujung tersebut dan menyinari Evan seutuhnya.

[Selamat, Tuan telah di pilih oleh sang pencipta dan di berikan kesempatan kedua untuk hidup di dunia lain dengan sistem tanpa tanding]

[Apakah Tuan ingin menerima kesempatan yang di berikan sang pencipta]

[Harap pilih opsi yes/no]

Lalu sebuah layar hologram seperti di game muncul di hadapan Evan dan terlihat dua buah pilihan tepat berada di hadapannya dengan sangat jelas.

“Huh...maksudmu aju bandingku di terima oleh tuhan?...”

[Benar sekali, permintaan terakhir Tuan telah di dengar oleh sang pencipta dan tuan di beri kesempatan kedua untuk hidup di dunia lain]

[Apakah Tuan mau menerima sistem dari sang pencipta dan bereinkarnasi di dunia lain]

[Harap pilih opsi yes/no]

“Tunggu apa lagi...bawa aku pergi dari tempat aneh ini”

“Aku memilih Yessss....”

[Jawaban telah di terima]

[Memulai pemindahan tubuh tuan ke dunia lain]

[10%]

[20%]

[40%]

[60%]

[80%]

[100%]

[Selamat Tuan telah resmi menjadi pemilik sistem Cheat Magician]

SCM. Hutan Pemburu

Setelah cahaya terang berwarna emas itu menyatu dengannya. Evan langsung tersadar dan mendapati dirinya sedang berada di sebuah reruntuhan yang sudah hancur lebur di tengah hutan yang sangat lebat.

“Huh...dimana aku berada?.”

“Kalau tak salah aku habis tertabrak Truk dan...”

Lalu secara mengejutkan sebuah suara terdengar di kepala Evan.

[Tuan, akhirnya tuan sadar juga]

“Haaa...apa itu?...siapa yang berbicara padaku?.”

[Ini saya tuan, saya adalah sistem yang di berikan oleh sang pencipta untuk membantu dan menemani tuan di kehidupan kedua tuan ini]

“Heeeh....Jadi, apakah kau cahaya yang berbicara padaku waktu itu?...”

[Benar sekali tuan, itu adalah saya]

Setelah mencerna semua kejadian itu, Evan diam sejenak dan akhirnya bicara lagi.

“Di mana aku sekarang?.”

[Tuan saat ini berada di Hutan Pemburu]

“Hutan Pemburu?...di mana itu?...”

[Hutan Pemburu berada di benua Rodinia, lebih tepatnya di bagian barat kerajaan Sirius]

“Huh...benua Rodinia?...kerajaan Sirius?...”

“Sebenarnya aku di bawa ke mana sih?.”

[Tuan telah Bereinkarnasi ke dunia lain yang jauh berbeda dengan dunia lama tuan]

[Untuk lebih jelasnya, Tuan bisa melihat sendiri keterangan dunia ini di statistik tuan, bagian tutorial dan map]

“Bagaimana caraku melihatnya?.”

[Tuan hanya harus mengatakan buka statistik, map atau tutorial]

Lalu Evan yang sangat penasaran dengan dunia barunya itu langsung membuka map seperti yang di jelaskan sistem.

“Buka map."

Lalu secara mengejutkan sebuah layar hologram seperti sebuah game muncul di hadapan Evan.

“Woah...apa ini...ini terlihat seperti map game yang sering ku mainkan dulu.”

[Benar sekali tuan, sistem sengaja memilih model ini untuk mempermudah tuan dalam mengakses sistem]

“Hahaha...ini sangat menarik.”

"Buka tutorial."

Kemudian tanpa basa basi, Evan langsung membuka bagian tutorial dan terlihat ada banyak penjelasan di sana. Mulai dari penjelasan tentang dunia itu sendiri. Lalu penjelasan tentang cara crafting, berburu, leveling, membuat skill dll.

“Woah...penjelasan yang di berikan sistem panjang sekali...sistem coba kamu bacakan bagian pentingnya saja...aku malas membaca penjelasan panjang lebar seperti itu.”

Atas perintah dari Evan, akhirnya sistem mulai menjelaskan semua hal yang sekiranya penting dan merangkum itu semua.

“Hem...baiklah aku mengerti, jadi kita saat ini berada di tengah tengah hutan pemburu dan kota terdekat dari sini berjarak 1.425 km jauhnya.”

“Baiklah pertama tama aku ingin melihat statistik diriku.”

“Sistem, tolong buka statistik milikku.”

Lalu terlihat statistik Evan Adams di layar hologram yang muncul.

Nama : Evans Adams

Ras : Manusia

Level : 1

HP : 178

MP :30

STR : 12

AGI : 10

INT : 5

Skill : -

“Hem...statistik ini percis seperti game yang sering ku mainkan dulu, jadi sistem menggunakan memoriku untuk membuat ini semua agar aku lebih mudah memahaminya.”

“Baiklah...jadi apa yang harus ku lakukan terlebih dahulu ya....”

Terlihat Evan yang di berikan kesempatan kedua justru bingung harus berbuat apa di dunia barunya itu. Bukan karna apa apa, sudah 30 tahun ini Evan menghabiskan waktunya di penjara, jadi dia juga sedikit bingung harus berbuat apa.

Lalu sambil melihat sekitar, Evan yang tanpa sadar melihat tangannya di buat kaget karna kulitnya kini terlihat lebih mulus seperti muda kembali.

“Heh...kenapa aku baru sadar....”

“Sistem ada apa dengan tubuhku, kenapa kulitku jadi mulus begini, bukannya aku saat itu sudah berumur 48 tahun...jangan jangan...”

[Benar sekali tuan, tepat seperti yang tuan pikirkan]

[Saat ini tuan telah bereinkarnasi kembali ke dunia lain dengan tubuh tuan saat masih di usia 18 tahun]

“Hahaha...benar sajakan tebakanku....sepertinya aju bandingku dengan tuhan benar benar di dengar.”

Terlihat Evan sangat senang karna ia terlahir kembali menjadi lebih muda.

Di usianya yang masih 18 tahun memang Evan masih sangat tampan dengan bola mata hitam dan rambut hitam pekatnya akan membuat setiap wanita setidaknya akan melirik satu kali padanya.

“Baiklah karna aku masih level 1, maka lebih baik aku menaikkan levelku terlebih dahulu sebelum ke kota terdekat.”

“Sistem...tolong berikan saran tempat berburu dan leveling yang cocok untukku.”

[Berdasarkan level dan kemampuan tuan, sistem sarankan tuan pergi ke bagian selatan hutan pemburu karna di sana banyak monster level rendah]

“Baiklah sesuai saran darimu....”

Lalu Evan berjalan ke arah selatan hutan pemburu dengan sangat bersemangat.

SCM. Hujan Meteor

Setelah berjalan cukup jauh, Evan akhirnya sampai di sebuah dataran yang sangat luas. Di sana terlihat banyak monster kecil aneh sedang makan rumput sambil berkelompok.

“Astaga makhluk apa itu?.”

“Sistem, monster apa yang ada di hadapanku sekarang?.”

“Tuan bisa melihatnya dengan membuka statistik musuh.”

“Ohh...baiklah.”

“Buka statistik musuh.”

Lalu tabel hologram yang menunjukkan statistik musuh muncul kembali di hadapan Evan.

Nama :Young Flem

Ras : Flem

Level : 3

HP : 231

STR : 3

AGI : 2

INT : 1

“Hemm..monster level tiga, tapi di lihat dari statistiknya mereka sangat lemah.”

“Sistem apa aku tak memiliki skill untuk membunuh mereka semua sekaligus?.”

[Saat ini tuan belum memiliki skill apapun tapi tuan dapat membuat skill tuan sendiri dengan Poin dari sistem]

Lalu Evan yang penasaran langsung melihat di inventory miliknya dan terlihat ada 1000CP dan 0 Gold.

“Ohhh...jadi aku hanya di beri modal 1000CP ya...”

“Lalu berapa harga yang harus ku keluarkan untuk membuat sebuah skill."

[Tergantung kemampuan dan rank skill itu sendiri, jadi harga yang tuan harus keluarkan bisa bervariasi]

“Hemm...baiklah karna monster monster kecil ini berkelompok. Maka aku harus membuat setidaknya satu skill area yang dapat membunuh mereka semua sekaligus.”

“Sistem, aku ingin membuat skill Hujan Meteor yang memiliki daya hancur luas.”

[Baiklah, sistem akan menyediakan skill yang tuan inginkan]

[Apakah tuan ingin menggunakan 1000CP untuk biaya pembuatan skill]

“Astaga mahal sekali...baiklah gunakan saja]

[Pesan di terima]

[memulai proses pembuatan skill]

[10%]

[20%]

[40%]

[60%]

[80%]

[100%]

[Selesai membuat skill, selamat tuan telah mendapatkan skill Hujan Meteor dengan rank A]

Walaupun di dunianya Evan hanyalah manusia gagal, tapi dulu sebelum di penjara, ia sudah sering bermain game online. Jadi pengetahuannya tentang hunting dan leveling sudah tak perlu di pertanyakan lagi. Mungkin dari semua hal yang ia punya hanya itulah kelebihannya.

“Baiklah sebelum kita mulai leveling, aku melihat ada banyak barang kosong di bagian inventory milikku.”

“Sistem apakah tak apa menggunakan skill ini tanpa senjata atau semacamnya?.”

[Menggunakan skill tak perlu menggunakan item apapun, hanya membutuhkan mana dari tuan saja]

Sebelum menyerang rombongan monster kerdil tersebut, Evan yang mengetahui kekuatan skill yang baru saja di buatnya itu tanpa pikir panjang lagi langsung menyerang kawanan monster tersebut.

Dengan skill Hujan Meteor yang yang berada di rank A, Evan langsung mengetahui kalau kawanan itu akan hangus dalam sekali serangan.

Jadi ia tak terlalu khawatir jika serangannya tak membunuh mereka semua sekaligus dan dapat menyerang balik Evan.

Lalu dengan santai Evan mengarahkan tangan kanannya ke arah monster Young Flem dan meneriakkan mantra sihir yang baru saja di buatnya.

“Rasakan ini Hujan Meteor.”

Dalam sekejap mata sebuah batu meteor berukuran tak terlalu besar datang dari atas langit dan langsung membumi hanguskan dataran tempat para monster itu sedang makan.

Karna daya ledaknya yang sangat kuat, Evan bahkan sedikit ketakutan dan menjauh karna efek panas yang di timbulkan serangannya sangat kuat.

[Selamat tuan telah naik level]

[Selamat tuan telah naik level]

[Selamat tuan telah naik level]

“Gila, kayaknya aku berlebihan dah....”

“Hahaha..langsung naik tiga level, baiklah mangsa berikutnya.”

Lalu Evan mulai membasmi kawanan moster kerdil itu yang berada di dataran luas tersebut sampai tak tersisa satupun.

Terlihat para monster berlarian kalang kabut karna Hujan meteor yang berjatuhan dari langit menghantam mereka tanpa henti.

[Selamat tuan telah naik level]

[Selamat tuan mendapatkan hadiah level 10]

“Huhhh...baiklah sepertinya monster kecil itu sudah habis dan tak tersisa lagi di sini.”

Lalu Evan dapat melihat di inventory miliknya masih kosong dan tak mendapatkan apa apa selain xp langsung bertanya pada sistem tentang hasil dropan dan sebagainya.

“Sistem, kenapa aku tak mendapatkan hasil dropan sama sekali dan CP milikku juga tak bertambah.”

[Itu karna tuan belum mengambil inti beast Core dari monster tersebut]

“Heem...aku mengerti.”

Lalu setelah efek panas serangannya mereda, Evan berjalan ke arah sisa sisa monster itu yang sudah menjadi debu dan hanya menyisakan sebuah Crystal berwarna tembaga.

“Jadi ini ya inti Core mereka, sistem bagaimana caraku memindahkan semua barang ini ke inventory milikku?.”

[Tuan hanya cukup mengarahkan tangan tuan ke arah benda yang ingin tuan pindahkan ke inventory, lalu sistem yang akan memindahkannya]

“Baiklah aku mengerti.”

Lalu Evan berjalan mengambil semua inti core monster yang baru saja ia bunuh itu dan total ia mendapatkan 117 inti beast core dari monster kelas rendah tersebut.

“Hemm...lumayan dapat 117 beast core, terus kalau di jual sebijinya 100CP. Jadi kalo di jumlahkan total dapat 11.700CP.”

“Sistem apakah beast core monster kecil ini berguna untuk crafting?.”

[Inti beast core kelas rendah tak berhaga sedikitpun tuan, dan hanya laku 100CP saja.”

“Hahaha...sudah ku duga, monster lemah seperti itu tak mungkin ada yang berharga dari mereka."

Lalu Evan langsung menjual semua inti Beast Core yang ia dapatkan dan ia langsung mendapatkan 11.700CP.

“Baiklah, sepertinya aku harus pindah tempat terlebih dahulu dan untuk kotak hadiah level 10 ini kira kira apa ya hadiahnya?.”

Terlihat Evan yang penasaran langsung membuka kotak hadiah level 10 tersebut.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!